Rabu, 24 Agustus 2011

you're my favorite song part 1

#Author POV#


Los angeles, kota dengan wilayah yang kecil namun dengan kepadatan penduduk yang sangat banyak.dan hari ini, kota tempat tinggal para bintang-bintang hollywood itu kembali kedatangan sebuah keluarga kecil yang beranggotakan 3 orang.


“mom,bolehkah aku pergi? aku hanya ingin jalan-jalan untuk melihat kota tempat berkumpulnya para malaikat” ujar seorang gadis kepada ibunya yang sedang mengangkat barang-barang pindahan rumah mereka


“apakah kau yakin sayang?” terlihat raut kecemasan di wajah wanita paruh baya tersebut.

gadis itu hanya mengangguk mantap ke pada ibunya.walaupun tak begitu yakin,akhirnya sang ibu memberikan izin kepada putri kesayangannya itu.

“berhati-hatilah.bila terjadi sesuatu,kau langsung hubungi ibu atau ayah.kau paham?” gadis itu kembali menganggukkan kepalanya dan tersenyum lepas pada sang ibu.melihat senyuman itu,setidaknya perasaan cemas wanita paruh baya tersebut sedikit berkurang.ia yakin kalau putrinya itu akan bisa menjaga diri dengan baik.



#Demi POV#


Perkenalkan, nama ku Demetria Devonne Lovato.tapi aku lebih akrab dipanggil demi.usiaku kini 18 tahun, dan aku merupakan anak satu-satunya di keluargaku.aku baru pindah ke kota ini, itupun karna ayahku dipindah tugaskan.aku sangat mencintai musik.bagi ku,sebagian hidup yang aku jalani ini adalah untuk musik.karna itu aku berusaha mati-matian untuk mendapatkan beasiswa di university musik terbaik di kota ini.akhirnya aku berhasil mendapatkan beasiswa itu dan namaku telah resmi tercatat sebagai mahasiswi di university melody internasional.keluargaku memang tidak kaya,mereka takkan mampu membiyayai uang kuliahku di university elit itu.sebenarnya aku sudah lama mengincar university tersebut sebagai tempatku untuk melanjutkan study setelah aku lulus dari high school.saat aku diberitahu oleh ibu bahwa kami sekeluarga akan pindah ke los angeles karna ayah dipindah tugaskan,aku sangat bahagia.oh ya...aku lupa satu hal yang sangat penting.selain musik,aku juga mencintai jonas brothers.mereka adalah inspirasi sekaligus penyemangat dalam dunia musik ku.



#Author POV#



Demi terus menelusuri langkahnya,kemanakah ia akan pergi? Entahlah.dia belum mengenal pasti setiap sudut dari kota itu.yang bisa ia lakukan sekarang,hanya mengikuti kemana kedua kakinya itu melangkah.setiap langkahnya selalu disertai pandangan dan decak kagum akan keindahan kota tersebut.gedung-gedung pencakar langit yang mengagumkan,kendaraan-kendaraan mewah yang memadati jalan raya,dan hal-hal menakjubkan lainnya.sebelumnya demi sudah tau betapa indah dan mengagumkannya kota itu dari setiap acara tv yang ia lihat dengan memakai latar tempat syuting di kota itu.tapi ia tak pernah membayangkan kalau kota ini benar-benar bisa menghipnotis dirinya sampai seperti ini saat ia melihat secara langsung keindahan dan kemegahan yang ditunjukkan kota itu pada dirinya.


Setelah rasa penatnya ia lepaskan dengan beberapa menit beristirahat di sebuah bangku taman,demi memutuskan untuk kembali pulang ke rumah barunya.namun niatnya itu sedikit mendapatkan masalah.ia menyadari kalau anting sebelah kanannya hilang.demi terus mencari anting itu di sekitar taman.ini bukan masalah seberapa mahal harga anting tersebut,tapi melainkan ia tak ingin membuat ibunya sedih.wajah gembira sang ibu saat membelikan anting itu padanya dulu terus berputar-putar di fikirannya.kalau ia memutuskan untuk pulang dan bilang kepada ibunya kalau anting kanannya telah hilang,ibunya pasti takkan memarahinya.tapi masalahnya kini,ia benar-benar tak punya keberanian untuk berbicara seperti itu.demi sangat menyayangi ibunya, ia tak mau ibunya sedih karna keteledoran yang ia perbuat


Awan-awan hitam mulai terlihat di langit disertai angin yang mulai berhembus kencang.sepertinya sebentar lagi hujan akan turun.tapi sampai saat ini,demi belum juga berhasil menemukan anting sebelah kanannya itu


“kenapa kesialan ini tiba-tiba saja datang kepada ku sih!” wajahnya mulai terlihat kesal.namun ia tak juga menyerah untuk dapat menemukan anting itu kembali


Benar saja,hujan segera turun.kini kota itu benar-benar telah menjadi tempat untuk menampung air-air bening yang berjatuhan dari langit kota los angeles.

semakin lama,hujan yang turun semakin lebat saja.tapi gadis bernama demi itu masih berdiri di taman,mencari anting yang hilang itu tanpa adanya suatu alat untuk melindungi tubuhnya dari guyuran air hujan.


Tiba-tiba saja,seseorang melindungi tubuh demi dengan payung hitam miliknya.

“kenapa kau berdiri disini? Apakah kau tidak tahu kalau saat ini hujan?” tanya orang asing itu pada demi yang masih saja menunduk kebawah untuk mencari antingnya


“aku tahu sekarang hujan.tapi aku harus mencari sesuatu,benda itu sangat penting bagiku” jawabnya tanpa sedikitpun berniat untuk melihat wajah orang asing yang telah memayunginya.

“kau pergi saja,aku tak apa-apa.kau tidak ada kewajiban untuk memayungi ku bukan....?” orang asing itu tersenyum tipis mendengar pertanyaan demi


“kau ini memang gadis yang aneh.bagaimana bisa kau bertanya padaku tanpa melihat ke arahku”


“sorry,saat ini aku benar-benar sibuk.kalau kau memang berniat mengganggu ku,bisakah kau datang lain hari saat aku tidak sibuk”


“kau ini memang benar-benar gadis paling aneh yang pernah aku temui.bolehkah aku tau apa yang sedang kau cari?”


“anting sebelah kanan ku hilang.aku harus menemukannya,karna itu pemberian dari ibuku”


Sejenak orang asing itu hanya diam,menatap heran pada gadis itu.lalu.....tak lama ia tertawa tanpa sebab yang jelas

“hahahahahahaha.............”


Mendengar tawa orang asing yang sejak tadi terus memayunginya,demi pun mulai sedikit emosi.diapun mengangkat kepalanya,melihat wajah orang asing yang kini sedang menertawakan dirinya “Kenapa kau malah terta.........wa......” seketika suarnya hilang,ia benar-benar kaget.tak pernah ia bayangkan kalau joseph adam jonas kini tengah berdiri di hadapannya dan tertawa


“kau ini benar-benar konyol.coba lihat bajumu,anting mu yang hilang tergantung disana sejak tadi.tak ada gunanya kau terus-terusan memandang ke bawah.kau tampak seperti orang gila dengan pandangan menatap tanah di tengah hujan lebat seperti ini” joe langsung mengambil anting yang tersangkut di baju demi tersebut,lalu memasangkannya kembali di telinga sebelah kanan gadis itu.


Demi,gadis itu masih kaget dengan kenyataan yang ia dapatkan hari ini.ia segera meralat anggapannya tentang kesialan yang datang hari ini.ini semua bukan kesialan,tapi melainkan kenyataan yang paling indah yang pernah ia dapatkan.bahkan untuk bermimpi mengalami kejadian ini saja,tak pernah terjadi.joe yang memayunginya di tengah-tengah hujan deras,joe yang tertawa di hadapannya.dan yang terakhir,joe yang memasangkan anting kanan yang sempat hilang di telinganya.kalau ia bisa berteriak,ia akan berteriak sekeras mungkin.karna itu adalah caranya untuk mengungkapkan seberapa bahagianya ia saat ini.tapi sayang, suaranya tiba-tiba saja menghilang entah kemana.demi hanya menatap sosok idolanya itu dengan tingkat kesadaran yang tak sepenuhnya


“kyaaaaaaaa..............itu joeeeeeee.........”

“joeeee.......i love youuuuuu............”

“joeeeeeee..............................”


Suara-suara teriakan-teriakan yang berasal dari beberapa gadis yang berada tak jauh dari posisi joe dan demi berdiri,segera merusak momen-momen romantis diantara mereka.


“sorry......sepertinya aku tak bisa berlama-lama memayungi mu disini.cepat pulang,berlama-lama diluar dengan cuaca sedingin ini,bisa membuatmu sakit” joe segera pergi meninggalkan demi yang masih diam membisu.payung hitam miliknya,ia berikan pada gadis itu,lalu ia segera berlari meninggalkan demi serta para jonaticas yang mengejar dirinya.


Sementara demi....,ia masih sulit percaya dengan apa yang baru saja ia alami.dengan perlahan,disentuhnya telinga sebelah kanannya,memegang anting yang di pasangkan oleh joe tadi.lalu ia tersenyum sambil menundukkan kepalanya,berusaha menyembunyikan wajahnya yang kini mulai memerah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar