Rio masih terus mencari ify,memperlambat laju motornya agar dia bisa melihat lebih teliti,apakah sosok gadis yang ia cari itu ada di sisi kanan atau kiri jalan yang ia lewati sekarang.saat melewati taman kompleks,rio menghentikan motornya,sepertinya ia telah menemui gadis yang ia cari dari tadi.saat ini,ify duduk sendirian di salah satu bangku taman dengan kepala tertunduk.setelah yakin bahwa gadis itu adalah ify,rio segera menghubungi ray.
“ray,kasih hp lo sama deva.gue pengen ngomong sama dia” perintahnya.tanpa banyak tanya,ray yang ada disebrang sana segera melakukan apa yang di perintahkan kakaknya barusan
“ya kak” sahut deva
“dev,gue udah nemuin ify.jadi lo,ray,dan bokap-nyokap lo langsung aja kerumah alvin.biar ify perginya bareng gue”
Klikkk!!!!rio segera menutup telfonnya.lalu berjalan menghampiri gadis yang duduk di bangku taman itu.suasana taman malam ini begitu sepi,tak seorangpun ada disana kecuali gadis itu dan dirinya.rio tahu kalau saat ini gadis itu sedang menangis,ia dapat mendengar dengan jelas isakan tangisnya.dengan tenangnya,rio duduk disamping ify
“apa Cuma ini yang bisa lo lakuin?” rio bertanya tanpa memandang ke arah gadis yang ada disampingnya, matanya lurus menatap kedepan
Ify yang kaget mendengar suara itu,segera mengangkat kepala,melihat wajah si pemilik suara tersebut.
“rio? Ngapain dia disini?” tanyanya dalam hati
Karna ify tak kunjung bicara,rio melanjutkan kalimatnya “lari dari masalah,bikin semua orang panik nyariin lo,kemudian menangis disini.apa Cuma itu yang bisa lo lakuin?” kali ini rio menatap lurus pada mata sembab dihadapannya
“apa-apaan sih lo.siapa yang nangis? Ngaco lo kalau ngomong” ify menghapus air matanya dengan kedua telapak tangannya
“mata gue kemasukan sesuatu.perih tauk,makanya berair. Jadi gue bukan nangis seperti yang lo bilang barusan.dasar mr sok tau” ucapnya memberi alasan
“dasar cewek.udah ketangkap basah nangis,masih aja ngeles.biar dibilang gak cengeng,cewek kuat, Dan bukan makhluk lemah.kalau kenyataannya emang begitu bagus.tapi kalau kenyataan sebenarnya hanya untuk menutupi kelemahan,sama aja bohong” rio menghela nafas panjang “menyelesaikan suatu masalah itu jangan hanya melibatkan emosi sama perasaan,Cuma bikin capek. Libatin pikiran lo....suruh otak lo untuk bekerja.kalau gak gitu,buat apa gunanya tu otak ada di kepala lo.jangan Cuma bisanya nangis,lo pikir keadaan akan membaik dengan tangisan lo itu”
“nyebelin banget sih lo.kalau tujuan lo datang kesini Cuma untuk menggurui gue,makasih! Gue gak butuh!” kata ify judes
“dengarin gue” ucap rio lembut.dipegangnya kedua bahu ify,lalu diputarnya posisi duduk gadis itu agar benar-benar menghadap kearahnya “gue disini bukan untuk menggurui lo.gue tau lo punya masalah sama alvin.tapi apa yang lo lakuin ini,bukan suatu pemecahan masalah yang baik fy.lo bicara sama alvin,omongin masalah kalian baik-baik.gue yakin cara itu lebih baik dari pada lo kabur dari masalah kayak gini” ucapnya lembut
“lo ngak ngerti” ucapnya lirih “kak alvin selalu menghindar dari gue.gimana caranya gue bisa ngomong baik-baik kalau setiap dia ngeliat gue,dia langsung pergi” air mata itu kembali mengalir dipipinya
“ Selama lo masih bernafas,itu berarti lo masih punya waktu,lo masih punya kesempatan.jadi,apa lo mau nyerah gitu aja? Apa lo gak ingin memanfaatkan kesempatan yang ada malam ini?” tak ada jawaban.ify hanya menundukkan kepalanya.rio melepas genggamannya dari bahu gadis itu
Semenit kemudian,Ify mengangkat kepalanya,tersenyum menatap rio “lo benar.gue gak boleh nyia-nyiain kesempatan malam ini.lo mau nolongin gue gak? Anterin gue ke rumah kak alvin.please.....”ify menangkupkan kedua tangangnnya di hadapan rio
Rio tersenyum padanya “lo pikir kehadiran gue disini untuk apa? Ayok kita pergi” rio berjalan menuju motornya.ify segera mengikutinya
#########
Pesta ulang tahun alvin telah berlangsung satu jam yang lalu.saat semua tamu sedang merayakan pesta malam ini dengan penuh kegembiraan di taman belakang rumahnya,si pemilik pesta malah berdiri di luar rumah,bersandar pada sebuah tembok dengan pandangan yang tertuju pada pintu gerbang yang terbuka lebar.alvin tak lagi peduli dengan suasana pesta yang sedang berlangsung saat ini.ia juga tak terlalu ambil pusing dengan tanggapan-tanggapan negatif para tamu yang hadir malam ini terhadap dirinya.karna baginya,tugas malam ini hanya meniup lilin berbentuk angka 17 dan memotong kue ulang tahun,semua hal itu telah ia lakukan.ia juga telah memberikan potongan kue pertama kepada sang oma.jadi apa bila ada tamu yang beranggapan bahwa sang pemilik pesta tidak sopan,menghilang dari acara,meninggalkan mereka begitu saja.alvin masa bodoh!tak peduli! setidaknya sikapnya malam ini masih bisa dianggap baik,ikut merayakan pesta yang tidak ia sukai.
mata dingin itu masih terus memandang ke jalan.terus menanti kehadiran seseorang yang mestinya sudah datang sejam yang lalu bersama keluarganya.
“kak alvin.dicariin ce tasya tuh di dalam” ucap deva yang muncul dari balik pintu
“tolong bilangin cece ya dev.kakak lagi nungguin ify disini”
Mendengar deru suara motor dari arah gerbang,kontan perhatian alvin dan deva langsung tertuju ke sumber suara.akhirnya,orang yang ditunggu alvin sedari tadi tiba juga.setelah memarkirkan motornya,rio dan ify langsung menghampiri alvin dan deva
“kak ify! Hobi banget sih lo bikin orang panik” omel deva
Alvin tersenyum.kemudian mengacak-ngacak rambut gadis itu dengan lembut “dari dulu gak pernah berubah.dasar anak manja”
Ify diam,ia kaget melihat reaksi alvin barusan.alvin senyum padanya.berarti dugaan alvin marah padanya itu salah.lalu kenapa selama di sekolah tadi alvin selalu menghindar darinya
“kak alvin udah gak marah lagi sama aku?” tanya ify hati-hati
alvin menghela nafas panjang “ soal disekolah tadi,kakak minta maaf ya fy.kakak gak pernah punya maksud buat ngehindar dari kamu.lupain aja sikap buruk kakak tadi.anggap itu semua gak pernah terjadi” ify tak berdaya melihat mata yang telah banyak melewati kesedihan itu,refleks ia menggangguk mendengar permintaan alvin
“thanks yo” alvin menepuk pundak rio pelan
“gak usah bilang makasih.lagian gue ngebantuin ni cewek juga gak ikhlas-ikhlas amat” kata rio tanpa ekspresi
“maksud lo!?” sepasang mata ify sedikit menyipit
“kalau bukan karna deva yang datang ke rumah gue, dan ia ngadu tentang kakaknya yang hilang,gue gak akan nyariin lo.gue kasian sama adik lo.dia hampir nangis karna panik nyariin lo.nyusahin banget sih idup lo” rio menatap tajam pada dua manik mata yang ada di hadapannya,lalu ia segera masuk kedalam,menuju taman belakang rumah alvin
“iiihhhhhhh.....tu orang kenapa sih. Sebentar-sebentar baik,sebentar-sebentar nyebelin.kalau memang gak niat, ya gak usah dilakuinlah.gue juga gak minta dicariin sama orang nyebelin kayak dia kok.kenapa manusia super nyebelin kayak dia gak musnah aja sih” ify menghentakkan kakinya dengan kesal
“heh kak,lo gak boleh bicara kayak gitu.kak rio itu baik kok.dia sendiri yang nawarin diri buat nyariin elo”
“tapi dev,lo kan dengar sendiri yang dia bilang tadi.dia itu gak ikhlas nyariin gue.dia T-E-R-P-A-K-S-A!!!!”ucapnya lambat dengan volume suara yang keras
“gak terpaksa kok.soalnya waktu itu kak rio.....”
“alah....,lo gak usah ngebelain tu orang.udah deh,gak usah dibahas lagi.emosi gue kalau dengar nama tu orang disebut-sebut” ify langsung memotong ucapan deva
TIIINNN.......TIIINNN....TIINNN....sebuah mobil memasuki perkarangan rumah
“kak,bukannya itu mobil om antonius?” ify menatap mobil tersebut
“paling-paling itu Cuma orang suruhan bokap fy,gak penting.ayo kita masuk”alvin merangkul ify,membawa gadis itu masuk ke dalam
Saat melihat seseorang yang keluar dari mobil,deva berseru girang “om anto”
Mendengar nama sang ayah disebut,alvin menghentikan langkahnya.rangkulan tangannya pada bahu ify terlepas.seketika tubuhnya kaku,menegang seperti patung
“alvin” panggil sang ayah
“i..i..ni suaraaaa......”batin alvin menduga-duga.kemudian dia membalik badannya.memastikan kebenaran dugaannya.ia tak percaya.kini sang ayah berdiri di hadapannya,dengan kedua tangan yang memegang kue yang berhiaskan lilin berbentuk angka 17 di atasnya
“happy birthday alvin...... happy birthday alvin.......”tuan antonius mulai bernyanyi selamat ulang tahun untuk putranya itu.tak mau ketinggalan, ify dan deva juga ikut bernyanyi sambil bertepuk tangan “happy birthday..... happy birthday...... happy birthday.....to ....you....” ify,deva dan laki-laki yang bernama antonius itupun bernyanyi dengan kompak
Tak ada reaksi dari alvin,ia hanya terus memandangi kue yang ada dihadapannya dengan sorot mata yang sulit diartikan
“kak alvin,tiup lilinnya dong” ify menyikut lengan alvin,menyadarkan cowok tampan itu dari kekagetannya
Alvin meniup lilin itu dengan perasaan kacau.entah mengapa tenaganya habis setelah ia meniup lilin itu.dia masih tak pecaya,apakah lilin yang ditiupnya barusan itu nyata,apakah nyanyian selamat ulang tahun yang ia dengar barusan itu juga nyata,dan apakah sosok sang ayah yang berdiri dihadapannya saat ini juga nyata.atau.....semua ini hanyalah halusinasinya yang tercipta dari harapan terbesarnya yang tak pernah terwujud.
ayah alvin sangat mengerti arti tatapan dari putranya itu
“Sini om kuenya.biar ify bawa kedalem” ify mengambil alih kue yang dipegang om-nya tersebut. “ yuk dev,kita masuk” ify mengajak deva masuk.ia mencoba memberikan kesempatan bagi ayah dan anak tersebut untuk memperbaiki hubungan yang telah lama renggang.
Dengan ekspresi muka menyesal,lelaki itu mulai bicara pada alvin “maaf karna selama ini papa sudah melewatkan moment-moment penting dalam hidup kamu.meski malam ini papa datang terlambat tapi, setidaknya papa tidak telat untuk menyanyikan selamat ulang tahun buat kamu,dan melihat kamu meniup lilin yang melambangkan kedewasaan kamu sekarang” tak ada jawaban dari alvin,tatapannya sama seperti tadi.tak berubah sedikitpun.masih dingin dan tajam.
“papa bisa mengerti kalau malam ini kamu belum bisa memaafkan papa.mungkin luka yang papa buat di hati kamu terlalu dalam dan menyakitkan.tapi papa mohon,tolong kasih papa kesempatan untuk memperbaiki semua ini,biarkan papa mengobati luka yang ada di hati mu.mungkin papa memang sudah kehilangan wanita yang paling papa cintai.tapi kini,papa gak ingin kehilangan anak laki-laki yang paling papa banggakan”
Mata dingin yang menyaratkan kelukaan mendalam itu, kini telah lenyap.tatapan dingin itu tak terlihat lagi “makasih......” ucapnya pelan,nyaris tak terdengar.kalau saja gerak bibirnya tidak terbaca,mungkin ayahnya tidak tau apa yang diucapkannya.alvin meneruskan kalimatnya “......ini semua sangat berarti.malam ini,papa udah mewujudkan harapan aku yang nyaris redup”
Ayahnya tersenyum dengan penuh rasa bangga pada alvin.kedua laki-laki itu segera masuk kedalam rumah,menuju taman belakang untuk berkumpul dengan anggota keluarga yang lain
##########
Saat tasya melihat kedatangan alvin bersama sang ayah,seketika itu juga sebuah senyuman tercipta di ujung bibirnya.2 orang yang paling berarti dalam hidupnya kini terlihat sangat dekat.seolah-olah jarak yang dulu sempat tercipta pada keduanya,lenyap entah kemana
Ify segera mendekati om-nya “om,bukannya waktu itu om bilang gak bisa datang? Kok sekarang berubah pikiran? Ify takjub banget lho pas om dateng sambil bawain kak alvin kue ulang tahun” ify tersenyum
“teman kamu yang waktu itu yang buat om datang malam ini.dia yang menyadarkan om dari semua kesalahan yang om perbuat pada alvin” ucapnya sambil merangkul alvin yang ada disampingnya.
“sivia????”gumam ify pelan.saat ify ingin kembali bertanya,ayah alvin telah pergi,bergabung dengan keluarga serta saudara-saudara yang datang malam ini
“waktu itu? Sivia?” alvin menaikkan sebelah alisnya,menatap bingung pada ify
“gawat.gue mesti cabut.sebelum kak alvin nanya lebih lanjut.kalau gue keceplosan,bisa berabe urusannya” batin ify “kak alvin,aku samperin teman-teman aku dulu ya.dari tadi mereka udah nungguin aku.bye kak” ify segera pamit pada alvin dan berlari ketempat teman-temannya
########
“hay guys.....” sapa ify pada sivia,shilla dan agni
“ifyyyyyy....!!!!” seru ketiganya kompak
“lo bertiga kenapa sih,histeris banget.kayak gue orang ilang yang baru diketemuin aja” ucapnya dongkol
“emang elo orang ilang yang baru diketemuin kan.lo kan tiba-tiba ilang pas keluarga lo mau berangkat ke sini” cerocos agni cuek
“kok tau sih.pasti si deva yang bilang ya? Tu anak mulutnya ember banget sih”
“elo cari masalah aja sih fy.ni pesta hampir batal karna alvin tetap ngotot buat nyariin lo.untung si deva bilang kalau lo udah aman sama kak rio.gak habis pikir gue sama lo” sivia menggeleng
“tapi cerita lo itu kayak yang ada di negri dongeng tau gak.seorang pangeran yang berhasil menemukan sang putri yang hilang”shilla begitu antusias berargument “tapi sayang....gak ada rintangannya.pangerannya anteng-anteng aja menemukan sang putri. Gak ada mara bahaya,gak ada penjahatnya.jadi cerita lo kurang seru deh” sivia dan agni kontan melotot pada shilla
“yeee.....gue becanda tau.gak usah nanggepinnya serius gitu dong” shilla jadi salah tingkah dipelototin kayak gitu sama sivia dan agni
“lo ngomong apaan sih?” ify langsung menghadiahi shilla sebuah jitakan dikepalanya “pangeran-putri,pangeran-putri,pangeran-putri,emang siapa pangeran sama putrinya?”
“kak rio sama elo lah....gak mungkinkan kak alvin sama sivia” jawab shilla enteng
“kok nama gue dibawa-bawa sih” protes sivia
“yeee....kan gue bilangnya kak alvin sama lo itu gak mungkin.jadi lo gak usah sewot gitu dong vi”
“tapi tetap aja.ngapain lo pakai pengandaiannya nama gue.rese banget sih lo”
“via, kan yang gue bahas ify sama kak rio.bukannya elo sama kak.....”
“aaaahhh......serah kata lo deh.capek gue ngomong sama cewek bawel kayak lo” sergah sivia langsung
“enak banget lo ngomong gue sama si rio sialan itu.elo aja yang jadi putri sama pangerannya.elo putrinya,kak iel pangerannya,pas kan?”ify membalikkan kata-kata shilla
“gue sama si anak mami? Najisss! Yang ada.....hhhmmmppp!!!!! hhhmmmppp!!!!! hhhmmmppp!!!!!” tiba-tiba mulut shilla dibekap sama agni
“haaaaah....”shilla bernapas lega waktu agni membuka dekapannya
“sekali lagi tu mulut ngerocos gak jelas....” agni menunjuk mulut shilla “gue bekap sampai nafas lo habis” ancamnya.shilla diam.gak berani buka suara lagi
“rasain lo.kicepkan lo sekarang.lagian tu mulut bawel banget sih.meskipun lo udah cerita ke kita-kita gimana perlakuan bonyoknya kak iel di rumah, tapi lo gak mesti bilang keras-keraskan.lo mau bilang sama semua orang yang ada disini apa.lo lupa kalau anak-anak sekolah kita juga hadir malam ini.kalau mereka dengar,harga diri kak iel sebagai wakil ketua osis bisa jatuh.jahat benget sih lo” ucap ify
“gue bicara kenyataannya lagi.nyokapnya si iel itu memang......”agni menatap shilla tajam.dan iapun batal menyelesaikan kalimatnya
“bukannya gue gak percaya sama kata-kata lo waktu itu tapi,menurut gue kak iel gak semanja yang lo bilang deh.secara yang gue liat,kak iel itu anaknya dewasa,ramah,bijaksana,bertanggung jawab,dan selama kepemimpinan dia sebagai wakil ketua osis disekolah kita,dia itu berwibawa banget lho.jadi kalau lo bilang dia anak manja yang gak bisa apa-apa,kayaknya lo berlebihan banget deh shill” sivia berkomentar.agni dan ifypun sependapat dengan sivia
“ini anak-anak kenapa jadi belain si kutu kupret iel sih!!!” dongkol shilla dalam hati saat melihat ke tiga sahabatnya membela musuh sejatinya itu
“ag,temenin gue ke toilet dong.kebelet nih” ify langsung menarik tangan agni dan masuk ke dalam rumah
Shilla merasakan hp-nya bergetar,ia segera mengangkat panggilan yang masuk ke hp-nya tersebut
“hallo”jawabnya.saat seseorang di sebrang sana mulai berbicara,shilla segera menjauhkan handphone itu dari telinganya,lalu melihat kelayar lcd-nya “ini kan nomor nyokap.tapi yang bicara kenapa nyokapnya iel” batin shilla.ia kembali mendekatkan handphone tersebut ketelinganya
“oh,iya tante---iel? Eh maksud aku kak iel?----ada kok tan---tante mau bicara sama iel? Aduh maaf tante...maaf,maksud aku kak iel---tunggu bentar ya tan,aku cariin dulu” shilla berdiri dari tempat duduknya,segera pergi mencari gabriel.sekarang tinggallah sivia sendiri
#########
“vin,bokop lo dateng malam ini.ajaib bener.gi mana ceritanya?” tanya cakka antusias.alvin tak menjawab.ia hanya mengangkat bahu,lalu pergi.
“tu anak, ditanyain malah main pergi aja” cakka menatap heran kepergian alvin “tu anak kenapasih?” tanya cakka pada rio dan gabriel.rio dan gabriel saling pandang satu sama lain,kemudian melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan alvin sebelun ia pergi tadi
Akhirnya shilla menemukan gabriel. Ia segera menghampiri cowok itu.kedatangan shilla yang tiba-tiba dan langsung menyodorhan hp-nya ke arah iel,tentu menimbulkan pertanyaan pada diri gabriel dan ke 2 sahabatnya.iel hanya diam,ia tak segera mengambil hp yang disodorkan shilla padanya.
“nyokap lo nelfon, lo mau terima apa enggak sih!!? Kalau ia,cepat ambil!!!” shilla mulai kesal sama tatapan aneh iel pada dirinya.kalau tatapan itu diartikan,mungkin bunyinya.......”ngapai nyokap gue nelfon ke elo,kalau dia mau ngomong sama gue?” kurang lebih begitulah arti tatapan iel tersebut.shilla menghela nafas panjang,paham akan arti tatapan aneh pemuda dihadapannya ini
“gue gak tau kenapa nyokap lo nelfon ke gue.lo kira lo aja yang kaget,gue juga tau! Sekarang lo mau angkat ni telfon atau enggak!!!? Kalau enggak,biar gue bilang sama nyokap lo kalau lo gak mau ngangkat telfonnya”
Gabriel mengambil hp tersebut dari tangan shilla.ia segera menjauh untuk mengangkat telfon dari nyokapnya tersebut.setelah pembicaraannya bersama sang nyokap selesai,ia segera kembali,menyerahkan hp itu pada shilla
“nih hp lo” shilla langsung mengambil handphonenya dari tangan gabriel
“lo nelfonnya kelamaan.pulsa gue jadi sekarat nih” gabriel menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan shilla barusan “waktu gue nyariin lo tadi,telfonnya gue tutup dulu.pas gue udah ketemu lo,baru gue telfon balik nyokap lo.nah sekarang lo mesti ganti rugi dong.lo harus gantiin pulsa gue yang habis buat kepentingan lo.nah sekarang......” shilla melanjutkan kalimatnya “....mana duit ganti ruginya” terlihat senyuman di kedua mata gadis itu,sebuah senyuman kemenangan.sementara gabriel,menatap tak percaya dengan mulut sedikit terbuka saat shilla meminta duit ganti rugi pada dirinya
“gila ni cewek.gak mau rugi banget idupnya”iel membatin
“hahahahahaha......konyol banget sih tampang lo.gue bercanda lagi,gak serius.gue Cuma mau ngetes aja, lo itu orangnya pelit atau enggak.tapiii....setelah gue liat ekspresi lo barusannn.....lo ternyata pelit yah.gue Cuma mintain lo duit,bukan mau mintain lo nyawa.jadi,ekspresi lo barusan,agak lebay deh” shilla berkacak pinggang.ia merasa sangat-sangat puas udah berhasil membuat malu rival sejatinya itu “ eh,tampang lo unik banget iel.eh ralat deh.bukannya unik,tapi langka.cocok tuh buat dipajang di musium.hahahahaha....” gadis itu terus saja tertawa,tak peduli dengan muka iel yang memerah karna menahan rasa malu.rasanya ingin ia memaki gadis di depannya itu.tapi hal itu tidak ia lalukan,karna baginya,memaki seorang wanita di depan umum,itu hanya perbuatan seorang banci.pantang baginya melakukan hal rendahan seperti itu
“kayaknya tampang konyol lo ini pernah gue liat deh,tapi dimana ya?” shilla memegang dagunya,berusaha mengingat sesuata “ oh iya gue ingat” ucapnya sambil menjentikkan jarinya “tampang lo tadi mirip banget sama yang ada diragunan. Awalnya gue gak percaya sama kata-kata darwin yang bilang manusia masih saudaraan sama monyet.tapi setelah melihat bukti yang ada di depan mata....gue jadi percaya.mirip sihhhh....hahahahahaha......”shilla segera pergi
Cakka dan rio tertawa setelah mendengar pengakuan dari gadis tersebut.kalau rio hanya tertawa kecil dan itupun Cuma sebentar,lain halnya sama cakka.cowok satu ini kelihatannya memang nol besar dalam urusan menghargai perasaan orang
“baru kali ini gue liat lo dipermaluin sama cewek sampai-sampai lo diam kayak gini,gak ngebales perkataannya sama sekali.sumpah iel,tampang lo tadi benar-benar bikin gue sakit perut nahan ketawa.hahahahahaha.....”cakka memegangi perutnya untuk mengurangi rasa sakit akibat tawa yang sulit ia hentikan
Rio menepuk pelan bahu gabriel “ngenes banget nasib lo sob.kalau gue jadi lo......” rio meneruskan kalimatnya dengan wajah serius “....gue langsung gali kubur buat diri gue sendiri“ ucapnya menyesal “gue coba telfon petugas ragunan dulu ya.siapa tau sodara kembar lo yang ada disana kabur buat nyamperin lo yang ada disini” rio segera pergi dari hadapan iel
“buahahahahahahaha...........”tawa cakkka kembali pecah setelah rio menyelesaikan kalimatnya
##########
Melihat sivia yang duduk sendirian,alvin segera menghampiri gadis itu
“sendirian? Ify mana?” kini cowok bermata sipit itu telah duduk disamping sivia dengan kedua tangan yang terlipat di depan dada.
“dia ke toilet bareng agni.sepertinya lo bahagia malam ini.apa semua ini karna kehadiran bokap lo?”
“gue rasa lo bisa jawab sendiri pertanyaan itu”
“huuufft” sivia menghela nafas “ngomong sama manusia es kayak lo memang diperlukan kesabaran yang lebih ya”
“lo hebat”
“lo ngomong apa sih.bisa gak kalau ngomong panjangan dikit.gak usah singkat-singkat.gak kena pajak juga.gue jadi gak ngerti apa yang lo maksud”
“kedatangan bokap gue malam ini.itu karna lo kan?” ucapnya dengan ekspresi yang datar.
“bukan gue, tapi lo” alvin gak ngerti dengan ucapan sivia barusan.sivia meneruskan kata-katanya “hujan tak akan selamanya,akan ada pelangi diselah-selah mendungnya”
Alvin semakin bingung dengan ucapan gadis itu “jujur gue gak ngerti apa yang lo maksud.tapi apapun itu.makasih” ucapnya tulus
“gue boleh minta ucapan terima kasih lo itu dalam bentuk yang lain gak” sivia berharap cowok itu mau mengabulkan permintaannya ini.saat sebuah senyuman tercipta di ujung bibir alvin,ia yakin kalau cowok itu mengabulkan permintaannya
“gue pikir, lo gak akan pernah tersenyum seperti itu selain di hadapan ify dan ketiga sahabat lo.tapi ternyata.....malam ini gue liat lo tersenyum di depan gue” sivia berdiri “gue suka.gak tau kenapa,saat liat lo tersenyum,gue juga ingin tersenyum”
#########
Pesta telah selesai.satu persatu tamupun mulai meninggalkan rumah alvin
“shill, lo belum dijemput juga ya?”
Tanya ify pada shilla yang sedari tadi mondar-mandir gak jelas nunggu jemputannya yang tak kunjung datang
“belum fy.kalau gue tau bakal gini jadinya.mending gue pulangnya barang via sama agni aja tadi.nyesal gue” keluh shilla
Tiba-tiba gabriel menghentikan motornya di depan shilla
“naik cepat!” perintah iel pada shilla
“siapa? Gue?”tanya shilla menunjuk dirinya sendiri
“ya elo lah.siapa lagi?”
“ya kan bisa aja yang lo maksud barusan ify, bukan gue.ngapain gue mesti naik ke motor lo?”
“gue anterin lo pulang shillaaaaa” geram iel pada gadis itu
“gak usah.makasih.paling-paling sebentar lagi supir gue datang buat jemput ue” tolaknya mentah-mentah ajakan iel barusan
“lo gak akan dijemput.lo gak merasa ada yang aneh waktu nyokap gue nelfon lo tadi.kan nelfonnya pakai hp nyokap lo.itu berarti.........”iel tak melanjutkan kalimatnya.ia malah tersenyum
Shilla berpikir sejenak “jangan bilang kalau nyokap gue lagi sama nyokap lo.terus apa hubungannnya gue gak dijemput.kan gue dijemput sama supir gue?” ucap gadis itu polos
“hmmm....bokap gue dan lo sepertinya lagi sibuk di kantor masing-masing,dan mungkin mereka juga lembur malam ini.nyokap lo dan nyokap gue lagi pergi bersama.yaaa....mungkin mereka ke mal.Cuma gue agak heran.nyokap gue kan gak bisa bawa mobil,sementara supir, pasti lagi ada di kantor bokap.jadi gimana mereka pergi ya? Nyokap lo bisa bawa mobil gak?” tanya iel seketika.shilla menggelengkan kepalanya “ohh....nyokap lo gak bisa nyetir juga ya.berarti mereka dianter sama seseorang dong.lo tau gak tu orang siapa?” iel kembali bertanya pada shilla dengan tampang pura-pura tak tau
Shilla mendengus kesal .sekarang ia tahu ke mana arah pembicaraan iel barusan.
“gue rasa lo udah ngerti sekarang.cepatan naik.kalau gak gue tinggal lo disini” kata iel
“iya deh” akhirnya shilla mengangguk juga dan ia naik ke boncengan motor gabriel.pasrah
#########
Pagi ini sama seperti pagi-pagi sebelumnya.cakka selalu menghabiskan waktunya sebelum bel pertanda dimulainya jam pelajaran pertama dengan bermain basket.
Agni berlari tergesa-gesa,dia harus segera tiba dikelas, agar ia bisa menyalin pr milik sahabat-sahabatnya.entah itu ify,sivia atau shilla.pokoknya pr salah satu dari mereka bertiga.namun langkahnya segera terhenti ketika sebuah bola basket menggelinding di kakinya.
“kita selesaikan pertandingan yang dulu.sekarang!” seru seseorang dari arah lapangan basket.
“gue tau pertandiangan waktu itu gak adil buat lo.maka dari itu, kita tanding ulang sekarang” ucap orang tersebut yang ternyata adalah cakka.
Agni melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.waktu yang tersisa tinggal 12 menit lagi.gak penting saat-saat mepet kayak gini ia harus meladeni si pembuat onar yang kini berdiri di lapangan basket sekolah.agni tak menggubris apa yang cakka ucapkan padanya.ia segera melangkahkan kakinya.kembali ke tujuan awal.buru-buru sampai kelas dan menyalin pr,karna bu winda akan masuk pada jam pelajaran pertama.namun sedetik kemuan, cakka kembali memanggil namanya.
“agni.sekali lagi lo melangkah,berarti lo memang mengaku kalah waktu itu.dan gak ada kecurangan yang gue lakukan seperti yang lo tuduhkan ke gue”
DEGGG!!!! Agni berhenti melangkah.ia berbalik badan, menatap tajam kearah cowok itu.suasana pagi ini semakin memanas.semua siswa yang menyaksikan pertentangan cakka dan agni sadar akan suasana mencekam saat ini
Dengan langkah yang emosi,agni menghampiri cakka “lo memamang curang dalam pertandingan waktu itu.dan gue gak akan pernah mengaku kalah sama orang curang kayak lo” kecamnya.kini tujuan utama gadis itu telah berubah haluan.tak lagi kelas,tak lagi pr,tak lagi bu winda.tujuan utamanya kini adalah cowok yang bernama cakka.
Cakka tersenyum angkuh “lo” tunjuknya pada seseorang “lempar bola yang ada di dekat lo itu ke gue” orang yang ditunjuk cakka tersebut segera mengambil bola basket yang tak berada jauh darinya,dan segera melempar bola itu pada cakka
Saat duel cakka vs agni akan dimulai,tiba-tiba......
PPRITTT..... !!!!! PPRITTT..... !!!!! PPRITTT.....!!!!! suara peluit terdengar begitu nyaring.sepertinya sang peniup peluit itu mengerahkan seluruh tenaga untuk meniup peliut tersebut.saat semua siswa tau siapa yang membunyikan suara yang memekakkan telinga itu,mereka langsung lari terbirit-birit ke kelas masing-masing
“apa-apaan kalian ini! Bukannya masuk ke kelas,tapi malah berdiri di sini.kalian gak dengar bel masuk barusan apa!!!? cepat masuk ke kelas!!!!!” suara pak ginting menggelegar dengat sangat keras,sama seperti suara peluit yang ia bunyikan tadi.selain keras,guru batak yang memegang mata pelajaran olah raga di sekolah tersebut juga terkenal sangat disiplin sama hal yang namanya waktu.hal ini pula lah yang membuat guru tersebut sangat di hormati dan ditakuti seluruh siswa smu dharma yudha
“aelahh...tu guru ganggu kesenangan gue aja” cakka menatap kesal gurunya tersebut “ikut gue!!!” cakka menarik tangan agni.mengajak gadis itu berlari entah kemana
Smu dharma yudha,sekolah bergengsi yang ada di jakarta.bukan hanya penuh dengan segudang prestasi yang membanggakan dibidang akedemis maupun non akademis.tapi sekolah ini juga mempunyai daya tarik tersendiri dengan gedung sekolah bertingkat yang megah namun di dominasi oleh bangunan yang terbuat dari kaca.benar-benar sebuah gedung sekolah yang bernilai seni tinggi yang unik namun indah. fasilitas sekolahnya juga lengkap.tak heran,jika banyak para orang tua yang berusaha mati-matian untuk memasukkan anaknya kesekolah tersebut.fasilitas-fasilitas yang dimiliki sekolah elit ini benar-benar memberi kepuasan tersendiri bagi para siswa-siswinya.lapangan parkir yang sangat luas,ruang perpustakaan dengan buku-bukunya yang lengkap,ruang kelas full ac ,ruang intenet gratis,ruang musik,ruangan osis,lab.komputer,lab.kimia,lab.biologi,lab.fisika,lab. Bahasa,beberapa kantin,toilet,kamar ganti pria dan wanita yang dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi+shower-untuk mengantisipasi bila ada siswa yang ingin mandi setelah jam pelajaran olahraga,sebuah kolam renang,loker untuk masing-masing siswa agar mereka dapat menyimpan barang-barang pribadinya,sebuah aula yang biasanya digunakan untuk acara-acara sekolah tertentu,lapangan olahraga yang besar,ada yang indoor dan outdoor,serta terdapat beberapa taman yang biasanya digunakan oleh para siswa untuk bersantai bersama teman-temannya sewaktu jam istirahat.
Cakka menutup pintu ruangan olah raga yang terletak dalam bangunan sekolahnya itu.sebuah ruangan yang biasanya dipakai bila ada pertandingan dengan sekolah lain,atau biasanyanya dipakai bila cuaca diluar hujan,sehingga lapangan olah raga yang yang ada di luar tidak bisa digunakan
“Disini kita aman.ngak ada yang akan ngerecokin pertandingan kita lagi kayak yang dilakukan si sinting tadi” kata cakka pada agni
“sopan dikit dong lo.bagaimanapun juga,dia tetap guru lo.dan 1 lagi,namanya pak ginting,bukan sinting.seenaknya aja lo ganti-ganti nama orang.kalau nama lo diganti jadi yang aneh-aneh emang lo mau? Enggak kan.”
“suka-suka gue dong,mulut-mulut gue.lagian tu guru namanya lebih cocokan sinting dari pada gintinng.sama tu kayak kelakuannya yang sinting.udahlah,gak usah bahas tu orang.yang penting sekarang kita bisa main tanpa ada pengganggu”
“yakin banget lo.kalau kelas lain ada pelajaran olah raga dan mau makai ni tempat gimana? Bisa ketaun gue cabut di jam pelajaran.apalagi cabutnya sama lo,si biang kerok sekolah.bisa dicap yang enggak-enggak gue sama guru-guru disini”
“agni,lo gak liat cuaca diluar cerah banget.lagian hari ini yang punya jadwal olahraga itu Cuma kelas x,dan lo taukan siapa gurunya? Selama cuaca diluar cerah.si sinting........”
“pak ginting cakka,bukan sinting” potong agni segera
“okelah, kali ini gue turuti apa mau lo.jadi selama cuaca di luar cerah,si ginting......”
“pak ginting.bukan si ginting.dia lebih tua dari lo dan dia itu guru lo.hormat dikit dong lo sama orang yang lebih tua” agni kembali memotong kata-kata cakka
“cari masalah ya lo sama gue!” cakka mulai dongkol sama sikap agni.cakka menarik nafas dalam-dalam,lalu menghembuskannya.mencoba mengontrol kembali emosinya “intinya,si sinting gak bakalan makai ruangan ini selama cuaca di luar cerah” cakka menyelesaikan kalimatnya dengan cepat.” No coment!” cakka segera mengucapkan kalimat terakhir itu saat ia melihat agni akan kembali memprotes dirinya.dan kalimat terakhir itu cukup ampuh untuk menutup mulut gadis tomboi itu.melihat reaksi agni,cakka tersenyum,walaupun tipis dan nyaris tak terlihat.
Cakka dan agni telah siap untuk memulai permainannya.permainan dimulai dengan lemparan bola keatas yang dilakukan oleh cakka.saat bola itu mulai bergerak ke bawah,cakka dan agni melombat bersamaan untuk merebut bola itu.gerakan agni lebih cepat dari cakka,sehingga ia berhasil merebut bola itukemudian mendribelnya sambil berlari menuju ring cakka,dan segera menge-shoot bola itu.masuk! 1-0.untuk saat ini,agni memimpin permainan.
kini bola itu dikuasai oleh cakka.dia terus mendribel bola itu sambil berlari.agni menghadang langkahnya,merentangkan kedua tangannya dengan pandangan mata yang terfokus pada bola yang ada ditangan cakka.saat cakka melangkahkan kakinya ke kiri,agni segera sigap mengikuti langkah cowok itu.namun cakka segera mengganti haluan,dengan cepat ia memutar tubunya,berbalik ke arah kanan.berhasil! ia terlepas dari bayang-bayang gadis itu.1-1.cakka menyamakan kedudukan.
“pelajaran pertama.jangan tertipu oleh pergerakan lawan”ucapnya.lalu memberikan bola itu pada agni
Agni berlari membawa bola,namun cakka telah menghadang didepannya.bila ia terus berlari menerebos cakka, cowok itu pasti dengan mudah merebut bolanya.saat melihat celah di antara kedua kaki cakka yang terbuka cukup lebar,agni tersenyum.ia terus berlari,saat jaraknya dan cakka semakin dekat,ia pantulkan bola orange itu kebawah.saat ia melewati cakka,bola yang ia pantulkan tadi juga ikut melewati cowok itu dari bawah kakinya,dari celah yang di kedua kaki yang dibuat oleh cakka tanpa ia sadari.agni langsung menangkap bola yang telah melewati cakka,lalu mendribelnya sambil berlari.2-1.agni kembali memimpin
“pelajaran kedua.perhatikan celah yang lo buat antara kaki kanan dan kaki kiri lo.sedikit lo lengah,itu bisa menjadi peluang bagus bagi lawan” agni membalas perkataan cakka tadi.
Cakka tersenyum kecil “hebat” batinnya
Kini si kulit bundar orange itu dikuasai oleh cakka.namun tak semudah itu ia melewati pengawalan ketat agni.harus dia akui,agni lawan yang tangguh.tak sedikitpun gadis itu memberikan celah padanya.
Entaah mengapa, agni teringat masalahnya dengan cakka beberapa hari yang lalu.masalah yang timbul karna kesalah pahaman.
Melihat agni yang lengah,cakka tak membuang-buang waktu lagi,sekaranglah kesempatannya untuk membalas point tadi.cakka dengan mudah melewati agni yang lengah.2-2.cakka berhasil membalas kekalahannya tadi
“pelajaran yang ketiga” cakka mengajungkan ke 3 jarinya di hadapan agni “fokus!!!”
Saat ini bola berada di tangan agni.gadis itu masih mendribel bola ditempat.ia tak bisa maju,cakka berada tepat didepannya,dan bila sedikit saja ia lengah,bola itu bisa saja direbut kembali oleh cakka
“mikir apa lo tadi” ucap cakka dengan mata yang tertuju pada bola orange itu
“maksud lo?” tanya agni yang masih fokus pada bola yang sedang ia mainkan saat ini
“gak usah belagak gak tau.gue yakin lo ngerti maksud gue”
Agni memegang bola basket tersebut,tak lagi mendribelnya seperti beberapa detik yang lalu.dengan kata lain.ia menghentikan permainan ini.
“gue perlu jelasin sesuatu sama lo” agni segera duduk,meluruskan kedua kakinya yang mulai letih akibat permainan tadi.cakka mengikutinya
“kejadian sore itu.gue gak maksud buat ikut campur masalah keluarga lo.kalau waktu itu lo marah,wajar.karna gue berbicara terlalu jauh.jujur,gue gak ada sedikitpun maksud buat balas dendam sama lo dengan cara sepicik yang lo bilang waktu itu.gue memang gak suka sama lo.gue memang benci sama lo.tapi gue gak akan melawan lo dengan cara yang lo tuduhkan sore itu ke gue” ucapnya bersungguh-sungguh “sorry”
“gue udah lupain masalah itu.itu hanya emosi sesaat.gue terlalu shock sama semua ucapan lo waktu itu.gue gak nyangka,kalau hal yang selama ini gue simpan rapat-rapat,ternyata ketauan juga.sama rival gue pula lagi.apa gue gak shock coba.tapi...ya udah lah.gue juga berlebihan waktu itu.seharusnya gue dengarin dulu penjelasan lo,bukan langsung emosi dan marah-marah.”
“berarti sahabat-sahabat lo juga gak tau masalah ini?” agni kelepasan bicara.cakka menatapnya
“dasar begok!!! Kenapa bisa keceplosan kayak gini sih.yang ada bukannya menyelesaikan masalah,tapi malah bikin masalah baru.”rutuk agni dalam hatinya
“hahaha....kalau mereka sih....pengecualian”cakka tertawa
Agni bernafas lega mendengar jawaban cakka barusan “sekarang kita teman.....” agni mengulurkan tangannya
“teman? Yakin banget lo kalau gue bakal mau jadi teman lo.lo gak ingat permusahan kita selama ini.selama ini lo benci bangetkan sama gue.kata lo gue trouble maker,cowok brengsek,playboy kampungan,dan lainnya.tapi kenapa sekarang lo malah minta gue jadi teman lo?” cakka berdiri,segera mengambil tas dan bola basketnya.berjalan ke pintu keluar ruangan itu
“karna sekarang gue tau.lo orang yang baik,dan gue udah salah nilai lo slama ini” teriak agni sebelum cakka keluar
Cakka berhenti.ia membalikkan tubuhnya.melemparkan bola basketnya pada agni.agnipun menangkap bola itu.
“itu tanda pertemanan gue buat lo.simpan baik-baik bola itu” cakka membuka pintu dan menghilang dibaliknya
#########
@Jam istirahat di Kelas x_3
“ag,tadi pagi gue liat lo ditarik sama kak cakka.dibawa kemana lo sama dia? kalian ribut lagi ya? Parah lo,cabut di jam pelajarannya bu winda.ckckckckc” shilla mengelengkan kepalanya
“gue tadi tanding basket sama dia” jawab agni santai
“gimana urusan lo sama bu winda?” tanya sivia
“beres.gue udah nemuin bu winda tadi.dan gue udah jelasin sama dia kenapa gue gak masuh tadi”
“terus lo bilang apa sama bu winda” sekarang ify yang bertanya
“gue bilang gue sakit,kepala gue pusing banget pagi ini,jadi gue istirahat di uks”
“bu winda percaya?”
“percaya dong.soalnya tampang gue kan pucat tuh tadi gara-gara main basket sama cakka,dan bu winda ngira gue benaran sakit”
“terus pr lo gak ditanyain sama bu winda?” shilla menatap agni
“gue bilang gue gak buat”jawabnya santai
“apa!!!!” seru ify,sivia,shilla kompak
“terus gimana reaksi bu winda waktu lo bilang kayak gitu?” ify begitu penasaran begitu mendengar penjelasan agni
“dia gak ngomong apa-apa.malah dia bilang,kalau sakit gue makin parah,gue disuruh minta surat izin buat pulang”
“gila,ajaib banget tu guru.sumpah ag,hoki banget lo hari ini.lo gak taukan,seberapa tersiksanya gue dan teman-teman yang lain pagi ini.materi yang bu winda ajarkan pagi ini benar-benar sulit.semuanya kena hukum gara-gara gak bisa ngerjain soal yang dia kasih.kuping gue aja dijewer tadi.sakit banget tau gak.jahat banget tu guru” shilla memegang kupingnya yang menjadi korban ke marahan bu winda tadi pagi
“lo berlebihan deh shill.pelajaran itu gak sulit kok.gampang banget malah” ucap sivia
“yeee...lo kan masternya matematika.jadi lo gak masuk itungan korban keganasan bu winda”
“eh,bola baru lagi lo ag.perasaan bola lo yang kemaren gak yang ini deh” ify mengambil bola basket yang ada di kaki agni “kok ada tulisan cakkanya?”
“itu bola punya cakka” jawabnya santai
“kok ada di elo.aaaaa...gue tau.lo pasti mau bales dendam sama dia kan.makanya lo nyolong ni bola”
“enak aja lo kalau ngomong.dia ngasih bola itu ke gue.katanya sebagai tanda pertemanan gue sama dia”
“lo temanan sama kak cakka!!!!!??” ucap ify,sivia,shilla bersamaan “hahahaha......gak mungkin!” mereka bertiga kembali mengucapkan kalimat yang sama
“yaudah kalau lo semua gak percaya” agni tersenyum melihat ekspresi kaget ketiga sahabatnya itu.ia segera berdiri,pergi meninggalkan ify,sivia,shilla yang masih terpaku di tempat duduk masing-masing
“ada yang gak beres nih” gumam ify
“iya fy,gue yakin pasti ada apa-apanya nih” shilla setuju dengan perkataan ify
“ayok kita susul dia” ajak sivia.mereka bertiga segera menyusul agni
########
@Kantin
Ify,sivia,shilla,agni sekarang duduk di sebuah meja yang terletak di depan mejanya rio,alvin,gabriel,cakka.namun pemandangan saat ini sangat aneh.ify,sivia,dan shilla terus menatap cakka dan agni secara bergantian.rio, alvin,gabriel,cakka menyadari tatapan aneh dari ketiga gadis yang posisi duduknya ada di depan meja mereka.kalau agni sih cuek bebek aja sama tatapan ke tiga sahabatnya itu.buktinya dia sangat menikmati makanannya saat ini.
Cakka mulai risih dengan tatapan ketiga gadis itu.iapun menghentikan aktivitas makannya. “ lo bertiga kenapa natap gue kayak gitu sih.gue risih liatnya.bisa gak lo bertiga ngebiarin gue makan dengan tenang”
Shiila tak dapat lagi menahan dirinya untuk bertanya pada cakka “kak,lo ngancem teman gue ya.buktinya tadi agni bilang sama kita-kita kalau dia udah temanan sama lo.dan bola basket lo yang ada sama agni,itu tanda pertemanan kalian.lo ngancam dia kan?” tanya shilla to the point
Rio dan alvin langsung menatap tajam pada cakka.sementara iel yang sedang minum,langsung tersedak
“uhuuukk...uhuukkk....uhuuukkkk”
“lo kenapa?” tanya shilla pada iel
“lo gak liat kalau gue tersedak ”kata gabriel marah
“yaelah,baru tersedak kecil kayak gitu aja udah marah-marah.gak matikan” ucapnya sinis
“benaran lo sama agni sekarang udah temanan kak”kini ify yang bertanya
“benar.gak ada masalahkan?” cakka terlihat santai menjawab pertanyaan dari ify “ag,aneh ya kalau kita temanan” cakka bertanya pada agni.
Kini gantian agni menghentika aktivitas makannya,lalu menatap pada cakka sambil tersenyum “mmm...gue rasa gak aneh kok cak.wajar-wajar aja.mereka aja yang berlebihan nanggepinnya”
“nah,sekarang lo semua udah dengarkan jawaban dari agni.sekarang berhenti natap gue kayak gitu.gue risih tau gak” cakka kembali memakan makanannya
Hp shilla bergetar,namun disisi lain hp iel juga bergetar.mereka bersamaan mengangkat telfon masing-masing.
“apa!!!!!” jerit shilla dan iel bersamaan.mereka menyebutkan kalimat yang sama setelah mendengar kalimat seseorang dari hp masing-masing.
“ya tuhan.......apa lagi ini!” keluh cakka dengan nada putus asa “nafsu makan gue jadi hilang gara-gara teriakan lo berdua” cakka meletakkan sendoknya dengan kasar.menjauhkan mangkuk bakso itu dari hadapannya
“kalian berdua kenapa sih.kalau mau nguji kekompakan pasangan,jangan disini.teriakan kalian itu benar-benar menghilangkan selera makan gue!!!”
Shilla dan iel tak menggubris perkataan cakka barusan.mereka sibuk berbicara di telfon masing-masing
“mi,iel gak mau ya.udah cukup iel berbaik hati nganterin dia hari itu.malam itu untuk terakhir kalinya,gak ada yang ke dua kali” ternyata iel menerima telfon dari nyokapnya.
“ma,shillakan udah bilang kalau ntar siang shilla mau ke mall dulu.bukan langsung pulang.sekarang mama malah nyuruh aku pulang sama dia siang ini.mama apa-apaan sih!!!” ucap shilla menentang perkataan nyokapnya
“enggak!!!!!” shilla dan iel kembali mengucapkan kalimat yang sama.mereka menatap tajam satu sama lain
Tut.....tut...tut.....sambungan telfon dari nyokap masing-masing terputus.tak memberikan sedikitpun kesempatan buat shilla dan gabriel memprotes ke nyokap masing-masing
shilla menghampiri iel “lo pikir gue senang apa pulang bareng lo” kata shilla ketus
“kalau bukan permintaan dari nyokap.gue gak sudi nganter lo pulang” ucap gabriel.shilla yang emosi,segera pergi meninggalkan kantin.ify segera mengikuti sahabatnya itu.
“yuk vi.kita balik ke kelas” ajak agni
“tunggu bentar ag” sivia segera menghampiri alvin
“masih ingat sama yang waktu itu?”
“apa” jawab alvin dingin
“permintaan gue waktu malam ulang tahun lo”
“masih.kenapa?”
“pulang sekolah nanti.gue mau lo temanin gue kesuatu tempat.gue tunggu lo di taman depan sekolah” setelah sivia menyelesaikan kalimatnya,ia segera kembali ke kelas bersama agni
Selasa, 28 Juni 2011
Rabu, 15 Juni 2011
Cinta Sejati Untuk 4 Sahabat Part 15
“berdiri! Gue belum bilang selesaikan !!!?” perintah alvin pada rio,gabriel,cakka dan lintar yang kini duduk asal-asalan di tengah lapangan basket sambil mangatur nafas masing-masing.
“lo mau bunuh kita semua!!? Kalau ia,bukan gini caranya! Sejak pulang sekolah tadi,kita semua langsung latihan sampai sekarang tanpa istirahat sedetikpun! Lo pikir kita robot apa!” cakka emosi menghadapi sikap alvin yang begitu otoriter hari ini.cakka heran,mengapa sikap alvin begitu aneh hari ini.dia tau dengan jelas kalau alvin bukan tipe orang yang memaksakan orang lain untuk mengikuti apa yang ia mau.tapi saat ini,alvin begitu keras dan ia terlalu memaksakan kehendaknya pada dirinya dan teman-temannya
“gue gak tau udah berapa jam kita habiskan waktu dilapangan ini.yang gue tau,latihan hari ini benar-benar udah menguras semua tenaga gue.cukup buat latihan hari ini! gue udah gak sanggup lagi main” dengan susah payah,lintar mengakhiri kalimatnya dengan nafas terengah-engah.
“lo siapa berani ngomong gitu ke gue! Disini gue kaptennya! Bukan lo!” bentak alvin pada lintar
“kalau lo Cuma punya tenaga,tapi gak punya otak,percuma! Gak pantes lo jadi kapten!” kata cakka emosi.
Alvin menghela nafasnya dengan berat “kalau lo semua memang gak ingin meneruskan latihan ini,gue bisa sendiri.”
Alvin kembali mendribel bola orange yang ada ditangannya.berkali-kali ia mencoba memasukkan si kulit bundar itu ke dalam ring,berkali-kali pula lemparannya itu meleset.si kulit bundar orange itu terus-terusan membentur pinggir ring dengan sangat keras.bila saja si kulit bundar itu bisa merbicara dan mempunyai kaki,pasti dia akan mengumpat alvin dengan berbagai sumpah serapah dan segera pergi untuk menyelamatkan diri.
“itu anak niatnya main atau bikin rusak sih.yang ada,dia bukan masukin bola kedalam ring tapi, masukin nama kita semua ke dalam buku pelanggaran siswa” gabriel hanya menatap pasrah ke arah alvin.ia berharap,ring dan bola basket itu bisa bertahan meskipun berkali-kali mendapatkan perlakuan yang tak mengenakkan dari alvin
“tu anak suasana hatinya lagi gak baik.biarin aja dia berbuat sesuka hatinya.mungkin dengan cara begini,dia bisa merasa sedikit lebih baikan.kalau yang lo khawatiri itu benar-benar terjadi,jangan lo ambil pusing.anggap saja itu bentuk pengorbanan kita buat dia.sekali-sekali berkorban demi sahabat sendiri gak masalahkan.”rio memandang iel tersenyum
Lintar melirik arloji yang ada di tangan kirinya,lalu menoleh ke arah rio,gabriel dan cakka “udah sore nih,gue mesti balik.kalau setengah jam lagi gue belum sampai rumah.bisa dipastikan kalau nama gue bakalan dicoret dari daftar warisan keluarga.”
cakka langsung menoyor kepala lintar “dasar matre lo”
lintar mengusap-ngusap kepalanya yang ditoyor oleh cakka tadi“gue bukan matre cakk.gue Cuma gak rela aja kalau hak waris gue akan harta bokap-nyokap gue hilang karna gue telat pulang.yaudah deh,gue balik ya” lintar membereskan semua barang-barangnya
“alvin”panggil lintar.merasa namanya dipanggil,alvin menghentikan sejenak permainan brutalnya dan menatap kearah lintar.
“gue mesti balik.imerjensi banget nih soalnya.gue cabut ya bro,sorry....” lintar segera menuju parkiran untuk mengambil motor miliknya.
Setelah kepergian lintar,alvin langsung menghampiri ketiga sahabatnya “mana hp lo!!? gue pinjem bentar!” alvin meminjam hp milik cakka dengan paksa
“mau ngapain lo sama hp gue?” tanya cakka heran
“nanti lo sendiri juga tau.siniin hp lo.cepatttt!!!!”
“iya..iya...bentar.minjam tapi maksa,pakai acara ngebentak lagi” gerutu cakka.cakka segera memberikan hp nya pada alvin
Setelah cakka memberikan hp nya pada alvin.alvin segera menghubungi salah satu kontak yang tertera pada layar hp cakka.
“gue tantang lo buat tanding sekarang ditempat biasa.kalau lo gak datang,berarti lo pengecut!” alvin segera memutuskan sambungan telfonnya.rio,gabriel dan cakka saling pandang satu sama lain.mereka tidak tau siapa orang yang baru saja dihubungi oleh alvin.yang jelas, pembicaraan alvin barusan terdengar sangat serius.
“kak alvin” panggil ify pada alvin. Ify segera menghampiri alvin yang ada di lapangan basket.
Melihat ify berjalan ke arahnya,alvin memutuskan untuk segera pergi.jujur,saat ini alvin tidak ingin bertemu dengan ify.
“gue cabut” alvin melemparkan bola basket yang ada ditangan kirinya pada rio,lalu ia mengembalikan hp milik cakka “nih hp lo”
Alvin memasukkan semua barang miliknya asal-asallan ke dalam tas.lalu ia segera pergi sebelum ify tiba di lapangan basket.melihat sosok alvin yang pergi setelah melihat kehadiran dirinya,ify merasa kecewa dan sedih. Sekarang ia telah berada di lapangan basket,berdiri tepat di posisi alvin tadi.
“lo kenapa sih kak? Apa salah gue sama lo? kenapa lo ngehindar dari gue.gue mohon lo bilang apa salah gue sama lo? jangan bersikap kayak gini sama gue.gue minta maaf kalau gue ngelakuin sesuatu yang buat lo marah sama gue.tapi please....jangan hukum gue kayak gini kak” air mata ify turun bersamaan dengan rentetan pertanyaan yang terlontar dari mulutnya
“lo ribut sama alvin fy?” tanya gabriel lembut.tak ada jawaban dari ify,ia hanya menggelengkan kepalanya.
“lo jangan nangis ya.gue yakin alvin gak akan selamanya bersikap dingin kayak gini ke elo.lo kan tau seberapa sayangnya alvin sama lo.” cakka berusaha menenangkan gadis yang ada dihadapannya kini
“apa yang dibilang cakka benar.nanti alvin akan kembali seperti alvin yang dulu.ini Cuma masalah waktu fy.lo yang sabar ya” ucap gabriel
“tapi kak....sebelumnya kak alvin gak pernah bersikap kayak gini sama gue.dia yang selalu berdiri paling depan saat gue ada masalah,saat gue sedih.tapi sekarang..........” ify ngak sanggup lagi untuk melanjutkan kata-katanya.
“lo yang sabar ya.....” gabriel memeluk ify,ia berusaha untuk menenangkan gadis yang sangat disayang oleh sahabatnya itu
Saat cakka mengecek panggilan keluar dari hp nya,ia langsung kaget begitu mengetahui nomor siapa yang baru saja dihubungi oleh alvin
“gawat! Kita harus nyusul alvin sekarang juga!” cakka menatap panik pada rio dan gabriel.melihat reaksi cakka,rio langsung merebut hp yang ada di tangan cakka.gabrielpun melepaskan pelukannya pada ify dan ia segera menghampiri rio,mencari tau apa yang membuat cakka begitu panik saat melihat hp nya
“sial!!! Ni anak benar-benar nyusahin.cabut sekarang! Kita ngak punya waktu lagi” rio,gabriel,cakka mengemasi barang-barangnya secepat mungkin.
“kak cakka,ada apa dengan kak alvin?” tanya ify pada cakka
“gue ngak bisa cerita sekarang sama lo fy.tapi gue janji sama lo,gue akan pastiin alvin bakalan hadir di pesta yang lo buat untuk dia nanti malam.lo pulang sekarang ya, lo kan mesti siap-siap” cakka tersenyum pada ify
“tapi kak.....”
“ify...lo jangan khawatir.lo bisa pegang janji gue” cakka berusaha menenangkan ify.cakka bisa merasakan ketakutan pada gadis itu,saat ia memegang kedua bahu ify yang bergetar.
“gak usah banyak dialog! Masih bisa ya lo ngegombal di situasi penting kayak gini” rio langsung menarik kerah baju seragam cakka,dan menyeretnya ke parkiran.cakka hanya bisa pasrah saat rio menarik bajunya.saat berada di parkiran.ketiga cowok itu langsung menaiki motor masing-masing dan bergegas pergi menyusul alvin.
+++++++++
“Sial!!! Kita telat” geram iel.
“patton. Sini lo” panggil cakka pada cowok tinggi berkulit gelap
Orang yang bernama patton itupun menghampiri cakka “kenapa boss?”
“apa taruhan yang diajukan sion ke teman gue?”
“free.....”
“maksud lo?” cakka merasakan sesuatu yang tidak beres saat patton mengucapkan 1 kata itu.
“ya free.....bebas.bebas dari taruhan dan.......”patton menghentikan ucapannya sejenak
“dan apa! Lo kalau ngomong yang jelas! Jangan pancing emosi gue!”
“dan mereka juga bebas melakukan hal apa saja untuk menjadi pemenangnya.termasuk bebas untuk berbuat curang.lo kan tau sendiri bos, gimana liciknya sion itu”
“sion brengsek!!!! Gue gak bisa berdiam diri kayak gini.gue ngak akan ngebiarin sion nyelakain sobat gue” cakka berniat untuk menyusul alvin dan sion.ia ingin menghentikan pertandingan antara alvin dan sion.namun rencana cakka tersebut segera di cegah oleh rio
“lo mau kemana? Nyusulin mereka?”
“bukan! Gue mau nantang lo balap juga! Yaiyalah gue mau nyusul mereka.gue harus hentikan pertandingan ini.kalau ngak,alvin bisa celaka”
“emang lo akan bisa nyusul mereka? Mereka udah jauh cakk.meskipun lo pacu kecepatan motor lo dengan maksimal,gue yakin itu percuma.jangan melakukan hal yang sia-sia.mending sekarang lo bersikap seperti anak baik,duduk manis disini dan diam”
“yang di bilang rio benar.kita percaya aja sama alvin.dia bukan orang bodoh yang dengan gampangnya bisa celaka oleh rencana-rencana rendahan sion keparat itu.dalam hal ini,lo sama alvin gak beda jauhkan” gabriel memberikan pengertian pada cakka
Dengan perasaan kesal yang ditahan,cakka mengurungkan niatnya untuk menyusul alvin dan sion “ hufftt....gue Cuma berharap tu anak bisa kembali kesini dengan keadaan tulang-tulang yang masih utuh melekat pada tubuhnya. Dan gue berharap gue bisa nepatin janji gue ke ify”
“berisik!!!!!” ucap rio dingin
Aktivitas menunggu lebih kurang 20 menit yang dilakukan oleh ketiga pentolon sma dharma yudha tersebut di salah satu sirkuit balapan liar yang ada di kota jakarta,akhirnya berakhir. Kini ke tiga cowok tampan tersebut bisa bernafas lega begitu motor alvin melesat seperti angin di garis finish,menghantarkan cowok tampan bermata sipit itu sebagai juaranya.alvinpun melepaskan helm fullfacenya.ketiga sahabatnya yang sedari tadi menunggu kedatangan dirinya,langsung menghampiri.saat alvin melihat reaksi ketiga sahabatnya itu saat menghampirinya,alvin tau,kalau ke tiga sahabatnya itu ingin meminta penjelasan atas apa yang ia lakukan tadi.namun alvin segera memberi isyarat melalui acungan telunjuk tangan kanannya kepada ketiga sahabatnya itu untuk diam sejenak.alvin segera mengalihkan perhatiannya pada 2 orang yang berada tidak jauh dari dirinya.
“heh lo berdua.lo jongosnya sion kan? Bos lo lagi terkapar di tikungan jalan sana.sepertinya dia gak bisa berdiri.lo bantuin bos lo berdiri sana!” kata alvin pada kedua orang tersebut sambil menunjuk ke tikungan jalan yang ia lewati tadi “dan bilang sama bos lo yang brengsek itu.jangan pernah ia berharap bisa nyelakain gue dengan cara-cara murahan seperti apa yang dia lakuin ke gue tadi.pergi lo sana!!!!” bentak alvin.kedua orang tersebut bergegas pergi
“kenapa sion,apa yang dia lakuin sama lo?” tanya cakka
“biasa...kayak lo gak tau sion aja.dia berusaha nyelakain gue.tapi sayang,rencana licik dia malah mencelakai dirinya sindiri” jawab alvin
“hahhhh.....gue lega banget sekarang.rasanya semua beban gue hilang di terbangkan angin.angin itu memang ajaib ya cak” alvin menatap sebentar pada cakka,lalu kemudian ia tersenyum sambil menatap langit sore
Kini rio,gabriel dan cakka tak angkat bicara lagi.mereka hanya menatap alvin dengan sorot kemarahan dan kekecewaan.alvin merasakan ada firasat buruk yang akan ia alami setelah melihat sosok-sosok mengerikan di hadapannya kini.
“kenapa lo bertiga? Serem banget gue liat tampang lo-lo pada?”
perasaan jengkel terhadap sikap alvin yang sama sekali tidak menampakkan raut wajah bersalah,tampaknya benar-benar membuat rio emosi.dengan membabi buta,rio memukul kepala alvin dengan sangat keras,membuat cowok bermata sipit itu meringis menahan sakit
“lo kenapa sih yo?”
“dasar idiot!!! Bertindak tanpa berfikir terlebih dahulu!!! Lo merasa hebat dengan apa yang lo lakuin barusan!!! Apa yang lo lakuin ini konyol!!! Ngerti ngak lo!!!” rio menatap alvin dengan penuh emosi.melihat emosi rio yang tak terkontrol,gabriel segera menempatkan posisinya di tengah-tengah rio dan alvin.ia berusaha memberi jarak antara kedua sobatnya itu agar mereka tidak saling baku hantam satu sama lain.
“gue akui, cara gue buat lari dari masalah kali ini memang konyol.tapi sekarang,gue merasa baikan dan ini semua karna hal konyol yang gue lakuin barusan”
“gue ngak ngerti sama jalan pikiran lo.lo berusaha mendekati kematian disaat nanti malam semua orang ingin berbahagia merayakan hari lahir lo.lo berusaha menciptakan tangis disaat semua orang ingin menciptakan tawa untuk lo.seharusnya tangan gue ini ngak hanya mendarat di kepala lo, tapi juga di wajah lo.tapi gue gak akan ngelakuin hai itu,gue ngak akan ngebuat cacat wajah lo hari ini.karna gue bukan lo.orang yang tega menyakiti orang lain yang tulus menyayanginya dan ingin membuatnya bahagia.sama seperti apa yang lo lakuin terhadap keluarga lo dan ify” mulut alvin terkunci,tak sepatah katapun sanggup ia keluarkan untuk membalas semua ucapan rio pada dirinya.semua perkataan rio begitu telak baginya.bahkan ia tak punya alasan apapun untuk membela diri
Cakka menepuk pelan pundak alvin “ify nangis saat lo perngi ngehindar dari dia di lapangan tadi” kata cakka pelan.sejenak alvin melihat pada cakka,lalu kemudian ia menundukkan kepalanya.ia merasa telah gagal untuk menepati janji yang dulu pernah ia ucapkan di makam sang mama
“gue takut.gue terlalu takut untuk kembali nyakitin dia seperti apa yang gue lakuin semalam.gue takut kalau gue akan lepas kontrol dan meluapkan segala amarah gue kedia.gue gak ingin ify menjadi pelampiasan emosi gue karna kekecewaan gue terhadap bokap.gue gak mau nyakitin dia untuk yang kedua kalinya.gue hanya ingin memberikan hal terbaik buat dia,itu aja,ngak lebih.ify seperti adik kandung bagi gue,adik yang paling gue sayang.jujur,gue gak suka sama pesta yang dia buat.gue ingin marah sama dia,tapi gue juga gak ingin nyakitin hatinya.makanya gue milih ngehindar dari dia” ucap alvin lirih
“vin,kita semua ngerti apa yang lo rasain,tapi bukan gini caranya.apa yang lo lakuin ke ify tadi,bukan hal yang terbaik untuk dia.lo hanya akan menyakiti dia.kali ini lo mengambil keputusan yang salah vin” gabriel mencoba memberikan pengertian pada alvin
“gue emang tolol,idiot!!! Terus-terusan melakukan kesalahan yang sama.bahkan gue lebih bodoh dari seekor keledai” alvin merutuki dirinya sendiri
“lo ngak usah merutuki diri lo sendiri.gue senang sekarang lo udah ngerti dimana letak kesalahan lo.kalau kita tidak pernah berbuat kesalahan,kita tidak akan pernah berbuat benar bukan?” rio tersenyum pada alvin “cepat pulang.bukankah malam ini malam yang spesial untuk lo” rio berjalan ke arah motornya,gabriel dan cakka mengikutinya dari belakang.kini motor mereka bertiga sudah sejajar dengan posisi motor alvin
“ingat,malam ini lo harus tampak serapi mungkin.lo ngak ingin ngecewain tamu-tamu lo kan?” cakka berpesan pada alvin
“sebisa mungkin lo harus ngilangin kebiasan buruk lo yang terlalu cuek dan dingin pada orang lain,setidaknya untuk malam ini, lo harus bersikap ramah pada orang-orang yang akan hadir nanti” ucap iel menambahkan perkataan cakka
“lo dengarkan semua ucapan mereka barusan.gue rasa gue gak perlu ngomong lagi.karna mereka sudah mewakili semua yang ingin gue sampaikan sama lo”
Alvin menghela nafas mendengar semua perkataan ketiga sahabatnya itu “kadang-kadang sahabat sangat menuntut dan menyebalkan” alvin kembali mengenakan helm fullfacenya, kemudian ia menggas motornya meninggalkan sirkuit balapan liar itu.
Rio,gabriel,cakka hanya tersenyum geli mendengar ucapan terakhir alvin
+++++++++
Rio segera mengeluarkan motornya dari dalam garasi,sedangkan ray telah menunggunya di luar pagar.rio dan ray berencana untuk pergi ke rumah alvin.rio segera menghidupkan mesin motornya dan raypun telah duduk manis di boncengan motor ninja miliknya.namun saat rio melihat kedatangan deva,ia segera mematikan mesin motornya
“kenapa dev? Kok belum berangkat juga?” tanya rio
“gimana gue mau berangkat kalau anggota keluarga gue belum lengkap” dengan susah payah,deva berusaha mengatur nafasnya agar kembali normal
“lo liat kak ify ngak kak?”
“ngak tuh.emangnya tu anak kemana?” tanya rio balik pada deva
“ kalau gue tau,gue gak bakalan nanya ke elo kak”ucap deva kesal
“awalnya kami sekeluarga udah siap untuk berangkat kerumah kak alvin.tapi di detik-detik keberangkatan,kak ify tiba-tiba aja ngilang.dari tadi gue sama papa-mama udah nyariin dia di sekeliling rumah,tapi nihil.kak ify gak ada dimana-mana.makanya gue kesini,siapa tau dia ada di rumah lo”
Ray segera turun dari motor rio “ngak ada,dari tadi gue sama kak rio doang yang ada dirumah.bokap-sama nyokap lagi pergi.dan kak ify gak ada tuh main kerumah”
“kak ify kemana sih....gue sama orang-orang rumah udah mulai putus asa nyariin dia.lama-lama air mata gue bisa jatuh juga karna terlalu cemas mikirin dia” mata deva tampak berkaca-kaca
“lo jangan nangis dong dev,cemen banget sih lo jadi cowok”
“gue juga gak mau ray,Cuma gimana.....gue terlalu khawatir sama kakak gue.sebelumnya kak ify gak pernah kayak gini.dia kalau lagi ada masalah ngak pernah mau cerita.gue takut kalau di ngelakuin hal-hal yang ngebahayain dirinya sendiri.kak ify itu orangnya nekat ray”
ray langsung monoyor kepala deva “ dasar bodoh.lo gak boleh bicara kayak gitu.kak ify itu cewek yang cerdas,gue yakin dia gak akan bertindak bodoh.gue sama kak rio bakalan bantu lo buat nyari kak ify”
“serius???? Lo berdua mau bantuin gue buat nyari kak ify?” tanya deva antusias.rio dan ray hanya mengangguk sambil tersenyum
“keluarga lo udah bilang masalah ini sama alvin dan keluarganya?” tanya rio
“belum kak”
“bagus deh.karna menurut gue hal ini jangan diketahui dulu sama mereka,takutnya mereka jadi ikutan panik,dan pestanya batal”
“iya kak” deva mengangguk
“ray, lo sama deva cari ify di sekitar sini,biar gue yang keliling komplek buat cari dia.gue rasa dia masih ada di sekitar lingkungan komplek sini” rio menjelaskan “ gue duluan ya” rio menggas motornya dan pergi mencari ify
“lo mau bunuh kita semua!!? Kalau ia,bukan gini caranya! Sejak pulang sekolah tadi,kita semua langsung latihan sampai sekarang tanpa istirahat sedetikpun! Lo pikir kita robot apa!” cakka emosi menghadapi sikap alvin yang begitu otoriter hari ini.cakka heran,mengapa sikap alvin begitu aneh hari ini.dia tau dengan jelas kalau alvin bukan tipe orang yang memaksakan orang lain untuk mengikuti apa yang ia mau.tapi saat ini,alvin begitu keras dan ia terlalu memaksakan kehendaknya pada dirinya dan teman-temannya
“gue gak tau udah berapa jam kita habiskan waktu dilapangan ini.yang gue tau,latihan hari ini benar-benar udah menguras semua tenaga gue.cukup buat latihan hari ini! gue udah gak sanggup lagi main” dengan susah payah,lintar mengakhiri kalimatnya dengan nafas terengah-engah.
“lo siapa berani ngomong gitu ke gue! Disini gue kaptennya! Bukan lo!” bentak alvin pada lintar
“kalau lo Cuma punya tenaga,tapi gak punya otak,percuma! Gak pantes lo jadi kapten!” kata cakka emosi.
Alvin menghela nafasnya dengan berat “kalau lo semua memang gak ingin meneruskan latihan ini,gue bisa sendiri.”
Alvin kembali mendribel bola orange yang ada ditangannya.berkali-kali ia mencoba memasukkan si kulit bundar itu ke dalam ring,berkali-kali pula lemparannya itu meleset.si kulit bundar orange itu terus-terusan membentur pinggir ring dengan sangat keras.bila saja si kulit bundar itu bisa merbicara dan mempunyai kaki,pasti dia akan mengumpat alvin dengan berbagai sumpah serapah dan segera pergi untuk menyelamatkan diri.
“itu anak niatnya main atau bikin rusak sih.yang ada,dia bukan masukin bola kedalam ring tapi, masukin nama kita semua ke dalam buku pelanggaran siswa” gabriel hanya menatap pasrah ke arah alvin.ia berharap,ring dan bola basket itu bisa bertahan meskipun berkali-kali mendapatkan perlakuan yang tak mengenakkan dari alvin
“tu anak suasana hatinya lagi gak baik.biarin aja dia berbuat sesuka hatinya.mungkin dengan cara begini,dia bisa merasa sedikit lebih baikan.kalau yang lo khawatiri itu benar-benar terjadi,jangan lo ambil pusing.anggap saja itu bentuk pengorbanan kita buat dia.sekali-sekali berkorban demi sahabat sendiri gak masalahkan.”rio memandang iel tersenyum
Lintar melirik arloji yang ada di tangan kirinya,lalu menoleh ke arah rio,gabriel dan cakka “udah sore nih,gue mesti balik.kalau setengah jam lagi gue belum sampai rumah.bisa dipastikan kalau nama gue bakalan dicoret dari daftar warisan keluarga.”
cakka langsung menoyor kepala lintar “dasar matre lo”
lintar mengusap-ngusap kepalanya yang ditoyor oleh cakka tadi“gue bukan matre cakk.gue Cuma gak rela aja kalau hak waris gue akan harta bokap-nyokap gue hilang karna gue telat pulang.yaudah deh,gue balik ya” lintar membereskan semua barang-barangnya
“alvin”panggil lintar.merasa namanya dipanggil,alvin menghentikan sejenak permainan brutalnya dan menatap kearah lintar.
“gue mesti balik.imerjensi banget nih soalnya.gue cabut ya bro,sorry....” lintar segera menuju parkiran untuk mengambil motor miliknya.
Setelah kepergian lintar,alvin langsung menghampiri ketiga sahabatnya “mana hp lo!!? gue pinjem bentar!” alvin meminjam hp milik cakka dengan paksa
“mau ngapain lo sama hp gue?” tanya cakka heran
“nanti lo sendiri juga tau.siniin hp lo.cepatttt!!!!”
“iya..iya...bentar.minjam tapi maksa,pakai acara ngebentak lagi” gerutu cakka.cakka segera memberikan hp nya pada alvin
Setelah cakka memberikan hp nya pada alvin.alvin segera menghubungi salah satu kontak yang tertera pada layar hp cakka.
“gue tantang lo buat tanding sekarang ditempat biasa.kalau lo gak datang,berarti lo pengecut!” alvin segera memutuskan sambungan telfonnya.rio,gabriel dan cakka saling pandang satu sama lain.mereka tidak tau siapa orang yang baru saja dihubungi oleh alvin.yang jelas, pembicaraan alvin barusan terdengar sangat serius.
“kak alvin” panggil ify pada alvin. Ify segera menghampiri alvin yang ada di lapangan basket.
Melihat ify berjalan ke arahnya,alvin memutuskan untuk segera pergi.jujur,saat ini alvin tidak ingin bertemu dengan ify.
“gue cabut” alvin melemparkan bola basket yang ada ditangan kirinya pada rio,lalu ia mengembalikan hp milik cakka “nih hp lo”
Alvin memasukkan semua barang miliknya asal-asallan ke dalam tas.lalu ia segera pergi sebelum ify tiba di lapangan basket.melihat sosok alvin yang pergi setelah melihat kehadiran dirinya,ify merasa kecewa dan sedih. Sekarang ia telah berada di lapangan basket,berdiri tepat di posisi alvin tadi.
“lo kenapa sih kak? Apa salah gue sama lo? kenapa lo ngehindar dari gue.gue mohon lo bilang apa salah gue sama lo? jangan bersikap kayak gini sama gue.gue minta maaf kalau gue ngelakuin sesuatu yang buat lo marah sama gue.tapi please....jangan hukum gue kayak gini kak” air mata ify turun bersamaan dengan rentetan pertanyaan yang terlontar dari mulutnya
“lo ribut sama alvin fy?” tanya gabriel lembut.tak ada jawaban dari ify,ia hanya menggelengkan kepalanya.
“lo jangan nangis ya.gue yakin alvin gak akan selamanya bersikap dingin kayak gini ke elo.lo kan tau seberapa sayangnya alvin sama lo.” cakka berusaha menenangkan gadis yang ada dihadapannya kini
“apa yang dibilang cakka benar.nanti alvin akan kembali seperti alvin yang dulu.ini Cuma masalah waktu fy.lo yang sabar ya” ucap gabriel
“tapi kak....sebelumnya kak alvin gak pernah bersikap kayak gini sama gue.dia yang selalu berdiri paling depan saat gue ada masalah,saat gue sedih.tapi sekarang..........” ify ngak sanggup lagi untuk melanjutkan kata-katanya.
“lo yang sabar ya.....” gabriel memeluk ify,ia berusaha untuk menenangkan gadis yang sangat disayang oleh sahabatnya itu
Saat cakka mengecek panggilan keluar dari hp nya,ia langsung kaget begitu mengetahui nomor siapa yang baru saja dihubungi oleh alvin
“gawat! Kita harus nyusul alvin sekarang juga!” cakka menatap panik pada rio dan gabriel.melihat reaksi cakka,rio langsung merebut hp yang ada di tangan cakka.gabrielpun melepaskan pelukannya pada ify dan ia segera menghampiri rio,mencari tau apa yang membuat cakka begitu panik saat melihat hp nya
“sial!!! Ni anak benar-benar nyusahin.cabut sekarang! Kita ngak punya waktu lagi” rio,gabriel,cakka mengemasi barang-barangnya secepat mungkin.
“kak cakka,ada apa dengan kak alvin?” tanya ify pada cakka
“gue ngak bisa cerita sekarang sama lo fy.tapi gue janji sama lo,gue akan pastiin alvin bakalan hadir di pesta yang lo buat untuk dia nanti malam.lo pulang sekarang ya, lo kan mesti siap-siap” cakka tersenyum pada ify
“tapi kak.....”
“ify...lo jangan khawatir.lo bisa pegang janji gue” cakka berusaha menenangkan ify.cakka bisa merasakan ketakutan pada gadis itu,saat ia memegang kedua bahu ify yang bergetar.
“gak usah banyak dialog! Masih bisa ya lo ngegombal di situasi penting kayak gini” rio langsung menarik kerah baju seragam cakka,dan menyeretnya ke parkiran.cakka hanya bisa pasrah saat rio menarik bajunya.saat berada di parkiran.ketiga cowok itu langsung menaiki motor masing-masing dan bergegas pergi menyusul alvin.
+++++++++
“Sial!!! Kita telat” geram iel.
“patton. Sini lo” panggil cakka pada cowok tinggi berkulit gelap
Orang yang bernama patton itupun menghampiri cakka “kenapa boss?”
“apa taruhan yang diajukan sion ke teman gue?”
“free.....”
“maksud lo?” cakka merasakan sesuatu yang tidak beres saat patton mengucapkan 1 kata itu.
“ya free.....bebas.bebas dari taruhan dan.......”patton menghentikan ucapannya sejenak
“dan apa! Lo kalau ngomong yang jelas! Jangan pancing emosi gue!”
“dan mereka juga bebas melakukan hal apa saja untuk menjadi pemenangnya.termasuk bebas untuk berbuat curang.lo kan tau sendiri bos, gimana liciknya sion itu”
“sion brengsek!!!! Gue gak bisa berdiam diri kayak gini.gue ngak akan ngebiarin sion nyelakain sobat gue” cakka berniat untuk menyusul alvin dan sion.ia ingin menghentikan pertandingan antara alvin dan sion.namun rencana cakka tersebut segera di cegah oleh rio
“lo mau kemana? Nyusulin mereka?”
“bukan! Gue mau nantang lo balap juga! Yaiyalah gue mau nyusul mereka.gue harus hentikan pertandingan ini.kalau ngak,alvin bisa celaka”
“emang lo akan bisa nyusul mereka? Mereka udah jauh cakk.meskipun lo pacu kecepatan motor lo dengan maksimal,gue yakin itu percuma.jangan melakukan hal yang sia-sia.mending sekarang lo bersikap seperti anak baik,duduk manis disini dan diam”
“yang di bilang rio benar.kita percaya aja sama alvin.dia bukan orang bodoh yang dengan gampangnya bisa celaka oleh rencana-rencana rendahan sion keparat itu.dalam hal ini,lo sama alvin gak beda jauhkan” gabriel memberikan pengertian pada cakka
Dengan perasaan kesal yang ditahan,cakka mengurungkan niatnya untuk menyusul alvin dan sion “ hufftt....gue Cuma berharap tu anak bisa kembali kesini dengan keadaan tulang-tulang yang masih utuh melekat pada tubuhnya. Dan gue berharap gue bisa nepatin janji gue ke ify”
“berisik!!!!!” ucap rio dingin
Aktivitas menunggu lebih kurang 20 menit yang dilakukan oleh ketiga pentolon sma dharma yudha tersebut di salah satu sirkuit balapan liar yang ada di kota jakarta,akhirnya berakhir. Kini ke tiga cowok tampan tersebut bisa bernafas lega begitu motor alvin melesat seperti angin di garis finish,menghantarkan cowok tampan bermata sipit itu sebagai juaranya.alvinpun melepaskan helm fullfacenya.ketiga sahabatnya yang sedari tadi menunggu kedatangan dirinya,langsung menghampiri.saat alvin melihat reaksi ketiga sahabatnya itu saat menghampirinya,alvin tau,kalau ke tiga sahabatnya itu ingin meminta penjelasan atas apa yang ia lakukan tadi.namun alvin segera memberi isyarat melalui acungan telunjuk tangan kanannya kepada ketiga sahabatnya itu untuk diam sejenak.alvin segera mengalihkan perhatiannya pada 2 orang yang berada tidak jauh dari dirinya.
“heh lo berdua.lo jongosnya sion kan? Bos lo lagi terkapar di tikungan jalan sana.sepertinya dia gak bisa berdiri.lo bantuin bos lo berdiri sana!” kata alvin pada kedua orang tersebut sambil menunjuk ke tikungan jalan yang ia lewati tadi “dan bilang sama bos lo yang brengsek itu.jangan pernah ia berharap bisa nyelakain gue dengan cara-cara murahan seperti apa yang dia lakuin ke gue tadi.pergi lo sana!!!!” bentak alvin.kedua orang tersebut bergegas pergi
“kenapa sion,apa yang dia lakuin sama lo?” tanya cakka
“biasa...kayak lo gak tau sion aja.dia berusaha nyelakain gue.tapi sayang,rencana licik dia malah mencelakai dirinya sindiri” jawab alvin
“hahhhh.....gue lega banget sekarang.rasanya semua beban gue hilang di terbangkan angin.angin itu memang ajaib ya cak” alvin menatap sebentar pada cakka,lalu kemudian ia tersenyum sambil menatap langit sore
Kini rio,gabriel dan cakka tak angkat bicara lagi.mereka hanya menatap alvin dengan sorot kemarahan dan kekecewaan.alvin merasakan ada firasat buruk yang akan ia alami setelah melihat sosok-sosok mengerikan di hadapannya kini.
“kenapa lo bertiga? Serem banget gue liat tampang lo-lo pada?”
perasaan jengkel terhadap sikap alvin yang sama sekali tidak menampakkan raut wajah bersalah,tampaknya benar-benar membuat rio emosi.dengan membabi buta,rio memukul kepala alvin dengan sangat keras,membuat cowok bermata sipit itu meringis menahan sakit
“lo kenapa sih yo?”
“dasar idiot!!! Bertindak tanpa berfikir terlebih dahulu!!! Lo merasa hebat dengan apa yang lo lakuin barusan!!! Apa yang lo lakuin ini konyol!!! Ngerti ngak lo!!!” rio menatap alvin dengan penuh emosi.melihat emosi rio yang tak terkontrol,gabriel segera menempatkan posisinya di tengah-tengah rio dan alvin.ia berusaha memberi jarak antara kedua sobatnya itu agar mereka tidak saling baku hantam satu sama lain.
“gue akui, cara gue buat lari dari masalah kali ini memang konyol.tapi sekarang,gue merasa baikan dan ini semua karna hal konyol yang gue lakuin barusan”
“gue ngak ngerti sama jalan pikiran lo.lo berusaha mendekati kematian disaat nanti malam semua orang ingin berbahagia merayakan hari lahir lo.lo berusaha menciptakan tangis disaat semua orang ingin menciptakan tawa untuk lo.seharusnya tangan gue ini ngak hanya mendarat di kepala lo, tapi juga di wajah lo.tapi gue gak akan ngelakuin hai itu,gue ngak akan ngebuat cacat wajah lo hari ini.karna gue bukan lo.orang yang tega menyakiti orang lain yang tulus menyayanginya dan ingin membuatnya bahagia.sama seperti apa yang lo lakuin terhadap keluarga lo dan ify” mulut alvin terkunci,tak sepatah katapun sanggup ia keluarkan untuk membalas semua ucapan rio pada dirinya.semua perkataan rio begitu telak baginya.bahkan ia tak punya alasan apapun untuk membela diri
Cakka menepuk pelan pundak alvin “ify nangis saat lo perngi ngehindar dari dia di lapangan tadi” kata cakka pelan.sejenak alvin melihat pada cakka,lalu kemudian ia menundukkan kepalanya.ia merasa telah gagal untuk menepati janji yang dulu pernah ia ucapkan di makam sang mama
“gue takut.gue terlalu takut untuk kembali nyakitin dia seperti apa yang gue lakuin semalam.gue takut kalau gue akan lepas kontrol dan meluapkan segala amarah gue kedia.gue gak ingin ify menjadi pelampiasan emosi gue karna kekecewaan gue terhadap bokap.gue gak mau nyakitin dia untuk yang kedua kalinya.gue hanya ingin memberikan hal terbaik buat dia,itu aja,ngak lebih.ify seperti adik kandung bagi gue,adik yang paling gue sayang.jujur,gue gak suka sama pesta yang dia buat.gue ingin marah sama dia,tapi gue juga gak ingin nyakitin hatinya.makanya gue milih ngehindar dari dia” ucap alvin lirih
“vin,kita semua ngerti apa yang lo rasain,tapi bukan gini caranya.apa yang lo lakuin ke ify tadi,bukan hal yang terbaik untuk dia.lo hanya akan menyakiti dia.kali ini lo mengambil keputusan yang salah vin” gabriel mencoba memberikan pengertian pada alvin
“gue emang tolol,idiot!!! Terus-terusan melakukan kesalahan yang sama.bahkan gue lebih bodoh dari seekor keledai” alvin merutuki dirinya sendiri
“lo ngak usah merutuki diri lo sendiri.gue senang sekarang lo udah ngerti dimana letak kesalahan lo.kalau kita tidak pernah berbuat kesalahan,kita tidak akan pernah berbuat benar bukan?” rio tersenyum pada alvin “cepat pulang.bukankah malam ini malam yang spesial untuk lo” rio berjalan ke arah motornya,gabriel dan cakka mengikutinya dari belakang.kini motor mereka bertiga sudah sejajar dengan posisi motor alvin
“ingat,malam ini lo harus tampak serapi mungkin.lo ngak ingin ngecewain tamu-tamu lo kan?” cakka berpesan pada alvin
“sebisa mungkin lo harus ngilangin kebiasan buruk lo yang terlalu cuek dan dingin pada orang lain,setidaknya untuk malam ini, lo harus bersikap ramah pada orang-orang yang akan hadir nanti” ucap iel menambahkan perkataan cakka
“lo dengarkan semua ucapan mereka barusan.gue rasa gue gak perlu ngomong lagi.karna mereka sudah mewakili semua yang ingin gue sampaikan sama lo”
Alvin menghela nafas mendengar semua perkataan ketiga sahabatnya itu “kadang-kadang sahabat sangat menuntut dan menyebalkan” alvin kembali mengenakan helm fullfacenya, kemudian ia menggas motornya meninggalkan sirkuit balapan liar itu.
Rio,gabriel,cakka hanya tersenyum geli mendengar ucapan terakhir alvin
+++++++++
Rio segera mengeluarkan motornya dari dalam garasi,sedangkan ray telah menunggunya di luar pagar.rio dan ray berencana untuk pergi ke rumah alvin.rio segera menghidupkan mesin motornya dan raypun telah duduk manis di boncengan motor ninja miliknya.namun saat rio melihat kedatangan deva,ia segera mematikan mesin motornya
“kenapa dev? Kok belum berangkat juga?” tanya rio
“gimana gue mau berangkat kalau anggota keluarga gue belum lengkap” dengan susah payah,deva berusaha mengatur nafasnya agar kembali normal
“lo liat kak ify ngak kak?”
“ngak tuh.emangnya tu anak kemana?” tanya rio balik pada deva
“ kalau gue tau,gue gak bakalan nanya ke elo kak”ucap deva kesal
“awalnya kami sekeluarga udah siap untuk berangkat kerumah kak alvin.tapi di detik-detik keberangkatan,kak ify tiba-tiba aja ngilang.dari tadi gue sama papa-mama udah nyariin dia di sekeliling rumah,tapi nihil.kak ify gak ada dimana-mana.makanya gue kesini,siapa tau dia ada di rumah lo”
Ray segera turun dari motor rio “ngak ada,dari tadi gue sama kak rio doang yang ada dirumah.bokap-sama nyokap lagi pergi.dan kak ify gak ada tuh main kerumah”
“kak ify kemana sih....gue sama orang-orang rumah udah mulai putus asa nyariin dia.lama-lama air mata gue bisa jatuh juga karna terlalu cemas mikirin dia” mata deva tampak berkaca-kaca
“lo jangan nangis dong dev,cemen banget sih lo jadi cowok”
“gue juga gak mau ray,Cuma gimana.....gue terlalu khawatir sama kakak gue.sebelumnya kak ify gak pernah kayak gini.dia kalau lagi ada masalah ngak pernah mau cerita.gue takut kalau di ngelakuin hal-hal yang ngebahayain dirinya sendiri.kak ify itu orangnya nekat ray”
ray langsung monoyor kepala deva “ dasar bodoh.lo gak boleh bicara kayak gitu.kak ify itu cewek yang cerdas,gue yakin dia gak akan bertindak bodoh.gue sama kak rio bakalan bantu lo buat nyari kak ify”
“serius???? Lo berdua mau bantuin gue buat nyari kak ify?” tanya deva antusias.rio dan ray hanya mengangguk sambil tersenyum
“keluarga lo udah bilang masalah ini sama alvin dan keluarganya?” tanya rio
“belum kak”
“bagus deh.karna menurut gue hal ini jangan diketahui dulu sama mereka,takutnya mereka jadi ikutan panik,dan pestanya batal”
“iya kak” deva mengangguk
“ray, lo sama deva cari ify di sekitar sini,biar gue yang keliling komplek buat cari dia.gue rasa dia masih ada di sekitar lingkungan komplek sini” rio menjelaskan “ gue duluan ya” rio menggas motornya dan pergi mencari ify
Langganan:
Postingan (Atom)