#university melody internasional#
“demi....! demi.....! demi.....!!!!!”
Entah sudah berapa kali miley menyebut nama gadis itu,namun tak ada sedikitpun reaksi yang menunjukkan kalau demi mendengar panggilan miley yang sekarang duduk disampingnya.
“demi,berhentilah melihat dengan pandangan kosong seperti itu.ketiga jonas itu memperhatikanmu sejak tadi,apa kau tidak malu hah?” ucap miley bohong
“benarkah?! Dimana mereka?!” demi segera melihat sekelilingnya.jangankan ketiga jonas brothers,salah satunya saja tak ia temukan keberadaannya
“miley...aku tak menemukan joe,nick ataupun kevin?” demi menyipitkan matanya ke arah miley
“hahahaha.....aku hanya bercanda.ketiga jonas brothers itu tak ada disekitar sini” kata miley dengan senyuman jail yang terukir di bibirnya
“huuufffttt....ini tidak lucu miley.kau sungguh menyebalkan”
“ok...aku akui kalau kebohonganku barusan telah membuat suasana hatimu semakin buruk.tapi apa kau tau,kalau suasana hatiku juga buruk karna dirimu,dan setelah berjam-jam kau terus diam dan tak merespon kehadiran ku,aku jamin kalau sekarang hatiku telah berkarat”
“kau terlalu berlebihan miley,kata-kata mu itu membuat ku geli.kenapa kau tidak masuk university drama saja.aku yakin kau akan menjadi artis hollywood yang hebat dengan kemampuan mu yang seperti itu”
“kau memujiku atau meledek ku hah?!” miley meninju lengan atas demi dengan pelan.demi hanya tersenyum menerima pukulan dari miley yang sama sekali tak terasa sakit olehnya
“miley,kau tahu kenapa joe akhir-akhir ini sering datang kerumah sakit? Entah mengapa aku begitu cemas dengan joe setelah aku melihat berita tentangnya semalam.” Demi bertanya pada miley dengan wajah yang serius.senyuman manis gadis itu,kini tak lagi terlihat
“ya tuhannnnn.....sudah berapa kali kau menanyakan hal itu padaku demi.apa kau tidak capek mempertanyakan hal yang sama sejak tadi pagi hah?” kata miley yang mulai bosan mendengar pertanyaan demi yang itu-itu saja sejak tadi.
“kalau paparazzi saja tidak tahu apa yang joe lakukan di rumah sakit itu,bagaimana kau yakin aku mengetahuinya hah!”
“aku hanya cemas saja pada joe dan tanpa sadar aku menanyakan tentangnya berulang kali padamu” kata demi tertunduk lesu
“demi......” miley segera memeluk demi.”kau mencintai joe?” tanya miley lembut
“entahlah,aku tak tau apakah perasaan ini yang dinamakan cinta”
“kita berharap saja sesuatu yang buruk tidak menimpa joe”
“ya,aku harap begitu”
“oh my god, aku lupa menyampaikan sesuatu padamu demi.mr jake menyuruh ku memberi tau mu agar kau segera menemuinya” miley segera melepaskan pelukannya pada demi
“miley,hari ini kau benar-benar menyebalkan! Apa kau ingin melihat ku dimarahi habis-habisan oleh mr jake karna aku terlalu lama menemuinya hah! Aku akan membuat perhitungan dengan mu nanti,lihat saja!” katanya sambil tergesa-gesa menyandang tas gitarnya lalu pergi.
“aku yakin mr jake tak akan tega memarahi salah satu mahasiswa terbaiknya! Kau dengar kata-kata ku itu demi?!” kata miley berteriak agar demi mendengar ucapannya
Demi memandang ke arah miley yang berada cukup jauh dibelakangnya.demi hanya tersenyum pada miley meski ia tak mendengar begitu jelas ucapan gadis itu.berjalan dengan pandangan kebelakang,membuat tubuh demi bertabrakan dengan mahasiswa yang ada di depannya
“upssss” hanya satu kata itu yang keluar dari mulut miley saat melihat demi bertabrakan dengan mahasiswa lain yang berada di depan temannya itu
#*#*#*#*#*#*#*#*#
“huufffttt.....untung saja mr jake tidak marah.tapi aku akan tetap buat perhitungan pada miley” gerutu demi
BRUKKKK!!!!
Untuk kedua kalinya demi menabrak seseorang.bila tabrakan pertama tadi tak membuatnya merasakan sakit,maka di tabrakan yang kedua ini rasa sakit itu dapat ia rasakan.tubuh demi dan tubuh orang yang ia tabrak sama-sama terhempas di lantai dengan cukup keras
“sorry....aku benar-benar tak sengaja menabrakmu” demi segera bangkit dan membereskan kertas-kertas milik orang tersebut yang berserakan di lantai
“tidak apa-apa demi,ini hanya kecelakaan kecil” ujar orang tersebut.demi yang mendengar namanya disebut,segera melihat wajah orang yang ia tabrak tadi
“nick?!!!!”
Setelah demi dan nick membereskan kertas yang berisi lagu-lagu ciptaan laki-lakii itu,mereka pun memutuskan untuk duduk disebuah bangku panjang yang berada tak jauh dari posisi demi dan nick.
“nick maafkan aku atas kejadian tadi ya?” ucap demi menyesal
“ayolah demi,sampai kapan kau akan terus meminta maaf seperti ini.sudah lebih sepuluh kali aku mendengar permintaan maaf itu terlontar dari mulut mu.berhenti sekarang atau aku tak akan pernah memaafkan mu, Mana yang akan kau pilih?”
“baikalah mr. President” jawab demi dengan bercanda
“hahahaha....kau ini benar-benar fans yang baik rupanya”
“tentu” kata demi tersenyum senang
“benarkah? Kalau begitu aku sangat tersanjung mempunyai fans seperti mu”
“hahahahaha......” nick dan demi tertawa bersama-sama
“apakah itu lagu-lagu ciptaan mu nick?” tunjuk demi pada kertas-kertas milik nick tersebut
“iya,apa kau mau melihatnya?”
“apakah boleh?” tanya-nya sedikit ragu
“tentu saja boleh,kau kan temanku” kata nick tersenyum dan memberikan kertas yang berisi lagu-lagu ciptaannya itu pada demi.
Kalau saat ini demi terlihat serius dengan kertas-kertas yang ia pegang,nick juga serius memperhatikan tato berupa tulisan “STAY-STRONG” di kedua pergelangan tangan gadis itu. ‘STAY’ di tangan kirinya dan ‘STRONG’ di tangan kanannya
“tato yang keren,apa itu permanen?” tanya nick
“hah?!!! Apa maksud mu nick?” demi balik bertanya pada nick.Nick mengangkat tangan kanan demi persisi di hadapan gadis itu.
saat nick menunjukkan tato pada tangan kanannya yang bertulisan ‘STRONG’....demi pun mengerti maksud pertanyaan nick barusan.
“iya,ini tato permanen” jawabnya mantab
“kenapa kedua kata itu yang kau pilih untuk menghiasi pergelangan tanganmu?”
“tato ini kubuat.......”
“aaaaaaa.........laba-labaaaaa!!!!!” jerit nick ketakutan.demi seketika menghentikan bicara mendengar teriakan nick itu
“demiii!!!!! Singkirkan binatang itu dari hadapan ku,aku benci binatang itu!!!! Buang binatang itu,cepat!!!!!!” ucap nick ketakutan.entah datang dari mana,tiba-tiba saja laba-laba hitam dengan ukuran yang lebih besar dari sebelumnya melayang dan tepat mendarat di bahu nick.
“aaaaaaaaa............!!!!!!” teriakan ketakutan nick semakin keras dan mengundang perhatian orang-orang.kini wajah laki-laki itu tampak pucat.Demi segera mengambil laba-laba hitam yang terjatuh dari bahu nick tadi
“tenang nick,ini hanya mainan.laba-laba ini tak sungguhan” ucap demi menenangkan nick yang semakin ketakutan
“kau bilang apa barusan?” dengan nafas yang masih belum beraturan,nick mendekat pada demi
“ini Cuma mainan nick,coba saja kau lihat”demi memperlihatkan laba-laba mainan itu pada nick.nick hanya menyipitkan matanya saat demi menujukkan laba-laba itu.
“kau masih tidak percaya? Coba saja kau pegang”
“ooo...tidak usah,aku percaya pada mu” nick menolak untuk memegang laba-laba itu dengan tangannya.meski laba-laba itu Cuma mainan,yang namanya laba-laba tetap saja laba-laba.nick tak akan pernah mau memegang binatang yang paling ia benci itu
Dari balik tembok,kevin keluar dengan tawanya yang pecah dan tangan kanan yang memegang sebuah handycam,sepertinya ia merekam kejadian tadi.
“nick...aku benar-benar puas melihat ekspresi ketakutan mu tadi,kau sungguh lucu.tak percuma aku membeli 2 laba-laba mainan itu pada david.aku tak sabar ingin memasukkan video mu ini ke youtube dan melihat komentar dari fans-fans mu saat melihat video ini”
“apa kau gila hah! Aku tak akan membiarkan mu melakukan hal itu.berikan handycam itu pada ku kevin”
“no...no...no....aku tak akan memberikan benda ini pada mu,karna aku tau kau akan menghapus hasil karya terbaikku ini”
“kau ini bicara apa hah! Cepat berikan padaku!!!”
sebelum nick berhasil merebut handycam itu, kevin segera berlari meninggalkan nick.
“kevin kembali!!!!” teriak nick
“demi,aku harus mengejar kevin dan segera menghapus video memalukan itu” nick segera mengejar kevin yang mulai menjauh.demi hanya tertawa kecil melihat pertengkaran dua jonas bersaudara itu
#*#*#*#*#*#*#*#*#
Demi menyusuri jalan menuju gerbang university melody sendirian.karna urusan keluarga,miley terpaksa membatalkan janjinya pada demi untuk pulang bersama hari ini
“hey gadis hujan!” panggil joe.
Demi melihat joe tersenyum dan melambaikan tangan ke arahnya.demi bahagia saat melihat senyuman joe yang mengarah padanya.namun kebahagiaan itu sirna saat ia teringat kembali kejadian semalam yang membuat hatinya sakit.joe sama sekali tak mengingat dirinya,bahkan cowok itu mendorong tubuhnya dengan kasar lalu meninggalkannya begitu saja.demi berusaha meyakinkan hatinya kalau joe bukan tersenyum padanya.demi hanya menunduk,melewati sosok joe begitu saja.
Karna gadis yang ia panggil tak kunjung menghentikan langkahnya,joe segera menghampirinya.
“hey,kau gadis yang berdiri ditengah hujan deras waktu itu kan? Kau lupa padaku?” tanya joe yang kini tepat berdiri di depan demi.demi hanya diam,ia kaget dengan sosok joe yang kini berdiri dihadapannya
“kau mengenalku joe? Aku pikir kau lupa pada ku?” tanya demi hati-hati.ia tak ingin kejadian kemarin terulang kembali
“hey...kenapa kau menanyakan pertanyaan yang sama dengan ku. Kau memang gadis yang aneh” joe mengacak-ngacak pelan rambut demi.
“sebenarnya joe kenapa sih? Baru kemarin ia bilang tak pernah mengenalku.tapi sekarang.....dia ingat padaku.sifatnya juga lembut,persis saat pertama kali aku bertemu dengannya.dia bukan joe yang kasar seperti kemarin.apa yang sebenarnya terjadi pada joe? Kenapa sifatnya selalu berubah-ubah seperti ini?” tanya demi dalam hati
Introducing Me
Rabu, 07 September 2011
Kamis, 25 Agustus 2011
you're my favorite song part 2
Matahari telah menunjukkan dirinya di langit kota los angeles sejak 1 jam yang lalu.kini demi pun telah siap untuk berangkat ke university melody internasional, lengkap dengan tas gitar yang ia sandang di bahu sebelah kiri.sebelum langkah kakinya menuntun dirinya keluar dari kamar dengan nuansa biru muda itu,pandangannya teralih pada sebuah payung hitam di sudut pintu kamarnya.seketika senyuman manis gadis itu kembali terukir di bibirnya.entah untuk yang keberapa kalinya ia tersenyum dengan wajah memerah seperti itu.ekspresi wajah seperti itu kini terlalu sering ia tunjukkan sejak pertemuannya dengan joe kemarin.ia segera mengambil payung itu,lalu bergegas menuju meja makan,karna sang ibu telah berteriak memanggil namanya sejak tadi
“demi,kenapa wajahmu merah seperti itu.apakah kau sakit karna kehujanan semalam sayang?” tanya sang ibu saat demi bergabung di meja makan
“aku baik-baik saja mom” katanya sambil meletakkan tas gitarnya di samping tempat duduknya
“sudahlah dianna,kau jangan terlalu mencemaskan putri mu ini.mana mungkin ada orang sakit tapi masih tetap tersenyum bahagia seperti itu” demi hanya tersenyum mendengar ucapan ayahnya itu.
“apakah kau bertemu laki-laki tampan saat berkeliling melihat kota ini kemarin?” tanya sang ayah sambil menatap putrinya itu dengan senyuman jail
“dad,aku tak mengerti maksud ucapan mu” ucapnya berpura-pura.meskipun ia berusaha agar ekspresi wajahnya terlihat sewajar mungkin,tapi rona merah di pipinya itu tak berhasil ia sembunyikan dengan baik
“lihat kedua pipimu yang memerah itu demi,itu sangat lucu.bahkan merah tomat yang ada di nasi goreng milik ayah saja kalah dengan warna merah di pipi mu itu” tuan patrick terus saja menggoda demi dan membuat putrinya itu semakin salah tingkah mendengar ucapannya
“daddddd.....berhentilah menggodaku seperti itu” demi menutupi wajahnya yang semakin memerah dengan kedua tangannya
“sudahlah patrick.kalau kau terus menggodanya seperti itu,dia akan memerlukan banyak waktu untuk menghabiskan sarapannya,bisa-bisa nanti dia terlambat pergi ke universty” mendengar perintah dari istrinya,tuan patrick pun berhenti untuk menggoda putri kesayangannya itu.
“demi,cepat habiskan sarapan mu.tentu kau tak ingin telat di hari pertama mu belajar di melody internasional bukan....”
“yes mom” setelah perasaannya mulai stabil,demi segera menghabiskan sarapan paginya
Setelah sarapannya habis,demi segera berdiri dari tempat duduknya dan kembali menyandang tas gitar miliknya.
“demi,kenapa kau selalu membawa gitar mu itu.lebih baik kau tinggalkan saja dirumah.bukankah melody internasional mempunyai alat-alat musik yang lengkap disana,dan tentu kau bisa menggunakannya kapan saja.jadi untuk apa lagi kau membawa gitar mu itu.benda itu hanya akan merepotkan dirimu saja sayang”
“mom...bukankah sebelumnya aku pernah bilang,kalau gitar ini adalah teman terbaikku.aku tak akan meninggalkannya, dan aku juga tak merasa kerepotan membawa teman ku ini”
“baiklah,ibu mengerti.tapi kenapa kau juga harus membawa payung, sementara cuaca di luar sana sangat cerah”
“aku hanya berjaga-jaga kalau hujan akan turun seperti kemarin mom,apa aku salah?” wanita paruh baya itu hanya menarik nafas panjang lalu menghembuskannya.menghadapi sifat keras kepala putrinya itu terkadang harus menyiapkan kesabaran ekstra penuh.
“dad,bisakah kita pergi sekarang?”
“baiklah” tuan patrick segera berdiri dari kursinya
“sayang,aku berangkat kerja dulu ya” kata tuan patrick sambil mencium pipi istrinya.ia dan demi pun segera keluar rumah dan masuk kedalam mobil sederhana miliknya
“bye mommm......” kata demi melambaikan tangan kearah ibunya dari dalam mobil yang sudah berjalan
Sekarang demi sudah berdiri di depan university melody internasional.Dengan sorot matanya yang berbinar,ia hamparkan pandangannya ke semua sisi bangunan mewah tersebut, tentunya disertai pujian-pujian yang ia ucapkan dalam hati untuk arsitek hebat yang merancang bangunan seindah itu.
“hey,kenapa kau berdiri disini.kau salah satu mahasiswi disini bukan? Kenapa tidak masuk?” tanya seorang gadis yang sebelumnya tak pernah demi kenal
“aku hanya menikmati keindahan gedung yang ada dihadapan ku saat ini” jawab demi kaget karna kemunculan gadis itu yang tiba-tiba disampingnya.
Gadis asing itupun mengarahkan pandangannya pada gedung university itu,lalu kembali menatap kearah demi “kau ini gadis yang lucu,tapi sepertinya kau gadis yang baik.perkenalkan, namaku miley cyrus tapi kau cukup memanggilku miley.” ucap gadis itu tersenyum sambil mengulurkan tangan kanannya
“panggil saja aku demi,aku mahasiswi baru disini” demi menyambut uluran tangan gadis bernama miley itu dan membalas senyumnya
“baiklah demi,apalagi yang kau tunggu disini.ayo kita masuk” ajak miley.demi dan miley jalan bersama memasuki university melody internasional
Saat sedang berkeliling kampus bersama miley,demi melihat joe sedang duduk sendirian di sebuah anak tangga paling bawah.
“miley,bukankah itu joe jonas.apa yang dia lakukan disini?” tanya demi histeris sambil menunjuk ke arah joe
“dia sama seperti kita”
“benarkah....? lalu apakah yang lain.......”
“yappp,nick sama kevin juga merupakan mahasiswa disini” kata miley memotong perkataan demi
“kau terlihat sangat senang demi.apakah kau salah satu fans mereka?”
“tentu,aku sangat menyukai mereka.terutama joe” ucapnya semangat dengan pandangan yang tak lepas dari joe
“apa kau tak menyukai mereka miley?” demi kembali menatap miley
“aku bukan fans mereka,tapi aku cukup suka dengan lagu-lagu mereka” katanya dengan ekspresi yang sangat berbeda dengan demi,malah ekspresi miley terkesan datar
“aku mau ke sana dulu ya, kau mau ikut?”
“untuk apa kau menemui laki-laki itu”
“aku hanya ingin mengembalikan payung ini padanya” demi menunjukkan payung hitam itu pada miley.miley hanya menatap bingung,ia sama sekali tak mengerti dengan ucapan teman barunya itu
“demi,bisakah aku memberi mu sedikit saran tentang joe”
“apa?”
“sebaiknya kau jangan menghampirinya.ia laki-laki yang tidak ramah,apalagi terhadap orang asing seperti mu”
“kau bercanda,Joe itu sangat ramah.kemarin ia telah menolong ku,aku hanya ingin mengembalikan payung ini padanya dan mengucapkan terima kasih” demi langsung pergi menghampiri joe yang masih duduk sendirian di anak tangga tersebut.
tak ada yang dapat miley perbuat selain memperhatikan demi dari tempat ia berdiri sekarang.ia merasa sedikit cemas pada teman barunya itu.pasalnya ia cukup mengenal sosok joe yang kerap marah-marah tanpa sebab yang jelas.sifat buruk joe itu bukan hanya dia sendiri yang mengetahuinya,semua mahasiswa dan pengajar di university melody internasional juga mengetahui hal itu.maka dari itu,tak ada satu orang pun yang mau dekat dengan joe selain 2 saudaranya,nick dan kevin.
“hey joe,apa kau masih ingat pada ku” sapa demi ramah pada joe.joe hanya menatap tajam ke arahnya,terlihat ia sangat tak suka akan kehadiran gadis itu.
“aku kesini hanya ingin mengembalikan payung mu dan berterima kasih karna kau telah menolong ku kemarin” senyuman gadis itu tak pernah lepas saat melihat sosok yang ada dihadapannya itu,bahkan kini mukanya kembali memerah.
“kau siapa?! Aku tak mengenal mu!” joe segera berdiri,ia kini terlihat mulai emosi.
dari jauh,miley sudah terlihat sangat gelisah.ia ingin demi cepat-cepat pergi dari hadapan joe karna sepertinya laki-laki itu mulai tak suka dengan kehadiran demi.miley tak habis pikir,kenapa demi belum juga pergi.apa dia tidak menyadari kemarahan yang terpancar dari kedua mata laki-laki itu
“minggir dari hadapan ku!” kata joe dengan suara yang mulai meninggi
“joe,kau tak ingat kejadian kemarin?” senyum di bibir gadis itu perlahan-lahan mulai menghilang.
“aku bilang minggir! Apa kau tuli!!!” joe mendorong dengan kasar tubuh demi sampai gadis itu terjatuh.untung saja tubuh gadis itu segera ditangkap oleh nick dari belakang,sehingga ia tidak merasakan sakit saat tubuhnya menyentuh lantai
“joe,jangan perlakukan perempuan sekasar ini!!” bentak nick pada joe.joe sama sekali tak mempedulikan kemarahan nick padanya,ia pergi begitu saja meninggalkan demi tanpa terlebih dahulu meminta maaf kepada gadis itu
“kau tak apa-apa?” tanya nick lembut sambil membantu gadis itu berdiri.demi hanya menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan nick,sepertinya ia masih shock dengan perlakuan kasar joe pada dirinya tadi
“demi,kau baik-baik saja” miley segera menghampiri demi
“sudah ku bilang kan kalau joe itu bukan laki-laki yang baik, tapi kau tidak percaya pada ku dan tetap menghampirinya”
“maafkan aku miley” katanya dengan suara yang lemah
“maafkan saudara ku ya,dia ngak bermaksud berbuat sekasar tadi pada mu.dia Cuma bingung pada dirinya sendiri”
“tidak apa-apa,aku yang salah karna telah mengganggunya tadi.tapi aku yakin kalau joe itu laki-laki yang baik” nick tersenyum mendengar jawaban demi barusan
“sepertinya kau gadis yang baik,mmm.......” nick tak melanjutkan kata-katanya karna ia tak tahu harus bagaimana memanggil gadis itu
“demi,panggil saja aku begitu.kau juga laki-laki yang baik nick”
“nick,ada apa ini?” tanya kevin yang baru datang
“tidak ada apa-apa” nick hanya tersenyum pada kevin
“baiklah demi dan.......” nick menatap bingung pada miley
“dia miley,teman ku” kata demi memperkenalkan miley pada nick
“ok,kami pergi dulu ya.sekali lagi aku minta maaf pada mu atas sikap kasar joe tadi”
“it’s ok” nick dan kevin pun segera pergi.demi dan miley pun kembali melanjutkan kegiatan mereka untuk melihat-lihat university tersebut
Dirumahnya,demi kembali melamun memikirkan sikap joe tadi pagi padanya
“kenapa joe yang aku jumpai tadi pagi sangat berbeda dengan joe yang kemarin?” ia bertanya kepada dirinya sendiri.karna tak kunjung menemukan jawaban atas perubahan sifat joe yang drastis,demi pun memutuskan untuk menonton tv di ruang tengah
demi sangat kaget saat ia menonton sebuah berita yang menayangkan tentang salah satu anggota jonas brothers, yaitu joe jonas
‘belakangan ini joseph adam jonas sering terlihat keluar masuk di salah satu rumah sakit di pusat kota los angeles.sampai saat ini,belum ada konfirmasi lebih lanjut dari pihak keluarga ataupun menagemen jonas brothers tentang kedatangan joe ke rumah sakit tersebut’
“demi,kenapa wajahmu merah seperti itu.apakah kau sakit karna kehujanan semalam sayang?” tanya sang ibu saat demi bergabung di meja makan
“aku baik-baik saja mom” katanya sambil meletakkan tas gitarnya di samping tempat duduknya
“sudahlah dianna,kau jangan terlalu mencemaskan putri mu ini.mana mungkin ada orang sakit tapi masih tetap tersenyum bahagia seperti itu” demi hanya tersenyum mendengar ucapan ayahnya itu.
“apakah kau bertemu laki-laki tampan saat berkeliling melihat kota ini kemarin?” tanya sang ayah sambil menatap putrinya itu dengan senyuman jail
“dad,aku tak mengerti maksud ucapan mu” ucapnya berpura-pura.meskipun ia berusaha agar ekspresi wajahnya terlihat sewajar mungkin,tapi rona merah di pipinya itu tak berhasil ia sembunyikan dengan baik
“lihat kedua pipimu yang memerah itu demi,itu sangat lucu.bahkan merah tomat yang ada di nasi goreng milik ayah saja kalah dengan warna merah di pipi mu itu” tuan patrick terus saja menggoda demi dan membuat putrinya itu semakin salah tingkah mendengar ucapannya
“daddddd.....berhentilah menggodaku seperti itu” demi menutupi wajahnya yang semakin memerah dengan kedua tangannya
“sudahlah patrick.kalau kau terus menggodanya seperti itu,dia akan memerlukan banyak waktu untuk menghabiskan sarapannya,bisa-bisa nanti dia terlambat pergi ke universty” mendengar perintah dari istrinya,tuan patrick pun berhenti untuk menggoda putri kesayangannya itu.
“demi,cepat habiskan sarapan mu.tentu kau tak ingin telat di hari pertama mu belajar di melody internasional bukan....”
“yes mom” setelah perasaannya mulai stabil,demi segera menghabiskan sarapan paginya
Setelah sarapannya habis,demi segera berdiri dari tempat duduknya dan kembali menyandang tas gitar miliknya.
“demi,kenapa kau selalu membawa gitar mu itu.lebih baik kau tinggalkan saja dirumah.bukankah melody internasional mempunyai alat-alat musik yang lengkap disana,dan tentu kau bisa menggunakannya kapan saja.jadi untuk apa lagi kau membawa gitar mu itu.benda itu hanya akan merepotkan dirimu saja sayang”
“mom...bukankah sebelumnya aku pernah bilang,kalau gitar ini adalah teman terbaikku.aku tak akan meninggalkannya, dan aku juga tak merasa kerepotan membawa teman ku ini”
“baiklah,ibu mengerti.tapi kenapa kau juga harus membawa payung, sementara cuaca di luar sana sangat cerah”
“aku hanya berjaga-jaga kalau hujan akan turun seperti kemarin mom,apa aku salah?” wanita paruh baya itu hanya menarik nafas panjang lalu menghembuskannya.menghadapi sifat keras kepala putrinya itu terkadang harus menyiapkan kesabaran ekstra penuh.
“dad,bisakah kita pergi sekarang?”
“baiklah” tuan patrick segera berdiri dari kursinya
“sayang,aku berangkat kerja dulu ya” kata tuan patrick sambil mencium pipi istrinya.ia dan demi pun segera keluar rumah dan masuk kedalam mobil sederhana miliknya
“bye mommm......” kata demi melambaikan tangan kearah ibunya dari dalam mobil yang sudah berjalan
Sekarang demi sudah berdiri di depan university melody internasional.Dengan sorot matanya yang berbinar,ia hamparkan pandangannya ke semua sisi bangunan mewah tersebut, tentunya disertai pujian-pujian yang ia ucapkan dalam hati untuk arsitek hebat yang merancang bangunan seindah itu.
“hey,kenapa kau berdiri disini.kau salah satu mahasiswi disini bukan? Kenapa tidak masuk?” tanya seorang gadis yang sebelumnya tak pernah demi kenal
“aku hanya menikmati keindahan gedung yang ada dihadapan ku saat ini” jawab demi kaget karna kemunculan gadis itu yang tiba-tiba disampingnya.
Gadis asing itupun mengarahkan pandangannya pada gedung university itu,lalu kembali menatap kearah demi “kau ini gadis yang lucu,tapi sepertinya kau gadis yang baik.perkenalkan, namaku miley cyrus tapi kau cukup memanggilku miley.” ucap gadis itu tersenyum sambil mengulurkan tangan kanannya
“panggil saja aku demi,aku mahasiswi baru disini” demi menyambut uluran tangan gadis bernama miley itu dan membalas senyumnya
“baiklah demi,apalagi yang kau tunggu disini.ayo kita masuk” ajak miley.demi dan miley jalan bersama memasuki university melody internasional
Saat sedang berkeliling kampus bersama miley,demi melihat joe sedang duduk sendirian di sebuah anak tangga paling bawah.
“miley,bukankah itu joe jonas.apa yang dia lakukan disini?” tanya demi histeris sambil menunjuk ke arah joe
“dia sama seperti kita”
“benarkah....? lalu apakah yang lain.......”
“yappp,nick sama kevin juga merupakan mahasiswa disini” kata miley memotong perkataan demi
“kau terlihat sangat senang demi.apakah kau salah satu fans mereka?”
“tentu,aku sangat menyukai mereka.terutama joe” ucapnya semangat dengan pandangan yang tak lepas dari joe
“apa kau tak menyukai mereka miley?” demi kembali menatap miley
“aku bukan fans mereka,tapi aku cukup suka dengan lagu-lagu mereka” katanya dengan ekspresi yang sangat berbeda dengan demi,malah ekspresi miley terkesan datar
“aku mau ke sana dulu ya, kau mau ikut?”
“untuk apa kau menemui laki-laki itu”
“aku hanya ingin mengembalikan payung ini padanya” demi menunjukkan payung hitam itu pada miley.miley hanya menatap bingung,ia sama sekali tak mengerti dengan ucapan teman barunya itu
“demi,bisakah aku memberi mu sedikit saran tentang joe”
“apa?”
“sebaiknya kau jangan menghampirinya.ia laki-laki yang tidak ramah,apalagi terhadap orang asing seperti mu”
“kau bercanda,Joe itu sangat ramah.kemarin ia telah menolong ku,aku hanya ingin mengembalikan payung ini padanya dan mengucapkan terima kasih” demi langsung pergi menghampiri joe yang masih duduk sendirian di anak tangga tersebut.
tak ada yang dapat miley perbuat selain memperhatikan demi dari tempat ia berdiri sekarang.ia merasa sedikit cemas pada teman barunya itu.pasalnya ia cukup mengenal sosok joe yang kerap marah-marah tanpa sebab yang jelas.sifat buruk joe itu bukan hanya dia sendiri yang mengetahuinya,semua mahasiswa dan pengajar di university melody internasional juga mengetahui hal itu.maka dari itu,tak ada satu orang pun yang mau dekat dengan joe selain 2 saudaranya,nick dan kevin.
“hey joe,apa kau masih ingat pada ku” sapa demi ramah pada joe.joe hanya menatap tajam ke arahnya,terlihat ia sangat tak suka akan kehadiran gadis itu.
“aku kesini hanya ingin mengembalikan payung mu dan berterima kasih karna kau telah menolong ku kemarin” senyuman gadis itu tak pernah lepas saat melihat sosok yang ada dihadapannya itu,bahkan kini mukanya kembali memerah.
“kau siapa?! Aku tak mengenal mu!” joe segera berdiri,ia kini terlihat mulai emosi.
dari jauh,miley sudah terlihat sangat gelisah.ia ingin demi cepat-cepat pergi dari hadapan joe karna sepertinya laki-laki itu mulai tak suka dengan kehadiran demi.miley tak habis pikir,kenapa demi belum juga pergi.apa dia tidak menyadari kemarahan yang terpancar dari kedua mata laki-laki itu
“minggir dari hadapan ku!” kata joe dengan suara yang mulai meninggi
“joe,kau tak ingat kejadian kemarin?” senyum di bibir gadis itu perlahan-lahan mulai menghilang.
“aku bilang minggir! Apa kau tuli!!!” joe mendorong dengan kasar tubuh demi sampai gadis itu terjatuh.untung saja tubuh gadis itu segera ditangkap oleh nick dari belakang,sehingga ia tidak merasakan sakit saat tubuhnya menyentuh lantai
“joe,jangan perlakukan perempuan sekasar ini!!” bentak nick pada joe.joe sama sekali tak mempedulikan kemarahan nick padanya,ia pergi begitu saja meninggalkan demi tanpa terlebih dahulu meminta maaf kepada gadis itu
“kau tak apa-apa?” tanya nick lembut sambil membantu gadis itu berdiri.demi hanya menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan nick,sepertinya ia masih shock dengan perlakuan kasar joe pada dirinya tadi
“demi,kau baik-baik saja” miley segera menghampiri demi
“sudah ku bilang kan kalau joe itu bukan laki-laki yang baik, tapi kau tidak percaya pada ku dan tetap menghampirinya”
“maafkan aku miley” katanya dengan suara yang lemah
“maafkan saudara ku ya,dia ngak bermaksud berbuat sekasar tadi pada mu.dia Cuma bingung pada dirinya sendiri”
“tidak apa-apa,aku yang salah karna telah mengganggunya tadi.tapi aku yakin kalau joe itu laki-laki yang baik” nick tersenyum mendengar jawaban demi barusan
“sepertinya kau gadis yang baik,mmm.......” nick tak melanjutkan kata-katanya karna ia tak tahu harus bagaimana memanggil gadis itu
“demi,panggil saja aku begitu.kau juga laki-laki yang baik nick”
“nick,ada apa ini?” tanya kevin yang baru datang
“tidak ada apa-apa” nick hanya tersenyum pada kevin
“baiklah demi dan.......” nick menatap bingung pada miley
“dia miley,teman ku” kata demi memperkenalkan miley pada nick
“ok,kami pergi dulu ya.sekali lagi aku minta maaf pada mu atas sikap kasar joe tadi”
“it’s ok” nick dan kevin pun segera pergi.demi dan miley pun kembali melanjutkan kegiatan mereka untuk melihat-lihat university tersebut
Dirumahnya,demi kembali melamun memikirkan sikap joe tadi pagi padanya
“kenapa joe yang aku jumpai tadi pagi sangat berbeda dengan joe yang kemarin?” ia bertanya kepada dirinya sendiri.karna tak kunjung menemukan jawaban atas perubahan sifat joe yang drastis,demi pun memutuskan untuk menonton tv di ruang tengah
demi sangat kaget saat ia menonton sebuah berita yang menayangkan tentang salah satu anggota jonas brothers, yaitu joe jonas
‘belakangan ini joseph adam jonas sering terlihat keluar masuk di salah satu rumah sakit di pusat kota los angeles.sampai saat ini,belum ada konfirmasi lebih lanjut dari pihak keluarga ataupun menagemen jonas brothers tentang kedatangan joe ke rumah sakit tersebut’
Rabu, 24 Agustus 2011
you're my favorite song part 1
#Author POV#
Los angeles, kota dengan wilayah yang kecil namun dengan kepadatan penduduk yang sangat banyak.dan hari ini, kota tempat tinggal para bintang-bintang hollywood itu kembali kedatangan sebuah keluarga kecil yang beranggotakan 3 orang.
“mom,bolehkah aku pergi? aku hanya ingin jalan-jalan untuk melihat kota tempat berkumpulnya para malaikat” ujar seorang gadis kepada ibunya yang sedang mengangkat barang-barang pindahan rumah mereka
“apakah kau yakin sayang?” terlihat raut kecemasan di wajah wanita paruh baya tersebut.
gadis itu hanya mengangguk mantap ke pada ibunya.walaupun tak begitu yakin,akhirnya sang ibu memberikan izin kepada putri kesayangannya itu.
“berhati-hatilah.bila terjadi sesuatu,kau langsung hubungi ibu atau ayah.kau paham?” gadis itu kembali menganggukkan kepalanya dan tersenyum lepas pada sang ibu.melihat senyuman itu,setidaknya perasaan cemas wanita paruh baya tersebut sedikit berkurang.ia yakin kalau putrinya itu akan bisa menjaga diri dengan baik.
#Demi POV#
Perkenalkan, nama ku Demetria Devonne Lovato.tapi aku lebih akrab dipanggil demi.usiaku kini 18 tahun, dan aku merupakan anak satu-satunya di keluargaku.aku baru pindah ke kota ini, itupun karna ayahku dipindah tugaskan.aku sangat mencintai musik.bagi ku,sebagian hidup yang aku jalani ini adalah untuk musik.karna itu aku berusaha mati-matian untuk mendapatkan beasiswa di university musik terbaik di kota ini.akhirnya aku berhasil mendapatkan beasiswa itu dan namaku telah resmi tercatat sebagai mahasiswi di university melody internasional.keluargaku memang tidak kaya,mereka takkan mampu membiyayai uang kuliahku di university elit itu.sebenarnya aku sudah lama mengincar university tersebut sebagai tempatku untuk melanjutkan study setelah aku lulus dari high school.saat aku diberitahu oleh ibu bahwa kami sekeluarga akan pindah ke los angeles karna ayah dipindah tugaskan,aku sangat bahagia.oh ya...aku lupa satu hal yang sangat penting.selain musik,aku juga mencintai jonas brothers.mereka adalah inspirasi sekaligus penyemangat dalam dunia musik ku.
#Author POV#
Demi terus menelusuri langkahnya,kemanakah ia akan pergi? Entahlah.dia belum mengenal pasti setiap sudut dari kota itu.yang bisa ia lakukan sekarang,hanya mengikuti kemana kedua kakinya itu melangkah.setiap langkahnya selalu disertai pandangan dan decak kagum akan keindahan kota tersebut.gedung-gedung pencakar langit yang mengagumkan,kendaraan-kendaraan mewah yang memadati jalan raya,dan hal-hal menakjubkan lainnya.sebelumnya demi sudah tau betapa indah dan mengagumkannya kota itu dari setiap acara tv yang ia lihat dengan memakai latar tempat syuting di kota itu.tapi ia tak pernah membayangkan kalau kota ini benar-benar bisa menghipnotis dirinya sampai seperti ini saat ia melihat secara langsung keindahan dan kemegahan yang ditunjukkan kota itu pada dirinya.
Setelah rasa penatnya ia lepaskan dengan beberapa menit beristirahat di sebuah bangku taman,demi memutuskan untuk kembali pulang ke rumah barunya.namun niatnya itu sedikit mendapatkan masalah.ia menyadari kalau anting sebelah kanannya hilang.demi terus mencari anting itu di sekitar taman.ini bukan masalah seberapa mahal harga anting tersebut,tapi melainkan ia tak ingin membuat ibunya sedih.wajah gembira sang ibu saat membelikan anting itu padanya dulu terus berputar-putar di fikirannya.kalau ia memutuskan untuk pulang dan bilang kepada ibunya kalau anting kanannya telah hilang,ibunya pasti takkan memarahinya.tapi masalahnya kini,ia benar-benar tak punya keberanian untuk berbicara seperti itu.demi sangat menyayangi ibunya, ia tak mau ibunya sedih karna keteledoran yang ia perbuat
Awan-awan hitam mulai terlihat di langit disertai angin yang mulai berhembus kencang.sepertinya sebentar lagi hujan akan turun.tapi sampai saat ini,demi belum juga berhasil menemukan anting sebelah kanannya itu
“kenapa kesialan ini tiba-tiba saja datang kepada ku sih!” wajahnya mulai terlihat kesal.namun ia tak juga menyerah untuk dapat menemukan anting itu kembali
Benar saja,hujan segera turun.kini kota itu benar-benar telah menjadi tempat untuk menampung air-air bening yang berjatuhan dari langit kota los angeles.
semakin lama,hujan yang turun semakin lebat saja.tapi gadis bernama demi itu masih berdiri di taman,mencari anting yang hilang itu tanpa adanya suatu alat untuk melindungi tubuhnya dari guyuran air hujan.
Tiba-tiba saja,seseorang melindungi tubuh demi dengan payung hitam miliknya.
“kenapa kau berdiri disini? Apakah kau tidak tahu kalau saat ini hujan?” tanya orang asing itu pada demi yang masih saja menunduk kebawah untuk mencari antingnya
“aku tahu sekarang hujan.tapi aku harus mencari sesuatu,benda itu sangat penting bagiku” jawabnya tanpa sedikitpun berniat untuk melihat wajah orang asing yang telah memayunginya.
“kau pergi saja,aku tak apa-apa.kau tidak ada kewajiban untuk memayungi ku bukan....?” orang asing itu tersenyum tipis mendengar pertanyaan demi
“kau ini memang gadis yang aneh.bagaimana bisa kau bertanya padaku tanpa melihat ke arahku”
“sorry,saat ini aku benar-benar sibuk.kalau kau memang berniat mengganggu ku,bisakah kau datang lain hari saat aku tidak sibuk”
“kau ini memang benar-benar gadis paling aneh yang pernah aku temui.bolehkah aku tau apa yang sedang kau cari?”
“anting sebelah kanan ku hilang.aku harus menemukannya,karna itu pemberian dari ibuku”
Sejenak orang asing itu hanya diam,menatap heran pada gadis itu.lalu.....tak lama ia tertawa tanpa sebab yang jelas
“hahahahahahaha.............”
Mendengar tawa orang asing yang sejak tadi terus memayunginya,demi pun mulai sedikit emosi.diapun mengangkat kepalanya,melihat wajah orang asing yang kini sedang menertawakan dirinya “Kenapa kau malah terta.........wa......” seketika suarnya hilang,ia benar-benar kaget.tak pernah ia bayangkan kalau joseph adam jonas kini tengah berdiri di hadapannya dan tertawa
“kau ini benar-benar konyol.coba lihat bajumu,anting mu yang hilang tergantung disana sejak tadi.tak ada gunanya kau terus-terusan memandang ke bawah.kau tampak seperti orang gila dengan pandangan menatap tanah di tengah hujan lebat seperti ini” joe langsung mengambil anting yang tersangkut di baju demi tersebut,lalu memasangkannya kembali di telinga sebelah kanan gadis itu.
Demi,gadis itu masih kaget dengan kenyataan yang ia dapatkan hari ini.ia segera meralat anggapannya tentang kesialan yang datang hari ini.ini semua bukan kesialan,tapi melainkan kenyataan yang paling indah yang pernah ia dapatkan.bahkan untuk bermimpi mengalami kejadian ini saja,tak pernah terjadi.joe yang memayunginya di tengah-tengah hujan deras,joe yang tertawa di hadapannya.dan yang terakhir,joe yang memasangkan anting kanan yang sempat hilang di telinganya.kalau ia bisa berteriak,ia akan berteriak sekeras mungkin.karna itu adalah caranya untuk mengungkapkan seberapa bahagianya ia saat ini.tapi sayang, suaranya tiba-tiba saja menghilang entah kemana.demi hanya menatap sosok idolanya itu dengan tingkat kesadaran yang tak sepenuhnya
“kyaaaaaaaa..............itu joeeeeeee.........”
“joeeee.......i love youuuuuu............”
“joeeeeeee..............................”
Suara-suara teriakan-teriakan yang berasal dari beberapa gadis yang berada tak jauh dari posisi joe dan demi berdiri,segera merusak momen-momen romantis diantara mereka.
“sorry......sepertinya aku tak bisa berlama-lama memayungi mu disini.cepat pulang,berlama-lama diluar dengan cuaca sedingin ini,bisa membuatmu sakit” joe segera pergi meninggalkan demi yang masih diam membisu.payung hitam miliknya,ia berikan pada gadis itu,lalu ia segera berlari meninggalkan demi serta para jonaticas yang mengejar dirinya.
Sementara demi....,ia masih sulit percaya dengan apa yang baru saja ia alami.dengan perlahan,disentuhnya telinga sebelah kanannya,memegang anting yang di pasangkan oleh joe tadi.lalu ia tersenyum sambil menundukkan kepalanya,berusaha menyembunyikan wajahnya yang kini mulai memerah
Los angeles, kota dengan wilayah yang kecil namun dengan kepadatan penduduk yang sangat banyak.dan hari ini, kota tempat tinggal para bintang-bintang hollywood itu kembali kedatangan sebuah keluarga kecil yang beranggotakan 3 orang.
“mom,bolehkah aku pergi? aku hanya ingin jalan-jalan untuk melihat kota tempat berkumpulnya para malaikat” ujar seorang gadis kepada ibunya yang sedang mengangkat barang-barang pindahan rumah mereka
“apakah kau yakin sayang?” terlihat raut kecemasan di wajah wanita paruh baya tersebut.
gadis itu hanya mengangguk mantap ke pada ibunya.walaupun tak begitu yakin,akhirnya sang ibu memberikan izin kepada putri kesayangannya itu.
“berhati-hatilah.bila terjadi sesuatu,kau langsung hubungi ibu atau ayah.kau paham?” gadis itu kembali menganggukkan kepalanya dan tersenyum lepas pada sang ibu.melihat senyuman itu,setidaknya perasaan cemas wanita paruh baya tersebut sedikit berkurang.ia yakin kalau putrinya itu akan bisa menjaga diri dengan baik.
#Demi POV#
Perkenalkan, nama ku Demetria Devonne Lovato.tapi aku lebih akrab dipanggil demi.usiaku kini 18 tahun, dan aku merupakan anak satu-satunya di keluargaku.aku baru pindah ke kota ini, itupun karna ayahku dipindah tugaskan.aku sangat mencintai musik.bagi ku,sebagian hidup yang aku jalani ini adalah untuk musik.karna itu aku berusaha mati-matian untuk mendapatkan beasiswa di university musik terbaik di kota ini.akhirnya aku berhasil mendapatkan beasiswa itu dan namaku telah resmi tercatat sebagai mahasiswi di university melody internasional.keluargaku memang tidak kaya,mereka takkan mampu membiyayai uang kuliahku di university elit itu.sebenarnya aku sudah lama mengincar university tersebut sebagai tempatku untuk melanjutkan study setelah aku lulus dari high school.saat aku diberitahu oleh ibu bahwa kami sekeluarga akan pindah ke los angeles karna ayah dipindah tugaskan,aku sangat bahagia.oh ya...aku lupa satu hal yang sangat penting.selain musik,aku juga mencintai jonas brothers.mereka adalah inspirasi sekaligus penyemangat dalam dunia musik ku.
#Author POV#
Demi terus menelusuri langkahnya,kemanakah ia akan pergi? Entahlah.dia belum mengenal pasti setiap sudut dari kota itu.yang bisa ia lakukan sekarang,hanya mengikuti kemana kedua kakinya itu melangkah.setiap langkahnya selalu disertai pandangan dan decak kagum akan keindahan kota tersebut.gedung-gedung pencakar langit yang mengagumkan,kendaraan-kendaraan mewah yang memadati jalan raya,dan hal-hal menakjubkan lainnya.sebelumnya demi sudah tau betapa indah dan mengagumkannya kota itu dari setiap acara tv yang ia lihat dengan memakai latar tempat syuting di kota itu.tapi ia tak pernah membayangkan kalau kota ini benar-benar bisa menghipnotis dirinya sampai seperti ini saat ia melihat secara langsung keindahan dan kemegahan yang ditunjukkan kota itu pada dirinya.
Setelah rasa penatnya ia lepaskan dengan beberapa menit beristirahat di sebuah bangku taman,demi memutuskan untuk kembali pulang ke rumah barunya.namun niatnya itu sedikit mendapatkan masalah.ia menyadari kalau anting sebelah kanannya hilang.demi terus mencari anting itu di sekitar taman.ini bukan masalah seberapa mahal harga anting tersebut,tapi melainkan ia tak ingin membuat ibunya sedih.wajah gembira sang ibu saat membelikan anting itu padanya dulu terus berputar-putar di fikirannya.kalau ia memutuskan untuk pulang dan bilang kepada ibunya kalau anting kanannya telah hilang,ibunya pasti takkan memarahinya.tapi masalahnya kini,ia benar-benar tak punya keberanian untuk berbicara seperti itu.demi sangat menyayangi ibunya, ia tak mau ibunya sedih karna keteledoran yang ia perbuat
Awan-awan hitam mulai terlihat di langit disertai angin yang mulai berhembus kencang.sepertinya sebentar lagi hujan akan turun.tapi sampai saat ini,demi belum juga berhasil menemukan anting sebelah kanannya itu
“kenapa kesialan ini tiba-tiba saja datang kepada ku sih!” wajahnya mulai terlihat kesal.namun ia tak juga menyerah untuk dapat menemukan anting itu kembali
Benar saja,hujan segera turun.kini kota itu benar-benar telah menjadi tempat untuk menampung air-air bening yang berjatuhan dari langit kota los angeles.
semakin lama,hujan yang turun semakin lebat saja.tapi gadis bernama demi itu masih berdiri di taman,mencari anting yang hilang itu tanpa adanya suatu alat untuk melindungi tubuhnya dari guyuran air hujan.
Tiba-tiba saja,seseorang melindungi tubuh demi dengan payung hitam miliknya.
“kenapa kau berdiri disini? Apakah kau tidak tahu kalau saat ini hujan?” tanya orang asing itu pada demi yang masih saja menunduk kebawah untuk mencari antingnya
“aku tahu sekarang hujan.tapi aku harus mencari sesuatu,benda itu sangat penting bagiku” jawabnya tanpa sedikitpun berniat untuk melihat wajah orang asing yang telah memayunginya.
“kau pergi saja,aku tak apa-apa.kau tidak ada kewajiban untuk memayungi ku bukan....?” orang asing itu tersenyum tipis mendengar pertanyaan demi
“kau ini memang gadis yang aneh.bagaimana bisa kau bertanya padaku tanpa melihat ke arahku”
“sorry,saat ini aku benar-benar sibuk.kalau kau memang berniat mengganggu ku,bisakah kau datang lain hari saat aku tidak sibuk”
“kau ini memang benar-benar gadis paling aneh yang pernah aku temui.bolehkah aku tau apa yang sedang kau cari?”
“anting sebelah kanan ku hilang.aku harus menemukannya,karna itu pemberian dari ibuku”
Sejenak orang asing itu hanya diam,menatap heran pada gadis itu.lalu.....tak lama ia tertawa tanpa sebab yang jelas
“hahahahahahaha.............”
Mendengar tawa orang asing yang sejak tadi terus memayunginya,demi pun mulai sedikit emosi.diapun mengangkat kepalanya,melihat wajah orang asing yang kini sedang menertawakan dirinya “Kenapa kau malah terta.........wa......” seketika suarnya hilang,ia benar-benar kaget.tak pernah ia bayangkan kalau joseph adam jonas kini tengah berdiri di hadapannya dan tertawa
“kau ini benar-benar konyol.coba lihat bajumu,anting mu yang hilang tergantung disana sejak tadi.tak ada gunanya kau terus-terusan memandang ke bawah.kau tampak seperti orang gila dengan pandangan menatap tanah di tengah hujan lebat seperti ini” joe langsung mengambil anting yang tersangkut di baju demi tersebut,lalu memasangkannya kembali di telinga sebelah kanan gadis itu.
Demi,gadis itu masih kaget dengan kenyataan yang ia dapatkan hari ini.ia segera meralat anggapannya tentang kesialan yang datang hari ini.ini semua bukan kesialan,tapi melainkan kenyataan yang paling indah yang pernah ia dapatkan.bahkan untuk bermimpi mengalami kejadian ini saja,tak pernah terjadi.joe yang memayunginya di tengah-tengah hujan deras,joe yang tertawa di hadapannya.dan yang terakhir,joe yang memasangkan anting kanan yang sempat hilang di telinganya.kalau ia bisa berteriak,ia akan berteriak sekeras mungkin.karna itu adalah caranya untuk mengungkapkan seberapa bahagianya ia saat ini.tapi sayang, suaranya tiba-tiba saja menghilang entah kemana.demi hanya menatap sosok idolanya itu dengan tingkat kesadaran yang tak sepenuhnya
“kyaaaaaaaa..............itu joeeeeeee.........”
“joeeee.......i love youuuuuu............”
“joeeeeeee..............................”
Suara-suara teriakan-teriakan yang berasal dari beberapa gadis yang berada tak jauh dari posisi joe dan demi berdiri,segera merusak momen-momen romantis diantara mereka.
“sorry......sepertinya aku tak bisa berlama-lama memayungi mu disini.cepat pulang,berlama-lama diluar dengan cuaca sedingin ini,bisa membuatmu sakit” joe segera pergi meninggalkan demi yang masih diam membisu.payung hitam miliknya,ia berikan pada gadis itu,lalu ia segera berlari meninggalkan demi serta para jonaticas yang mengejar dirinya.
Sementara demi....,ia masih sulit percaya dengan apa yang baru saja ia alami.dengan perlahan,disentuhnya telinga sebelah kanannya,memegang anting yang di pasangkan oleh joe tadi.lalu ia tersenyum sambil menundukkan kepalanya,berusaha menyembunyikan wajahnya yang kini mulai memerah
Minggu, 14 Agustus 2011
CINTA SEJATI UNTUK 4 SAHABAT PART 17 B
#########
Matahari yang sedari tadi begitu angkuh memancarkan cahaya panasnya dari atas langit,kini telah hilang.keberadaannya telah diusir oleh segerombolan awan hitam dan angin yang bertiup cukup kencang.sepertinya awan-awan itu akan menumpahkan isinya, agar para penghuni bumi ini tidak marah lagi pada si bulat kuning yang sudah berjam-jam menyakiti kulit mereka dengan sinar yang ia pancarkan.butiran-butiran bening yang menyejukkan itu pun turun semakin deras,menghapus kepenatan orang-ornag yang tinggal dijakarta
Jam sekolah telah usai dari tadi,tapi sang supir belum juga datang menjemput gadis itu.kini ia berdiri di koridor utama sendirian,sepi dan sunyi.suasana yang sangat ia benci.air matanyapun siap mengalir di pipinya,membentuk sebuah aliran sungai kecil di wajah cantiknya.namun langit tak mengizinkan hal itu terjadi,karna itu hanya akan merusak keindahan wajah gadis itu.air mata itupun dilarang untuk jatuh,sebagai penggantinya,langit menjatuhkan air hujan untuk menghibur gadis itu.
“hujan....” sebuah senyuman terukir di bibir gadis itu.
”gue sekarang udah ngak merasa kesepian lagi” ia tersenyum pada langit.berkat hujan,dia tidak merasa sendiri lagi,sebab suara-suara hujan itu kini telah menemani kesendiriannya
Gadis bernama lengkap alyssa saufika umari itu,lama-kelamaan mulai terbawa suasana.tanpa ia sadari,tubuhnya mulai berjalan keluar dari naungan atap koridor yang sedari tadi melindunginya agar tetap kering.dan kini....seluruh tubuhnya telah dibasahi oleh air langit itu.dengan ekpresi bahagianya,ia memutar tubuhnya di tengah-tengah siraman hujan,lalu mengangkat kedua tangannya keatas.itulah caranya menunjukkan seberapa sukanya ia akan fenomena alam satu ini.
“lo sinting ya?!” sebuah teriakan yang berasal dari koridor utama membuat gadis itu berhenti berputar sangking kagetnya.akibat ia berhenti berputar secara mendadak tadi,kedua kakinya berada dalam posisi menyilang,dan kontan membuat tubuhnya terhempas cukup keras pada papinblok tersebut
“aduuuuh....sakit!” gadis itu meringis kesakitan.
”auwww” pekiknya saat tangannya tak sengaja memegang lututnya yang berdarah
“lo ngak apa-apa?” tanya seseorang yang tadi berteriak pada gadis itu.kini orang tersebut ikut basah kuyub karna ia menghampiri ify
“ngak apa-apa gimana?! Lo gak liat nih lutut gue berdarah,kayaknya kaki gue juga terkilir.sakiiitt.....”ify mengaduh kesakitan sembari meniup luka dilututnya yang perih terkena air hujan.tanpa banyak bicara orang tersebut langsung membopong ify.diletakkannya tangan gadis itu melingkar di pundaknya dan dibawanya gadis itu berteduh di koridor utama.
“auwww!! Pelan-pelan dong.kaki gue sakit nih!”keluh ify pada orang tersebut sambil berjalan terpincang-pincang
“heh! Udah untung gue tolong! Lagian lo kurang kerjaan banget sih berdiri di tengah hujan kayak gitu?” hardik orang tersebut.ia lalu mengambil sebuah handuk kecil dari ranselnya kemudian ia basahkan ujung handuk tersebut dengan air mineral miliknya, dengan hati-hati ia bersihkan luka di lutut ify
“ini semuakan karna lo juga.coba aja tadi lo ngak......auuuuww!!!!!” ify seketika menjerit kesakitan saat orang tersebut mulai membersihkan luka di lututnya dengan handuk kecil yang ia keluarkan dari ranselnya tadi.
“rio! Lo apa-apaan sih! Sakit tauk!”
“apa? Gue Cuma mau ngebersihin luka lo aja”
“tapi ngebersihinnya gak pakai nekan lutut gue kuat-kuat juga kan.lo mau ngobatin gue atau mau ngebunuh gue sih”
“dua-duanya” ify melotot mendengar jawaban dari cowok yang ia panggil rio tersebut
“lo tunggu disini bentar.gue mau ambil obat buat ngobatin luka lo” rio tergersa-gesa berlari menuju ruang UKS.sambil menunggu rio kembali,ify disibukkan oleh fikirannya tentang sikap rio barusan.kenapa rio rela basah-basahan hanya untuk menolong dirinya? Kenapa cowok itu mau repot-repot menolong dirinya padahal merekakan musuh.sekarang cowok itu malah pergi ke UKS mengambil obat untuk kakinya yang terluka.dan kenapa kini ia merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya sendiri.suatu perasaan yang hangat dan terlindungi di tengah hujan yang deras.
Hujan masih sangat deras,dan langit bertambah gelap.ify melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
“udah jam setengah enam.pak oni mana sih? Kok gue belum dijemput-jemput juga? rio mana? Langitnya udah gelap...dan gue sendirian disini.gue takuuttt......” ify menundukkan kepalanya,ia berusaha menyembunyikan air mata yang perlahan-lahan mulai jatuh dan membasahi pipinya
“heh. Hh...hh..hh...gue bawa obat buat luka lo” rio datang sambil ngos-ngosan.mendengar isakan tangis ify,rio mendekat padanya.perlahan,disentuhnya kedua bahu gadis itu.
“fy,lo kenapa?” tanyanya lembut.
ify langsung memeluk tubuh rio.cowok itupun duduk terhempas di lantai koridor karna dorongan dari tubuh ify saat memeluknya secara tiba-tiba
“lo kemana aja? Kenapa lama? Gu..gu...gue takut yo.gue takut” pelukan gadis itu semakin erat.rio bisa merasakan ketakutan yang ia alami saat ini.
Rio membalas pelukan gadis itu.dengat lembut,dibelainya rambut panjang ify. “sorry.tadi gue mesti nemui penjaga sekolah buat minta kunci UKSnya.gue ngak maksud buat ninggalin lo lama-lama disini.kalau gue tau lo akan kayak gini,gue ngak akan ninggalin lo.sekarang biarin gue obatin luka di kaki lo ya” rio berusaha meyakinkan gadis itu.ifypun melepas pelukannya terhadap rio.
“mungkin ini akan sedikit perih.lo tahan ya” rio mulai menuangkan obat pada lutut ify yang luka.dan untuk kaki ify yang terkilir,rio melepaskan sepatu yang melekat di kaki gadis itu.ia mengoleskan sebuah minyak di pergelangan kaki gadis itu,lalu perlahan ia urut kaki yang mulai membengkak dan berwarna biru keunguan tersebut
“Aaaa!!!! Sakittt!! Aaaaa!!!” ify menjerit-jerit dan meronta saat rio mulai memijit kakinya yang terkilir
“tahan.kalau gak gini,kaki lo makin parah”
“sakit yo” keluh ify ditengah isak tangisnya.rio makin dibuat pusing oleh tangisan gadis itu
Rio menghela nafas panjang saat mendengar keluhan manja gadis itu.kini rio menggeser posisi duduknya,menempatkan dirinya persis berada disamping ify .
“gini ajadeh.saat lo merasakan sakit waktu gue ngurut kaki lo.lo boleh pukul gue,atau lo mau cubit itu seterah lo.gue gak akan marah sama lo.dengan begitu,kita berdua akan merasakan sakit yang sama.jadi lo jangan nangis ataupun ngeluh lagi.karna rasa sakit itu bukan hanya lo yang merasakannya, gue juga” ify mengangguk tak percaya dengan kata-kata rio barusan.rio hanya tersenyum geli melihat wajah konyol ify saat ini.
Saat rio mulai mengurut pergelangan kaki ify yang terkilir,ia merasakan sakit di lengan atas tangan kirinya.saat dia menoleh,ify menggigit lengan atasnya serta mencubitnya dalam keadaan mata tertutup.ify benar-benar melakukan apa yang rio katakan tadi.saat gadis itu mulai merasakan kesakitan karna kakinya diurut oleh dirinya,ify tidak lagi menangis,dan ia juga tak meronta-ronta.tapi sebagai gantinya,ia menggigit sekaligus mencubit lengan atas pada tangan kiri rio. sebisa mungkin rio menahan rasa sakit pada lengan atasnya.karna ia tau,rasa sakit itu pasti juga dialami oleh ify saat dirinya mengurut pergelangan kaki ify yang terkilir.ia tak menghiraukan rasa sakit itu,rio tetap fokus mengurut pergelangan kaki ify.ia berusaha melancarkan kembali darah yang terhambat pada pergelangan kaki yang membengkak itu.
“udah selesai.masih sakit ngak?” rio bertanya pada ify yang matanya masih terpejam
Ify mulai membuka matanya.melepaskan gigitan serta cubitannya dari lengan rio.matanya seketika melotot saat melihat lengan baju rio yang putih,kini terdapat bercak-bercak merah di tempat gigitannya tadi
“ yaampunnn...gue gigitnya kekencangan ya? Lengan lo berdarah” ujarnya panik
“ngak usah peduliin gue.kaki lo masih sakit gak?”
“udah mendingan.ma...ma...makasih ya” ucapnya malu.bagaimana tidak.dia telah melukai orang yang telah membantunya.
“mmmm...yo.lo kenapa bantuin gue? Lo kan tau kalau hubungan kita berdua itu bisa dibilang gak baik.”tanya ify dengan tubuh yang gemetaran.
“kenapa ya? Entahlah, gue juga gak ngerti sama diri gue”
“hatchiuw..... hatchiuw..... hatchiuw.....!!!” ify bersin-bersin.Rio beranjak pergi meninggalkannya
“eh,tunggu-tunggu! Jangan ninggalin gue sendirian. Gue...gue....gue takut”ucapnya dengan suara yang nyaris tak terdengar karna tertutupi suara hujan yang deras.meski mendengar perkataan ify,rio tetap pergi meninggalkan gadis itu
Ify tak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.ia ditinggalkan oleh satu-satunya harapan untuk pulang.rahang ify terasa sangat berat sampai jatuh saat menyadari rio pergi darinya begitu saja.
“dia pergi.pergi gitu aja tanpa peduli sama keadaan gue yang terluka kayak gini.kenapa coba tadi gue sempat berpikir kalau dia itu orang yang baik.dasar begok...begok...begok...begok...begok.....” ify memukul-memukul kepalanya sendiri
“hatchiuw.....”ify kembali bersin.
Rio kembali.ia melemparkan sebuah jaket kepada ify. “pakek” ucapnya datar
“rio? Lo dari mana? Gue pikir lo pulang dan ninggalin gue gitu aja disini?” tanya ify dan ia langsung memakai jaket pemberian rio tadi.
“gue dari loker,ngambil jaket itu buat lo.gimana? lo udah merasa hangat?”
“makasih.tapi lo gimana? Lo pasti juga butuh jaket ini kan buat ngangetin tubuh lo kan” ify merasa tidak enak kepada rio karna sebelumnya ia sudar berpikir yang tidak-tidak tentang cowok itu
“gue baik-baik aja.lo lebih butuh itu dari pada gue”
Rio dan ify kini diam-diaman.mereka tak tau mesti bicara apalagi untuk mencairkan suasana yang semakin dingin dan sunyi tersebut.
“hujannya udah reda,biar gue antar lo pulang.lagian kayaknya lo gak dijemput deh.ayo jalan” Rio berjalan dengan santainya,meninggalkan ify yang masih terduduk di koridor utama itu
“rio.......” panggil ify pada rio.rio berbalik,melihat ke arah gadis yang memanggilnya.dia lupa kalau saat ini kaki ify sedang terkilir,ia segera menghampiri gadis itu
“sorry...sorry,gue lupa kalau kaki lo sakit”
“lo niat nolongin gak sih.jangan setengah-setengah gini dong nolonginnya” kata ify kesal
“gue kan udah minta maaf.gue lupa,maklumin dong.ya udah,lo naik kepunggung gue,biar gue gendong lo ke parkiran”
Karna tak ada pilihan lain,akhirnya ify pun bersedia naik kepunggung rio.rio menggendong gadis itu menuju parkiran
“gue boleh tanya sesuatu sama lo?” tanya rio yang masih menggendong gadis itu di punggungnya
“apa”
“boleh gue tau alasan lo benci sama gue? Kalau dipikir-pikir,waktu malam gue berkunjung kerumah lo saat lo dan keluarga lo baru pindah, lo benci banget sama gue.apa sebelumnya kita pernah ketemu, Sampai-sampai di awal pertemuan kita itu, lo udah nunjukin tatapan gak suka lo sama gue.dan sampai sekarang lo masih nganggep gue itu musuh yang benar-benar harus lo musnahin.boleh gue tau apa salah gue sama lo? karna jujur, gue gak pernah tau alasan lo benci sama gue.”
Ify tersentak saat mendengar pertanyaan rio itu.iapun juga bertanya pada dirinya sendiri.kenapa ia sebegitu bencinya sama cowok ini.dia bingung harus memberi jawaban apa pada cowok yang sedang menggendongnya saat ini.masa ia dia harus bilang alasan kalau ia tak menyukai cowok ini,karna sebelumnya cowok itu pernah mengacaukan mimpi indahnya.gak mungkin dia memberikan jawaban ngaco itu pada rio.bisa-bisa ia dikira cewek yang punya masalah kejiwaan lagi.
“entahlah,gue juga gak tau.gue bingung mau jawab apa”
Kini rio telah sampai di tempat ia memarkirkan motornya,iapun mendudukkan gadis itu di atas motornya
“lo bawa motornya jangan ugal-ugalan ya” pesan ify pada cowok itu.rio hanya tersenyum mendengar pesan gadis itu.
Motor rio mulai melaju di jalanan jakarta,dengan seorang gadis cantik di boncengan belakang motornya .
“rio,guekan udah bilang bawa motornya jangan ugal-ugalan” kata ify sedikit berteriak agar suaranya bisa di dengar oleh rio
“gue gak ugal-ugalan kok” balas rio
“apaan,orang udah sembilan kali gue hampir jatuh! Padahal gue gak duduk miring!”
“salah sendiri gak pegangan!”
“gue pegangan kok!”
“kemana?”
“Kebelakang. Emang mau kemana lagi?”
“pantesan!” Rio melepas tangan kirinya,lalu menarik tangan ify dari belakang dan melingkarkan di pinggangnya.
“hey, ngapain lo?” dasar ganjen!” kata ify sambil mencoba melepaskan tangannya.tapi tangan kiri rio cukup kuat menahan tangannya tersebut
“pegangan tuh dimana-mana ya begini, begok! Lo bisa jatuh kalau Cuma pegangan ke belakang. Gue gak mau kalau tiap malam harus dihantui sama arwah lo kalau lo ko’it gara-gara jatuh dari motor gue!” ify hanya diam mendengar rio bicara padanya.
“coba bayangin.gini aja lo udah mirip setan,gimana kalau jadi setan benaran?”
“apa lo bilanggg?!!!! Rasain nih! Nih! Nih! Nih!” kata ify sambil memukul kepala rio
“WOI,STOP,STOP,STOP,STOP! Kita bisa jatuh,nih!”
Tapi ify tak peduli.dia masih saja memukuli rio tanpa ampun.motor riopun mulai oleng ke kiri kanan.untung aja jalanan lagi sepi.
“ampun fy,ampun!”
“gak ada ampunan buat lo! nih! Nih! Nih!”
“AMPUNNNNNN FYYYYYY!!!!!”
#########
Cakka menghentikan mobilnya tepat di depan rumah agni
“cepat masuk,ganti baju lo terus balik lagi kesini.gue tunggu lo 10 menit” cakka memberi sederet perintah pada gadis yang duduk pada kursi penumpang di sampingnya
“gue mesti balik lagi kesini, Ngapain?” tanya agni bingung
“lo mesti temanin gue”
“temanin kemana?”
“gue mesti beli bola basket yang baru,yang lama kan udah gue kasih ke elo”cakka melirik bola basket yang sedang dipegang agni
“dasar cowok begok.kalo ujung-ujungnya kayak gini,ngapain ni bola lo kasih ke gue, nih gue balikin” agni menyerahkan bola basket itu pada cakka
“gak mungkin gue ngambil balik bola ini, kan gue udah ngasih ni bola ke elo sebagai tanda pertemanan kita.kalau lo balikin bola ini sama gue, itu sama aja lo nyuruh gue buat ngejilat ludah gue sendiri.lo pikir gue cowok apaan ngelakuin hal memalukan seperti itu” protes cakka,lalu mengembalikan bola basket tersebut kepada agni
“lo cowok playboy” kata agni enteng.mendengar ucapan agni itu,cakka langsung menatap tajam pada gadis itu.
“hehehe....maksud gue, elo itu playboy berhati mulia cakk” agni jadi ngeri sendiri saat melihat tatapan membunuh laki-laki dikursi pengemudi itu
“lo ini,selalu ngucapin kata-kata yang bikin hati gue sakit”
“maaf,gue gak maksud gitu” agni berasa bersalah karna ia telah membuat laki-laki itu menjadi terluka karna ucapannya
“maaf lo gue tolak.kecuali..., lo mau nemanin gue cari bola baru.mungkin permintaan maaf lo akan gue terima” cakka tersenyum jail ke arah agni
“iya,iya.gue bakal temanin lo”
“anak baik” kata cakka sambil mencubit pipi gadis itu
“ihh...apa-apaan sih lo.gue gak suka ya lo giniin” agni menyingkirkan tangan cowok itu dengan kasar
“katanya kita udah temenan,tapi nada bicara lo kayak kita msih musuhan aja sih ag.yaudah,cepat lo turun!” cakka sedikit kesal saat agni menyingkirkan tangannya tadi dengan kasar
“lo ngusir gue?!”
“gue bukan ngusir lo.gue Cuma nyuruh lo turun biar kita gak buang-buang waktu.kenapa,ada yang salah?”
“dengan nada suara kayak gitu,kesannya lo ngusir gue cakka”
“tapi pada kenyataannya gue bukan ngusir lo agniiiii”
“ahhhh!!!! Sebel gue sama lo”agni segera membuka pintu mobil disampingnya, lalu turun dari mobil sedan hitam milik cowok itu.kemudian ia tutup kembali pintu itu kuat-kuat dan segera melangkah masuk kedalam rumahnya.
Cakka menghela nafas.dia hempaskan punggungnya kesandaran kursi “dasar emosional” ditatapnya agni lurus-lurus sampai cewek itu menghilang di balik pintu rumahnya
Tak lama,agni kembali kedalam mobil cakka.penampilan gadis itu terlihat santai namun menarik.dengan baju kaus coklat,celana jins selutut serta sepatu kets yang berwarna senada dengan baju yang ia kenakan,gadis itu terlihat manis bila ia memakai pakaian bebas seperti ini.cakka segera menghidupkan mesin mobilnya lalu menginjak pedal gas mobilnya
Gadis disampingnya saat ini berbeda dengan gadis-gadis lain yang selama ini selalu mengelilingi dirinya.agni, dia tetap menjadi dirinya sendiri walaupun kini ia berada dengan cowok yang merupakan incaran banyak gadis-gadis seusianya.tampang keren dan kekayaan yang cakka miliki tak lantas merubah kepribadian agni saat ia berada bersama cowok itu.ia tak peduli dengan tanggapan cakka terhadap penampilannya saat ini.
“sorry kalau penampilan gue mengecewakan lo.tapi gue lebih nyaman berpakaian kayak gini ketimbang pakaian yang dipakai sama cewek-cewek pemuja lo itu”
“kenapa minta maaf.gue seneng liat apa yang lo pakai saat ini.gue ngerasa benar-benar jalan sama cewek” kata cakka dengan pandangan yang fokus pada jalan didepannya.
“loh,emang mereka semua itu bukan cewek?”
“kalau gue jalan sama mereka,gue lebih ngerasa kalau mereka itu nyokap gue.habis dandan mereka berlebihan.gue sendiri jadi risih berada di dekat mereka.beda sama lo,jalan sama lo...gue ngerasa nyaman” ucapnya jujur.
“kita kerumah gue bentar ya.gue mau ngambil dompet gue yang ketinggalan, sekalian gue ganti baju”
“suka-suka lo deh, gue ngikut aja”
Sekarang mobil sedan hitam cakka sudah memasuki perkarangan rumah mewah miliknya.cakka menaikkan alisnya begitu melihat mobil nyokap nya terparkir di pekarangan rumah itu.
“lo tunggu disini,gue gak lama kok”
“oke”
Setelah memarkirkan mobilnya,cakka segera turun.agni hanya melihat kepergian cowok itu dari balik kaca jendela mobil.
“baru pulang cakk?! Masih ingat pulang ke rumah kamu rupanya” sindir seorang wanita paruh baya yang sedang duduk di sofa ruang tamu dengan pandangan yang terfokus pada layar laptopnya
“ngapain kesini?” tanya cakka ketus
Wanita itu segera menghentikan aktifitasnya di depan layar laptop miliknya.ditatapnya anak laki-lakinya yang sekarang mulai terasa asing “apa ini sambutan kamu untuk mama.apa kamu tidak bisa menghargai sedikit saja pengorbanan mama yang sudah datang kejakarta hanya untuk melihat kondisi kamu sama elang”
“sambutan apa?! Bahkan aku gak nyangka kalau mama masih ingat punya 2 orang anak”
“cakka!!!” wanita itu mulai emosi mendengar kata-kata yang tak sopan dari putra bungsunya itu.cakka tak menanggapi teriakan itu,ia terus melangkah ke tangga untuk menuju kamarnya yang terletak di lantai atas
Setelah urusannya selesai,cakka segera turun kebawah
“mau kemana lagi kamu?!”
“kalau mama ataupun papa bisa datang dan pergi dari rumah ini sesuka hati kalian, kenapa aku tidak!” kata cakka sambil beranjak pergi keluar rumah
Sebelum langkah cakka mendekati pintu keluar,wanita paruh baya itu menarik perhatiannya dengan berkata, “jangan bersikap kekanak-kanakan kayak gini cakka,cobalah untuk dewasa.bertahun-tahun mama mencoba sabar dengan sikap kasar kamu terhadap mama,bisakah kamu mengakhiri semua ini? Mama sudah mulai putus asa menghadapi ke egoisan kamu yang tak beralasan.tolong mengertilah sedikit perasaan mama”
Cakka langsung menghentikan langkah kedua kakinya dan membalikkan badannya menghadap mamanya.kilatan tajam di kedua mata cakka seketika pecah jadi letupan bara
“dewasa? Egois?” kata cakka dengan wajah sinis
“Cuma karna hal-hal kecil,mama dan papa sampai bertengkar dan saling mencaci satu sama lain.apa itu yang dinamakan dewasa?!” tanya cakka dengan ketus
“Mama mau tau apa yang namanya egois? Mama dan papa bertengkar setiap hari di depan aku dan mas elang,tanpa mempedulikan seberapa besar luka yang kalian buat di hati kami, kalian putuskan untuk bercerai.itu yang namanya egois.bukan aku yang kekanak-kanakan,tapi kalian!!! Bukan aku yang egois, tapi kalian!!!” Teriak cakka pada wanita yang berdiri di depannya
PLAKKKK!!!! Sebuah tamparan yang cukup keras ia berikan pada pipi kiri putra bungsunya itu.cakka hanya tersenyum menerima tamparan dari wanita yang ia panggil mama tersebut.
“kapan mama pernah mau tau perasaan atau isi hati aku? Mama gak pernah mau tau gimana irinya aku melihat anak-anak lain dengan senyum bahagia di wajah mereka saat bercerita betapa harmonisnya keluarga mereka.dengan bangganya teman-teman aku menggandeng tangan orangtuanya saat pengambilan lapor ke sokolah.hanya aku,hanya orang tua aku yang gak pernah datang saat pengambilan lapor.mama juga gak pernah taukan gimana takutnya dan paniknya aku saat kalian mulai bertengkar,mulai memperjuangkan ego masing-masing.dan mama juga pasti ngak tau kan,gimana sakitnya hati aku saat kalian memutuskan untuk berpisah.dan kalau aku gak ngomong kayak gini, mama pasti gak pernah tau kan apa yang sebenarnya aku rasakan.karna sebenarnya mama memang gak pernah mau tau tentang isi hati aku” cakka menyelesaikan kalimatnya dengan menahan rasa sakit di ulu hatinya
“kenapa kamu masih mengungkit masa lalu.perceraian papa dan mama tidak ada hubungannya dengan kamu ataupun elang.jadi kami tidak perlu meminta izin dari kalian untuk mengambil keputusan itu.kalian masih kecil,tau apa dengan dunia orang dewasa”
Omongan mamanya tersebut seperti menampar muka cakka di tempat yang sama hingga memarnya terasa sakit kehati.cakka sudah cukup mengenal watak keras mamanya dan ia sudah memprediksikan pertengkaran ini akan terjadi begitu ia melihat mobil nyokapnya itu terparkir di halaman rumah.cakka tidak segan-segan mengungkapkan apa yang sedang mengganjal di hatinya dan pada akhirnya,ia menyesali semua itu.cakka membuka mulutnya,ingin membalas omongan mamanya, tapi sesuatu menahannya.ia sadar semua itu akan sia-sia saja,hanya akan membuat sayatan baru dihatinya.karna wanita di depannya itu tak akan pernah mau tau dengan perasaannya.
Agni terus menunggu di dalam mobil dengan perasaan yang mulai jenuh.sesekali dilemparkannya pandangan ke sekeliling perkarangan yang luas dari rumah cakka tersebut.seketika matanya terbelalak saat melihat orang yang sedari tadi ia tunggu kini tengah berdebat dengan seorang wanita.agni pun mulai menduga-duga kalau wanita itu adalah nyokapnya cakka.
agni tercengang,dengan menggunakan tangan kanannya,ia tutupi mulutnya yang terbuka akibat keterkejutannya saat melihat wanita itu menampar cakka.sepertinya masalah yang cukup besar telah terjadi antara cakka dan wanita itu.tak lama kemudian agni melihat cakka berbalik badan dengan raut wajah yang kaku dan melangkah cepat ke arah mobil tanpa menghiraukan panggilan keras wanita itu
Cakka segera masuk kedalam sedan hitam miliknya,kemudian buru-buru ia hidupkan mesin mobil itu dan segera melesat pergi.agni yang berada di samping cakka hanya bisa diam di tempat duduknya dengan memegang erat pada seatbelt yang melingkar ditubuhnya.ia tidak berani memaki-maki ataupun memprotes cakka saat ini.saat ini,cowok itu sedang berada pada pucak emosinya.
“sialan” desis cakka.cepat-cepat diusapnya kedua matanya dengan salah satu lengan bajunya.agni,ia hanya tercengang melihat kejadian itu, Tanpa berkomentar sedikitpun
Cakka terus memacu mobilnya dengan kecepatan penuh pada jalanan yang ramai.setiap ada celah yang kosong,ia manfaatkan untuk memotong kendaraan lain.jeritan klakson-klakson kemarahan menggema di sepanjang jalan,namun cowok itu tetap tak bergeming.ia terus memacu kecepatan mobilnya semaksimal mungkin,seolah-olah tak pernah ada kendaraan-kendaraan lain di jalan yang ia lewati.tak pernah terdengar jeritan-jeritan klakson kemaran dari setiap penggemudi mobil lain.dan gadis yang tengah meringkuk dalam ketakutan disampingnya pun,sepertinya telah ia lupakan keberadaannya.Beberapa saat setelah keluar dari lalu lintas jakatra yang padat,laju mobil cakka semakin menggila.
Di salah satu ruas jalan yang sepi,akhirnya cakka menghentikan mobilnya di tepi jalan yang lengang tersebut.keheningan pekat segera tercipta antara keduanya.cakka terus diam,memandang kosong pada ruas jalan yang ada di depannya
Dalam keterdiamannya,agni terus memandang cakka yang sedang terpaku pada jalan sepi di hadapannya.siapa saja yang melihat kondisi cakka sekarang,mereka pasti akan tau kalau cowok tersebut memiliki luka yang sangat dalam.melihat hal itu, menimbulkan rasa cemas tersendiri bagi agni.pandangannya pun beralih pada pipi kiri cowok itu,tamparan dari wanita tadi menimbulkan jejak merah di wajah cowok itu
cakka hanya memikul masalahnya itu sendiri,yang ia lakukan hanya diam dan menyimpan sesaknya sendiri.ingin rasanya ia menangis saat itu juga,tapi air mata itu tak kunjung mengalir.ingin ia ceritakan semua masalah yang bertahun-tahun ia pikul sendiri,setidaknya sedikit saja ia ingin melepaskan bebannya dan mencairkan penderitaannya.tapi kepada siapa ia harus berbagi rasa sakit yang bersarang dihatinya selama ini?
“biarin aja pikiran sama kesedihan lo melayang,berjalan dengan natural.ngak usah dipaksain tegar.kalau lo pengen nangis,ya langsung nangis aja.....karna ada saatnya kita tidak bisa menahan air mata.cowok nangis bukan berarti dia cengeng,bukan berarti dia pecundang.menangis hanya untuk meredakan sakit,meskipun tidak merubah keadaan.ini yang namanya siklus kehidupan cakk.saat bahagia,kita akan tertawa.saat merasakan sedih yang teramat menyakitkan, kenapa harus menyangkal akan hadirnya air mata itu” agni mulai bicara,mencoba mencairkan suasana yang semakin lama semakin tak terasa nyaman antara mereka
Cakka memukul stir mobilnya dengan sangat keras,ia sandarkan kedua tangannya di atas stir lalu membenamkan dalam-dalam wajahnya diatas kedua tangannya.dalam diam,air mata itu mulai mengalir,berperan sesuai dengan fungsi ia diciptakan.
Agni benar-benar kaget saat cakka memukul dengan sangat keras stir mobil tersebut,ia berpikir cakka marah besar padanya karna ucapannya barusan.tapi saat ia melihat air mata kepedihan itu mulai membasahi kedua tangan cakka,lalu berjatuhan kebawah,agnipun bernafas lega.meski ia tak mendengar suara isakan tangis dari cowok itu,setidaknya ia bisa melihat air mata itu kini benar-benar ada disaat ia sangat dibutuhkan
Setelah semua rasa sakit itu ia keluarkan dalam bentuk butiran-butiran bening yang berasal dari kedua matanya,iapun merasa lelah.dalam posisi yang sama sekali tak berubah,ia pejamkan matanya,sampai kesadarannya benar-benar hilang,istirahat sejenak dalam tidurnya.
Perlahan namun dengan sangat hati-hati,agni berusaha merebahkan posisi tubuh cakka yang tidur dengan lelapnya agar bersandar pada kursi pengemudi yang sebelumnya telah ia rebahkan sedikit ke belakang.berhasil! kini tubuh yang sepenuhnya telah hilang kesadaran itu berada pada posisi bersandar di kursinya tanpa mengusik ketenangan tidurnya.agni hanya menatap sebentar cowok yang tengah terlelap itu,sebelum ia putuskan untuk keluar dari mobil tersebut.
Beberapa jam kemudian,cakka terbangun dari tidurnya.perlahan-lahan ia mulai mengumpulkan semua kesadarannya yang sebelumnya sempat hilang
“udah bangun? Nih makan dulu” agni menyodorkan sebuah hamburger pada cakka
“ngak usah,gue gak laper” tolak cakka halus sambil membenarkan posisi duduknya
“hargain dikit dong pengorbanan gue buat beli hamburger itu.lo pikir gue belinya dekat apa? Lo gak sadar kita sekarang dimana? Ini jauh banget tau gak dari keramaian kota” agni berpura-pura marah
“iya-iya gue makan.jangan ngambekan gitu dong” cakka mengambil hamburger itu dari tangan agni,lalu mengusap-ngusap pelan puncak kepala gadis disampingnya itu
“gue gak ngambek ya” ucap agni tegas.cakka hanya tersenyum geli melihat sikap agni.dengan lahap iapun menghabiskan hamburger itu dalam hitungan menit
“katanya gak laper,tapi lahap gitu makannya” goda agni.cakka hanya tertawa mendengar ucapan gadis itu
Setelah menghabiskan makanannya,cakka segera menginjak pedal gasnya meninggalkan jalan sepi yang berjam-jam menjadi tempat tongkrongannya dan agni.berhubung waktu telah menunjukkan angka sembilan malam,cakka memutuskan untuk mengantarkan agni pulang.
Kini mobil sedan itu sudah terparkir di tepi jalan rumah agni.cakka pun ikut turun dari mobil untuk mengantarkan gadis itu sampai di depan rumahnya
“sorry kalau gue udah benar-benar ngerepotin lo hari ini”
“it’s ok” kata agni tersenyum,cakka ikut tersenyum membalas senyuman yang agni berikan padanya
“ kalau lo merasa disakiti dan ditinggalkan,lo boleh nangis sekeras-kerasnya,gue akan temani lo nangis” kata agni lembut
“gue masuk dula ya” agni membalikkan tubuhnya.langkahnya terhenti saat pergelangan tangannya kanannya di tahan oleh cakka.
cakka menarik tubuh agni ke dalam pelukannya,dengan erat dipeluknya tubuh gadis yang beberapa jam lalu telah ia izinkan untuk melihat keterpurukannya.agni sangat kaget dipeluk oleh cakka tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu.tapi entah kenapa setelah di peluk,agni merasakan kehangatan dan kenyamanan dalam pelukan cakka.tanpa sadar,agni membalas pelukan itu
“makasih.lo gak tau seberapa berartinya kata-kata lo tadi untuk gue” ucapnya lirih di samping telinga agni.
“now go”kata cakka sambil melepas pelukannya
“ok” kata agni sambil jalan menjauh
“bye”agni melambaikan tangannya ke cakka.cakka membalas lambaian gadis itu sambil tersenyum
Matahari yang sedari tadi begitu angkuh memancarkan cahaya panasnya dari atas langit,kini telah hilang.keberadaannya telah diusir oleh segerombolan awan hitam dan angin yang bertiup cukup kencang.sepertinya awan-awan itu akan menumpahkan isinya, agar para penghuni bumi ini tidak marah lagi pada si bulat kuning yang sudah berjam-jam menyakiti kulit mereka dengan sinar yang ia pancarkan.butiran-butiran bening yang menyejukkan itu pun turun semakin deras,menghapus kepenatan orang-ornag yang tinggal dijakarta
Jam sekolah telah usai dari tadi,tapi sang supir belum juga datang menjemput gadis itu.kini ia berdiri di koridor utama sendirian,sepi dan sunyi.suasana yang sangat ia benci.air matanyapun siap mengalir di pipinya,membentuk sebuah aliran sungai kecil di wajah cantiknya.namun langit tak mengizinkan hal itu terjadi,karna itu hanya akan merusak keindahan wajah gadis itu.air mata itupun dilarang untuk jatuh,sebagai penggantinya,langit menjatuhkan air hujan untuk menghibur gadis itu.
“hujan....” sebuah senyuman terukir di bibir gadis itu.
”gue sekarang udah ngak merasa kesepian lagi” ia tersenyum pada langit.berkat hujan,dia tidak merasa sendiri lagi,sebab suara-suara hujan itu kini telah menemani kesendiriannya
Gadis bernama lengkap alyssa saufika umari itu,lama-kelamaan mulai terbawa suasana.tanpa ia sadari,tubuhnya mulai berjalan keluar dari naungan atap koridor yang sedari tadi melindunginya agar tetap kering.dan kini....seluruh tubuhnya telah dibasahi oleh air langit itu.dengan ekpresi bahagianya,ia memutar tubuhnya di tengah-tengah siraman hujan,lalu mengangkat kedua tangannya keatas.itulah caranya menunjukkan seberapa sukanya ia akan fenomena alam satu ini.
“lo sinting ya?!” sebuah teriakan yang berasal dari koridor utama membuat gadis itu berhenti berputar sangking kagetnya.akibat ia berhenti berputar secara mendadak tadi,kedua kakinya berada dalam posisi menyilang,dan kontan membuat tubuhnya terhempas cukup keras pada papinblok tersebut
“aduuuuh....sakit!” gadis itu meringis kesakitan.
”auwww” pekiknya saat tangannya tak sengaja memegang lututnya yang berdarah
“lo ngak apa-apa?” tanya seseorang yang tadi berteriak pada gadis itu.kini orang tersebut ikut basah kuyub karna ia menghampiri ify
“ngak apa-apa gimana?! Lo gak liat nih lutut gue berdarah,kayaknya kaki gue juga terkilir.sakiiitt.....”ify mengaduh kesakitan sembari meniup luka dilututnya yang perih terkena air hujan.tanpa banyak bicara orang tersebut langsung membopong ify.diletakkannya tangan gadis itu melingkar di pundaknya dan dibawanya gadis itu berteduh di koridor utama.
“auwww!! Pelan-pelan dong.kaki gue sakit nih!”keluh ify pada orang tersebut sambil berjalan terpincang-pincang
“heh! Udah untung gue tolong! Lagian lo kurang kerjaan banget sih berdiri di tengah hujan kayak gitu?” hardik orang tersebut.ia lalu mengambil sebuah handuk kecil dari ranselnya kemudian ia basahkan ujung handuk tersebut dengan air mineral miliknya, dengan hati-hati ia bersihkan luka di lutut ify
“ini semuakan karna lo juga.coba aja tadi lo ngak......auuuuww!!!!!” ify seketika menjerit kesakitan saat orang tersebut mulai membersihkan luka di lututnya dengan handuk kecil yang ia keluarkan dari ranselnya tadi.
“rio! Lo apa-apaan sih! Sakit tauk!”
“apa? Gue Cuma mau ngebersihin luka lo aja”
“tapi ngebersihinnya gak pakai nekan lutut gue kuat-kuat juga kan.lo mau ngobatin gue atau mau ngebunuh gue sih”
“dua-duanya” ify melotot mendengar jawaban dari cowok yang ia panggil rio tersebut
“lo tunggu disini bentar.gue mau ambil obat buat ngobatin luka lo” rio tergersa-gesa berlari menuju ruang UKS.sambil menunggu rio kembali,ify disibukkan oleh fikirannya tentang sikap rio barusan.kenapa rio rela basah-basahan hanya untuk menolong dirinya? Kenapa cowok itu mau repot-repot menolong dirinya padahal merekakan musuh.sekarang cowok itu malah pergi ke UKS mengambil obat untuk kakinya yang terluka.dan kenapa kini ia merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya sendiri.suatu perasaan yang hangat dan terlindungi di tengah hujan yang deras.
Hujan masih sangat deras,dan langit bertambah gelap.ify melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
“udah jam setengah enam.pak oni mana sih? Kok gue belum dijemput-jemput juga? rio mana? Langitnya udah gelap...dan gue sendirian disini.gue takuuttt......” ify menundukkan kepalanya,ia berusaha menyembunyikan air mata yang perlahan-lahan mulai jatuh dan membasahi pipinya
“heh. Hh...hh..hh...gue bawa obat buat luka lo” rio datang sambil ngos-ngosan.mendengar isakan tangis ify,rio mendekat padanya.perlahan,disentuhnya kedua bahu gadis itu.
“fy,lo kenapa?” tanyanya lembut.
ify langsung memeluk tubuh rio.cowok itupun duduk terhempas di lantai koridor karna dorongan dari tubuh ify saat memeluknya secara tiba-tiba
“lo kemana aja? Kenapa lama? Gu..gu...gue takut yo.gue takut” pelukan gadis itu semakin erat.rio bisa merasakan ketakutan yang ia alami saat ini.
Rio membalas pelukan gadis itu.dengat lembut,dibelainya rambut panjang ify. “sorry.tadi gue mesti nemui penjaga sekolah buat minta kunci UKSnya.gue ngak maksud buat ninggalin lo lama-lama disini.kalau gue tau lo akan kayak gini,gue ngak akan ninggalin lo.sekarang biarin gue obatin luka di kaki lo ya” rio berusaha meyakinkan gadis itu.ifypun melepas pelukannya terhadap rio.
“mungkin ini akan sedikit perih.lo tahan ya” rio mulai menuangkan obat pada lutut ify yang luka.dan untuk kaki ify yang terkilir,rio melepaskan sepatu yang melekat di kaki gadis itu.ia mengoleskan sebuah minyak di pergelangan kaki gadis itu,lalu perlahan ia urut kaki yang mulai membengkak dan berwarna biru keunguan tersebut
“Aaaa!!!! Sakittt!! Aaaaa!!!” ify menjerit-jerit dan meronta saat rio mulai memijit kakinya yang terkilir
“tahan.kalau gak gini,kaki lo makin parah”
“sakit yo” keluh ify ditengah isak tangisnya.rio makin dibuat pusing oleh tangisan gadis itu
Rio menghela nafas panjang saat mendengar keluhan manja gadis itu.kini rio menggeser posisi duduknya,menempatkan dirinya persis berada disamping ify .
“gini ajadeh.saat lo merasakan sakit waktu gue ngurut kaki lo.lo boleh pukul gue,atau lo mau cubit itu seterah lo.gue gak akan marah sama lo.dengan begitu,kita berdua akan merasakan sakit yang sama.jadi lo jangan nangis ataupun ngeluh lagi.karna rasa sakit itu bukan hanya lo yang merasakannya, gue juga” ify mengangguk tak percaya dengan kata-kata rio barusan.rio hanya tersenyum geli melihat wajah konyol ify saat ini.
Saat rio mulai mengurut pergelangan kaki ify yang terkilir,ia merasakan sakit di lengan atas tangan kirinya.saat dia menoleh,ify menggigit lengan atasnya serta mencubitnya dalam keadaan mata tertutup.ify benar-benar melakukan apa yang rio katakan tadi.saat gadis itu mulai merasakan kesakitan karna kakinya diurut oleh dirinya,ify tidak lagi menangis,dan ia juga tak meronta-ronta.tapi sebagai gantinya,ia menggigit sekaligus mencubit lengan atas pada tangan kiri rio. sebisa mungkin rio menahan rasa sakit pada lengan atasnya.karna ia tau,rasa sakit itu pasti juga dialami oleh ify saat dirinya mengurut pergelangan kaki ify yang terkilir.ia tak menghiraukan rasa sakit itu,rio tetap fokus mengurut pergelangan kaki ify.ia berusaha melancarkan kembali darah yang terhambat pada pergelangan kaki yang membengkak itu.
“udah selesai.masih sakit ngak?” rio bertanya pada ify yang matanya masih terpejam
Ify mulai membuka matanya.melepaskan gigitan serta cubitannya dari lengan rio.matanya seketika melotot saat melihat lengan baju rio yang putih,kini terdapat bercak-bercak merah di tempat gigitannya tadi
“ yaampunnn...gue gigitnya kekencangan ya? Lengan lo berdarah” ujarnya panik
“ngak usah peduliin gue.kaki lo masih sakit gak?”
“udah mendingan.ma...ma...makasih ya” ucapnya malu.bagaimana tidak.dia telah melukai orang yang telah membantunya.
“mmmm...yo.lo kenapa bantuin gue? Lo kan tau kalau hubungan kita berdua itu bisa dibilang gak baik.”tanya ify dengan tubuh yang gemetaran.
“kenapa ya? Entahlah, gue juga gak ngerti sama diri gue”
“hatchiuw..... hatchiuw..... hatchiuw.....!!!” ify bersin-bersin.Rio beranjak pergi meninggalkannya
“eh,tunggu-tunggu! Jangan ninggalin gue sendirian. Gue...gue....gue takut”ucapnya dengan suara yang nyaris tak terdengar karna tertutupi suara hujan yang deras.meski mendengar perkataan ify,rio tetap pergi meninggalkan gadis itu
Ify tak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.ia ditinggalkan oleh satu-satunya harapan untuk pulang.rahang ify terasa sangat berat sampai jatuh saat menyadari rio pergi darinya begitu saja.
“dia pergi.pergi gitu aja tanpa peduli sama keadaan gue yang terluka kayak gini.kenapa coba tadi gue sempat berpikir kalau dia itu orang yang baik.dasar begok...begok...begok...begok...begok.....” ify memukul-memukul kepalanya sendiri
“hatchiuw.....”ify kembali bersin.
Rio kembali.ia melemparkan sebuah jaket kepada ify. “pakek” ucapnya datar
“rio? Lo dari mana? Gue pikir lo pulang dan ninggalin gue gitu aja disini?” tanya ify dan ia langsung memakai jaket pemberian rio tadi.
“gue dari loker,ngambil jaket itu buat lo.gimana? lo udah merasa hangat?”
“makasih.tapi lo gimana? Lo pasti juga butuh jaket ini kan buat ngangetin tubuh lo kan” ify merasa tidak enak kepada rio karna sebelumnya ia sudar berpikir yang tidak-tidak tentang cowok itu
“gue baik-baik aja.lo lebih butuh itu dari pada gue”
Rio dan ify kini diam-diaman.mereka tak tau mesti bicara apalagi untuk mencairkan suasana yang semakin dingin dan sunyi tersebut.
“hujannya udah reda,biar gue antar lo pulang.lagian kayaknya lo gak dijemput deh.ayo jalan” Rio berjalan dengan santainya,meninggalkan ify yang masih terduduk di koridor utama itu
“rio.......” panggil ify pada rio.rio berbalik,melihat ke arah gadis yang memanggilnya.dia lupa kalau saat ini kaki ify sedang terkilir,ia segera menghampiri gadis itu
“sorry...sorry,gue lupa kalau kaki lo sakit”
“lo niat nolongin gak sih.jangan setengah-setengah gini dong nolonginnya” kata ify kesal
“gue kan udah minta maaf.gue lupa,maklumin dong.ya udah,lo naik kepunggung gue,biar gue gendong lo ke parkiran”
Karna tak ada pilihan lain,akhirnya ify pun bersedia naik kepunggung rio.rio menggendong gadis itu menuju parkiran
“gue boleh tanya sesuatu sama lo?” tanya rio yang masih menggendong gadis itu di punggungnya
“apa”
“boleh gue tau alasan lo benci sama gue? Kalau dipikir-pikir,waktu malam gue berkunjung kerumah lo saat lo dan keluarga lo baru pindah, lo benci banget sama gue.apa sebelumnya kita pernah ketemu, Sampai-sampai di awal pertemuan kita itu, lo udah nunjukin tatapan gak suka lo sama gue.dan sampai sekarang lo masih nganggep gue itu musuh yang benar-benar harus lo musnahin.boleh gue tau apa salah gue sama lo? karna jujur, gue gak pernah tau alasan lo benci sama gue.”
Ify tersentak saat mendengar pertanyaan rio itu.iapun juga bertanya pada dirinya sendiri.kenapa ia sebegitu bencinya sama cowok ini.dia bingung harus memberi jawaban apa pada cowok yang sedang menggendongnya saat ini.masa ia dia harus bilang alasan kalau ia tak menyukai cowok ini,karna sebelumnya cowok itu pernah mengacaukan mimpi indahnya.gak mungkin dia memberikan jawaban ngaco itu pada rio.bisa-bisa ia dikira cewek yang punya masalah kejiwaan lagi.
“entahlah,gue juga gak tau.gue bingung mau jawab apa”
Kini rio telah sampai di tempat ia memarkirkan motornya,iapun mendudukkan gadis itu di atas motornya
“lo bawa motornya jangan ugal-ugalan ya” pesan ify pada cowok itu.rio hanya tersenyum mendengar pesan gadis itu.
Motor rio mulai melaju di jalanan jakarta,dengan seorang gadis cantik di boncengan belakang motornya .
“rio,guekan udah bilang bawa motornya jangan ugal-ugalan” kata ify sedikit berteriak agar suaranya bisa di dengar oleh rio
“gue gak ugal-ugalan kok” balas rio
“apaan,orang udah sembilan kali gue hampir jatuh! Padahal gue gak duduk miring!”
“salah sendiri gak pegangan!”
“gue pegangan kok!”
“kemana?”
“Kebelakang. Emang mau kemana lagi?”
“pantesan!” Rio melepas tangan kirinya,lalu menarik tangan ify dari belakang dan melingkarkan di pinggangnya.
“hey, ngapain lo?” dasar ganjen!” kata ify sambil mencoba melepaskan tangannya.tapi tangan kiri rio cukup kuat menahan tangannya tersebut
“pegangan tuh dimana-mana ya begini, begok! Lo bisa jatuh kalau Cuma pegangan ke belakang. Gue gak mau kalau tiap malam harus dihantui sama arwah lo kalau lo ko’it gara-gara jatuh dari motor gue!” ify hanya diam mendengar rio bicara padanya.
“coba bayangin.gini aja lo udah mirip setan,gimana kalau jadi setan benaran?”
“apa lo bilanggg?!!!! Rasain nih! Nih! Nih! Nih!” kata ify sambil memukul kepala rio
“WOI,STOP,STOP,STOP,STOP! Kita bisa jatuh,nih!”
Tapi ify tak peduli.dia masih saja memukuli rio tanpa ampun.motor riopun mulai oleng ke kiri kanan.untung aja jalanan lagi sepi.
“ampun fy,ampun!”
“gak ada ampunan buat lo! nih! Nih! Nih!”
“AMPUNNNNNN FYYYYYY!!!!!”
#########
Cakka menghentikan mobilnya tepat di depan rumah agni
“cepat masuk,ganti baju lo terus balik lagi kesini.gue tunggu lo 10 menit” cakka memberi sederet perintah pada gadis yang duduk pada kursi penumpang di sampingnya
“gue mesti balik lagi kesini, Ngapain?” tanya agni bingung
“lo mesti temanin gue”
“temanin kemana?”
“gue mesti beli bola basket yang baru,yang lama kan udah gue kasih ke elo”cakka melirik bola basket yang sedang dipegang agni
“dasar cowok begok.kalo ujung-ujungnya kayak gini,ngapain ni bola lo kasih ke gue, nih gue balikin” agni menyerahkan bola basket itu pada cakka
“gak mungkin gue ngambil balik bola ini, kan gue udah ngasih ni bola ke elo sebagai tanda pertemanan kita.kalau lo balikin bola ini sama gue, itu sama aja lo nyuruh gue buat ngejilat ludah gue sendiri.lo pikir gue cowok apaan ngelakuin hal memalukan seperti itu” protes cakka,lalu mengembalikan bola basket tersebut kepada agni
“lo cowok playboy” kata agni enteng.mendengar ucapan agni itu,cakka langsung menatap tajam pada gadis itu.
“hehehe....maksud gue, elo itu playboy berhati mulia cakk” agni jadi ngeri sendiri saat melihat tatapan membunuh laki-laki dikursi pengemudi itu
“lo ini,selalu ngucapin kata-kata yang bikin hati gue sakit”
“maaf,gue gak maksud gitu” agni berasa bersalah karna ia telah membuat laki-laki itu menjadi terluka karna ucapannya
“maaf lo gue tolak.kecuali..., lo mau nemanin gue cari bola baru.mungkin permintaan maaf lo akan gue terima” cakka tersenyum jail ke arah agni
“iya,iya.gue bakal temanin lo”
“anak baik” kata cakka sambil mencubit pipi gadis itu
“ihh...apa-apaan sih lo.gue gak suka ya lo giniin” agni menyingkirkan tangan cowok itu dengan kasar
“katanya kita udah temenan,tapi nada bicara lo kayak kita msih musuhan aja sih ag.yaudah,cepat lo turun!” cakka sedikit kesal saat agni menyingkirkan tangannya tadi dengan kasar
“lo ngusir gue?!”
“gue bukan ngusir lo.gue Cuma nyuruh lo turun biar kita gak buang-buang waktu.kenapa,ada yang salah?”
“dengan nada suara kayak gitu,kesannya lo ngusir gue cakka”
“tapi pada kenyataannya gue bukan ngusir lo agniiiii”
“ahhhh!!!! Sebel gue sama lo”agni segera membuka pintu mobil disampingnya, lalu turun dari mobil sedan hitam milik cowok itu.kemudian ia tutup kembali pintu itu kuat-kuat dan segera melangkah masuk kedalam rumahnya.
Cakka menghela nafas.dia hempaskan punggungnya kesandaran kursi “dasar emosional” ditatapnya agni lurus-lurus sampai cewek itu menghilang di balik pintu rumahnya
Tak lama,agni kembali kedalam mobil cakka.penampilan gadis itu terlihat santai namun menarik.dengan baju kaus coklat,celana jins selutut serta sepatu kets yang berwarna senada dengan baju yang ia kenakan,gadis itu terlihat manis bila ia memakai pakaian bebas seperti ini.cakka segera menghidupkan mesin mobilnya lalu menginjak pedal gas mobilnya
Gadis disampingnya saat ini berbeda dengan gadis-gadis lain yang selama ini selalu mengelilingi dirinya.agni, dia tetap menjadi dirinya sendiri walaupun kini ia berada dengan cowok yang merupakan incaran banyak gadis-gadis seusianya.tampang keren dan kekayaan yang cakka miliki tak lantas merubah kepribadian agni saat ia berada bersama cowok itu.ia tak peduli dengan tanggapan cakka terhadap penampilannya saat ini.
“sorry kalau penampilan gue mengecewakan lo.tapi gue lebih nyaman berpakaian kayak gini ketimbang pakaian yang dipakai sama cewek-cewek pemuja lo itu”
“kenapa minta maaf.gue seneng liat apa yang lo pakai saat ini.gue ngerasa benar-benar jalan sama cewek” kata cakka dengan pandangan yang fokus pada jalan didepannya.
“loh,emang mereka semua itu bukan cewek?”
“kalau gue jalan sama mereka,gue lebih ngerasa kalau mereka itu nyokap gue.habis dandan mereka berlebihan.gue sendiri jadi risih berada di dekat mereka.beda sama lo,jalan sama lo...gue ngerasa nyaman” ucapnya jujur.
“kita kerumah gue bentar ya.gue mau ngambil dompet gue yang ketinggalan, sekalian gue ganti baju”
“suka-suka lo deh, gue ngikut aja”
Sekarang mobil sedan hitam cakka sudah memasuki perkarangan rumah mewah miliknya.cakka menaikkan alisnya begitu melihat mobil nyokap nya terparkir di pekarangan rumah itu.
“lo tunggu disini,gue gak lama kok”
“oke”
Setelah memarkirkan mobilnya,cakka segera turun.agni hanya melihat kepergian cowok itu dari balik kaca jendela mobil.
“baru pulang cakk?! Masih ingat pulang ke rumah kamu rupanya” sindir seorang wanita paruh baya yang sedang duduk di sofa ruang tamu dengan pandangan yang terfokus pada layar laptopnya
“ngapain kesini?” tanya cakka ketus
Wanita itu segera menghentikan aktifitasnya di depan layar laptop miliknya.ditatapnya anak laki-lakinya yang sekarang mulai terasa asing “apa ini sambutan kamu untuk mama.apa kamu tidak bisa menghargai sedikit saja pengorbanan mama yang sudah datang kejakarta hanya untuk melihat kondisi kamu sama elang”
“sambutan apa?! Bahkan aku gak nyangka kalau mama masih ingat punya 2 orang anak”
“cakka!!!” wanita itu mulai emosi mendengar kata-kata yang tak sopan dari putra bungsunya itu.cakka tak menanggapi teriakan itu,ia terus melangkah ke tangga untuk menuju kamarnya yang terletak di lantai atas
Setelah urusannya selesai,cakka segera turun kebawah
“mau kemana lagi kamu?!”
“kalau mama ataupun papa bisa datang dan pergi dari rumah ini sesuka hati kalian, kenapa aku tidak!” kata cakka sambil beranjak pergi keluar rumah
Sebelum langkah cakka mendekati pintu keluar,wanita paruh baya itu menarik perhatiannya dengan berkata, “jangan bersikap kekanak-kanakan kayak gini cakka,cobalah untuk dewasa.bertahun-tahun mama mencoba sabar dengan sikap kasar kamu terhadap mama,bisakah kamu mengakhiri semua ini? Mama sudah mulai putus asa menghadapi ke egoisan kamu yang tak beralasan.tolong mengertilah sedikit perasaan mama”
Cakka langsung menghentikan langkah kedua kakinya dan membalikkan badannya menghadap mamanya.kilatan tajam di kedua mata cakka seketika pecah jadi letupan bara
“dewasa? Egois?” kata cakka dengan wajah sinis
“Cuma karna hal-hal kecil,mama dan papa sampai bertengkar dan saling mencaci satu sama lain.apa itu yang dinamakan dewasa?!” tanya cakka dengan ketus
“Mama mau tau apa yang namanya egois? Mama dan papa bertengkar setiap hari di depan aku dan mas elang,tanpa mempedulikan seberapa besar luka yang kalian buat di hati kami, kalian putuskan untuk bercerai.itu yang namanya egois.bukan aku yang kekanak-kanakan,tapi kalian!!! Bukan aku yang egois, tapi kalian!!!” Teriak cakka pada wanita yang berdiri di depannya
PLAKKKK!!!! Sebuah tamparan yang cukup keras ia berikan pada pipi kiri putra bungsunya itu.cakka hanya tersenyum menerima tamparan dari wanita yang ia panggil mama tersebut.
“kapan mama pernah mau tau perasaan atau isi hati aku? Mama gak pernah mau tau gimana irinya aku melihat anak-anak lain dengan senyum bahagia di wajah mereka saat bercerita betapa harmonisnya keluarga mereka.dengan bangganya teman-teman aku menggandeng tangan orangtuanya saat pengambilan lapor ke sokolah.hanya aku,hanya orang tua aku yang gak pernah datang saat pengambilan lapor.mama juga gak pernah taukan gimana takutnya dan paniknya aku saat kalian mulai bertengkar,mulai memperjuangkan ego masing-masing.dan mama juga pasti ngak tau kan,gimana sakitnya hati aku saat kalian memutuskan untuk berpisah.dan kalau aku gak ngomong kayak gini, mama pasti gak pernah tau kan apa yang sebenarnya aku rasakan.karna sebenarnya mama memang gak pernah mau tau tentang isi hati aku” cakka menyelesaikan kalimatnya dengan menahan rasa sakit di ulu hatinya
“kenapa kamu masih mengungkit masa lalu.perceraian papa dan mama tidak ada hubungannya dengan kamu ataupun elang.jadi kami tidak perlu meminta izin dari kalian untuk mengambil keputusan itu.kalian masih kecil,tau apa dengan dunia orang dewasa”
Omongan mamanya tersebut seperti menampar muka cakka di tempat yang sama hingga memarnya terasa sakit kehati.cakka sudah cukup mengenal watak keras mamanya dan ia sudah memprediksikan pertengkaran ini akan terjadi begitu ia melihat mobil nyokapnya itu terparkir di halaman rumah.cakka tidak segan-segan mengungkapkan apa yang sedang mengganjal di hatinya dan pada akhirnya,ia menyesali semua itu.cakka membuka mulutnya,ingin membalas omongan mamanya, tapi sesuatu menahannya.ia sadar semua itu akan sia-sia saja,hanya akan membuat sayatan baru dihatinya.karna wanita di depannya itu tak akan pernah mau tau dengan perasaannya.
Agni terus menunggu di dalam mobil dengan perasaan yang mulai jenuh.sesekali dilemparkannya pandangan ke sekeliling perkarangan yang luas dari rumah cakka tersebut.seketika matanya terbelalak saat melihat orang yang sedari tadi ia tunggu kini tengah berdebat dengan seorang wanita.agni pun mulai menduga-duga kalau wanita itu adalah nyokapnya cakka.
agni tercengang,dengan menggunakan tangan kanannya,ia tutupi mulutnya yang terbuka akibat keterkejutannya saat melihat wanita itu menampar cakka.sepertinya masalah yang cukup besar telah terjadi antara cakka dan wanita itu.tak lama kemudian agni melihat cakka berbalik badan dengan raut wajah yang kaku dan melangkah cepat ke arah mobil tanpa menghiraukan panggilan keras wanita itu
Cakka segera masuk kedalam sedan hitam miliknya,kemudian buru-buru ia hidupkan mesin mobil itu dan segera melesat pergi.agni yang berada di samping cakka hanya bisa diam di tempat duduknya dengan memegang erat pada seatbelt yang melingkar ditubuhnya.ia tidak berani memaki-maki ataupun memprotes cakka saat ini.saat ini,cowok itu sedang berada pada pucak emosinya.
“sialan” desis cakka.cepat-cepat diusapnya kedua matanya dengan salah satu lengan bajunya.agni,ia hanya tercengang melihat kejadian itu, Tanpa berkomentar sedikitpun
Cakka terus memacu mobilnya dengan kecepatan penuh pada jalanan yang ramai.setiap ada celah yang kosong,ia manfaatkan untuk memotong kendaraan lain.jeritan klakson-klakson kemarahan menggema di sepanjang jalan,namun cowok itu tetap tak bergeming.ia terus memacu kecepatan mobilnya semaksimal mungkin,seolah-olah tak pernah ada kendaraan-kendaraan lain di jalan yang ia lewati.tak pernah terdengar jeritan-jeritan klakson kemaran dari setiap penggemudi mobil lain.dan gadis yang tengah meringkuk dalam ketakutan disampingnya pun,sepertinya telah ia lupakan keberadaannya.Beberapa saat setelah keluar dari lalu lintas jakatra yang padat,laju mobil cakka semakin menggila.
Di salah satu ruas jalan yang sepi,akhirnya cakka menghentikan mobilnya di tepi jalan yang lengang tersebut.keheningan pekat segera tercipta antara keduanya.cakka terus diam,memandang kosong pada ruas jalan yang ada di depannya
Dalam keterdiamannya,agni terus memandang cakka yang sedang terpaku pada jalan sepi di hadapannya.siapa saja yang melihat kondisi cakka sekarang,mereka pasti akan tau kalau cowok tersebut memiliki luka yang sangat dalam.melihat hal itu, menimbulkan rasa cemas tersendiri bagi agni.pandangannya pun beralih pada pipi kiri cowok itu,tamparan dari wanita tadi menimbulkan jejak merah di wajah cowok itu
cakka hanya memikul masalahnya itu sendiri,yang ia lakukan hanya diam dan menyimpan sesaknya sendiri.ingin rasanya ia menangis saat itu juga,tapi air mata itu tak kunjung mengalir.ingin ia ceritakan semua masalah yang bertahun-tahun ia pikul sendiri,setidaknya sedikit saja ia ingin melepaskan bebannya dan mencairkan penderitaannya.tapi kepada siapa ia harus berbagi rasa sakit yang bersarang dihatinya selama ini?
“biarin aja pikiran sama kesedihan lo melayang,berjalan dengan natural.ngak usah dipaksain tegar.kalau lo pengen nangis,ya langsung nangis aja.....karna ada saatnya kita tidak bisa menahan air mata.cowok nangis bukan berarti dia cengeng,bukan berarti dia pecundang.menangis hanya untuk meredakan sakit,meskipun tidak merubah keadaan.ini yang namanya siklus kehidupan cakk.saat bahagia,kita akan tertawa.saat merasakan sedih yang teramat menyakitkan, kenapa harus menyangkal akan hadirnya air mata itu” agni mulai bicara,mencoba mencairkan suasana yang semakin lama semakin tak terasa nyaman antara mereka
Cakka memukul stir mobilnya dengan sangat keras,ia sandarkan kedua tangannya di atas stir lalu membenamkan dalam-dalam wajahnya diatas kedua tangannya.dalam diam,air mata itu mulai mengalir,berperan sesuai dengan fungsi ia diciptakan.
Agni benar-benar kaget saat cakka memukul dengan sangat keras stir mobil tersebut,ia berpikir cakka marah besar padanya karna ucapannya barusan.tapi saat ia melihat air mata kepedihan itu mulai membasahi kedua tangan cakka,lalu berjatuhan kebawah,agnipun bernafas lega.meski ia tak mendengar suara isakan tangis dari cowok itu,setidaknya ia bisa melihat air mata itu kini benar-benar ada disaat ia sangat dibutuhkan
Setelah semua rasa sakit itu ia keluarkan dalam bentuk butiran-butiran bening yang berasal dari kedua matanya,iapun merasa lelah.dalam posisi yang sama sekali tak berubah,ia pejamkan matanya,sampai kesadarannya benar-benar hilang,istirahat sejenak dalam tidurnya.
Perlahan namun dengan sangat hati-hati,agni berusaha merebahkan posisi tubuh cakka yang tidur dengan lelapnya agar bersandar pada kursi pengemudi yang sebelumnya telah ia rebahkan sedikit ke belakang.berhasil! kini tubuh yang sepenuhnya telah hilang kesadaran itu berada pada posisi bersandar di kursinya tanpa mengusik ketenangan tidurnya.agni hanya menatap sebentar cowok yang tengah terlelap itu,sebelum ia putuskan untuk keluar dari mobil tersebut.
Beberapa jam kemudian,cakka terbangun dari tidurnya.perlahan-lahan ia mulai mengumpulkan semua kesadarannya yang sebelumnya sempat hilang
“udah bangun? Nih makan dulu” agni menyodorkan sebuah hamburger pada cakka
“ngak usah,gue gak laper” tolak cakka halus sambil membenarkan posisi duduknya
“hargain dikit dong pengorbanan gue buat beli hamburger itu.lo pikir gue belinya dekat apa? Lo gak sadar kita sekarang dimana? Ini jauh banget tau gak dari keramaian kota” agni berpura-pura marah
“iya-iya gue makan.jangan ngambekan gitu dong” cakka mengambil hamburger itu dari tangan agni,lalu mengusap-ngusap pelan puncak kepala gadis disampingnya itu
“gue gak ngambek ya” ucap agni tegas.cakka hanya tersenyum geli melihat sikap agni.dengan lahap iapun menghabiskan hamburger itu dalam hitungan menit
“katanya gak laper,tapi lahap gitu makannya” goda agni.cakka hanya tertawa mendengar ucapan gadis itu
Setelah menghabiskan makanannya,cakka segera menginjak pedal gasnya meninggalkan jalan sepi yang berjam-jam menjadi tempat tongkrongannya dan agni.berhubung waktu telah menunjukkan angka sembilan malam,cakka memutuskan untuk mengantarkan agni pulang.
Kini mobil sedan itu sudah terparkir di tepi jalan rumah agni.cakka pun ikut turun dari mobil untuk mengantarkan gadis itu sampai di depan rumahnya
“sorry kalau gue udah benar-benar ngerepotin lo hari ini”
“it’s ok” kata agni tersenyum,cakka ikut tersenyum membalas senyuman yang agni berikan padanya
“ kalau lo merasa disakiti dan ditinggalkan,lo boleh nangis sekeras-kerasnya,gue akan temani lo nangis” kata agni lembut
“gue masuk dula ya” agni membalikkan tubuhnya.langkahnya terhenti saat pergelangan tangannya kanannya di tahan oleh cakka.
cakka menarik tubuh agni ke dalam pelukannya,dengan erat dipeluknya tubuh gadis yang beberapa jam lalu telah ia izinkan untuk melihat keterpurukannya.agni sangat kaget dipeluk oleh cakka tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu.tapi entah kenapa setelah di peluk,agni merasakan kehangatan dan kenyamanan dalam pelukan cakka.tanpa sadar,agni membalas pelukan itu
“makasih.lo gak tau seberapa berartinya kata-kata lo tadi untuk gue” ucapnya lirih di samping telinga agni.
“now go”kata cakka sambil melepas pelukannya
“ok” kata agni sambil jalan menjauh
“bye”agni melambaikan tangannya ke cakka.cakka membalas lambaian gadis itu sambil tersenyum
CINTA SEJATI UNTUK 4 SAHABAT PART 17 A
#########
Sivia masih betah menunggu alvin di taman depan sekolah.sampai saat ini,sivia belum menemukan tanda-tanda kedatangan cowok itu.
“dia bakalan datang gak ya?” sivia mulai pesimis karna ia tak kunjung melihat sosok alvin sejak dari pertemuan terakhir mereka di kantin tadi.
Tak lama kemudian,sebuah motor ninja hitam berhenti tepat di depan gadis berkulit putih tersebut.sang pengemudi pun melepaskan helmnya
“sorry telat,tadi gue ada sedikit urusan” alvin menjelaskan alasan keterlambatannya pada sivia
“lo minta di temanin kemana?”
“mmm...aku gak bisa kasih tau sekarang”
“terserah lo deh.ayok naik” alvin menyuruh sivia agar naik ke boncengan motornya
“mmm....alvin.eh, maksud aku kak alvin” katanya gugup
“gak usah dipaksain manggil gue kayak gitu kalau lo emang terpaksa.gue juga rada risih dengarnya, selama ini kan lo Cuma manggil nama gue tanpa pakai embel-embel kakak di depannya”
“tapi kalau kayak gitu kan gak sopan”
“benarkah?” alvin menatap binggung pada gadis di depannya
“kenapa baru sekarang? Kenapa gak dari dulu”
“mmm....itu karna.......”sivia mulai gelagapan.ia bingung harus memberi jawaban apa pada cowok itu.
“lupakan”
“hah?!” tanya sivia tak mengerti dengan ucapan alvin barusan
“lupakan kalau gue pernah nanya hal ini sama lo.bisa kita pergi sekarang?”
“gimana kalau kita perginya naik taksi aja?” tanya sivia hati-hati
“lo bercanda,gue bawa motor.kalau gue bawa motor,kenapa harus naik taksi.cepai naik!”
“tapi....kalau aku beri tau duluan kemana tujuan kita,kakak pasti akan menolak pergi.sebaiknya motor kakak kita tinggalkan saja dulu disekolah”
“gue gak mau!” tolak alvin
“mmmm....gimana kalau kita kerumah kakak dulu.nanti setelah dari sana,kita baru pergi naik taksi” alvin diam sejenak memikirkan usulan gadis itu
“ok” jawab alvin setuju dengan usul sivia.siviapun naik diboncengan motor alvin
Perjalanan dari sekolah kerumahnya kali ini dirasakan cukup mendebarkan bagi alvin.bagaimana tidak,sivia memeluknya dengan erat....bahkan terlalu erat
“oi,pegangan lo bisa di longgarin dikit gak? Sesak nih.”
“ngak bisa,ngak mau!” tolak sivia tegas
“heh? Kenapa sih? Sesak nih!” ujar alvin sambil memegang tangan sivia untuk melepas pegangannnya.tapi ternyata sivia berkeringat dingin
“kok lo keringat dingin sih? Lo sakit?”
“ngak...gue cuma takut.gue belum pernah naik motor! Ini pertama kalinya, mana kakak pakai acara ngebut lagi!”
“ngebut? Ini baru 60 km/jam!”
“itu udak kencang tau! Bisa lebih pelan gak kak?”
“ngak bisa! Gue pengen cepat sampai!”
“memangnya kenapa?”
“ah...ya....itu karna.....,” alvin gak tau mesti ngasih alasan apa ke sivia karna dia gak bakalan mau ngasih tau alasan sebenarnya ke gadis itu.alvin merasakan ada yang salah pada dirinya saat kedua tangan gadis itu melingkar erat di perutnya.entah mengapa,jantungnya berkerja lebih cepat dari biasanya.
“kok jadi gelagapan sih?”
“berisik! Pokoknya gue gak akan lebih pelan dari ini!”
“dih, kakak kenapa nyolot gitu sih!”
Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang dan tentunya cukup mendebarkan bagi alvin,akhirnya mereka sampai juga di rumah alvin.alvin segera memasukkan motornya ke garasi,lalu ia dan sivia segera meninggalkan rumahnya dengan menggunakan sebuah taksi.Di tengah perjalanan sivia menyuruh sang supir taksi untuk berhenti di sebuah toko bunga.
“eh, mau kemana lo?” tanya alvin saat sivia mulai turun dari taksi tersebut
“ada perlu bentar,lo tunggu disini aja ya kak” kata sivia tersenyum.sivia segera masuk ke dalam toko bunga tersebut.
Tak lama kemudian,sivia kembali kedalam taksi dengan bunga ditanganya.iapun memerintahkan kepada sang supir untuk segera jalan ke alamat yang sebelumnya telah ia kasih kepada sang supir melalui sebuah kertas agar alvin tak tau ke mana arah tujuan mereka
“untuk apa lo beli bunga segala?” tanya alvin bingung.bukannya menjawab pertanyaan dari alvin yang duduk disampingnya,sivia hanya tersenyum.hal itu semakin membuat alvin merasakan ada yang aneh dengan sikap gadis itu
Taksi tersebut segera berhenti disebuah pemakaman umum.setelah menyerahkan selembar uang seratus ribu,sivia segera menarik tangan alvin untuk turun dari mobil tersebut.taksi itupun segera pergi setelah kedua penumpangnya itu turun.
“ngapain kesini” kata alvin dingin sambil melirik tajam pada sivia.
“kalau lo mau ngelihat rumah terakhir yang akan lo tempati,kenapa mesti ngajak-ngajak gue hah!!!”
nyaris saja emosinya terpancing saat kata-kata dingin dan menyakitkan itu keluar dari mulut laki-laki disampingnya saat ini.Dengan senyuman yang susah payah ia ciptakan di bibirnya,sivia mulai bicara.
“ini merupakan proses untuk bisa mendapatkan kata maaf dari kak alvin.aku hanya melakukan apa yang kakak suruh waktu di rumah ify dulu. Apa kakak sekarang udah ingat?” sivia terus mempertahankan senyuman dibibirnya.
“jadi, bisakah kakak tunjukan yang mana...kuburannn....mmmm...tante gracia?” tanya sivia hati-hati
“lo yang punya urusan disini!!! Lo yang harus cari sendiri!!!! Kenapa harus minta bantuan gue!!!” bentak alvin pada sivia.ia segera pergi meninggalkan tempat pemakaman umun tersebut.sivia segera menyusul alvin,dengan kedua tangan yang ia rentangkan lebar-lebar,di halanginya langkah cowok itu
“kakak please....lo jangan bersikap kayak gini.lo kan undah janji mau memenuhi permintaan aku.tapi kenapa sekarang kakak ngingkari janji itu”
Alvin menghela nafas panjang mendengar ucapan sivia.akhirnya ia penuhi permintaan gadis itu “ikut gue!” alvin segera melangkah memasuki tempat pemakaman umun itu.sivia mengikutinya dari belakang dengan senyumannya yang merekah.senyuman yang membuat gadis itu semakin terlihat manis.
Alvin segera menghentikan langkahnya pada sebuah nisan yang terukir dengan jelas nama ibunya.sosok wanita yang telah membuat kehidupannya berubah drastis setelah kepergiannya menghadap sang pencipta.sivia segera meletakkan bunga segar yang sebelumnya telah ia beli, di atas makam tersebut.iapun mulai berjongkok di samping gundukan tanah yang didalamnya terbaring nyokapnya alvin yang sudah tak bernyawa.
“tante....via mita maaf ya sama tante.via udah jahat banget sama tante.mungkin di atas sana,tante mendengar semua kata-kata kasar via ke tante dulu.padahal via gak kenal sama tante,via juga gak pernah ketemu sama tante,tapi dengan gampangnyaa via nge-judge tante dengan kata-kata via yang gak pantes” kata gadis itu meminta maaf dengan air mata yang mengalir di kedua pipinya
Alvin tersentak saat di dapatinya gadis itu menangis meminta maaf di makam ibunya.apa yang dilihatnya sekarang,merupakan pemandangan yang tak pernah ia duga sebelumnya.entah mengapa,saat melihat air mata gadis itu jatuh diatas gundukan tanah tempat sang ibu terbaring tak bernyawa. Entah mengapa,ia bisa merasakan ketulusan di setiap ucapan maaf yang gadis itu ucapkan.
“mungkin tante gak mau maafin via atas apa yang via lakuin sama ify dan kak alvin. via udah nyakitin hati orang-orang yang paling tante sayangin.bahkan via udah tega buat ify nangis gara-gara ucapan via yang kasar ke dia.meskipun via udah jahat banget ke ify,tante dan kak alvin,tapi ify mau maafin via dan tetap nganggap via sebagai sahabatnya.kalau tante gak bisa maafin via,via bisa ngerti kok.tapi tante jangan benci sama via ya...kalau sampai detik ini via masih jadi sahabatnya ify.dan tante juga jangan marah ke ify karna sahabatan sama via.via mohonnn.....banget sama tante” kata gadis itu sambil menyentuh batu nisan pada kuburan tersebut.
“tante bilangin dong ke kak alvin, marah sama vianya jangan lama-lama.kan via gak tau masalahnya kak alvin selama ini.kalau via tau,via gak bakalan nyolot dan cari masalah terus sama dia.sebenarnya selamana ini,waktu via selalu bertengkar sama kak alvin,via takut banget.kak alvin itu kalau marah nyeremin banget mukanya.tapi karna terlanjur gengsi....ya via sok-sok berani di depan kak alvin.tante bantuin via dong buat buka pintu maafnya kak alvin untuk via”sivia terus melontarkan kata-kata lugu itu seakan-akan orang yang sedang ia bicarakan itu tak pernah ada di belakangnya
Alvin hanya tersenyum geli mendengar kata-kata yang keluar dari mulut gadis polos tersebut.perutnya seperti digelitik saat kata-kata permintaan maaf yanng terdengar tulus namun terkesan konyol itu terus terlontar di depan makam ibunya.dia bingung sekaligus takjub dengan keberanian cewek itu.bingung karna gadis itu seakan lupa pada dirinya yang masih berdiri di belakang tubuhnya,sehingga dengan gampangnya gadis itu membicarakan dirinya di depan makam sang ibu,sampai-sampai meminta bantuan mamanya untuk mau membujuk dirinya agar memaafkan kesalahan yang telah di perbuat oleh gadis itu.ia juga merasa takjub dengan keberanian gadis itu mengajaknya ke makam sang ibu untuk melakukan apa yang dulu pernah ia perintahkan pada gadis itu.
Setelah via menyelesaikan kalimat permintaan maafnya pada almarhum nyokapnya alvin,sivia menghapus air matanya dengan kedua tangannya
“jangan pakai tangan,kotor.pakai ini” alvin menyodorkan sapu tangannya pada gadis itu.sivia pun menerima sapu tangan pemberian alvin dan ia segera berdiri
“udah selesai acara tangis-tangisannya?” sivia hanya mengangguk malu mendengar pertanyaan alvin.
“kalau udah,cepat pergi dari sini” alvin memutar tubuhnya,lalu meninggalkan sivia yang masih berdiri di samping makam nyokapya alvin
Alvin dan sivia terus berjalan dengan pemandangan kiri-kanan yang dipenuhi gundukan-gundukan tanah kuburan
“hati-hati jangan sampai lo kesasar” kata alvin begitu sivia menyusulnya dengan nafas tersenggal-senggal
“can you slow down, please?” pinta sivia yang mulai kelelahan mengikuti kaki alvin yang berjalan cepat
“no” jawab alvin tegas
“jutek banget sih!”keluh sivia dengan muka dan nada kesal
“lo bilang apa?!” alvin menghentikan langkahnya dan menatap tajam pada sivia.
“ngak ada kok.kakak salah dengar kaliii” sivia segera mempercepat jalannya dan meninggalkan alvin yang masih menatap tajam ke arahnya
Saat mereka berdua sudah keluar dari areal pemakaman,sivia melihat sebuah cafe di sebrang jalan.
“eh, kak.liat itu...liat.disebrang jalan sana ada cafe” dengan antusiasnya, sivia menunjuk cafe yang ada disebrang jalan sana.alvin hanya melihat sivia dengan bingung.
“apa maksud lo?” alvin bertanya dengan nada suara yang masih terkesan dingin
“mmm........” sivia ngak tahu harus berbicara apa pada sosok yang masih saja terkesan jutek terhadap dirinya.suasana hening yang sempat tercipta diantara keduanya,segera terhapuskan saat alvin mendengar suara perut via yang mulai bernyanyi karna menahan lapar
“kalau suara perut lo itu gue ngerti.ayo!” kata alvin kemudian mengajak sivia ke cafe disebrang sana
Setelah selesai makan di cafe tersebut,sivia dan alvin kembali pulang bersama dengan menggunakan taksi.taksi itupun berhenti di depan pintu pagar rumah sivia.setelah mengucapkan salam permisahan dan rasa terima kasih pada alvin,sivia segera turun dari taksi,lalu menutup kembali pintu taksi tersebut
Saat sivia sedang berusaha membuka pintu pagar rumahnya yang terkunci,ada sebuah tangan yang memukul-mukul pelan bahunya dari belakang.saat ia berbalik untuk melihat si pemilik tangan tersebut,betapa kagetnya dia saat mendapati sosok alvin kini berdiri di hadapannya
“kak alvin?! Kok lo di...di...sini....?” tanya sivia kaget melihat alvin berdiri di depannya,sedangkan taksi yang mereka naiki tadi sudah pergi menjauh
“kenapa? Gak boleh gue disini?!”
“bu...bukan gitu.kenapa gak pulang dengan taksi tadi? Kenapa malah turun? Kalau kakak mau pulang,kakan harus jalan beberepa meter dari sini supaya bisa sampai ke jalan besar.disini gak ada taksi yang lewat.” Jawab sivia panik sekaligus bingung.Bukannya menjawab,alvin malah berjalan semakin dekat dengan sivia.sivia refleks berjalan mundur sampai langkahnya terhenti pada pagar rumahnya yang tadi belum berhasil ia buka.bukan hanya tubuh alvin yang semakin mendekat dengannya,tapi juga wajah cowok itu.sivia panik....ia tak tahu apa yang harus ia lakukan.dengan perasaan jantung yang semakin berdebar-debar,ditahannya perasaan aneh yang mengalir di darahnya dengan mata terpejam rapat.semakin lama,ia mulai dapat merasakan hembusan nafas cowok itu.
“ada noda hitam di bawah mata lo.mungkin saat lo menghapus air mata tadi,tanah yang ada di tangan lo,menempel disini” alvin segera menghapus noda hitam tersebut dengan tangannya.
“Muka lo kenapa merah gitu?” tanya alvin binggung. sivia segera membuka matanya dan diam setelah mendengar ucapan alvin barusan
“jadi......kakak bukannya mau nyium aku?” ceplos sivia dengan tampang yang masih shock
Alvin tersentak mendengar ucapan gadis itu “ lo mau gue ngelakuin itu? Baik,akan gue lakuin” alvin tersenyum jail pada gadis itu.kontan via melotot saat alvin bilang kalau ia akan melakukan apa yang baru saja di ucapkannya pada cowok itu.
Tampaknya alvin tak main-main dengan ucapannya.wajah cowok itu kembali mendekat.desahan nafas cowok itu dapat kembali ia rasakan.semua keadaan kembali pada saat pertama tadi,Cuma bedanya sekarang,sivia tak lagi menutup rapat kedua matanya seperti apa yang ia lakukan sebelumnya.
Cupppp......bibir alvin kini menempel di kening sivia.ia tak menyangka,cowok itu akan benar-benar menciumnya.sivia benar-benar shock,bahkan saat alvin melepaskan ciuman itu dari keningnya,sivia masih belum terlepas dari rasa kagetnya saat mendapatkan ciuman mendadak dari laki-laki itu
“gue udah maafin lo” kata alvin tersenyum di depan wajah sivia
“kenapa?! Kenapa kakak cium aku.aku bukan salah satu dari fans-fans kakak.kenapa bukan mereka yang kakak cium.kenapa harus aku? Kenapa ciuman itu kakak berikan ke aku?” ucap via lesu dengan kepala tertunduk
“bukannya lo tadi yang minta? Kenapa sekarang lo yang nanya?” wajah sivia kembali memanas mendengar perkataan alvin.
“tapi tadi itu aku shock karna tiba-tiba aja kakak mendekat ke aku.kenapa perkataan ngelantur aku itu kakak anggap serius sih?!!” kata sivia dengan suara yang cukup tinggi dan menatap wajah alvin yang berdiri di depannya
“benarkah? Maaf kalau gitu” ucap alvin datar.mati-matian sivia menahan rasa jengkelnya saat melihat wajah cowok itu.malah sivia ragu apakah permintaan maaf barusan itu benar-benar tulus? Karna ia tidak melihat ketulusan saat cowok itu mengucapkan maaf dengan ekspresi wajah yang terlihat datar.seolah-olah kecupan didahi tadi tak pernah terjadi sebelumnya
“udah berapa kali sih kakak ngelakuin hal ini?! Aku ini korban kakak yang keberapa hah?!” tanya sivia dengan nada membentak
“entahlah,gue gak ingat udah berapa kali gue ngelakuin hal itu.karna gue terlalu sering melakukannya,sehingga gue susah untuk mengingat jumlahnya.tapi yang gue ingat,elo cewek ke enam yang gue giniin” ucap alvin yang masih terlihat tenang
“sering?! Dan gue cewek ke enam yang lo kasih kecupan di dahi.....”sivia nyaris menjerit mendengar penuturan alvin
“iya, lo yang ke enam setelah nyokap gue,nyokap ify,oma gue,cece gue dan ify” setelah menyelesaikan kalimatnya,alvin berjalan menjauh dan segera pergi dari rumah sivia,meninggalkan gadis itu yang masih kaget mendengar jawaban yang ia berikan.
#########
Gabriel terus berdiri dalam diam.sejak sejam yang lalu ia sudah berada di salah satu toko buku yang terdapat dalam sebuah mall yang ia datangi saat ini.ia hanya berdiri di sudut pintu masuk toko dengan menatap tajam pada seorang gadis yang tadi datang bersamanya.
Shilla masih asik dengan kegiatannya yang tak jelas.dari awal ia datang ke toko buku tersebut,yang ia lakukan hanya berkeliling di toko itu.bahkan sudah beberapa pegawai toko tersebut menghampirinya.menanyakan apakah mereka bisa membantu gadis itu untuk menemukan buku yang ia cari,namun shilla menolak bantuan yang ditawarkan oleh pegawai-pegawai toko tersebut.entah apa yang ia cari,yang jelas ia merasa senang saat melihat tampang kesal dari wajah seorang laki-laki yang berdiri disudut pintu masuk toko itu.seperti ada kepuasan batin tersendiri setiap ia melihat ekspresi jengkel dan marah dari cowok tersebut
“gue capek berdiri gak nentu disini kayak orang begok!” desis cowok itu geram.langkah-langkah panjang iel menelan jarak yang tercipta antara dirinya dan shilla dengan begitu cepat.
“buku apa yang lo cari sampai perlu menghabiskan waktu segini lamanya hah?!”terdengar nada kesal saat pertanyaan itu terlontar dari mulut gabriel
“makanya bantuin gue nyari,jangan tiba-tiba ngomel kayak gini! Kayak emak-emak ya lo!”kata shilla sinis.
Gabriel segera pergi dari hadapan gadis itu dengan perasaan marah yang tertahan. Tidak lama kemudian gabriel kembali menghampiri shilla dengan membawa beberapa buku di tangannya.
“ini buku pada bagus-bagus.lo pilih salah satu.tapi kalau lo kebanyakan duit, beli aja semuanya.supaya lain kali lo gak ngerepotin gue lagi buat minta di temanin ke toko buku” gabriel menyerahkan semua buku-buku itu pada shilla dengan paksa.
“eh dengar ya.gue sama sekali gak pernah mau ditemanin atau minta temanin sama lo ke toko buku.gue terpaksa, T.E.R.P.A.K.S.A!!! paham?!” ucapnya emosi
“kalau masalah duit,lo gak usah khawatir.karna duit gue cukup buat beli semua buku-buku ini,malah lebih.tapi sayang,gue lagi gak butuh buku-buku pelajaran kayak gini.jadi waketos yang sok TAU......balikin gih ni buku-buku ke tempatnya” shilla mengembalikan buku-buku tersebut pada gabriel,lalu pergi dari hadapan cowok itu.
Gabriel mulai frustasi menghadapi sifat shilla yang kekanak-kanakan.sudah berkali-kali dia menyodorkan buku-buku yang ada di toko tersebut pada gadis itu,namun berkali-kali pula buku yang ia tawarkan ditolak dengan berbagai alsan yang tidak masuk akal.buku itu covernya tak menariklah,terlalu tebal lah,terlalu tipis lah,pengarangnya tak terkenal lah,inilah-itulah.dan alasan penolakan terakhir yang gadis itu katakan,benar-benar membuat iel ingin menjatuhkan gadis itu dari lantai teratas mall tersebut.bagaimana tidak,berkali-kali buku yang ia tawarkan ditolak,dan pada saat buku terakhir yang ia tawarkan, gadis itu berkata kalau ia suka buku tersebut dan ingin membelinya,namun sedetik kemudian ia bilang tidak suka dan batal membeli buku itu Cuma karna sampul plastik pada buku tersebut sedikit sobek.dan ia menganggap buku tersebut merupakan buku bekas, ia tidak mau membuang-buang uangnya hanya untuk membeli buku bekas.saat iel mengambil buku yang sama dengan kondisi yang benar-benar baik,tak ada lecet baik pada buku itu ataupun plastik yang membungkus buku itu,shilla kembali menolaknya karna ia sudah tidak tertarik lagi pada buku tersebut.
Kesal,marah namun pasrah.perasaan-perasaan itulah yang kini memenuhi hatinya.dengan asal-asalan ia mengambil sebuah buku dan langsung menyerahkannya pada gadis yang telah membuat kacau suasana hatinya hari ini.
“ini buku terakhir yang gue tawarin ke elo! Dan gue gak mau tau,lo harus beli buku ini dan secepatnya kita pergi dari sini” iel meletakkan dengan paksa buku itu di telapak tangan shilla,lalu ia berjalan ke arah pintu keluar
Mata shilla langsung terbelalak saat membaca judul buku yang diberikan gabriel barusan.”lo stress ya!!! Buat apa gue beli buku panduan senam hamil! Lo kira gue hamil apa?!!!!”teriakan gadis itu mencengangkan seisi toko tersebut.gabriel yang awalnya berjalan santai menuju pintu keluar,langsung diam ditempat begitu mendengar teriakan gadis bernama shilla tersebut.gabriel langsung pucat begitu melihat orang-orang yang ada di toko buku tersebut kini menatap tajam ke arahnya.dengan perasaan malu yang tak dapat disembunyikan lagi,iel pun menghampiri gadis tersebut
“eh, kalau ngomong bisa gak suara lo di pelanin dikittt aja! gak mesti teriak kayak gitu kan.lo pikir ini hutan apa!” kata gabriel dengan suara pelan
“orang-orangkan jadi ngira gue yang enggak-enggak! Pakai bilang-bilang hamil lagi”
“lo pikir lo aja yang malu,gue juga malu tauk.lagian lo yang salah,ngapain lo ngasih buku ini ke gue dan maksa gue buat beli!” kata shilla dengan suara yang tak kalah pelan dari gabriel.orang-orang yang ada di toko tersebut mulai berbisik-bisik sambil melirik tajam ke arah mereka.
“gue kan gak tau kalau buku yang gue ambil itu buku senam hamil” kata iel dengan suara yang masih pelan
“makanya kalau mau nawarin liat-liat dulu.lo punya mata kan? Dan lo bisa baca kan?”
“siapa suruh lo jadi cewek nyebelin banget.dari sekian banyak buku yang gue kasih,lo selalu nolak.jangan salahin gue dong kalau gini jadinya.lagian kalau lo gak teriak kayak tadi,orang-orang disini pasti gak natap kita kayak gini sekarang” dari sudut ekor matanya,iel terus melihat tatapan-tatapan mencemo’oh dari orang-orang tersebut
“ tadi gue refleks tau” shilla masih terus membela diri
“jadi sekarang gimana nih? Gue malu dan risih diliatin kayak gitu” keluh shilla
Dengan sigap,Iel menarik tangan shilla dan segera berlari ke pintu keluar.shilla yang tangannya ditarik oleh gabriel,hanya bisa pasrah ikut berlari bersama cowok itu dan melemparkan begitu saja buku terkutuk yang sudah membuatnya mendapatkan penilaian-penilaian negative dari setiap orang yang ada di toko buku itu.akhirnya mereka berdua berhasil lolos dari situasi yang sangat memalukan tersebut
“aaaa....semuanya gara-gara lo! karna kebodohan lo gue jadi nanggung malu dari kesalahan yang gak pernah gue perbuat dan gak pernah ada! Minta ma’af lo sama gue sekarang!” shilla menumpahkan semua kekesalannya pada gabriel
“apa lo bilang,gue mesti minta maaf ?! Gak salah ngomong lo.heh, gue juga nanggung malu ya karna kebodohan lo.kita berdua sama-sama salah disini.jadi kalau urusan minta ma’af ya harus sama-sama juga lah!”
“gue gak mau minta maaf sama lo!”
“kalau gitu gue juga gak mau minta maaf sama lo” ucap iel pada gadis itu.shilla mengerucutkan bibirnya dengan kesal saat mendengar ucapan iel barusan.
“gue laper,kita makan dulu disini” gabriel menunjuk sebuah cafe yang ada di hadapan mereka saat ini.seketika tubuh shilla membeku begitu melihat cafe yang ditunjuk oleh gabriel
“ayok masuk” ajak iel pada shilla
“gue gak mau makan disini.kita cari tempat lain aja” kata shilla dingin
“yang pegang komando tuh gue.jadi gue gak perlu dapet izin dari lo”ucapnya,santai tapi tandas.gabriel menarik tangan shilla masuk kedalam cafe tersebut
Sejak awal masuk ke cafe tersebut,shilla terus diam.hal ini pun menjadi tanda tanya tersendiri bagi gabriel.
“lo kenapa sih? Gue suruh pesan makanan/minuman yang lo suka,lo diam aja.gue pesenin lo air putih doang,lo juga diam.tumben gak protes” tanya gabriel bingung dengan kebungkaman shilla yang tiba-tiba.
“lo gak laper apa? Makanan gue aja udah hampir habis nih.yakin lo gak mau mesen sesuatu? gue yang traktir deh” tak ada jawaban dari shilla.ia masih tetap diam dengan kepala tertunduk.
“heh cewek jelek.gue lagi ngomong sama lo sekarang.liat gue dong,jangan yang lo liat lantai.kangen lo sama profesi lama lo sebagai OB?” gabriel mencoba memancing cewek itu untuk bicara,ya meski diakuinya kalau caranya ini agak-agak ekstrim.
“tumben gue ledekin dia diam aja.biasanya kan langsung maki-maki gue” batin iel
Saat seseorang menyanyi di cafe tersebut,spontan shilla mengangkat kepalanya yang sedari tadi tertunduk.dengan tatapan sayu,ia melihat orang yang menyanyi di cafe tersebut.iel mengarahkan pandangannya pada orang yang tengah ditatap shilla saat ini.iel mengkerutkan keningnya,ia tak mengerti dengan gadis bernama shilla tersebut.apa menariknya melihat laki-laki yang cukup tua menyanyi di cafe tersebut.menurutnya hal ini sudah biasa.kebanyakan setiap cafe yang ada dijakarta selalu memiliki penyanyi yang bertugas untuk menghibur setiap pelanggan yang datang ke cafe mereka.gabriel kembali menatap shilla dan ia kaget saat mendapati gadis itu sedang menangis.
Shilla berdiri dari tempat duduknya,lalu pergi meninggalkan gabriel begitu saja.dengan terburu-buru,iel segera mengeluarkan dompetnya dan meletakkan selembar uang seratus ribu di meja,kemudian ia segera pergi menyusul shilla.gabriel kehilangan jejak gadis itu.sekarang ia masih berkeliling mencari sosok gadis itu di mall tersebut.saat melewati arena permainan,gabriel melihat shilla disana.gadis itu sedang bermain pada salah satu mesin permainan yang ada disana.,iapun segera menghampiri gadis itu.
Tak tahan lagi dengan bayang-bayang masa lalu yang kembali menghantuinya,shillapun segera pergi dari cafe tersebut.meninggalkan gabriel yang tengah menatap heran akan sikapnya.kemana ia harus pergi? Entahlah, kedua kakinya menuntunnya kesebuah arena permainan yang ada di mall tersebut.ia segera menukarkan lembaran uang kertasnya untuk mendapatkan beberapa koin agar ia bisa memainkan mesin-mesin permainan yang ada disana.ia letakkan begitu saja tas selempangnya tidak jauh dari tempatnya berdiri.kini gadis itu berada pada sebuah permainan bola basket.saat beberapa koin ia masukkan ke dalam mesin tersebut,maka bola-bola basket pada permainan itu keluar.shilla melempar dengan kesal bola-bola tersebut pada ring yang tersedia pada mesin permainan itu.tak satupun lemparan-lemparan yang ia arahkan ke ring,masuk dengan sempurna
“ayo dong masuk! masa gak ada yang masuk sih! Nyebelin banget ni permainan” dengusnya kesal.ia kembali mencoba melempar bola-bola tersebut dengan kasarnya.orang-orang yang bermain tidak jauh dari shilla,hanya melihat permainan kasar gadis tersebut tanpa berkomentar apa-apa
“lo kenapa sih shill.Cuma masukin bola doang gak bisa.begok banget sih” umpat gadis itu pada dirinya sendiri.
“come on shill! Lo gak boleh lemah kayak gini” cepat-cepat gadis itu mengusap kedua matanya yang mulai berair
Shilla tak menyadari sosok gabriel yang kini berada dibelakangnya.gabriel mengangkat kedua alisnya saat ia meliahat sesuatu yang tercecer tidak begitu jauh dari tas sekolah milik shilla.sesuatu yang pernah membuat gadis itu benar-benar marah padanya.gabrielpun memungut benda tersebut lalu ia masukkan kedalam saku bajunnya.
Melihat kondisi gadis itu yang semakin kacau,gabrielpun berinisiatif untuk melakukan sesuatu.ia kemudian meraih tas milik shilla, ia sandang tas itu di bahu kirinya lalu menghampiri gadis tersebut. “ikut gue sekarang!” gabriel meraih pergelangan tangan kanan gadis itu,lalu menariknya pergi dari arena permainan.shilla hanya bisa pasrah saat tangannya ditarik dengan paksa oleh pemuda itu.
Matahari telah hilang dari peradaban,kini sosok itu siap digantikan oleh bulan dan ribuan bintang yang biasanya selalu menjadi latar langit di malam hari.lampu-lampu taman sudah mulai menyala,dan hanya segelintir orang saja yang masih betah untuk berada di taman tersebut.
Gabriel dan shilla terus diam sejak awal kedatangan mereka di taman itu.meskipun mereka duduk dibangku yang sama,tapi suasana dingin dan mencekam antara keduanya tak kunjung mencair.
“lo kenapa? Apa omongan gue di cafe tadi udah nyakitin perasaan lo? kalau ya,gue minta maaf” ucap gabriel sungguh-sungguh.
Saat mendengar perkataan iel,entah mengapa hatinya kembali sakit.bayangan-bayangan masa lalu yang telah menorehkan luka dihatinya,kembali mencuat.tembok pertahan diri yang sudah susah payah ia bangun,terasa akan hancur saat mendengar ucapan gabriel barusan.shilla kembali terpuruk dalam bayang-bayang masa lalu yang menyakitkan itu.shilla mengalihkan pandangannya,berusaha menyembunyikan air matanya yang siyap mengalir di pipinya.ia tak ingin cowok disampingnya itu melihat kelemahannya,kehancurannya.
Gabriel hanya terpaku melihat butiran-butiran bening yang mulai menggenangi mata gadis itu.sebenarnya gadis itu kenapa? Apakah dirinya melakukan kesalahan lagi? Seberapa fatal kesalahan yang ia perbuat sehingga bisa membuat gadis itu menangis.untuk kedua kalinya gabriel melihat air mata gadis itu,melihat sisi lain dari gadis bernama shilla tersebut.kini gabriel sadar, diri shilla yang selama ini ia kenal,bukanlah dirinya yang asli, itu semua hanya topeng...hanya sebuah kepalsuan.dirinya yang sebenarnya adalah yang ada dihadapan iel saat ini.ashilla zahrantiara,seorang gadis rapuh dengan penuh luka dihatinya.pribadi yang benar-benar berbeda dari apa yang ia perlihatkan selama ini.
Gabriel merengkuh shilla dalam pelukannya.namun gadis itu menolakknya. “lepasin gue!!! Lepasin gue!!! Lepasin gueeeee!!!!” shilla menjerit histeris.namun gabriel mengabaikan teriakan itu.
Dengan mengerahkan seluruh tenaga,shilla berusaha keras mengenyahkan lengan gabriel.namun kedua lengan itu tidak bisa disingkirkan dan mengurung shilla tanpa jalan keluar.
Kehabisan tenaga,shilla berhenti meronta.kini dia meringkuk diam dalam tangisnya.ia mencoba meredam tangisnya dengan satu tangan.
“menangislah,menangislah sampai lo puas.kalau lo udah capek nangis,maka pelukan ini akan lepas dengan sendirinya” kata-kata gabriel benar-benar membuat tangisan gadis itu pecah.ia menangis dalam pelukan cowok itu,menumpahkas segala rasa sakit yang ia rasakan dalam pelukan yang terasa hangat itu
Setelah iel merasa gadis itu sudah tenang,iapun melepaskan pelukannya.
“udah lega?” tanya iel.shilla menggelengkan kepalanya.
“belum?! Yaudah deh,sini gue peluk lagi”gabriel siap-siap untuk memeluk shilla kembali.namun gadis itu langsung menepis kedua lengan itu
“ngakk!!!”
“gue becanda doang kok,gak serius”
Shilla kembali diam,iel sudah kehabisan cara bagaimana caranya ngebuat gadis itu bisa melupakan kesedihannya.
“shill,gue mungkin emang gak tahu apa yang udah terjadi sama lo sampai-sampai lo kayak gini, tapi menurut gue lebih baik lo keluarkan semua yang lo rasakan dari pada menyimpannya terus di dalam hati” kata gabriel dengan sangat hati-hati.ia tidak ingin membuat suasana hati gadis itu kembali memburuk.Shilla mulai melihat ke arah gabriel dan mendengarkannya dengan air mata yang masih mengalir
“lo harus bicarakan masalah lo dengan seseorang” saran gabriel
“gue gak mau”
“gini ajadeh.lo keluarkan aja semua masalah lo,dan kalau lo gak mau gue tahu,baiklah.gue akan tutup kuping gue dengan ini” gabriel mengeluarkan headset miliknya dari saku celananya.shilla mengangkat kedua alisnya saat gabriel menunjukkan headset itu padanya.
“lo gak usah khawatir.gue gak akan dengar semua cerita lo,karna saat lo asik bercerita,gue juga akan asik dengan lagu-lagu di hp gue” kata gabriel tersenyum
“are you sure?” tanya shilla ragu
“yeah” jawab gabriel mantab,shilla tersenyum mendengar jawaban iel tersebut
Saat gabriel sudah memasang headset itu dikedua telinganya,shillapun mulai bercerita
“dulu gue pernah merasakan apa itu mencintai dan dicintai oleh seseorang,tapi itu dulu” ucapnya sedih
“gue benar-benar bahagia saat itu.gue berfikir hidup gue akan selalu bahagia karna gue memiliki laki-laki yang benar-benar tulus mencintai gue.tapi perasaan cinta gue untuk dia kemudian berubah menjadi mimpi buruk dan itu semua merupakan kesalahan terbesar dalam hidup gue.gue nungguin dia berjam-jam di sebuah cafe tempat dia pernah nembak gue karna sebelummnya kita udah janjian untuk merayakan 1 tahun jadian gue dan dia disana.gue terus nunggu dia sampai cafe itu tutup,tapi apa yang gue lakuin itu sia-sia,dia gak datang hari itu.saat itu gue benar-benar kecewa,marah, tapi gue coba untuk maafin dia karna gue benar-benar sayang sama dia.gue terus nunggu kabar dari dia,berkali-kali gue coba untuk ngehubungin dia,tapi hp nya selalu gak aktif.sampai saatnya gue sadar betapa bodohnya diri gue.udah 1 tahun gue pacaran sama dia,tapi gue gak tau apa-apa tentang dia,dimana rumahnya? Siapa orang tuanya? Siapa aja teman-temannya? Apakah dia anak tunggal atau bukan? Gue gak pernah tau semua itu.gue Cuma tau kalau dia sekolah di smp putra bangsa.gue rutuki semua kebodohan gue.torehan pertama rasa cinta itu begitu menyakitkan.mungkin karna gue udah membutakan seluruh hati gue.mungkin juga gue udah melepas semua pertahanan diri dan membayangkan hal-hal indah saat gue bersamanya,dan saat dia menghilang dari kehidupan gue, sebagian dari diri gue ikut menghilang bersamanya.gue ingin melupakan semua yang berhubungan dengan dia,tapi gue gagal.hati gue menolak untuk menghapus semua rasa cinta gue untuknya.cafe dimana lo maksa gue buat nemanin lo makan,itu adalah tempat awal gue menemui kebahagian bersamanya sekaligus menjadi tempat kehancuran cinta gue.lagu yang dinyanyikan oleh pegawai cafe tersebut,itu merupakan lagu yang sama saat dia nembak gue,lagu cinta pertama yang dia nyanyiin buat gue.simcard gue yang pernah lo buang,itu juga adalah pemberian terakhir dari dia.dari semua barang-barang pemberian dia,hanya benda kecil itu yang gak bisa gue musnahin dari hidup gue.benda itu selalu memberi gue harapan.
“oooo...jadi kartu ini dari cowok lo.pantesan lo marah banget waktu gue ngebuang kartu ini.ternyata benda ini pemberian dia yang terakhir ya?” tanya gabriel dengan tampang tak bersalah sambil mengeluarkan simcard yang ada di saku bajunya,benda kecil itu berada dalam plastik putih berukuran kecil
“tapi kenapa sekarang kartu ini terbelah menjadi 2?” shilla kaget saat iel melontarkan pertanyaan itu.ia langsung merebut headset yang terpasang di kedua telinga gabriel. Salah satu headset itu kemudian ia pasangkan di telinganya sendiri
“apa-apaan ini.gue gak dengar apa-apa!” tanya shilla ketus
Gabriel hanya terkekeh mendengar pertanyaan shilla sambil mengaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tak terasa gatal. “hehehehe....hp gue mati” katanya sambil menunjukkan hp nya yang sudah mati
“berarti lo ngedengerin semua cerita gue tadi?!” ia kembali bertanya sambil menahan rasa malu bercampur marah.iel hanya mengangguk pelan, merasa tak enak hati karna telah membohongi gadis itu
“lo gimana sih,gak konsisten banget sama ucapan lo! lo kan udah bilang kalau lo gak bakalan bisa dengar cerita gue,tapi sekarang lo udah tau semuanya.nyebalin banget sih lo!” shilla melemparkan tinjunya sekuat tenaga ke lengan gabriel
“aww!!! Gue kan gak tau kalau hp gue bakalan mati saat lo mulai cerita tadi,sorry deh”
“sampai lo berlutut minta maaf dikaki gue,gue juga gak bisa maksa lo buat lupain apa yang udah lo dengar tadi”
“gue gak akan ngelakuin hal itu kok.terus apa yang terjadi sama kartu ini sampai terbelah dua kayak gini?” iel bertanya dengan hati-hati.
Shilla menarik nafas panjang lalu menghembuskannya saat mendengar pertanyaan iel tentang simcard yang telah rusak itu. “kenangan menyakitkan itu gak sepenuhnya bisa gue lupain.dan saat gue teringat kembali akan masa lalu itu,gue emosi,marah,sedih.tanpa pikir panjang gue hancurin semua barang-barang yang pernah dia kasih ke gue.karna yang tersisa Cuma simcard itu, gue langsung kalap,lalu gue jadiin simcard itu pelampiasan kemarahan gue.setelah emosi gue reda,gue jadi nyesal.sekarang satu-satunya kenangan dari dia udah rusak” shilla menatap sedih simcard yang iel tunjukkan kepadanya.
“yang dilakukan telah dilakukan,tidak perlu berbicara tentang masa lalu.lo hanya perlu bergerak maju melihat kedepan dan jangan terperangkap dalam kesedihan masa lalu.terimalah kenyataan,cinta lo yang dulu telah pergi.lo gak mungkin terus hidup dengan dihantui bayangan-bayangan masa lalu,karna itu akan sangat merepotkan”
Shilla tertawa kecil melihat keseriusan wajah gabriel dalam mengucapkan kata-kata itu.diambilnya simcard yang ada di tangan gabriel,lalu dibuangnya ke tempat sampah yang tak jauh dari tempat ia duduk.
“thanks for all.sorry, i don’t believe you before” kata shilla dengan malu
“It’s ok”
“you haven’t tell your story” kata shilla menepuk lengan gabriel
“what story?” tanya gabriel bingung
“your love story” kata shilla sambil menggambar sebuah hati di udara
“no.I will not tell you” tolak gabriel dengan tersipu
“lo curang.tadikan lo udah dengar cerita cinta gue,sekarang giliran lo dong.kalau lo gak mau cerita,jangan salahkan gue kalau gue teriak disini. semua orang yang ada disini bakalan ngira kalau lo ngapa-ngapain gue” kata shilla tersenyum jail
“ok” kata gabriel cepat.shilla tersenyum puas mendengar jawaban iel
“I’m listening” kata shilla semangat
“gue gak pernah pacaran.puas lo!” kata iel dengan muka yang memerah menahan malu
“what!!! Gak mungkin.lo pasti bohongin gue” kata shilla tak percaya
“terserah lo mau percaya atau ngak.yang penting gue udah bicara jujur sama lo”
“lo serius?” tanya shilla memastikan.tak ada jawaban dari iel.
“hahahahaha....kok bisa sih,kenapa? lo gak laku-laku ya? Atau lo emang gak normal? Pantesan gue merasa ada yang salah dari diri lo.ternyata waketos yang satu ini masih polos toh ceritanya? Hahahaha.....”shilla terus tertawa sambil meledek iel, dan itu sukses membuat muka iel memerah kayak kepiting rebus karna malu
“sialan!” desisnya
“gue bukannya gak laku atau gak normal ya.gue cowok tulen 100%.memang gue belum nemu cewek yang pas aja di hati gue.lagian bukan gue aja yang belum pernah pacaran.rio alvin juga sama kayak gue” gabriel keceplosan.tanpa disengaja ia juga membuka aib sobat-sobatnya itu
“apa lo bilang? Kak rio sama kak alvin juga belum pernah pacaran?!” tanya shilla kaget Hahahahahahaha.........ternyata kalian parah banget ya, hahahahaha.......” shilla memegangi perutnya yang sakit karna tawanya yang berlebihan
“mampus gue.bisa dibunuh gue kalau mereka sampai tau hal ini! Kiamat! Kiamat! Kiamattttt!!!!” gerutu iel dalam hati
“eh ngomong-ngomong kalian bertiga kok beda sih sama kak cakka.secara kalau kak cakka kan urusan cewek dia rajanya.nah kaliannnn.....gak pernah punya pengalaman sedikitpun tentang cewek”
“cewek itu ribet,gue,alvin ataupun rio gak mau mereka repotin kalau nanti kita-kita udah pacaran sama mereka.awal-awalnya aja mereka bersikap manis,tapi kalau mereka udah merasa miliki gue,mereka berubah jadi sangar,kalau gak dituruti kemauannya,mereka bakalan marah,terus ujung-ujungnya ngambekan,kekanak-kanakan banget” Jelas iel panjang lebar.shilla menatap bingung mendengar penjelasan gabriel
“gue tau itu,karna liat pengalamannya cakka.” Jawab iel seakan tau apa arti tatapan bingung gadis itu
“lagian cakka gak pernah kok nembak cewek-cewek itu.mereka yang selalu mengubar-ngubar cinta mereka ke cakka”
“tapi diakan gak pernah nolak saat cewek-cewek itu minta dia untuk jadi pacar mereka kan? Kalau gitu kan dia sama aja kayak cowok-cowok idung belang lainnya
“gue akui sikap yang diambil cakka itu memang salah,tapi dia juga gak punya alasan untuk menolak rasa sayang yang dimiliki cewek-cewek itu untuknya.dan akhirnya,cewek-cewek itu yang mundur dengan sendirinya dari sisi cakka dan memutuskan berhenti menyayanginya.karna mereka sadar,cakka sama sekali gak perna cinta sama mereka.jadi walaupun tu anak ceweknya ada dimana-mana,tapi dia sama aja kayak gue,alvin ataupun rio.dia gak pernah benar-benar suka ataupun mencintai seorang cewek”
“jadi kak cakka itu sama sekali bukan penjahat wanita?”
“penjahat wanita? Itu julukan lo buat dia? Sadis banget lo ngasih nama buat sobat gue”
“eh bukan gue,tapi agni”
“agni? Ada-ada aja tu cewek.banyak banget julukan yang dia kasih buat cakka” ucap gabriel tersenyum
“udah malam nih,ayok gue antar lo pulang”
“siap anak kecil” ledek shilla
“siapa yang anak kecil?” tanya iel polos
“elo lah.lo itu si yayang nya mami yang masih polos.masa udah kelas dua sma, pacaran aja belum pernah.hahahaha.......” iel hanya berdecak kesal saat shilla meledeknya dengan panggilan masa kecilnya itu
Sivia masih betah menunggu alvin di taman depan sekolah.sampai saat ini,sivia belum menemukan tanda-tanda kedatangan cowok itu.
“dia bakalan datang gak ya?” sivia mulai pesimis karna ia tak kunjung melihat sosok alvin sejak dari pertemuan terakhir mereka di kantin tadi.
Tak lama kemudian,sebuah motor ninja hitam berhenti tepat di depan gadis berkulit putih tersebut.sang pengemudi pun melepaskan helmnya
“sorry telat,tadi gue ada sedikit urusan” alvin menjelaskan alasan keterlambatannya pada sivia
“lo minta di temanin kemana?”
“mmm...aku gak bisa kasih tau sekarang”
“terserah lo deh.ayok naik” alvin menyuruh sivia agar naik ke boncengan motornya
“mmm....alvin.eh, maksud aku kak alvin” katanya gugup
“gak usah dipaksain manggil gue kayak gitu kalau lo emang terpaksa.gue juga rada risih dengarnya, selama ini kan lo Cuma manggil nama gue tanpa pakai embel-embel kakak di depannya”
“tapi kalau kayak gitu kan gak sopan”
“benarkah?” alvin menatap binggung pada gadis di depannya
“kenapa baru sekarang? Kenapa gak dari dulu”
“mmm....itu karna.......”sivia mulai gelagapan.ia bingung harus memberi jawaban apa pada cowok itu.
“lupakan”
“hah?!” tanya sivia tak mengerti dengan ucapan alvin barusan
“lupakan kalau gue pernah nanya hal ini sama lo.bisa kita pergi sekarang?”
“gimana kalau kita perginya naik taksi aja?” tanya sivia hati-hati
“lo bercanda,gue bawa motor.kalau gue bawa motor,kenapa harus naik taksi.cepai naik!”
“tapi....kalau aku beri tau duluan kemana tujuan kita,kakak pasti akan menolak pergi.sebaiknya motor kakak kita tinggalkan saja dulu disekolah”
“gue gak mau!” tolak alvin
“mmmm....gimana kalau kita kerumah kakak dulu.nanti setelah dari sana,kita baru pergi naik taksi” alvin diam sejenak memikirkan usulan gadis itu
“ok” jawab alvin setuju dengan usul sivia.siviapun naik diboncengan motor alvin
Perjalanan dari sekolah kerumahnya kali ini dirasakan cukup mendebarkan bagi alvin.bagaimana tidak,sivia memeluknya dengan erat....bahkan terlalu erat
“oi,pegangan lo bisa di longgarin dikit gak? Sesak nih.”
“ngak bisa,ngak mau!” tolak sivia tegas
“heh? Kenapa sih? Sesak nih!” ujar alvin sambil memegang tangan sivia untuk melepas pegangannnya.tapi ternyata sivia berkeringat dingin
“kok lo keringat dingin sih? Lo sakit?”
“ngak...gue cuma takut.gue belum pernah naik motor! Ini pertama kalinya, mana kakak pakai acara ngebut lagi!”
“ngebut? Ini baru 60 km/jam!”
“itu udak kencang tau! Bisa lebih pelan gak kak?”
“ngak bisa! Gue pengen cepat sampai!”
“memangnya kenapa?”
“ah...ya....itu karna.....,” alvin gak tau mesti ngasih alasan apa ke sivia karna dia gak bakalan mau ngasih tau alasan sebenarnya ke gadis itu.alvin merasakan ada yang salah pada dirinya saat kedua tangan gadis itu melingkar erat di perutnya.entah mengapa,jantungnya berkerja lebih cepat dari biasanya.
“kok jadi gelagapan sih?”
“berisik! Pokoknya gue gak akan lebih pelan dari ini!”
“dih, kakak kenapa nyolot gitu sih!”
Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang dan tentunya cukup mendebarkan bagi alvin,akhirnya mereka sampai juga di rumah alvin.alvin segera memasukkan motornya ke garasi,lalu ia dan sivia segera meninggalkan rumahnya dengan menggunakan sebuah taksi.Di tengah perjalanan sivia menyuruh sang supir taksi untuk berhenti di sebuah toko bunga.
“eh, mau kemana lo?” tanya alvin saat sivia mulai turun dari taksi tersebut
“ada perlu bentar,lo tunggu disini aja ya kak” kata sivia tersenyum.sivia segera masuk ke dalam toko bunga tersebut.
Tak lama kemudian,sivia kembali kedalam taksi dengan bunga ditanganya.iapun memerintahkan kepada sang supir untuk segera jalan ke alamat yang sebelumnya telah ia kasih kepada sang supir melalui sebuah kertas agar alvin tak tau ke mana arah tujuan mereka
“untuk apa lo beli bunga segala?” tanya alvin bingung.bukannya menjawab pertanyaan dari alvin yang duduk disampingnya,sivia hanya tersenyum.hal itu semakin membuat alvin merasakan ada yang aneh dengan sikap gadis itu
Taksi tersebut segera berhenti disebuah pemakaman umum.setelah menyerahkan selembar uang seratus ribu,sivia segera menarik tangan alvin untuk turun dari mobil tersebut.taksi itupun segera pergi setelah kedua penumpangnya itu turun.
“ngapain kesini” kata alvin dingin sambil melirik tajam pada sivia.
“kalau lo mau ngelihat rumah terakhir yang akan lo tempati,kenapa mesti ngajak-ngajak gue hah!!!”
nyaris saja emosinya terpancing saat kata-kata dingin dan menyakitkan itu keluar dari mulut laki-laki disampingnya saat ini.Dengan senyuman yang susah payah ia ciptakan di bibirnya,sivia mulai bicara.
“ini merupakan proses untuk bisa mendapatkan kata maaf dari kak alvin.aku hanya melakukan apa yang kakak suruh waktu di rumah ify dulu. Apa kakak sekarang udah ingat?” sivia terus mempertahankan senyuman dibibirnya.
“jadi, bisakah kakak tunjukan yang mana...kuburannn....mmmm...tante gracia?” tanya sivia hati-hati
“lo yang punya urusan disini!!! Lo yang harus cari sendiri!!!! Kenapa harus minta bantuan gue!!!” bentak alvin pada sivia.ia segera pergi meninggalkan tempat pemakaman umun tersebut.sivia segera menyusul alvin,dengan kedua tangan yang ia rentangkan lebar-lebar,di halanginya langkah cowok itu
“kakak please....lo jangan bersikap kayak gini.lo kan undah janji mau memenuhi permintaan aku.tapi kenapa sekarang kakak ngingkari janji itu”
Alvin menghela nafas panjang mendengar ucapan sivia.akhirnya ia penuhi permintaan gadis itu “ikut gue!” alvin segera melangkah memasuki tempat pemakaman umun itu.sivia mengikutinya dari belakang dengan senyumannya yang merekah.senyuman yang membuat gadis itu semakin terlihat manis.
Alvin segera menghentikan langkahnya pada sebuah nisan yang terukir dengan jelas nama ibunya.sosok wanita yang telah membuat kehidupannya berubah drastis setelah kepergiannya menghadap sang pencipta.sivia segera meletakkan bunga segar yang sebelumnya telah ia beli, di atas makam tersebut.iapun mulai berjongkok di samping gundukan tanah yang didalamnya terbaring nyokapnya alvin yang sudah tak bernyawa.
“tante....via mita maaf ya sama tante.via udah jahat banget sama tante.mungkin di atas sana,tante mendengar semua kata-kata kasar via ke tante dulu.padahal via gak kenal sama tante,via juga gak pernah ketemu sama tante,tapi dengan gampangnyaa via nge-judge tante dengan kata-kata via yang gak pantes” kata gadis itu meminta maaf dengan air mata yang mengalir di kedua pipinya
Alvin tersentak saat di dapatinya gadis itu menangis meminta maaf di makam ibunya.apa yang dilihatnya sekarang,merupakan pemandangan yang tak pernah ia duga sebelumnya.entah mengapa,saat melihat air mata gadis itu jatuh diatas gundukan tanah tempat sang ibu terbaring tak bernyawa. Entah mengapa,ia bisa merasakan ketulusan di setiap ucapan maaf yang gadis itu ucapkan.
“mungkin tante gak mau maafin via atas apa yang via lakuin sama ify dan kak alvin. via udah nyakitin hati orang-orang yang paling tante sayangin.bahkan via udah tega buat ify nangis gara-gara ucapan via yang kasar ke dia.meskipun via udah jahat banget ke ify,tante dan kak alvin,tapi ify mau maafin via dan tetap nganggap via sebagai sahabatnya.kalau tante gak bisa maafin via,via bisa ngerti kok.tapi tante jangan benci sama via ya...kalau sampai detik ini via masih jadi sahabatnya ify.dan tante juga jangan marah ke ify karna sahabatan sama via.via mohonnn.....banget sama tante” kata gadis itu sambil menyentuh batu nisan pada kuburan tersebut.
“tante bilangin dong ke kak alvin, marah sama vianya jangan lama-lama.kan via gak tau masalahnya kak alvin selama ini.kalau via tau,via gak bakalan nyolot dan cari masalah terus sama dia.sebenarnya selamana ini,waktu via selalu bertengkar sama kak alvin,via takut banget.kak alvin itu kalau marah nyeremin banget mukanya.tapi karna terlanjur gengsi....ya via sok-sok berani di depan kak alvin.tante bantuin via dong buat buka pintu maafnya kak alvin untuk via”sivia terus melontarkan kata-kata lugu itu seakan-akan orang yang sedang ia bicarakan itu tak pernah ada di belakangnya
Alvin hanya tersenyum geli mendengar kata-kata yang keluar dari mulut gadis polos tersebut.perutnya seperti digelitik saat kata-kata permintaan maaf yanng terdengar tulus namun terkesan konyol itu terus terlontar di depan makam ibunya.dia bingung sekaligus takjub dengan keberanian cewek itu.bingung karna gadis itu seakan lupa pada dirinya yang masih berdiri di belakang tubuhnya,sehingga dengan gampangnya gadis itu membicarakan dirinya di depan makam sang ibu,sampai-sampai meminta bantuan mamanya untuk mau membujuk dirinya agar memaafkan kesalahan yang telah di perbuat oleh gadis itu.ia juga merasa takjub dengan keberanian gadis itu mengajaknya ke makam sang ibu untuk melakukan apa yang dulu pernah ia perintahkan pada gadis itu.
Setelah via menyelesaikan kalimat permintaan maafnya pada almarhum nyokapnya alvin,sivia menghapus air matanya dengan kedua tangannya
“jangan pakai tangan,kotor.pakai ini” alvin menyodorkan sapu tangannya pada gadis itu.sivia pun menerima sapu tangan pemberian alvin dan ia segera berdiri
“udah selesai acara tangis-tangisannya?” sivia hanya mengangguk malu mendengar pertanyaan alvin.
“kalau udah,cepat pergi dari sini” alvin memutar tubuhnya,lalu meninggalkan sivia yang masih berdiri di samping makam nyokapya alvin
Alvin dan sivia terus berjalan dengan pemandangan kiri-kanan yang dipenuhi gundukan-gundukan tanah kuburan
“hati-hati jangan sampai lo kesasar” kata alvin begitu sivia menyusulnya dengan nafas tersenggal-senggal
“can you slow down, please?” pinta sivia yang mulai kelelahan mengikuti kaki alvin yang berjalan cepat
“no” jawab alvin tegas
“jutek banget sih!”keluh sivia dengan muka dan nada kesal
“lo bilang apa?!” alvin menghentikan langkahnya dan menatap tajam pada sivia.
“ngak ada kok.kakak salah dengar kaliii” sivia segera mempercepat jalannya dan meninggalkan alvin yang masih menatap tajam ke arahnya
Saat mereka berdua sudah keluar dari areal pemakaman,sivia melihat sebuah cafe di sebrang jalan.
“eh, kak.liat itu...liat.disebrang jalan sana ada cafe” dengan antusiasnya, sivia menunjuk cafe yang ada disebrang jalan sana.alvin hanya melihat sivia dengan bingung.
“apa maksud lo?” alvin bertanya dengan nada suara yang masih terkesan dingin
“mmm........” sivia ngak tahu harus berbicara apa pada sosok yang masih saja terkesan jutek terhadap dirinya.suasana hening yang sempat tercipta diantara keduanya,segera terhapuskan saat alvin mendengar suara perut via yang mulai bernyanyi karna menahan lapar
“kalau suara perut lo itu gue ngerti.ayo!” kata alvin kemudian mengajak sivia ke cafe disebrang sana
Setelah selesai makan di cafe tersebut,sivia dan alvin kembali pulang bersama dengan menggunakan taksi.taksi itupun berhenti di depan pintu pagar rumah sivia.setelah mengucapkan salam permisahan dan rasa terima kasih pada alvin,sivia segera turun dari taksi,lalu menutup kembali pintu taksi tersebut
Saat sivia sedang berusaha membuka pintu pagar rumahnya yang terkunci,ada sebuah tangan yang memukul-mukul pelan bahunya dari belakang.saat ia berbalik untuk melihat si pemilik tangan tersebut,betapa kagetnya dia saat mendapati sosok alvin kini berdiri di hadapannya
“kak alvin?! Kok lo di...di...sini....?” tanya sivia kaget melihat alvin berdiri di depannya,sedangkan taksi yang mereka naiki tadi sudah pergi menjauh
“kenapa? Gak boleh gue disini?!”
“bu...bukan gitu.kenapa gak pulang dengan taksi tadi? Kenapa malah turun? Kalau kakak mau pulang,kakan harus jalan beberepa meter dari sini supaya bisa sampai ke jalan besar.disini gak ada taksi yang lewat.” Jawab sivia panik sekaligus bingung.Bukannya menjawab,alvin malah berjalan semakin dekat dengan sivia.sivia refleks berjalan mundur sampai langkahnya terhenti pada pagar rumahnya yang tadi belum berhasil ia buka.bukan hanya tubuh alvin yang semakin mendekat dengannya,tapi juga wajah cowok itu.sivia panik....ia tak tahu apa yang harus ia lakukan.dengan perasaan jantung yang semakin berdebar-debar,ditahannya perasaan aneh yang mengalir di darahnya dengan mata terpejam rapat.semakin lama,ia mulai dapat merasakan hembusan nafas cowok itu.
“ada noda hitam di bawah mata lo.mungkin saat lo menghapus air mata tadi,tanah yang ada di tangan lo,menempel disini” alvin segera menghapus noda hitam tersebut dengan tangannya.
“Muka lo kenapa merah gitu?” tanya alvin binggung. sivia segera membuka matanya dan diam setelah mendengar ucapan alvin barusan
“jadi......kakak bukannya mau nyium aku?” ceplos sivia dengan tampang yang masih shock
Alvin tersentak mendengar ucapan gadis itu “ lo mau gue ngelakuin itu? Baik,akan gue lakuin” alvin tersenyum jail pada gadis itu.kontan via melotot saat alvin bilang kalau ia akan melakukan apa yang baru saja di ucapkannya pada cowok itu.
Tampaknya alvin tak main-main dengan ucapannya.wajah cowok itu kembali mendekat.desahan nafas cowok itu dapat kembali ia rasakan.semua keadaan kembali pada saat pertama tadi,Cuma bedanya sekarang,sivia tak lagi menutup rapat kedua matanya seperti apa yang ia lakukan sebelumnya.
Cupppp......bibir alvin kini menempel di kening sivia.ia tak menyangka,cowok itu akan benar-benar menciumnya.sivia benar-benar shock,bahkan saat alvin melepaskan ciuman itu dari keningnya,sivia masih belum terlepas dari rasa kagetnya saat mendapatkan ciuman mendadak dari laki-laki itu
“gue udah maafin lo” kata alvin tersenyum di depan wajah sivia
“kenapa?! Kenapa kakak cium aku.aku bukan salah satu dari fans-fans kakak.kenapa bukan mereka yang kakak cium.kenapa harus aku? Kenapa ciuman itu kakak berikan ke aku?” ucap via lesu dengan kepala tertunduk
“bukannya lo tadi yang minta? Kenapa sekarang lo yang nanya?” wajah sivia kembali memanas mendengar perkataan alvin.
“tapi tadi itu aku shock karna tiba-tiba aja kakak mendekat ke aku.kenapa perkataan ngelantur aku itu kakak anggap serius sih?!!” kata sivia dengan suara yang cukup tinggi dan menatap wajah alvin yang berdiri di depannya
“benarkah? Maaf kalau gitu” ucap alvin datar.mati-matian sivia menahan rasa jengkelnya saat melihat wajah cowok itu.malah sivia ragu apakah permintaan maaf barusan itu benar-benar tulus? Karna ia tidak melihat ketulusan saat cowok itu mengucapkan maaf dengan ekspresi wajah yang terlihat datar.seolah-olah kecupan didahi tadi tak pernah terjadi sebelumnya
“udah berapa kali sih kakak ngelakuin hal ini?! Aku ini korban kakak yang keberapa hah?!” tanya sivia dengan nada membentak
“entahlah,gue gak ingat udah berapa kali gue ngelakuin hal itu.karna gue terlalu sering melakukannya,sehingga gue susah untuk mengingat jumlahnya.tapi yang gue ingat,elo cewek ke enam yang gue giniin” ucap alvin yang masih terlihat tenang
“sering?! Dan gue cewek ke enam yang lo kasih kecupan di dahi.....”sivia nyaris menjerit mendengar penuturan alvin
“iya, lo yang ke enam setelah nyokap gue,nyokap ify,oma gue,cece gue dan ify” setelah menyelesaikan kalimatnya,alvin berjalan menjauh dan segera pergi dari rumah sivia,meninggalkan gadis itu yang masih kaget mendengar jawaban yang ia berikan.
#########
Gabriel terus berdiri dalam diam.sejak sejam yang lalu ia sudah berada di salah satu toko buku yang terdapat dalam sebuah mall yang ia datangi saat ini.ia hanya berdiri di sudut pintu masuk toko dengan menatap tajam pada seorang gadis yang tadi datang bersamanya.
Shilla masih asik dengan kegiatannya yang tak jelas.dari awal ia datang ke toko buku tersebut,yang ia lakukan hanya berkeliling di toko itu.bahkan sudah beberapa pegawai toko tersebut menghampirinya.menanyakan apakah mereka bisa membantu gadis itu untuk menemukan buku yang ia cari,namun shilla menolak bantuan yang ditawarkan oleh pegawai-pegawai toko tersebut.entah apa yang ia cari,yang jelas ia merasa senang saat melihat tampang kesal dari wajah seorang laki-laki yang berdiri disudut pintu masuk toko itu.seperti ada kepuasan batin tersendiri setiap ia melihat ekspresi jengkel dan marah dari cowok tersebut
“gue capek berdiri gak nentu disini kayak orang begok!” desis cowok itu geram.langkah-langkah panjang iel menelan jarak yang tercipta antara dirinya dan shilla dengan begitu cepat.
“buku apa yang lo cari sampai perlu menghabiskan waktu segini lamanya hah?!”terdengar nada kesal saat pertanyaan itu terlontar dari mulut gabriel
“makanya bantuin gue nyari,jangan tiba-tiba ngomel kayak gini! Kayak emak-emak ya lo!”kata shilla sinis.
Gabriel segera pergi dari hadapan gadis itu dengan perasaan marah yang tertahan. Tidak lama kemudian gabriel kembali menghampiri shilla dengan membawa beberapa buku di tangannya.
“ini buku pada bagus-bagus.lo pilih salah satu.tapi kalau lo kebanyakan duit, beli aja semuanya.supaya lain kali lo gak ngerepotin gue lagi buat minta di temanin ke toko buku” gabriel menyerahkan semua buku-buku itu pada shilla dengan paksa.
“eh dengar ya.gue sama sekali gak pernah mau ditemanin atau minta temanin sama lo ke toko buku.gue terpaksa, T.E.R.P.A.K.S.A!!! paham?!” ucapnya emosi
“kalau masalah duit,lo gak usah khawatir.karna duit gue cukup buat beli semua buku-buku ini,malah lebih.tapi sayang,gue lagi gak butuh buku-buku pelajaran kayak gini.jadi waketos yang sok TAU......balikin gih ni buku-buku ke tempatnya” shilla mengembalikan buku-buku tersebut pada gabriel,lalu pergi dari hadapan cowok itu.
Gabriel mulai frustasi menghadapi sifat shilla yang kekanak-kanakan.sudah berkali-kali dia menyodorkan buku-buku yang ada di toko tersebut pada gadis itu,namun berkali-kali pula buku yang ia tawarkan ditolak dengan berbagai alsan yang tidak masuk akal.buku itu covernya tak menariklah,terlalu tebal lah,terlalu tipis lah,pengarangnya tak terkenal lah,inilah-itulah.dan alasan penolakan terakhir yang gadis itu katakan,benar-benar membuat iel ingin menjatuhkan gadis itu dari lantai teratas mall tersebut.bagaimana tidak,berkali-kali buku yang ia tawarkan ditolak,dan pada saat buku terakhir yang ia tawarkan, gadis itu berkata kalau ia suka buku tersebut dan ingin membelinya,namun sedetik kemudian ia bilang tidak suka dan batal membeli buku itu Cuma karna sampul plastik pada buku tersebut sedikit sobek.dan ia menganggap buku tersebut merupakan buku bekas, ia tidak mau membuang-buang uangnya hanya untuk membeli buku bekas.saat iel mengambil buku yang sama dengan kondisi yang benar-benar baik,tak ada lecet baik pada buku itu ataupun plastik yang membungkus buku itu,shilla kembali menolaknya karna ia sudah tidak tertarik lagi pada buku tersebut.
Kesal,marah namun pasrah.perasaan-perasaan itulah yang kini memenuhi hatinya.dengan asal-asalan ia mengambil sebuah buku dan langsung menyerahkannya pada gadis yang telah membuat kacau suasana hatinya hari ini.
“ini buku terakhir yang gue tawarin ke elo! Dan gue gak mau tau,lo harus beli buku ini dan secepatnya kita pergi dari sini” iel meletakkan dengan paksa buku itu di telapak tangan shilla,lalu ia berjalan ke arah pintu keluar
Mata shilla langsung terbelalak saat membaca judul buku yang diberikan gabriel barusan.”lo stress ya!!! Buat apa gue beli buku panduan senam hamil! Lo kira gue hamil apa?!!!!”teriakan gadis itu mencengangkan seisi toko tersebut.gabriel yang awalnya berjalan santai menuju pintu keluar,langsung diam ditempat begitu mendengar teriakan gadis bernama shilla tersebut.gabriel langsung pucat begitu melihat orang-orang yang ada di toko buku tersebut kini menatap tajam ke arahnya.dengan perasaan malu yang tak dapat disembunyikan lagi,iel pun menghampiri gadis tersebut
“eh, kalau ngomong bisa gak suara lo di pelanin dikittt aja! gak mesti teriak kayak gitu kan.lo pikir ini hutan apa!” kata gabriel dengan suara pelan
“orang-orangkan jadi ngira gue yang enggak-enggak! Pakai bilang-bilang hamil lagi”
“lo pikir lo aja yang malu,gue juga malu tauk.lagian lo yang salah,ngapain lo ngasih buku ini ke gue dan maksa gue buat beli!” kata shilla dengan suara yang tak kalah pelan dari gabriel.orang-orang yang ada di toko tersebut mulai berbisik-bisik sambil melirik tajam ke arah mereka.
“gue kan gak tau kalau buku yang gue ambil itu buku senam hamil” kata iel dengan suara yang masih pelan
“makanya kalau mau nawarin liat-liat dulu.lo punya mata kan? Dan lo bisa baca kan?”
“siapa suruh lo jadi cewek nyebelin banget.dari sekian banyak buku yang gue kasih,lo selalu nolak.jangan salahin gue dong kalau gini jadinya.lagian kalau lo gak teriak kayak tadi,orang-orang disini pasti gak natap kita kayak gini sekarang” dari sudut ekor matanya,iel terus melihat tatapan-tatapan mencemo’oh dari orang-orang tersebut
“ tadi gue refleks tau” shilla masih terus membela diri
“jadi sekarang gimana nih? Gue malu dan risih diliatin kayak gitu” keluh shilla
Dengan sigap,Iel menarik tangan shilla dan segera berlari ke pintu keluar.shilla yang tangannya ditarik oleh gabriel,hanya bisa pasrah ikut berlari bersama cowok itu dan melemparkan begitu saja buku terkutuk yang sudah membuatnya mendapatkan penilaian-penilaian negative dari setiap orang yang ada di toko buku itu.akhirnya mereka berdua berhasil lolos dari situasi yang sangat memalukan tersebut
“aaaa....semuanya gara-gara lo! karna kebodohan lo gue jadi nanggung malu dari kesalahan yang gak pernah gue perbuat dan gak pernah ada! Minta ma’af lo sama gue sekarang!” shilla menumpahkan semua kekesalannya pada gabriel
“apa lo bilang,gue mesti minta maaf ?! Gak salah ngomong lo.heh, gue juga nanggung malu ya karna kebodohan lo.kita berdua sama-sama salah disini.jadi kalau urusan minta ma’af ya harus sama-sama juga lah!”
“gue gak mau minta maaf sama lo!”
“kalau gitu gue juga gak mau minta maaf sama lo” ucap iel pada gadis itu.shilla mengerucutkan bibirnya dengan kesal saat mendengar ucapan iel barusan.
“gue laper,kita makan dulu disini” gabriel menunjuk sebuah cafe yang ada di hadapan mereka saat ini.seketika tubuh shilla membeku begitu melihat cafe yang ditunjuk oleh gabriel
“ayok masuk” ajak iel pada shilla
“gue gak mau makan disini.kita cari tempat lain aja” kata shilla dingin
“yang pegang komando tuh gue.jadi gue gak perlu dapet izin dari lo”ucapnya,santai tapi tandas.gabriel menarik tangan shilla masuk kedalam cafe tersebut
Sejak awal masuk ke cafe tersebut,shilla terus diam.hal ini pun menjadi tanda tanya tersendiri bagi gabriel.
“lo kenapa sih? Gue suruh pesan makanan/minuman yang lo suka,lo diam aja.gue pesenin lo air putih doang,lo juga diam.tumben gak protes” tanya gabriel bingung dengan kebungkaman shilla yang tiba-tiba.
“lo gak laper apa? Makanan gue aja udah hampir habis nih.yakin lo gak mau mesen sesuatu? gue yang traktir deh” tak ada jawaban dari shilla.ia masih tetap diam dengan kepala tertunduk.
“heh cewek jelek.gue lagi ngomong sama lo sekarang.liat gue dong,jangan yang lo liat lantai.kangen lo sama profesi lama lo sebagai OB?” gabriel mencoba memancing cewek itu untuk bicara,ya meski diakuinya kalau caranya ini agak-agak ekstrim.
“tumben gue ledekin dia diam aja.biasanya kan langsung maki-maki gue” batin iel
Saat seseorang menyanyi di cafe tersebut,spontan shilla mengangkat kepalanya yang sedari tadi tertunduk.dengan tatapan sayu,ia melihat orang yang menyanyi di cafe tersebut.iel mengarahkan pandangannya pada orang yang tengah ditatap shilla saat ini.iel mengkerutkan keningnya,ia tak mengerti dengan gadis bernama shilla tersebut.apa menariknya melihat laki-laki yang cukup tua menyanyi di cafe tersebut.menurutnya hal ini sudah biasa.kebanyakan setiap cafe yang ada dijakarta selalu memiliki penyanyi yang bertugas untuk menghibur setiap pelanggan yang datang ke cafe mereka.gabriel kembali menatap shilla dan ia kaget saat mendapati gadis itu sedang menangis.
Shilla berdiri dari tempat duduknya,lalu pergi meninggalkan gabriel begitu saja.dengan terburu-buru,iel segera mengeluarkan dompetnya dan meletakkan selembar uang seratus ribu di meja,kemudian ia segera pergi menyusul shilla.gabriel kehilangan jejak gadis itu.sekarang ia masih berkeliling mencari sosok gadis itu di mall tersebut.saat melewati arena permainan,gabriel melihat shilla disana.gadis itu sedang bermain pada salah satu mesin permainan yang ada disana.,iapun segera menghampiri gadis itu.
Tak tahan lagi dengan bayang-bayang masa lalu yang kembali menghantuinya,shillapun segera pergi dari cafe tersebut.meninggalkan gabriel yang tengah menatap heran akan sikapnya.kemana ia harus pergi? Entahlah, kedua kakinya menuntunnya kesebuah arena permainan yang ada di mall tersebut.ia segera menukarkan lembaran uang kertasnya untuk mendapatkan beberapa koin agar ia bisa memainkan mesin-mesin permainan yang ada disana.ia letakkan begitu saja tas selempangnya tidak jauh dari tempatnya berdiri.kini gadis itu berada pada sebuah permainan bola basket.saat beberapa koin ia masukkan ke dalam mesin tersebut,maka bola-bola basket pada permainan itu keluar.shilla melempar dengan kesal bola-bola tersebut pada ring yang tersedia pada mesin permainan itu.tak satupun lemparan-lemparan yang ia arahkan ke ring,masuk dengan sempurna
“ayo dong masuk! masa gak ada yang masuk sih! Nyebelin banget ni permainan” dengusnya kesal.ia kembali mencoba melempar bola-bola tersebut dengan kasarnya.orang-orang yang bermain tidak jauh dari shilla,hanya melihat permainan kasar gadis tersebut tanpa berkomentar apa-apa
“lo kenapa sih shill.Cuma masukin bola doang gak bisa.begok banget sih” umpat gadis itu pada dirinya sendiri.
“come on shill! Lo gak boleh lemah kayak gini” cepat-cepat gadis itu mengusap kedua matanya yang mulai berair
Shilla tak menyadari sosok gabriel yang kini berada dibelakangnya.gabriel mengangkat kedua alisnya saat ia meliahat sesuatu yang tercecer tidak begitu jauh dari tas sekolah milik shilla.sesuatu yang pernah membuat gadis itu benar-benar marah padanya.gabrielpun memungut benda tersebut lalu ia masukkan kedalam saku bajunnya.
Melihat kondisi gadis itu yang semakin kacau,gabrielpun berinisiatif untuk melakukan sesuatu.ia kemudian meraih tas milik shilla, ia sandang tas itu di bahu kirinya lalu menghampiri gadis tersebut. “ikut gue sekarang!” gabriel meraih pergelangan tangan kanan gadis itu,lalu menariknya pergi dari arena permainan.shilla hanya bisa pasrah saat tangannya ditarik dengan paksa oleh pemuda itu.
Matahari telah hilang dari peradaban,kini sosok itu siap digantikan oleh bulan dan ribuan bintang yang biasanya selalu menjadi latar langit di malam hari.lampu-lampu taman sudah mulai menyala,dan hanya segelintir orang saja yang masih betah untuk berada di taman tersebut.
Gabriel dan shilla terus diam sejak awal kedatangan mereka di taman itu.meskipun mereka duduk dibangku yang sama,tapi suasana dingin dan mencekam antara keduanya tak kunjung mencair.
“lo kenapa? Apa omongan gue di cafe tadi udah nyakitin perasaan lo? kalau ya,gue minta maaf” ucap gabriel sungguh-sungguh.
Saat mendengar perkataan iel,entah mengapa hatinya kembali sakit.bayangan-bayangan masa lalu yang telah menorehkan luka dihatinya,kembali mencuat.tembok pertahan diri yang sudah susah payah ia bangun,terasa akan hancur saat mendengar ucapan gabriel barusan.shilla kembali terpuruk dalam bayang-bayang masa lalu yang menyakitkan itu.shilla mengalihkan pandangannya,berusaha menyembunyikan air matanya yang siyap mengalir di pipinya.ia tak ingin cowok disampingnya itu melihat kelemahannya,kehancurannya.
Gabriel hanya terpaku melihat butiran-butiran bening yang mulai menggenangi mata gadis itu.sebenarnya gadis itu kenapa? Apakah dirinya melakukan kesalahan lagi? Seberapa fatal kesalahan yang ia perbuat sehingga bisa membuat gadis itu menangis.untuk kedua kalinya gabriel melihat air mata gadis itu,melihat sisi lain dari gadis bernama shilla tersebut.kini gabriel sadar, diri shilla yang selama ini ia kenal,bukanlah dirinya yang asli, itu semua hanya topeng...hanya sebuah kepalsuan.dirinya yang sebenarnya adalah yang ada dihadapan iel saat ini.ashilla zahrantiara,seorang gadis rapuh dengan penuh luka dihatinya.pribadi yang benar-benar berbeda dari apa yang ia perlihatkan selama ini.
Gabriel merengkuh shilla dalam pelukannya.namun gadis itu menolakknya. “lepasin gue!!! Lepasin gue!!! Lepasin gueeeee!!!!” shilla menjerit histeris.namun gabriel mengabaikan teriakan itu.
Dengan mengerahkan seluruh tenaga,shilla berusaha keras mengenyahkan lengan gabriel.namun kedua lengan itu tidak bisa disingkirkan dan mengurung shilla tanpa jalan keluar.
Kehabisan tenaga,shilla berhenti meronta.kini dia meringkuk diam dalam tangisnya.ia mencoba meredam tangisnya dengan satu tangan.
“menangislah,menangislah sampai lo puas.kalau lo udah capek nangis,maka pelukan ini akan lepas dengan sendirinya” kata-kata gabriel benar-benar membuat tangisan gadis itu pecah.ia menangis dalam pelukan cowok itu,menumpahkas segala rasa sakit yang ia rasakan dalam pelukan yang terasa hangat itu
Setelah iel merasa gadis itu sudah tenang,iapun melepaskan pelukannya.
“udah lega?” tanya iel.shilla menggelengkan kepalanya.
“belum?! Yaudah deh,sini gue peluk lagi”gabriel siap-siap untuk memeluk shilla kembali.namun gadis itu langsung menepis kedua lengan itu
“ngakk!!!”
“gue becanda doang kok,gak serius”
Shilla kembali diam,iel sudah kehabisan cara bagaimana caranya ngebuat gadis itu bisa melupakan kesedihannya.
“shill,gue mungkin emang gak tahu apa yang udah terjadi sama lo sampai-sampai lo kayak gini, tapi menurut gue lebih baik lo keluarkan semua yang lo rasakan dari pada menyimpannya terus di dalam hati” kata gabriel dengan sangat hati-hati.ia tidak ingin membuat suasana hati gadis itu kembali memburuk.Shilla mulai melihat ke arah gabriel dan mendengarkannya dengan air mata yang masih mengalir
“lo harus bicarakan masalah lo dengan seseorang” saran gabriel
“gue gak mau”
“gini ajadeh.lo keluarkan aja semua masalah lo,dan kalau lo gak mau gue tahu,baiklah.gue akan tutup kuping gue dengan ini” gabriel mengeluarkan headset miliknya dari saku celananya.shilla mengangkat kedua alisnya saat gabriel menunjukkan headset itu padanya.
“lo gak usah khawatir.gue gak akan dengar semua cerita lo,karna saat lo asik bercerita,gue juga akan asik dengan lagu-lagu di hp gue” kata gabriel tersenyum
“are you sure?” tanya shilla ragu
“yeah” jawab gabriel mantab,shilla tersenyum mendengar jawaban iel tersebut
Saat gabriel sudah memasang headset itu dikedua telinganya,shillapun mulai bercerita
“dulu gue pernah merasakan apa itu mencintai dan dicintai oleh seseorang,tapi itu dulu” ucapnya sedih
“gue benar-benar bahagia saat itu.gue berfikir hidup gue akan selalu bahagia karna gue memiliki laki-laki yang benar-benar tulus mencintai gue.tapi perasaan cinta gue untuk dia kemudian berubah menjadi mimpi buruk dan itu semua merupakan kesalahan terbesar dalam hidup gue.gue nungguin dia berjam-jam di sebuah cafe tempat dia pernah nembak gue karna sebelummnya kita udah janjian untuk merayakan 1 tahun jadian gue dan dia disana.gue terus nunggu dia sampai cafe itu tutup,tapi apa yang gue lakuin itu sia-sia,dia gak datang hari itu.saat itu gue benar-benar kecewa,marah, tapi gue coba untuk maafin dia karna gue benar-benar sayang sama dia.gue terus nunggu kabar dari dia,berkali-kali gue coba untuk ngehubungin dia,tapi hp nya selalu gak aktif.sampai saatnya gue sadar betapa bodohnya diri gue.udah 1 tahun gue pacaran sama dia,tapi gue gak tau apa-apa tentang dia,dimana rumahnya? Siapa orang tuanya? Siapa aja teman-temannya? Apakah dia anak tunggal atau bukan? Gue gak pernah tau semua itu.gue Cuma tau kalau dia sekolah di smp putra bangsa.gue rutuki semua kebodohan gue.torehan pertama rasa cinta itu begitu menyakitkan.mungkin karna gue udah membutakan seluruh hati gue.mungkin juga gue udah melepas semua pertahanan diri dan membayangkan hal-hal indah saat gue bersamanya,dan saat dia menghilang dari kehidupan gue, sebagian dari diri gue ikut menghilang bersamanya.gue ingin melupakan semua yang berhubungan dengan dia,tapi gue gagal.hati gue menolak untuk menghapus semua rasa cinta gue untuknya.cafe dimana lo maksa gue buat nemanin lo makan,itu adalah tempat awal gue menemui kebahagian bersamanya sekaligus menjadi tempat kehancuran cinta gue.lagu yang dinyanyikan oleh pegawai cafe tersebut,itu merupakan lagu yang sama saat dia nembak gue,lagu cinta pertama yang dia nyanyiin buat gue.simcard gue yang pernah lo buang,itu juga adalah pemberian terakhir dari dia.dari semua barang-barang pemberian dia,hanya benda kecil itu yang gak bisa gue musnahin dari hidup gue.benda itu selalu memberi gue harapan.
“oooo...jadi kartu ini dari cowok lo.pantesan lo marah banget waktu gue ngebuang kartu ini.ternyata benda ini pemberian dia yang terakhir ya?” tanya gabriel dengan tampang tak bersalah sambil mengeluarkan simcard yang ada di saku bajunya,benda kecil itu berada dalam plastik putih berukuran kecil
“tapi kenapa sekarang kartu ini terbelah menjadi 2?” shilla kaget saat iel melontarkan pertanyaan itu.ia langsung merebut headset yang terpasang di kedua telinga gabriel. Salah satu headset itu kemudian ia pasangkan di telinganya sendiri
“apa-apaan ini.gue gak dengar apa-apa!” tanya shilla ketus
Gabriel hanya terkekeh mendengar pertanyaan shilla sambil mengaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tak terasa gatal. “hehehehe....hp gue mati” katanya sambil menunjukkan hp nya yang sudah mati
“berarti lo ngedengerin semua cerita gue tadi?!” ia kembali bertanya sambil menahan rasa malu bercampur marah.iel hanya mengangguk pelan, merasa tak enak hati karna telah membohongi gadis itu
“lo gimana sih,gak konsisten banget sama ucapan lo! lo kan udah bilang kalau lo gak bakalan bisa dengar cerita gue,tapi sekarang lo udah tau semuanya.nyebalin banget sih lo!” shilla melemparkan tinjunya sekuat tenaga ke lengan gabriel
“aww!!! Gue kan gak tau kalau hp gue bakalan mati saat lo mulai cerita tadi,sorry deh”
“sampai lo berlutut minta maaf dikaki gue,gue juga gak bisa maksa lo buat lupain apa yang udah lo dengar tadi”
“gue gak akan ngelakuin hal itu kok.terus apa yang terjadi sama kartu ini sampai terbelah dua kayak gini?” iel bertanya dengan hati-hati.
Shilla menarik nafas panjang lalu menghembuskannya saat mendengar pertanyaan iel tentang simcard yang telah rusak itu. “kenangan menyakitkan itu gak sepenuhnya bisa gue lupain.dan saat gue teringat kembali akan masa lalu itu,gue emosi,marah,sedih.tanpa pikir panjang gue hancurin semua barang-barang yang pernah dia kasih ke gue.karna yang tersisa Cuma simcard itu, gue langsung kalap,lalu gue jadiin simcard itu pelampiasan kemarahan gue.setelah emosi gue reda,gue jadi nyesal.sekarang satu-satunya kenangan dari dia udah rusak” shilla menatap sedih simcard yang iel tunjukkan kepadanya.
“yang dilakukan telah dilakukan,tidak perlu berbicara tentang masa lalu.lo hanya perlu bergerak maju melihat kedepan dan jangan terperangkap dalam kesedihan masa lalu.terimalah kenyataan,cinta lo yang dulu telah pergi.lo gak mungkin terus hidup dengan dihantui bayangan-bayangan masa lalu,karna itu akan sangat merepotkan”
Shilla tertawa kecil melihat keseriusan wajah gabriel dalam mengucapkan kata-kata itu.diambilnya simcard yang ada di tangan gabriel,lalu dibuangnya ke tempat sampah yang tak jauh dari tempat ia duduk.
“thanks for all.sorry, i don’t believe you before” kata shilla dengan malu
“It’s ok”
“you haven’t tell your story” kata shilla menepuk lengan gabriel
“what story?” tanya gabriel bingung
“your love story” kata shilla sambil menggambar sebuah hati di udara
“no.I will not tell you” tolak gabriel dengan tersipu
“lo curang.tadikan lo udah dengar cerita cinta gue,sekarang giliran lo dong.kalau lo gak mau cerita,jangan salahkan gue kalau gue teriak disini. semua orang yang ada disini bakalan ngira kalau lo ngapa-ngapain gue” kata shilla tersenyum jail
“ok” kata gabriel cepat.shilla tersenyum puas mendengar jawaban iel
“I’m listening” kata shilla semangat
“gue gak pernah pacaran.puas lo!” kata iel dengan muka yang memerah menahan malu
“what!!! Gak mungkin.lo pasti bohongin gue” kata shilla tak percaya
“terserah lo mau percaya atau ngak.yang penting gue udah bicara jujur sama lo”
“lo serius?” tanya shilla memastikan.tak ada jawaban dari iel.
“hahahahaha....kok bisa sih,kenapa? lo gak laku-laku ya? Atau lo emang gak normal? Pantesan gue merasa ada yang salah dari diri lo.ternyata waketos yang satu ini masih polos toh ceritanya? Hahahaha.....”shilla terus tertawa sambil meledek iel, dan itu sukses membuat muka iel memerah kayak kepiting rebus karna malu
“sialan!” desisnya
“gue bukannya gak laku atau gak normal ya.gue cowok tulen 100%.memang gue belum nemu cewek yang pas aja di hati gue.lagian bukan gue aja yang belum pernah pacaran.rio alvin juga sama kayak gue” gabriel keceplosan.tanpa disengaja ia juga membuka aib sobat-sobatnya itu
“apa lo bilang? Kak rio sama kak alvin juga belum pernah pacaran?!” tanya shilla kaget Hahahahahahaha.........ternyata kalian parah banget ya, hahahahaha.......” shilla memegangi perutnya yang sakit karna tawanya yang berlebihan
“mampus gue.bisa dibunuh gue kalau mereka sampai tau hal ini! Kiamat! Kiamat! Kiamattttt!!!!” gerutu iel dalam hati
“eh ngomong-ngomong kalian bertiga kok beda sih sama kak cakka.secara kalau kak cakka kan urusan cewek dia rajanya.nah kaliannnn.....gak pernah punya pengalaman sedikitpun tentang cewek”
“cewek itu ribet,gue,alvin ataupun rio gak mau mereka repotin kalau nanti kita-kita udah pacaran sama mereka.awal-awalnya aja mereka bersikap manis,tapi kalau mereka udah merasa miliki gue,mereka berubah jadi sangar,kalau gak dituruti kemauannya,mereka bakalan marah,terus ujung-ujungnya ngambekan,kekanak-kanakan banget” Jelas iel panjang lebar.shilla menatap bingung mendengar penjelasan gabriel
“gue tau itu,karna liat pengalamannya cakka.” Jawab iel seakan tau apa arti tatapan bingung gadis itu
“lagian cakka gak pernah kok nembak cewek-cewek itu.mereka yang selalu mengubar-ngubar cinta mereka ke cakka”
“tapi diakan gak pernah nolak saat cewek-cewek itu minta dia untuk jadi pacar mereka kan? Kalau gitu kan dia sama aja kayak cowok-cowok idung belang lainnya
“gue akui sikap yang diambil cakka itu memang salah,tapi dia juga gak punya alasan untuk menolak rasa sayang yang dimiliki cewek-cewek itu untuknya.dan akhirnya,cewek-cewek itu yang mundur dengan sendirinya dari sisi cakka dan memutuskan berhenti menyayanginya.karna mereka sadar,cakka sama sekali gak perna cinta sama mereka.jadi walaupun tu anak ceweknya ada dimana-mana,tapi dia sama aja kayak gue,alvin ataupun rio.dia gak pernah benar-benar suka ataupun mencintai seorang cewek”
“jadi kak cakka itu sama sekali bukan penjahat wanita?”
“penjahat wanita? Itu julukan lo buat dia? Sadis banget lo ngasih nama buat sobat gue”
“eh bukan gue,tapi agni”
“agni? Ada-ada aja tu cewek.banyak banget julukan yang dia kasih buat cakka” ucap gabriel tersenyum
“udah malam nih,ayok gue antar lo pulang”
“siap anak kecil” ledek shilla
“siapa yang anak kecil?” tanya iel polos
“elo lah.lo itu si yayang nya mami yang masih polos.masa udah kelas dua sma, pacaran aja belum pernah.hahahaha.......” iel hanya berdecak kesal saat shilla meledeknya dengan panggilan masa kecilnya itu
Langganan:
Postingan (Atom)