Senin, 14 Maret 2011

Cinta Sejati Untuk 4 Sahabat *Part 7*

+rumah rio+


"yo kamu sakit?" tanya mama


"'rio cuma kurang enak badan kok ma"


"ooo...,yaudah,kamu minum obatnya nanti ya, obatnya udah mama siapkan di meja tuh. terus kamu jaga rumah baik-baik ya, soalnya mama mau pergi sama tante gina"


"tante gina siapa ma?" tanya rio


""itu tetangga baru kita, yaudah ya, mama pergi dulu. dada sayang" kata mama sambil mencium kening rio dan ia segera pergi.tak lama kemudian ray turun dari tangga dengan penampilan yang sangat keren.


"eh ray, mau kemana loe hari minggu gini?" tanya rio


"eh ada kak rio toh, gue mau pergi ke mall bareng deva dan ozy"


"yaaaah....sendirian deh gue dirumah"keluh rio


"itu sih derita loe. gue pergi dulu ya, bye"



+rumah ify+


"hoemmmm.....udah jam berapa ni? buseeettt....cepat banget jam 12 nya. heheheh...nyenyak banget ya gue tidurnya."kata ify pada dirinya sendiri

"aduh cacing dalam perut gue pada demo ni, minta dikasih makan. gue makan dulu ahhh..."ifypun segera menuju dapur

"yahhh...masa cuma ada roti sama nasi goreng sih, bosen gue.mending gue masak mie aja. eh tapikan gue gak tau caranya? aduh o'oon banget sih gue. kan dibungkusnya ada cara buat masaknya" ifupun segera mengambil satu bungkus mie yang ada di lemari dapurnya


"yahhh...kalau cuma kayak gini gampang. okedeh udah gue putuskan gue bakal masak ni mie"

pada waktu ify menyalakan kompor,tanpa sengaja serbet yang ia pegang mengenai api dan terbakar.


"huaaaaaaaaa....apiiiiiii!!!!!! mama....papa....deva....pak oni.......rumah kebakarannnnnnn..........."teriak ify histeris

"haduh ni orang-orang pada kemana sih. mampus deh gue.mau minta tolong sama siapa ni gue, oh iya tetangga, gue minta tolong sama tetangga aja"kata ify panik dan ia segera berlari menuju rumah rio


"tolong....tolong...tolong.....!!!" kata ify sambil menggedor-gedor pintu rumah rio, lalu keluarlah seseorang dari dalam rumah itu


"heh, ada perlu apa loe, sampai loe gedor-gedor pintu rumah gue kayak gitu." tanya rio


"loe mesti tolong gue, SEKARANG!" perintah ify


"gak mau gue. gue lagi sakit, lain kali aja loe minta tolongnya, dan pastinya bukan sama gue"tolak rio


"alah...pending aja sakit loe itu, gak penting tau gak,ada yang lebih penting.rumah gue kebakaran, loe kudu bantuin gue buat madamin apinya"


"enak banget loe bilang sakit gue mesti dipending. loe kira sms pakai acara dipending segala. Gak bisa! rumah loe aja tu yang kebakarannya dipending" kata rio emosi


untuk berapa detik kemudian rio dan ify saling diam-diaman.mereka sedang mencoba mengatur nafas mereka masing-masing.


"APA!!!!! rumah loe kebakaran. kenapa loe gak bilang dari tadi sih! ayo cepat kita kerumah loe" kata rio yang kaget beserta panik. dia baru menyadari dan mencerna dengan baik kata-kata ify tadi. tanpa babi buta lagi, rio segera menarik tangan ify dan berlari menuju kerumah ify


"cepet loe ambil air sana!"perintah rio pada ify.

ify pun segera membuka kulkasnya dan ia bermaksud untuk mengambil sebotol air dari kulkasnya itu


"kenapa loe buka kulkas sih?"tanya rio heran


"kan loe suruh gue ambil air, ya udah, ini gue mau ambil di kulkas"kata ify dengan sangat-sangat polosnya


"maksud gue loe ambil air seember penuh buat madamin ni api. bukan air buat diminum"kata rio emosi


"ya udah, ini. kan ini juga air"kata ify sambil memberikan botol kecil yang berisi air


"IFYYYYYYYYYY......." kali ini emosi rio benar-benar tak bisa ia tahan lagi melihat tingkah laku ify, akhirnya rio memutuskan buat mengambil air sendiri, karna bagi dia disaat genting kayak gini gak ada gunanya buat dia ribut sama ify. beberapa detik kemudian rio berhasil memadamkan apinya dengan seember penuh berisi air yang ia ambil dari kamar mandi rumah ify. Dan api itu akhirnya berhasil juga ia padamkan


"fiuhhh....akhirnya ni api berhasil gue padamin juga" kata rio lega, namun beberapa saat kemudian rio jatuh pingsan


"yo....rio....! bangun! aelahhh....pakai acara pingsan pula ni anak. gimana dong, mana rumah lagi sepi lagi, kan gak mungkin kalau gue ngangkat tubuh ni anak sendirian. mana kuat gue. oh....ya, gue ada ide." ifypun segera mengambil seember air dan menyiramkannya ketubuh rio


BYURRR.......!!!!!!!


"kak ify.....!!!!!" teriak deva yang tiba-tiba saja muncul. "apa-apaan sih loe kak nyiram-nyiram kak rio pakai air 1 ember kayak gitu"


"ya habis gue panik dev, ni anak tiba-tiba pingsan,gue kan cuma mau nyadarin dia aja"


"tapi gak gitu caranya.kalau tu air masuk kesaluran pernafasannya kak rio dia bisa mati tau gak loe! ceroboh banget sih loe kak" bentak deva


"Eeee buset, kenapa gue dibentak-bentak kayak gini sih. Maksud gue kan baik” batin ify.

"yaudah, ni anak mau diapain?" tanya ify


"ya dibawa kekamar lah" kata deva yang mulai memapah tubuh rio (wih deva kuat ya)


"deva...........loe kok lama banget sih ambil dompetnya. acha sama keke udah nungguin kita tuh di mall" teriak ozy yang dari tadi menunggu deva diluar rumah dan akhirnya dia dan ray memutuskan untuk menyusul deva kedalam


"ohhh...iya keke, gue lupa sama bidadari gue yang satu itu" kata deva kaget, dan tanpa sadar tubuh rio yang ia pegang dalam kondisi tidak sadarkan diri, ia lepaskan begitu saja. sehingga membuat tubuh rio jatuh kelantai dengan cukup keras


"DEVAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!" teriak ify,ray dan ozy secara bersamaan


"aduh...aduh, sorry kak rio. sorry banget.gue gak maksuk kok buat nyakitin loe. gue refleks tadi." kata deva meminta maaf pada rio yang pingsan


"refleks ya refleks! tapi kira-kira dong loe jatuhinnya, walaupun rada nyebelin, tapi kak rio tetap kakak gue. trus kenapa coba kakak gue bisa pingsan dalam keadaan basah kuyub gini. loe apain kakak gue dev" tanya ray


"tanya aja tuh sama kak ify"


"nanti deh gue jelasin. sekarang bantuin gue buat ngangkat tubuh ni anak ke kamar. kasian gue liatnya"kata ify merasa bersalah kepada rio


akhirnya, riopun diangkat secara bersama-sama ke kamar. karna deva, ray dan ozy udah janjian sama acha dan keke di mall, merekapun pergi meninggalkan ify sendirian dirumah dengan ditemani rio yang tidak sadarkan diri. tak lama kemudian terdengarlah suara orang yang memanggil namanya dari luar rumah


"IFY....!" teriak 2 orang bersamaan di depan rumah ify


"heh ngapain loe disini?" tanya salah seorang diantara mereka


"ya suka-suka gue dong. ini kan rumah teman gue, bukan rumah loe, jadi kenapa loe yang sewot" kata seorangnya lagi dengan nada suara yang meninggi


"ye...nyantai aja dong. gak usah nyolot gitu tampang loe"


"loe tu yang nyolot, bukan gue!"


"loe"


"loe"


"loe"


"loe"


tiba-tiba keluarlah ify dari dalam rumah karena ia merasa terganggu oleh suara ribut-ribut dari depan rumahnya itu


saat ify membuka pintu, dia kaget karna melihat alvin dan via yang tengah bertengkar di depan rumahnya. "kak alvin, via ngapain kalian disini? pakai acara ribut-ribut depan rumah gue lagi"


"gak ada, cuma mau main aja kerumah loe" kata alvia (alvin sivia) kompak


"apa sih mau loe, kenapa, loe selalu ikut-ikut kata-kata gue" protes sivia


"yang ada loe tu yang ngikut-ngikut gue"


"stop! stop! stoppppp!!!!! ini rumah gue, kalau kalian berdua mau ribut, jangan ribut dirumah gue, noh sono dilapangan. kalau kalian udah selesai ributnya, baru kalian balik lagi kesini" kata ify yang sudah siap-siap untuk menutup pintu rumahnya


"ehhh...ify tunggu!" kata alvia sambil menahan pintu dengan kedua tangan mereka


"ada apa lagi sih? udah selesai kalian ributnya?" tanya ify


"siapa bilang kita berdua ribut. orang kita barusan cuma becanda kok. cuma buat iseng-iseng doang, ya gak vi" kata alvin sambil merangkul pundak sivia


"hah...siapa yang bercanda?! maksud loe, gue sama loe?!" tanya sivia pada alvin dengan tampang polos. tiba-tiba alvin dengan sengaja menginjak kaki sivia


"auwwww...!"rintih sivia


"kita-pura-pura begok.lo mau kita berdua diusir" bisik alvin di telinga sivia


"kenapa loe vi?" tanya ify


"hah...,gak apa-apa kok fy. oh iii...iii...iya, gue sama kak alvin tadi cuma becanda doang kok. gak benaran."jelas sivia


"oooo....gue sangka kalian ribut benaran, ternyata cuma becanda doang. yaudah, ayo masuk."ifypun masuk duluan ke dalam rumahnya. ketika ify tidak melihat, siviapun membalas menginjak kaki alvin


"auwww" rintih alvin


"itu balesan buat loe, karna loe udah seenaknya nginjak kaki gue tadi. loe pikir gak sakit apa" siviapun masuk kedalam rumah ify.


"sialan tu cewek, untung aja ada ify, kalau gak, habis tu anak sama gue" gerutu alvin, lalu iapun masuk kedalam rumah


"yaudah, kalian berdua mau gue buatin minuman apa" tanya ify


"air putih aja, tapi yang dingin ya fy." kata alvia kompak (kompakan melulu deh dari tadi)


"ooo....yaudah, air putih dingin buat kak alvin dan via" ifypun bersiap-siap menuju dapur


"eeehh...eeeh...fy. gue ganti deh, gue mau yang elitan dikit. gue mau orange jus aja deh" kata sivia sambil menatap sinis kepada alvin


"gue juga ganti deh fy, gue mau cappucino aja deh" kata alvin yang nampaknya dia gak mau kalah dengan minuman yang dipesan sivia


"gue gak jadi orange jus deh, gue mau ice cream strawberry aja deh"kata sivia


"eeeh...gue gak jadi juga deh cappucinonya. gue ganti dengan ice cream coklat dan vanilla dalam porsi yang besar kalau perlu loe tambahin strawberry di ice cream gue itu ya fy"kata alvin


"hah, gue gak jadi deh ice cream strawberry nya. gue hot chocolate aja deh fy"perintah via kepada ify layaknya majikan yang menyuruh pembantunya buat mengambilkan air minum


"AAAAAAAA..........!!!!!! VIA.......!KAK ALVIN......! loe kira gue babu loe berdua. loe kira rumah gue cafe, ini rumah gue dan gue pemilik rumah ini. jadi loe berdua gak ada hak buat merintah-merintah gue kayak tadi. gue ini bukan babu yang bisa kalian suruh-suruh seenaknya.sekarang gue minta sama kalian buat angkat kaki dari rumah gue! loe berdua KELUAR SEKARANGGGGG............!!!!" teriak ify dengan emosi yang meledak-ledak.melihat ekspresi ify yang seolah-olah ingin memakan mereka berdua,akhirnya mereka memutuskan untuk keluar dari rumah ify. kepergian merekapun dihantarkan oleh bantingan pintu yang sangat keras oleh ify


"gara-gara loe, ify jadi ngusir gue, puas loe!" bentak sivia pada alvin


"heh cewek gila, enak banget loe main nyalah-nyalahin gue. loe juga salah kali, jadi orang jangan egois dong loe!"


"loe yang egois!" siviapun pergi meninggalkan alvin dengan rasa penuh kebencian


"dasar cewek gila! ify juga, tega banget dia ngusir gue. dari pada gue gak jelas disini, mending gue kerumah rio aja"alvinpun akhirnya meninggalkan rumah ify


+rumah ify+


"heran ya gue sama tu anak berdua, gak disekolah, dirumah gue, kerjaannya berantem mulu. gak tau apa gue lagi pusing" gerutu ify


"heh loe! ngapin loe terik-teriak kayak tadi, gak tau apa suara loe itu jelek banget tau, sakit kuping gue dengarnya" kata rio marah-marah sama ify. akibat ify teria-teriak tadi rio tersadar dari pingsannya


"heh, loe gak usah banyak ngomong ya.mending sekarang loe pergi dari rumah gue, sebelum kesabaran gue habis cuma buat ngadepin orang rese kayak loe."


"benaran manusia yang gak tau terima kasih ya loe! udah gue bantuin tadi, bukannya bilang terima kasih sama gue, malah marah-marah dan sekarang ngusir gue. heran gue, kok ada ya orang kayak loe hidup didunia ini"


"jadi loe mau gue gimana? loe mau gue bilang terimakasih sama loe? ok, akan gue lakuin apa mau loe. MARIO STEVANO ADITYA HALING, GUE ALYSSA SAUFIKA UMARI MAU NGUCAPIN TERIMA KASIH YANG SEBESAR-BESARNYA SAMA LOE KARNA LOE TADI UDAH NOLONGIN GUE" kata ify dengan nada yang membentak

"udah selesaikan, sekarang gue minta LOE KELUAR DARI RUMAH GUE, SEKARANGGGGG.....!!!!!!" teriak ify, spontan rio segera lari dan pergi dari rumah ify


"heran gue, hari ini banyak banget orang yang bikin emosi gue naik. dari pada gue emosian gak karuan kayak gini, mending gue main piano aja deh"


"sialan tu cewek. dasar orang gak punya perasaan, gak punya hati, gak tau terima kasih, galak, cerewet. hebat banget dia, udah gue bantuin juga, tapi apa coba balasan yang gue dapat dari dia. dia ngusir gue dengan cara yang sangat-sangat tidak hormat. awas aja tu cewek, lain kali gak bakalan sudi gue nolongin dia, biarpun gue dikasih uang 1 milyar, gue tetap gak bakalan nolongin tu anak" sepanjang perjalanan rio terus merutuki ify.melihat rio datang alvinpun segera menghampirinya.


"ehhh yo, dari mana aja loe, gue nungguin dari tadi juga" tanya alvin


"dari rumah ify, ngapa loe!" tanya rio sinis kepada alvin


"kok gue gak liat loe tadi dirumah ify?"


"loe gak usah banyak tanya deh vin, gue lagi gak enak hati, gak enak badan,gak enak pikiran. jadi mending loe diam" jawab rio jutek pada alvin


+mall+


"huft.......capek banget gue ag, tapi gak apa-apa deh, yang penting gue senang banget hari ni" kata shilla sambil memijat-mijat kakinya. kini shilla dan agni sedang duduk disebuah bangku yang terletak diluar mall


"gila loe shill, sumpah loe benar-berar gila. buat apa coba loe belanja sebanyak ini, mana barang-barang yang loe beli gak penting semua lagi.loe gak mikir apa, gimana kalau uang jajan loe habis cuma untuk beli barang-barang yang gak penting kayak gini" kata agni


"kok loe jadi ceramahin gue sih ag, bagi loe barang-barang ini gak penting, tapi bagi gue barang-barang ini penting banget. loe tenang aja deh, gue udah nyisihin uang gue buat jajan gue selama 1 minggu kedepan"


"ya itu seterah loe, kan gue cuma nasehatin loe doang. bagus deh kalau loe ada nyisihin uang loe buat jajan loe nanti"


"sekarang gue yang nanya sama loe, buat apa loe beli bola basket baru, perasaan baru 2 minggu yang lalu deh loe beli tu bola. trus kenapa loe beli lagi sekarang. mubazir aja loe jadi orang"


"bola gue yang kemaren bocor, makanya gue beli yang baru"


"ya....tapi ag?"


"tapi apa sih shill?"gerutu agni pada shilla


"yeee....dengarin dulu dong gue ngomong, jangan main loe potong aja pembicaraan gue. gue mau bilang, masa bola basket yang loe beli mirip sih sama bola basket yang dibeli sama tu orang, eh gue ralat, bola basket loe sama tu orang gak mirip, tapi lebih tepatnya lagi sama. coba deh loe liat, nama tokonya aja sama. kan gak lucu ag."kata shilla sambil menunjuk ke arah orang yang ia maksud barusan.agnipun melihat orang yang dimaksud shilla barusan


"what!!!! kok bisa!!! wah....nyari ribut tu anak, loe tunggu disini shill, biar gue labrak dulu tu anak!" agnipun langsung menghampiri orang tersebut yang sedang asik bercanda bersama temannya


"hajar ag! kalau perlu loe hajar juga tu temannya" kata shilla yang memprokatori agni


"heh playboy kampung! loe mau cari ribut ya sama gue. ngapain loe beli bola basket yang sama dengan gue. kurang senang loe sama gue. loe ngefans sama gue, sampai-sampai loe beli juga bola basket yang sama kayak punya gue. sorry ya, gue gak level sama playboy kampung kayak loe." bentak agni


"apa loe bilang! gue palyboy kampung! gue hidup dikota ya, bukan dikampung, jadi loe jangan manggil gue playboy kampung, tapi panggil gue playboy kota" jawab orang tersebut yang gak nyambung dengan perkataan agni barusan. "trus apa loe bilang tadi? gue ngefans sama loe! ngaca dong loe...ngaca! loe siapa, gue siapa. kayak gak ada cewek aja didunia ini sehingga gue mesti suka sama cewek jadi-jadian kayak loe.kalau gue tau bola basket yang gue beli ini sama kayak punya loe, gue gak bakalan sudi buat beli ni bola."


"dasar o'oon. gue bilang loe kampungan karna sikap loe, bukan karna tempat tinggal. emang ia kan loe itu palyboy kampungan, loe slalu tebar pesona sama cewek-cewek dengan rayuan gombal loe yang gak mutu+norak."


"alah....bilang aja loe ngiri sama cewek-cewek yang pernah gue godain itu"


"kepedean banget idup loe"


"siapa yang kepedean coba. udah.......loe ngaku aja. gue tau kok pesona gue ini memang selalu buat cewek-cewek ingin dekat-dekat sama gue, termasuk loe."


"gue gak iri sama cewek-cewek centil itu"


"iya! loe itu ngiri. jujur aja gak usah bohong"kata orang tersebut maksa


"cakka....agni.....loe berdua jangan ribut disini dong. malu tau, kalian gak sadar ya, dari tadi orang-orang pada ngeliatin kalian tuh. nanati kita bisa ditegur satpam lagi" gabriel mencoba melerai pertengkarang yang tejadi antara cagni (cakka agni)


"DIAM LOE!" bentak cagni pada gabriel. lalu mereka berdua melanjutkan pertengkarannya lagi.


"ehemm...ehemm...!" kata seorang satpam yang kini sedang berdiri di belakang cagni


"iel.....gue bilang loe diam aja" kata cakka.betapa kagetnya ia setelah mengetahui siapa yang ada dibelakang saat ini


"maaf.....ya dek. kalau kalian mau ribut jangan disini. kalian bisa menggangu ketentraman orang-orang yang mau berbelanja di mall ini" tegur satpam itu pada cagni


“hehehehehe.....iya pak” kata cagni sambil nyengir


akhirnya pertengkaran yang terjadi antara cakka dan agnipun dapat diakhiri. agni kembali ketempat shilla dan cakka, gabriel kembali ketempat duduknya semula. kini posisi agni, shilla dan cakka,gabriel saling berhadap-hadapan. agni shilla duduk dibangku sebelah barat dan cakka gabriel duduk dibangku sebelah timur. tidak lama kemudian ada anak kecil yang mengamen di dekat gabriel dan cakka, lalu gabrielpun memberikan uang kepada pengamen itu. lalu anak kecil itu kembali mengamen di dekat shilla dan agni. saat shilla memberikan uang kepada anak itu, anak itu sedikit kecewa.

"yahh......kakak cantik-cantik kok pelit sih, kakak yang ganteng itu aja tadi ngasih aku 20 ribu, kakak kok cuma 10 ribu sih. kakak cantik pelit" kata pengamen itu pada shilla, melihat kejadian itu gabrielpun ketawa sepuas-puasnya. tentu saja shilla gak terima dengan sikap gabriel barusan. tanpa babi buta lagi shilla langsung memberi uang 100 ribu kepada anak tersebut.


"nah ni kakak kasih kamu 100 ribu. sekarang mana yang pelit, orang jelek disana atau kakak"


"kakak baik deh, kakak gak pelit kok. kakak yang itu yang pelit" kata anak tersebut sambil menunjuk iel. dan shillapun menatap iel dengan senyum penuh kemenangan


"adek kamu sini deh, kakak bakal tambahin uangnya." kata iel sambil mengeluarkan uang 200 ribu dari dompetnya. maka terjadilah perang untuk mendapatkan predikat orang yang paling baik dan gak pelit di hati pengamen kecil tersebut. tanpa disadari kini uang shilla dan gabriel semuanya telah berpindah ke tangan anak kecil tersubut


"busettt...........gila nih ya iel. ngasih uang kepengamen gak kira-kira kayak gitu. kalau gini caranya, gue juga mau deh jadi pengamen, mudah banget buat dapetin uang sebanyak itu" batin cakka


"agni pinjemin gue duit loe, duit gue udah habis nih. masa ia gue kalah sama orang kayak dia" kata shilla sambil menunjuk gabriel


"gue gak mau ya shill. loe gak liat tu pengamen udah jadi jutawan mendadak gara-gara uang yang loe dan gabriel kasih barusan" tolak agni


"makasih ya kakak cantik dan kakak ganteng. kalian baik banget deh, aku pergi dulu ya, byeeee" anak itupun pergi meninggalkan shilla dan gabriel dalam keadaan yang shock berat


"yaudah shill, ayo kita pulang. tuh supir loe udah jemput" kata agni sambil menepuk pelan pundak sobatnya itu. akhirnya shilla dan agni pun pulang


"yah....cakkkk. ludes semua duit jajan gue" keluh gabriel


"itu derita loe yel, yaudah deh, ayo kita pulang sekarang. loe nangis kejar-kejarpun, tu semua duit loe gak bakalan balik. anggap aja loe tadi beramal. cakka dan gabrielpun meninggalkan mall tersebut dan pulang kerumahnya masing-masing

Tidak ada komentar:

Posting Komentar