Saat mama defy (deva ify) tiba dirumah, beliau begitu kaget karna melihat kondisi dapur yang berantakan. Beberapa detik kemudian deva pulang dan mama ginapun langsung meminta penjelasan kepada anak bungsunya tersebut tentang apa yang terjadi slama peninggalannya. Devapun menceritakan kepada mamanya tentang kejadian yang dilihatnya tadi siang.
“ify!!!!!!!!!!!!!!!”teriak mama. Mendengar mamanya dipanggil, ifypun langsung turun untuk menemui mamanya.
“bisa kamu jelaskan apa yang terjadi sampai-sampai dapur kamu buat berantakan kayak gini ify?”
“heh belo, loe ngomong apa sih sama mama?” kata ify dengan mata melotot ke arah deva
“apaan sih loe, gue Cuma bilang sama mama kalau kak rio tadi siang pingsan dirumah kita” kata deva membela diri
“bohong!!!! Pasti loe ngomong macem-macem kan sampai-sampai mama marah gini sama gue” kini ify melototkan matanya besar-besar kearah deva
“sudah-sudah! Ify kalau mama nanya dijawab, bukannya kamu malah cari ribut sama adik kamu. Sekarang mama tanya, apa benar yang dibilang adik kamu barusan, kalau tadi siang nak rio pingsan dirumah kita?”
“I…….iii…..iya ma” jawab ify gugup
“kok bisa ify???? Kamu apakan nak rio sampai bisa pingsan?”
“gak ify apa-apakan kok ma, habis madami api dia langsung pingsan, ify jugah gak tau kenapa dia bisa pingsan”
“api? Apa maksud kamu?”
“jadi gini ceritanya ma…….”ifypun menceritakan kejadian tadi siang dari A-Z kepada mamamya
“jadi gitu ceritanya ma”
Yaampun ify…..kamu tu ceroboh banget sih, ngiris bawang aja kamu gak bisa, sok-sok pakai acara masak mie segala lagi. Liat akibat dari semua perbuatan kamu!”
“ya maap ma…..ify gak tau kalau bakalan gini jadinya”
“terus kamu udah ucapin terimakasih sama nak rio?”
“u…udah kok ma….ify udah ucapin”jawab ify gugup
“bohongtu ma, liat aja tuh, jawabnya gugup gitu” kata deva yang memotong kata-kata ify barusan.mamapun melotot ke arah ify
“beneran kok ma, ify udah minta maaf sama rio, eh kak rio maksudnya”
“terus?” tanya mama curiga
“ya……..walaupun akhirnya ify ngusir dia setelah dia siuman, hehehehehe…….”jawab ify sambil nyengir
“aduh ify…….ngidam apa sih mama dulu wahtu ngedam kamu, sampai-sampai kamu jadi anak yang gak bisa berterima kasih sama orang yang udah nolong kamu”
“bukan salah mama mengandung kok ma, kak ify aja tuh yang gak bisa menjadi anak yang membanggakan kedua arang tua, gak seperti deva yang selalu membuat mama dan papa bangga” kata deva hiperbola
“heh setan bali! Loe ngomong apa sih. Bukan salah mama mengandung………. Bukan salah mama mengandung………. Bukan salah mama mengandung………., loe kira ini sinetron bukan salah bumda mengandung apa! Sekali lagi loe ngomong, gue bunuh loe!”
“ify sekarang kamu ikut sama mama, kamu harus ucapin terima kasih sekaligus kamu minta maaf sama nak rio karna kamu udah ngusir dia tadi” akhirnya mama menarik tangan ify dan bermaksud membawanya kerumah keluarga rio. Tetapi begitu sampai di depan rumah, terlihat rio,ray dan mamanya sedang berjalan kerumah ify
“yaampun jeng…,gimana ify? Dia gak kenapa-kenapakan? Tadi saya dengar dari rio kalau rumah jeng hampir kebakaran” kata mama manda khawatir
“gak apa-apa kok jeng, kata ify tadi rio sempat pingsan ya? Kamu gak apa-apakan rio?”
“rio gak apa-apa kok tan, rio baik-baik aja” jawab rio sambil tersenyum
“rio, tante banyak-banyak ngucapin terimakasih ya sama kamu, tante gak tau apa yang bakalan terjadi sama anak dan rumah tante kalau gak ada kamu”
“saya senangkok bisa membantu tante sekeluarga” jawab rio ramah
“oooh iya tante sampai lupa, ayo kita ngobrolnya didalam aja, gak enak sama orang yang lewat kalau kita ngobrol lama-lama dijalan kayak gini”akhirnya mereka semua masuk kedalam rumah ify
“ify…….”mama ginapun memberikan isyarat kepada ify melalui tatapan matanya
“huuuffftt……..rio,eh kak rio maksud gue, gue mau bilang makasih sama loe” ifypun berdiri dari tempat duduknya dan mengulurkan tangannya kearah rio
“sorry…., gue gak bisa dengar kata-kata loe tadi, bisa loe ulang” kata rio berpura-pura tidak mendengar perkataan ify barusan
“sialan ni anak! Pasti dia sengaja pura-pura gak dengar kata-kata gue barusan” batin ify
“ehemmm……ehemmmm……kak rio, gue mau bilang sama loe kalau gue mau berterima kasih banget sama loe karna tadi siang loe udah nolongin gue” kata ify sambil memaksakan sebuah senyuman di bibirnya
“oooo……,loe mau bilang makasih, ya udah, gue terima ucapan terimakasih dari loe”riopun membalas uluran tangan ify.meskipun kata-kata maaf sudah terlontar dari mulut mereka berdua, tapi bukan berarti mereka berdua sudah damai sekarang, hal itu bisa terlihat dari tatapan benci dari mereka berdua
“oh iya jeng,gimana kalau jeng sekeluarga makan malam disini aja, itung-itung sebagai ucapan terimakasih sama sama nak rio karna telah menolong ify tadi siang”
“oh boleh-boleh, kebetulan papanya rio sedang diluar kota sekarang, mari saya bantu menyiapkan makan malamnya jeng” akhirnya mama ify dan riopun pergi ke dapur,kini tinggallah ify,rio,deva dan ray di ruanga keluarga
“heh loe jangan ke ge’eranya. Gue bilang makasih sama loe karna nyokap gue yang nyuruh. Jadi loe jangan besar kepala” kata ify sinis
“idih….siapa yang ge’er” kata rio cuek. Tidak lama kemudian handphone rio berbunyi tanda ada panggilan masuk, riopun segera mengangkatnya.
“hallo……., iya, kenapa ke?” riopun berbicara panjang lebar dengan orang di telefon tersebut. Dan beberapa menit kemudian riopun menutup telephonenya
“kenapa dengan keke kak?”tanya ray
“gue bingung ray,si keke nyuruh gue buat nyariin guru piano buat dia”
“yaelah kak, Cuma disuruh cariin guru piano doang sama keke muka loe udah kayak disuruh ngebunuh orang aja.”
“tapi ni anak banyak maunya ray, yang gurunya harus ceweklah, yang gurunya harus baiklah, yang gurunya harus mudalah, yang inilah,yang itulah. Pusing gue”
“keke???? Keke bidadari gue maksud loe ray?” tanya deva
“yo’aaaaa, udah tau kenapa loe nanya sih dev”
“lho, kenapa dia minta cariin guru piano sama kak rio, emang keke siapanya kalian?”tanya deva bingung
“keke itu sepupu gue dan ray dev” jawab rio
“APAAA!!!!!!SEPUPU!!!! jadi keke itu sepupu loe ray?” teriak deva histeris
“biasa ja kali dev….., norak banget sih loe, budeg kuping gue dengar suara loe” ray pun mengusap-ngusap kupingnya karna teriakan deva tadi
“kenapa loe gak cerita sama gue gondrong!!!!!!” devapun menoyor kepala ray
“kenapa loe gak nanya belo!!!!!” raypun membalas menoyor kepala deva
“sakit ray!”
“loe kira kepala gue gak sakit apa loe toyor kayak tadi”protes ray
“gue kan refleks tadi ray, nah kalau loe emang sengaja buat noyor kepala gue”
“trus loe mau apa?mau lapor sama emak loe?lapor sana! Dasar anak mami loe”
“gak kebalik tuh. Loe tu yang anak mami. Anak mami teriak anak mami”
“eh…gilak ya loe pada. Bukannya bantuin gue buat cari jalan keluarnya, malah ribut loe berdua. Gue pusing ni, si keke ngerengek-ngerekek mulu sama gue minta dicariin guru piano yang sesuai dengan kriteria dia” keluh rio
“aha……gue punya ide. Gimana kalau yang jadi guru piano buat keke kak ify aja, kak ify kan jago banget tu main pianonya” kata deva
“APA!!!!!” kata rio ify kompak
“aduh dev……loe minta dibunuh sama mereka berdua ya?” kata ray
“hehehehehe…..loe berdua kenapa kak, kenapa natap gue kayak gitu? Serem gue liat loe berdua!” kata deva gugup
“dengar ya dev, gue gak bakalan sudi buat bantuin ni anak. Catet kata-kata gue barusan dikepala loe!” kata ify marah setelah mendengar ide gila deva barusan
“heh!!! Gue juga gak sudi buat minta bantuan sama cewek kayak loe” kata rio
“ohhh….bagus kalau gitu!”
“yahhh……kak ify……..loe jangan gitu dong,kalau loe mau bantuin kak rio, itu sama aja kalau loe udah mau bantuin gue”
“maksud loe?”
“maksud gue, kalau loe bersedia jadi guru pianonya keke, berarti peluang gue buat dapetin keke semakin besar, kan gue udah pernah ceritain tentang keke sama loe, jadi loe mau ya kak, please…………….”mohon deva
“gak mau. Itu namanya untung di loe rugi di gue, ogah gue” tolak ify
“ayolah kak…………….woi ray, bantuin gue dong, gak setia temen banget sih loe” devapun meminta bantuan kepada ray
“gue bingung mau ngomong apa dev…….., Mmmmmm……oh ya, gini aja. Kalau kak ify bersedia, kak rio bakalan kakak buat bisa main gitar, dan itu gratis….tis….tis…..kakak kepengen bisa main gitar kan?”rayu ray
“eh…..apa-apaan loe bawa-bawa nama gue” protes rio
“loe diem aja deh kak. Loe mau gue bantu cariin guru piano yang sesuai dengan kriterianya keke kan?”
“iya sih, tapi………….”
“makanya loe diem, gak liat nih gue sedang sibuk ngerayu kak ify. Gimana kak ify? Loe mau ya….ya….ya…..ya…..”
“Mmmmmmm………”ify berfikir sejenak
“kak ify, loe mau ya, kalau loe terima tawaran ini. Gue jamin loe gak bakalan rugi, kak rio itu pinter banget main gitarnya, dia pasti bisa buat loe mahir main gitar dengan cepat” kata deva dengan semangat 45
“ada benarnya juga ni kata tuyul berdua” batin ify/rio
“Mmmmmm……karna gue kasian sama loe-loe pada, gue terima tawaran loe berdua” kata ify
“loe gimana kak” tanya ray
“ya udah deh, gue setuju. Dari pada gue pusing-pusing cari guru piano buat keke” kata rio
“YES!!!!!”deva dan raypun saling bertos ria
“kita berhasil ray”
“berhasil….berhasil, bilang apa loe sama gue”
“makasih ya ray”
“Cuma itu doang?”
“lah, terus apa”
“loe harus bilang,makasih ray yang paling ganteng…………..”kata ray
“mimpi kali yeeee……….”devapun menjulurkan lidahnya
“gue bunuh loe dev…..gue bunuh loe!” raypun mencekik leher deva
“eh….eh……..eh………mau loe apain adek gue ray. Loe mau bunuh adek gue ya” tanya ify pura-pura tidak tau
“hehehehehe……..gak kok kak ify” kata ray sambil nyengir dan melepaskan tangannya dari leher deva
“mampus loe…..kena omel sama kakak gue kan loe”
“kak ify…….loe jangan marah dong…..”pinta ray
“siapa bilang gue marah sama loe, gue malah mau berterimakasih kalau loe beneran mau bunuh si belo ini.seenggaknya penderitaan gue didunia ini berkurang ray”
“kak ify mah gitu………..jahat banget sih loe sama gue” devapun memanyunkan bibirnya
“hahahahahahahahahahahaha……………….”tawa ify,rio,ray meledak karna melihat tingkah deva tersebut
“anak-anak……,ayo kita makan”teriak mama mereka dari arah meja makan
“iya ma” kata ify,rio,ray dan deva kompak.merekapun segera menuju meja makan
+++++
"aaah.....mas elang rese! masa malam-malam gini gue disuruh ke swalayan sih. mana jalan sepi kayak kuburan lagi, bikin gue parno aja" gerutu cakka sambil menendang kaleng kosong yang ada di jalan yang ia lewati. tak lama setelah ia menendang kaleng tersebut, dari arah belakang ada sebuah tangan yang memrgang bahunya.
"kan betul apa yang gue bilang, ini jalan banyak setannya" karna bahunya tiba-tiba saja dipegang oleh tangan yang tak dikenal, apalagi melihat kondisi jalan yang sepi, cakkapun mulai parno sendiri. karna cakka tak kunjung melihat kebelakang, tangan tak dikenal tersebut mulai menepuk-nepuk pundak cakka, alhasil cakka semakin ketakutan.
"aduh........jangan ganggu gue dong setan,dedemit,pocong,kuntilanak,sundelbolong dan setan-setan lainnya yang gue gak apal nama kalian satu satu jadi, mending loe cari mangsa yang lain aja deh, jangan gue,gue terlalu keren buat mati muda setan, jadi please..............singkirin tanagan loe dari gue." kini cakka dengan mata yang tertutup.
"setan,setan. loe tu yang setan!!!!!" terdengar suara dari arah belakang cakka
"lho......,kok setannya bisa ngomong sih,setau gue dan sepengalaman gue nonton film-film horornya mas elang, gak ada tuh adengan setannya ngajakin mangsanya ngomong, begitu tu setan dapat mangsa, maka dia langsung akan membunuh oarang tersebut" kata cakka dengan mata yang masih tertutup
"makanya loe buka mata loe dan loe liat, gue ini setan apa enggak. dasar playboy oon"
"waduh kurang ajar ni setan,pakai acara ngatain gue playboy oon lagi.eh tapi, kayaknya gue kenal deh ni suara" cakkapun segera melihat sosok orang yang ada dibelakangnya
"eloe!!!!!!ngapain loe di belakang gue" cakka begitu kaget setelah dia mengetahui kalau yang memegang bahunya tadi adalah agni, rival sejatinya dia
"iya ini gue, kenapa loe, kaget? gue gak nyangka kalau playboy kayak loe masih percaya sama tahayul. dasar cowok penakut"
"eh diem loe, gue bukannya takut, cuma tadi gue.....gue.....gue..." cakka mulai bingung mencari alasan yang tepat agar agni percaya kalau dia bukanlah seorang cowok penakut seperti yang dibilang oleh agni barusan
"cuma apa? gak bisa jawabkan loe. gak usah cari-cari alesen deh loe."
"arrrggghhh.....!!!! kenapa otak gue buntu disaat kayak gini sih" batin cakka. cakkapun melihat ada sesuatu yang bergerak di kakinya agni
"eh apaan tu yang gerak-gerak deket kaki loe?" kata cakka sambul menunjuk kearah kaki agni, agnipun melihat kearah yang ditunjuk oleh cakka tadi
"AAAAAAAAA...............kecoak...........!!!!! hus.....hus........!!!!" seketika itu juga wajah agni langsung pucat dan ia pun mengibas-ngibaskan tangannya seperti orang yang sedang mengusir anjing.
"hahahahaha....gue gak nyangka cewek tomboy kayak loe ternyata takut sama kecoak. hahahahahaha....lucu banget tampang loe tadi ag. sumpah lucu banget.buahahahahahaha...."cakkapun ngakak sejadi-jadinya di depan agni.
"dari pada loe, takut sama setan, hari gini.........takut sama setan.........gak jaman kaleeeeeeeeee, cowok lagi, malu-maluin woiiiiiiiii!!!!!" teriak agni pada cakka
"eeeeee.....dari pada loe takut sama kecoak, berarti cemenan loe dari pada gue!"
"loe tu yang cemen" kata agni yang gak mau kalah
"loe yang cemen. dasar cewek jadi-jadian"
"loe playboy kampung"
"kalau bukan cewek, habis loe sama gue!"
"heh!!!! gak usah bawa-bawa fisik ya. loe kira gue takut sama playboy kampung kayak loe"
"AAARRRGGHHhhhhhhhhh......pergi loe sana, kalau gue ketemu sama loe pasti gue bawaannya emosi"
"yang ada gue yang selalu sial setiap ketemu sama loe. udah tadi kepala gue ketimpuk sama kaleng kosong yang tadi loe tendang, trus ada kecoak yang nginggep di kaki gue, sekarang gue harus buang-buang waktu dan tenaga gue cuma buat ngeladenin orang yang gak penting kayak loe" lalu agni melempar kaleng kosong yang ditendang cakka tadi. lalu kaleng tersebut berhasilmendarat dengan mulus di kepala cakka
"woi cewek jadi-jadian, sakit tau"
"bodok, peduli amat gue. wuekkk!" agnipun pergi meninggalkan cakka
+++++ sma dharma yudha+++++
"eh shill,ag. via mana sih. begitu bunyi bell, dia main kabur aja." tanya ify pada kedua sobatnya
"lagi di panggil sama bu winda fy" jawab shilla
"kenapa emangnya?"
"dia ada masalah sama kak alvin tentang kekalahan mereka waktu ikut lomba oliempiade matematika tingkat provinsi kemaren fy"
"kenapa mereka kalah bisa dipanggil, emangnya kalau ikut lomba wajib menang ya?" tanya ify dengan tampang polos
"yaampunnnn ify..........kemana aja sih loe. mereka berduakan di diskualifikasi gara-gara membuat onar saat pertandingan dimulai" jawab shilla kesel
"yeee.......loe shill, gue kan baru pindah, mana gue tau kalau ada kejadian kayak gitu"
"gue heran ya sama bu winda. udah tau tu anak berdua gak bisa akur, malah dipasangin pulak untuk ikut lomba itu" kata agni yang tidak habis pikir sama keputusan yang diambil oleh guru matematikanya tersebut
"yaelah ag, macam loe gak tau aja kalau kak alvin dan sivia itu jago banget matematikanya. via aja yang masih kelas x dengan mudahnya mengerjakan soal matematika untuk anak kelas XI. jadi jangan heran kalau mereka berdua yang diutus sama bu winda untuk ngewakili sekolah kita untuk ngikutin perlombaan tersebut" jelas shilla panjang lebar]
"udah-udah, loe berdua jangan ribut, mending kita kekantin aja yuk?" ajak ify. dan merekapun pergi kekantin
+++ruang bu winda+++
"alvin!!!!! sivia!!!!! ibuk tidak habis fikir sama kalian berdua, bisa-bisanya kalian ribut pada saat perlombaan itu berlangsung dan membuat sekolah kita di diskualifikasi dari perlombaan tersebut. kalian itu sudah merusak nama baik sekolah!!!! sungguh memalukan!!!!! besok kalian suruh orang tua kalian buat ngadap ibuk, ibuk mau bicara sama mereka!!!!" kata bu winda yang benar-benar emosi
"baik buk" jawab via
"baik bu, besok saya akan menyuruh oma saya buat datang kesekolah"
"alvin, kamu dengar kata-kata ibuk tadi. ibuk nyuruh orang tua kamu yang datang, bukan oma kamu"
"papa saya lagi ada urusan di luar negri buk" jawab alvin cuek
"kalau begitu ibu mau mama kamu yang datang, bukan oma kamu"
"mama saya gak bisa datang buk, jadi saya bakalan tetap akan menyuruh oma saya yang datang untuk mengahadap ibuk besok"
"IBUK MAUNYA MAMA KAMU ALVIN, BUKANNYA OMA KAMU! KAMU PAHAM!!!!!" teriak bu winda emosi.
alvin hanya diam mendengar perkataan bu winda barusan, dan dia segera berdiri dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan ruangan bu winda
"alvin........mau kemana kamu! ibuk belum selesai ngomong alvin!" teriak bu winda, sivia hanya bisa diam melihat kejadian itu.
"sivia, ibu minta kamu bisa membujuk alvin agar dia membawa mamanya untuk menghadap ibuk besok"kata bu winda pada sivia
"tapi bu.........."jawab sivia ragu
"enggak ada tapi-tapian, kalau kamu tidak berhasil membujuk alvin, maka ibu akan memberikan kamu hukuman! MENGERTI KAMU!!!!!"
"i.......i....iya bu, saya mengerti. kalau gitu saya pamit dulu ya bu, permisi." siviapun segera pergi dari ruangan bu winda dan ia segera mengejar alvin
"sialan banget tu cowok, kenapa gue yang ribet gara-gara dia.awas aja dia, kalau ketemu bakalan gue habisin tu anak" gerutu sivia.
"pucuk di cinta ulampun tiba, akhirnya ketemu juga gue sama cowok rese itu, awas aja ya loe, kita liat apa yang gue bisa perbuat sama orang kayak loe" siviapun berlari mengejar alvin yang tengah berjalan di koridor sekolah
"heh loe, gue mau ngomong sama loe!" kata sivia menarik lengan baju alvin agar dia mau menghentikan langkahnya
"mau apa loe!" jawab alvin sinis
"gue mau loe besok nyuruh nyokap loe buat datang kesekolah untuk ngadap bu winda" kata via tegas
"apa hak loe nyuruh-nyuruh gue!"
"asal loe tau ya, gue disuruh buwinda ngebujuk loe agar loe mau bawa nyokap loe untuk ngadap bu winda besok"
"nyokap gue gak bisa"jawab alvin cuek"
"kenapa? nyokap loe sibuk kayak bokap loe?"
"gak!"
"yaudah bagus, berarti besok nyokap loe bisa datang kan?"
"GUE BILANG ENGGAK YA ENGGAK!!!! LOE NGERTI GAK SIH!!!!!!" kali ini alvin gak bisa nahan emosi dia buat ngadepin via
"ooooo........gue ngerti sekarang kenapa loe menjadi orang yang paling gakbisa buat ngehargain orang lain. jelas aja, nyokap loe kayak gitu, gak pernah peduli dan gak pernak ngedidik loe buat menjadi orang yang baik. gue heran, masih ada ya ibu yang gak mau tau sama hidup anaknya, ibu yang gak mau tau akan tugas untuk menjadi ibu rumah tangga yang baik bagi keluarganya" kata via dengan nada suara yang meninggi kepada alvin
PLAKKKKKKK!!!!!!!! sebuah tamparang yang cukup keras mendarat dipipi sivia
"JANGAN PERNAH SEKALI-KALI LOE NGEJELEK-JELEKIN TANTE GRACIA!!!! LOE GAK KENAL DIA, LOE GAK TAU APA-APA TENTANG TANTE GRACIA!!!! JADI LOE GAK ADA HAK BUAT NGATA-NGATAIN TANTE GRACIA, LOE DENGAR ITU S-I-V-I-A A-Z-I-Z-A-H!" kata ify dengan emosi yang gak bisa dia tahan lagi dan air mata yang kini mengalir di wajah cantik gadis tersebut.sementara sivia hanya bisa diam seribu bahasa setelah tamparan yang cukup keras dari ify mendarat di pipinya, begitu pula dengan sahabat-sahabat ify dan alvin yang ada di tempat tersebut. mereka begitu shock akan kejadian yang mereka saksikan barusan.
maaf ya kalau ngepostnya lama, soalnya aku uda kls 3, lagi sibuk buat persiapan un, jadi harap maklum. kalau benar fb mau ditutum, maka saya akan ngelanjutinnya di blog trus nanti di share ke twitter, jadi kalian bisa bc lewat acc twitter aku aja :)
----> yang mau di tag part selanjutnya coment atau gak like aja ya. biar akunya bisa tau. thanks a lot :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar