maaf ya semua, karna kelamaan ngepost ..........
kini hari telah senja, mataharipun telah menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik.sekarang ify telah sampai di depan pagar rumahnya bersama seorang pemuda sipit berkulit putih yang masih mengenakan seragam sekolah sma dharma yudha lengkap dengan tas ransel yang masih tersandang di punggungnya. Merekapun turun dari motor ninja merah milik pemuda bermata sipit tersebut dan melangkahkan kaki menuju rumah berlantai 2 yang kini ada dihadapan mereka.
“via,shilla,agni?!” ify begitu kaget ketika ia melihat ketiga sosok sabatnya kini tengah duduk disebuah kursi panjang di teras rumahnya dengan muka tertunduk lesu.wajah shilla dan agni yang sedari tadi tak bersemangat, langsung sirna setelah melihat orang yang mereka tunggu berjam-jam kini telah ada di depan mereka. Ada perasaan bahagia yang tersirat dari senyum ramah yang mereka tujukan kepada sang pemilik rumah.namun ekspresi bahagia yang ditunjukkkan shilla dan agni bertolak belakang dengan apa yang kini dirasakan sivia. Gadis cantik itu kini merasa bingung sekaligus sedih. Bingung karna tak tau harus mulai dari mana ia bicara dan sedih bila mengingat omongan kasarnya terhadap ify saat disekolah tadi
“hai.” Kata ify kaku menyapa sivia yang kini menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan olehnya.
Dengan emosi yang tak bisa ia tahan lagi, sivia memeluk ify disertai dengan butiran-butiran bening yang mengalir di wajahnya
“ma’afin gue fy......, gak seharusnya gue ngomong sekasar tadi sama lo disekolah.gue.....gue.....”
“lo gak salah vi. Semuanya udah terjadi. Lo gak perlu nyalahin diri lo sendiri.tanpa lo minta pun, gue udah ma’afin lo kok.hapus air mata lo.gue gak suka liat sahabat gue nangis.” Kata ify memotong pembicaraaan via.siviapun melepaskan pelukannya dan segera menghapus air matanya.
“yesss........, jadi dua sahabat gue yang cantik ini udah baikan nih ceritanya?”kata agni sambil merangkul pundak sivia dan ify.sivia dan ify mengangguk sambilk tersenyum sebagai jawaban atas pertanyaan agni barusan
“sahabat untuk selamanya!”kata shilla sambil menjulurkan tangan kanannya kedepan dan merentangkan kelima ruas jari tangannya.
“sahabat untuk selamanya.”kata ify, sivia,dan agni mengikuti apa yang dilakukan shilla tadi.dimulai dari ify yang meletakkakn tangan kanannnya di atas tangan shilla, lalu disusul oleh sivia dan agni.dan secara bersama-sama mereka mengangkat tangan mereka keatas disertai dengan teriakan “YEAHHHHH”.sementara alvin hanya bisa tersenyum melihat kecerian 4 sahabat itu.setelah masalahnya dengan ify selesai, siviapun kini melangkahkan kakinya menuju ketempat alvin ,dengan perasaan ragu, sivia tetap memantapkan langkahnya berjalan lurus ke arah cowok yang kini tengah berpakaian seragam sekolah sma dharma yudha. celana kotak-kotak panjang berwarna merah, disertai warna putih untuk tiap-tiap tepian garis kotak-kotaknya dan Baju kemeja putih polos berlengan pendek lengkap dengan dasi yang berwarna senada dengan bagian celananya.
“sorry” meskipun sivia hanya mengucapkan satu kata sederhana itu. Tapi tampak jelas bahwa gadis itu benar-benar dihantui perasaan bersalah dan berharap cowok di hadapannya ini mau menerima permintaan ma’afnya barusan.
“ngak perlu?!“ kata alvin dingin
Siviapun menarik nafas dalam-dalam untuk mengatur emosinya. Jangan sampai emosinya merusak semua yang telah ia korbankan hari ini, waktu dan rasa gengsi yang harus ia tekan dalam-dalam demi mengucapkan kata ma’af untuk rival sejatinya yang tengah ada dihadapannya saat ini. “gue minta ma’af atas kejadian disekolah tadi,atas sikap dan perkataan gue yang udah bikin lo sakit hati” ucapnya kembali,berharap kali ini alvin mau menerima permintaan maafnya
“lo minta ma’af sama orang yang salah. Bukan sama gue harusnya lo minta ma’af, tapi sama nyokap gue.kalau memang permintaan ma’af lo barusan itu tulus , lo datang aja ke tempat nyokap gue di pemakaman umum pondok sari”kata alvin sembari memasukkan kedua tangannya ke saku celana miliknya dan berjalan ke dalam rumah ify, meninggalkan sivia yang masih diam membisu setelah mendengar perkataan alvin barusan.
Ifypun menepuk pelan bahu sivia dari arah belakang “loe jangan tersinggung sama kata-kata kak alvin barusan ya vi. Gue juga mohon sama lo, lo jangan benci kak alvin ya” pinta ify pada sivia
Sivia mengangguk “ lo tenang aja, gue gak masukin hati kok perkataannya barusan. Dia bersikap kayak gitu sama gue,karna gue juga yang salah.kata-kata gue tentang nyokapnya disekolah tadi memang udah keterlaluan.anak mana sih yang gak bakalan sakit hati kalau nyokap yang paling disayanginya di jelek-jelekin sama orang lain.gue bisa terima kok kalau sekarang dia belum mau nerima permintaan ma’af gue ke dia, tapi gue gak akan benci dia karna hal ini kok.pokoknya gue gak bakalan nyerah sampai dia bisa terima permintaan ma’af gue ke dia” ify hanya bisa tersenyum mendengar perkataan sahabatnya barusan.
“gue sama anak-anak balik dulu ya, udah sore ni” pamit sivia pada ify. Sivia,shilla dan agnipun berjalan ke mobil jazz biru milik shilla.shillapun menggas mobilnya menunggalkan rumah ify.
Saat ify memasuki rumahnya,ia melihat alvin sedang tiduran di pangkuan mamanya dengan tubuh terjulur di atas sofa ruang tamu .sekali-kali tampak tangan lembut milik nyokapnya tengah memijat-mijat pelan kening alvin dengan penuh rasa kasih sayang, layaknya kasih sayang seorang ibu pada anak kandungnya sendiri.
“Hmmmmm....kumat deh penyakit manja lo sama nyokap gue kak,bikin gue ngiri aja lo.perasaan nyokap gue gak pernah deh mijat-mijat kening gue selembut apa yang dia lakuin sekarang sama lo”ify pura-pura merajuk pada alvin. Sementara mama gina hanya tersenyum mendengar celotehan anak sulungnya itu.
“yaelah fy, sirik aja lo sama gue. Sekali-kali juga gue bisa kayak gini sama tante gina, masa iya sih lo larang. Kejem benar lo sama gue”kata alvin dengan mata tertutup
“gue kan cuma becanda kak, lo jangan nanggepinya serius kayak gitu dong, kan kesannya gue jadi orang yang jahat banget sama lo
“udah-udah.kamu ini fy, gak deva, nak rio, sekarang alvinpun kamu ajakin ribut” kata mama kepada ify
“ngeeekkkkk, kenapa mama bawa-bawa si tetangga nyebelin itu sih ma.ify gak bakalan cari ribut sama tu anak rese, kalau bukan dia yang duluan cari gara-gara sama ify”protes ify
Mama gina mengacuhkan perkataan ify barusan.dia kembali fokus pada alvin “kamu mau kesini kenapa gak kasih kabar sama tante vin, kalau tante tau kamu bakalan main kesini, tante pasti bakalan nyiapin bahan-bahan masakan untuk masak makanan kesukaan kamu”tanya mama gina dengan tangan yang masih memijat lembut kening alvin.tak ada jawaban dari alvin, Mama gina dan ifypun mengalihkan perhatian mereka ke wajah tampan cowok tersebut.
“yeeeee.....dasar kak alvin.diajakin ngomong dia malah tidur.kak alvin....kak alvin.ckckckckckc” ify menggeleng-gelengkan kepalanya.
“mungkin dia kecapean fy, sana gih kamu ambil bantal buat alvin” perintah mama.ifypun pergi kekamarnya yang terletak di lantai dua untuk mengambilkan bantal buat alvin.tak lama kemudian ia kembali dengan sebuah bantal di tangannya dan memberikan bantal itu kepada mamanya.dengan hati-hati, mama gina mengangkat kepala alvin dengna menggunakan tangan kanannya, sementara tangan kirinya meletakkan bantal yang di berikan ify tadi di bawah kepala alvin.
“kak alvin kalau lagi tidur damai banget keliatannya ya ma, kayak malaikat. Ify foto ah, buat kenang-kenangan” ifypun mengeluarkan handphone dari saku celananya dan ia mulai mengambil gambar alvin yang sedang tidur dari camera handphonenya.
“mama tinggal dulu ya, kamu jagain alvin,jangan ribut, nanti dia bangun. Biarkan dia istirahat”
“rebes maaaaa” jawab ify. Mama ginapun meninggalkan ify dan alvin di ruang tamu. beliaupun pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
*malan hari di rumah ify*
Malan ini kediaman rumah ify lagi didatangi oleh cucu-cucu adam dan hawa yang bernama ray,keke,rio dan tentunya alvin.kehadiran keke pada malan minggu ini di rumah ify tentu saja karna dia ingin belajar main piano sama ify.kalau rio, tak jauh beda dengan maksud kedatangan keke.bedanya, kalau keke diajarin ify buat main piano,rio justul harus mengajari ify bermain gitar.kalau alvin, dia sedang menginap di rumah ify,mengingat besok adalah hari minggu,makanya dia memutuskan untuk menginap.sedangkan ray datang cuma untuk bermain ps bersama deva,itung-itung buat ngehabisin waktu malam minggunya yang sepi kelabu. Awalnya deva melarang keras ray buat datang ke rumahnya,ray pasti akan merusak kegiatan pentingnya malam ini,apalagi kalau bukan untuk memandangi wajah sang pujaan hati.tapi karna ray terus mendesaknya dengan kalimat “lo kan sahabat terbaik gue,masa iya lo tega liat gue dirumah sendirian, kan berkat bantuan gue juga kak rio setuju buat ngajarin kakak lo main gitar,tunjukin dikit dong rasa terimakasih lo sama gue dev”. Mau gak mau deva terpaksa ngizinin ray buat datang kerumahnya malam ini,dan semua kecemasan deva akan kehadiran ray malam ini benar-benar terbukti.ray dengan perasaan tak bersalah benar-benar sudah membuat kegiatan deva untuk mengagumi sosok si manis bernama keke terganggu.
“dev, lo niat main gak sih?!yang fokus dong! Mobil lo ngalangin jalan mobil gue tuh!”ucap ray pada deva dengan mata yang nasih terfokus pada layar tv di depannya.
“iya..iya..,gue fokus,bawel banget sih lo!”meskipun deva bilang kalau dia fokus main,tapi pada kenyataanya tidak.mata cowok itu masih terfokus pada sosok keke yang kini tengah diajar bermain piano oleh sang kakak.
“yah....yah.....yah.....,game over deh gue”kata ray lesu
“apa! Lo game over ray? Berarti pemenangnya gue dong.”devapun langsung mengalihkan perhatiannya ke permainan game yang tengah ia geluti sedari tadi bersama ray.
“menang apaan!yang ada kita berdua game over tau!mobil punya lo dan gue masuk jurang kampprettttt!!!!!” kata ray emosi
“lah kok bisa..????” tanya deva polos”
“kok bisa! Kok bisa! Kok bisa!!!!! Tadi kan gue udah bilang sama lo. Lo kalau mau main yang fokus. Mobil lo terus-terusan ngedesak mobil gue ke tepi, pas di tikungan, gue gak bisa lagi nyeimbangin posisi mobil gue dengan baik, ya alhasil mobil gue masuk jurang. Dan begoknya lo, lo kenapa ikut-ikutan mobil gue masuk jurang.bukannya pas ditikungn loe belok ke kanan,eh lo malah laju lurus aja. Alamat mobil lo nyusulin mobil gue deh ke neraka.” Kata ray panjang lebar
“ooooo.......gitu toh ceritanya. Tapi so sweet ya ray, mobil lo masuk jurang,eh.......mobil gue ikut nyusulin. Kayak romeo and juliet aja” kata deva tersenyum genit sama ray
“wah par lo dep, lo kate gue hombreng, gue masih normal ya.ogah gue sama lo, jeruk makan jeruk”
“sialan lo! Gue kan Cuma becanda tadi. Gak mestikan lo katain gue hombreng” deva pun siap-siap melempar ray pakai bantal sofa yang gak juh dari posisi dia duduk sekarang.tapi sebelum deva melempar dirinya, ray keburu kabur ketempat rio dan alvin.
“gi mana ke, udah bisa sekarang maininnya?” tanya ify pada keke
“lumayan kak, meskipun masih agak-agak kaku”
“gak apa-apa,namanya juga baru belajar. Kalau kamu rajin berlatih, kakak yakin kamu pasti mahir main pianonya.” Ucap ify sambil tersenyum kearah keke. Sementara alvin,rio,ray dan deva hanya melihat percakapan ify dan keke dari tempat duduk yang letaknya tak jauh dari piano tempat para gadis itu berlatih.
“kak mainin sebuah lagu dong buat aku” pinta keke.ifypun memenuhi permintaan gadis manis itu.diapun mulai bernyanyi sambil diiringi permainan pianonya yang merdu.
I’ve always been the kind of girl
That hide my face
So afraid to tell the world
What I’ve got to say
But I have this dream
Right inside of me
I’m gonna let it show, it’s time
To let you know
To let you know
This is real, this is me
I’m exactly where I’m supposed to be, now
Gonna let the light, shine on me
Now I’ve found, who I am
There’s no way to holding in
No more hiding who I wanna be
This is me
Do you know what it’s like
To feel so in the dark
To dream about a life
Where you’re the shining star
Even though it seems
Like it’s too far away
I have to believe in myself
It’s the only way
This is real, This is me
I’m exactly where I’m supposed to be, now
Gonna let the light, shine on me
Now I’ve found, who I am
There’s no way to holding in
No more hiding who I wanna be
This is me
Tiba-tiba terdengat suara gitar yang di mainkan oleh rio. Riopun bernyanyi dengan diiringi permainan gitarnya.
You’re the voice I hear inside my head
The reason that I’m singi’n
I need to find you, I gotta find you
You’re the missing piece I need
The song inside of me
I need to find you, I gotta find you (rio)
Ify sempat kaget dan berhenti bernyanyi karna tiba-tiba saja rio ikut bernyanyi dengan memakai gitar miliknya.namun rasa kaget itu hanya sekejap,karna ify kembali bermain piano dan bernyanyi.maka terjadilah duet yang sangat fantastik antara rio dan ify.
This is real, this is me
I’m exactly where I’m supposed to be, now
Gonna let the light, shine on me
Now I’ve found, who I am
There’s no way to hold it in
No more hiding who I want to be
This is me. (rio-ify)
this is me…..(ify)
You’re the missing piece I need
The song inside of me
You’re the voice I hear inside my head
The reason that I’m singi’n (rio)
Now I’ve found, who I am
There’s no way to hold it in
No more hiding who I want to be
This is me (rio-ify)
link lagunya ---> http://www.youtube.com/watch?v=cfe1h6z6VNg (acoustic piano)
http://www.youtube.com/watch?v=e1WYd732SeI
semua orang yang mendengar nyanyian dari suara merdu milik rio dan ify ikut terhanyut dalam alunan symphony yang dibawakan oleh mereka berdua.
Selesai bernyanyi, alvin,ray,deva,keke memberikan tepuk tangan yang meriah buat penyanyi dadakan ify dan rio.
Ifypun menghampiri rio “suara dan permainan gitar lo bagus, bangus banget malah”puji ify pada rio sambil memberikan senyuman manisnya pada pemuda tampan itu
Rio sempat salting ketika melihat senyuman ify barusan.entah mengapa ada suatu perasaan yang ia sendiri tidak tau apa itu.yang jelas, hatinya merasa damai ketika melihat senyuman gadis itu.
”suara dan permainan piano lo juga keren”kata rio,kemudian ia mengambil minuman yang sebelumnya telah disajikan ify di atas meja.tanpa seizin sang pemilik rumah,rio langsung meminum minuman yang terletak di atas meja di dahapannya
“wih lo keren banget kak,suara lo merdu banget tau gak. Lo itu perfect banget kak, lo itu cewek kutilang yang cantik, punya suara bagus,permainan piano yang keren banget,baik lagi.pokoknya lo itu top cerrrrr banget deh”puji ray menggebu-gebu
“haahahaha...thanks banget atas pujian lo barusan.eh.....ngomong-ngomong kutilang kata lo tadi apa maksudnya? Burung kutilang?” tanya ify
“ah gak gaul lo kakk. Masa kutilang aja gak tau artinya. Kutilang itu singkatan dari kurus,tinggi langsing. Jadi gue bilang lo itu cewek kurus,tinggi,langsing yang cantik gitu loh....”gombal ray pada ify.
Mendengar perkataan ray barusan, rio langsung tersedak sewaktu ia minum “uhukkk....uhuk....uhukkkk....”rio terbatuk-batuk
“makanya kak, kalau mau minum tu pelan-pelan,jangan kayak orang kesetanan gitu”kata ray menasehati rio sambil menepuk-nepuk punggung kakak semata wayangnya itu.
“gue tersedak gara-gara ucapan lo sama ni cewek barusan.masa iya lo bilang dia kurus,tinggi,langsing. Yang benar tu, KURUS TINGGAL TULANG.itu arti kutilang yang cocok buat dia” kata rio sambil memberikan tekanan pada kata-kata ber caps lock barusan
“sialan lo ngatai gue! Dari pada lo, cowok kutilang kuadrat jelek”kata ify emosi
“apaan tu kutilang kuadrat”tanya rio
“lo itu cowok KURUS TINGGAL TULANG-BELULANG.you now?????!!!!!!!” kata ify
“awas ya lo!!!!” kata rio geram
“apa lo!!!” ify menatap tajam ke arah rio
“ampun deh gue sama ni anak bedua. Tadi baru aja puji-pujian, sekarang malah cela-celaan. Kapan sih kalian berdua akurnya” keluh alvin pada rio dan ify
“tau ni kak rio, Kan lo kesini mau ngajarin kak ify main gitar,kenapa malah ngajakin ribut sih. Cepat gih sana kalian latihan gitarnya,keke kan udah selesai latihan pianonya” kata ray
“yaudah........,sini lo, kita mulai latihannya”perintah rio pada ify.merekapun memulai latihan gitarnya,tentunya disertai dengan adu mulut beberapa kali.alvin,deva,ray,keke hanya bisa geleng-geleng kepala ngeliat percecokan diantara keduanya.
“lo itu salah! Kunci G tu kayak gini, bukan kayak gitu!”riopun membetulkan letak jari ify di senar gitar miliknya.
“lo itu biasa aja dong,gak usah ngebentak-bentak gitu.gue kan baru belajar,jadi lo maklumin dong”kata ify.setelah berlatih selama satu setengah jam, rio,ray,keke kembali pulang kerumahnya.keke sama halnya seperti alvin, malam ini ia menginap di rumah rio.
*balkon atas rumah ify*
Alvin tampak sedang duduk di kursi yang terdapat di balkon sambil memandangi bintang yang menghiasi langit malam ini.ify yang meliat alvin,langsung menghampirinnya dan segera mengambil posisi di samping alvin.
“tante gracia,sekarang kak alvin baik-baik aja kok. Sekarang kak alvin tumbuh menjadi laki-laki yang baik dan kak alvin ganteng banget lho sekarang tante.disekolah aja,kak alvin jadi idola dikalangan anak-anak cewek tante.tante pasti bangga banget sama kak alvin.tante disana baik-baik ya,gak usah khawatirin kak alvin,dia bisa kok jaga dirinya baik-baik” kata ify sambil memandang salah satu bintang yang paling terang di langit.alvin hanya tersenyum mendengar perkataan ify barusan.
”oh iya tante, sekarang kak alvin tambah over protektif sama aku tante,tapi aku seneng kok kalau kak alvin over protektif kayak gitu sama aku.itu tandanya dia sayang sama aku,dia gak mau aku kenapa-kenapa,dia ngejagain aku banget tante. Tapi kalau kak alvin kumat lagi jadi anak yang nakal,aku boleh kan tante ngejewer kupingnya kak alvin.” Mendengar perkataan ify barusan,alvin langsung menggelitik pinggang ify,sehingga membuat gadis itu tertawa menjerit.
“hahahahahhaha......kak alvin......geli kak......geli......” ify terus tertawa sambil berusaha menyingkirkan tangan alvin yang masih menggelitik pinggangnya
“sebelum kamu ngejewer kuping kakak, kakak gelitik dulu kamu sampai nangis”alvin terus menggelitik pinggang ify.
“hahahahahahaaha......udah kak....udah.aku ngaku kalah.hahahahaha......aku gak bakalan ngejewer kuping kakak,hahahahahahaah....aku janji kak.....aku janji”ify terus memohon kepada alvin agar berhenti untuk menggelitiknya,dia sudah benar-benar merasa geli,sampai-sampai air matanya keluar.alvin merasa kasihan dan akhirnya ia menghentikan aksinya mengelitik ify.namun di tempat lain, ada seseorang yang menyaksikan kejadian antara ify dan alvin barusan,dan menatap mereka berdua dengan tatapan yang sulit diartikan.
Rabu, 30 Maret 2011
Senin, 14 Maret 2011
cinta sejati untuk 4 sahabat part 9
Seluruh siswa sma dharma yudha dibuat gempar karena terjadi keributan antara alvin dan sivia. berita tentang pertengkaran mereka yang terjadi di koridor sekolah dengan cepat menyebar dari mulut siswa satu ke mulut siswa yang lain. dan akhirnya berita tentang pertengkaran yang terjadi antara alvin dan sivia sampai di telinga para sahabat-sahabatnya, merekapun langsung ke tempat pertengkaran itu terjadi.ify cs dan rio cs pun tidak bisa berbuat apa-apa untuk melerai pertengkaran yang terjadi antara alvin dan sivia. namun tidak lama setelah pertengkaran itu terjadi, ify tiba-tiba marah dan menampar sivia tanpa sebab yang jelas sehingga membuat semua orang yang ada disana kaget akan sikap ify tersebut.
"ify.....loe nampar gue?"tanya sivia sambil memegang pipinya yang memerah akibat tamparan ify barusan.namun ify tidak menjawab pertanyaan dari sivia tersebut, dia hanya diam dengan air mata yang terus mengalir.
"JAWAB!!!!! KENAPA LOE NAMPAR GUE!!!! APA KARNA DIA ITU SAUDARA LOE!!!! tanya sivia penuh emosi kepada ify sambil menunjuk ke arah alvin
"via udah vi, loe tenang dulu." agnipun mencoba menenangkan sivia yang tengah emosi
"ify, kenapa loe nampar via? kita semuakan tadi dengar,kalau sivia sudah ngomong baik-baik sama kak alvin agar kak alvin mau menuruti permintaannya bu winda. tapi kak alvinnya malah bentak via,jadi wajar dong kalau via marah."shilla pun meminta penjelasan kepada ify tentang tindakan yang ia lakukan terhadap sivia. ify sama sekali tidak merespon perkataan shilla barusan,dia terus saja menatap kearah sivia
"eh, tapi sobat loe itu gak mesti ya ngomong sekasar itu sama sobat gue" kata gabriel membela alvin
"apa urusan loe! gue gak nanya sama loe,gue nanya sama sobat gue. loe gak usah ikut campur!" kata shilla begitu kesal pada gabriel, ia tidak terima gabriel seenaknya saja mejawab pertanyaan yang ia ajukan untuk ify
"kenapa loe diam! jawab pertanyaan gue tadi fy! apa karna dia itu saudara loe, jadi semua yang dia perbuat benar di mata loe, dan semua yang gue perbuat salah di mata loe karna gue ini cuma teman biasa bagi loe.apa benar yang gue bilang barusan, kalau semua omongan gue barusan salah, tolong loe beri gue alasan kenapa loe nampar gue tadi, jangan loe cuma diam kayak gini fy!!!" untuk yang kesekian kalinya ify hanya bisa diam dalam tangisannya
"ternyata semua yang gue bilang barusan itu emang benar ya fy,gue gak nyangka sama loe, gue kecewa sama loe. padahal gue udah nganggap loe sahabat gue yang paling bisa ngertiin gue, sahabat yang paling baik bagi gue. tapi sepertinya loe gak pernah sama sekali nganggap gue sahabat loe. gue kecewa sama loe fy" kata sivia tersenyum pahit, iapun tak kuasa untuk menahan butiran-butiran bening di matanya agar tidah jatuh membasahi pipinya
"loe salah, semua omongan loe tentang gue salah via.gue gak pernah anggap loe teman gue. arti loe dihidup gue bukan sebagai teman, melainkan sahabat.loe,shilla,agni adalah sahabat terbaik yang pernah gue miliki dalam hidup ini. kalian adalah bagian dari kehidupan gue, kalian itu adalah anugrah terindah yang pernah tuhan berikan buat gue" kata ify lirih
"tapi kenapa loe nampar gue fy, kenapa? loe liat kan bagaimana perlakuan dia tadi sama gue, kalau bukan dia yang mancing emosi gue, gue gak bakalan cari ribut sama dia" kata sivia sambil menatap tajam kearah alvin
"cukup vi, cukup!!! loe jangan lagi salahin kak alvin, loe juga jangan lagi salahin tante gracia, mereka berdua gak salah, gue yang salah vi, gue yang salah!!!! kalau bukan karna gue, kak alvin gak mungkin bakalan sedih setiap ada orang yang nanyain tentang mamanya.kalau bukan karna gue yang salah, tante gracia pasti akan selalu ada buat suport,nyayangin dan ngelindungin kak alvin. bahkan mungkin untuk memenuhi permintaan bu winda itu bukan suatu hal yang mustahil. jadi gue yang salah, gue penyebab dari semua kesedihan kak alvin dan keluarganya." luapan emosi ify tak bisa dia kendalikan lagi, dia pun pergi meningkalkan kerumunan para siswa yang berkumpul untuk menyaksikan kejadian tersebut. kini ify telah pergi, ia pergi dengan meninggalkan pertanyaan-pertanyaan yang kini menghantui pikiran setiap siswa yang di disana, tak terkecuali ke tiga sahabatnya yang heran dengan kata-kata yang diucapkan ify tadi. namun hal itu tidak berlaku buat ke 3 sahabat alvin, karena mereka semua sudah mengetahui apa yang terjadi antara alvin, ify dan tante gracia (mamanya alvin) di masa lampau.alvin sudah membagi kesedihannya itu dengan ke tiga sahabatnya tersebut.diantara alvin,rio,gabriel dan cakka tidak ada satu rahasiapun yang mereka sembunyikan, karena arti persahabatan bagi mereka berempat adalah suatu kisah kehidupan yang pahit dan manisnya dirasakan bersama-sama. jadi rio, gabriel dan cakka mengerti bagaimana perasaan sedih yang kini dirasakan oleh alvin dan ify.
"puas loe! udah puas loe ngebuat ify kembali terpuruk ke dalam perasaan bersalahnya.apa loe tau berapa tahun keluarga gue dan ify berjuang agar dia bisa bisa melupakan peristiwa yang hampir membuat hidupnya hancur. 3 tahun. perlu waktu 3 tahun untuk ngebuat dia bisa tersenyum lagi, untuk ngebuat dia bangkit dari kesedihan dan tidak lagi dihantui perasaan bersalah yang mendalam. coba loe pikir, saat usia dia 7 tahun, dia mengalami goncangan jiwa yang begitu hebat karna peristiwa itu. coba loe bayangkan, anak sekecil itu mengalami cobaan hidup yang begitu berat. dan disaat dia sudah bisa melupakan kejadian itu, disaat dia sudah bisa sembuh dan bisa bangkit lagi dari keterpurukannya, dengan mudahnya loe merusak itu semua. cuma beberapa kata yang keluar dari mulut loe, loe udah kembali membuka luka dihatinya. apa ini yang loe sebut diri loe sahabat buat dia. kalau ia, sahabat macam apa loe yang tega-teganya ngerusak hidup sahabat loe sendiri" ucap alvin begitu tajam kepada sivia.tiba-tiba bu winda datang dan situasi yang memanas sedari tadi mulai mereda.
"alvin, sivia! sekarang kalian berdua ikut ibuk ke kantor!"alvin pun segera mengikuti bu winda dari belakang, sementara sivia masih diam di tempat.ia masih memikirkan kata-kata alvin tadi
"apa maksudnya? apa maksudnya gue udah ngebuat ify terluka dengan perkataan gue? terus kejadian apa yang dimaksud alvin tadi?" tanya sivia dengan suara pelan pada dirinya sendiri. namun perkataannya tersebut cukup jelas di dengar oleh rio,gabriel,cakka,shilla dan agni
"kalau loe tau kejadian yang sebenarnya, pasti loe gak akan pernah bicara seperti tadi kepada ify dan alvin, karna itu semua akan mengingatkan mereka tentang kejadian tragis tersebut" kata rio sambil menepuk pundak sivia pelan dan kemudian ia pergi meninggalkan sivia dengan diikuti oleh gabriel dan cakka.
+++ruangan bu winda+++
"silvia, kamu boleh kembali ke kelas, ingat kejadian ini jangan sampai terulang lagi! dan kamu alvin, kamu tetap disini!" perintah bu winda.setelah berceramah panjang lebar, bu widapun menyuruh sivia keluar ruangan.
"alvin! ini sudah entah yang ke berapa kalinya kamu ribut dengan sivia, kamu enggak capek apa?!"
"tapi buk, kali ini bukan saya yang cari ribut sama dia!"
"sudah....sudah,ibuk kan hanya meminta sivia agar dia mau membujuk kamu untuk membawa mama kamu menghadap ibuk besok. jadi kenapa kamu harus marah-marah sama dia"
"ibuk,harus berapa kali saya bilang, kalau mama saya tidak bisa datang"
"apapun yang terjadi,ibu ingin bertemu dengan mama kamu besok!"
"jangankan ibuk, saya aja mau banget ketemu dia, sayangnya aja gak bisa"
"kenapa tidak bisa?!"
"kenapasih ibuk ngotot banget ingin ketemu mama saya?"
"karna tingkah laku kamu akhir-akhir ini, sangat mengecewakan ibuk alvin!"
"kalaupun ibuk menemui mama saya,itu gak ada gunanya. dia gak bisa mendengar lagi,dia gak bisa melihat lagi,dia gak bisa bicara lagi,dia udah istirahat buk." jawab alvin datar, sulit baginya untuk menahan butiran bening dimatanya
"mama kamu sudah meninggal?" tanya bu winda hati-hati.alvin hanya bisa mengangguk menjawab pertanyaan dari bu winda tersebut.
"maaf, ibuk tidak tau kalau mama kamu sudah.........."
"gak apa-apa kok buk. saya yang salah, seharusnya dari awal saya sudah membicarakan hal ini sama ibuk"
"ya sudah, kamu boleh kembali kekelas. ibuk harap, kamu kini bisa menjaga sikap kamu alvin"
"baik bu, kalau begitu saya permisi"
+++kelas X_3+++
sewaktu sivia sampai di kelas, ia tidak melihat keberadaan ify.
"shill,ag. ify mana? kok tasnya gak ada" tanya sivia kepada dua sahabatnya dengan suara yang pelan agar tidak didengar oleh pak dave yang sedang menerangkan pelajaran di depan kelas
"tadi kata guru piket ify izin pulang karna dia sakit. tapi gue rasa ify gak sakit deh,tadi soalnya gue liat dia dijemput sama nyokapnya dan gue liat dia nangis gitu.mungkin karena masalah loe sama kak alvin tadi deh vi" kata shilla dengan suara yang tidak kalah pelannya
"gue salah gak sih kalau gue ngomong kayak tadi sama dia?" tanya sivia. tapi agni dan shilla hanya bisa angkat bahu mendengar pertanyaan dari sahabatnya tersebut
"tapi menurut gue, loe harus menemui rio cs deh vi. gue rasa mereka tau jawaban atas pertanyaan loe barusan" ucap agni, siviapun hanya bisa diam mendengar perkataan agni barusan
+++pulang sekolah+++
"kak rio, kak gabriel, kak cakka. tunggu!" siviapun berlari kearah rio cs denga diikuti oleh agni dan shilla dari belakang.
"gue mohon, kalian tolong jelasin ke gue tentang apa yang sebenarnya terjadi. apa maksud kak alvin tentang peristiwa itu, dan kenapa ify bilang kalau dirinyalah yang salah atas semua ini?" tanya sivia pada ketiga sahabat alvin tersebut
"sorry vi, gue, cakka ataupun gabriel gak ada hak untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya sama loe.yang berhak untuk menjawab pertanyaan loe itu adalah alvin dan ify sendiri. atau mungkin loe bisa tanya sama keluarga mereka?" jawab rio dengan perasaan menyesal
"gak apa-apa kok kak, gue ngerti kenapa loe gak bisa ceritain kejadian yang sebenarnya sama gue.makasih ya atas saran loe barusan, mungkin gue akan meminta jawaban atas pertanyaan-pertanyaan gue barusan sama nyokapnya ify. yaudah deh kak, gue pulang duluan ya. makasih karna loe bertiga udah mau ngeluangin waktu kalian buat gue." rio,gabriel dan cakka hanya bisa tersenyum mendengar perkataan sivia barusan
"gue gak nyangka ya, kalau sivia yang sedewasa dan sesabar itu bisa merubah 180 dejarat kalau berhadapan sama alvin" kata gabriel
"alah, macam loe enggak aja kalau udah berhadapan sama shilla" ucap cakka
"loe juga kan cak?" goda gabriel
"maksud loe" tanya cakka dengan tampang polos
"pura-pura begok loe, maksud gue, loe sama si tomboi agni"
"udah-udah, kenapa jadi ribut gini sih kalian. aayo pulang!" komando rio pada gabriel dan cakka.
saat rio dalam perjalanan pulang, ia melihat ify tengah duduk sendirian di bangku taman dekat kompleks rumahnya.lalu ia pun menghentikan motornya, untuk memastikan apa yang ia lihat itu benaran ify atau bukan.
"kak rio!" panggil seseorang dari arah belakang
"ray, ngapain loe disini. lah kenapa ada deva,ozy dan obiet juga?" tanya rio heran
"seharusnya gue yang tanya kayak gitu. ngapain loe disini, pulang sekolah bukannya langsung pulang kerumah, ini malah main-main dulu. pantesan selama ini loe pulang selalu sore. mana pakai alasan bilang ke nyokap loe sibuk osis lah, sibuk sama club basketlah, kerja kelompok lah. gue bilang mama ya loe!" ancam ray
"enak aja loe ngomong! gue disini karna tadi gue liat ify duduk sendirian di taman"
"hah! mana kak? gue disuruh nyokap ni buat liat kondisi kak ify sekalius ngejagain dia, soalnya dari pulang sekolah tadi, kak ify terus-terusan nangis" kata deva khawatir sama kondisi kakak semata wayangnya itu
"itu, yang pakai baju biru" kata rio sambil menunjuk kearah ify.
"jadi tujuan kalian kesini untuk melihat keadaan ify?"
"siapa bilang? gue, ozy,deva dan obiet ke sini buat main bola kok, nih gue bawa bolanya"raypun menunjukkan bola yang ia bawa kepada rio
"hehehehehe.....sebenarnya gue kesini punya dua misi kak. yang satu buat ngejalani perintah nyokap, dan yang satunya lagi buat main bola sama mereka kak. tapi mumpung loe udah disini, bisa dong gue minta bantuan loe buat ngejalani tugas gue yang pertama. gimana kak?" kata deva sambil cengengesan
"enak aja loe! loe kira gue babu loe apa!" kata rio marah
"ya udah deh kak........, loe bantuin aja deva ngapa sih. loe gak kasian apa liat kak ify terus-terusan sedih kayak gitu. cowok macam apa loe yang tega-teganya ngebiarin cewek secantik dan semanis kak ify nanggung kesedihannya sendirian tanpa tempat berbagi.sebagai adek loe, gue malu punya kakak kayak loe yang gak mau peduli sama penderitaan orang lain!" ucap ray sok bijak kepada rio. karena merasa terpojok oleh ucapan ray barusan, riopun akhirnya bersedia membantu deva untuk melihat keadaan ify
"iya....iya...gue bakalan bantu deva"
"yaampun kak rio........loe baik banget sih jadi orang. makasih ya kak rio." kata deva dengan penuh rasa terima kasih kepada rio
"gue bangga sekaligus beruntung punya kakak kayak loe. loe emang berjiwa satria kak." puji ray
"dan loe adalah musibah terbesar dalam hidup gue" kata rio cuek dan iapun berlalu menuju tempat ify berada, meninggalkan ray yang shock dengan perkataanya barusan
"hahahahaha.........mampus loe ray. loe dikatain musibah sama kakak loe sendiri. sok tua sih loe......" ozypun tertawa mendengar perkataan rio barusan
"hahahaha..........sabar ya bro" kali ini deva pun ikut meledek ray
"yaudah, ayo kita main. keburu sore ni" ajak obiet kepada ray,deva dan ozy
+++tempat ify dan rio+++
"udah......,loe gak usah nangis lagi.semuanya udah terjadi, meskipun loe nangis sampai air mata loe kering, nyokapnya alvin gak bakalan hidup lagi. dia udah tenang di alam sana, jangan loe usik ketenangannya dengan tangisan loe itu" riopun duduk di samping ify tanpa mempedulikan ekspresi kaget dari wajah gadis cantik itu
"tau apa loe! orang awam kayak loe gak bakalan ngerti sama masalah gue! loe hanya bisa ngomong tanpa loe tau masalah yang sebenarnya" kata ify sinis
"peristiwa saat umur loe 7 tahun itu bukan kesalahan loe, itu semua kecelakaan. bukan salah loe kan, kalau waktu itu nyokapnya alvin berusaha nyelamatin loe dari mobil yang hampir menabrak loe"
"loe........." ify tak percaya kalau rio tau tentang kejadian na'as yang menimpa dirinya, alvin dan nyokapnya alvin
"jangan heran, gue tau kejadian itu dari alvin. siapa sih orang yang bisa lari dari kematian, setiap makhluk yang hidup di dunia ini pasti akan kembali kepada sang penciptanya, tapi mungkin caranya yang berbeda-beda. dan itulah yang terjadi sama nyokapnya alvil. itu semua takdir fy, jadi loe jangan terus-terusan nyalahin diri loe sendiri tentang apa yang dialami oleh nyokapnya alvin"
"apa loe bilang! semua itu bukan kesalahan gue!!!! kalau saja malam itu gue gak ngotot buat ngajak tante gracia dan kak alvin buat pergi jalan-jalan, pasti sekarang tante gracia masih hidup. kalau saja waktu itu gue gak nyebrang jalan sembarangan buat nyari tempat berteduh, pasti tante gracia gak akan berlari untuk menyelamatkan gue dari tabrakan mobil itu. seharusnya tante gracia gak perlu ngorbanin dirinya buat nyelamatin anak nakal kayak gue. seharusnya yang ditabrak mobil itu gue,bukan tante gracia.GUE YANG SALAH!!!GUE YANG SALAH!!!!" maki ify pada rio sambil menangis
"betul, loe yang salah! coba aja loe gak ngajak alvin dan nyokapnya pergi malam itu, pasti tante gracia masih hidup! coba aja loe gak nyebrang jalan sembarangan, pasti kecelakaan itu gak pernah terjadi. seharusnya nyokapnya alvin gak nolongin anak nakal kayak loe! kata rio.
"dari pada gue kena maki lagi sama ni anak, mending gue ikut nyalahin ajalah" batin rio
Plakkk!!!!! sebuar toyoran mendarat dengan mulus di kepala rio. riopun membalikkan badannya untuk melihat siapa yang menoyor kepalanya tadi
"alvin, cakka, gabriel, sejak kapan kalian ada disini? trus kenapa loe juga noyor kepala gue sipit?!" tanya rio bertubi-tubi
"sejak awal loe ngomong sama ify tadi yo" kata gabriel
"parah loe yo. bukannya loe nenangin ify, malah loe ikut-ikutan mojokin dia. rio...rio...apasih yang ada di otak loe itu" tanya cakka. sementara alvin hanya menatap tajam kearah rio
"heheheheh......peace vin. loe kan liat tadi ni anak emosinya gak stabil banget. dari pada gue di bunuh sama dia....,mending gue ikut nyalahin aja deh. kan gue mau cari selamat vin" jawab rio gugup karna melihat ekspresi alvin barusan
"tapi kan gak gitu juga cara loe yo, ya gak vin?" kini cakkapun ikut menoyor kepala rio
"sialan loe cakk, kenapa loe malah ikut-ikutan noyor kepala gue" kata rio emosi pada cakka dan membalas toyoran dari cakka tadi
"oh ya, ngapain loe pada disini?" tanya rio
"gue,cakka, dan alvin mau ke rumah loe buat ngomongin tentang osis sama loe, sekalian kita-kita mau liat keadaannya ify" jawab gabriel
"loe gak apa-apakan fy?" tanya alvin
"iya fy, loe gak di apa-apakan sama rio jelek ini kan?" kata cakka sambil membelai rambut ify
"cakkaaaaaa, kayaknya loe entar lagi mau dibunuh ni sama alvin. yo, sekarang loe pesan kain kafan sekalian lengkap sama batu nisan dan liang lahat buat cakka. biar gue yang ngabarin keluarganya" canda gabriel
"hehehehehe....vin, sorry tadi gue gak sengaja. refleks gue megang rambutnya ify" cakkapun segera melepaskan pegangannya dari ify
"hahahahahaha.....loe pada lucu deh kak. gue gak apa-apa kok, sekarang gue udah baikan. makasih ya buat perhatiannya" kata ify sambil tersenyum
"makasih ya yo,iel,cakk, loe udah bisa balikin senyumannya ify" batin alvin. dan semuanyapun tertawa bersama-sama. tapi tidak lama kemudian, terjadi keributan tak jauh dari tempat mereka berada.
"eh...tu kenapa mereka ribut-ribut" tanya cakka. mereka semuapun melihat ke arah yang di maksud oleh cakka barusan
"deva/ray"teriak ify dan rio secara bersamaan. lalu mereka semuapun segera menuju ke tempat keributan itu terjadi
"stop!!!! stop!!!! stop!!!!" teriak ify
"ray!!! kenapa loe sama ozy jadi main jambak-jambakan rambut kayak tadi sih, kayak anak cewek aja loe, malu-maluin gue tau gak!" riopun memarahi ray
"habis si ozy ini nyebelin banget sih kak! masa dari tadi bolanya bisa kebobolan terus sama dia. tim gue sama timnya deva jadi ketinggalan skor jauh banget" keluh ray
"emang seberapa jauh sih selisihnya?" tanya cakka
"20 untuk timnya deva dan 0 buat tim gue"
"apa!!! kok bisa???????" tanya rio,alvin,cakka,gabriel dan ify
"mana gue tau, tanya aja sama ni anak?"kata ray emosi
"kok bisa zy, setau gue, loe kan hebat kalau jadi kiper" tanya rio
"gue kan mau dapat pahala kak, terus doa gue dikabulin deh sama allah" jawab ozy lugu
"apa! teori dari mana tuh? kok gue baru tau ya?" tanya ray
"dari deva..,ray. kata deva, kalau doa gue mau terkabul, gue harus banyak-banyak dapat pahala, dan cara gampang buat dapat pahala, cukup dengan buat hati orang seneng karna gue. jadi kalau timnya deva dan obiet bisa nyetak banyak gol dan buat hati mereka senang, otomatis gue dapat pahala dong" jawab ozy lugu
"yaampun ozyyyyyy.........., dosa apasih gue bisa dapat teman sebegok loe" kata ray tak habis fikir. dan rio,cakka,gabriel,alvin,ify,deva dan obiet hanya bisa tertawa mendengar pengakuan polos dari ozy tersebut
"hahahaha...emang doa yang loe minta di kabulin itu apasih zy?" tanya rio
"yang gue minta, gue sama acha bisa selalu bersama sampai kakek dan nenek, dan hanya maut yang bisa memisahkan kami berdua"
"terlalu jauh mimpi mu nak...nak........." ledek ray, yang akhirnya mengundang tawa bagi rio,cakka,gabriel,alvin,ify,deva dan obiet
"udah...udah, ini udah sore, sekarang kalian pulang ke rumah masing-masing, kasian orang tua kalian nyariin, udah sore gini tapi anak-anaknya belum juga pulang ke rumah" kata ify
"ya udah, fy loe pulang sama gue aja ya, sekalian gue mau kerumah loe" tawar alvin
"iya kak"
"kalau gitu gue juga pulang. loe-loe pada jadi kan kerumah gue buat bahas masalah osis" tanya rio pada cakka dan gabriel
"jadi dong, yok cabut!" kata cakka dan iel
"kak gue nebeng pulang sama loe ya?" kata ray
"eitssss....apa-apaan loe gondrong. kalau pergi jalan kaki, pulangnya juga harus jalan kaki dong?" kata deva yang menarik maju ray agar dia tidak kabur
"betul tu apa yang di bilang deva. tunjukin rasa solidaritas loe dong bro. ya udah deh, gue balik dulu ya. selamat jalan kaki adek gue yang tersayang......" kata rio sambil mencolek dagu ray. akhirnya mereka semuapun pergi meninggalkan taman
"ify.....loe nampar gue?"tanya sivia sambil memegang pipinya yang memerah akibat tamparan ify barusan.namun ify tidak menjawab pertanyaan dari sivia tersebut, dia hanya diam dengan air mata yang terus mengalir.
"JAWAB!!!!! KENAPA LOE NAMPAR GUE!!!! APA KARNA DIA ITU SAUDARA LOE!!!! tanya sivia penuh emosi kepada ify sambil menunjuk ke arah alvin
"via udah vi, loe tenang dulu." agnipun mencoba menenangkan sivia yang tengah emosi
"ify, kenapa loe nampar via? kita semuakan tadi dengar,kalau sivia sudah ngomong baik-baik sama kak alvin agar kak alvin mau menuruti permintaannya bu winda. tapi kak alvinnya malah bentak via,jadi wajar dong kalau via marah."shilla pun meminta penjelasan kepada ify tentang tindakan yang ia lakukan terhadap sivia. ify sama sekali tidak merespon perkataan shilla barusan,dia terus saja menatap kearah sivia
"eh, tapi sobat loe itu gak mesti ya ngomong sekasar itu sama sobat gue" kata gabriel membela alvin
"apa urusan loe! gue gak nanya sama loe,gue nanya sama sobat gue. loe gak usah ikut campur!" kata shilla begitu kesal pada gabriel, ia tidak terima gabriel seenaknya saja mejawab pertanyaan yang ia ajukan untuk ify
"kenapa loe diam! jawab pertanyaan gue tadi fy! apa karna dia itu saudara loe, jadi semua yang dia perbuat benar di mata loe, dan semua yang gue perbuat salah di mata loe karna gue ini cuma teman biasa bagi loe.apa benar yang gue bilang barusan, kalau semua omongan gue barusan salah, tolong loe beri gue alasan kenapa loe nampar gue tadi, jangan loe cuma diam kayak gini fy!!!" untuk yang kesekian kalinya ify hanya bisa diam dalam tangisannya
"ternyata semua yang gue bilang barusan itu emang benar ya fy,gue gak nyangka sama loe, gue kecewa sama loe. padahal gue udah nganggap loe sahabat gue yang paling bisa ngertiin gue, sahabat yang paling baik bagi gue. tapi sepertinya loe gak pernah sama sekali nganggap gue sahabat loe. gue kecewa sama loe fy" kata sivia tersenyum pahit, iapun tak kuasa untuk menahan butiran-butiran bening di matanya agar tidah jatuh membasahi pipinya
"loe salah, semua omongan loe tentang gue salah via.gue gak pernah anggap loe teman gue. arti loe dihidup gue bukan sebagai teman, melainkan sahabat.loe,shilla,agni adalah sahabat terbaik yang pernah gue miliki dalam hidup ini. kalian adalah bagian dari kehidupan gue, kalian itu adalah anugrah terindah yang pernah tuhan berikan buat gue" kata ify lirih
"tapi kenapa loe nampar gue fy, kenapa? loe liat kan bagaimana perlakuan dia tadi sama gue, kalau bukan dia yang mancing emosi gue, gue gak bakalan cari ribut sama dia" kata sivia sambil menatap tajam kearah alvin
"cukup vi, cukup!!! loe jangan lagi salahin kak alvin, loe juga jangan lagi salahin tante gracia, mereka berdua gak salah, gue yang salah vi, gue yang salah!!!! kalau bukan karna gue, kak alvin gak mungkin bakalan sedih setiap ada orang yang nanyain tentang mamanya.kalau bukan karna gue yang salah, tante gracia pasti akan selalu ada buat suport,nyayangin dan ngelindungin kak alvin. bahkan mungkin untuk memenuhi permintaan bu winda itu bukan suatu hal yang mustahil. jadi gue yang salah, gue penyebab dari semua kesedihan kak alvin dan keluarganya." luapan emosi ify tak bisa dia kendalikan lagi, dia pun pergi meningkalkan kerumunan para siswa yang berkumpul untuk menyaksikan kejadian tersebut. kini ify telah pergi, ia pergi dengan meninggalkan pertanyaan-pertanyaan yang kini menghantui pikiran setiap siswa yang di disana, tak terkecuali ke tiga sahabatnya yang heran dengan kata-kata yang diucapkan ify tadi. namun hal itu tidak berlaku buat ke 3 sahabat alvin, karena mereka semua sudah mengetahui apa yang terjadi antara alvin, ify dan tante gracia (mamanya alvin) di masa lampau.alvin sudah membagi kesedihannya itu dengan ke tiga sahabatnya tersebut.diantara alvin,rio,gabriel dan cakka tidak ada satu rahasiapun yang mereka sembunyikan, karena arti persahabatan bagi mereka berempat adalah suatu kisah kehidupan yang pahit dan manisnya dirasakan bersama-sama. jadi rio, gabriel dan cakka mengerti bagaimana perasaan sedih yang kini dirasakan oleh alvin dan ify.
"puas loe! udah puas loe ngebuat ify kembali terpuruk ke dalam perasaan bersalahnya.apa loe tau berapa tahun keluarga gue dan ify berjuang agar dia bisa bisa melupakan peristiwa yang hampir membuat hidupnya hancur. 3 tahun. perlu waktu 3 tahun untuk ngebuat dia bisa tersenyum lagi, untuk ngebuat dia bangkit dari kesedihan dan tidak lagi dihantui perasaan bersalah yang mendalam. coba loe pikir, saat usia dia 7 tahun, dia mengalami goncangan jiwa yang begitu hebat karna peristiwa itu. coba loe bayangkan, anak sekecil itu mengalami cobaan hidup yang begitu berat. dan disaat dia sudah bisa melupakan kejadian itu, disaat dia sudah bisa sembuh dan bisa bangkit lagi dari keterpurukannya, dengan mudahnya loe merusak itu semua. cuma beberapa kata yang keluar dari mulut loe, loe udah kembali membuka luka dihatinya. apa ini yang loe sebut diri loe sahabat buat dia. kalau ia, sahabat macam apa loe yang tega-teganya ngerusak hidup sahabat loe sendiri" ucap alvin begitu tajam kepada sivia.tiba-tiba bu winda datang dan situasi yang memanas sedari tadi mulai mereda.
"alvin, sivia! sekarang kalian berdua ikut ibuk ke kantor!"alvin pun segera mengikuti bu winda dari belakang, sementara sivia masih diam di tempat.ia masih memikirkan kata-kata alvin tadi
"apa maksudnya? apa maksudnya gue udah ngebuat ify terluka dengan perkataan gue? terus kejadian apa yang dimaksud alvin tadi?" tanya sivia dengan suara pelan pada dirinya sendiri. namun perkataannya tersebut cukup jelas di dengar oleh rio,gabriel,cakka,shilla dan agni
"kalau loe tau kejadian yang sebenarnya, pasti loe gak akan pernah bicara seperti tadi kepada ify dan alvin, karna itu semua akan mengingatkan mereka tentang kejadian tragis tersebut" kata rio sambil menepuk pundak sivia pelan dan kemudian ia pergi meninggalkan sivia dengan diikuti oleh gabriel dan cakka.
+++ruangan bu winda+++
"silvia, kamu boleh kembali ke kelas, ingat kejadian ini jangan sampai terulang lagi! dan kamu alvin, kamu tetap disini!" perintah bu winda.setelah berceramah panjang lebar, bu widapun menyuruh sivia keluar ruangan.
"alvin! ini sudah entah yang ke berapa kalinya kamu ribut dengan sivia, kamu enggak capek apa?!"
"tapi buk, kali ini bukan saya yang cari ribut sama dia!"
"sudah....sudah,ibuk kan hanya meminta sivia agar dia mau membujuk kamu untuk membawa mama kamu menghadap ibuk besok. jadi kenapa kamu harus marah-marah sama dia"
"ibuk,harus berapa kali saya bilang, kalau mama saya tidak bisa datang"
"apapun yang terjadi,ibu ingin bertemu dengan mama kamu besok!"
"jangankan ibuk, saya aja mau banget ketemu dia, sayangnya aja gak bisa"
"kenapa tidak bisa?!"
"kenapasih ibuk ngotot banget ingin ketemu mama saya?"
"karna tingkah laku kamu akhir-akhir ini, sangat mengecewakan ibuk alvin!"
"kalaupun ibuk menemui mama saya,itu gak ada gunanya. dia gak bisa mendengar lagi,dia gak bisa melihat lagi,dia gak bisa bicara lagi,dia udah istirahat buk." jawab alvin datar, sulit baginya untuk menahan butiran bening dimatanya
"mama kamu sudah meninggal?" tanya bu winda hati-hati.alvin hanya bisa mengangguk menjawab pertanyaan dari bu winda tersebut.
"maaf, ibuk tidak tau kalau mama kamu sudah.........."
"gak apa-apa kok buk. saya yang salah, seharusnya dari awal saya sudah membicarakan hal ini sama ibuk"
"ya sudah, kamu boleh kembali kekelas. ibuk harap, kamu kini bisa menjaga sikap kamu alvin"
"baik bu, kalau begitu saya permisi"
+++kelas X_3+++
sewaktu sivia sampai di kelas, ia tidak melihat keberadaan ify.
"shill,ag. ify mana? kok tasnya gak ada" tanya sivia kepada dua sahabatnya dengan suara yang pelan agar tidak didengar oleh pak dave yang sedang menerangkan pelajaran di depan kelas
"tadi kata guru piket ify izin pulang karna dia sakit. tapi gue rasa ify gak sakit deh,tadi soalnya gue liat dia dijemput sama nyokapnya dan gue liat dia nangis gitu.mungkin karena masalah loe sama kak alvin tadi deh vi" kata shilla dengan suara yang tidak kalah pelannya
"gue salah gak sih kalau gue ngomong kayak tadi sama dia?" tanya sivia. tapi agni dan shilla hanya bisa angkat bahu mendengar pertanyaan dari sahabatnya tersebut
"tapi menurut gue, loe harus menemui rio cs deh vi. gue rasa mereka tau jawaban atas pertanyaan loe barusan" ucap agni, siviapun hanya bisa diam mendengar perkataan agni barusan
+++pulang sekolah+++
"kak rio, kak gabriel, kak cakka. tunggu!" siviapun berlari kearah rio cs denga diikuti oleh agni dan shilla dari belakang.
"gue mohon, kalian tolong jelasin ke gue tentang apa yang sebenarnya terjadi. apa maksud kak alvin tentang peristiwa itu, dan kenapa ify bilang kalau dirinyalah yang salah atas semua ini?" tanya sivia pada ketiga sahabat alvin tersebut
"sorry vi, gue, cakka ataupun gabriel gak ada hak untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya sama loe.yang berhak untuk menjawab pertanyaan loe itu adalah alvin dan ify sendiri. atau mungkin loe bisa tanya sama keluarga mereka?" jawab rio dengan perasaan menyesal
"gak apa-apa kok kak, gue ngerti kenapa loe gak bisa ceritain kejadian yang sebenarnya sama gue.makasih ya atas saran loe barusan, mungkin gue akan meminta jawaban atas pertanyaan-pertanyaan gue barusan sama nyokapnya ify. yaudah deh kak, gue pulang duluan ya. makasih karna loe bertiga udah mau ngeluangin waktu kalian buat gue." rio,gabriel dan cakka hanya bisa tersenyum mendengar perkataan sivia barusan
"gue gak nyangka ya, kalau sivia yang sedewasa dan sesabar itu bisa merubah 180 dejarat kalau berhadapan sama alvin" kata gabriel
"alah, macam loe enggak aja kalau udah berhadapan sama shilla" ucap cakka
"loe juga kan cak?" goda gabriel
"maksud loe" tanya cakka dengan tampang polos
"pura-pura begok loe, maksud gue, loe sama si tomboi agni"
"udah-udah, kenapa jadi ribut gini sih kalian. aayo pulang!" komando rio pada gabriel dan cakka.
saat rio dalam perjalanan pulang, ia melihat ify tengah duduk sendirian di bangku taman dekat kompleks rumahnya.lalu ia pun menghentikan motornya, untuk memastikan apa yang ia lihat itu benaran ify atau bukan.
"kak rio!" panggil seseorang dari arah belakang
"ray, ngapain loe disini. lah kenapa ada deva,ozy dan obiet juga?" tanya rio heran
"seharusnya gue yang tanya kayak gitu. ngapain loe disini, pulang sekolah bukannya langsung pulang kerumah, ini malah main-main dulu. pantesan selama ini loe pulang selalu sore. mana pakai alasan bilang ke nyokap loe sibuk osis lah, sibuk sama club basketlah, kerja kelompok lah. gue bilang mama ya loe!" ancam ray
"enak aja loe ngomong! gue disini karna tadi gue liat ify duduk sendirian di taman"
"hah! mana kak? gue disuruh nyokap ni buat liat kondisi kak ify sekalius ngejagain dia, soalnya dari pulang sekolah tadi, kak ify terus-terusan nangis" kata deva khawatir sama kondisi kakak semata wayangnya itu
"itu, yang pakai baju biru" kata rio sambil menunjuk kearah ify.
"jadi tujuan kalian kesini untuk melihat keadaan ify?"
"siapa bilang? gue, ozy,deva dan obiet ke sini buat main bola kok, nih gue bawa bolanya"raypun menunjukkan bola yang ia bawa kepada rio
"hehehehehe.....sebenarnya gue kesini punya dua misi kak. yang satu buat ngejalani perintah nyokap, dan yang satunya lagi buat main bola sama mereka kak. tapi mumpung loe udah disini, bisa dong gue minta bantuan loe buat ngejalani tugas gue yang pertama. gimana kak?" kata deva sambil cengengesan
"enak aja loe! loe kira gue babu loe apa!" kata rio marah
"ya udah deh kak........, loe bantuin aja deva ngapa sih. loe gak kasian apa liat kak ify terus-terusan sedih kayak gitu. cowok macam apa loe yang tega-teganya ngebiarin cewek secantik dan semanis kak ify nanggung kesedihannya sendirian tanpa tempat berbagi.sebagai adek loe, gue malu punya kakak kayak loe yang gak mau peduli sama penderitaan orang lain!" ucap ray sok bijak kepada rio. karena merasa terpojok oleh ucapan ray barusan, riopun akhirnya bersedia membantu deva untuk melihat keadaan ify
"iya....iya...gue bakalan bantu deva"
"yaampun kak rio........loe baik banget sih jadi orang. makasih ya kak rio." kata deva dengan penuh rasa terima kasih kepada rio
"gue bangga sekaligus beruntung punya kakak kayak loe. loe emang berjiwa satria kak." puji ray
"dan loe adalah musibah terbesar dalam hidup gue" kata rio cuek dan iapun berlalu menuju tempat ify berada, meninggalkan ray yang shock dengan perkataanya barusan
"hahahahaha.........mampus loe ray. loe dikatain musibah sama kakak loe sendiri. sok tua sih loe......" ozypun tertawa mendengar perkataan rio barusan
"hahahaha..........sabar ya bro" kali ini deva pun ikut meledek ray
"yaudah, ayo kita main. keburu sore ni" ajak obiet kepada ray,deva dan ozy
+++tempat ify dan rio+++
"udah......,loe gak usah nangis lagi.semuanya udah terjadi, meskipun loe nangis sampai air mata loe kering, nyokapnya alvin gak bakalan hidup lagi. dia udah tenang di alam sana, jangan loe usik ketenangannya dengan tangisan loe itu" riopun duduk di samping ify tanpa mempedulikan ekspresi kaget dari wajah gadis cantik itu
"tau apa loe! orang awam kayak loe gak bakalan ngerti sama masalah gue! loe hanya bisa ngomong tanpa loe tau masalah yang sebenarnya" kata ify sinis
"peristiwa saat umur loe 7 tahun itu bukan kesalahan loe, itu semua kecelakaan. bukan salah loe kan, kalau waktu itu nyokapnya alvin berusaha nyelamatin loe dari mobil yang hampir menabrak loe"
"loe........." ify tak percaya kalau rio tau tentang kejadian na'as yang menimpa dirinya, alvin dan nyokapnya alvin
"jangan heran, gue tau kejadian itu dari alvin. siapa sih orang yang bisa lari dari kematian, setiap makhluk yang hidup di dunia ini pasti akan kembali kepada sang penciptanya, tapi mungkin caranya yang berbeda-beda. dan itulah yang terjadi sama nyokapnya alvil. itu semua takdir fy, jadi loe jangan terus-terusan nyalahin diri loe sendiri tentang apa yang dialami oleh nyokapnya alvin"
"apa loe bilang! semua itu bukan kesalahan gue!!!! kalau saja malam itu gue gak ngotot buat ngajak tante gracia dan kak alvin buat pergi jalan-jalan, pasti sekarang tante gracia masih hidup. kalau saja waktu itu gue gak nyebrang jalan sembarangan buat nyari tempat berteduh, pasti tante gracia gak akan berlari untuk menyelamatkan gue dari tabrakan mobil itu. seharusnya tante gracia gak perlu ngorbanin dirinya buat nyelamatin anak nakal kayak gue. seharusnya yang ditabrak mobil itu gue,bukan tante gracia.GUE YANG SALAH!!!GUE YANG SALAH!!!!" maki ify pada rio sambil menangis
"betul, loe yang salah! coba aja loe gak ngajak alvin dan nyokapnya pergi malam itu, pasti tante gracia masih hidup! coba aja loe gak nyebrang jalan sembarangan, pasti kecelakaan itu gak pernah terjadi. seharusnya nyokapnya alvin gak nolongin anak nakal kayak loe! kata rio.
"dari pada gue kena maki lagi sama ni anak, mending gue ikut nyalahin ajalah" batin rio
Plakkk!!!!! sebuar toyoran mendarat dengan mulus di kepala rio. riopun membalikkan badannya untuk melihat siapa yang menoyor kepalanya tadi
"alvin, cakka, gabriel, sejak kapan kalian ada disini? trus kenapa loe juga noyor kepala gue sipit?!" tanya rio bertubi-tubi
"sejak awal loe ngomong sama ify tadi yo" kata gabriel
"parah loe yo. bukannya loe nenangin ify, malah loe ikut-ikutan mojokin dia. rio...rio...apasih yang ada di otak loe itu" tanya cakka. sementara alvin hanya menatap tajam kearah rio
"heheheheh......peace vin. loe kan liat tadi ni anak emosinya gak stabil banget. dari pada gue di bunuh sama dia....,mending gue ikut nyalahin aja deh. kan gue mau cari selamat vin" jawab rio gugup karna melihat ekspresi alvin barusan
"tapi kan gak gitu juga cara loe yo, ya gak vin?" kini cakkapun ikut menoyor kepala rio
"sialan loe cakk, kenapa loe malah ikut-ikutan noyor kepala gue" kata rio emosi pada cakka dan membalas toyoran dari cakka tadi
"oh ya, ngapain loe pada disini?" tanya rio
"gue,cakka, dan alvin mau ke rumah loe buat ngomongin tentang osis sama loe, sekalian kita-kita mau liat keadaannya ify" jawab gabriel
"loe gak apa-apakan fy?" tanya alvin
"iya fy, loe gak di apa-apakan sama rio jelek ini kan?" kata cakka sambil membelai rambut ify
"cakkaaaaaa, kayaknya loe entar lagi mau dibunuh ni sama alvin. yo, sekarang loe pesan kain kafan sekalian lengkap sama batu nisan dan liang lahat buat cakka. biar gue yang ngabarin keluarganya" canda gabriel
"hehehehehe....vin, sorry tadi gue gak sengaja. refleks gue megang rambutnya ify" cakkapun segera melepaskan pegangannya dari ify
"hahahahahaha.....loe pada lucu deh kak. gue gak apa-apa kok, sekarang gue udah baikan. makasih ya buat perhatiannya" kata ify sambil tersenyum
"makasih ya yo,iel,cakk, loe udah bisa balikin senyumannya ify" batin alvin. dan semuanyapun tertawa bersama-sama. tapi tidak lama kemudian, terjadi keributan tak jauh dari tempat mereka berada.
"eh...tu kenapa mereka ribut-ribut" tanya cakka. mereka semuapun melihat ke arah yang di maksud oleh cakka barusan
"deva/ray"teriak ify dan rio secara bersamaan. lalu mereka semuapun segera menuju ke tempat keributan itu terjadi
"stop!!!! stop!!!! stop!!!!" teriak ify
"ray!!! kenapa loe sama ozy jadi main jambak-jambakan rambut kayak tadi sih, kayak anak cewek aja loe, malu-maluin gue tau gak!" riopun memarahi ray
"habis si ozy ini nyebelin banget sih kak! masa dari tadi bolanya bisa kebobolan terus sama dia. tim gue sama timnya deva jadi ketinggalan skor jauh banget" keluh ray
"emang seberapa jauh sih selisihnya?" tanya cakka
"20 untuk timnya deva dan 0 buat tim gue"
"apa!!! kok bisa???????" tanya rio,alvin,cakka,gabriel dan ify
"mana gue tau, tanya aja sama ni anak?"kata ray emosi
"kok bisa zy, setau gue, loe kan hebat kalau jadi kiper" tanya rio
"gue kan mau dapat pahala kak, terus doa gue dikabulin deh sama allah" jawab ozy lugu
"apa! teori dari mana tuh? kok gue baru tau ya?" tanya ray
"dari deva..,ray. kata deva, kalau doa gue mau terkabul, gue harus banyak-banyak dapat pahala, dan cara gampang buat dapat pahala, cukup dengan buat hati orang seneng karna gue. jadi kalau timnya deva dan obiet bisa nyetak banyak gol dan buat hati mereka senang, otomatis gue dapat pahala dong" jawab ozy lugu
"yaampun ozyyyyyy.........., dosa apasih gue bisa dapat teman sebegok loe" kata ray tak habis fikir. dan rio,cakka,gabriel,alvin,ify,deva dan obiet hanya bisa tertawa mendengar pengakuan polos dari ozy tersebut
"hahahaha...emang doa yang loe minta di kabulin itu apasih zy?" tanya rio
"yang gue minta, gue sama acha bisa selalu bersama sampai kakek dan nenek, dan hanya maut yang bisa memisahkan kami berdua"
"terlalu jauh mimpi mu nak...nak........." ledek ray, yang akhirnya mengundang tawa bagi rio,cakka,gabriel,alvin,ify,deva dan obiet
"udah...udah, ini udah sore, sekarang kalian pulang ke rumah masing-masing, kasian orang tua kalian nyariin, udah sore gini tapi anak-anaknya belum juga pulang ke rumah" kata ify
"ya udah, fy loe pulang sama gue aja ya, sekalian gue mau kerumah loe" tawar alvin
"iya kak"
"kalau gitu gue juga pulang. loe-loe pada jadi kan kerumah gue buat bahas masalah osis" tanya rio pada cakka dan gabriel
"jadi dong, yok cabut!" kata cakka dan iel
"kak gue nebeng pulang sama loe ya?" kata ray
"eitssss....apa-apaan loe gondrong. kalau pergi jalan kaki, pulangnya juga harus jalan kaki dong?" kata deva yang menarik maju ray agar dia tidak kabur
"betul tu apa yang di bilang deva. tunjukin rasa solidaritas loe dong bro. ya udah deh, gue balik dulu ya. selamat jalan kaki adek gue yang tersayang......" kata rio sambil mencolek dagu ray. akhirnya mereka semuapun pergi meninggalkan taman
cinta sejati untuk 4 sahabat part 8
Saat mama defy (deva ify) tiba dirumah, beliau begitu kaget karna melihat kondisi dapur yang berantakan. Beberapa detik kemudian deva pulang dan mama ginapun langsung meminta penjelasan kepada anak bungsunya tersebut tentang apa yang terjadi slama peninggalannya. Devapun menceritakan kepada mamanya tentang kejadian yang dilihatnya tadi siang.
“ify!!!!!!!!!!!!!!!”teriak mama. Mendengar mamanya dipanggil, ifypun langsung turun untuk menemui mamanya.
“bisa kamu jelaskan apa yang terjadi sampai-sampai dapur kamu buat berantakan kayak gini ify?”
“heh belo, loe ngomong apa sih sama mama?” kata ify dengan mata melotot ke arah deva
“apaan sih loe, gue Cuma bilang sama mama kalau kak rio tadi siang pingsan dirumah kita” kata deva membela diri
“bohong!!!! Pasti loe ngomong macem-macem kan sampai-sampai mama marah gini sama gue” kini ify melototkan matanya besar-besar kearah deva
“sudah-sudah! Ify kalau mama nanya dijawab, bukannya kamu malah cari ribut sama adik kamu. Sekarang mama tanya, apa benar yang dibilang adik kamu barusan, kalau tadi siang nak rio pingsan dirumah kita?”
“I…….iii…..iya ma” jawab ify gugup
“kok bisa ify???? Kamu apakan nak rio sampai bisa pingsan?”
“gak ify apa-apakan kok ma, habis madami api dia langsung pingsan, ify jugah gak tau kenapa dia bisa pingsan”
“api? Apa maksud kamu?”
“jadi gini ceritanya ma…….”ifypun menceritakan kejadian tadi siang dari A-Z kepada mamamya
“jadi gitu ceritanya ma”
Yaampun ify…..kamu tu ceroboh banget sih, ngiris bawang aja kamu gak bisa, sok-sok pakai acara masak mie segala lagi. Liat akibat dari semua perbuatan kamu!”
“ya maap ma…..ify gak tau kalau bakalan gini jadinya”
“terus kamu udah ucapin terimakasih sama nak rio?”
“u…udah kok ma….ify udah ucapin”jawab ify gugup
“bohongtu ma, liat aja tuh, jawabnya gugup gitu” kata deva yang memotong kata-kata ify barusan.mamapun melotot ke arah ify
“beneran kok ma, ify udah minta maaf sama rio, eh kak rio maksudnya”
“terus?” tanya mama curiga
“ya……..walaupun akhirnya ify ngusir dia setelah dia siuman, hehehehehe…….”jawab ify sambil nyengir
“aduh ify…….ngidam apa sih mama dulu wahtu ngedam kamu, sampai-sampai kamu jadi anak yang gak bisa berterima kasih sama orang yang udah nolong kamu”
“bukan salah mama mengandung kok ma, kak ify aja tuh yang gak bisa menjadi anak yang membanggakan kedua arang tua, gak seperti deva yang selalu membuat mama dan papa bangga” kata deva hiperbola
“heh setan bali! Loe ngomong apa sih. Bukan salah mama mengandung………. Bukan salah mama mengandung………. Bukan salah mama mengandung………., loe kira ini sinetron bukan salah bumda mengandung apa! Sekali lagi loe ngomong, gue bunuh loe!”
“ify sekarang kamu ikut sama mama, kamu harus ucapin terima kasih sekaligus kamu minta maaf sama nak rio karna kamu udah ngusir dia tadi” akhirnya mama menarik tangan ify dan bermaksud membawanya kerumah keluarga rio. Tetapi begitu sampai di depan rumah, terlihat rio,ray dan mamanya sedang berjalan kerumah ify
“yaampun jeng…,gimana ify? Dia gak kenapa-kenapakan? Tadi saya dengar dari rio kalau rumah jeng hampir kebakaran” kata mama manda khawatir
“gak apa-apa kok jeng, kata ify tadi rio sempat pingsan ya? Kamu gak apa-apakan rio?”
“rio gak apa-apa kok tan, rio baik-baik aja” jawab rio sambil tersenyum
“rio, tante banyak-banyak ngucapin terimakasih ya sama kamu, tante gak tau apa yang bakalan terjadi sama anak dan rumah tante kalau gak ada kamu”
“saya senangkok bisa membantu tante sekeluarga” jawab rio ramah
“oooh iya tante sampai lupa, ayo kita ngobrolnya didalam aja, gak enak sama orang yang lewat kalau kita ngobrol lama-lama dijalan kayak gini”akhirnya mereka semua masuk kedalam rumah ify
“ify…….”mama ginapun memberikan isyarat kepada ify melalui tatapan matanya
“huuuffftt……..rio,eh kak rio maksud gue, gue mau bilang makasih sama loe” ifypun berdiri dari tempat duduknya dan mengulurkan tangannya kearah rio
“sorry…., gue gak bisa dengar kata-kata loe tadi, bisa loe ulang” kata rio berpura-pura tidak mendengar perkataan ify barusan
“sialan ni anak! Pasti dia sengaja pura-pura gak dengar kata-kata gue barusan” batin ify
“ehemmm……ehemmmm……kak rio, gue mau bilang sama loe kalau gue mau berterima kasih banget sama loe karna tadi siang loe udah nolongin gue” kata ify sambil memaksakan sebuah senyuman di bibirnya
“oooo……,loe mau bilang makasih, ya udah, gue terima ucapan terimakasih dari loe”riopun membalas uluran tangan ify.meskipun kata-kata maaf sudah terlontar dari mulut mereka berdua, tapi bukan berarti mereka berdua sudah damai sekarang, hal itu bisa terlihat dari tatapan benci dari mereka berdua
“oh iya jeng,gimana kalau jeng sekeluarga makan malam disini aja, itung-itung sebagai ucapan terimakasih sama sama nak rio karna telah menolong ify tadi siang”
“oh boleh-boleh, kebetulan papanya rio sedang diluar kota sekarang, mari saya bantu menyiapkan makan malamnya jeng” akhirnya mama ify dan riopun pergi ke dapur,kini tinggallah ify,rio,deva dan ray di ruanga keluarga
“heh loe jangan ke ge’eranya. Gue bilang makasih sama loe karna nyokap gue yang nyuruh. Jadi loe jangan besar kepala” kata ify sinis
“idih….siapa yang ge’er” kata rio cuek. Tidak lama kemudian handphone rio berbunyi tanda ada panggilan masuk, riopun segera mengangkatnya.
“hallo……., iya, kenapa ke?” riopun berbicara panjang lebar dengan orang di telefon tersebut. Dan beberapa menit kemudian riopun menutup telephonenya
“kenapa dengan keke kak?”tanya ray
“gue bingung ray,si keke nyuruh gue buat nyariin guru piano buat dia”
“yaelah kak, Cuma disuruh cariin guru piano doang sama keke muka loe udah kayak disuruh ngebunuh orang aja.”
“tapi ni anak banyak maunya ray, yang gurunya harus ceweklah, yang gurunya harus baiklah, yang gurunya harus mudalah, yang inilah,yang itulah. Pusing gue”
“keke???? Keke bidadari gue maksud loe ray?” tanya deva
“yo’aaaaa, udah tau kenapa loe nanya sih dev”
“lho, kenapa dia minta cariin guru piano sama kak rio, emang keke siapanya kalian?”tanya deva bingung
“keke itu sepupu gue dan ray dev” jawab rio
“APAAA!!!!!!SEPUPU!!!! jadi keke itu sepupu loe ray?” teriak deva histeris
“biasa ja kali dev….., norak banget sih loe, budeg kuping gue dengar suara loe” ray pun mengusap-ngusap kupingnya karna teriakan deva tadi
“kenapa loe gak cerita sama gue gondrong!!!!!!” devapun menoyor kepala ray
“kenapa loe gak nanya belo!!!!!” raypun membalas menoyor kepala deva
“sakit ray!”
“loe kira kepala gue gak sakit apa loe toyor kayak tadi”protes ray
“gue kan refleks tadi ray, nah kalau loe emang sengaja buat noyor kepala gue”
“trus loe mau apa?mau lapor sama emak loe?lapor sana! Dasar anak mami loe”
“gak kebalik tuh. Loe tu yang anak mami. Anak mami teriak anak mami”
“eh…gilak ya loe pada. Bukannya bantuin gue buat cari jalan keluarnya, malah ribut loe berdua. Gue pusing ni, si keke ngerengek-ngerekek mulu sama gue minta dicariin guru piano yang sesuai dengan kriteria dia” keluh rio
“aha……gue punya ide. Gimana kalau yang jadi guru piano buat keke kak ify aja, kak ify kan jago banget tu main pianonya” kata deva
“APA!!!!!” kata rio ify kompak
“aduh dev……loe minta dibunuh sama mereka berdua ya?” kata ray
“hehehehehe…..loe berdua kenapa kak, kenapa natap gue kayak gitu? Serem gue liat loe berdua!” kata deva gugup
“dengar ya dev, gue gak bakalan sudi buat bantuin ni anak. Catet kata-kata gue barusan dikepala loe!” kata ify marah setelah mendengar ide gila deva barusan
“heh!!! Gue juga gak sudi buat minta bantuan sama cewek kayak loe” kata rio
“ohhh….bagus kalau gitu!”
“yahhh……kak ify……..loe jangan gitu dong,kalau loe mau bantuin kak rio, itu sama aja kalau loe udah mau bantuin gue”
“maksud loe?”
“maksud gue, kalau loe bersedia jadi guru pianonya keke, berarti peluang gue buat dapetin keke semakin besar, kan gue udah pernah ceritain tentang keke sama loe, jadi loe mau ya kak, please…………….”mohon deva
“gak mau. Itu namanya untung di loe rugi di gue, ogah gue” tolak ify
“ayolah kak…………….woi ray, bantuin gue dong, gak setia temen banget sih loe” devapun meminta bantuan kepada ray
“gue bingung mau ngomong apa dev…….., Mmmmmm……oh ya, gini aja. Kalau kak ify bersedia, kak rio bakalan kakak buat bisa main gitar, dan itu gratis….tis….tis…..kakak kepengen bisa main gitar kan?”rayu ray
“eh…..apa-apaan loe bawa-bawa nama gue” protes rio
“loe diem aja deh kak. Loe mau gue bantu cariin guru piano yang sesuai dengan kriterianya keke kan?”
“iya sih, tapi………….”
“makanya loe diem, gak liat nih gue sedang sibuk ngerayu kak ify. Gimana kak ify? Loe mau ya….ya….ya…..ya…..”
“Mmmmmmm………”ify berfikir sejenak
“kak ify, loe mau ya, kalau loe terima tawaran ini. Gue jamin loe gak bakalan rugi, kak rio itu pinter banget main gitarnya, dia pasti bisa buat loe mahir main gitar dengan cepat” kata deva dengan semangat 45
“ada benarnya juga ni kata tuyul berdua” batin ify/rio
“Mmmmmm……karna gue kasian sama loe-loe pada, gue terima tawaran loe berdua” kata ify
“loe gimana kak” tanya ray
“ya udah deh, gue setuju. Dari pada gue pusing-pusing cari guru piano buat keke” kata rio
“YES!!!!!”deva dan raypun saling bertos ria
“kita berhasil ray”
“berhasil….berhasil, bilang apa loe sama gue”
“makasih ya ray”
“Cuma itu doang?”
“lah, terus apa”
“loe harus bilang,makasih ray yang paling ganteng…………..”kata ray
“mimpi kali yeeee……….”devapun menjulurkan lidahnya
“gue bunuh loe dev…..gue bunuh loe!” raypun mencekik leher deva
“eh….eh……..eh………mau loe apain adek gue ray. Loe mau bunuh adek gue ya” tanya ify pura-pura tidak tau
“hehehehehe……..gak kok kak ify” kata ray sambil nyengir dan melepaskan tangannya dari leher deva
“mampus loe…..kena omel sama kakak gue kan loe”
“kak ify…….loe jangan marah dong…..”pinta ray
“siapa bilang gue marah sama loe, gue malah mau berterimakasih kalau loe beneran mau bunuh si belo ini.seenggaknya penderitaan gue didunia ini berkurang ray”
“kak ify mah gitu………..jahat banget sih loe sama gue” devapun memanyunkan bibirnya
“hahahahahahahahahahahaha……………….”tawa ify,rio,ray meledak karna melihat tingkah deva tersebut
“anak-anak……,ayo kita makan”teriak mama mereka dari arah meja makan
“iya ma” kata ify,rio,ray dan deva kompak.merekapun segera menuju meja makan
+++++
"aaah.....mas elang rese! masa malam-malam gini gue disuruh ke swalayan sih. mana jalan sepi kayak kuburan lagi, bikin gue parno aja" gerutu cakka sambil menendang kaleng kosong yang ada di jalan yang ia lewati. tak lama setelah ia menendang kaleng tersebut, dari arah belakang ada sebuah tangan yang memrgang bahunya.
"kan betul apa yang gue bilang, ini jalan banyak setannya" karna bahunya tiba-tiba saja dipegang oleh tangan yang tak dikenal, apalagi melihat kondisi jalan yang sepi, cakkapun mulai parno sendiri. karna cakka tak kunjung melihat kebelakang, tangan tak dikenal tersebut mulai menepuk-nepuk pundak cakka, alhasil cakka semakin ketakutan.
"aduh........jangan ganggu gue dong setan,dedemit,pocong,kuntilanak,sundelbolong dan setan-setan lainnya yang gue gak apal nama kalian satu satu jadi, mending loe cari mangsa yang lain aja deh, jangan gue,gue terlalu keren buat mati muda setan, jadi please..............singkirin tanagan loe dari gue." kini cakka dengan mata yang tertutup.
"setan,setan. loe tu yang setan!!!!!" terdengar suara dari arah belakang cakka
"lho......,kok setannya bisa ngomong sih,setau gue dan sepengalaman gue nonton film-film horornya mas elang, gak ada tuh adengan setannya ngajakin mangsanya ngomong, begitu tu setan dapat mangsa, maka dia langsung akan membunuh oarang tersebut" kata cakka dengan mata yang masih tertutup
"makanya loe buka mata loe dan loe liat, gue ini setan apa enggak. dasar playboy oon"
"waduh kurang ajar ni setan,pakai acara ngatain gue playboy oon lagi.eh tapi, kayaknya gue kenal deh ni suara" cakkapun segera melihat sosok orang yang ada dibelakangnya
"eloe!!!!!!ngapain loe di belakang gue" cakka begitu kaget setelah dia mengetahui kalau yang memegang bahunya tadi adalah agni, rival sejatinya dia
"iya ini gue, kenapa loe, kaget? gue gak nyangka kalau playboy kayak loe masih percaya sama tahayul. dasar cowok penakut"
"eh diem loe, gue bukannya takut, cuma tadi gue.....gue.....gue..." cakka mulai bingung mencari alasan yang tepat agar agni percaya kalau dia bukanlah seorang cowok penakut seperti yang dibilang oleh agni barusan
"cuma apa? gak bisa jawabkan loe. gak usah cari-cari alesen deh loe."
"arrrggghhh.....!!!! kenapa otak gue buntu disaat kayak gini sih" batin cakka. cakkapun melihat ada sesuatu yang bergerak di kakinya agni
"eh apaan tu yang gerak-gerak deket kaki loe?" kata cakka sambul menunjuk kearah kaki agni, agnipun melihat kearah yang ditunjuk oleh cakka tadi
"AAAAAAAAA...............kecoak...........!!!!! hus.....hus........!!!!" seketika itu juga wajah agni langsung pucat dan ia pun mengibas-ngibaskan tangannya seperti orang yang sedang mengusir anjing.
"hahahahaha....gue gak nyangka cewek tomboy kayak loe ternyata takut sama kecoak. hahahahahaha....lucu banget tampang loe tadi ag. sumpah lucu banget.buahahahahahaha...."cakkapun ngakak sejadi-jadinya di depan agni.
"dari pada loe, takut sama setan, hari gini.........takut sama setan.........gak jaman kaleeeeeeeeee, cowok lagi, malu-maluin woiiiiiiiii!!!!!" teriak agni pada cakka
"eeeeee.....dari pada loe takut sama kecoak, berarti cemenan loe dari pada gue!"
"loe tu yang cemen" kata agni yang gak mau kalah
"loe yang cemen. dasar cewek jadi-jadian"
"loe playboy kampung"
"kalau bukan cewek, habis loe sama gue!"
"heh!!!! gak usah bawa-bawa fisik ya. loe kira gue takut sama playboy kampung kayak loe"
"AAARRRGGHHhhhhhhhhh......pergi loe sana, kalau gue ketemu sama loe pasti gue bawaannya emosi"
"yang ada gue yang selalu sial setiap ketemu sama loe. udah tadi kepala gue ketimpuk sama kaleng kosong yang tadi loe tendang, trus ada kecoak yang nginggep di kaki gue, sekarang gue harus buang-buang waktu dan tenaga gue cuma buat ngeladenin orang yang gak penting kayak loe" lalu agni melempar kaleng kosong yang ditendang cakka tadi. lalu kaleng tersebut berhasilmendarat dengan mulus di kepala cakka
"woi cewek jadi-jadian, sakit tau"
"bodok, peduli amat gue. wuekkk!" agnipun pergi meninggalkan cakka
+++++ sma dharma yudha+++++
"eh shill,ag. via mana sih. begitu bunyi bell, dia main kabur aja." tanya ify pada kedua sobatnya
"lagi di panggil sama bu winda fy" jawab shilla
"kenapa emangnya?"
"dia ada masalah sama kak alvin tentang kekalahan mereka waktu ikut lomba oliempiade matematika tingkat provinsi kemaren fy"
"kenapa mereka kalah bisa dipanggil, emangnya kalau ikut lomba wajib menang ya?" tanya ify dengan tampang polos
"yaampunnnn ify..........kemana aja sih loe. mereka berduakan di diskualifikasi gara-gara membuat onar saat pertandingan dimulai" jawab shilla kesel
"yeee.......loe shill, gue kan baru pindah, mana gue tau kalau ada kejadian kayak gitu"
"gue heran ya sama bu winda. udah tau tu anak berdua gak bisa akur, malah dipasangin pulak untuk ikut lomba itu" kata agni yang tidak habis pikir sama keputusan yang diambil oleh guru matematikanya tersebut
"yaelah ag, macam loe gak tau aja kalau kak alvin dan sivia itu jago banget matematikanya. via aja yang masih kelas x dengan mudahnya mengerjakan soal matematika untuk anak kelas XI. jadi jangan heran kalau mereka berdua yang diutus sama bu winda untuk ngewakili sekolah kita untuk ngikutin perlombaan tersebut" jelas shilla panjang lebar]
"udah-udah, loe berdua jangan ribut, mending kita kekantin aja yuk?" ajak ify. dan merekapun pergi kekantin
+++ruang bu winda+++
"alvin!!!!! sivia!!!!! ibuk tidak habis fikir sama kalian berdua, bisa-bisanya kalian ribut pada saat perlombaan itu berlangsung dan membuat sekolah kita di diskualifikasi dari perlombaan tersebut. kalian itu sudah merusak nama baik sekolah!!!! sungguh memalukan!!!!! besok kalian suruh orang tua kalian buat ngadap ibuk, ibuk mau bicara sama mereka!!!!" kata bu winda yang benar-benar emosi
"baik buk" jawab via
"baik bu, besok saya akan menyuruh oma saya buat datang kesekolah"
"alvin, kamu dengar kata-kata ibuk tadi. ibuk nyuruh orang tua kamu yang datang, bukan oma kamu"
"papa saya lagi ada urusan di luar negri buk" jawab alvin cuek
"kalau begitu ibu mau mama kamu yang datang, bukan oma kamu"
"mama saya gak bisa datang buk, jadi saya bakalan tetap akan menyuruh oma saya yang datang untuk mengahadap ibuk besok"
"IBUK MAUNYA MAMA KAMU ALVIN, BUKANNYA OMA KAMU! KAMU PAHAM!!!!!" teriak bu winda emosi.
alvin hanya diam mendengar perkataan bu winda barusan, dan dia segera berdiri dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan ruangan bu winda
"alvin........mau kemana kamu! ibuk belum selesai ngomong alvin!" teriak bu winda, sivia hanya bisa diam melihat kejadian itu.
"sivia, ibu minta kamu bisa membujuk alvin agar dia membawa mamanya untuk menghadap ibuk besok"kata bu winda pada sivia
"tapi bu.........."jawab sivia ragu
"enggak ada tapi-tapian, kalau kamu tidak berhasil membujuk alvin, maka ibu akan memberikan kamu hukuman! MENGERTI KAMU!!!!!"
"i.......i....iya bu, saya mengerti. kalau gitu saya pamit dulu ya bu, permisi." siviapun segera pergi dari ruangan bu winda dan ia segera mengejar alvin
"sialan banget tu cowok, kenapa gue yang ribet gara-gara dia.awas aja dia, kalau ketemu bakalan gue habisin tu anak" gerutu sivia.
"pucuk di cinta ulampun tiba, akhirnya ketemu juga gue sama cowok rese itu, awas aja ya loe, kita liat apa yang gue bisa perbuat sama orang kayak loe" siviapun berlari mengejar alvin yang tengah berjalan di koridor sekolah
"heh loe, gue mau ngomong sama loe!" kata sivia menarik lengan baju alvin agar dia mau menghentikan langkahnya
"mau apa loe!" jawab alvin sinis
"gue mau loe besok nyuruh nyokap loe buat datang kesekolah untuk ngadap bu winda" kata via tegas
"apa hak loe nyuruh-nyuruh gue!"
"asal loe tau ya, gue disuruh buwinda ngebujuk loe agar loe mau bawa nyokap loe untuk ngadap bu winda besok"
"nyokap gue gak bisa"jawab alvin cuek"
"kenapa? nyokap loe sibuk kayak bokap loe?"
"gak!"
"yaudah bagus, berarti besok nyokap loe bisa datang kan?"
"GUE BILANG ENGGAK YA ENGGAK!!!! LOE NGERTI GAK SIH!!!!!!" kali ini alvin gak bisa nahan emosi dia buat ngadepin via
"ooooo........gue ngerti sekarang kenapa loe menjadi orang yang paling gakbisa buat ngehargain orang lain. jelas aja, nyokap loe kayak gitu, gak pernah peduli dan gak pernak ngedidik loe buat menjadi orang yang baik. gue heran, masih ada ya ibu yang gak mau tau sama hidup anaknya, ibu yang gak mau tau akan tugas untuk menjadi ibu rumah tangga yang baik bagi keluarganya" kata via dengan nada suara yang meninggi kepada alvin
PLAKKKKKKK!!!!!!!! sebuah tamparang yang cukup keras mendarat dipipi sivia
"JANGAN PERNAH SEKALI-KALI LOE NGEJELEK-JELEKIN TANTE GRACIA!!!! LOE GAK KENAL DIA, LOE GAK TAU APA-APA TENTANG TANTE GRACIA!!!! JADI LOE GAK ADA HAK BUAT NGATA-NGATAIN TANTE GRACIA, LOE DENGAR ITU S-I-V-I-A A-Z-I-Z-A-H!" kata ify dengan emosi yang gak bisa dia tahan lagi dan air mata yang kini mengalir di wajah cantik gadis tersebut.sementara sivia hanya bisa diam seribu bahasa setelah tamparan yang cukup keras dari ify mendarat di pipinya, begitu pula dengan sahabat-sahabat ify dan alvin yang ada di tempat tersebut. mereka begitu shock akan kejadian yang mereka saksikan barusan.
maaf ya kalau ngepostnya lama, soalnya aku uda kls 3, lagi sibuk buat persiapan un, jadi harap maklum. kalau benar fb mau ditutum, maka saya akan ngelanjutinnya di blog trus nanti di share ke twitter, jadi kalian bisa bc lewat acc twitter aku aja :)
----> yang mau di tag part selanjutnya coment atau gak like aja ya. biar akunya bisa tau. thanks a lot :)
“ify!!!!!!!!!!!!!!!”teriak mama. Mendengar mamanya dipanggil, ifypun langsung turun untuk menemui mamanya.
“bisa kamu jelaskan apa yang terjadi sampai-sampai dapur kamu buat berantakan kayak gini ify?”
“heh belo, loe ngomong apa sih sama mama?” kata ify dengan mata melotot ke arah deva
“apaan sih loe, gue Cuma bilang sama mama kalau kak rio tadi siang pingsan dirumah kita” kata deva membela diri
“bohong!!!! Pasti loe ngomong macem-macem kan sampai-sampai mama marah gini sama gue” kini ify melototkan matanya besar-besar kearah deva
“sudah-sudah! Ify kalau mama nanya dijawab, bukannya kamu malah cari ribut sama adik kamu. Sekarang mama tanya, apa benar yang dibilang adik kamu barusan, kalau tadi siang nak rio pingsan dirumah kita?”
“I…….iii…..iya ma” jawab ify gugup
“kok bisa ify???? Kamu apakan nak rio sampai bisa pingsan?”
“gak ify apa-apakan kok ma, habis madami api dia langsung pingsan, ify jugah gak tau kenapa dia bisa pingsan”
“api? Apa maksud kamu?”
“jadi gini ceritanya ma…….”ifypun menceritakan kejadian tadi siang dari A-Z kepada mamamya
“jadi gitu ceritanya ma”
Yaampun ify…..kamu tu ceroboh banget sih, ngiris bawang aja kamu gak bisa, sok-sok pakai acara masak mie segala lagi. Liat akibat dari semua perbuatan kamu!”
“ya maap ma…..ify gak tau kalau bakalan gini jadinya”
“terus kamu udah ucapin terimakasih sama nak rio?”
“u…udah kok ma….ify udah ucapin”jawab ify gugup
“bohongtu ma, liat aja tuh, jawabnya gugup gitu” kata deva yang memotong kata-kata ify barusan.mamapun melotot ke arah ify
“beneran kok ma, ify udah minta maaf sama rio, eh kak rio maksudnya”
“terus?” tanya mama curiga
“ya……..walaupun akhirnya ify ngusir dia setelah dia siuman, hehehehehe…….”jawab ify sambil nyengir
“aduh ify…….ngidam apa sih mama dulu wahtu ngedam kamu, sampai-sampai kamu jadi anak yang gak bisa berterima kasih sama orang yang udah nolong kamu”
“bukan salah mama mengandung kok ma, kak ify aja tuh yang gak bisa menjadi anak yang membanggakan kedua arang tua, gak seperti deva yang selalu membuat mama dan papa bangga” kata deva hiperbola
“heh setan bali! Loe ngomong apa sih. Bukan salah mama mengandung………. Bukan salah mama mengandung………. Bukan salah mama mengandung………., loe kira ini sinetron bukan salah bumda mengandung apa! Sekali lagi loe ngomong, gue bunuh loe!”
“ify sekarang kamu ikut sama mama, kamu harus ucapin terima kasih sekaligus kamu minta maaf sama nak rio karna kamu udah ngusir dia tadi” akhirnya mama menarik tangan ify dan bermaksud membawanya kerumah keluarga rio. Tetapi begitu sampai di depan rumah, terlihat rio,ray dan mamanya sedang berjalan kerumah ify
“yaampun jeng…,gimana ify? Dia gak kenapa-kenapakan? Tadi saya dengar dari rio kalau rumah jeng hampir kebakaran” kata mama manda khawatir
“gak apa-apa kok jeng, kata ify tadi rio sempat pingsan ya? Kamu gak apa-apakan rio?”
“rio gak apa-apa kok tan, rio baik-baik aja” jawab rio sambil tersenyum
“rio, tante banyak-banyak ngucapin terimakasih ya sama kamu, tante gak tau apa yang bakalan terjadi sama anak dan rumah tante kalau gak ada kamu”
“saya senangkok bisa membantu tante sekeluarga” jawab rio ramah
“oooh iya tante sampai lupa, ayo kita ngobrolnya didalam aja, gak enak sama orang yang lewat kalau kita ngobrol lama-lama dijalan kayak gini”akhirnya mereka semua masuk kedalam rumah ify
“ify…….”mama ginapun memberikan isyarat kepada ify melalui tatapan matanya
“huuuffftt……..rio,eh kak rio maksud gue, gue mau bilang makasih sama loe” ifypun berdiri dari tempat duduknya dan mengulurkan tangannya kearah rio
“sorry…., gue gak bisa dengar kata-kata loe tadi, bisa loe ulang” kata rio berpura-pura tidak mendengar perkataan ify barusan
“sialan ni anak! Pasti dia sengaja pura-pura gak dengar kata-kata gue barusan” batin ify
“ehemmm……ehemmmm……kak rio, gue mau bilang sama loe kalau gue mau berterima kasih banget sama loe karna tadi siang loe udah nolongin gue” kata ify sambil memaksakan sebuah senyuman di bibirnya
“oooo……,loe mau bilang makasih, ya udah, gue terima ucapan terimakasih dari loe”riopun membalas uluran tangan ify.meskipun kata-kata maaf sudah terlontar dari mulut mereka berdua, tapi bukan berarti mereka berdua sudah damai sekarang, hal itu bisa terlihat dari tatapan benci dari mereka berdua
“oh iya jeng,gimana kalau jeng sekeluarga makan malam disini aja, itung-itung sebagai ucapan terimakasih sama sama nak rio karna telah menolong ify tadi siang”
“oh boleh-boleh, kebetulan papanya rio sedang diluar kota sekarang, mari saya bantu menyiapkan makan malamnya jeng” akhirnya mama ify dan riopun pergi ke dapur,kini tinggallah ify,rio,deva dan ray di ruanga keluarga
“heh loe jangan ke ge’eranya. Gue bilang makasih sama loe karna nyokap gue yang nyuruh. Jadi loe jangan besar kepala” kata ify sinis
“idih….siapa yang ge’er” kata rio cuek. Tidak lama kemudian handphone rio berbunyi tanda ada panggilan masuk, riopun segera mengangkatnya.
“hallo……., iya, kenapa ke?” riopun berbicara panjang lebar dengan orang di telefon tersebut. Dan beberapa menit kemudian riopun menutup telephonenya
“kenapa dengan keke kak?”tanya ray
“gue bingung ray,si keke nyuruh gue buat nyariin guru piano buat dia”
“yaelah kak, Cuma disuruh cariin guru piano doang sama keke muka loe udah kayak disuruh ngebunuh orang aja.”
“tapi ni anak banyak maunya ray, yang gurunya harus ceweklah, yang gurunya harus baiklah, yang gurunya harus mudalah, yang inilah,yang itulah. Pusing gue”
“keke???? Keke bidadari gue maksud loe ray?” tanya deva
“yo’aaaaa, udah tau kenapa loe nanya sih dev”
“lho, kenapa dia minta cariin guru piano sama kak rio, emang keke siapanya kalian?”tanya deva bingung
“keke itu sepupu gue dan ray dev” jawab rio
“APAAA!!!!!!SEPUPU!!!! jadi keke itu sepupu loe ray?” teriak deva histeris
“biasa ja kali dev….., norak banget sih loe, budeg kuping gue dengar suara loe” ray pun mengusap-ngusap kupingnya karna teriakan deva tadi
“kenapa loe gak cerita sama gue gondrong!!!!!!” devapun menoyor kepala ray
“kenapa loe gak nanya belo!!!!!” raypun membalas menoyor kepala deva
“sakit ray!”
“loe kira kepala gue gak sakit apa loe toyor kayak tadi”protes ray
“gue kan refleks tadi ray, nah kalau loe emang sengaja buat noyor kepala gue”
“trus loe mau apa?mau lapor sama emak loe?lapor sana! Dasar anak mami loe”
“gak kebalik tuh. Loe tu yang anak mami. Anak mami teriak anak mami”
“eh…gilak ya loe pada. Bukannya bantuin gue buat cari jalan keluarnya, malah ribut loe berdua. Gue pusing ni, si keke ngerengek-ngerekek mulu sama gue minta dicariin guru piano yang sesuai dengan kriteria dia” keluh rio
“aha……gue punya ide. Gimana kalau yang jadi guru piano buat keke kak ify aja, kak ify kan jago banget tu main pianonya” kata deva
“APA!!!!!” kata rio ify kompak
“aduh dev……loe minta dibunuh sama mereka berdua ya?” kata ray
“hehehehehe…..loe berdua kenapa kak, kenapa natap gue kayak gitu? Serem gue liat loe berdua!” kata deva gugup
“dengar ya dev, gue gak bakalan sudi buat bantuin ni anak. Catet kata-kata gue barusan dikepala loe!” kata ify marah setelah mendengar ide gila deva barusan
“heh!!! Gue juga gak sudi buat minta bantuan sama cewek kayak loe” kata rio
“ohhh….bagus kalau gitu!”
“yahhh……kak ify……..loe jangan gitu dong,kalau loe mau bantuin kak rio, itu sama aja kalau loe udah mau bantuin gue”
“maksud loe?”
“maksud gue, kalau loe bersedia jadi guru pianonya keke, berarti peluang gue buat dapetin keke semakin besar, kan gue udah pernah ceritain tentang keke sama loe, jadi loe mau ya kak, please…………….”mohon deva
“gak mau. Itu namanya untung di loe rugi di gue, ogah gue” tolak ify
“ayolah kak…………….woi ray, bantuin gue dong, gak setia temen banget sih loe” devapun meminta bantuan kepada ray
“gue bingung mau ngomong apa dev…….., Mmmmmm……oh ya, gini aja. Kalau kak ify bersedia, kak rio bakalan kakak buat bisa main gitar, dan itu gratis….tis….tis…..kakak kepengen bisa main gitar kan?”rayu ray
“eh…..apa-apaan loe bawa-bawa nama gue” protes rio
“loe diem aja deh kak. Loe mau gue bantu cariin guru piano yang sesuai dengan kriterianya keke kan?”
“iya sih, tapi………….”
“makanya loe diem, gak liat nih gue sedang sibuk ngerayu kak ify. Gimana kak ify? Loe mau ya….ya….ya…..ya…..”
“Mmmmmmm………”ify berfikir sejenak
“kak ify, loe mau ya, kalau loe terima tawaran ini. Gue jamin loe gak bakalan rugi, kak rio itu pinter banget main gitarnya, dia pasti bisa buat loe mahir main gitar dengan cepat” kata deva dengan semangat 45
“ada benarnya juga ni kata tuyul berdua” batin ify/rio
“Mmmmmm……karna gue kasian sama loe-loe pada, gue terima tawaran loe berdua” kata ify
“loe gimana kak” tanya ray
“ya udah deh, gue setuju. Dari pada gue pusing-pusing cari guru piano buat keke” kata rio
“YES!!!!!”deva dan raypun saling bertos ria
“kita berhasil ray”
“berhasil….berhasil, bilang apa loe sama gue”
“makasih ya ray”
“Cuma itu doang?”
“lah, terus apa”
“loe harus bilang,makasih ray yang paling ganteng…………..”kata ray
“mimpi kali yeeee……….”devapun menjulurkan lidahnya
“gue bunuh loe dev…..gue bunuh loe!” raypun mencekik leher deva
“eh….eh……..eh………mau loe apain adek gue ray. Loe mau bunuh adek gue ya” tanya ify pura-pura tidak tau
“hehehehehe……..gak kok kak ify” kata ray sambil nyengir dan melepaskan tangannya dari leher deva
“mampus loe…..kena omel sama kakak gue kan loe”
“kak ify…….loe jangan marah dong…..”pinta ray
“siapa bilang gue marah sama loe, gue malah mau berterimakasih kalau loe beneran mau bunuh si belo ini.seenggaknya penderitaan gue didunia ini berkurang ray”
“kak ify mah gitu………..jahat banget sih loe sama gue” devapun memanyunkan bibirnya
“hahahahahahahahahahahaha……………….”tawa ify,rio,ray meledak karna melihat tingkah deva tersebut
“anak-anak……,ayo kita makan”teriak mama mereka dari arah meja makan
“iya ma” kata ify,rio,ray dan deva kompak.merekapun segera menuju meja makan
+++++
"aaah.....mas elang rese! masa malam-malam gini gue disuruh ke swalayan sih. mana jalan sepi kayak kuburan lagi, bikin gue parno aja" gerutu cakka sambil menendang kaleng kosong yang ada di jalan yang ia lewati. tak lama setelah ia menendang kaleng tersebut, dari arah belakang ada sebuah tangan yang memrgang bahunya.
"kan betul apa yang gue bilang, ini jalan banyak setannya" karna bahunya tiba-tiba saja dipegang oleh tangan yang tak dikenal, apalagi melihat kondisi jalan yang sepi, cakkapun mulai parno sendiri. karna cakka tak kunjung melihat kebelakang, tangan tak dikenal tersebut mulai menepuk-nepuk pundak cakka, alhasil cakka semakin ketakutan.
"aduh........jangan ganggu gue dong setan,dedemit,pocong,kuntilanak,sundelbolong dan setan-setan lainnya yang gue gak apal nama kalian satu satu jadi, mending loe cari mangsa yang lain aja deh, jangan gue,gue terlalu keren buat mati muda setan, jadi please..............singkirin tanagan loe dari gue." kini cakka dengan mata yang tertutup.
"setan,setan. loe tu yang setan!!!!!" terdengar suara dari arah belakang cakka
"lho......,kok setannya bisa ngomong sih,setau gue dan sepengalaman gue nonton film-film horornya mas elang, gak ada tuh adengan setannya ngajakin mangsanya ngomong, begitu tu setan dapat mangsa, maka dia langsung akan membunuh oarang tersebut" kata cakka dengan mata yang masih tertutup
"makanya loe buka mata loe dan loe liat, gue ini setan apa enggak. dasar playboy oon"
"waduh kurang ajar ni setan,pakai acara ngatain gue playboy oon lagi.eh tapi, kayaknya gue kenal deh ni suara" cakkapun segera melihat sosok orang yang ada dibelakangnya
"eloe!!!!!!ngapain loe di belakang gue" cakka begitu kaget setelah dia mengetahui kalau yang memegang bahunya tadi adalah agni, rival sejatinya dia
"iya ini gue, kenapa loe, kaget? gue gak nyangka kalau playboy kayak loe masih percaya sama tahayul. dasar cowok penakut"
"eh diem loe, gue bukannya takut, cuma tadi gue.....gue.....gue..." cakka mulai bingung mencari alasan yang tepat agar agni percaya kalau dia bukanlah seorang cowok penakut seperti yang dibilang oleh agni barusan
"cuma apa? gak bisa jawabkan loe. gak usah cari-cari alesen deh loe."
"arrrggghhh.....!!!! kenapa otak gue buntu disaat kayak gini sih" batin cakka. cakkapun melihat ada sesuatu yang bergerak di kakinya agni
"eh apaan tu yang gerak-gerak deket kaki loe?" kata cakka sambul menunjuk kearah kaki agni, agnipun melihat kearah yang ditunjuk oleh cakka tadi
"AAAAAAAAA...............kecoak...........!!!!! hus.....hus........!!!!" seketika itu juga wajah agni langsung pucat dan ia pun mengibas-ngibaskan tangannya seperti orang yang sedang mengusir anjing.
"hahahahaha....gue gak nyangka cewek tomboy kayak loe ternyata takut sama kecoak. hahahahahaha....lucu banget tampang loe tadi ag. sumpah lucu banget.buahahahahahaha...."cakkapun ngakak sejadi-jadinya di depan agni.
"dari pada loe, takut sama setan, hari gini.........takut sama setan.........gak jaman kaleeeeeeeeee, cowok lagi, malu-maluin woiiiiiiiii!!!!!" teriak agni pada cakka
"eeeeee.....dari pada loe takut sama kecoak, berarti cemenan loe dari pada gue!"
"loe tu yang cemen" kata agni yang gak mau kalah
"loe yang cemen. dasar cewek jadi-jadian"
"loe playboy kampung"
"kalau bukan cewek, habis loe sama gue!"
"heh!!!! gak usah bawa-bawa fisik ya. loe kira gue takut sama playboy kampung kayak loe"
"AAARRRGGHHhhhhhhhhh......pergi loe sana, kalau gue ketemu sama loe pasti gue bawaannya emosi"
"yang ada gue yang selalu sial setiap ketemu sama loe. udah tadi kepala gue ketimpuk sama kaleng kosong yang tadi loe tendang, trus ada kecoak yang nginggep di kaki gue, sekarang gue harus buang-buang waktu dan tenaga gue cuma buat ngeladenin orang yang gak penting kayak loe" lalu agni melempar kaleng kosong yang ditendang cakka tadi. lalu kaleng tersebut berhasilmendarat dengan mulus di kepala cakka
"woi cewek jadi-jadian, sakit tau"
"bodok, peduli amat gue. wuekkk!" agnipun pergi meninggalkan cakka
+++++ sma dharma yudha+++++
"eh shill,ag. via mana sih. begitu bunyi bell, dia main kabur aja." tanya ify pada kedua sobatnya
"lagi di panggil sama bu winda fy" jawab shilla
"kenapa emangnya?"
"dia ada masalah sama kak alvin tentang kekalahan mereka waktu ikut lomba oliempiade matematika tingkat provinsi kemaren fy"
"kenapa mereka kalah bisa dipanggil, emangnya kalau ikut lomba wajib menang ya?" tanya ify dengan tampang polos
"yaampunnnn ify..........kemana aja sih loe. mereka berduakan di diskualifikasi gara-gara membuat onar saat pertandingan dimulai" jawab shilla kesel
"yeee.......loe shill, gue kan baru pindah, mana gue tau kalau ada kejadian kayak gitu"
"gue heran ya sama bu winda. udah tau tu anak berdua gak bisa akur, malah dipasangin pulak untuk ikut lomba itu" kata agni yang tidak habis pikir sama keputusan yang diambil oleh guru matematikanya tersebut
"yaelah ag, macam loe gak tau aja kalau kak alvin dan sivia itu jago banget matematikanya. via aja yang masih kelas x dengan mudahnya mengerjakan soal matematika untuk anak kelas XI. jadi jangan heran kalau mereka berdua yang diutus sama bu winda untuk ngewakili sekolah kita untuk ngikutin perlombaan tersebut" jelas shilla panjang lebar]
"udah-udah, loe berdua jangan ribut, mending kita kekantin aja yuk?" ajak ify. dan merekapun pergi kekantin
+++ruang bu winda+++
"alvin!!!!! sivia!!!!! ibuk tidak habis fikir sama kalian berdua, bisa-bisanya kalian ribut pada saat perlombaan itu berlangsung dan membuat sekolah kita di diskualifikasi dari perlombaan tersebut. kalian itu sudah merusak nama baik sekolah!!!! sungguh memalukan!!!!! besok kalian suruh orang tua kalian buat ngadap ibuk, ibuk mau bicara sama mereka!!!!" kata bu winda yang benar-benar emosi
"baik buk" jawab via
"baik bu, besok saya akan menyuruh oma saya buat datang kesekolah"
"alvin, kamu dengar kata-kata ibuk tadi. ibuk nyuruh orang tua kamu yang datang, bukan oma kamu"
"papa saya lagi ada urusan di luar negri buk" jawab alvin cuek
"kalau begitu ibu mau mama kamu yang datang, bukan oma kamu"
"mama saya gak bisa datang buk, jadi saya bakalan tetap akan menyuruh oma saya yang datang untuk mengahadap ibuk besok"
"IBUK MAUNYA MAMA KAMU ALVIN, BUKANNYA OMA KAMU! KAMU PAHAM!!!!!" teriak bu winda emosi.
alvin hanya diam mendengar perkataan bu winda barusan, dan dia segera berdiri dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan ruangan bu winda
"alvin........mau kemana kamu! ibuk belum selesai ngomong alvin!" teriak bu winda, sivia hanya bisa diam melihat kejadian itu.
"sivia, ibu minta kamu bisa membujuk alvin agar dia membawa mamanya untuk menghadap ibuk besok"kata bu winda pada sivia
"tapi bu.........."jawab sivia ragu
"enggak ada tapi-tapian, kalau kamu tidak berhasil membujuk alvin, maka ibu akan memberikan kamu hukuman! MENGERTI KAMU!!!!!"
"i.......i....iya bu, saya mengerti. kalau gitu saya pamit dulu ya bu, permisi." siviapun segera pergi dari ruangan bu winda dan ia segera mengejar alvin
"sialan banget tu cowok, kenapa gue yang ribet gara-gara dia.awas aja dia, kalau ketemu bakalan gue habisin tu anak" gerutu sivia.
"pucuk di cinta ulampun tiba, akhirnya ketemu juga gue sama cowok rese itu, awas aja ya loe, kita liat apa yang gue bisa perbuat sama orang kayak loe" siviapun berlari mengejar alvin yang tengah berjalan di koridor sekolah
"heh loe, gue mau ngomong sama loe!" kata sivia menarik lengan baju alvin agar dia mau menghentikan langkahnya
"mau apa loe!" jawab alvin sinis
"gue mau loe besok nyuruh nyokap loe buat datang kesekolah untuk ngadap bu winda" kata via tegas
"apa hak loe nyuruh-nyuruh gue!"
"asal loe tau ya, gue disuruh buwinda ngebujuk loe agar loe mau bawa nyokap loe untuk ngadap bu winda besok"
"nyokap gue gak bisa"jawab alvin cuek"
"kenapa? nyokap loe sibuk kayak bokap loe?"
"gak!"
"yaudah bagus, berarti besok nyokap loe bisa datang kan?"
"GUE BILANG ENGGAK YA ENGGAK!!!! LOE NGERTI GAK SIH!!!!!!" kali ini alvin gak bisa nahan emosi dia buat ngadepin via
"ooooo........gue ngerti sekarang kenapa loe menjadi orang yang paling gakbisa buat ngehargain orang lain. jelas aja, nyokap loe kayak gitu, gak pernah peduli dan gak pernak ngedidik loe buat menjadi orang yang baik. gue heran, masih ada ya ibu yang gak mau tau sama hidup anaknya, ibu yang gak mau tau akan tugas untuk menjadi ibu rumah tangga yang baik bagi keluarganya" kata via dengan nada suara yang meninggi kepada alvin
PLAKKKKKKK!!!!!!!! sebuah tamparang yang cukup keras mendarat dipipi sivia
"JANGAN PERNAH SEKALI-KALI LOE NGEJELEK-JELEKIN TANTE GRACIA!!!! LOE GAK KENAL DIA, LOE GAK TAU APA-APA TENTANG TANTE GRACIA!!!! JADI LOE GAK ADA HAK BUAT NGATA-NGATAIN TANTE GRACIA, LOE DENGAR ITU S-I-V-I-A A-Z-I-Z-A-H!" kata ify dengan emosi yang gak bisa dia tahan lagi dan air mata yang kini mengalir di wajah cantik gadis tersebut.sementara sivia hanya bisa diam seribu bahasa setelah tamparan yang cukup keras dari ify mendarat di pipinya, begitu pula dengan sahabat-sahabat ify dan alvin yang ada di tempat tersebut. mereka begitu shock akan kejadian yang mereka saksikan barusan.
maaf ya kalau ngepostnya lama, soalnya aku uda kls 3, lagi sibuk buat persiapan un, jadi harap maklum. kalau benar fb mau ditutum, maka saya akan ngelanjutinnya di blog trus nanti di share ke twitter, jadi kalian bisa bc lewat acc twitter aku aja :)
----> yang mau di tag part selanjutnya coment atau gak like aja ya. biar akunya bisa tau. thanks a lot :)
Cinta Sejati Untuk 4 Sahabat *Part 7*
+rumah rio+
"yo kamu sakit?" tanya mama
"'rio cuma kurang enak badan kok ma"
"ooo...,yaudah,kamu minum obatnya nanti ya, obatnya udah mama siapkan di meja tuh. terus kamu jaga rumah baik-baik ya, soalnya mama mau pergi sama tante gina"
"tante gina siapa ma?" tanya rio
""itu tetangga baru kita, yaudah ya, mama pergi dulu. dada sayang" kata mama sambil mencium kening rio dan ia segera pergi.tak lama kemudian ray turun dari tangga dengan penampilan yang sangat keren.
"eh ray, mau kemana loe hari minggu gini?" tanya rio
"eh ada kak rio toh, gue mau pergi ke mall bareng deva dan ozy"
"yaaaah....sendirian deh gue dirumah"keluh rio
"itu sih derita loe. gue pergi dulu ya, bye"
+rumah ify+
"hoemmmm.....udah jam berapa ni? buseeettt....cepat banget jam 12 nya. heheheh...nyenyak banget ya gue tidurnya."kata ify pada dirinya sendiri
"aduh cacing dalam perut gue pada demo ni, minta dikasih makan. gue makan dulu ahhh..."ifypun segera menuju dapur
"yahhh...masa cuma ada roti sama nasi goreng sih, bosen gue.mending gue masak mie aja. eh tapikan gue gak tau caranya? aduh o'oon banget sih gue. kan dibungkusnya ada cara buat masaknya" ifupun segera mengambil satu bungkus mie yang ada di lemari dapurnya
"yahhh...kalau cuma kayak gini gampang. okedeh udah gue putuskan gue bakal masak ni mie"
pada waktu ify menyalakan kompor,tanpa sengaja serbet yang ia pegang mengenai api dan terbakar.
"huaaaaaaaaa....apiiiiiii!!!!!! mama....papa....deva....pak oni.......rumah kebakarannnnnnn..........."teriak ify histeris
"haduh ni orang-orang pada kemana sih. mampus deh gue.mau minta tolong sama siapa ni gue, oh iya tetangga, gue minta tolong sama tetangga aja"kata ify panik dan ia segera berlari menuju rumah rio
"tolong....tolong...tolong.....!!!" kata ify sambil menggedor-gedor pintu rumah rio, lalu keluarlah seseorang dari dalam rumah itu
"heh, ada perlu apa loe, sampai loe gedor-gedor pintu rumah gue kayak gitu." tanya rio
"loe mesti tolong gue, SEKARANG!" perintah ify
"gak mau gue. gue lagi sakit, lain kali aja loe minta tolongnya, dan pastinya bukan sama gue"tolak rio
"alah...pending aja sakit loe itu, gak penting tau gak,ada yang lebih penting.rumah gue kebakaran, loe kudu bantuin gue buat madamin apinya"
"enak banget loe bilang sakit gue mesti dipending. loe kira sms pakai acara dipending segala. Gak bisa! rumah loe aja tu yang kebakarannya dipending" kata rio emosi
untuk berapa detik kemudian rio dan ify saling diam-diaman.mereka sedang mencoba mengatur nafas mereka masing-masing.
"APA!!!!! rumah loe kebakaran. kenapa loe gak bilang dari tadi sih! ayo cepat kita kerumah loe" kata rio yang kaget beserta panik. dia baru menyadari dan mencerna dengan baik kata-kata ify tadi. tanpa babi buta lagi, rio segera menarik tangan ify dan berlari menuju kerumah ify
"cepet loe ambil air sana!"perintah rio pada ify.
ify pun segera membuka kulkasnya dan ia bermaksud untuk mengambil sebotol air dari kulkasnya itu
"kenapa loe buka kulkas sih?"tanya rio heran
"kan loe suruh gue ambil air, ya udah, ini gue mau ambil di kulkas"kata ify dengan sangat-sangat polosnya
"maksud gue loe ambil air seember penuh buat madamin ni api. bukan air buat diminum"kata rio emosi
"ya udah, ini. kan ini juga air"kata ify sambil memberikan botol kecil yang berisi air
"IFYYYYYYYYYY......." kali ini emosi rio benar-benar tak bisa ia tahan lagi melihat tingkah laku ify, akhirnya rio memutuskan buat mengambil air sendiri, karna bagi dia disaat genting kayak gini gak ada gunanya buat dia ribut sama ify. beberapa detik kemudian rio berhasil memadamkan apinya dengan seember penuh berisi air yang ia ambil dari kamar mandi rumah ify. Dan api itu akhirnya berhasil juga ia padamkan
"fiuhhh....akhirnya ni api berhasil gue padamin juga" kata rio lega, namun beberapa saat kemudian rio jatuh pingsan
"yo....rio....! bangun! aelahhh....pakai acara pingsan pula ni anak. gimana dong, mana rumah lagi sepi lagi, kan gak mungkin kalau gue ngangkat tubuh ni anak sendirian. mana kuat gue. oh....ya, gue ada ide." ifypun segera mengambil seember air dan menyiramkannya ketubuh rio
BYURRR.......!!!!!!!
"kak ify.....!!!!!" teriak deva yang tiba-tiba saja muncul. "apa-apaan sih loe kak nyiram-nyiram kak rio pakai air 1 ember kayak gitu"
"ya habis gue panik dev, ni anak tiba-tiba pingsan,gue kan cuma mau nyadarin dia aja"
"tapi gak gitu caranya.kalau tu air masuk kesaluran pernafasannya kak rio dia bisa mati tau gak loe! ceroboh banget sih loe kak" bentak deva
"Eeee buset, kenapa gue dibentak-bentak kayak gini sih. Maksud gue kan baik” batin ify.
"yaudah, ni anak mau diapain?" tanya ify
"ya dibawa kekamar lah" kata deva yang mulai memapah tubuh rio (wih deva kuat ya)
"deva...........loe kok lama banget sih ambil dompetnya. acha sama keke udah nungguin kita tuh di mall" teriak ozy yang dari tadi menunggu deva diluar rumah dan akhirnya dia dan ray memutuskan untuk menyusul deva kedalam
"ohhh...iya keke, gue lupa sama bidadari gue yang satu itu" kata deva kaget, dan tanpa sadar tubuh rio yang ia pegang dalam kondisi tidak sadarkan diri, ia lepaskan begitu saja. sehingga membuat tubuh rio jatuh kelantai dengan cukup keras
"DEVAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!" teriak ify,ray dan ozy secara bersamaan
"aduh...aduh, sorry kak rio. sorry banget.gue gak maksuk kok buat nyakitin loe. gue refleks tadi." kata deva meminta maaf pada rio yang pingsan
"refleks ya refleks! tapi kira-kira dong loe jatuhinnya, walaupun rada nyebelin, tapi kak rio tetap kakak gue. trus kenapa coba kakak gue bisa pingsan dalam keadaan basah kuyub gini. loe apain kakak gue dev" tanya ray
"tanya aja tuh sama kak ify"
"nanti deh gue jelasin. sekarang bantuin gue buat ngangkat tubuh ni anak ke kamar. kasian gue liatnya"kata ify merasa bersalah kepada rio
akhirnya, riopun diangkat secara bersama-sama ke kamar. karna deva, ray dan ozy udah janjian sama acha dan keke di mall, merekapun pergi meninggalkan ify sendirian dirumah dengan ditemani rio yang tidak sadarkan diri. tak lama kemudian terdengarlah suara orang yang memanggil namanya dari luar rumah
"IFY....!" teriak 2 orang bersamaan di depan rumah ify
"heh ngapain loe disini?" tanya salah seorang diantara mereka
"ya suka-suka gue dong. ini kan rumah teman gue, bukan rumah loe, jadi kenapa loe yang sewot" kata seorangnya lagi dengan nada suara yang meninggi
"ye...nyantai aja dong. gak usah nyolot gitu tampang loe"
"loe tu yang nyolot, bukan gue!"
"loe"
"loe"
"loe"
"loe"
tiba-tiba keluarlah ify dari dalam rumah karena ia merasa terganggu oleh suara ribut-ribut dari depan rumahnya itu
saat ify membuka pintu, dia kaget karna melihat alvin dan via yang tengah bertengkar di depan rumahnya. "kak alvin, via ngapain kalian disini? pakai acara ribut-ribut depan rumah gue lagi"
"gak ada, cuma mau main aja kerumah loe" kata alvia (alvin sivia) kompak
"apa sih mau loe, kenapa, loe selalu ikut-ikut kata-kata gue" protes sivia
"yang ada loe tu yang ngikut-ngikut gue"
"stop! stop! stoppppp!!!!! ini rumah gue, kalau kalian berdua mau ribut, jangan ribut dirumah gue, noh sono dilapangan. kalau kalian udah selesai ributnya, baru kalian balik lagi kesini" kata ify yang sudah siap-siap untuk menutup pintu rumahnya
"ehhh...ify tunggu!" kata alvia sambil menahan pintu dengan kedua tangan mereka
"ada apa lagi sih? udah selesai kalian ributnya?" tanya ify
"siapa bilang kita berdua ribut. orang kita barusan cuma becanda kok. cuma buat iseng-iseng doang, ya gak vi" kata alvin sambil merangkul pundak sivia
"hah...siapa yang bercanda?! maksud loe, gue sama loe?!" tanya sivia pada alvin dengan tampang polos. tiba-tiba alvin dengan sengaja menginjak kaki sivia
"auwwww...!"rintih sivia
"kita-pura-pura begok.lo mau kita berdua diusir" bisik alvin di telinga sivia
"kenapa loe vi?" tanya ify
"hah...,gak apa-apa kok fy. oh iii...iii...iya, gue sama kak alvin tadi cuma becanda doang kok. gak benaran."jelas sivia
"oooo....gue sangka kalian ribut benaran, ternyata cuma becanda doang. yaudah, ayo masuk."ifypun masuk duluan ke dalam rumahnya. ketika ify tidak melihat, siviapun membalas menginjak kaki alvin
"auwww" rintih alvin
"itu balesan buat loe, karna loe udah seenaknya nginjak kaki gue tadi. loe pikir gak sakit apa" siviapun masuk kedalam rumah ify.
"sialan tu cewek, untung aja ada ify, kalau gak, habis tu anak sama gue" gerutu alvin, lalu iapun masuk kedalam rumah
"yaudah, kalian berdua mau gue buatin minuman apa" tanya ify
"air putih aja, tapi yang dingin ya fy." kata alvia kompak (kompakan melulu deh dari tadi)
"ooo....yaudah, air putih dingin buat kak alvin dan via" ifypun bersiap-siap menuju dapur
"eeehh...eeeh...fy. gue ganti deh, gue mau yang elitan dikit. gue mau orange jus aja deh" kata sivia sambil menatap sinis kepada alvin
"gue juga ganti deh fy, gue mau cappucino aja deh" kata alvin yang nampaknya dia gak mau kalah dengan minuman yang dipesan sivia
"gue gak jadi orange jus deh, gue mau ice cream strawberry aja deh"kata sivia
"eeeh...gue gak jadi juga deh cappucinonya. gue ganti dengan ice cream coklat dan vanilla dalam porsi yang besar kalau perlu loe tambahin strawberry di ice cream gue itu ya fy"kata alvin
"hah, gue gak jadi deh ice cream strawberry nya. gue hot chocolate aja deh fy"perintah via kepada ify layaknya majikan yang menyuruh pembantunya buat mengambilkan air minum
"AAAAAAAA..........!!!!!! VIA.......!KAK ALVIN......! loe kira gue babu loe berdua. loe kira rumah gue cafe, ini rumah gue dan gue pemilik rumah ini. jadi loe berdua gak ada hak buat merintah-merintah gue kayak tadi. gue ini bukan babu yang bisa kalian suruh-suruh seenaknya.sekarang gue minta sama kalian buat angkat kaki dari rumah gue! loe berdua KELUAR SEKARANGGGGG............!!!!" teriak ify dengan emosi yang meledak-ledak.melihat ekspresi ify yang seolah-olah ingin memakan mereka berdua,akhirnya mereka memutuskan untuk keluar dari rumah ify. kepergian merekapun dihantarkan oleh bantingan pintu yang sangat keras oleh ify
"gara-gara loe, ify jadi ngusir gue, puas loe!" bentak sivia pada alvin
"heh cewek gila, enak banget loe main nyalah-nyalahin gue. loe juga salah kali, jadi orang jangan egois dong loe!"
"loe yang egois!" siviapun pergi meninggalkan alvin dengan rasa penuh kebencian
"dasar cewek gila! ify juga, tega banget dia ngusir gue. dari pada gue gak jelas disini, mending gue kerumah rio aja"alvinpun akhirnya meninggalkan rumah ify
+rumah ify+
"heran ya gue sama tu anak berdua, gak disekolah, dirumah gue, kerjaannya berantem mulu. gak tau apa gue lagi pusing" gerutu ify
"heh loe! ngapin loe terik-teriak kayak tadi, gak tau apa suara loe itu jelek banget tau, sakit kuping gue dengarnya" kata rio marah-marah sama ify. akibat ify teria-teriak tadi rio tersadar dari pingsannya
"heh, loe gak usah banyak ngomong ya.mending sekarang loe pergi dari rumah gue, sebelum kesabaran gue habis cuma buat ngadepin orang rese kayak loe."
"benaran manusia yang gak tau terima kasih ya loe! udah gue bantuin tadi, bukannya bilang terima kasih sama gue, malah marah-marah dan sekarang ngusir gue. heran gue, kok ada ya orang kayak loe hidup didunia ini"
"jadi loe mau gue gimana? loe mau gue bilang terimakasih sama loe? ok, akan gue lakuin apa mau loe. MARIO STEVANO ADITYA HALING, GUE ALYSSA SAUFIKA UMARI MAU NGUCAPIN TERIMA KASIH YANG SEBESAR-BESARNYA SAMA LOE KARNA LOE TADI UDAH NOLONGIN GUE" kata ify dengan nada yang membentak
"udah selesaikan, sekarang gue minta LOE KELUAR DARI RUMAH GUE, SEKARANGGGGG.....!!!!!!" teriak ify, spontan rio segera lari dan pergi dari rumah ify
"heran gue, hari ini banyak banget orang yang bikin emosi gue naik. dari pada gue emosian gak karuan kayak gini, mending gue main piano aja deh"
"sialan tu cewek. dasar orang gak punya perasaan, gak punya hati, gak tau terima kasih, galak, cerewet. hebat banget dia, udah gue bantuin juga, tapi apa coba balasan yang gue dapat dari dia. dia ngusir gue dengan cara yang sangat-sangat tidak hormat. awas aja tu cewek, lain kali gak bakalan sudi gue nolongin dia, biarpun gue dikasih uang 1 milyar, gue tetap gak bakalan nolongin tu anak" sepanjang perjalanan rio terus merutuki ify.melihat rio datang alvinpun segera menghampirinya.
"ehhh yo, dari mana aja loe, gue nungguin dari tadi juga" tanya alvin
"dari rumah ify, ngapa loe!" tanya rio sinis kepada alvin
"kok gue gak liat loe tadi dirumah ify?"
"loe gak usah banyak tanya deh vin, gue lagi gak enak hati, gak enak badan,gak enak pikiran. jadi mending loe diam" jawab rio jutek pada alvin
+mall+
"huft.......capek banget gue ag, tapi gak apa-apa deh, yang penting gue senang banget hari ni" kata shilla sambil memijat-mijat kakinya. kini shilla dan agni sedang duduk disebuah bangku yang terletak diluar mall
"gila loe shill, sumpah loe benar-berar gila. buat apa coba loe belanja sebanyak ini, mana barang-barang yang loe beli gak penting semua lagi.loe gak mikir apa, gimana kalau uang jajan loe habis cuma untuk beli barang-barang yang gak penting kayak gini" kata agni
"kok loe jadi ceramahin gue sih ag, bagi loe barang-barang ini gak penting, tapi bagi gue barang-barang ini penting banget. loe tenang aja deh, gue udah nyisihin uang gue buat jajan gue selama 1 minggu kedepan"
"ya itu seterah loe, kan gue cuma nasehatin loe doang. bagus deh kalau loe ada nyisihin uang loe buat jajan loe nanti"
"sekarang gue yang nanya sama loe, buat apa loe beli bola basket baru, perasaan baru 2 minggu yang lalu deh loe beli tu bola. trus kenapa loe beli lagi sekarang. mubazir aja loe jadi orang"
"bola gue yang kemaren bocor, makanya gue beli yang baru"
"ya....tapi ag?"
"tapi apa sih shill?"gerutu agni pada shilla
"yeee....dengarin dulu dong gue ngomong, jangan main loe potong aja pembicaraan gue. gue mau bilang, masa bola basket yang loe beli mirip sih sama bola basket yang dibeli sama tu orang, eh gue ralat, bola basket loe sama tu orang gak mirip, tapi lebih tepatnya lagi sama. coba deh loe liat, nama tokonya aja sama. kan gak lucu ag."kata shilla sambil menunjuk ke arah orang yang ia maksud barusan.agnipun melihat orang yang dimaksud shilla barusan
"what!!!! kok bisa!!! wah....nyari ribut tu anak, loe tunggu disini shill, biar gue labrak dulu tu anak!" agnipun langsung menghampiri orang tersebut yang sedang asik bercanda bersama temannya
"hajar ag! kalau perlu loe hajar juga tu temannya" kata shilla yang memprokatori agni
"heh playboy kampung! loe mau cari ribut ya sama gue. ngapain loe beli bola basket yang sama dengan gue. kurang senang loe sama gue. loe ngefans sama gue, sampai-sampai loe beli juga bola basket yang sama kayak punya gue. sorry ya, gue gak level sama playboy kampung kayak loe." bentak agni
"apa loe bilang! gue palyboy kampung! gue hidup dikota ya, bukan dikampung, jadi loe jangan manggil gue playboy kampung, tapi panggil gue playboy kota" jawab orang tersebut yang gak nyambung dengan perkataan agni barusan. "trus apa loe bilang tadi? gue ngefans sama loe! ngaca dong loe...ngaca! loe siapa, gue siapa. kayak gak ada cewek aja didunia ini sehingga gue mesti suka sama cewek jadi-jadian kayak loe.kalau gue tau bola basket yang gue beli ini sama kayak punya loe, gue gak bakalan sudi buat beli ni bola."
"dasar o'oon. gue bilang loe kampungan karna sikap loe, bukan karna tempat tinggal. emang ia kan loe itu palyboy kampungan, loe slalu tebar pesona sama cewek-cewek dengan rayuan gombal loe yang gak mutu+norak."
"alah....bilang aja loe ngiri sama cewek-cewek yang pernah gue godain itu"
"kepedean banget idup loe"
"siapa yang kepedean coba. udah.......loe ngaku aja. gue tau kok pesona gue ini memang selalu buat cewek-cewek ingin dekat-dekat sama gue, termasuk loe."
"gue gak iri sama cewek-cewek centil itu"
"iya! loe itu ngiri. jujur aja gak usah bohong"kata orang tersebut maksa
"cakka....agni.....loe berdua jangan ribut disini dong. malu tau, kalian gak sadar ya, dari tadi orang-orang pada ngeliatin kalian tuh. nanati kita bisa ditegur satpam lagi" gabriel mencoba melerai pertengkarang yang tejadi antara cagni (cakka agni)
"DIAM LOE!" bentak cagni pada gabriel. lalu mereka berdua melanjutkan pertengkarannya lagi.
"ehemm...ehemm...!" kata seorang satpam yang kini sedang berdiri di belakang cagni
"iel.....gue bilang loe diam aja" kata cakka.betapa kagetnya ia setelah mengetahui siapa yang ada dibelakang saat ini
"maaf.....ya dek. kalau kalian mau ribut jangan disini. kalian bisa menggangu ketentraman orang-orang yang mau berbelanja di mall ini" tegur satpam itu pada cagni
“hehehehehe.....iya pak” kata cagni sambil nyengir
akhirnya pertengkaran yang terjadi antara cakka dan agnipun dapat diakhiri. agni kembali ketempat shilla dan cakka, gabriel kembali ketempat duduknya semula. kini posisi agni, shilla dan cakka,gabriel saling berhadap-hadapan. agni shilla duduk dibangku sebelah barat dan cakka gabriel duduk dibangku sebelah timur. tidak lama kemudian ada anak kecil yang mengamen di dekat gabriel dan cakka, lalu gabrielpun memberikan uang kepada pengamen itu. lalu anak kecil itu kembali mengamen di dekat shilla dan agni. saat shilla memberikan uang kepada anak itu, anak itu sedikit kecewa.
"yahh......kakak cantik-cantik kok pelit sih, kakak yang ganteng itu aja tadi ngasih aku 20 ribu, kakak kok cuma 10 ribu sih. kakak cantik pelit" kata pengamen itu pada shilla, melihat kejadian itu gabrielpun ketawa sepuas-puasnya. tentu saja shilla gak terima dengan sikap gabriel barusan. tanpa babi buta lagi shilla langsung memberi uang 100 ribu kepada anak tersebut.
"nah ni kakak kasih kamu 100 ribu. sekarang mana yang pelit, orang jelek disana atau kakak"
"kakak baik deh, kakak gak pelit kok. kakak yang itu yang pelit" kata anak tersebut sambil menunjuk iel. dan shillapun menatap iel dengan senyum penuh kemenangan
"adek kamu sini deh, kakak bakal tambahin uangnya." kata iel sambil mengeluarkan uang 200 ribu dari dompetnya. maka terjadilah perang untuk mendapatkan predikat orang yang paling baik dan gak pelit di hati pengamen kecil tersebut. tanpa disadari kini uang shilla dan gabriel semuanya telah berpindah ke tangan anak kecil tersubut
"busettt...........gila nih ya iel. ngasih uang kepengamen gak kira-kira kayak gitu. kalau gini caranya, gue juga mau deh jadi pengamen, mudah banget buat dapetin uang sebanyak itu" batin cakka
"agni pinjemin gue duit loe, duit gue udah habis nih. masa ia gue kalah sama orang kayak dia" kata shilla sambil menunjuk gabriel
"gue gak mau ya shill. loe gak liat tu pengamen udah jadi jutawan mendadak gara-gara uang yang loe dan gabriel kasih barusan" tolak agni
"makasih ya kakak cantik dan kakak ganteng. kalian baik banget deh, aku pergi dulu ya, byeeee" anak itupun pergi meninggalkan shilla dan gabriel dalam keadaan yang shock berat
"yaudah shill, ayo kita pulang. tuh supir loe udah jemput" kata agni sambil menepuk pelan pundak sobatnya itu. akhirnya shilla dan agni pun pulang
"yah....cakkkk. ludes semua duit jajan gue" keluh gabriel
"itu derita loe yel, yaudah deh, ayo kita pulang sekarang. loe nangis kejar-kejarpun, tu semua duit loe gak bakalan balik. anggap aja loe tadi beramal. cakka dan gabrielpun meninggalkan mall tersebut dan pulang kerumahnya masing-masing
"yo kamu sakit?" tanya mama
"'rio cuma kurang enak badan kok ma"
"ooo...,yaudah,kamu minum obatnya nanti ya, obatnya udah mama siapkan di meja tuh. terus kamu jaga rumah baik-baik ya, soalnya mama mau pergi sama tante gina"
"tante gina siapa ma?" tanya rio
""itu tetangga baru kita, yaudah ya, mama pergi dulu. dada sayang" kata mama sambil mencium kening rio dan ia segera pergi.tak lama kemudian ray turun dari tangga dengan penampilan yang sangat keren.
"eh ray, mau kemana loe hari minggu gini?" tanya rio
"eh ada kak rio toh, gue mau pergi ke mall bareng deva dan ozy"
"yaaaah....sendirian deh gue dirumah"keluh rio
"itu sih derita loe. gue pergi dulu ya, bye"
+rumah ify+
"hoemmmm.....udah jam berapa ni? buseeettt....cepat banget jam 12 nya. heheheh...nyenyak banget ya gue tidurnya."kata ify pada dirinya sendiri
"aduh cacing dalam perut gue pada demo ni, minta dikasih makan. gue makan dulu ahhh..."ifypun segera menuju dapur
"yahhh...masa cuma ada roti sama nasi goreng sih, bosen gue.mending gue masak mie aja. eh tapikan gue gak tau caranya? aduh o'oon banget sih gue. kan dibungkusnya ada cara buat masaknya" ifupun segera mengambil satu bungkus mie yang ada di lemari dapurnya
"yahhh...kalau cuma kayak gini gampang. okedeh udah gue putuskan gue bakal masak ni mie"
pada waktu ify menyalakan kompor,tanpa sengaja serbet yang ia pegang mengenai api dan terbakar.
"huaaaaaaaaa....apiiiiiii!!!!!! mama....papa....deva....pak oni.......rumah kebakarannnnnnn..........."teriak ify histeris
"haduh ni orang-orang pada kemana sih. mampus deh gue.mau minta tolong sama siapa ni gue, oh iya tetangga, gue minta tolong sama tetangga aja"kata ify panik dan ia segera berlari menuju rumah rio
"tolong....tolong...tolong.....!!!" kata ify sambil menggedor-gedor pintu rumah rio, lalu keluarlah seseorang dari dalam rumah itu
"heh, ada perlu apa loe, sampai loe gedor-gedor pintu rumah gue kayak gitu." tanya rio
"loe mesti tolong gue, SEKARANG!" perintah ify
"gak mau gue. gue lagi sakit, lain kali aja loe minta tolongnya, dan pastinya bukan sama gue"tolak rio
"alah...pending aja sakit loe itu, gak penting tau gak,ada yang lebih penting.rumah gue kebakaran, loe kudu bantuin gue buat madamin apinya"
"enak banget loe bilang sakit gue mesti dipending. loe kira sms pakai acara dipending segala. Gak bisa! rumah loe aja tu yang kebakarannya dipending" kata rio emosi
untuk berapa detik kemudian rio dan ify saling diam-diaman.mereka sedang mencoba mengatur nafas mereka masing-masing.
"APA!!!!! rumah loe kebakaran. kenapa loe gak bilang dari tadi sih! ayo cepat kita kerumah loe" kata rio yang kaget beserta panik. dia baru menyadari dan mencerna dengan baik kata-kata ify tadi. tanpa babi buta lagi, rio segera menarik tangan ify dan berlari menuju kerumah ify
"cepet loe ambil air sana!"perintah rio pada ify.
ify pun segera membuka kulkasnya dan ia bermaksud untuk mengambil sebotol air dari kulkasnya itu
"kenapa loe buka kulkas sih?"tanya rio heran
"kan loe suruh gue ambil air, ya udah, ini gue mau ambil di kulkas"kata ify dengan sangat-sangat polosnya
"maksud gue loe ambil air seember penuh buat madamin ni api. bukan air buat diminum"kata rio emosi
"ya udah, ini. kan ini juga air"kata ify sambil memberikan botol kecil yang berisi air
"IFYYYYYYYYYY......." kali ini emosi rio benar-benar tak bisa ia tahan lagi melihat tingkah laku ify, akhirnya rio memutuskan buat mengambil air sendiri, karna bagi dia disaat genting kayak gini gak ada gunanya buat dia ribut sama ify. beberapa detik kemudian rio berhasil memadamkan apinya dengan seember penuh berisi air yang ia ambil dari kamar mandi rumah ify. Dan api itu akhirnya berhasil juga ia padamkan
"fiuhhh....akhirnya ni api berhasil gue padamin juga" kata rio lega, namun beberapa saat kemudian rio jatuh pingsan
"yo....rio....! bangun! aelahhh....pakai acara pingsan pula ni anak. gimana dong, mana rumah lagi sepi lagi, kan gak mungkin kalau gue ngangkat tubuh ni anak sendirian. mana kuat gue. oh....ya, gue ada ide." ifypun segera mengambil seember air dan menyiramkannya ketubuh rio
BYURRR.......!!!!!!!
"kak ify.....!!!!!" teriak deva yang tiba-tiba saja muncul. "apa-apaan sih loe kak nyiram-nyiram kak rio pakai air 1 ember kayak gitu"
"ya habis gue panik dev, ni anak tiba-tiba pingsan,gue kan cuma mau nyadarin dia aja"
"tapi gak gitu caranya.kalau tu air masuk kesaluran pernafasannya kak rio dia bisa mati tau gak loe! ceroboh banget sih loe kak" bentak deva
"Eeee buset, kenapa gue dibentak-bentak kayak gini sih. Maksud gue kan baik” batin ify.
"yaudah, ni anak mau diapain?" tanya ify
"ya dibawa kekamar lah" kata deva yang mulai memapah tubuh rio (wih deva kuat ya)
"deva...........loe kok lama banget sih ambil dompetnya. acha sama keke udah nungguin kita tuh di mall" teriak ozy yang dari tadi menunggu deva diluar rumah dan akhirnya dia dan ray memutuskan untuk menyusul deva kedalam
"ohhh...iya keke, gue lupa sama bidadari gue yang satu itu" kata deva kaget, dan tanpa sadar tubuh rio yang ia pegang dalam kondisi tidak sadarkan diri, ia lepaskan begitu saja. sehingga membuat tubuh rio jatuh kelantai dengan cukup keras
"DEVAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!" teriak ify,ray dan ozy secara bersamaan
"aduh...aduh, sorry kak rio. sorry banget.gue gak maksuk kok buat nyakitin loe. gue refleks tadi." kata deva meminta maaf pada rio yang pingsan
"refleks ya refleks! tapi kira-kira dong loe jatuhinnya, walaupun rada nyebelin, tapi kak rio tetap kakak gue. trus kenapa coba kakak gue bisa pingsan dalam keadaan basah kuyub gini. loe apain kakak gue dev" tanya ray
"tanya aja tuh sama kak ify"
"nanti deh gue jelasin. sekarang bantuin gue buat ngangkat tubuh ni anak ke kamar. kasian gue liatnya"kata ify merasa bersalah kepada rio
akhirnya, riopun diangkat secara bersama-sama ke kamar. karna deva, ray dan ozy udah janjian sama acha dan keke di mall, merekapun pergi meninggalkan ify sendirian dirumah dengan ditemani rio yang tidak sadarkan diri. tak lama kemudian terdengarlah suara orang yang memanggil namanya dari luar rumah
"IFY....!" teriak 2 orang bersamaan di depan rumah ify
"heh ngapain loe disini?" tanya salah seorang diantara mereka
"ya suka-suka gue dong. ini kan rumah teman gue, bukan rumah loe, jadi kenapa loe yang sewot" kata seorangnya lagi dengan nada suara yang meninggi
"ye...nyantai aja dong. gak usah nyolot gitu tampang loe"
"loe tu yang nyolot, bukan gue!"
"loe"
"loe"
"loe"
"loe"
tiba-tiba keluarlah ify dari dalam rumah karena ia merasa terganggu oleh suara ribut-ribut dari depan rumahnya itu
saat ify membuka pintu, dia kaget karna melihat alvin dan via yang tengah bertengkar di depan rumahnya. "kak alvin, via ngapain kalian disini? pakai acara ribut-ribut depan rumah gue lagi"
"gak ada, cuma mau main aja kerumah loe" kata alvia (alvin sivia) kompak
"apa sih mau loe, kenapa, loe selalu ikut-ikut kata-kata gue" protes sivia
"yang ada loe tu yang ngikut-ngikut gue"
"stop! stop! stoppppp!!!!! ini rumah gue, kalau kalian berdua mau ribut, jangan ribut dirumah gue, noh sono dilapangan. kalau kalian udah selesai ributnya, baru kalian balik lagi kesini" kata ify yang sudah siap-siap untuk menutup pintu rumahnya
"ehhh...ify tunggu!" kata alvia sambil menahan pintu dengan kedua tangan mereka
"ada apa lagi sih? udah selesai kalian ributnya?" tanya ify
"siapa bilang kita berdua ribut. orang kita barusan cuma becanda kok. cuma buat iseng-iseng doang, ya gak vi" kata alvin sambil merangkul pundak sivia
"hah...siapa yang bercanda?! maksud loe, gue sama loe?!" tanya sivia pada alvin dengan tampang polos. tiba-tiba alvin dengan sengaja menginjak kaki sivia
"auwwww...!"rintih sivia
"kita-pura-pura begok.lo mau kita berdua diusir" bisik alvin di telinga sivia
"kenapa loe vi?" tanya ify
"hah...,gak apa-apa kok fy. oh iii...iii...iya, gue sama kak alvin tadi cuma becanda doang kok. gak benaran."jelas sivia
"oooo....gue sangka kalian ribut benaran, ternyata cuma becanda doang. yaudah, ayo masuk."ifypun masuk duluan ke dalam rumahnya. ketika ify tidak melihat, siviapun membalas menginjak kaki alvin
"auwww" rintih alvin
"itu balesan buat loe, karna loe udah seenaknya nginjak kaki gue tadi. loe pikir gak sakit apa" siviapun masuk kedalam rumah ify.
"sialan tu cewek, untung aja ada ify, kalau gak, habis tu anak sama gue" gerutu alvin, lalu iapun masuk kedalam rumah
"yaudah, kalian berdua mau gue buatin minuman apa" tanya ify
"air putih aja, tapi yang dingin ya fy." kata alvia kompak (kompakan melulu deh dari tadi)
"ooo....yaudah, air putih dingin buat kak alvin dan via" ifypun bersiap-siap menuju dapur
"eeehh...eeeh...fy. gue ganti deh, gue mau yang elitan dikit. gue mau orange jus aja deh" kata sivia sambil menatap sinis kepada alvin
"gue juga ganti deh fy, gue mau cappucino aja deh" kata alvin yang nampaknya dia gak mau kalah dengan minuman yang dipesan sivia
"gue gak jadi orange jus deh, gue mau ice cream strawberry aja deh"kata sivia
"eeeh...gue gak jadi juga deh cappucinonya. gue ganti dengan ice cream coklat dan vanilla dalam porsi yang besar kalau perlu loe tambahin strawberry di ice cream gue itu ya fy"kata alvin
"hah, gue gak jadi deh ice cream strawberry nya. gue hot chocolate aja deh fy"perintah via kepada ify layaknya majikan yang menyuruh pembantunya buat mengambilkan air minum
"AAAAAAAA..........!!!!!! VIA.......!KAK ALVIN......! loe kira gue babu loe berdua. loe kira rumah gue cafe, ini rumah gue dan gue pemilik rumah ini. jadi loe berdua gak ada hak buat merintah-merintah gue kayak tadi. gue ini bukan babu yang bisa kalian suruh-suruh seenaknya.sekarang gue minta sama kalian buat angkat kaki dari rumah gue! loe berdua KELUAR SEKARANGGGGG............!!!!" teriak ify dengan emosi yang meledak-ledak.melihat ekspresi ify yang seolah-olah ingin memakan mereka berdua,akhirnya mereka memutuskan untuk keluar dari rumah ify. kepergian merekapun dihantarkan oleh bantingan pintu yang sangat keras oleh ify
"gara-gara loe, ify jadi ngusir gue, puas loe!" bentak sivia pada alvin
"heh cewek gila, enak banget loe main nyalah-nyalahin gue. loe juga salah kali, jadi orang jangan egois dong loe!"
"loe yang egois!" siviapun pergi meninggalkan alvin dengan rasa penuh kebencian
"dasar cewek gila! ify juga, tega banget dia ngusir gue. dari pada gue gak jelas disini, mending gue kerumah rio aja"alvinpun akhirnya meninggalkan rumah ify
+rumah ify+
"heran ya gue sama tu anak berdua, gak disekolah, dirumah gue, kerjaannya berantem mulu. gak tau apa gue lagi pusing" gerutu ify
"heh loe! ngapin loe terik-teriak kayak tadi, gak tau apa suara loe itu jelek banget tau, sakit kuping gue dengarnya" kata rio marah-marah sama ify. akibat ify teria-teriak tadi rio tersadar dari pingsannya
"heh, loe gak usah banyak ngomong ya.mending sekarang loe pergi dari rumah gue, sebelum kesabaran gue habis cuma buat ngadepin orang rese kayak loe."
"benaran manusia yang gak tau terima kasih ya loe! udah gue bantuin tadi, bukannya bilang terima kasih sama gue, malah marah-marah dan sekarang ngusir gue. heran gue, kok ada ya orang kayak loe hidup didunia ini"
"jadi loe mau gue gimana? loe mau gue bilang terimakasih sama loe? ok, akan gue lakuin apa mau loe. MARIO STEVANO ADITYA HALING, GUE ALYSSA SAUFIKA UMARI MAU NGUCAPIN TERIMA KASIH YANG SEBESAR-BESARNYA SAMA LOE KARNA LOE TADI UDAH NOLONGIN GUE" kata ify dengan nada yang membentak
"udah selesaikan, sekarang gue minta LOE KELUAR DARI RUMAH GUE, SEKARANGGGGG.....!!!!!!" teriak ify, spontan rio segera lari dan pergi dari rumah ify
"heran gue, hari ini banyak banget orang yang bikin emosi gue naik. dari pada gue emosian gak karuan kayak gini, mending gue main piano aja deh"
"sialan tu cewek. dasar orang gak punya perasaan, gak punya hati, gak tau terima kasih, galak, cerewet. hebat banget dia, udah gue bantuin juga, tapi apa coba balasan yang gue dapat dari dia. dia ngusir gue dengan cara yang sangat-sangat tidak hormat. awas aja tu cewek, lain kali gak bakalan sudi gue nolongin dia, biarpun gue dikasih uang 1 milyar, gue tetap gak bakalan nolongin tu anak" sepanjang perjalanan rio terus merutuki ify.melihat rio datang alvinpun segera menghampirinya.
"ehhh yo, dari mana aja loe, gue nungguin dari tadi juga" tanya alvin
"dari rumah ify, ngapa loe!" tanya rio sinis kepada alvin
"kok gue gak liat loe tadi dirumah ify?"
"loe gak usah banyak tanya deh vin, gue lagi gak enak hati, gak enak badan,gak enak pikiran. jadi mending loe diam" jawab rio jutek pada alvin
+mall+
"huft.......capek banget gue ag, tapi gak apa-apa deh, yang penting gue senang banget hari ni" kata shilla sambil memijat-mijat kakinya. kini shilla dan agni sedang duduk disebuah bangku yang terletak diluar mall
"gila loe shill, sumpah loe benar-berar gila. buat apa coba loe belanja sebanyak ini, mana barang-barang yang loe beli gak penting semua lagi.loe gak mikir apa, gimana kalau uang jajan loe habis cuma untuk beli barang-barang yang gak penting kayak gini" kata agni
"kok loe jadi ceramahin gue sih ag, bagi loe barang-barang ini gak penting, tapi bagi gue barang-barang ini penting banget. loe tenang aja deh, gue udah nyisihin uang gue buat jajan gue selama 1 minggu kedepan"
"ya itu seterah loe, kan gue cuma nasehatin loe doang. bagus deh kalau loe ada nyisihin uang loe buat jajan loe nanti"
"sekarang gue yang nanya sama loe, buat apa loe beli bola basket baru, perasaan baru 2 minggu yang lalu deh loe beli tu bola. trus kenapa loe beli lagi sekarang. mubazir aja loe jadi orang"
"bola gue yang kemaren bocor, makanya gue beli yang baru"
"ya....tapi ag?"
"tapi apa sih shill?"gerutu agni pada shilla
"yeee....dengarin dulu dong gue ngomong, jangan main loe potong aja pembicaraan gue. gue mau bilang, masa bola basket yang loe beli mirip sih sama bola basket yang dibeli sama tu orang, eh gue ralat, bola basket loe sama tu orang gak mirip, tapi lebih tepatnya lagi sama. coba deh loe liat, nama tokonya aja sama. kan gak lucu ag."kata shilla sambil menunjuk ke arah orang yang ia maksud barusan.agnipun melihat orang yang dimaksud shilla barusan
"what!!!! kok bisa!!! wah....nyari ribut tu anak, loe tunggu disini shill, biar gue labrak dulu tu anak!" agnipun langsung menghampiri orang tersebut yang sedang asik bercanda bersama temannya
"hajar ag! kalau perlu loe hajar juga tu temannya" kata shilla yang memprokatori agni
"heh playboy kampung! loe mau cari ribut ya sama gue. ngapain loe beli bola basket yang sama dengan gue. kurang senang loe sama gue. loe ngefans sama gue, sampai-sampai loe beli juga bola basket yang sama kayak punya gue. sorry ya, gue gak level sama playboy kampung kayak loe." bentak agni
"apa loe bilang! gue palyboy kampung! gue hidup dikota ya, bukan dikampung, jadi loe jangan manggil gue playboy kampung, tapi panggil gue playboy kota" jawab orang tersebut yang gak nyambung dengan perkataan agni barusan. "trus apa loe bilang tadi? gue ngefans sama loe! ngaca dong loe...ngaca! loe siapa, gue siapa. kayak gak ada cewek aja didunia ini sehingga gue mesti suka sama cewek jadi-jadian kayak loe.kalau gue tau bola basket yang gue beli ini sama kayak punya loe, gue gak bakalan sudi buat beli ni bola."
"dasar o'oon. gue bilang loe kampungan karna sikap loe, bukan karna tempat tinggal. emang ia kan loe itu palyboy kampungan, loe slalu tebar pesona sama cewek-cewek dengan rayuan gombal loe yang gak mutu+norak."
"alah....bilang aja loe ngiri sama cewek-cewek yang pernah gue godain itu"
"kepedean banget idup loe"
"siapa yang kepedean coba. udah.......loe ngaku aja. gue tau kok pesona gue ini memang selalu buat cewek-cewek ingin dekat-dekat sama gue, termasuk loe."
"gue gak iri sama cewek-cewek centil itu"
"iya! loe itu ngiri. jujur aja gak usah bohong"kata orang tersebut maksa
"cakka....agni.....loe berdua jangan ribut disini dong. malu tau, kalian gak sadar ya, dari tadi orang-orang pada ngeliatin kalian tuh. nanati kita bisa ditegur satpam lagi" gabriel mencoba melerai pertengkarang yang tejadi antara cagni (cakka agni)
"DIAM LOE!" bentak cagni pada gabriel. lalu mereka berdua melanjutkan pertengkarannya lagi.
"ehemm...ehemm...!" kata seorang satpam yang kini sedang berdiri di belakang cagni
"iel.....gue bilang loe diam aja" kata cakka.betapa kagetnya ia setelah mengetahui siapa yang ada dibelakang saat ini
"maaf.....ya dek. kalau kalian mau ribut jangan disini. kalian bisa menggangu ketentraman orang-orang yang mau berbelanja di mall ini" tegur satpam itu pada cagni
“hehehehehe.....iya pak” kata cagni sambil nyengir
akhirnya pertengkaran yang terjadi antara cakka dan agnipun dapat diakhiri. agni kembali ketempat shilla dan cakka, gabriel kembali ketempat duduknya semula. kini posisi agni, shilla dan cakka,gabriel saling berhadap-hadapan. agni shilla duduk dibangku sebelah barat dan cakka gabriel duduk dibangku sebelah timur. tidak lama kemudian ada anak kecil yang mengamen di dekat gabriel dan cakka, lalu gabrielpun memberikan uang kepada pengamen itu. lalu anak kecil itu kembali mengamen di dekat shilla dan agni. saat shilla memberikan uang kepada anak itu, anak itu sedikit kecewa.
"yahh......kakak cantik-cantik kok pelit sih, kakak yang ganteng itu aja tadi ngasih aku 20 ribu, kakak kok cuma 10 ribu sih. kakak cantik pelit" kata pengamen itu pada shilla, melihat kejadian itu gabrielpun ketawa sepuas-puasnya. tentu saja shilla gak terima dengan sikap gabriel barusan. tanpa babi buta lagi shilla langsung memberi uang 100 ribu kepada anak tersebut.
"nah ni kakak kasih kamu 100 ribu. sekarang mana yang pelit, orang jelek disana atau kakak"
"kakak baik deh, kakak gak pelit kok. kakak yang itu yang pelit" kata anak tersebut sambil menunjuk iel. dan shillapun menatap iel dengan senyum penuh kemenangan
"adek kamu sini deh, kakak bakal tambahin uangnya." kata iel sambil mengeluarkan uang 200 ribu dari dompetnya. maka terjadilah perang untuk mendapatkan predikat orang yang paling baik dan gak pelit di hati pengamen kecil tersebut. tanpa disadari kini uang shilla dan gabriel semuanya telah berpindah ke tangan anak kecil tersubut
"busettt...........gila nih ya iel. ngasih uang kepengamen gak kira-kira kayak gitu. kalau gini caranya, gue juga mau deh jadi pengamen, mudah banget buat dapetin uang sebanyak itu" batin cakka
"agni pinjemin gue duit loe, duit gue udah habis nih. masa ia gue kalah sama orang kayak dia" kata shilla sambil menunjuk gabriel
"gue gak mau ya shill. loe gak liat tu pengamen udah jadi jutawan mendadak gara-gara uang yang loe dan gabriel kasih barusan" tolak agni
"makasih ya kakak cantik dan kakak ganteng. kalian baik banget deh, aku pergi dulu ya, byeeee" anak itupun pergi meninggalkan shilla dan gabriel dalam keadaan yang shock berat
"yaudah shill, ayo kita pulang. tuh supir loe udah jemput" kata agni sambil menepuk pelan pundak sobatnya itu. akhirnya shilla dan agni pun pulang
"yah....cakkkk. ludes semua duit jajan gue" keluh gabriel
"itu derita loe yel, yaudah deh, ayo kita pulang sekarang. loe nangis kejar-kejarpun, tu semua duit loe gak bakalan balik. anggap aja loe tadi beramal. cakka dan gabrielpun meninggalkan mall tersebut dan pulang kerumahnya masing-masing
Langganan:
Postingan (Atom)