+smp mutiara bangsa+
"baiklah anak-nak, setelah kita melakukan voting untuk memilih ketua kelas beserta wakilnya,maka ibuk putuskan yang akan menjadi ketua kelas VIII 3 adalah sivia azizah dan yang menjadi wakilnya adalah ashilla zahrantiara. sivia, shilla, ibuk ucapkan selamat kepada kalian berdua. ibuk harap kalian bisa saling bekerja sama untuk menjadikan kelas kita ini sebagai kelas yang terbaik diantara kelas VIII lainnya" kata buk okky
"baik bu" kata sivia dan shilla secara bersamaan
+pulang sekolah+
"via ayo naik" kata alvin sambil memberikan helm kepada via
"iya kak" siviapun langsung menaiki motor ninja hitam milik alvin. sivia dan alvin adalah kakak beradik. alvin kelas IX dan via kelas VIII
"kenapa hidup loe itu sempurna banget sih vi. loe tajir, guru-guru dan teman-teman pada care sama loe dan loe juga punya bokap nyokap dan kakak yang sayang sama loe. hidup ini gak adil sama gue, kenapa mesti loe yang dapetin itu smua, kenapa bukan gue!" kata shilla sambil menatap sinis ke arah sivia
+dalam perjalanan+
"via, kakak punya tebakan buat kamu. binatang apa yang punya guru?" kata alvin setengah berteriak agar via dapat mendengar suaranya
"mmmmm....aku tau kak, pasti jawabanya kangguru."
"kok kamu tau sih vi? itukan tebakan kakak yang paling sulit yang pernah kakak kasih tau sama kamu. teman-teman kakak aja pada gak tau jawabannya"
"yeeee.....sulit dari hongkong. anak sd aja pasti tau jawabannya. kalau teman-teman kakak gak tau, ya berarti teman kakak o'oon semua" kata sivia sambil memukul helm yang dipakai alvin
beberapa menit kemudian alvin memberhentikan motornya disebuah taman bunga yang terdapat dikota bandung
"kak kita kok malah ketaman sih? nanti kalau kita telat pulang, mama jadi khawatir sama kita?" kata via panik
"aduh via, gak usah tegang gitu dong mukanya.kakak dah izin kok sama mama tadi. kakak sengaja bawa kamu kesini karna kakak mau nunjukin kamu sesuatu. ayo ikut kakak" kata alvin sambil menarik tangan via
"gimana vi, kamu suka?" tanya alvin
"yaampun kak....., indah banget bunga edelweissnya. aku suka banget" via begitu takjub dengan pemandangan yang ada didepannya saat ini. bunga-bunga edelweiss yang indah membentuk tulisan yang bertuliskan SIVIA AZIZAH
"anggap aja ini kado dari kakak karna kamu udah berhasil kepilih jadi ketua kelas vi"
"kok kakak tau sih kalau aku kepilih jadi ketua kelas?"
"apasih yang gak kakak ketahui tentang kamu"
"yeee....dasar kak alvin jelek. suka banget sih kerjanya mata-matain kehidupan aku. kalau aku gak ingat kakak itu adalah kakak aku satu-satunya, udah aku cincang-cincang kakak dari dulu. iiiii.....gemez deh aku" kata via sambil mencubit kedua pipi alvin dan ia segera lari
dari kejauhan alvin melihat sebuah mobil sedang melaju kearah sivia
"via awassssssssss.....!!!!!!!!"teriak alvin
Brukkkk! tubuh via tergeletak tak berdaya dengan darah segar yang mengalir di kepalanya
+RS EKA HOSPITAL+
"dok, bagaimana keadaan putri saya dok?" tanya pak antonius (papa alvia) kepada dokter yang baru keluar dari ruangan ICU
"putri anda dalam keadaan kritis.putri anda begitu banyak mengeluarkan darah, kami bembutuhkan golongan darah AB secepatnya untuk menyelamatkan nyawa putri bapak. tapi sayangnya, stok persediaan darah AB sedang kosong dirumah sakit ini" kata dokter menjelaskan
"kalau begitu dokter silahkan ambil darah saya dok, cepat selamatkan nyawa putri saya dokter" kata mama sambil menangis
"baiklah, kalau begitu anda silahkan ikut saya" kata dokter
setelah melakukan tes kecocokan darah, ternyata golongan darah papa, mama bahkan alvin tidak cocok dengan golongan darah sivia. tapi untung saja stok darah AB segera datang dari rumah sakit EKA HOSPITAL 2 sehingga nyawa via bisa terselamatkan.1 bulan kemudian via dinyatakan sembuh dan ia diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit
+rumah alvia+
"sudah pa, cukup!cukup! jangan pernah bahas masalah ini lagi sama mama. via itu anak mama pa. jadi mama mohon papa jangan ungkit-ungkit masalah ini lagi"
"apa mama bilang? masalah ini gak usah dibahas lagi. bagaimana bisa papa tidak membahas masalah ini setelah papa tau kalau ternyata pihak rumah sakit telah melakukan kesalahan yang sangat fatal yang membuat putri kandung kita tertukar dengan putri oanga lain.ma, putri kandung kita entah bagaimana keadaanya diluar sana? apakah dia sehat? apakah dia mendapatkan kehidupan yang layak seperti yang didapatkan oleh sivia sekarang ini?" kata papa emosi
"mama mohon sama papa, papa lupain aja semua ini. anggap aja kita gak pernah tau tentang semua ini. sekarang keluarga kita sudah bahagia, jadi mama mohon sama papa agar papa gak merusak kebahagiaan keluarga kita saat ini"
"maafkan papa ma, tapi papa gak bisa ngebiarin putri kandung kita gak jelas kehidupannya diluar sana. besok papa akan menemui keluarga tersebut dan papa akan jelaskan apa yang terjadi"
ternyata di luar kamar, alvin mendengar semua pecakapan orang tuanya tersebut. dia sungguh tak percaya bahwa sivia adik yang paling dia sayangi ternyata bukanlah adik kandungnya
+smp mutiara bangsa+
"hay shil...,sorry ya gue udah sebulan gak masuk. pasti loe sibuk deh ngejaga keamanan kelas kita sendirian. apalagi temen-temen kita ini bandel-bandel banget. tapi gue salut deh sama loe, loe hebat shill" kata sivia sambil tersenyum ramah
Brakkkk!!! tiba-tiba saja shilla memukul meja dengan keras, sehingga membuat perhatian anak-anak kelas tertuju padanya dan via
"heh vi!!! loe jangan sok-sok ramah deh didepan gue. muak gue liat tampang loe yang selalu sok-sok ramah didepan semua orang. dasar penipu loe, luarnya aja loe sok-sok ramah sama gue, padahal loe senangkan karna gue harus jadi babu loe tiap hari, loe merasa hebatkan karna udah ngalahin gue pada voting pemilihan ketua kelas sebulan yang lalu" bentak shilla pada sivia
"heh jaga ya omongan loe barusan!gue peringatin sama loe, jangan pernah selakali lagi gue liat loe ngebenta-bentak adik gue kayak tadi. kalau gue ngeliat kejadian itu untuk yang kedua kalinya, awas aja loe. gue gak akan segan-segan beri loe pelajaran meskipun loe itu cewek. ngerti loe!!!" bentak alvin
shillapun langsung berlari meninggalkan kelas sambil menangis
"kakak, apa-apaan sih.ngapain kakak ngebentak-bentak teman via kayak tadi. via gak suka ya kak.terus, ngapain kakak kekelas via"
"kakak gak suka ya vi, kalau kamu dibentak-bentak kayak tadi. kakak kesini cuma mau ngasih kamu makanan ini, kakak gak mau kamu sakit cuma karna kamu telat makan. dan kakak kesini juga mau bilang kalau kakak sayang kamu" kata alvin sambil mencium kening via dan iapun kembali kekelasnya
"kak alvin, kakak kenapa? kak alvin yang sekarang gak seperti kak alvin yang via kenal dulu. sekarang kak alvin lebih kebanyakan murung dan kak alvin selalu terlihat sedih, papa mama juga kayak gitu. ya tuhan....apa yang terjadi dengan orang-orang yang paling kusayangi ini tuhan" batin via
setelah mengetahui kenyataan bahwa sivia bukanlah putri kandungnya, pak antoniuspun pergi ketempat keluarga yang telah merawat putri kandungnya selama ini.pak antoniuspun memjelaskan semua permasalahan yang terjadi tentang tertukarnya putri kandungnya dengan putri bu winda (mamanya shilla) setelah mendengar semua cerita pak antonius dan keinginan pak antonius untuk mengambil hak asuh terhadap shilla dan sivia, bu winda marah besar
"dengar ya tuan antonius yang terhormat, jangan mentang-mentang anda orang kaya dan saya seorang janda miskin, maka anda seenak-enaknya aja menginjak harga diri saya. saya gak akan menyerahkan hak asuh shilla kepada anda. anda sudah mempunyai sivia, dan anda tidak ada hak untuk mengambil shilla dari saya. shilla itu anak saya, bukan anak anda! jadi dengan segala rasa hormat, saya mohon anda keluar dari rumah saya, karna saya masih ada urusan penting dari pada saya harus mendengarkan permintaan konyol anda itu" bentak bu winda
pak antonius masih saja menunggu di depan rumah bu winda meskipun yang punya rumah telah pergi. sampai akhirnya pak antonius bertemu dengan shilla yang baru saja pulang sekolah. mereka berduapun terlibat dalam percakapan yang menyenangkan, lalu pak antonius mengajak shilla untuk jalan-jalan sambil menunggu ibunya pulang.pak antonius mengajak shilla ke sebuah mall yang ada di kota bandung, hari itu shilla begitu senang, karna pak antonius membelikan ia barang-barang mahal seperti baju,tas,sepatu,hp,boneka d.l.l. setelah puas berbelanja, pak antoniuspin mengantarkan shilla pulang kerumahnya
"makasih ya om untuk semuanya" kata shilla tersenyum kepada pak antonius
"sama-sama sayang, om pulang dulu ya" pamit pak antonius
"shilla dari mana saja kamu?"tanya bu winda dengan emosi yang ditahannya
"shilla habis diajak jalan-jalan sama papanya sivia ma. ma coba deh liat, papanya via itu baik ya, dia beliin shilla semua barang-barang ini. beda banget sama anaknya yang sok-sok manis itu. sepatunya cantikkan ma, bajunya juga, terus......"
Plakk! sebuah tamparan yang sangat keras mendarat dipipinya shilla
"ma, mama kok nampar shilla sih?" kata shilla smbil menangis
"kamu itu memang pantas untuk ditampar shilla. harusnya kamu sadar,kita siapa dan antonius itu siapa? buat makan dan biaya sekolah kamu saja mama harus banting tulang pagi sore. kamu tu harus tau diri shilla, semenjak papa kamu meninggal, mama yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga ini. orang seperti kita gak pantas untuk memiliki barang-barang semahal itu. mama mau, besok kamu kembalikan semua barang-barang ini kepada antonius itu"
"GAK! shilla gak mau ngembaliin semua barang-barang ini, shilla capek jadi orang miskin, shilla capek selalu jadi orang yang gak punya, shilla capek kalau shilla harus tiap hati iri liat via dengan semua barang-barang mewahnya itu. pokoknya shilla gak mau balikin semua barang-barang ini"
"kalau gitu, kamu pergi sekarang dari rumah ini!" bentak bu winda
"mama ngusir shilla? ma, shilla ini anak mama, mama gak kasian sama shilla?
"kamu bukan anak mama! jadi sekarang kamu silahkan pergi tinggalkan rumah ini" bu windapun mengusir shilla dari rumahmya
shilla sangat sedih, dia terus berjalan ditengah siraman air hujan dan dinginnya angin malam di kota bandung tanpa ia tau harus kemana ia pergi untuk berlindung. lalu shilla teringat kepada pak antonius dan kemudian ia memutuskan untuk pergi kerumahnya sivia. saat shilla berada didepan pagar rumahnya sivia, pak antonius melihat shilla yang berdiri di depan gerbang rumahnya. iapun menghampiri shilla.
"shilla kamu kenapa? ngapain kamu ujan-ujanan kayak gini sayang" tanya pak antonius
"shilla.........,shilla diusir mama dari rumah om" kata shilla sambil menangis
"yasudah, kamu masuk dulu ya sayang, nanti kamu sakit kalau terus berada disini"
dan semenjak kejadian malam itu, kini shilla tinggal 1 rumah bersama sivia dan alvin.sudah seminggu lebih shilla tinggal di rumah sivia, dan juga selama seminggu itu pak antonius begitu terang-terangan menunjukkan kasih sayangnya kepada shilla. dan via merasakan semenjak kehadiran shilla dirumahnya, hubungan dia dan papanya semakin merenggang
+taman belakang sekolah+
"pa, sekarang via ngerasa kalau papa udah gak sayang lagi sama via" kata via pelan dan butiran bening mengalir dikedua pipinya
alvin yang milihat via menangis langsung menghampirinya dan segera memeluknya untuk menenangkan hati adik kesayangannya itu
"via kenapa nangis sih sayang?" tanya alvin
"via kangen papa kak, via ngerasa semenjak ada shilla, papa semakin jauh dari via. sekarang via ngerasa kalau via itu sekarang hidup sebatang kara di dunia ini kak" kata via menangis dalam pelukan alvin
"via, kamu masih ingat kata-kata kakak tentang arti bunga edelweiss waktu itu"
"keabadian" jawab via
"bagi kakak, via itu seperti bunga edelweiss yang selalu tetap abadi di hati dan kehidupan kakak."
"maksud kakak?"
"kasih sayang dan cinta kakak akan selalu abadi buat kamu karna keabadian dihidup kakak ini cumalah kamu. meskipun perhatian papa belakangan ini berkurang sama kamu, kamukan masih punya kakak dan mama yang sampai kapanpun akan slalu memberikan kasih sayangnya kepada kamu. karna kasih sayang kakak sama mama itu abadi cuma buat kamu seorang via. jadi via jangan pernah bilang kalau via hidup didunia ini cuma sebatanga kara. karna kakak bakalan selalu ada disamping kamu untuk menjaga kamu, untuk menghapus setiap air mata kamu vi.
"makasih ya kak, via sayang banget sama kak alvin. I love you"
"love you to via"
sepulang sekolah alvin mengajak sivia jalan-jalan hingga larut malam. sesampainya dirumah, papa dan mama alvia bertengkar hebat.
"mama gak suka kalau shilla tinggal di sini. kehadiran dia hanya membuat via sedih dan membuat kekacauan dikeluarga ini. mama mau papa pulangkan shilla kerumah orang tuanya! bentak mama
"apa maksud mama, shilla itu putri kandung kita, kitalah orang tua dia sebenarnya. disinilah, dirumah inilah seharusnya dia berada."
"bukan! putri mama itu sivia bukan shilla!"
"ma, mama harus terima kenyataan kalau via itu bukan putri kandung kita, dia adalah anak bu winda, orang yang selama ini telah merawat dan membesarkan shilla. shilla lah putri kita yang sebenarnya ma."
"jadi.....jadi via bukan anak kandung papa dan mama" kata via yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.
sementara papa,mama dan alvin hanya bisa diam mendengar pertanyaan via
"jawab pa! jawab ma!"kata via sambil menangis
"vi dengar dulu penjelasan kakak." kata alvin
"oooooo.....jadi kak alvin udah tau semua ini. via kecewa sama papa, mama dan kak alvin. via benci! via benci kalian semua" via pun pergi meninggalkan rumah
"via.....!!!!" teriak alvin
"puas!!! udah puas papa nyakitin hati via, udah puas papa nyakitin hati aku dan mama. udah puas papa ngebuat keluarga kita jadi berantakan kayak gini. cuma gara-gara papa ngebelain dia, yang harusnya papa tau kalau dia itu gak pantas untuk dibela!!!" bentak alvin sambil menunjuk shilla
PLAKKK!!!!! pak antoniuspun menampar alvin. "jaga kata-kata kamu alvin. bagaimanapun juga shilla itu adik kamu!" bentak papa
"alvin kecewa sama papa. alvin benar-benar kecewa sama sikap papa yang egois itu!!!!!" alvinpun pergi meninggalkan rumah untuk mencari sivia dan membawanya kembali kerumah. sudah 3 jam alvin mengitari kota bandung untuk mencari sosok sivia, tapi sampai detik ini pun ia belum berhasil menemukan via. akhirnya alvin memutuskan untuk pulang
"vin gimana? ketemu vianya" tanya mama
"ma'afin alvin ma. alvin gak berhasil nemuin via
"kak alvin, kakak gak apa-apa?" tanya shilla
"jangan pernah loe manggil gue dengan sebutan kakak!loe itu bukan adik gue dan sampai kapanpun gue gak bakalan pernah nganggap loe adik gue! dasar perusak keluarga orang loe!"
"ALVIN!!!!" kali ini emosi pak antonius benar benar naik mendengar perkataan alvin barusan
alvinpun segera menuju kamarnya dan membanting pintu kamarnya dengan penuh emosi
+rumah bu winda+
tok...tok...tok via mengetuk pintu rumah yang ada di depannya saat ini. lalu keluarlah seorang wanita paruh baya dari rumah tersebut
"mama....." kata via disela-sela isak tangisnya
melihat siapa yang datang, bu winda langsung menutup pintu rumahnya
"ma, ini via. via putri kandung mama" kata via sambil menggedor-gedor pintu rumah tersebut
"pulang kamu sana! disini bukan rumah kamu!"
"mama....., via udah gak punya tempat tinggal lagi ma. di sana bukan rumah via, rumah via disini. via mohon ma, mama izinin via masuk, via kedinginan ma"
akhirnya bu windapun membuka pintu rumahnya dan mengajak via, putri kandungnya untuk masuk kedalam rumahnya yang begitu sederhana
paginya di smp mutiara bangsa, kabar tentang via dan shilla telah menyebar di seluruh sekolah. shilla menjadi seseorang yang sangat sombong karna ia sekarang telah menjadi anak seorang pengusaha terkenal dan tidak sering ia meledek dan mempermalukan via karna kini via hanyalah anak dari seorang janda miskin. tapi disaat shilla selalu mempermalukan via di depan anak-anak satu sekolahan, alvin selalu membela via dan selalu ada disamping via untuk menghapus air mata gadis tersebut
+rumah bu winda+
"mama, mama ngapai kesini" tanya via yang kanget karna mama gracia datang menemuinya
"via, via ikut mama, papa dan kak alvin juga ya sayang. kita semua bakalan pindah ke amerika. ada perusahaan papa yang harus diurusnya di amrik. kamu mau kan ikut sama kita?"
"ma'af ma, via gak bisa. via gak mungkin ninggalin mama winda sendirian disini" kata via sedih
"via. mama mohon sama via, via mau ya ikut kita ke amrik. mama gak mungkin ninggalin via sendiri disini"
"ma, via gak bisa"
"mama mohon via"
"ma. udah via bilang via gak bisa. mama harus nerima kenyataan kalau via bukan lagi anak mama. via gak mungkin ninggalin mama winda sendirian disini. via gak bisa ma, via gak bisa!" siviapun langsumg masuk kerumah dan menutup pintu.
"via......mama mohon sama kamu nak." kata mama gracia sambil menangis
"ma'afin via ma. via gak maksud ngebentak-bentak mama tadi. via cuma sedih, karna bentar lagi mama, papa dan kak alvin bakalan pergi ninggalin via. maafin via ma" batin via. via pun menangis.
+rumah alvin+
"gi mana ma, via mau ikut kita ke ke amrik?" tanya alvin
"via gak mau vin" kata mama
"gak, via gak boleh tinggal disini sendirian. pokoknya via harus ikut kita ke amrik. biar alvin yang ngomong sama via."
"jangan vin. kamu jangan bikin adik kamu sedih lagi. ini semua berat buat dia vin, mama ngerti bagaimana perasaan via sekarang. dia gak mungkin ninggalin mama kandungnya dan lebih memilih ikut kita ke amrik. kamu jangan bikian via tambah sedih dan merasa bersalah atas semua keadaan ini vin. ini semua terlalu berat untuk dia, mama gak mau liat via kecil mama terus-terusan menangis vin. biarkanlah via memilih jalan hidupnya sendiri" kata mama memberi pengertian pada alvin
+smp mutiara bangsa+
"anak-anak, hari ini teman kalian shilla pindah sekolah. dia sekeluarga pindah ke amerika hari ini." kata bu uchi
via langsung lari meninggalkan kelas dan ia segera menuju rumah alvin.tapi sayang, ketika via sampai disana, mobil keluarga alvin baru saja pergi. via pun mengejar mobil tersebut
"papa......,mama......,kak alvin.....jangan tinggalin via" teriak via.
saat sedang berlari kaki via tersandung batu dan ia pun terjatuh
"papa...mama...kak alvin, jangan tinggalin via sendirian disini. via gak mau hidup sebatang kara ma..pa. kak alvin....!!!!!" via terus menangis, ia terus meratapi kebodohannya dalam mengambil sebuah keputusan yang pada akhirnya membuat dirinya sedih dan hancur. mobil keluarga alvin terus melaju menuju bandara tanpa mengetahui bahwa sivia sedang menangis meratapi kepergian mereka dari belakang
+6 tahun kemudian+
via menjadi sosok gadis yang cantik, baik dan pintar. via berhasil mendapatkan beasiswa disebuah universitas terkemuka di kota bandung. dan via juga mempunyai seorang penggemar yang setia untuk mendapatkan cintanya. orang itu adalah cakka kawekkas nuraga. si bintang kampus dan menjadi idola buat para cewek-cewek dikampusnya. tapi sayang, cakka hanya mencintai sivia. sudah 1 tahun cakka mengejar cintanya sivia, dan juga sudah yang ke 99 kalinya sivia menolak cintanya cakka. entah apa yang membuat dia tidak bisa menerima lelaki ganteng,tajir dan sebaik cakka. mungkin karna hatinya terlah terisi oleh seseorang yang sangat ia sayangi sampai detik ini.
"via.....ayodong, kamu terima cinta aku. ini udah yang ke 100 kalinya aku nembak kamu via. kamu terima aku buat jadi pacar mu ya, ya...ya....ya....please.........." mohon cakka
"aduh kak cakka, ini juga udah yang ke 100 kalinya aku bilang kalau aku gak mau jadi pacarnya kakak. kakak ngerti gak sih! ya udah deh, aku mau kuliah dulu"
"gagal maning,gagal maning. pokoknya aku gak bakalan nyerah buat dapetin cinta kamu vi"
gak lama kemudian, ponselnya cakka berbunyi
"hallo...,apa! loe sekarang ada di bandara. okay, loe tunggu aja gue disana, tar lagi gue otw ke sana." cakkapun segera bergegas kebandara
"woi cakkk, mau kemana loe. gue disini" teriak seseorang
"alvin....alvin...., gile tambah cakep aja loe sekarang. perasaan, gue baru ninggalin amrik 2 tahunan deh. dan waktu itu masih cakepan gue dibandingkan loe. nah sekarang kok loe malah cakepan dari pada gue sih. apa-apaan ni, gak terima gue!" kata cakka ngerocos tanpa berhenti
"hahahahahahahah, terima aja nasib loe cak. eh iya si shilla kirim salam tuh buat loe. besok dia bakalan balik ke indo sama bokap dan nyokap"
"hahahahahah, bilang ya sama adik loe itu. kalau gue gak suka sama dia. lagian gue udah nemu belahan jiwa gue disini"
"serius lho? cewek mana yang bisa naklukin hati sahabat gue ini"
"dia anak kampus gue, orangnya cantikkkk, banget baik lagi"
"masa sih,gue penasaran deh"
"yaudah, kalau gitu loe ikut aja ke kampus gue.sekalian gue juga masih ada kelas ni. tar gue tunjukin orangnya"
"boleh-boleh"
+kampus+
"itu dia vin cewek yang gue ceritain ke loe tadi"
alvinpun melihat kearah yang ditunjuk oleh cakka. betapa terkejutnya dia, bahwa yang dimaksud cakka itu adalah sivia, orang yang selama ini sangat ia rindukan. alvinpun segera berlari menghampiri sivia dan dia langsung memeluk sivia
"via, kakak kangen sama kamu" kata alvin sambil memeluk sivia
"kak alvin. ini benaran kakak kan? ini benaran kak alvin via kan?" kata via sambil menangis. ia tidak percaya kalau sekarang alvin berada di hadapannya
"iya via, ini kakak. kamu sehat-sehat aja kan"
iya kak, aku sehat. papa mama mana kaka, via kangen sama mereka"
"besok mereka baru balik ke indo vi"
"woi....woi....gak malu tuh, loe be2 pada diliatin sama anak-anak satu kampus. eh vin, loe kenal via? kok loe gak pernah bilang-bilang sama gue" tanya cakkka
"panjang ceritanya cak, tar deh gue ceritain sama loe. vi sekarang kamu ikut sama kakak ya" alvinpun menarik tangan via dan meninggalkan cakka dengan perasaan cemburu berat.
+taman bunga+
"via kakak minta maaf ya sama kamu. kakak gak ada selama 6 tahun belakangan ini buat ngejagain kamu. kakak malah pergi ke amerika ninggalin kamu sendirian disini" kata alvin menyesal
"gak apa-apa kok kak, lagian itu semuakan udah keputusan aku untuk tetap tinggal di sini"
esok harinya, alvin membawa sivia untuk bertemu dengan papa dan mamanya
"papa...., mama......, via kangen sama kalian" siviapun langsung memeluk papa dan mama yang selama ini di rindukan
"via..... mama kangen banget sama kamu nak. via sehatkan?"
"iya ma, via sehat"
"anak papa.... sini-sini. papa kangen sama kamu sayang. sekarang via kecil papa udah tumbuh menjadi gadis yang cantik ya?."
"iya dong pa, siapa dulu dong papanya. pak antonius. hahahahahahaha"
suasana malam itu begitu haru dan menggembirakan, namun ada satu orang yang tidak suka melihat semua kegembiraan itu. orang itu adalah shilla.
saat via sedang sendiria, shillapun menghampiri via "via gue harap loe ingat, bahwa mama, papa dan kak alvin itu adalah keluarga gue, bukan keluarga loe" bisik shilla pada via
"pa,ma..., via pulang dulu ya. udah malam nanti mama winda khawatir sama via lagi"
"kakak antarin ya vi?"
"gak usah kak, aku ada yang jemput kok"
"siapa?"
tinnnnnn....tin.......klakson sebuah motor terdengar dari depan rumah
"tuh orangnya udah datang. via pulang dulu ya. daaaaaaa" pamit via. viapun langsung menaiki motor cakka, ternyata orang yang dimaksud via tadi adalah cakka. melihat via pulang bersama cakka, entak mengapa hati alvin sangat sakit, dia seakan gak rela kalau via dekat sama laki-laki lain selain dirinya.
"via, entah mengapa hati kakak begitu sakit melihat kamu dekat sama cakka"batin alvin perih sambil menatap kepergian via dan cakka
"sialan tu cewek, berani-beraninya dia ngedeketin kak cakka, padahal gue udah lama suka sama kak cakka. gue gak akan ngebiarin loe ngerebut kak cakka dari gue vi, gue gak akan ngebiarin loe ngerebut apa yang seharusnya jadi milik gue" batin shilla
+rumah sivia+
"via ayo naik, temanin kakak jalan-jalan ya?" pinta alvin
"kak alvin, mau kemana emangnya kak?"
"ketamana yok"
alvia pun pergi ketaman bunga, tempat kenangan mereka dulu waktu zaman smp (pada inget?)
"via, kakak boleh gak minta sesuatu sama kamu?"
"apa kak?"
"kaka mohon kamu jangan dekat-dekat ya sama cakka"
"lah emang kenapa"
kakak gak suka aja vi"
"kakak gak suka pasti punya alasannya kan?"
"kakak sayang sama kamu"
"hahahahah....kakak ada-ada aja. via juga sayang sama kakak, kan kak alvin kakaknya via"
"bukan perasaan sayang sebagai kakak adik vi"
"terus apa dong, aku gak ngerti deh sama kakak. eh, liat deh kak, bunga edelweiss yang waktu itu masih ada, bagus ya kak"
"VIA KAKAK CINTA SAMA KAMU" kata alvin. via diam seribu hahasa mendengar perkataan alvin barusan
"kakak, gak lucu deh becandaannya" kata via ngambek
"kakak serius vi, kakak sayang banget sama kamu. kakak semakin yakin rasa sayang kakak buat kamu itu adalah perasaan cinta. kakak cemburu saat kamu pulang bareng cakka semalam. makanya kakak suruh kamu buat ngejahuin cakka, karna kakak gak suka liat kamu dekat-dekat sama dia."
"maaf kak, aku gak bisa ngebalas perasaan kakak, aku cuma suka sama kak cakka" kata via bohong. viapun lari meninggalkan alvin
ternyata cakka dan shilla mendengar semua perkataan alvin barusan. cakka sangat marah, dan ia memukul alvin.
"sialan loe vin! sahabat macam apa loe yang nikam sahabatnya sendiri dari belakang. loe kan tau kalau gue suka sama via. dasar pengecut loe, beraninya main belakang!"
"kak cakka! loe apa-apaan sih. kak alvin kan sahabat loe. gak seharusnya kakak mukul kak alvin cuma gara-gara via" kata shilla
"loe diam shill! loe gak tau apa-apa!" bentak cakkka pada shilla.cakka pun pergi meninggalkan alvin dan shilla, lalu ia pergi menyusul via untuk meminta penjelasan atas kata-katanya tadi pada alvin
"kak alvin, kita pulang ya, biar nanti shilla obati lukanya kakak" shillapun memapah alvin menuju mobilnya
"via, tunggu! gue gak ngerti sama kata-kata loe tadi. kalau loe suka sama gue, kenapa loe selalu nolak cinta gue."
"kak cakka, maaf. gue....gue....." tiba-tiba via pingsan dan cakka langsung membawa via ke rumah sakit
+rumah sakit+
"kanker darah ditubuh pasien sudah menyebar. sekarang kanker yang ada ditubuhnya sudah mencapai stadium akhir" jelas dokter kepada cakka
"apa dok! kanker darah stadium akhir!" kata cakka tak percaya. cakka pun kembali kekamar rawat sivia. saat cakka berusaha mencari hp via di tasnya untuk menghubungi mama via, dia menemukan subuah diary. lalu cakka membaca isi diary tersebut. akhirnya cakka mengerti bangai mana perasaan via yang sesungguhnya kepada alvin. via pun sadar dari pingsannya. lalu cakkka buru-buru mengembalikan diary itu ketempatnya.
"via kamua udah sadar" tanya cakkka
"kak cakka"
"via kenapa kamu gak pernah cerita kalau kamu itu sakit kanker vi"
"kakak udah tau ya. aku mohon sama kakak, kakak jangan bilang-bilang tentang penyakit aku sama siapa-siapa ya, termasuk mama dan kak alvin"
"tapi vi............."
"aku mohon sama kakak"
"okay, kakak gak bakalan bilang sama siapa-siapa. tapi kamu harus dirawat disini dulu ya?"
via hanya bisa tersenyum kepada cakka
keesokan harinya, cakka mendapat kabar dari shilla bahwa alvin akan balik ke amrik siang ini. cakka langsung menyusul alvin kebandara
"alvin!!!!!! brengsek loe!!!! seenaknya aja loe balik ke amrik tanpa pamit dulu sama gue dan via.DASAR PENGECUT LOE!" kata cakka sambil mendaratkan bogem mentahnya pada wajah alvin
"loe pikir, gue akan kuat untuk pamitan sama loe dan via! loe gak tau sakitnya hati gue setelah gue tau kenyataanya kalau via suka sama lo, dia sayang sama loe! loe gak ngerti betapa sakitnya gue mendengar kata-kata itu langsung dari mulutnya, loe gak akan ngerti karna loe gak ada di posisi gue! jadi jangan pernah loe sebut gue seorang pengecut " kata alvin emosi dan ia segera meninggalkan cakka
"via gak pernah cinta sama gue. dari dulu sampai sekarang cintanya cuma buat loe alvin jonathan sindhunata!" teriak cakka
alvinpun menghentikan langkahnya. dan ia segera berbalik dan mendekati cakka
"apa loe bilang barusan cakk"
"iya, sivia azizah gak pernah sama sekali cinta sama gue, dia cuma cinta sama loe vin. sekarang via lagi sakit parah vin, via terkena kanker darah stadium akkhir."kata cakka
lalu cakka dan alvin segera menuju rumah sakit tempat dimana via dirawat
"via...." kata alvin
"ngapain kakak kesini, kan aku udah bilang kalau aku gak cinta sama kakak, aku cinta sama kak cakk"
alvin langsung memeluk sivia
"kakak mohon vi, kamu jangan bohong lagi sama kakak vi.kamu jangan nyiksa diri kamu kayak gini lagi vi. kakak benar-benar gak sanggup liatnya" kata alvin sambil menangis
"maafin gue vi, gue gak bisa nyimpan rahasia loe" kata cakka menyesal kepada via
"yaudah lah kak, toh gak ada gunanya lagi kak cakka nyeselin semua ini. walaupun aku marah-marah sama kak cakka, semuanya gak akan selesai kan" kata via pada cakka
"kak alvin, kakak mau gak bawa via kepantai, via kangen kak sama suasana pantai" alvin dan viapun pergi kepantai
"via capek ya, kakak gendong ya?"kata alvin.viapun naik kepunggungnya alvin
"kak, via cuma mau bilang, kalau via sayang banget sama kakak"
"kakak tau kok vi"
"kak, via tidur dulu ya kak, via capek"
"iya, via" kata alvin sambil tetap menggendong via
"eh....vi liat deh pemandangannya indah banget ya"
namun tak ada jawaban dari via. saat alvin menoleh kebelakang untuk melihat sivia, alvin sangat panik, karna darah segar mengalir dari hidungnya sivia dan saat itulah alvin mengetahui bahwa via sudah pergi meninggalkan dirinya selamanya
"viaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...........................!!!!!!!!!!!!!"teriak alvin
+pemakaman via+
semua orang begitu berduka, mereka begitu kehilangan sosok via yang baik, dan selalu ceria. langitpun ikut menangis menghantarkan kepergian via. tak terkecuali shilla. ia sangat menyesal karna selama ini dia selalu bersifat sinis kepada via, itu semua karna dia takut, takut kalau nantinya papa mama dan alvin kembali sayang sama sivia dan melupakan dirinya.satu-persatu kini mulai pergi, tinggallah alvin sendiri di pemakamannya via
"via, kasih sayang dan cinta kakak akan selalu abadi buat kamu, meskipun kamu gak lagi di samping kakak. semoga kamu tenang ya vi dialam sana"
arwah siviapun tersenyum kepada alvin. sekarang via bisa istirahat dengan tenang karna cintanya tlah mengikhlaskan dirinya untuk pergi
# the end #
Minggu, 26 Desember 2010
Cinta Sejati Untuk 4 Sahabat *Part 6*
"huaaaaaaaaaaa.....mama....,ify telat ni! aduh mama mana sih, dipanggil kok gak nyaut-nyaut. si deva pakai acara ninggalin gue segala lagi, awas aja tu anak. untung gue udah tau caranya naik bus ke sekolah. kalau gak, bisa bolos deh gue hari ni. kan gak lucu kalau gue baru masuk sehari, besoknya langsung bolos, generasi muda macam apa gue kalau sering bolos." kata ify sambil ngomel-ngomel.
#depan rumah rio#
"aduh.....! si cakka mana sih, katanya dia mau jemput gue. pasti tu anak lupa kalau pagi ini gue nebeng sama dia, mana udah jam segini lagi. apa boleh buat kalau udah kayak gini, terpaksa deh gue naik bus aja. sampai lumutan gue nunggu tu anak juga gak bakalan datang" gerutu rio
#halte bus#
"heh, ngapain loe disini? loe ngikutin gue ya?" kata rio kepada ify yang sedang menunggu bus di halte untuk berangkat ke sekolah
"yeee......, kurang kerjaan banget gue ngikutin loe. gue mau nungguin bus tau, loe tu yang ngapain disini? bukannya loe punya motor, ngapain loe nungguin bus juga, ikut-ikut gue aja loe."
"loe lupa ya, gue tu disini karna loe! karna loe pergi ketaman bareng alvin semalam, bensin motor gue habis. dam motor gue juga masih gue titipin dirumah alvin. nah loe sendiri ngapain disini, bukannya loe punya mobil, ngapain loe pakai acara naik bus segala?" tanya rio
"mobil gue dibawa pak oni buat ngantarin deva kesekolah, karna gue bangun kesiangan, makanya gue ditinggal sama tu tuyul."
"dasar cewek pemalas." kata rio cuek
"udah deh ya,loe jangan cari ribut lagi sama gue. gue lagi malas beramtem sama loe, ngerti!" kata ify judes
"ya udah, anggap aja kita saling gak kenal, oke!"
"oke!" kata ify
tiba-tiba wajah rio menjadi tegang dan ia keringat dingin, karna ia melihat banci yang berjalan menuju halte bis. sekarang banci itu ikutan duduk di halte bis bersama rio dan ify. karna melihat ekspresi rio yang ketakutan pas liat tu banci, ify bisa menyimpulkan kalau rio itu takut sama yang namanya banci. gak tau ada bisikan setan dari mana, ify mempunyai ide untuk mengerjai rio.
"hahaha....saatnya gue balas dendam sama tu anak" batin ify.
"eh, tante...tante" panggil ify pada banci tersebut
"ada apa adek manis? jangan panggil eike dengan panggilan tante dong manis, panggil eike kakak aja, kan eike masih muda" kata banci tersebut sambil mencolek dagu ify
"hehehehehe....., iya deh tante, eh maksudnya kakak. kakak-kakak sini deh kupingnya, ada yang mau aku bisikin sama kakak" ifypun membisikkan sesuatu kepada banci tersebut
"tu anak ngapain ya bisik-bisik sama tu banci? perasaan gue jadi gak enak gini" batin rio
"hah! masa??? kamu serius? cowok ganteng disebelah eike ini naksir sama eike?" bisik banci itu kepada ify
"iya kak, saya serius......!liat deh tu kak, wajahnya memerah, itu karna dia malu ada cewek secantik kakak di sini." bisik ify bohong kepada banci tersebut
banci tersebut langsung mendekati rio
"aduh cowok ganteng, jangan malu gitu dong sama eike, eike gak gigit kok." kata banci itu dengan gaya centil sambil mencolek dagu rio
"sialan tu nenek sihir,apa coba yang dia bilang sama ni banci, sampai-sampai ni banci agresif kayak gini sama gue." Maki rio dalam hatinya
"aduh jangan tegang gitu dong ganteng. ya udah deh, biar gak tegang gitu, eike kasih ciuman khusus buat you." kata banci tersebut yang mau siap-siap cium pipi rio
"huwaaaaa.....mamaaaaaa!!!!! tolongin riooooooo!!!!! rio mau dicium sama makhluk aneh maaaa........." teriak rio memanggil-mangil mamanya dan ia segera lari meninggalkan halte bus tersebut.
"hei ganteng.....mau kemana? tungguin eike dong sayang." banci itupun berlari mengejar rio si cowok dambaannya
"huahahahahaha....rasain loe maling. emang enak di kejar-kejar banci kayak gitu. Gue dilawan" kata ify bangga sambil menepuk-nepuk dadanya
#kelas XI IPA 3#
Brakkkkk!!!! rio membanting tasnya diatas meja.
"eitssss.....kalem bro. pagi-pagi udah kusut aja muka loe. untung pagi ni pak deve enggak masuk, jadi loe gak kena hukum deh gara-gara loe telat" kata cakka
"loe habis ikut perlombaan lari jarak jauh yo? muka loe sampai keringatan gitu?" tanya iel pada rio
"diem loe!!! gak liat loe gue lagi marah, sebelum emosi gue makin naik, mending loe semua diem deh!!! bentak rio kepada ke 3 sahabatnya itu.
"kenapa lagi sih loe io? siapa coba, yang pagi-pagi gini bikin emosi loe naik kayak gini?" tanya alvin
"loe berdua orangnya!" kata rio sambil menunjuk ke arah alvin dan cakka
"lho, kenapa gue? ketemu loe juga baru sekarang yo." jawab alvin kaget
"benar tuh kata alvin, emangnya kita ada salah apa sama loe?" kata cakka yang menyetujui kata alvin barusan
"loe berdua benar-benar bikin emosi gue naik tau gak! gue marah sama loe karna loe saudaraan sama cewek yang udah bikin gue sial hari ni, gara-gara loe gak isi bensin motor gue, gue terpaksa ke sekolah gak pakai motor. dan loe cak! kenapa loe tadi pagi gak jemput gue, kan semalam gue udah nelfol loe supaya loe itu jemput gue pagi ini. gara-gara keteledoran loe berdua, gue dikerjain habis-habisan sama saudara tercinta loe tu vin!" kata rio emosi
"maksud loe ify io?" tanya iel
"ya iyalah!!! siapa lagi coba saudara yang paling manja dan paling di sayang sama ni anak! si ify yang udah buat gue lari meraton pagi-pagi gini. mana gue kena marah habis-habisan lagi sama pak duta, gue dibilang ketos yang gak disiplinlah,gue senior yang gak memberikan contoh baik sama junior lah,inilah,itulah! mau ditarok dimana coba harga diri gue! kata rio emosi
"duh yo, soal gue mau jemput loe itu, sorry......banget. gue lupa yo." kata cakka menyesal
"minta maaf loe sana sama tembok" kata rio jutek sama cakka
"udah,udah. gue akuin, gue sama cakka emang salah yo, dan gue sama cakka benar-benar minta maaf sama loe. nih minum dulu biar emosi loe reda." kata alvin sambil memberikan sebotol air mineral kepada rio
"dari tadi kek loe nawarinnya. udah mati lemas ni gue gara-gara kehausan." riopun langsung meminum air pemberian alvin tadi
"emangnya si ify ngerjain loe kayak mana sih yo, kok sampai-sampai keringat loe banyak kayak gini?" tanya gabriel
riopun menceritakan dari awal dia ketemu sama ify di halte bus sampai dengan adegan dia dikejar-kejar sama banci secara detail.
"huahahahahahahaha...."ketawa alvin, gabriel dan cakka kompak setelah mendengar cerita rio.
"sialan ya loe pada! makan ni kertas dari gue!" kata rio sambil memasukkan kertas kedalam mulut ke 3 sahabatnya itu
"cuiiih!!!! sialan loe io. loe kira gue apaan makan kertas kayak gitu" kata gabriel
"siapa suruh loe ketawain gue, senang ya loe liat gue menderita kayak tadi."
"gak hebat loe io, malu-maluin kita aja sih loe. masa sama banci aja loe takut sih." kata cakka
"rio itu phobia sama yang namanya banci cakk? emang loe gak tau cak?" kata alvin
"what!!!! mario stevano aditya haling, seorang ketos sma dharma yudha phobia sama yang namanya banci?????" kata gabriel dan cakka kompak, perhatian anak-anak satu kelas kini beralih ke mereka berdua
"eeeettttt...dah. loe burdua mau jatuhin reputasi gue di depan anak-anak satu kelas! kalau iya, kurang keras suara loe berdua. kenapa gak loe umumin aja sama 1 sekolahan haaaah!!!
"hehehehehehehe.......,sorry bro. Gue shock tadi." kata cakka dan iel sambil nyengir
"tapi loe gak apa-apakan yo? biasanya kalau loe ketemu sama banci loe kan langsung down?" tanya alvin khawatir
"gak papa kepala loe peang!!! kepala gue lumayan sakit ni gara-gara kejadian tadi."kata rio sambil memegang kepalanya
"iya yo, muka loe aja sampai pucat kayak gitu. mending loe minta izin ajadeh sama guru piket buat pulang, biar loe istirahat di rumah aja." kata gabriel
"gak usah deh, paling-paling sakitnya juga hilang sendiri nanti" tolak rio secara halus
"kok loe bisa phobia sama banci sih yo.perasaan, loe gak phobia deh sama yang namanya banci?" tanya cakka
"itu waktu TK cak, waktu loe belum pindah ke jogja. gue kayak gini gara-gara kejadian naas yang menimpa gue setelah lo pindah" kata rio menjelaskan
#flasback#
minggu pagi, di lapangan basket komplek rumah rio
"vin tangkap!!!" kata rio sambil melemparkan bola basketnya ke arah alvin. tapi karna rio ngelemparnya terlalu tinggi, alhasil tu bola mendarat dengan mulus di kepala seorang banci yang kebetulan lewat di lapangan basket tersebut.
"aduhhhh....kepala eike kena bola. siapa yang ngelempar eike pakai ni bola! kamu ya?" kata banci tersebut sambil menunjuk alvin
"eh......,buk....bu....kan saya tante. tapi teman saya yang itu" kata alvin menunjuk rio dengan tampang polos
"dasar bocah edan!!!!! berani-beraninya kamu sama eike ya, awas kamu, eike lempar kamu pakai sepatu." banci tersebut melepas kedua sepatunya dan berlari ke arah rio
"aaaaa....ampun tante banci......, aku gak sengaja" riopun lari karna ia dikejar sama banci tersebut. riopun berlari menuju rumahnya
"eh tunggu bocah edan! tunggu....tunggu....." teriak banci tersebut sambil tetap ngejar rio
"mama.....mamaaa.....tolong......." teriak rio sambil terus berlari
rio dan banci tersebut terus kejar-kejaran. sementara alvin hanya bisa bengong melihat sahabatnya dikejar sama banci tanpa ia bisa berbuat sesuatu untuk menolong sahabatnya itu. waktu rio sampai di tikungan komplek, dia tidak mengetahui kalau ada tukang sayur keliling yang lewat, dan akhirnya rio menabrak tukang sayur tersebut, lalu ia pingsan. akibat kejadian itu tulang kaki rio retak, sehingga ia harus menggunakan kursi roda selama 5 bulan.
#flasback end#
"huahahahahahaha....sumpah yo, cerita loe barusan kocak habis. hahahahahahahah........" cakka terus-terusan ketawa setelah mendengar cerita rio barusan. sementara gabriel dan alvin hanya tersenyum setelah mendengar cerita rio. mereka berdua sengaja menahan ketawanya agar rio tidak tersinggung, beda sama cakka.
"udah puas loe ketawain gue cakk? kalau udah puas loe diam sekarang, gantian gue yang ngomong" kata rio
"hehehehe......sorry bro.gue gak maksud nyinggung perasaan loe kok. kan loe tau sendiri gue orangnya kayak mana, jadi loe maklumin gue ya." kata cakka nyengir
"banyak bacot loe cak! Eh...,kantin yok bro, laper gue ni. kan sekarang jam pelajarannya lagi kosong." kata rio
"cabut!!!!!" kata cakka mengomandoi
#kantin#
"mbak? mi goreng sama jus mangganya satu ya mbak?" kata ify kepada penjaga kantin tersebut. saat mie goreng dan jus pesanan ify sudah selesai dibuat.tiba-tiba rio langsung mengambil mie goreng pesanan ify yang terletak di meja tempat pemesanan.
"heh!!!! apa-apaan loe! datang-datang main rebut makanan orang aja!" bentak ify. Sementara ke tiga sohibnya yaitu, sivia,shilla dan agni hanya bisa diam melihat sahabatnya marah-marah pada sang ketua osis sekolah mereka.
"enak aja loe bilang gue ngerebut makanan loe. orang ni mie gak ada yang ngambil, makanya gue ambil aja."
"tapikan gue udah mesan tu mie dari tadi, ya gak mbak?" kata ify minta dukungan sama yang buat mie tadi
"tapi gue ketua osis disekolahan ini, jadi ini mie milik gue!"
"mau loe ketua osis kek, ketua maling kek, ketua binatang kek, gue gak peduli. balikin mi gue!" bentak ify
"gak mau.....wueeek :p! ejek rio pada ify
sementara di meja, alvin,gabriel dan cakka hanya melihat kejadian itu di tempat mereka sekarang duduk.
"eh vin, si rio ribut lagi tuh sama ify" kata cakka sambil melirik ke arah ify dan rio
"mereka lucu ya?" kata alvin sambil tersenyum memandang rio dan ify
"maksud loe? gak ngerti gue sama omongan loe barusan." tanya iel
"coba deh loe perhatiin mereka, kalau mereka lagi ribut kayak gitu, kayak anak kecil, gak ada tampang-tampang anak sma nya."
"iya ya. kalau dilihat-lihat rio kayak anak kecil banget kalau dia lagi ribut sama ify.secara kan kita tau banget kalau tu anak emosinya gak gampang kepancing dan diantara kita dia yang paling dewasa. tapi kalau liat dia ribut sama ify, tu anak beda banget." kata cakka
"setuju gue sama kata-kata loe barusan cakk" kata alvin
Sementara sang objek manusia yang sedang dibicarakan masih asik memperebutkan semangkok mie.
"rioooo!!!! balikin mie gue gak! kalau loe gak mau balikin mie gue, gue sumpahin loe bakal sial terus hari ni" bentak ify
"hahahahahaha....gak mutu banget kata-kata loe barusan" riopun pergi meninggalkan ify dan iya segera menuju meja sohib-sohibnya. tapi baru tiga langkah rio berjalan, kakinya kesandung meja. iapun jatuh dengan mie yang berserakan di seragam sekolahnya
"hahahahaha.....mampus loe! siapa suruh sih loe cari gara-gara sama gue, makan tu mie." kata ify
"yuk guys, kita cabut" kata ify memberi komando kepada sivia,shilla dan agni.
Saat ify melewati meja alvin dkk, dia tidak lupa pamitan kepada alvin."kak alvin gue ke kelas dulu ya, byeeee" kata ify pada alvin
"bye ify cantik...." kata cakka senyum sama ify. *yang dipamitin alvin,tapi yang ngejawab cakka -_- *
"eh cakk, loe jangan tebar pesona gitu ya sama ify" kata alvin noyor kepala cakka
"iye vin,iye........ gue tau, gue janji gak bakalan tebar pesona lagi sama ify"kata cakka sambil mengelus-ngelus kepalanya yang ditoyor sama alvin
"gue pegang janji loe cak!"
"kok loe segitunya sama gue sih vin. loe pilih kasih ni. masa tiba rio yang ribut sama ify loe gak marahin dia sih, malah kayaknya loe senang banget liat tu anak ribut"cakka melakukan protes pada alvin
"karna gue tau cak, loe itu cuma mau main-main doang sama ify"
"dari mana loe tau. siapa tau gue benaran suka sama ify"
"loe gak bakalan gue izinin dekat-dekat sama ify, titik! sampai kiamatpun gue gak bakalan izinin ify buat suka sama loe."
"oke,oke. karna loe sahabat gue, gue gak bakalan godain ify lagi deh. gua janji gak bakal macam-macan sama dia."
Riopun menghampiri meja sahabat-sahabatnya "bro cabut yok. gue mau ketoilet, mau bersihin badan gue. gak enak banget ni badan lengket-lengket kayak gini. mana bau mie lagi"kata rio
#XI IPA 3#
"yo, loe yakin gak apa-apa? muka loe tambah pucat tuh." bisik alvin pada rio biar gak kedengaran sama pak duta.
"gak tau nih vin. gara-gara jatuh tadi, kepala gue makin tambah sakit" kata rio sambil menekan-nekan kepalanya,agar rasa sakitnya berkurang
"gue izin dulu ke pak duta ya, biar gue bisa ngantar loe pulang. kasian gue liat loe keringat dingin kayak gitu"
"serah loe deh vin"kata rio yang tidak bisa lagi menolak untuk diajak istirahat dirumah karna dia merasa badan dan kepalanya benar-benar sakit saat ini
"misi pak, saya mau minta izin buat ngantar rio pulang. rionya sakit pak" kata alvin
"oh...yaudah. saya izinin kamu buat ngantar rio pulang. nanti kalau ditanya sama guru piket, bilang saja saya udah izinin kamu"kata pak duta memberi izin
"baik pak" alvinpun membantu memapah tubuh rio menuju parkiran dan dia segera mengantar rio pulang
#smp dharma yudha#
"wih rajin banget loe dev, sekalian aja ya loe sapu tu tempat duduk gue, banyak banget sampahnya"kata ozy
"loe kata gue babu loe apa! gak mau gue!" tolak deva
"yaelah dev, perhitungan banget loe sama sobat loe sendiri. eh...tapi gak papa deng, gue lagi happy nih" kata ozy girang
"woi!!!! napa loe berdua disini. pasti loe lagi ngomongin gue kan? pasti loe berdua lagi ngomongin kegantengan gue kan?" kata ray yang muncul dengan tiba-tiba dibelakang ozy dan deva
"yeeee.....pede banget idup loe" kata deva dan ozy sambil noyor kepala ray secara bersamaan
"sakit bro! trus loe ngomongin apaan dong?" tanya ray
"loe berdua tau gak, gue udah jadian sama acha." kata ozy
"weits....., selamat ya bro.asik dah, bakal ada makan-makan gratis ni" kata ray semangat
"tenang aja ray, tar loe gue traktir satu gelas aqua ya."
"dasar pelit loe"
"lho, kok loe malah jadian sama acha sih zy. bukannya loe sukanya sama keke?"tanya deva
"kata siapa gue suka sama keke"
"nih, kata si gondrong"
"lah kapan gue bilang ozy suka sama keke dev?" tanya ray
"kemaren kan loe bilang sama gue ray.waktu gue nanya sama loe itu, masa loe lupa sih?"kata deva
"lah emang benarkan? kan gue bilangnya acha, bukannya keke" kata ray bingung
"tapi yang gue maksud itu, cewek manis yang rambutnya dikepang dua ray."
"mana gue tau kalau yang lo maksud bidadari itu keke. eh tunggu, jangan bilang loe suka sama keke dev?"terka ray
"ray.........!" geram deva sambil menatap tajam ray
"eh, kenapa loe liatin gue kayak gitu dev?" kata ray yang ngeri liat ekpresi deva seperti orang mau membunuh
"RAY!!!!! gara-gara loe gue jadi nangis semaleman, dan gara-gara loe juga, gue jadi diledekin sama kakak gue habis-habisan. pokoknya loe kudu tanggung jawab untuk setiap tetes air mata yang gue tumpahin ke bumi gara-gara sikap kesok tauan loe itu. GUE BUNUH LOE RAY!!!" kata deva yang sudah siap untuk mengahabisi ray dengan sapu yang ada di tangannya
"huaaaaa....mamaaaa.....ray mau dibunuh sama deva.......takut.......!!!!!"teriak ray sambil lari meninggalkan kelas
"ray, jangan lari loe!" devapun mengejar-ngejar ray dengan sapu ditangan.lalu deva mengambil ancang-ancang buat ngelempar ray dari jarak yang tidak terlalu jauh.
"1...2...3!"pada hitungan ketiga, deva akhirnya melempar sapu itu ke arah ray. "oppppsssss.....o'oooo....mati gue, lemparan gue meleset.bisa mati gue di cincang sama tu gorilla"gumam deva
"DEVAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!teriak buk oki,karna lemparan deva tadi mengenai tepat ke arah mukanya
"kabur........................"teriak deva ketakutan
#depan rumah rio#
"aduh.....! si cakka mana sih, katanya dia mau jemput gue. pasti tu anak lupa kalau pagi ini gue nebeng sama dia, mana udah jam segini lagi. apa boleh buat kalau udah kayak gini, terpaksa deh gue naik bus aja. sampai lumutan gue nunggu tu anak juga gak bakalan datang" gerutu rio
#halte bus#
"heh, ngapain loe disini? loe ngikutin gue ya?" kata rio kepada ify yang sedang menunggu bus di halte untuk berangkat ke sekolah
"yeee......, kurang kerjaan banget gue ngikutin loe. gue mau nungguin bus tau, loe tu yang ngapain disini? bukannya loe punya motor, ngapain loe nungguin bus juga, ikut-ikut gue aja loe."
"loe lupa ya, gue tu disini karna loe! karna loe pergi ketaman bareng alvin semalam, bensin motor gue habis. dam motor gue juga masih gue titipin dirumah alvin. nah loe sendiri ngapain disini, bukannya loe punya mobil, ngapain loe pakai acara naik bus segala?" tanya rio
"mobil gue dibawa pak oni buat ngantarin deva kesekolah, karna gue bangun kesiangan, makanya gue ditinggal sama tu tuyul."
"dasar cewek pemalas." kata rio cuek
"udah deh ya,loe jangan cari ribut lagi sama gue. gue lagi malas beramtem sama loe, ngerti!" kata ify judes
"ya udah, anggap aja kita saling gak kenal, oke!"
"oke!" kata ify
tiba-tiba wajah rio menjadi tegang dan ia keringat dingin, karna ia melihat banci yang berjalan menuju halte bis. sekarang banci itu ikutan duduk di halte bis bersama rio dan ify. karna melihat ekspresi rio yang ketakutan pas liat tu banci, ify bisa menyimpulkan kalau rio itu takut sama yang namanya banci. gak tau ada bisikan setan dari mana, ify mempunyai ide untuk mengerjai rio.
"hahaha....saatnya gue balas dendam sama tu anak" batin ify.
"eh, tante...tante" panggil ify pada banci tersebut
"ada apa adek manis? jangan panggil eike dengan panggilan tante dong manis, panggil eike kakak aja, kan eike masih muda" kata banci tersebut sambil mencolek dagu ify
"hehehehehe....., iya deh tante, eh maksudnya kakak. kakak-kakak sini deh kupingnya, ada yang mau aku bisikin sama kakak" ifypun membisikkan sesuatu kepada banci tersebut
"tu anak ngapain ya bisik-bisik sama tu banci? perasaan gue jadi gak enak gini" batin rio
"hah! masa??? kamu serius? cowok ganteng disebelah eike ini naksir sama eike?" bisik banci itu kepada ify
"iya kak, saya serius......!liat deh tu kak, wajahnya memerah, itu karna dia malu ada cewek secantik kakak di sini." bisik ify bohong kepada banci tersebut
banci tersebut langsung mendekati rio
"aduh cowok ganteng, jangan malu gitu dong sama eike, eike gak gigit kok." kata banci itu dengan gaya centil sambil mencolek dagu rio
"sialan tu nenek sihir,apa coba yang dia bilang sama ni banci, sampai-sampai ni banci agresif kayak gini sama gue." Maki rio dalam hatinya
"aduh jangan tegang gitu dong ganteng. ya udah deh, biar gak tegang gitu, eike kasih ciuman khusus buat you." kata banci tersebut yang mau siap-siap cium pipi rio
"huwaaaaa.....mamaaaaaa!!!!! tolongin riooooooo!!!!! rio mau dicium sama makhluk aneh maaaa........." teriak rio memanggil-mangil mamanya dan ia segera lari meninggalkan halte bus tersebut.
"hei ganteng.....mau kemana? tungguin eike dong sayang." banci itupun berlari mengejar rio si cowok dambaannya
"huahahahahaha....rasain loe maling. emang enak di kejar-kejar banci kayak gitu. Gue dilawan" kata ify bangga sambil menepuk-nepuk dadanya
#kelas XI IPA 3#
Brakkkkk!!!! rio membanting tasnya diatas meja.
"eitssss.....kalem bro. pagi-pagi udah kusut aja muka loe. untung pagi ni pak deve enggak masuk, jadi loe gak kena hukum deh gara-gara loe telat" kata cakka
"loe habis ikut perlombaan lari jarak jauh yo? muka loe sampai keringatan gitu?" tanya iel pada rio
"diem loe!!! gak liat loe gue lagi marah, sebelum emosi gue makin naik, mending loe semua diem deh!!! bentak rio kepada ke 3 sahabatnya itu.
"kenapa lagi sih loe io? siapa coba, yang pagi-pagi gini bikin emosi loe naik kayak gini?" tanya alvin
"loe berdua orangnya!" kata rio sambil menunjuk ke arah alvin dan cakka
"lho, kenapa gue? ketemu loe juga baru sekarang yo." jawab alvin kaget
"benar tuh kata alvin, emangnya kita ada salah apa sama loe?" kata cakka yang menyetujui kata alvin barusan
"loe berdua benar-benar bikin emosi gue naik tau gak! gue marah sama loe karna loe saudaraan sama cewek yang udah bikin gue sial hari ni, gara-gara loe gak isi bensin motor gue, gue terpaksa ke sekolah gak pakai motor. dan loe cak! kenapa loe tadi pagi gak jemput gue, kan semalam gue udah nelfol loe supaya loe itu jemput gue pagi ini. gara-gara keteledoran loe berdua, gue dikerjain habis-habisan sama saudara tercinta loe tu vin!" kata rio emosi
"maksud loe ify io?" tanya iel
"ya iyalah!!! siapa lagi coba saudara yang paling manja dan paling di sayang sama ni anak! si ify yang udah buat gue lari meraton pagi-pagi gini. mana gue kena marah habis-habisan lagi sama pak duta, gue dibilang ketos yang gak disiplinlah,gue senior yang gak memberikan contoh baik sama junior lah,inilah,itulah! mau ditarok dimana coba harga diri gue! kata rio emosi
"duh yo, soal gue mau jemput loe itu, sorry......banget. gue lupa yo." kata cakka menyesal
"minta maaf loe sana sama tembok" kata rio jutek sama cakka
"udah,udah. gue akuin, gue sama cakka emang salah yo, dan gue sama cakka benar-benar minta maaf sama loe. nih minum dulu biar emosi loe reda." kata alvin sambil memberikan sebotol air mineral kepada rio
"dari tadi kek loe nawarinnya. udah mati lemas ni gue gara-gara kehausan." riopun langsung meminum air pemberian alvin tadi
"emangnya si ify ngerjain loe kayak mana sih yo, kok sampai-sampai keringat loe banyak kayak gini?" tanya gabriel
riopun menceritakan dari awal dia ketemu sama ify di halte bus sampai dengan adegan dia dikejar-kejar sama banci secara detail.
"huahahahahahahaha...."ketawa alvin, gabriel dan cakka kompak setelah mendengar cerita rio.
"sialan ya loe pada! makan ni kertas dari gue!" kata rio sambil memasukkan kertas kedalam mulut ke 3 sahabatnya itu
"cuiiih!!!! sialan loe io. loe kira gue apaan makan kertas kayak gitu" kata gabriel
"siapa suruh loe ketawain gue, senang ya loe liat gue menderita kayak tadi."
"gak hebat loe io, malu-maluin kita aja sih loe. masa sama banci aja loe takut sih." kata cakka
"rio itu phobia sama yang namanya banci cakk? emang loe gak tau cak?" kata alvin
"what!!!! mario stevano aditya haling, seorang ketos sma dharma yudha phobia sama yang namanya banci?????" kata gabriel dan cakka kompak, perhatian anak-anak satu kelas kini beralih ke mereka berdua
"eeeettttt...dah. loe burdua mau jatuhin reputasi gue di depan anak-anak satu kelas! kalau iya, kurang keras suara loe berdua. kenapa gak loe umumin aja sama 1 sekolahan haaaah!!!
"hehehehehehehe.......,sorry bro. Gue shock tadi." kata cakka dan iel sambil nyengir
"tapi loe gak apa-apakan yo? biasanya kalau loe ketemu sama banci loe kan langsung down?" tanya alvin khawatir
"gak papa kepala loe peang!!! kepala gue lumayan sakit ni gara-gara kejadian tadi."kata rio sambil memegang kepalanya
"iya yo, muka loe aja sampai pucat kayak gitu. mending loe minta izin ajadeh sama guru piket buat pulang, biar loe istirahat di rumah aja." kata gabriel
"gak usah deh, paling-paling sakitnya juga hilang sendiri nanti" tolak rio secara halus
"kok loe bisa phobia sama banci sih yo.perasaan, loe gak phobia deh sama yang namanya banci?" tanya cakka
"itu waktu TK cak, waktu loe belum pindah ke jogja. gue kayak gini gara-gara kejadian naas yang menimpa gue setelah lo pindah" kata rio menjelaskan
#flasback#
minggu pagi, di lapangan basket komplek rumah rio
"vin tangkap!!!" kata rio sambil melemparkan bola basketnya ke arah alvin. tapi karna rio ngelemparnya terlalu tinggi, alhasil tu bola mendarat dengan mulus di kepala seorang banci yang kebetulan lewat di lapangan basket tersebut.
"aduhhhh....kepala eike kena bola. siapa yang ngelempar eike pakai ni bola! kamu ya?" kata banci tersebut sambil menunjuk alvin
"eh......,buk....bu....kan saya tante. tapi teman saya yang itu" kata alvin menunjuk rio dengan tampang polos
"dasar bocah edan!!!!! berani-beraninya kamu sama eike ya, awas kamu, eike lempar kamu pakai sepatu." banci tersebut melepas kedua sepatunya dan berlari ke arah rio
"aaaaa....ampun tante banci......, aku gak sengaja" riopun lari karna ia dikejar sama banci tersebut. riopun berlari menuju rumahnya
"eh tunggu bocah edan! tunggu....tunggu....." teriak banci tersebut sambil tetap ngejar rio
"mama.....mamaaa.....tolong......." teriak rio sambil terus berlari
rio dan banci tersebut terus kejar-kejaran. sementara alvin hanya bisa bengong melihat sahabatnya dikejar sama banci tanpa ia bisa berbuat sesuatu untuk menolong sahabatnya itu. waktu rio sampai di tikungan komplek, dia tidak mengetahui kalau ada tukang sayur keliling yang lewat, dan akhirnya rio menabrak tukang sayur tersebut, lalu ia pingsan. akibat kejadian itu tulang kaki rio retak, sehingga ia harus menggunakan kursi roda selama 5 bulan.
#flasback end#
"huahahahahahaha....sumpah yo, cerita loe barusan kocak habis. hahahahahahahah........" cakka terus-terusan ketawa setelah mendengar cerita rio barusan. sementara gabriel dan alvin hanya tersenyum setelah mendengar cerita rio. mereka berdua sengaja menahan ketawanya agar rio tidak tersinggung, beda sama cakka.
"udah puas loe ketawain gue cakk? kalau udah puas loe diam sekarang, gantian gue yang ngomong" kata rio
"hehehehe......sorry bro.gue gak maksud nyinggung perasaan loe kok. kan loe tau sendiri gue orangnya kayak mana, jadi loe maklumin gue ya." kata cakka nyengir
"banyak bacot loe cak! Eh...,kantin yok bro, laper gue ni. kan sekarang jam pelajarannya lagi kosong." kata rio
"cabut!!!!!" kata cakka mengomandoi
#kantin#
"mbak? mi goreng sama jus mangganya satu ya mbak?" kata ify kepada penjaga kantin tersebut. saat mie goreng dan jus pesanan ify sudah selesai dibuat.tiba-tiba rio langsung mengambil mie goreng pesanan ify yang terletak di meja tempat pemesanan.
"heh!!!! apa-apaan loe! datang-datang main rebut makanan orang aja!" bentak ify. Sementara ke tiga sohibnya yaitu, sivia,shilla dan agni hanya bisa diam melihat sahabatnya marah-marah pada sang ketua osis sekolah mereka.
"enak aja loe bilang gue ngerebut makanan loe. orang ni mie gak ada yang ngambil, makanya gue ambil aja."
"tapikan gue udah mesan tu mie dari tadi, ya gak mbak?" kata ify minta dukungan sama yang buat mie tadi
"tapi gue ketua osis disekolahan ini, jadi ini mie milik gue!"
"mau loe ketua osis kek, ketua maling kek, ketua binatang kek, gue gak peduli. balikin mi gue!" bentak ify
"gak mau.....wueeek :p! ejek rio pada ify
sementara di meja, alvin,gabriel dan cakka hanya melihat kejadian itu di tempat mereka sekarang duduk.
"eh vin, si rio ribut lagi tuh sama ify" kata cakka sambil melirik ke arah ify dan rio
"mereka lucu ya?" kata alvin sambil tersenyum memandang rio dan ify
"maksud loe? gak ngerti gue sama omongan loe barusan." tanya iel
"coba deh loe perhatiin mereka, kalau mereka lagi ribut kayak gitu, kayak anak kecil, gak ada tampang-tampang anak sma nya."
"iya ya. kalau dilihat-lihat rio kayak anak kecil banget kalau dia lagi ribut sama ify.secara kan kita tau banget kalau tu anak emosinya gak gampang kepancing dan diantara kita dia yang paling dewasa. tapi kalau liat dia ribut sama ify, tu anak beda banget." kata cakka
"setuju gue sama kata-kata loe barusan cakk" kata alvin
Sementara sang objek manusia yang sedang dibicarakan masih asik memperebutkan semangkok mie.
"rioooo!!!! balikin mie gue gak! kalau loe gak mau balikin mie gue, gue sumpahin loe bakal sial terus hari ni" bentak ify
"hahahahahaha....gak mutu banget kata-kata loe barusan" riopun pergi meninggalkan ify dan iya segera menuju meja sohib-sohibnya. tapi baru tiga langkah rio berjalan, kakinya kesandung meja. iapun jatuh dengan mie yang berserakan di seragam sekolahnya
"hahahahaha.....mampus loe! siapa suruh sih loe cari gara-gara sama gue, makan tu mie." kata ify
"yuk guys, kita cabut" kata ify memberi komando kepada sivia,shilla dan agni.
Saat ify melewati meja alvin dkk, dia tidak lupa pamitan kepada alvin."kak alvin gue ke kelas dulu ya, byeeee" kata ify pada alvin
"bye ify cantik...." kata cakka senyum sama ify. *yang dipamitin alvin,tapi yang ngejawab cakka -_- *
"eh cakk, loe jangan tebar pesona gitu ya sama ify" kata alvin noyor kepala cakka
"iye vin,iye........ gue tau, gue janji gak bakalan tebar pesona lagi sama ify"kata cakka sambil mengelus-ngelus kepalanya yang ditoyor sama alvin
"gue pegang janji loe cak!"
"kok loe segitunya sama gue sih vin. loe pilih kasih ni. masa tiba rio yang ribut sama ify loe gak marahin dia sih, malah kayaknya loe senang banget liat tu anak ribut"cakka melakukan protes pada alvin
"karna gue tau cak, loe itu cuma mau main-main doang sama ify"
"dari mana loe tau. siapa tau gue benaran suka sama ify"
"loe gak bakalan gue izinin dekat-dekat sama ify, titik! sampai kiamatpun gue gak bakalan izinin ify buat suka sama loe."
"oke,oke. karna loe sahabat gue, gue gak bakalan godain ify lagi deh. gua janji gak bakal macam-macan sama dia."
Riopun menghampiri meja sahabat-sahabatnya "bro cabut yok. gue mau ketoilet, mau bersihin badan gue. gak enak banget ni badan lengket-lengket kayak gini. mana bau mie lagi"kata rio
#XI IPA 3#
"yo, loe yakin gak apa-apa? muka loe tambah pucat tuh." bisik alvin pada rio biar gak kedengaran sama pak duta.
"gak tau nih vin. gara-gara jatuh tadi, kepala gue makin tambah sakit" kata rio sambil menekan-nekan kepalanya,agar rasa sakitnya berkurang
"gue izin dulu ke pak duta ya, biar gue bisa ngantar loe pulang. kasian gue liat loe keringat dingin kayak gitu"
"serah loe deh vin"kata rio yang tidak bisa lagi menolak untuk diajak istirahat dirumah karna dia merasa badan dan kepalanya benar-benar sakit saat ini
"misi pak, saya mau minta izin buat ngantar rio pulang. rionya sakit pak" kata alvin
"oh...yaudah. saya izinin kamu buat ngantar rio pulang. nanti kalau ditanya sama guru piket, bilang saja saya udah izinin kamu"kata pak duta memberi izin
"baik pak" alvinpun membantu memapah tubuh rio menuju parkiran dan dia segera mengantar rio pulang
#smp dharma yudha#
"wih rajin banget loe dev, sekalian aja ya loe sapu tu tempat duduk gue, banyak banget sampahnya"kata ozy
"loe kata gue babu loe apa! gak mau gue!" tolak deva
"yaelah dev, perhitungan banget loe sama sobat loe sendiri. eh...tapi gak papa deng, gue lagi happy nih" kata ozy girang
"woi!!!! napa loe berdua disini. pasti loe lagi ngomongin gue kan? pasti loe berdua lagi ngomongin kegantengan gue kan?" kata ray yang muncul dengan tiba-tiba dibelakang ozy dan deva
"yeeee.....pede banget idup loe" kata deva dan ozy sambil noyor kepala ray secara bersamaan
"sakit bro! trus loe ngomongin apaan dong?" tanya ray
"loe berdua tau gak, gue udah jadian sama acha." kata ozy
"weits....., selamat ya bro.asik dah, bakal ada makan-makan gratis ni" kata ray semangat
"tenang aja ray, tar loe gue traktir satu gelas aqua ya."
"dasar pelit loe"
"lho, kok loe malah jadian sama acha sih zy. bukannya loe sukanya sama keke?"tanya deva
"kata siapa gue suka sama keke"
"nih, kata si gondrong"
"lah kapan gue bilang ozy suka sama keke dev?" tanya ray
"kemaren kan loe bilang sama gue ray.waktu gue nanya sama loe itu, masa loe lupa sih?"kata deva
"lah emang benarkan? kan gue bilangnya acha, bukannya keke" kata ray bingung
"tapi yang gue maksud itu, cewek manis yang rambutnya dikepang dua ray."
"mana gue tau kalau yang lo maksud bidadari itu keke. eh tunggu, jangan bilang loe suka sama keke dev?"terka ray
"ray.........!" geram deva sambil menatap tajam ray
"eh, kenapa loe liatin gue kayak gitu dev?" kata ray yang ngeri liat ekpresi deva seperti orang mau membunuh
"RAY!!!!! gara-gara loe gue jadi nangis semaleman, dan gara-gara loe juga, gue jadi diledekin sama kakak gue habis-habisan. pokoknya loe kudu tanggung jawab untuk setiap tetes air mata yang gue tumpahin ke bumi gara-gara sikap kesok tauan loe itu. GUE BUNUH LOE RAY!!!" kata deva yang sudah siap untuk mengahabisi ray dengan sapu yang ada di tangannya
"huaaaaa....mamaaaa.....ray mau dibunuh sama deva.......takut.......!!!!!"teriak ray sambil lari meninggalkan kelas
"ray, jangan lari loe!" devapun mengejar-ngejar ray dengan sapu ditangan.lalu deva mengambil ancang-ancang buat ngelempar ray dari jarak yang tidak terlalu jauh.
"1...2...3!"pada hitungan ketiga, deva akhirnya melempar sapu itu ke arah ray. "oppppsssss.....o'oooo....mati gue, lemparan gue meleset.bisa mati gue di cincang sama tu gorilla"gumam deva
"DEVAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!teriak buk oki,karna lemparan deva tadi mengenai tepat ke arah mukanya
"kabur........................"teriak deva ketakutan
Cinta Sejati Untuk 4 Sahabat *Part 5*
"aduh deva.......lepasin gue! gue ini bukan orang yang mengidap penyakit fedofilia tau" ifypun berusaha melepaskan pelukan deva dari dirinya
"kak ify!!!! gue ini lagi sedih tau. gue lagi gak mood ya becanda sama loe, dan asal loe tau, becandaan loe tu garing banget tau gak!" bentak deva pada ify
"duh ni anak kenapa ya? gue belum liat dia semarah ini sama gue." batin ify.
"duh deva sorry.......maksud gue tadikan cuma iseng-iseng doang?"
"tapi kalau loe mau iseng,loe liat situasi dulu dong!"
"okay....okay....gue ngaku salah sama loe, nah sekarang, apakah adek gue yang paling ganteng sedunia ini mau cerita masalah yang bikin dia sedih dan marah-marah gak jelas kayak tadi sama gue?" kata ify sambil mengedipkan sebelah matanya
"ihhhh...apaan sih loe kak, ganjen banget ngedip-ngedipin mata ke gue, masa karna loe kelamaan jomblo, sekarang adek loe mau loe embat juga!"kata deva gak nyambung
"eh kampret!!! udah bagus ya, gue mau ngeluangin waktu gue cuma buat dengarin masalah loe, sekarang loe malah ngatain gue. adek macam apa loe!" kata ify sambil menoyor kepala deva. ifypun segera masuk kedalam rumah.
"lah, kenapa jadi kak ify yang marah sama gue, seharusnya kan gue yang marah? aaaaaaa......bodo ah, pusing kepala gue" kata deva sambil mengacak-ngacak rambutnya
jam 4 sore ify sudah siap-siap, rencananya sore ini ify mau pergi ke rumah alvin.
"deva....deva.....,loe dimana sih?" teriak ify memanggil deva sambil menuruni tangga.
"kenapa loe manggil-manggil gue!"
"lho.....? kok loe belum siap-siap sih?"
"aaaaa! siap-siap? siap-siap untuk apa? emangnya gue mau kemana? perasaan gue gak mau kemana-mana deh."
"dasar o'oon loe. kan gue udah bilang kalau sore ini kita bakalan kerumahnya oma!"
"loe tu yang o'oon! kapan coba loe bilang sama gue!" kata deva nyolot sama ify
"yeeeee......nyantai aja loe ngomongnya. gak usah pakai nyolot gitu deh, dasar belo!"
"loe cungkring!"
"belo!"
"loe cungkring!"
"belo!"
"loe cungkring!"
"ifyyyyyy! devaaaaa!!!! kalian bisa gah sih, sehari aja kalian itu damai. sakit kuping mama dengar kalian teriak-teriak kayak tadi." bentak mama ify dan deva kepada anak-anaknya itu
"yah mama....., kalau deva sama kak ify damai. itu tanda-tandanya kiamat bakalan datang ma?"
"banyak bacot loe! udah sana, cepat loe ganti baju. nanti gue tinggal loe!"
***dalam perjalanan***
"loe tadi kenapa dev? kayaknya masalah loe berat banget, sampai-sampai pakai acara nangis lagi, malu-maluin gue aja loe" tanya ify pada deva sambil tetap fokus menyetir mobilnya
"gue suka sama cewek kak, tapi cewek itu gebetannya sahabat gue." kata deva sambil memasang tampang sedih
"WHAT!!!!" ify langsung ngerem mendadak mobilnya. akibat ify ngerem mobilnya secara mendadak, sebuah motor menabrak mobilnya dari belakang.
"aduh mampus gue! gara-gara gue ngerem mendadak tadi, tu motor jadi nabrak deh. gara-gara loe sih dev....loe tunggu aja di sini, jangan keluar!" ifypun segera turun dari mobilnya. setelah semua urusannya bersama pemilik kendaraan bermotor itu beres, ifypun kembali ke dalam mobil.
"aaarrrrggghh....BT gue! gara-gara loe, duit gue jadi raib 300 ribu deh. pokoknya loe kudu ganti setengah dari duit gue itu!" kata ify pada deva
"lah kok gara-gara gue? ogah!!! gue gak mau ganti duit loe, kan yang nyetir loe, bukan gue?"
"tapi seandainya loe gak ceritain masalah loe tadi, kan gak bakal gini jadinya!"
"kan loe yang nanya, emangnya ada yang salah ya sama cerita gue tadi?"
"ya gue kaget aja dengar cerita kalau loe suka sama cewek. gue sangka selama ini loe itu homo dev?" kata ify sambil nyengir
mendengar perkataan ify barusan, deva pun melepaskan salah satu sepatu ketsnya, dan ia berniat untuk melempar ify dengan sepatu ketsnya tersebut.
"eeeitttsssss......apa-apaan loe, loe mau ngelempar gue pakai tu sepatu? cepat gak loe pasang tu sepatu, kalau gak loe turunin juga tu sepatu dari tangan loe, jangan salahkan gue kalau loe gue tinggalin di sini. Nyasar- nyasar deh loe, emang gue puduli!"
"habis loe duluan sih kak, yang ngajakin ribut." kata deva sambil memasang kembali sepatunya itu.
"hahahahaha....sensitif banget sih loe jadi orang dev, ya udah deh, yok kita lanjutkan perjalanannya lagi, tar gak nyampai-nyampai rumah oma lagi"
sesampainya di rumah alvin, ify langsung menuju ruang keluarga, sedangkan deva langsung ngacir ke dapur untuk mencari air minum, karna ia kehausan gara-gara bertengkar sama ify di mobil tadi.
"eh itu kak alvin, gue kagetin ahhh." ify berjalan mengendap-ngendap ke ruang keluarga, dan ia segera menutup mata seseorang yang sedang duduk di sofa.
"eh siapa ni? main nutup mata orang seenaknya aja. lepasin gak!" bentak orang tersebut pada ify
tiba-tiba dari arah dapur muncul deva dan alvin yang sedang membawa minuman.
"ify? ngapain loe?" tanya alvin pada ify
"aduh deva jangan beri.........si.......k." saat ify menoleh ke belakang, ia kaget karna ia melihat sosok alvin sedang berdiri di belakangnya
"mampus gue! kalau kak alvin ada di belakang gue, trus yang gue tutup matanya ini siapa dong?" batin ify. ifypun segera melepaskan tangannya dari orang tersebut. dan saat orang tersebut menoleh ke belakang. maka terjadilah pertengkaran yang hebat antara orang tersebut dan ify.
"elo!!! jadi yang nutup mata gue itu eloe nenek sihir! Aduh, bisa katarak ni mata gue gara-gara virus yang ada di tangan loe itu!" kata orang tersebut yang ternyata adalah rio
"ehhh maling! yang ada tangan gue yang kudisan gara-gara megang loe tadi."
"oh yaaa? trus kenapa lo nutup-nutup mata gue tadi. kalau loe emang naksir sama gue, bilang aja. gue maklumin kok."
"what!!! gue naksir sama loe? cuih!!! berasa paling ganteng aja loe. ngaca dong, ngaca!!! tampang ancur gitu gue taksirin, ngarep banget loe!"
"eloe tu ya! bikin sial hidup gue aja tau gak!" bentak rio
"loe tu yang sial!"
"loe"
"loe"
"loe"
"loe"
"STOP!!!!! kalian berdua tu ya. bikin ribut di rumah gue aja" kata alvin emosi pada rify
"loe juga fy, ngapai loe pakai acara nutup-nutup matanya rio segala." tanya alvin pada ify
"gue kirain ni maling loe kak? habis dia pakai jeket yang mirip sama jaket yang waktu itu gue kasih sama loe kak?" kata ify
"hahahahaha.....ada-ada aja loe fy. masa gue disamain sama rio sih. kita berdua kan beda banget."
"hah! maksud kakak?" tanya ify pada alvin
"riokan item, nah gue kan putih fy, dan badan gue kan gak cungkring kayak rio fy?"
"eh sialan loe vin, sahabat macam apa loe yang ngehina sahabatnya sendiri. minta gue bunuh ya loe!" kata rio pada alvin sambil melempar bantal yang ada di sofa ke arah alvin
"heh! emang itu kenyataanyakan? kenapa loe mesti marah. emang loe itemkan." kata ify membela alvin
"heh loe! berani-beraninya ya loe ngatain gue. emang loe putih? enggak kan?"
"gue putih tau.buta ya lo"
"enak aja lo ngatain gue buta.lo tu yang buta.ngebedain gua sama alvin aja gak becus"
"loe yang buta"
"loe"
"loe"
"loe"
"loe"
"stop!!!!!! sesama orang buta dilarang saling menghina.dosa tau." kata deva pada rio dan ify
"diem loe" kata rify kompak
"ecieeee....., sekarang udah pada kompakan ni yeeeee, tar lagi bakalan jadian nih" goda deva
"apa!!! gue jadian sama dia! najissss!!!!" kata rify kompak lagi
"udah,udah. loe berdua jangan ribut lagi. nanti tetangga-tetangga pada komplain lagi sama gue karna kalian ribut terus." kata alvin menengahi
"kak alvin, oma sama ce tasya mana sih?" tanya ify pada alvin
" oooo.....oma sama ce tasya lagi pergi ke supermarket, tar lagi pulang kok, loe tunggu aja."
"oooo....ya udah deh." ifypun langsung duduk di sofa sambil mencari-cari acara tv yang bagus. sementara rio,alvin dan deva duduk di karpet, mereka nyanyi-nyanyi sambil diiringi oleh rio pakai gitar.
"eh kak rio keren deh main gitarnya?" puji deva pada rio
"hahahaha....biasa aja kok. loe bisa main gitar juga?"
"bisa sih, tapi belum sehebat permainan gitar kakak. oh iya, kakak, kakaknya ray bukan?"
"kok loe tau?" tanya rio
"soalnya ray pernah cerita sama gue kalau dia punya kakak yang item namanya rio.jadi benar, kalau kakak ini kakaknya ray. wah asik dong, berarti rumahnya ray sama aku sebelahan dong." cerita deva girang
"sialan tu anak.kalau gue pulang nanti gue botakin tuh rambut gondrongnya, biar dia gak bisa ngatain gue lagi. lah emangnya loe gak tau kalau rumah loe dan ray itu sebelahan?"
"enggak kak. kan gue orang baru dikomplek itu, dan lagi pula ray gak pernah cerita kalau dia tinggal dikomplek yang sama dengan gue."
rio,alvin dan devapun kembali melanjutkan aktifitas nyanyi mereka yang tertunda.
"eh ni maling keren banget main gitarnya. aduh liat ni anak main gitar sekeren itu, gue jadi kepengen bisa main gitar juga. minta ajarin sama deva gak mungkin, secarakan gue udah berulang kali minta diajarin sama dia, tapi tetep aja gue gak bisa-bisa. kalau minta ajari sama kak alvin, sama aja bo'ong, kan dia cuma bisa main piano sama drum. masa iya sih gue minta diajari sama ni anak sih. ah......mikir apaan sih loe fy, mau ditarok dimana harga diri gue kalau gue minta ajari sama dia." batin ify.
"aduh....ce tasya sama oma mana sih, kok dari tadi belum pulang-pulang juga. mana gue dicuekin lagi sama ni orang-orang. kan gue orangnya paling gak suka dicuekin kayak gini." gumam ify. Karna ify merasa sepi gak ada yang ngajakin dia buat ngobrol,matanya pun mulai berair.
"kak alvin.......,gue jangan dicuekin kayak gini dong?" pinta ify pada alvin. alvin yang milihat ify mulai menangis segera berdiri dan ia langsung memeluk ify.
"aduh ify, sorry ya.....kakak gak maksud buat cuekin kamu kok. ya udah deh, kakak ajak kamu jalan-jalan ketaman komplek ya. eh bro, gue pinjam motor loe bentar ya?" kata alvin pada rio, kemudian alvin dan ifypun pergi ke taman komplek dekat rumah alvin
"eh dev, kakak loe kenapa tuh, gak ada angin gak ada ujan tiba-tiba nangis kayak gitu" tanya rio pada deva.
"ohhh....kak ify emang kayak gitu kak. dia itu paling phobia kalau dicuekin kayak tadi."
"hah.....! emang ada ya orang phobia karna dicuekin" kata rio yang kaget mendengarkan penjelasan deva barusan.
"gue juga gak tau kak,kak ify emang dari kecil kayak gitu. gue aja yang udah bertahun-tahun jadi adeknya aja sering bingung sama sifatnya dia. tapi kak alvin slalu perhatian sama kak ify. dia juga tau apa-apa aja yang kak ify suka dan yang kak ify gak suka.kak alvin juga tau bagaimana cara nenangin kak ify kalau-kalau phobianya itu kumat. dan satu lagi, cuma kak alvin yang tahan sama sikap manjanya kak ify, maka dari itu gue salut banget sama kak alvin." jelas deva panjang lebar pada rio
"aneh banget kakak loe dev, bingung gue sama dia."
"gue aja yang jadi adeknya aja bingung, apalagi loe kak."
setelah puas jalan-jalan di taman.ify dan alvinpun kembali ke rumah
"duh kak, udah malam ni. gue sama deva pulang dulu ya? gue titip salam aja deh buat oma dan ce tasya. kapan-kapan gue main lagi deh kesini"
"ya udah deh fy, kakak minta ma'af ya. kakak gak tau kalau oma sama ce tasya perginya bakalan selama ini, mana hpnya ce tasya gak aktif lagi."
"gak apa-apa kok kak. mungkin oma sama ce tasya ada keperluan mendadak, makanya pulangnya lama."
"eh vin, gue juga mesti balik ni,nyokap udah nelfon-nelfonin gue dari tadi ni" pamit rio pada alvin
"okay, hati-hati dijalan ya yo,fy,dev."
dari tadi rio sudah berusaha untuk ngidupin motornya, tapi motornya gak mau idup-idup juga.melihat hal itu ifypun mulai emosi.
"eh loe! minggirin tu motor, gak liat ya loe, mobil gue gak bisa keluar gara-gara motor loe itu" bentak ify
"diem loe! lagian siapa yang narok motor gue disini. kan tadi loe sama alvin yang pakai ni motor buat jalan-jalan ke taman. kalau loe mau marah-marah, tuh marahin alvin aja sana. kan dia yang markirin motor gue disini."bentak rio
melihat rio dan ify bertengkar lagi, alvin akhirnya menghampiri mereka.
"kenapa motor loe yo?" tanya alvin
"kok loe yang nanya sih vin, seharusnya gue yang nanya sama loe? loe apain nih motor sampai-sampai ni motor gak mau hidup."
"tadi pas gue pakai ni motor baik-baik aja deh." alvinpun mengecek motor rio
"pantesan ni motor gak mau idup, orang bensinnya aja habis." kata alvin
"hah! bensinnya habis? kok loe gak isi bensinnya sih vin, udah gue pinjamin juga!" protes rio pada alvin
"loenya gak bilang sih." kata alvin cuek
"trus sekarang gue pulangnya kayak mana dong? bisa dipecat jadi anak deh gue sama nyokap kalau malam ini gue gak pulang."
"loe tunggu sini bentar!" kata alvin. lalu alvinpun menghampiri ify yang ada di dalam mobilnya
"fy, rumah loe kan sebelahan tuh sama rumahnya rio. boleh gak rio nebeng pulang sama loe.bensin motornya habis tu, makanya motornya gak bisa idup dari tadi"
"tapi kak....." sebelum ify melanjutkan omongannya, alvin buru-buru memotong omongan ify.
"please fy.................? gue mohon sama loe. gue gak enak sama rio, bensin motornya habis gara-gara kita pakai buat pergi ke taman tadi." mohon alvin pada ify
"ya udah deh, tu anak boleh nebeng mobil gue. ini semua gue lakuin karna loe yang minta ya kak."
"oke deh ify cantik, makin sayang deh gue sama loe." kata alvin sambil mencubit kedua pipi ify. lalu alvin pun berjalan ke arah rio
"yo loe pulang bareng ify aja.anaknya udah ngizinin tuh" kata alvin
"hah! gila loe ya! gak mau gue satu mobil sama nenek sihir kayak dia!" tolak rio
"loe jangan kayak anak kecil deh yo? kalau loe gak pulang sama ify, loe mau pulang sama siapa lagi coba. jam segini mana ada lagi angkutan umum yang lewat.motor loe di titipin sini aja, gue jamin aman." alvin mencoba meyakinkan rio.
"yaudah....yaudah. gue pulang nebeng sama tu anak aja." kata rio sambil cemberut. riopun berjalan ke arah mobil ify
"turun loe" kata rio pada ify
"apa-apaan loe. inikan mobil gue, kenapa mesti gue yang turun sih.masih untung ya gue masih mau nebengin loe pulang. sadar diri dikit dong loe jadi orang" bentak ify pada rio
"biar gue yang nyetir" kata rio mencoba sabar menghadapi ify
"gak mau gue. kalau loe mau pulang bareng gue, noh loe duduk di belakang!" kata ify cuek
"loe!!!!! aaarrrggghh!!!!!!" rio berusaha menahan emosinya agar dia gak ribut lagi sama ify
"kalau gue gak ingat dia adalah orang yang paling loe sayangin, udah habis tu anak sama gue vin" bisik rio kepada alvin
"heh loe, mau pulang bareng gue gak sih. kalau ia cepetan naik!" perintah ify pada rio. dengan sangat terpaksa, riopun naik ke mobil ify
"kak alvin, gue sama deva pulang dulu ya. sampaiin salam gue buat oma sama ce tasya ya. byeeee."kata ify pada alvin
ifypun menghidupkan mobilnya dan pergi meninggalkan rumah alvin
"rio....rio..., belum pernah gue liat sikap loe yang kekanak-kanakan kayak tadi. loekan orangnya gak banyak ngomong, jaim abis, apalagi di depan cewek. gelar loe sebagai mr. cuek itu gak berlaku ya kalau loe ketemu sama ify" kata alvin sambil tersenyum danl tetap melihat ke arah mobil ify yang semakin menjauh.
"kak ify!!!! gue ini lagi sedih tau. gue lagi gak mood ya becanda sama loe, dan asal loe tau, becandaan loe tu garing banget tau gak!" bentak deva pada ify
"duh ni anak kenapa ya? gue belum liat dia semarah ini sama gue." batin ify.
"duh deva sorry.......maksud gue tadikan cuma iseng-iseng doang?"
"tapi kalau loe mau iseng,loe liat situasi dulu dong!"
"okay....okay....gue ngaku salah sama loe, nah sekarang, apakah adek gue yang paling ganteng sedunia ini mau cerita masalah yang bikin dia sedih dan marah-marah gak jelas kayak tadi sama gue?" kata ify sambil mengedipkan sebelah matanya
"ihhhh...apaan sih loe kak, ganjen banget ngedip-ngedipin mata ke gue, masa karna loe kelamaan jomblo, sekarang adek loe mau loe embat juga!"kata deva gak nyambung
"eh kampret!!! udah bagus ya, gue mau ngeluangin waktu gue cuma buat dengarin masalah loe, sekarang loe malah ngatain gue. adek macam apa loe!" kata ify sambil menoyor kepala deva. ifypun segera masuk kedalam rumah.
"lah, kenapa jadi kak ify yang marah sama gue, seharusnya kan gue yang marah? aaaaaaa......bodo ah, pusing kepala gue" kata deva sambil mengacak-ngacak rambutnya
jam 4 sore ify sudah siap-siap, rencananya sore ini ify mau pergi ke rumah alvin.
"deva....deva.....,loe dimana sih?" teriak ify memanggil deva sambil menuruni tangga.
"kenapa loe manggil-manggil gue!"
"lho.....? kok loe belum siap-siap sih?"
"aaaaa! siap-siap? siap-siap untuk apa? emangnya gue mau kemana? perasaan gue gak mau kemana-mana deh."
"dasar o'oon loe. kan gue udah bilang kalau sore ini kita bakalan kerumahnya oma!"
"loe tu yang o'oon! kapan coba loe bilang sama gue!" kata deva nyolot sama ify
"yeeeee......nyantai aja loe ngomongnya. gak usah pakai nyolot gitu deh, dasar belo!"
"loe cungkring!"
"belo!"
"loe cungkring!"
"belo!"
"loe cungkring!"
"ifyyyyyy! devaaaaa!!!! kalian bisa gah sih, sehari aja kalian itu damai. sakit kuping mama dengar kalian teriak-teriak kayak tadi." bentak mama ify dan deva kepada anak-anaknya itu
"yah mama....., kalau deva sama kak ify damai. itu tanda-tandanya kiamat bakalan datang ma?"
"banyak bacot loe! udah sana, cepat loe ganti baju. nanti gue tinggal loe!"
***dalam perjalanan***
"loe tadi kenapa dev? kayaknya masalah loe berat banget, sampai-sampai pakai acara nangis lagi, malu-maluin gue aja loe" tanya ify pada deva sambil tetap fokus menyetir mobilnya
"gue suka sama cewek kak, tapi cewek itu gebetannya sahabat gue." kata deva sambil memasang tampang sedih
"WHAT!!!!" ify langsung ngerem mendadak mobilnya. akibat ify ngerem mobilnya secara mendadak, sebuah motor menabrak mobilnya dari belakang.
"aduh mampus gue! gara-gara gue ngerem mendadak tadi, tu motor jadi nabrak deh. gara-gara loe sih dev....loe tunggu aja di sini, jangan keluar!" ifypun segera turun dari mobilnya. setelah semua urusannya bersama pemilik kendaraan bermotor itu beres, ifypun kembali ke dalam mobil.
"aaarrrrggghh....BT gue! gara-gara loe, duit gue jadi raib 300 ribu deh. pokoknya loe kudu ganti setengah dari duit gue itu!" kata ify pada deva
"lah kok gara-gara gue? ogah!!! gue gak mau ganti duit loe, kan yang nyetir loe, bukan gue?"
"tapi seandainya loe gak ceritain masalah loe tadi, kan gak bakal gini jadinya!"
"kan loe yang nanya, emangnya ada yang salah ya sama cerita gue tadi?"
"ya gue kaget aja dengar cerita kalau loe suka sama cewek. gue sangka selama ini loe itu homo dev?" kata ify sambil nyengir
mendengar perkataan ify barusan, deva pun melepaskan salah satu sepatu ketsnya, dan ia berniat untuk melempar ify dengan sepatu ketsnya tersebut.
"eeeitttsssss......apa-apaan loe, loe mau ngelempar gue pakai tu sepatu? cepat gak loe pasang tu sepatu, kalau gak loe turunin juga tu sepatu dari tangan loe, jangan salahkan gue kalau loe gue tinggalin di sini. Nyasar- nyasar deh loe, emang gue puduli!"
"habis loe duluan sih kak, yang ngajakin ribut." kata deva sambil memasang kembali sepatunya itu.
"hahahahaha....sensitif banget sih loe jadi orang dev, ya udah deh, yok kita lanjutkan perjalanannya lagi, tar gak nyampai-nyampai rumah oma lagi"
sesampainya di rumah alvin, ify langsung menuju ruang keluarga, sedangkan deva langsung ngacir ke dapur untuk mencari air minum, karna ia kehausan gara-gara bertengkar sama ify di mobil tadi.
"eh itu kak alvin, gue kagetin ahhh." ify berjalan mengendap-ngendap ke ruang keluarga, dan ia segera menutup mata seseorang yang sedang duduk di sofa.
"eh siapa ni? main nutup mata orang seenaknya aja. lepasin gak!" bentak orang tersebut pada ify
tiba-tiba dari arah dapur muncul deva dan alvin yang sedang membawa minuman.
"ify? ngapain loe?" tanya alvin pada ify
"aduh deva jangan beri.........si.......k." saat ify menoleh ke belakang, ia kaget karna ia melihat sosok alvin sedang berdiri di belakangnya
"mampus gue! kalau kak alvin ada di belakang gue, trus yang gue tutup matanya ini siapa dong?" batin ify. ifypun segera melepaskan tangannya dari orang tersebut. dan saat orang tersebut menoleh ke belakang. maka terjadilah pertengkaran yang hebat antara orang tersebut dan ify.
"elo!!! jadi yang nutup mata gue itu eloe nenek sihir! Aduh, bisa katarak ni mata gue gara-gara virus yang ada di tangan loe itu!" kata orang tersebut yang ternyata adalah rio
"ehhh maling! yang ada tangan gue yang kudisan gara-gara megang loe tadi."
"oh yaaa? trus kenapa lo nutup-nutup mata gue tadi. kalau loe emang naksir sama gue, bilang aja. gue maklumin kok."
"what!!! gue naksir sama loe? cuih!!! berasa paling ganteng aja loe. ngaca dong, ngaca!!! tampang ancur gitu gue taksirin, ngarep banget loe!"
"eloe tu ya! bikin sial hidup gue aja tau gak!" bentak rio
"loe tu yang sial!"
"loe"
"loe"
"loe"
"loe"
"STOP!!!!! kalian berdua tu ya. bikin ribut di rumah gue aja" kata alvin emosi pada rify
"loe juga fy, ngapai loe pakai acara nutup-nutup matanya rio segala." tanya alvin pada ify
"gue kirain ni maling loe kak? habis dia pakai jeket yang mirip sama jaket yang waktu itu gue kasih sama loe kak?" kata ify
"hahahahaha.....ada-ada aja loe fy. masa gue disamain sama rio sih. kita berdua kan beda banget."
"hah! maksud kakak?" tanya ify pada alvin
"riokan item, nah gue kan putih fy, dan badan gue kan gak cungkring kayak rio fy?"
"eh sialan loe vin, sahabat macam apa loe yang ngehina sahabatnya sendiri. minta gue bunuh ya loe!" kata rio pada alvin sambil melempar bantal yang ada di sofa ke arah alvin
"heh! emang itu kenyataanyakan? kenapa loe mesti marah. emang loe itemkan." kata ify membela alvin
"heh loe! berani-beraninya ya loe ngatain gue. emang loe putih? enggak kan?"
"gue putih tau.buta ya lo"
"enak aja lo ngatain gue buta.lo tu yang buta.ngebedain gua sama alvin aja gak becus"
"loe yang buta"
"loe"
"loe"
"loe"
"loe"
"stop!!!!!! sesama orang buta dilarang saling menghina.dosa tau." kata deva pada rio dan ify
"diem loe" kata rify kompak
"ecieeee....., sekarang udah pada kompakan ni yeeeee, tar lagi bakalan jadian nih" goda deva
"apa!!! gue jadian sama dia! najissss!!!!" kata rify kompak lagi
"udah,udah. loe berdua jangan ribut lagi. nanti tetangga-tetangga pada komplain lagi sama gue karna kalian ribut terus." kata alvin menengahi
"kak alvin, oma sama ce tasya mana sih?" tanya ify pada alvin
" oooo.....oma sama ce tasya lagi pergi ke supermarket, tar lagi pulang kok, loe tunggu aja."
"oooo....ya udah deh." ifypun langsung duduk di sofa sambil mencari-cari acara tv yang bagus. sementara rio,alvin dan deva duduk di karpet, mereka nyanyi-nyanyi sambil diiringi oleh rio pakai gitar.
"eh kak rio keren deh main gitarnya?" puji deva pada rio
"hahahaha....biasa aja kok. loe bisa main gitar juga?"
"bisa sih, tapi belum sehebat permainan gitar kakak. oh iya, kakak, kakaknya ray bukan?"
"kok loe tau?" tanya rio
"soalnya ray pernah cerita sama gue kalau dia punya kakak yang item namanya rio.jadi benar, kalau kakak ini kakaknya ray. wah asik dong, berarti rumahnya ray sama aku sebelahan dong." cerita deva girang
"sialan tu anak.kalau gue pulang nanti gue botakin tuh rambut gondrongnya, biar dia gak bisa ngatain gue lagi. lah emangnya loe gak tau kalau rumah loe dan ray itu sebelahan?"
"enggak kak. kan gue orang baru dikomplek itu, dan lagi pula ray gak pernah cerita kalau dia tinggal dikomplek yang sama dengan gue."
rio,alvin dan devapun kembali melanjutkan aktifitas nyanyi mereka yang tertunda.
"eh ni maling keren banget main gitarnya. aduh liat ni anak main gitar sekeren itu, gue jadi kepengen bisa main gitar juga. minta ajarin sama deva gak mungkin, secarakan gue udah berulang kali minta diajarin sama dia, tapi tetep aja gue gak bisa-bisa. kalau minta ajari sama kak alvin, sama aja bo'ong, kan dia cuma bisa main piano sama drum. masa iya sih gue minta diajari sama ni anak sih. ah......mikir apaan sih loe fy, mau ditarok dimana harga diri gue kalau gue minta ajari sama dia." batin ify.
"aduh....ce tasya sama oma mana sih, kok dari tadi belum pulang-pulang juga. mana gue dicuekin lagi sama ni orang-orang. kan gue orangnya paling gak suka dicuekin kayak gini." gumam ify. Karna ify merasa sepi gak ada yang ngajakin dia buat ngobrol,matanya pun mulai berair.
"kak alvin.......,gue jangan dicuekin kayak gini dong?" pinta ify pada alvin. alvin yang milihat ify mulai menangis segera berdiri dan ia langsung memeluk ify.
"aduh ify, sorry ya.....kakak gak maksud buat cuekin kamu kok. ya udah deh, kakak ajak kamu jalan-jalan ketaman komplek ya. eh bro, gue pinjam motor loe bentar ya?" kata alvin pada rio, kemudian alvin dan ifypun pergi ke taman komplek dekat rumah alvin
"eh dev, kakak loe kenapa tuh, gak ada angin gak ada ujan tiba-tiba nangis kayak gitu" tanya rio pada deva.
"ohhh....kak ify emang kayak gitu kak. dia itu paling phobia kalau dicuekin kayak tadi."
"hah.....! emang ada ya orang phobia karna dicuekin" kata rio yang kaget mendengarkan penjelasan deva barusan.
"gue juga gak tau kak,kak ify emang dari kecil kayak gitu. gue aja yang udah bertahun-tahun jadi adeknya aja sering bingung sama sifatnya dia. tapi kak alvin slalu perhatian sama kak ify. dia juga tau apa-apa aja yang kak ify suka dan yang kak ify gak suka.kak alvin juga tau bagaimana cara nenangin kak ify kalau-kalau phobianya itu kumat. dan satu lagi, cuma kak alvin yang tahan sama sikap manjanya kak ify, maka dari itu gue salut banget sama kak alvin." jelas deva panjang lebar pada rio
"aneh banget kakak loe dev, bingung gue sama dia."
"gue aja yang jadi adeknya aja bingung, apalagi loe kak."
setelah puas jalan-jalan di taman.ify dan alvinpun kembali ke rumah
"duh kak, udah malam ni. gue sama deva pulang dulu ya? gue titip salam aja deh buat oma dan ce tasya. kapan-kapan gue main lagi deh kesini"
"ya udah deh fy, kakak minta ma'af ya. kakak gak tau kalau oma sama ce tasya perginya bakalan selama ini, mana hpnya ce tasya gak aktif lagi."
"gak apa-apa kok kak. mungkin oma sama ce tasya ada keperluan mendadak, makanya pulangnya lama."
"eh vin, gue juga mesti balik ni,nyokap udah nelfon-nelfonin gue dari tadi ni" pamit rio pada alvin
"okay, hati-hati dijalan ya yo,fy,dev."
dari tadi rio sudah berusaha untuk ngidupin motornya, tapi motornya gak mau idup-idup juga.melihat hal itu ifypun mulai emosi.
"eh loe! minggirin tu motor, gak liat ya loe, mobil gue gak bisa keluar gara-gara motor loe itu" bentak ify
"diem loe! lagian siapa yang narok motor gue disini. kan tadi loe sama alvin yang pakai ni motor buat jalan-jalan ke taman. kalau loe mau marah-marah, tuh marahin alvin aja sana. kan dia yang markirin motor gue disini."bentak rio
melihat rio dan ify bertengkar lagi, alvin akhirnya menghampiri mereka.
"kenapa motor loe yo?" tanya alvin
"kok loe yang nanya sih vin, seharusnya gue yang nanya sama loe? loe apain nih motor sampai-sampai ni motor gak mau hidup."
"tadi pas gue pakai ni motor baik-baik aja deh." alvinpun mengecek motor rio
"pantesan ni motor gak mau idup, orang bensinnya aja habis." kata alvin
"hah! bensinnya habis? kok loe gak isi bensinnya sih vin, udah gue pinjamin juga!" protes rio pada alvin
"loenya gak bilang sih." kata alvin cuek
"trus sekarang gue pulangnya kayak mana dong? bisa dipecat jadi anak deh gue sama nyokap kalau malam ini gue gak pulang."
"loe tunggu sini bentar!" kata alvin. lalu alvinpun menghampiri ify yang ada di dalam mobilnya
"fy, rumah loe kan sebelahan tuh sama rumahnya rio. boleh gak rio nebeng pulang sama loe.bensin motornya habis tu, makanya motornya gak bisa idup dari tadi"
"tapi kak....." sebelum ify melanjutkan omongannya, alvin buru-buru memotong omongan ify.
"please fy.................? gue mohon sama loe. gue gak enak sama rio, bensin motornya habis gara-gara kita pakai buat pergi ke taman tadi." mohon alvin pada ify
"ya udah deh, tu anak boleh nebeng mobil gue. ini semua gue lakuin karna loe yang minta ya kak."
"oke deh ify cantik, makin sayang deh gue sama loe." kata alvin sambil mencubit kedua pipi ify. lalu alvin pun berjalan ke arah rio
"yo loe pulang bareng ify aja.anaknya udah ngizinin tuh" kata alvin
"hah! gila loe ya! gak mau gue satu mobil sama nenek sihir kayak dia!" tolak rio
"loe jangan kayak anak kecil deh yo? kalau loe gak pulang sama ify, loe mau pulang sama siapa lagi coba. jam segini mana ada lagi angkutan umum yang lewat.motor loe di titipin sini aja, gue jamin aman." alvin mencoba meyakinkan rio.
"yaudah....yaudah. gue pulang nebeng sama tu anak aja." kata rio sambil cemberut. riopun berjalan ke arah mobil ify
"turun loe" kata rio pada ify
"apa-apaan loe. inikan mobil gue, kenapa mesti gue yang turun sih.masih untung ya gue masih mau nebengin loe pulang. sadar diri dikit dong loe jadi orang" bentak ify pada rio
"biar gue yang nyetir" kata rio mencoba sabar menghadapi ify
"gak mau gue. kalau loe mau pulang bareng gue, noh loe duduk di belakang!" kata ify cuek
"loe!!!!! aaarrrggghh!!!!!!" rio berusaha menahan emosinya agar dia gak ribut lagi sama ify
"kalau gue gak ingat dia adalah orang yang paling loe sayangin, udah habis tu anak sama gue vin" bisik rio kepada alvin
"heh loe, mau pulang bareng gue gak sih. kalau ia cepetan naik!" perintah ify pada rio. dengan sangat terpaksa, riopun naik ke mobil ify
"kak alvin, gue sama deva pulang dulu ya. sampaiin salam gue buat oma sama ce tasya ya. byeeee."kata ify pada alvin
ifypun menghidupkan mobilnya dan pergi meninggalkan rumah alvin
"rio....rio..., belum pernah gue liat sikap loe yang kekanak-kanakan kayak tadi. loekan orangnya gak banyak ngomong, jaim abis, apalagi di depan cewek. gelar loe sebagai mr. cuek itu gak berlaku ya kalau loe ketemu sama ify" kata alvin sambil tersenyum danl tetap melihat ke arah mobil ify yang semakin menjauh.
Jumat, 05 November 2010
Kamis, 28 Oktober 2010
Cinta Sejati Untuk 4 Sahabat *Part 4*
Tetttt.......tettt............, bel pertanda masuk sma Dharma Yudha tlah berbunyi. semua siswa yang awalnya memenuhi lapangan basket, kini satu persatu kembali ke kelasnya masing-masing.
"eh bro, udah bel tuh, balik ke kelas yuk" kata rio kepada alvin, gabriel dan cakka
"yuk dah, sebelum gue tambah emosi gara-gara ni cewek jadi-jadian" kata cakka sinis ke pada agni. cakkapun mengikuti rio dari belakang yang kemudian di susul oleh alvin dan gabriel.
"yeeee..........dikira gue gak emosi apa liat tampang loe yang sok kegantengan itu. balik ke kelas yuk guys" kata agni kepada teman-temannya. akhirnya rio cs dan ify cs kembali ke kelasnya masing-masing.
@kelas X_3
"anak-anak hari ini pak dave tidak bisa masuk, beliau ada urusan di kantor dinas. jadi pak dave titip pesan agar kalian belajar sendiri, tapi kalian jangan ribut, paham!" kata pak duta
"paham pak........." jawab anak-anak x_3 pada kompak (perasaan gak belajar-belajar dech)
"ya sudah, kalau gitu bapak tinggal dulu"
"eh...eh....fy,kok loe bisa kenal sama kak alvin sih. loe pacaran ya sama dia?" tanya shilla ke pada ify
"apa loe bilang, gue pacaran sama kak alvin?" ify kanget mendengar pertanyaan shilla barusan "hahahahahahaha.................., sakit perut gue dengar kata-kata loe barusan shil"
"yeee......ni anak ditanyain malah ketawa lagi. kesambet loe fy" kata agni sambil noyor kepala ify
''aw.....sakit begok!" kata ify sambil ngelus-ngelus kepalanya yang barusan di toyor sama agni.
" ya iyalah gue ketawa ngedengar omongan shilla barusan, masa gue dibilang pacaran sama kak alvin, secara gue sama dia saudaraan tau"
"WHAT! loe saudaraan sama mr. sipit galak itu. gi mana ceritanya?" tanya sivia histeris
"ye....nyantai aja omongongan loe vi. jadi nyokapnya kak alvin itu kakak dari nyokap gue"
"Ooooooooo............." kata sivia, shilla dan agni barengan
"nah sekarang giliran gue yang mau nanya sama loe loe pada. kalian musuhan ya sama kak alvin dkk"
"nah itu loe tau, kenapa pakai nanyak?"
" aduh via sayang.....please deh loe tu jadi anak jangan terlalu polos napa. maksud gue itu, kenapa loe semua bisa musuhan sama mereka. ayo dong ceritaiin sama gue?" rengek ify kayak anak kecil kepada ketiga sahabatnya
*flashback*
@sivia_alvin
"WOI!!! loe kalau jalan tu pakai mata dong!" teriak alvin kepada seorang siswi kelas x di kantin sma Dharma Yudha yang sukses membuat seluruh perhatian orang-orang di kantin tertuju pada alvin dan siswi tersebut
"duh kak, sorry....sorry,,,,,, aku benaran gak sengaja kak." kata gadis tersebut sambil berusaha membersihkan baju alvin yang terkena cipratan air minumnya.
"Arrrrrrggghhhh..........loe tu udah buat emosi gue naik tau gak loe! alvin terus saja memarahi gadis tersebut, gadis tersebutpun sudah ketakutan dan matanya mulai berkaca-kaca gara-gara alvin terus saja memaki-makinya di depan orang ramai. melihat hal itu, sivia menjadi geram dan ia segera menghampiri alvin
"heh loe budek ya! ni cewekkan udah minta ma'af, tapi kenapa loe masih marah-marahin dia sih. loe gak kasian ya sama dia."bentak sivia pada alvin
"heh apa urusannya sama loe!!! loe gak liat apa, ni cewek udah numpahin air ke seragam dan kamera gue!" kata alvin yang emosi, sambil menunjuk ke arah kamera SLRnya yang ia kalungkan di lehernya.
"hey tuan sipit yang gak punya rasa PRI KEMANUSIAAN. buka tu mata loe lebar-lebar, trus loe liat baik-baik, kamera loe kena airnya gak? loe jadi orang jangan berlebihan deh sama kamera murahan loe itu, kalau memang kamera loe rusak, biar gue ganti dengan yang baru!" kata sivia sambil memberikan penekanan di huruf yang di capslock
"apa loe bilang! gue berlebihan, loe gak tau seberapa pentingnya arti kamera ini bagi gue, seluruh uang yang loe punya bahkan nyawa yang loe punya juga gak sebanding nilainya dengan kamera gue"
"apa-apaan sih loe! loe kalau punya mulut tu di jaga ya!"geram via mendengar perkataan alvin barusan
"Diem loe!!! dasar cewek gak punya etika. gak pernah diajarin sopan santun ya loe sama bonyok loe di rumah." kata alvin
Byurrr.......sivia pun menyiram alvin dengan sebotol air mineral yang sedari tadi ia pegang.
"heh!!! loe jangan pernah sekali-kali ngeremehin nyokap sama bokap gue ya!"
"woi.....apa-apaan loe. loe udah bikin kamera gue tambah rusak tau gak loe!"
"bodok!" siviapun pergi meninggalkan alvin
"arrrrrgggh...... awas ya loe! gue bakal bikin perhitungan sama loe" gumam alvin
@shilla_gabriel
shilla sedang berlari di koridor sma Dharma Yudha. hari ini dia kesiangan, karna jam pertama adalah pelajarannya buk winda, jadinya ia buru-buru untuk sampai ke kelasnya. sangking paniknya, shilla gak melihat ada genangan air yang terdapat di koridor yang ia lewati.
BRUKKKKK......shilla pun jatuh dan tubuhnya sukses mendarat di lantai dengan keadaan tertelungkup, sebelah sepatunyapun terlepas dan mengenai kepala seseorang
"Aw....sepatu siapa ni. kurang kerjaan banget sih ni yang punya, nimpukin kepala gue pakai sepatu" kata gabriel sambil mencari-cari yang punya sepatu tersebut
"heh! gue yang punya tu sepatu, mau apa loe!" kata shilla emosi
"hahahahahahahaha......ngapain loe tengkurap di situ, belum puas tidur ya loe, sampai-sampai tu lantai loe anggap kasur" kata gabriel yang masih tertawa melihat shilla. shillapun jadi emosi mendengar kata-kata gabriel barusan
"heh waketos jelek, gak punya perasaan ya loe. ada orang jatuh bukannya di tolongin malah diketawain. gak pantas banget orang kayak loe nyandang jabatan sebagai wakil ketua osis. cepat sekarang loe minta ma'af sama gue!" kata shilla kepada gabriel
" eh loe tu sinting ya. seharusnya itu yang minta ma'af loe bukan gue. dan apa hak loe ngata-ngatain gue gak pantas jadi waketos. kalau gue gak pantas, trus siapa yang pantas nyandang jabatan jadi waketos, elo! jangan mimpi deh loe. jalan aja belum becus, udah sok-sok ngatain orang pula.
"arrrgggggh! pergi loe sana, bikin badmood gue aja loe!"maki shilla pada gabriel
"tanpa loe suruh pun gue juga bakalan pergi! ambil tu sepatu loe" kata gabriel sambil melemparkan sepatu shilla tadi ke tempat sampah, dan ia pun pergi meninggalkan shilla
"arrrgggh waketos brengsek! ngapain loe pakai lempar sepatu gue ke tempat sampah!" teriak shilla kepada gabriel.
"duh gi mana ni...... masa gue harus mungut tu sepatu sih, kan tu tempat sampah banyak kumannya. ah bodok deh, gue ke kelasnya nyeker aja deh. liat aja ya tu waketos. gue bakalan bikin dia nyesal udah berurusan sama yang namanya ashilla zahrantiara"
@cakka_agni
"cakka.....cakka......I LOVE U......" teriak anak-anak C-Luvers di lapangan basket
"eh....eh....ada apaan sih, kok pada ribut-ribut gini" tanya agni kepada seorang cewek
"itu, si cakka main basketnya keren banget. makanya semua anak-anak c-luvers pada histeris kayak gini" kata cewek tersebut
"mana sih yang namanya cakka, jadi penasaran deh gue mau liat permainannya" agnipun menerobos kerumunan fans-fansnya cakka, agar ia bisa malihat orang yang namanya begitu di agung-agungkan oleh kaumnya tersebut.
"ngekkkkk.....apanya yang keren coba permainan basket kayak gitu.mainnya jelek juga, bagusan permainan basket gue. perasaan tu cowok dari tadi cuma senyum-senyum sambil melambaikan tangannya aja deh” gumam agni.
“WOI LOE! jangan ngakunya pemain basket deh, kalau cara main loe kayak gitu. malu-maluin nama atlet basket aja loe" teriak agni pada cakka. mendengar hal itu, cakka pun langsung menghampiri agni
"eh loe jangan banyak ngomong deh, kalau loe emang hebat sekarang loe lawan gue. kita tanding basket one by one. siapa yang nyetak angka lebih banyak dalam waktu 15 menit dia yang menang. punya nyali gak loe nerima tantangan gue!"
"oke, siapa takut"
13 menitpun berlalu, dan sekarang agni memimpin dengan skor 9-8
"sialan ni cewek, ternyata dia jago banget main basketnya. mana waktunya tinggal 2 menit lagi. arrrgggggh..........shitt! ayo cakka mikirrrrrr....gimana tu bola bisa loe rebut dan nambah point loe. bisa jatuh ni harga diri gue di depan anak-anak c-luvers. masa iya cakka kawekas nuraga bisa kalah sama seorang cewek.arrrrgggggh.....gak. itu gak boleh terjadi" batin cakka.
"woi agni! resleting loe kebuka tuh!" teriak cakka pada agni
"hah!!!" mendengar perkataan cakka barusan, agnipun melepaskan bola basket dari pegangannya dan mencoba untuk membenarkan resleting roknya
"yes! rencana gue berhasil" batin cakka. cakka pun mengambil bola tersebut, dan tanpa basa-basi lagi, ia langsung mengeshot bola basket itu,dan dengan tembakan threepoint yang barusan ia lakukan, maka pertandingan cakka vs agni pun dimenangkan oleh cakka
"woi!!!! curang loe!" teriak agni emosi
"maksud loe?" kata cakka dengan masang tampang tanpa dosa di depan agni
"ngapain loe bohongin gue, pakai bilang resleting rok gue kebuka lagi. licik loe!
"hello cewek jadi-jadian. itu loenya aja yang begok main. alah bilang aja loe gak terima gue kalahin, iya kan?" cakkapun pergi meninggalkan agni dengan senyum penuh kemengangan
"awas ya loe! gue gak terima loe permaluin gue kayak gini" batin agni
*flashback end*
"hahahahahahah......lucu banget sih cerita loe pada" ifypun tertawa setelah mendengar cerita ke tiga sahabat barusan.
"yeeee.....senang ya loe liat kita-kita menderita ya fy" sivia, shilla dan agnipun noyor kepala ify
@kelas XI IPA 3
rio menceritakan dari awal sampai akhir bagaimana tragedi ia bisa kenal sama ify
"hahahahahahahaha....kasian amat sih idup loe bro. udah jidat loe kepentok pintu, trus disangka setan jelangkung lagi" kata cakka. Sementara alvin dan gabriel hanya bisa tertawa tanpa bisa memberikan komentar setelah mendengar cerita rio barusan
"sialan ya loe pada, bukannya prihatin sama gue, malah ngetawain gue loe bertiga. sobat macam apa loe"
"weits.....kalem bro. kita-kita kan gak ada maksud buat ngetawain loe. tapi ya mau gi mana lagi, ni mulut udah gak tahan buat ketawa, ya gak sob" kata alvin
"yo'i vin" kata gabriel dan cakka kompak
"woi vin. si ify pacar loe ya?" tanya gabriel pada alvin
"bukan dia saudara gue, nyokap gue kakaknya nyokap ify"
"Ooooo..... tapi kok kayaknya loe sayang banget sih sama dia" kata cakka
"hahahahahaha....ya dong. gue sayang banget sama dia. gue bakalan slalu jagain dia dan gak bakalan ngebiarin siapapun nyakitin dia, terutama sama playboy kayak loe cak"kata alvin sambil menunjuk ke arah alvin
"yahhhhh apin.....jadi maksud loe gue gak boleh gitu dekatin ify?"tanya cakka
"yepsssss 100 buat kepintaran loe barusan" kata alvin, cakka pun memanyunkan mulutnya dan sontak memancing ketawa rio, alvin dan gabriel.
*pulang sekolah*
"thanks ya shill, loe udah ngantarin gue sampai rumah"
"yeps....santai aja kali fy. gue balik dulu ya. sorry gak bisa mampir, soalnya gue buru-buru ni"
"oke, gak apa-apa, hati-hati di jalan ya" kata ify pada shilla, shilla pun segera menggas mobilnya meninggalkan rumah ify
"eh itu deva kan? napa tu anak, kok tampangnya sedih gitu sih" batin ify.
"dev loe kenapa?"tanyanya
"huaaaaaaaaaa.........kak ify........"devapun segera memeluk ify dan menangis dalam pelukan kakak tercintanya itu.
*bersambung.........*
------> wah si deva kenapa ya?
"eh bro, udah bel tuh, balik ke kelas yuk" kata rio kepada alvin, gabriel dan cakka
"yuk dah, sebelum gue tambah emosi gara-gara ni cewek jadi-jadian" kata cakka sinis ke pada agni. cakkapun mengikuti rio dari belakang yang kemudian di susul oleh alvin dan gabriel.
"yeeee..........dikira gue gak emosi apa liat tampang loe yang sok kegantengan itu. balik ke kelas yuk guys" kata agni kepada teman-temannya. akhirnya rio cs dan ify cs kembali ke kelasnya masing-masing.
@kelas X_3
"anak-anak hari ini pak dave tidak bisa masuk, beliau ada urusan di kantor dinas. jadi pak dave titip pesan agar kalian belajar sendiri, tapi kalian jangan ribut, paham!" kata pak duta
"paham pak........." jawab anak-anak x_3 pada kompak (perasaan gak belajar-belajar dech)
"ya sudah, kalau gitu bapak tinggal dulu"
"eh...eh....fy,kok loe bisa kenal sama kak alvin sih. loe pacaran ya sama dia?" tanya shilla ke pada ify
"apa loe bilang, gue pacaran sama kak alvin?" ify kanget mendengar pertanyaan shilla barusan "hahahahahahaha.................., sakit perut gue dengar kata-kata loe barusan shil"
"yeee......ni anak ditanyain malah ketawa lagi. kesambet loe fy" kata agni sambil noyor kepala ify
''aw.....sakit begok!" kata ify sambil ngelus-ngelus kepalanya yang barusan di toyor sama agni.
" ya iyalah gue ketawa ngedengar omongan shilla barusan, masa gue dibilang pacaran sama kak alvin, secara gue sama dia saudaraan tau"
"WHAT! loe saudaraan sama mr. sipit galak itu. gi mana ceritanya?" tanya sivia histeris
"ye....nyantai aja omongongan loe vi. jadi nyokapnya kak alvin itu kakak dari nyokap gue"
"Ooooooooo............." kata sivia, shilla dan agni barengan
"nah sekarang giliran gue yang mau nanya sama loe loe pada. kalian musuhan ya sama kak alvin dkk"
"nah itu loe tau, kenapa pakai nanyak?"
" aduh via sayang.....please deh loe tu jadi anak jangan terlalu polos napa. maksud gue itu, kenapa loe semua bisa musuhan sama mereka. ayo dong ceritaiin sama gue?" rengek ify kayak anak kecil kepada ketiga sahabatnya
*flashback*
@sivia_alvin
"WOI!!! loe kalau jalan tu pakai mata dong!" teriak alvin kepada seorang siswi kelas x di kantin sma Dharma Yudha yang sukses membuat seluruh perhatian orang-orang di kantin tertuju pada alvin dan siswi tersebut
"duh kak, sorry....sorry,,,,,, aku benaran gak sengaja kak." kata gadis tersebut sambil berusaha membersihkan baju alvin yang terkena cipratan air minumnya.
"Arrrrrrggghhhh..........loe tu udah buat emosi gue naik tau gak loe! alvin terus saja memarahi gadis tersebut, gadis tersebutpun sudah ketakutan dan matanya mulai berkaca-kaca gara-gara alvin terus saja memaki-makinya di depan orang ramai. melihat hal itu, sivia menjadi geram dan ia segera menghampiri alvin
"heh loe budek ya! ni cewekkan udah minta ma'af, tapi kenapa loe masih marah-marahin dia sih. loe gak kasian ya sama dia."bentak sivia pada alvin
"heh apa urusannya sama loe!!! loe gak liat apa, ni cewek udah numpahin air ke seragam dan kamera gue!" kata alvin yang emosi, sambil menunjuk ke arah kamera SLRnya yang ia kalungkan di lehernya.
"hey tuan sipit yang gak punya rasa PRI KEMANUSIAAN. buka tu mata loe lebar-lebar, trus loe liat baik-baik, kamera loe kena airnya gak? loe jadi orang jangan berlebihan deh sama kamera murahan loe itu, kalau memang kamera loe rusak, biar gue ganti dengan yang baru!" kata sivia sambil memberikan penekanan di huruf yang di capslock
"apa loe bilang! gue berlebihan, loe gak tau seberapa pentingnya arti kamera ini bagi gue, seluruh uang yang loe punya bahkan nyawa yang loe punya juga gak sebanding nilainya dengan kamera gue"
"apa-apaan sih loe! loe kalau punya mulut tu di jaga ya!"geram via mendengar perkataan alvin barusan
"Diem loe!!! dasar cewek gak punya etika. gak pernah diajarin sopan santun ya loe sama bonyok loe di rumah." kata alvin
Byurrr.......sivia pun menyiram alvin dengan sebotol air mineral yang sedari tadi ia pegang.
"heh!!! loe jangan pernah sekali-kali ngeremehin nyokap sama bokap gue ya!"
"woi.....apa-apaan loe. loe udah bikin kamera gue tambah rusak tau gak loe!"
"bodok!" siviapun pergi meninggalkan alvin
"arrrrrgggh...... awas ya loe! gue bakal bikin perhitungan sama loe" gumam alvin
@shilla_gabriel
shilla sedang berlari di koridor sma Dharma Yudha. hari ini dia kesiangan, karna jam pertama adalah pelajarannya buk winda, jadinya ia buru-buru untuk sampai ke kelasnya. sangking paniknya, shilla gak melihat ada genangan air yang terdapat di koridor yang ia lewati.
BRUKKKKK......shilla pun jatuh dan tubuhnya sukses mendarat di lantai dengan keadaan tertelungkup, sebelah sepatunyapun terlepas dan mengenai kepala seseorang
"Aw....sepatu siapa ni. kurang kerjaan banget sih ni yang punya, nimpukin kepala gue pakai sepatu" kata gabriel sambil mencari-cari yang punya sepatu tersebut
"heh! gue yang punya tu sepatu, mau apa loe!" kata shilla emosi
"hahahahahahahaha......ngapain loe tengkurap di situ, belum puas tidur ya loe, sampai-sampai tu lantai loe anggap kasur" kata gabriel yang masih tertawa melihat shilla. shillapun jadi emosi mendengar kata-kata gabriel barusan
"heh waketos jelek, gak punya perasaan ya loe. ada orang jatuh bukannya di tolongin malah diketawain. gak pantas banget orang kayak loe nyandang jabatan sebagai wakil ketua osis. cepat sekarang loe minta ma'af sama gue!" kata shilla kepada gabriel
" eh loe tu sinting ya. seharusnya itu yang minta ma'af loe bukan gue. dan apa hak loe ngata-ngatain gue gak pantas jadi waketos. kalau gue gak pantas, trus siapa yang pantas nyandang jabatan jadi waketos, elo! jangan mimpi deh loe. jalan aja belum becus, udah sok-sok ngatain orang pula.
"arrrgggggh! pergi loe sana, bikin badmood gue aja loe!"maki shilla pada gabriel
"tanpa loe suruh pun gue juga bakalan pergi! ambil tu sepatu loe" kata gabriel sambil melemparkan sepatu shilla tadi ke tempat sampah, dan ia pun pergi meninggalkan shilla
"arrrgggh waketos brengsek! ngapain loe pakai lempar sepatu gue ke tempat sampah!" teriak shilla kepada gabriel.
"duh gi mana ni...... masa gue harus mungut tu sepatu sih, kan tu tempat sampah banyak kumannya. ah bodok deh, gue ke kelasnya nyeker aja deh. liat aja ya tu waketos. gue bakalan bikin dia nyesal udah berurusan sama yang namanya ashilla zahrantiara"
@cakka_agni
"cakka.....cakka......I LOVE U......" teriak anak-anak C-Luvers di lapangan basket
"eh....eh....ada apaan sih, kok pada ribut-ribut gini" tanya agni kepada seorang cewek
"itu, si cakka main basketnya keren banget. makanya semua anak-anak c-luvers pada histeris kayak gini" kata cewek tersebut
"mana sih yang namanya cakka, jadi penasaran deh gue mau liat permainannya" agnipun menerobos kerumunan fans-fansnya cakka, agar ia bisa malihat orang yang namanya begitu di agung-agungkan oleh kaumnya tersebut.
"ngekkkkk.....apanya yang keren coba permainan basket kayak gitu.mainnya jelek juga, bagusan permainan basket gue. perasaan tu cowok dari tadi cuma senyum-senyum sambil melambaikan tangannya aja deh” gumam agni.
“WOI LOE! jangan ngakunya pemain basket deh, kalau cara main loe kayak gitu. malu-maluin nama atlet basket aja loe" teriak agni pada cakka. mendengar hal itu, cakka pun langsung menghampiri agni
"eh loe jangan banyak ngomong deh, kalau loe emang hebat sekarang loe lawan gue. kita tanding basket one by one. siapa yang nyetak angka lebih banyak dalam waktu 15 menit dia yang menang. punya nyali gak loe nerima tantangan gue!"
"oke, siapa takut"
13 menitpun berlalu, dan sekarang agni memimpin dengan skor 9-8
"sialan ni cewek, ternyata dia jago banget main basketnya. mana waktunya tinggal 2 menit lagi. arrrgggggh..........shitt! ayo cakka mikirrrrrr....gimana tu bola bisa loe rebut dan nambah point loe. bisa jatuh ni harga diri gue di depan anak-anak c-luvers. masa iya cakka kawekas nuraga bisa kalah sama seorang cewek.arrrrgggggh.....gak. itu gak boleh terjadi" batin cakka.
"woi agni! resleting loe kebuka tuh!" teriak cakka pada agni
"hah!!!" mendengar perkataan cakka barusan, agnipun melepaskan bola basket dari pegangannya dan mencoba untuk membenarkan resleting roknya
"yes! rencana gue berhasil" batin cakka. cakka pun mengambil bola tersebut, dan tanpa basa-basi lagi, ia langsung mengeshot bola basket itu,dan dengan tembakan threepoint yang barusan ia lakukan, maka pertandingan cakka vs agni pun dimenangkan oleh cakka
"woi!!!! curang loe!" teriak agni emosi
"maksud loe?" kata cakka dengan masang tampang tanpa dosa di depan agni
"ngapain loe bohongin gue, pakai bilang resleting rok gue kebuka lagi. licik loe!
"hello cewek jadi-jadian. itu loenya aja yang begok main. alah bilang aja loe gak terima gue kalahin, iya kan?" cakkapun pergi meninggalkan agni dengan senyum penuh kemengangan
"awas ya loe! gue gak terima loe permaluin gue kayak gini" batin agni
*flashback end*
"hahahahahahah......lucu banget sih cerita loe pada" ifypun tertawa setelah mendengar cerita ke tiga sahabat barusan.
"yeeee.....senang ya loe liat kita-kita menderita ya fy" sivia, shilla dan agnipun noyor kepala ify
@kelas XI IPA 3
rio menceritakan dari awal sampai akhir bagaimana tragedi ia bisa kenal sama ify
"hahahahahahahaha....kasian amat sih idup loe bro. udah jidat loe kepentok pintu, trus disangka setan jelangkung lagi" kata cakka. Sementara alvin dan gabriel hanya bisa tertawa tanpa bisa memberikan komentar setelah mendengar cerita rio barusan
"sialan ya loe pada, bukannya prihatin sama gue, malah ngetawain gue loe bertiga. sobat macam apa loe"
"weits.....kalem bro. kita-kita kan gak ada maksud buat ngetawain loe. tapi ya mau gi mana lagi, ni mulut udah gak tahan buat ketawa, ya gak sob" kata alvin
"yo'i vin" kata gabriel dan cakka kompak
"woi vin. si ify pacar loe ya?" tanya gabriel pada alvin
"bukan dia saudara gue, nyokap gue kakaknya nyokap ify"
"Ooooo..... tapi kok kayaknya loe sayang banget sih sama dia" kata cakka
"hahahahahaha....ya dong. gue sayang banget sama dia. gue bakalan slalu jagain dia dan gak bakalan ngebiarin siapapun nyakitin dia, terutama sama playboy kayak loe cak"kata alvin sambil menunjuk ke arah alvin
"yahhhhh apin.....jadi maksud loe gue gak boleh gitu dekatin ify?"tanya cakka
"yepsssss 100 buat kepintaran loe barusan" kata alvin, cakka pun memanyunkan mulutnya dan sontak memancing ketawa rio, alvin dan gabriel.
*pulang sekolah*
"thanks ya shill, loe udah ngantarin gue sampai rumah"
"yeps....santai aja kali fy. gue balik dulu ya. sorry gak bisa mampir, soalnya gue buru-buru ni"
"oke, gak apa-apa, hati-hati di jalan ya" kata ify pada shilla, shilla pun segera menggas mobilnya meninggalkan rumah ify
"eh itu deva kan? napa tu anak, kok tampangnya sedih gitu sih" batin ify.
"dev loe kenapa?"tanyanya
"huaaaaaaaaaa.........kak ify........"devapun segera memeluk ify dan menangis dalam pelukan kakak tercintanya itu.
*bersambung.........*
------> wah si deva kenapa ya?
Cinta Sejati Untuk 4 Sahabat **Part 3**
okay kita langsung aja ke ceritanya "CEKIDOT"
“kak.......kakak......”panggil ify ke arah 4 cowok yang sedang istirahat di pinggir lapangan basket tersebut.
"huaaaaa.......kak alvin gue kangen banget sama loe" ify pun memeluk cowok yang bernama alvin tersebut tanpa mempedulikan orang-orang yang ada di lapangan basket itu, termasuk sohib-sohib barunya dan sohib-sohibnya alvin
"ify! Yaampun, gue juga kangen banget sama loe fy" alvinpun membalas pelukan ify. setelah selesai acara kangen-kangenannya, mereka berduapun melepaskan pelukannya.
"gila loe kak. sekarang kok loe makin ganteng aja sih, kalau deva liat loe pasti dia bakalan envy berat deh sama loe, kan dari dulu tu anak ngiri sama ketampanan loe" ucap ify menggebu-gebu kepada alvin
"hahahahaha.........loe paling bisa deh buat gue jadi salting. eh loe sekolah disini juga ya fy?" tanya alvin pada ify
"iya dong, kan gue sekeluarga sekarang udah pindah ke jakarta"
"wah....kok loe gak bilang-bilang sih. kalau oma sama ce tasya tau loe sekeluarga pindah ke jakarta mereka pasti senang banget"
"hahahaha......ma'af deh kak kalau gue pindahnya gak ngabar-ngabarin sama keluarga yang ada disini. kan keluarga gue pindahnya mendadak, gara-gara papa di pindahin tugas."
"tar loe main ke rumah ya fy"
"okay.....gampang di atur itu mah. tar sore gue sama deva bakalan main kerumah loe, gue juga dah kangen berat ni ma oma dan ce tasya"
"hahahaha......ok ok, gue tunggu loe tar sore"
"kacang goreng.....kacang goreng.....woi ada yang mau beli gak? harganya murah ni, 1 juta aja. kacang goreng,kacang goreng" teriak cakka dengan suara toanya karna dia udah BT di cuekin sama sahabatnya itu
"eh buset dah cak.....loe jualan kacang mahal amat, mana ada yang laku cakdut?" kata alvin sambil menoyor kepala cakka
"eh sipit! loe gak peka banget sih. maksud gue ngomong kayak gitu buat nyindir loe bedua tau gak. loe gak nyadar ya ni 1 sekolahan pada gempar sama sikap loe barusan, terutama noh fans-fans setia loe" kata cakka cambil menunjuk ke arah anak-anak alvinoszta yang sekarang dipenuhi dengan aura neraka, akibat cemburu berat ify di peluk sama alvin.
"lah....emang ada yang salah sama sikap gue barusan? gak ada kan?"
"aduh alvin......loe sekarang kok jadi telmi gini sih. maksud si cakka barusan.anak-anak 1 sekolahan pada heran kok loe bisa seramah dan seakrab itu sih sama cewek, apalagi loe ketawanya lepas banget tadi pas ngobrol sama ni cewek,kan aneh aja. kesannya seorang alvin sikapnya berubah 180 derajat dari cowok yang cuek abis menjadi cowok yang ramah banget" kata gabriel
"alah banyak bacot loe yel. macam lo gak aja" kata alvin membalas perkataan iel
"maksud loe?" tanya gabriel bingung
"iya, loe kan bisa berubah dari seorang gabriel yang ramah menjadi gabriel yang galak dan kerjaannya suka marah-marah gaje kalau udah berurusan sama yang namanya ashilla zahrantiara" kata alvin sambil memandang ke arah shilla
"sialan loe vin.kenapa sekarang jadi gue yang loe sindir"
"ya udah deh, dari pada kita jadinya berantem, mending sekarang loe semua gue kanalin sama ify. fy kenalin ini sohib-sohib terbaik gue" kata alvin memperkenalkan ketiga sahabatnya kepada ify
"hallo ify cantik......perkenalkan nama gue cakka kawekas nuraga, orang paling ganteng, paling baik, paling keren bahkan jastin bieber aja lewat" kata cakka kepada ify sambil memperlihatkan senyuman mautnya
"oh.....hy juga kak cakka" kata ify sambil senyum."gila ni sohibnya kak alvin. ganteng-ganteng tapi narsisnya buehh......gak ketulungan deh" batin ify
"eh playboy gila! loe jangan tebar pesona ya sama ify. gue bogem loe ntar!" ancam alvin pada cakka sambil noyor kepalanya si cakka
"eh china blangsak! loe kira kepala gue apaan. dari tadi seenak udel loe noyor-noyor kepala gue"
"udah fy, loe jangan peduliin sohib gue yang satu ini. dia memang rada-rada gila. oh ya fy....ni kenalin sahabat gue yang lain, namanya gabriel" kata alvin sambil merangkul gabriel
"hallo fy...senang bisa kenalan sama loe" kata gabriel sambil menjulurkan tangannya kepada ify
"hy juga kak iyel, gue juga senang bisa kenalan sama loe kak" kata ify sambil membalas uluran tangan gabriel
"nah kalau yang ini, namanya mario stevano aditya haling yang pernah gue ceritain sama loe ditelfon dulu" alvinpun memperkenalkan rio kepada ify
"hah.....loe! kok loe ada di sini sih. loe ngikutin gue ya?" kata ify yang shock gara-gara ia baru menyadari kehadiran rio. soalnya dia tadi terlalu sibuk memperhatikan perdebatan yang terjadi antara alvin dan cakka
"eh neng....dari mana aja loe, kok baru sadar gue ada disini. apa kata loe, gue ngikutin loe.......NAJIS tau gak!" kata rio sambil memberi penekanan pada huruf yang di capslock
"ya iyalah gue gak liat loe, loenya aja item gitu, gak keliatan tau. malah gue sangka loe tadi baju melayang karna sangking gak nampaknya wujud loe" kata ify gak kalah nyolot dari rio
"eh buset ni anak! nampaknya mau cari ribut ni sama gue. eh nensi, siapa loe ngata-ngatain gue item" kata rio emosi
"woi nama gue tu ify tau, bukan nensi. loe budek ya"
"so, gue peduli gitu sama nama loe. Yang jelas, gue tau loe itu nensi, alias nenek sihir"kata rio ketus
"sialan loe item, pakai ngata-ngatain gue nenek sihir lagi. dasar loe jelangkung jelek!"
"nensi galak"
"baju melayang"
"lo pikir gue setan!!!?"
"emang.baru nyadar lo.kasian banget sih idup lo"
"dasar maling"
"eh....ngapai loe pakai kata-katain gue maling. loe tu yang maling, nama belakang loe kan ada kata malingnya"
"enak aja loe ngomong. nama belakang gue tu haling bukan maling begok. loe tu yang maling, gigi loe aja pakai di kawat-kawat kayak gitu, apalagi kalau bukan maling namanya!"
"kawat...kawat....! ini namanya behel tau. dasar jelangkung norak"
"loe kampungan"balas rio karna ia tidak terima dikatain norak
"loe yang kampungan"
"loe"
"loe"
"loe"
"loe"
"loe"
"STOP!!!!!!! sakit telinga gue dengar bacot loe berdua" teriak alvin
"dia duluan nih kak yang ngajakin ribut gue" ify langsung kicep dengar alvin mara-marah. dari dulu ify memang takut kalau alvin udah marah.
"yo...loe udah kenal sama ify?" tanya alvin pada rio
"tar deh gue ceritain, kenapa gue bisa kenal sama ni anak rese"
"udah de yo....loe jangan mulai lagi.tar kalau ketaun sama guru BP kita semua bisa kena hukum" kata gabriel menengahi
“Dengarin tuh kata kak gabriel” kata ify membenarkan kata gabriel barusan.
"eh iya kak, kenalin nih sohib-sohib baru gue. via,shilla,agni kenalin ini kak alvin dan sohih-sohibnya"
sivia, shilla, dan agni hanya diam saja dan tidak menghiraukan perkataan ify barusan, mereka bertiga hanya menatap alvin, gabriel, dan cakka dengan aura kebencian. begitu juga dengan alvin dkk.
"eh buset dah, kok pada diem aja, salaman dong?" kata ify kepada sivia, shilla, agni, alvin, gabriel, dan cakka
"GAK SUDI KITA SALAMAN SAMA MEREKA" kata sivia, shilla, agni, alvin, gabriel, dan cakka kompak. ify hanya bisa cengo melihat reaksi sahat-sahabatnya itu
"sebenarnya mereka semua kenapa sih" batin ify
*bersambung.........*
“kak.......kakak......”panggil ify ke arah 4 cowok yang sedang istirahat di pinggir lapangan basket tersebut.
"huaaaaa.......kak alvin gue kangen banget sama loe" ify pun memeluk cowok yang bernama alvin tersebut tanpa mempedulikan orang-orang yang ada di lapangan basket itu, termasuk sohib-sohib barunya dan sohib-sohibnya alvin
"ify! Yaampun, gue juga kangen banget sama loe fy" alvinpun membalas pelukan ify. setelah selesai acara kangen-kangenannya, mereka berduapun melepaskan pelukannya.
"gila loe kak. sekarang kok loe makin ganteng aja sih, kalau deva liat loe pasti dia bakalan envy berat deh sama loe, kan dari dulu tu anak ngiri sama ketampanan loe" ucap ify menggebu-gebu kepada alvin
"hahahahaha.........loe paling bisa deh buat gue jadi salting. eh loe sekolah disini juga ya fy?" tanya alvin pada ify
"iya dong, kan gue sekeluarga sekarang udah pindah ke jakarta"
"wah....kok loe gak bilang-bilang sih. kalau oma sama ce tasya tau loe sekeluarga pindah ke jakarta mereka pasti senang banget"
"hahahaha......ma'af deh kak kalau gue pindahnya gak ngabar-ngabarin sama keluarga yang ada disini. kan keluarga gue pindahnya mendadak, gara-gara papa di pindahin tugas."
"tar loe main ke rumah ya fy"
"okay.....gampang di atur itu mah. tar sore gue sama deva bakalan main kerumah loe, gue juga dah kangen berat ni ma oma dan ce tasya"
"hahahaha......ok ok, gue tunggu loe tar sore"
"kacang goreng.....kacang goreng.....woi ada yang mau beli gak? harganya murah ni, 1 juta aja. kacang goreng,kacang goreng" teriak cakka dengan suara toanya karna dia udah BT di cuekin sama sahabatnya itu
"eh buset dah cak.....loe jualan kacang mahal amat, mana ada yang laku cakdut?" kata alvin sambil menoyor kepala cakka
"eh sipit! loe gak peka banget sih. maksud gue ngomong kayak gitu buat nyindir loe bedua tau gak. loe gak nyadar ya ni 1 sekolahan pada gempar sama sikap loe barusan, terutama noh fans-fans setia loe" kata cakka cambil menunjuk ke arah anak-anak alvinoszta yang sekarang dipenuhi dengan aura neraka, akibat cemburu berat ify di peluk sama alvin.
"lah....emang ada yang salah sama sikap gue barusan? gak ada kan?"
"aduh alvin......loe sekarang kok jadi telmi gini sih. maksud si cakka barusan.anak-anak 1 sekolahan pada heran kok loe bisa seramah dan seakrab itu sih sama cewek, apalagi loe ketawanya lepas banget tadi pas ngobrol sama ni cewek,kan aneh aja. kesannya seorang alvin sikapnya berubah 180 derajat dari cowok yang cuek abis menjadi cowok yang ramah banget" kata gabriel
"alah banyak bacot loe yel. macam lo gak aja" kata alvin membalas perkataan iel
"maksud loe?" tanya gabriel bingung
"iya, loe kan bisa berubah dari seorang gabriel yang ramah menjadi gabriel yang galak dan kerjaannya suka marah-marah gaje kalau udah berurusan sama yang namanya ashilla zahrantiara" kata alvin sambil memandang ke arah shilla
"sialan loe vin.kenapa sekarang jadi gue yang loe sindir"
"ya udah deh, dari pada kita jadinya berantem, mending sekarang loe semua gue kanalin sama ify. fy kenalin ini sohib-sohib terbaik gue" kata alvin memperkenalkan ketiga sahabatnya kepada ify
"hallo ify cantik......perkenalkan nama gue cakka kawekas nuraga, orang paling ganteng, paling baik, paling keren bahkan jastin bieber aja lewat" kata cakka kepada ify sambil memperlihatkan senyuman mautnya
"oh.....hy juga kak cakka" kata ify sambil senyum."gila ni sohibnya kak alvin. ganteng-ganteng tapi narsisnya buehh......gak ketulungan deh" batin ify
"eh playboy gila! loe jangan tebar pesona ya sama ify. gue bogem loe ntar!" ancam alvin pada cakka sambil noyor kepalanya si cakka
"eh china blangsak! loe kira kepala gue apaan. dari tadi seenak udel loe noyor-noyor kepala gue"
"udah fy, loe jangan peduliin sohib gue yang satu ini. dia memang rada-rada gila. oh ya fy....ni kenalin sahabat gue yang lain, namanya gabriel" kata alvin sambil merangkul gabriel
"hallo fy...senang bisa kenalan sama loe" kata gabriel sambil menjulurkan tangannya kepada ify
"hy juga kak iyel, gue juga senang bisa kenalan sama loe kak" kata ify sambil membalas uluran tangan gabriel
"nah kalau yang ini, namanya mario stevano aditya haling yang pernah gue ceritain sama loe ditelfon dulu" alvinpun memperkenalkan rio kepada ify
"hah.....loe! kok loe ada di sini sih. loe ngikutin gue ya?" kata ify yang shock gara-gara ia baru menyadari kehadiran rio. soalnya dia tadi terlalu sibuk memperhatikan perdebatan yang terjadi antara alvin dan cakka
"eh neng....dari mana aja loe, kok baru sadar gue ada disini. apa kata loe, gue ngikutin loe.......NAJIS tau gak!" kata rio sambil memberi penekanan pada huruf yang di capslock
"ya iyalah gue gak liat loe, loenya aja item gitu, gak keliatan tau. malah gue sangka loe tadi baju melayang karna sangking gak nampaknya wujud loe" kata ify gak kalah nyolot dari rio
"eh buset ni anak! nampaknya mau cari ribut ni sama gue. eh nensi, siapa loe ngata-ngatain gue item" kata rio emosi
"woi nama gue tu ify tau, bukan nensi. loe budek ya"
"so, gue peduli gitu sama nama loe. Yang jelas, gue tau loe itu nensi, alias nenek sihir"kata rio ketus
"sialan loe item, pakai ngata-ngatain gue nenek sihir lagi. dasar loe jelangkung jelek!"
"nensi galak"
"baju melayang"
"lo pikir gue setan!!!?"
"emang.baru nyadar lo.kasian banget sih idup lo"
"dasar maling"
"eh....ngapai loe pakai kata-katain gue maling. loe tu yang maling, nama belakang loe kan ada kata malingnya"
"enak aja loe ngomong. nama belakang gue tu haling bukan maling begok. loe tu yang maling, gigi loe aja pakai di kawat-kawat kayak gitu, apalagi kalau bukan maling namanya!"
"kawat...kawat....! ini namanya behel tau. dasar jelangkung norak"
"loe kampungan"balas rio karna ia tidak terima dikatain norak
"loe yang kampungan"
"loe"
"loe"
"loe"
"loe"
"loe"
"STOP!!!!!!! sakit telinga gue dengar bacot loe berdua" teriak alvin
"dia duluan nih kak yang ngajakin ribut gue" ify langsung kicep dengar alvin mara-marah. dari dulu ify memang takut kalau alvin udah marah.
"yo...loe udah kenal sama ify?" tanya alvin pada rio
"tar deh gue ceritain, kenapa gue bisa kenal sama ni anak rese"
"udah de yo....loe jangan mulai lagi.tar kalau ketaun sama guru BP kita semua bisa kena hukum" kata gabriel menengahi
“Dengarin tuh kata kak gabriel” kata ify membenarkan kata gabriel barusan.
"eh iya kak, kenalin nih sohib-sohib baru gue. via,shilla,agni kenalin ini kak alvin dan sohih-sohibnya"
sivia, shilla, dan agni hanya diam saja dan tidak menghiraukan perkataan ify barusan, mereka bertiga hanya menatap alvin, gabriel, dan cakka dengan aura kebencian. begitu juga dengan alvin dkk.
"eh buset dah, kok pada diem aja, salaman dong?" kata ify kepada sivia, shilla, agni, alvin, gabriel, dan cakka
"GAK SUDI KITA SALAMAN SAMA MEREKA" kata sivia, shilla, agni, alvin, gabriel, dan cakka kompak. ify hanya bisa cengo melihat reaksi sahat-sahabatnya itu
"sebenarnya mereka semua kenapa sih" batin ify
*bersambung.........*
Jumat, 17 September 2010
Kamis, 16 September 2010
Cinta Sejati Untuk 4 Sahabat *part 2*
"Ify......ada apaan sih! Malam-malam teriak-teriak gak jelas gitu" ucap mama ify yang panik gara-gara mendengar teriakan putrinya barusan.
"Iiiii...iiii...itu ma, di depan ada hantu jelangkung" ucap ify gemetaran gara-gara dia shock melihat siapa tamu yang datang kerumahnya barusan.
"Ah...kamu ini ada-ada aja fy, pasti kamu kebanyakan nonton film horor, makanya kamu jadi ngaur begini. Awas kamu dari pintu, biar mama liat siapa tamunya" mama ifypun segera membuka pintu rumahnya.
"Slamat malam tante, nama saya rio, rumah saya ada di sebelah rumah tante. Saya cuma mau mengantarkan titipan dari mama saya buat tante sekeluarga" riopun menyerahkan barang yang dibawanya sedari tadi kepada mama ify.
"Oh........nama kamu rio ya, ayo silahkan masuk"
"Iya tante, Permisi......" riopun masuk kedalam rumah ify.
"OH GOD!!! Dia kan cowok resek yang ada di mimpi gue. Ngapain dia ada di rumah gue. Pakai acara belagak jadi anak manis di depan mama lagi, dasar carmuk. Pengen gue bejek-bejek deh tu tampangnya" ify memaki-maki sang tamu tersebut di dalam hatinya dan menatapnya dengan penuh kebencian.
"ngapain tu cewek liatin gue kayak gitu, bukannya minta ma’af sama gue atas penyambutan yang tidak menyenangkan tadi” batin rio.rio membalas tatapan tidak bersahabat dari ify *cieeeeeeeeeee...main tatapan ni ceritanya*
“ify, masa anak seganteng rio kamu bilang jelangkung sih, gak sopan tau!” kata mama ify sambil menyuruh rio duduk di ruang tamu
“WHAT GANTENG!!! Mama bilang ni cowok ganteng. Wah udah di pelet ni mama gue sama setan jelangkung satu ini”batin ify.
“emang kayak jelangkungkan ma.....coba aja liat, tubuhnya kurus gitu kayak lidi" ucap ify santai dan cueknya (ma’af ya RISE, just in story)
“sialan ni cewek ngata-ngatain gue jelangkung, untung gue anak yang tau tata krama dan sopan santun, kalau gak abis ni anak gue cincang-cincang.” Batin rio
“hussss............kamu yang sopan dong fy sama tamu. Kamu itu harus.......blablablablablablablablabla" dan mama ify menceramahi ify habis-habisan di depan rio.
“wueekkkkkkkkkkk :p" rio meleletkan lidahnya ke arah ify. Melihat rio mengejakknya, ify menjadi sangat emosi, dan ia kehilangan kesabarannya, diapun melepaskan sendal rumah yang ia kenakan dan bermasud untuk melempar sendal itu kearah rio. Tapi perbuatan ify tersebut berhasil dilihat oleh mamanya dan terjadilah salah paham antara ibu dan anak tersebut.Mama ifypun jadi emosi
“IFY!!!!! KAMU MAU MELAWAN MAMA YA!!!!”
"E......eng........gak kok ma" kata ify dengan suara terbata-bata karna takut.
"trus apa maksud kamu ngangkat sandal kamu, kamu mau lempar mama pakai sandal!!!"
"E......enggak kok ma, ini sandal buat ngu.....ngusir ti.......tikus ma, Iya benaran ma buat ngusir tikus" jawab ify ngaco. Mama ify hanya bisa geleng-geleng kepala liat tingkah anak perempunnya itu. Sementara rio sebisa mungkin menahan ketawanya di depan mama ify, dan ternyata ada satu orang lagi yang menyaksikan kejadian itu, orang itu adalah deva yang sekarang sedang ngakak kesetanan di ruang keluarga. sementara ify hanya bisa menundukkan kepalanya, karna ia merasa menjadi orang yang sangat bodoh saat ini.
“ya udah deh tan, udah malam, rio balik pulang dulu ya tan.”
“Ooooo....ya udah,tante minta ma'af ya nak rio atas kelakuan anak tante tadi sama kamu dan sampaikan rasa terima kasih tante ya sama mama kamu ya io”
"iya tante, nanti rio sampaikan. rio pulang dulu ya tante, selamat malam." rio pun pulang ke rumahnya. ify sangat kesal karna malam ini ia dimarahi habis-habisan oleh sang mama.ifypun langsung menuju kamarnya dan segera tidur.
*keesokan paginya*
kring...kring....kring......kring..........Bunyi jam weker ify begitu memekakkan telinga, tapi anehnya si empunya tetap terlelap dalam tidurnya.
"Woi kak ify cepatan bangun!!! Tar kita kesekolahnya telat!" kata deva sambil menggedor-gedor pintu kamar ify.
"Iya dev...........gue udah bangun, Pergi lo sono bikin sakit telinga gue aja lo, teriak-teriak di depan kamar gue!" ucap ify sambil menuju kamar mandi yang ada di kamarnya. Setelah memastikan kakaknya sudah bangun, deva pun segera turun kebawah untuk sarapan bersama keluarganya. 30 menit kemudian ify sudah siap dengan seragam sma barunya yang telah disediakan sebelumnya oleh sang mama.setelah semua persiapannya beres, ia pun segera turun kebawah untuk sarapan.
"Lo tu ya kak, kalau tidur udah kayak orang mati tau gak, susah banget banguninnya. Bikin susah gue aja lo" ucap deva kesel kepada ify yang baru duduk di kursinya.
"yeee.........sewot aja lo, makan aja tu makanan lo, ngapain lo pakai acara ceramahin gue pagi-pagi, mau cari ribut lo sama gue!" kata ify sewot kepada deva sambil mengoleskan selai coklat ke rotinya. Setiap pagi memang sudah menjadi ritual wajib bagi ify & deva untuk adu mulut sebelum berangkat sekolah.
"udah-udah....cepat habiskan sarapan kalian, tar kalian telat pergi kesekolahnya, tu pak oni udah nungguin kalian dari tadi!" kata mama ify menengahi pertengkaran yang terjadi antara ify & deva.
"ma ify berangkat sekolah dulu ya?" ify segera berdiri dari kursinya dan cipika cipiki sama mamanya, Lalu ia segera berlari ke arah mobil honda jazz merah yang sudah terparkir di depan rumahnya.
"Deva!!! cepetan, tar gue telat ni." teriak ify dari depan rumahnya.
"ma deva berangkat sekolah dulu ya?" deva pun segera berlari ke depan rumahnya. Ify dan devapun pergi ke sekolah di antar sama pak oni. 30 menit kemudian, honda jazz milik keluarga ify telah sampai di depan sekolah deva. Devapun segera turun dari mobil. Lalu sopir ify langsung tancap gas menuju sma Dharma Yudha.
#########
Teeettt....teett......Bel sma Dharma Yudha pun berbunyi. Para siswa & siswinya pun masuk ke kelasnya masing-masing.
"Anak-anak ibu mohon perhatiannya sebentar. Hari ini kita bakalan kedatangan siswi baru, ia pindahan dari bandung. Jadi ibuk harap kalian bisa berteman baik dengan dia" kata ibu winda selaku wali kelas X_3.
“ibuk murid barunya cewek atau cowok" tanya lintar kepada bu winda.
“ woi lintar, lo o’on banget ya, udah jelas- jelas tadi bu winda bilang murid barunya seorang siswi, ya pasti ceweklah.......makanya kalau punya telinga tu di pakai, jangan rambut lo yang kayak landak itu aja lo urusin” *sorry d’linstar* kata seorang gadis berabut panjang yang bernama shilla. Mendengar jawaban shilla barusan, sontak seluruh siswa tertawa.
“sudah!!!sudah!!! kalian semua diam” bu winda pun segera memanggil murid baru yang ada di depan kelas X_3.
“ayo alyssa silahkan masuk?" perintah buk winda kepada murid baru tersebut.
"Nah sekarang silahkan kamu memperkenalkan diri kamu kepada temen-teman baru kamu”kata bu wida pada murid baru tersebut
“perkenalkan nama saya alyssa saufika umari, tapi kalian cukup manggil saya ify, saya pindahan dari bandung” ifypun selesai memperkenalkan dirinya di depan kelas
“ify, sekarang kamu duduk di bangku kosong sebelah sivia itu ya” kata bu winda kepada ify sambil menunjuk kearah sivia. Ifypun berjalan kearah bangku yang dimaksud bu winda tadi.
"anak-anak sekarang ibuk tidak bisa mengajar kalian, karena guru-guru akan mengadakan rapat”
“HOREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE” semua siswa berteriak kegirangan karena hari ini bu winda yang killer tidak mengajar di kelas mereka.
“ Tapi ingat!!!! Kalaupun ibuk tidak mengajar hari ini, tapi kalian tetap akan ibuk kasih tugas dan tugas itu harus dikumpul hari ini juga” kata bu winda kepada semua siswa kelas X_3
“yahhhhhhhhhhhhhhhh.....ibukkkkkkkkkkkkkkkk” semua siswa menjadi tidak semangat setelah mendengar kata-kata bu winda barusan, bu windapun segera menuju ruang guru untuk mengikuti rapat.
* di tempat duduk ify*
"hy ify, nama gue sivia azizah, lo cukup panggil gue via aja. Nah ini teman-teman gue, yang rambutnya panjang itu namanya shilla, dan cewek manis yang gayanya tomboi itu namanya agni" sivia memperkenalkan shilla & agni kepada ify yang duduk di belakang bangkunya dan sivia.
"hy ify" kata shilla dan agni bersamaan menyapa ify.
"hy juga" kata ify kepada mereka sambil memperlihatkan senyuman manisnya pada teman-teman barunya tersebut.
*jam istirahat di smp Dharma Yudha*
“woi.....deva, nape lo ngelamun aja, kesambet ya lo?” kata ray sambil menepuk pundak deva. Ray adalah teman baru deva, mereka duduk sebangku. Hari ini deva sekolah di sekolah barunya. Dan dia juga sudah mendapatkan sohib-sohib yang sangat baik, malah dia sudah membentuk genk bersama sohib-sohib barunya tersebut. Nama gank deva tersebut adalah DOR, yang terdiri dari cowok-cowok imut dan cakep yang diidolakan para siswi di smp Dharma Yudha. Mereka adalah deva,ozy dan ray #hebat ni si deva, baru masuk sekolah aja udah punya genk dan fans#
“woiiiiiiii........gondrong........sakit tau!” kata deva kepada ray, karna ia merasa kesakitan gara-gara pundaknya dipukul sama ray.
“alahhhhhhhh............cemen banget sih lo dep, gue pukul dikit aja dah kesakitan.”
“lo tu ganggu gue aja sih ray, gue lagi ngeliatin bidadari dari khayangan ni” protes deva pada ray
“hah..............bidadari, mana-mana?” ray pun mencari-cari sosok yang dimaksudkan deva barusan.
“itu, tu......yang duduk di depan sambil ketawa. Sumpah ray, manis banget tu cewek”
“ah.....lo gila ya dev, itukan gebetannya si ozy, masa lo mau nikam temen lo sendiri sih”
“HAH..........sumpah lo ray”kata deva ke pada ray, dia sangat terkejut mendengar perkataan ray barusan.
*Sma Dharma Yudha*
sekarang waktunya jam istirahat. Semua siswa pada sibuk dengan kegiatannya masing-masing, ada yang main basket, ke kantin, perpus, dll. Ify dkk lagi duduk di depan kelasnya. Mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Shilla & sivia sibuk dengan BB-nya, agni asyik dengan bola basketnya, ify terus memperhatikan lapangan basket yang ramai banget oleh para siswa, terutama sama murid ceweknya yang teriak-teriak gak jelas.
"eh...eh...itu ada apaan sih di lapangan basket, kok kayaknya heboh banget?" Ify gak peduli pertanyaannya barusan ia tujukan buat siapa, ia hanya berharap salah satu dari sohib-sohib barunya tersebut ada yang akan menjawab.
"oh..............itu, biasalah fy, the most wanted boys sekolahan ini pada tebar pesona. Cuekin aja!" kata shilla jutek dan masih tetap fokus sama BB-nya. Sivia dan agni hanya menganggukkan kepalanya membenarkan kata-kata shilla barusan.
"emang mereka segitu kerennya ya, sampai cewek-cewek heboh gitu?" kata ify pada sohib-sohibnya.
"kalau menurut kita sih, mereka itu biasa-biasa aja, malah ya, menurut gue mereka tu biang rusuh sekolah ini. Gak tau deh gue tu cewek-cewek kok pada klepek-klepek sama mereka. Kalau menurut gue tu cowok-cowok pakai pelet deh, makanya banyak fansnya kayak gitu. Kalau kita mah OGAH suka sama mereka" terang agni panjang lebar sama ify.
"BETUL!!!" ucap sivia & shilla berbarengan.
"Oooo...jadi mereka itu cowok-cowok idola di sekolahan ini ya?" kata ify yang masih fokus ke arah lapangan yang penuh dengan fans-fans para the most wanted boys sekolah barunya itu. Ify gak tau tampang-tampang para idola tersebut seperti apa, karena para fans mereka menghalangi penglihatan ify. para idola yang begitu digilai oleh kaum hawa sma dharma yudha tersebut pun selesai bermain basket. Mereka pun pergi ke pinggir lapangan untuk istirahat.
"eh......itu kayak kakak gue deh??? eh iya benar itu kan kakak gue" ify pun berlari ke arah lapangan.
"eh...fy...fy...lo mau ke mana?" teriak shilla,sivia,agni bersamaan. Merekapun langsung mengejar ify dari belakang.
“kak.......kakak......”panggil ify ke arah 4 cowok yang sedang istirahat di pinggir lapangan basket tersebut.
*bersambung*
"Iiiii...iiii...itu ma, di depan ada hantu jelangkung" ucap ify gemetaran gara-gara dia shock melihat siapa tamu yang datang kerumahnya barusan.
"Ah...kamu ini ada-ada aja fy, pasti kamu kebanyakan nonton film horor, makanya kamu jadi ngaur begini. Awas kamu dari pintu, biar mama liat siapa tamunya" mama ifypun segera membuka pintu rumahnya.
"Slamat malam tante, nama saya rio, rumah saya ada di sebelah rumah tante. Saya cuma mau mengantarkan titipan dari mama saya buat tante sekeluarga" riopun menyerahkan barang yang dibawanya sedari tadi kepada mama ify.
"Oh........nama kamu rio ya, ayo silahkan masuk"
"Iya tante, Permisi......" riopun masuk kedalam rumah ify.
"OH GOD!!! Dia kan cowok resek yang ada di mimpi gue. Ngapain dia ada di rumah gue. Pakai acara belagak jadi anak manis di depan mama lagi, dasar carmuk. Pengen gue bejek-bejek deh tu tampangnya" ify memaki-maki sang tamu tersebut di dalam hatinya dan menatapnya dengan penuh kebencian.
"ngapain tu cewek liatin gue kayak gitu, bukannya minta ma’af sama gue atas penyambutan yang tidak menyenangkan tadi” batin rio.rio membalas tatapan tidak bersahabat dari ify *cieeeeeeeeeee...main tatapan ni ceritanya*
“ify, masa anak seganteng rio kamu bilang jelangkung sih, gak sopan tau!” kata mama ify sambil menyuruh rio duduk di ruang tamu
“WHAT GANTENG!!! Mama bilang ni cowok ganteng. Wah udah di pelet ni mama gue sama setan jelangkung satu ini”batin ify.
“emang kayak jelangkungkan ma.....coba aja liat, tubuhnya kurus gitu kayak lidi" ucap ify santai dan cueknya (ma’af ya RISE, just in story)
“sialan ni cewek ngata-ngatain gue jelangkung, untung gue anak yang tau tata krama dan sopan santun, kalau gak abis ni anak gue cincang-cincang.” Batin rio
“hussss............kamu yang sopan dong fy sama tamu. Kamu itu harus.......blablablablablablablablabla" dan mama ify menceramahi ify habis-habisan di depan rio.
“wueekkkkkkkkkkk :p" rio meleletkan lidahnya ke arah ify. Melihat rio mengejakknya, ify menjadi sangat emosi, dan ia kehilangan kesabarannya, diapun melepaskan sendal rumah yang ia kenakan dan bermasud untuk melempar sendal itu kearah rio. Tapi perbuatan ify tersebut berhasil dilihat oleh mamanya dan terjadilah salah paham antara ibu dan anak tersebut.Mama ifypun jadi emosi
“IFY!!!!! KAMU MAU MELAWAN MAMA YA!!!!”
"E......eng........gak kok ma" kata ify dengan suara terbata-bata karna takut.
"trus apa maksud kamu ngangkat sandal kamu, kamu mau lempar mama pakai sandal!!!"
"E......enggak kok ma, ini sandal buat ngu.....ngusir ti.......tikus ma, Iya benaran ma buat ngusir tikus" jawab ify ngaco. Mama ify hanya bisa geleng-geleng kepala liat tingkah anak perempunnya itu. Sementara rio sebisa mungkin menahan ketawanya di depan mama ify, dan ternyata ada satu orang lagi yang menyaksikan kejadian itu, orang itu adalah deva yang sekarang sedang ngakak kesetanan di ruang keluarga. sementara ify hanya bisa menundukkan kepalanya, karna ia merasa menjadi orang yang sangat bodoh saat ini.
“ya udah deh tan, udah malam, rio balik pulang dulu ya tan.”
“Ooooo....ya udah,tante minta ma'af ya nak rio atas kelakuan anak tante tadi sama kamu dan sampaikan rasa terima kasih tante ya sama mama kamu ya io”
"iya tante, nanti rio sampaikan. rio pulang dulu ya tante, selamat malam." rio pun pulang ke rumahnya. ify sangat kesal karna malam ini ia dimarahi habis-habisan oleh sang mama.ifypun langsung menuju kamarnya dan segera tidur.
*keesokan paginya*
kring...kring....kring......kring..........Bunyi jam weker ify begitu memekakkan telinga, tapi anehnya si empunya tetap terlelap dalam tidurnya.
"Woi kak ify cepatan bangun!!! Tar kita kesekolahnya telat!" kata deva sambil menggedor-gedor pintu kamar ify.
"Iya dev...........gue udah bangun, Pergi lo sono bikin sakit telinga gue aja lo, teriak-teriak di depan kamar gue!" ucap ify sambil menuju kamar mandi yang ada di kamarnya. Setelah memastikan kakaknya sudah bangun, deva pun segera turun kebawah untuk sarapan bersama keluarganya. 30 menit kemudian ify sudah siap dengan seragam sma barunya yang telah disediakan sebelumnya oleh sang mama.setelah semua persiapannya beres, ia pun segera turun kebawah untuk sarapan.
"Lo tu ya kak, kalau tidur udah kayak orang mati tau gak, susah banget banguninnya. Bikin susah gue aja lo" ucap deva kesel kepada ify yang baru duduk di kursinya.
"yeee.........sewot aja lo, makan aja tu makanan lo, ngapain lo pakai acara ceramahin gue pagi-pagi, mau cari ribut lo sama gue!" kata ify sewot kepada deva sambil mengoleskan selai coklat ke rotinya. Setiap pagi memang sudah menjadi ritual wajib bagi ify & deva untuk adu mulut sebelum berangkat sekolah.
"udah-udah....cepat habiskan sarapan kalian, tar kalian telat pergi kesekolahnya, tu pak oni udah nungguin kalian dari tadi!" kata mama ify menengahi pertengkaran yang terjadi antara ify & deva.
"ma ify berangkat sekolah dulu ya?" ify segera berdiri dari kursinya dan cipika cipiki sama mamanya, Lalu ia segera berlari ke arah mobil honda jazz merah yang sudah terparkir di depan rumahnya.
"Deva!!! cepetan, tar gue telat ni." teriak ify dari depan rumahnya.
"ma deva berangkat sekolah dulu ya?" deva pun segera berlari ke depan rumahnya. Ify dan devapun pergi ke sekolah di antar sama pak oni. 30 menit kemudian, honda jazz milik keluarga ify telah sampai di depan sekolah deva. Devapun segera turun dari mobil. Lalu sopir ify langsung tancap gas menuju sma Dharma Yudha.
#########
Teeettt....teett......Bel sma Dharma Yudha pun berbunyi. Para siswa & siswinya pun masuk ke kelasnya masing-masing.
"Anak-anak ibu mohon perhatiannya sebentar. Hari ini kita bakalan kedatangan siswi baru, ia pindahan dari bandung. Jadi ibuk harap kalian bisa berteman baik dengan dia" kata ibu winda selaku wali kelas X_3.
“ibuk murid barunya cewek atau cowok" tanya lintar kepada bu winda.
“ woi lintar, lo o’on banget ya, udah jelas- jelas tadi bu winda bilang murid barunya seorang siswi, ya pasti ceweklah.......makanya kalau punya telinga tu di pakai, jangan rambut lo yang kayak landak itu aja lo urusin” *sorry d’linstar* kata seorang gadis berabut panjang yang bernama shilla. Mendengar jawaban shilla barusan, sontak seluruh siswa tertawa.
“sudah!!!sudah!!! kalian semua diam” bu winda pun segera memanggil murid baru yang ada di depan kelas X_3.
“ayo alyssa silahkan masuk?" perintah buk winda kepada murid baru tersebut.
"Nah sekarang silahkan kamu memperkenalkan diri kamu kepada temen-teman baru kamu”kata bu wida pada murid baru tersebut
“perkenalkan nama saya alyssa saufika umari, tapi kalian cukup manggil saya ify, saya pindahan dari bandung” ifypun selesai memperkenalkan dirinya di depan kelas
“ify, sekarang kamu duduk di bangku kosong sebelah sivia itu ya” kata bu winda kepada ify sambil menunjuk kearah sivia. Ifypun berjalan kearah bangku yang dimaksud bu winda tadi.
"anak-anak sekarang ibuk tidak bisa mengajar kalian, karena guru-guru akan mengadakan rapat”
“HOREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE” semua siswa berteriak kegirangan karena hari ini bu winda yang killer tidak mengajar di kelas mereka.
“ Tapi ingat!!!! Kalaupun ibuk tidak mengajar hari ini, tapi kalian tetap akan ibuk kasih tugas dan tugas itu harus dikumpul hari ini juga” kata bu winda kepada semua siswa kelas X_3
“yahhhhhhhhhhhhhhhh.....ibukkkkkkkkkkkkkkkk” semua siswa menjadi tidak semangat setelah mendengar kata-kata bu winda barusan, bu windapun segera menuju ruang guru untuk mengikuti rapat.
* di tempat duduk ify*
"hy ify, nama gue sivia azizah, lo cukup panggil gue via aja. Nah ini teman-teman gue, yang rambutnya panjang itu namanya shilla, dan cewek manis yang gayanya tomboi itu namanya agni" sivia memperkenalkan shilla & agni kepada ify yang duduk di belakang bangkunya dan sivia.
"hy ify" kata shilla dan agni bersamaan menyapa ify.
"hy juga" kata ify kepada mereka sambil memperlihatkan senyuman manisnya pada teman-teman barunya tersebut.
*jam istirahat di smp Dharma Yudha*
“woi.....deva, nape lo ngelamun aja, kesambet ya lo?” kata ray sambil menepuk pundak deva. Ray adalah teman baru deva, mereka duduk sebangku. Hari ini deva sekolah di sekolah barunya. Dan dia juga sudah mendapatkan sohib-sohib yang sangat baik, malah dia sudah membentuk genk bersama sohib-sohib barunya tersebut. Nama gank deva tersebut adalah DOR, yang terdiri dari cowok-cowok imut dan cakep yang diidolakan para siswi di smp Dharma Yudha. Mereka adalah deva,ozy dan ray #hebat ni si deva, baru masuk sekolah aja udah punya genk dan fans#
“woiiiiiiii........gondrong........sakit tau!” kata deva kepada ray, karna ia merasa kesakitan gara-gara pundaknya dipukul sama ray.
“alahhhhhhhh............cemen banget sih lo dep, gue pukul dikit aja dah kesakitan.”
“lo tu ganggu gue aja sih ray, gue lagi ngeliatin bidadari dari khayangan ni” protes deva pada ray
“hah..............bidadari, mana-mana?” ray pun mencari-cari sosok yang dimaksudkan deva barusan.
“itu, tu......yang duduk di depan sambil ketawa. Sumpah ray, manis banget tu cewek”
“ah.....lo gila ya dev, itukan gebetannya si ozy, masa lo mau nikam temen lo sendiri sih”
“HAH..........sumpah lo ray”kata deva ke pada ray, dia sangat terkejut mendengar perkataan ray barusan.
*Sma Dharma Yudha*
sekarang waktunya jam istirahat. Semua siswa pada sibuk dengan kegiatannya masing-masing, ada yang main basket, ke kantin, perpus, dll. Ify dkk lagi duduk di depan kelasnya. Mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Shilla & sivia sibuk dengan BB-nya, agni asyik dengan bola basketnya, ify terus memperhatikan lapangan basket yang ramai banget oleh para siswa, terutama sama murid ceweknya yang teriak-teriak gak jelas.
"eh...eh...itu ada apaan sih di lapangan basket, kok kayaknya heboh banget?" Ify gak peduli pertanyaannya barusan ia tujukan buat siapa, ia hanya berharap salah satu dari sohib-sohib barunya tersebut ada yang akan menjawab.
"oh..............itu, biasalah fy, the most wanted boys sekolahan ini pada tebar pesona. Cuekin aja!" kata shilla jutek dan masih tetap fokus sama BB-nya. Sivia dan agni hanya menganggukkan kepalanya membenarkan kata-kata shilla barusan.
"emang mereka segitu kerennya ya, sampai cewek-cewek heboh gitu?" kata ify pada sohib-sohibnya.
"kalau menurut kita sih, mereka itu biasa-biasa aja, malah ya, menurut gue mereka tu biang rusuh sekolah ini. Gak tau deh gue tu cewek-cewek kok pada klepek-klepek sama mereka. Kalau menurut gue tu cowok-cowok pakai pelet deh, makanya banyak fansnya kayak gitu. Kalau kita mah OGAH suka sama mereka" terang agni panjang lebar sama ify.
"BETUL!!!" ucap sivia & shilla berbarengan.
"Oooo...jadi mereka itu cowok-cowok idola di sekolahan ini ya?" kata ify yang masih fokus ke arah lapangan yang penuh dengan fans-fans para the most wanted boys sekolah barunya itu. Ify gak tau tampang-tampang para idola tersebut seperti apa, karena para fans mereka menghalangi penglihatan ify. para idola yang begitu digilai oleh kaum hawa sma dharma yudha tersebut pun selesai bermain basket. Mereka pun pergi ke pinggir lapangan untuk istirahat.
"eh......itu kayak kakak gue deh??? eh iya benar itu kan kakak gue" ify pun berlari ke arah lapangan.
"eh...fy...fy...lo mau ke mana?" teriak shilla,sivia,agni bersamaan. Merekapun langsung mengejar ify dari belakang.
“kak.......kakak......”panggil ify ke arah 4 cowok yang sedang istirahat di pinggir lapangan basket tersebut.
*bersambung*
Langganan:
Postingan (Atom)