Seluruh siswa sma dharma yudha dibuat gempar karena terjadi keributan antara alvin dan sivia. berita tentang pertengkaran mereka yang terjadi di koridor sekolah dengan cepat menyebar dari mulut siswa satu ke mulut siswa yang lain. dan akhirnya berita tentang pertengkaran yang terjadi antara alvin dan sivia sampai di telinga para sahabat-sahabatnya, merekapun langsung ke tempat pertengkaran itu terjadi.ify cs dan rio cs pun tidak bisa berbuat apa-apa untuk melerai pertengkaran yang terjadi antara alvin dan sivia. namun tidak lama setelah pertengkaran itu terjadi, ify tiba-tiba marah dan menampar sivia tanpa sebab yang jelas sehingga membuat semua orang yang ada disana kaget akan sikap ify tersebut.
"ify.....loe nampar gue?"tanya sivia sambil memegang pipinya yang memerah akibat tamparan ify barusan.namun ify tidak menjawab pertanyaan dari sivia tersebut, dia hanya diam dengan air mata yang terus mengalir.
"JAWAB!!!!! KENAPA LOE NAMPAR GUE!!!! APA KARNA DIA ITU SAUDARA LOE!!!! tanya sivia penuh emosi kepada ify sambil menunjuk ke arah alvin
"via udah vi, loe tenang dulu." agnipun mencoba menenangkan sivia yang tengah emosi
"ify, kenapa loe nampar via? kita semuakan tadi dengar,kalau sivia sudah ngomong baik-baik sama kak alvin agar kak alvin mau menuruti permintaannya bu winda. tapi kak alvinnya malah bentak via,jadi wajar dong kalau via marah."shilla pun meminta penjelasan kepada ify tentang tindakan yang ia lakukan terhadap sivia. ify sama sekali tidak merespon perkataan shilla barusan,dia terus saja menatap kearah sivia
"eh, tapi sobat loe itu gak mesti ya ngomong sekasar itu sama sobat gue" kata gabriel membela alvin
"apa urusan loe! gue gak nanya sama loe,gue nanya sama sobat gue. loe gak usah ikut campur!" kata shilla begitu kesal pada gabriel, ia tidak terima gabriel seenaknya saja mejawab pertanyaan yang ia ajukan untuk ify
"kenapa loe diam! jawab pertanyaan gue tadi fy! apa karna dia itu saudara loe, jadi semua yang dia perbuat benar di mata loe, dan semua yang gue perbuat salah di mata loe karna gue ini cuma teman biasa bagi loe.apa benar yang gue bilang barusan, kalau semua omongan gue barusan salah, tolong loe beri gue alasan kenapa loe nampar gue tadi, jangan loe cuma diam kayak gini fy!!!" untuk yang kesekian kalinya ify hanya bisa diam dalam tangisannya
"ternyata semua yang gue bilang barusan itu emang benar ya fy,gue gak nyangka sama loe, gue kecewa sama loe. padahal gue udah nganggap loe sahabat gue yang paling bisa ngertiin gue, sahabat yang paling baik bagi gue. tapi sepertinya loe gak pernah sama sekali nganggap gue sahabat loe. gue kecewa sama loe fy" kata sivia tersenyum pahit, iapun tak kuasa untuk menahan butiran-butiran bening di matanya agar tidah jatuh membasahi pipinya
"loe salah, semua omongan loe tentang gue salah via.gue gak pernah anggap loe teman gue. arti loe dihidup gue bukan sebagai teman, melainkan sahabat.loe,shilla,agni adalah sahabat terbaik yang pernah gue miliki dalam hidup ini. kalian adalah bagian dari kehidupan gue, kalian itu adalah anugrah terindah yang pernah tuhan berikan buat gue" kata ify lirih
"tapi kenapa loe nampar gue fy, kenapa? loe liat kan bagaimana perlakuan dia tadi sama gue, kalau bukan dia yang mancing emosi gue, gue gak bakalan cari ribut sama dia" kata sivia sambil menatap tajam kearah alvin
"cukup vi, cukup!!! loe jangan lagi salahin kak alvin, loe juga jangan lagi salahin tante gracia, mereka berdua gak salah, gue yang salah vi, gue yang salah!!!! kalau bukan karna gue, kak alvin gak mungkin bakalan sedih setiap ada orang yang nanyain tentang mamanya.kalau bukan karna gue yang salah, tante gracia pasti akan selalu ada buat suport,nyayangin dan ngelindungin kak alvin. bahkan mungkin untuk memenuhi permintaan bu winda itu bukan suatu hal yang mustahil. jadi gue yang salah, gue penyebab dari semua kesedihan kak alvin dan keluarganya." luapan emosi ify tak bisa dia kendalikan lagi, dia pun pergi meningkalkan kerumunan para siswa yang berkumpul untuk menyaksikan kejadian tersebut. kini ify telah pergi, ia pergi dengan meninggalkan pertanyaan-pertanyaan yang kini menghantui pikiran setiap siswa yang di disana, tak terkecuali ke tiga sahabatnya yang heran dengan kata-kata yang diucapkan ify tadi. namun hal itu tidak berlaku buat ke 3 sahabat alvin, karena mereka semua sudah mengetahui apa yang terjadi antara alvin, ify dan tante gracia (mamanya alvin) di masa lampau.alvin sudah membagi kesedihannya itu dengan ke tiga sahabatnya tersebut.diantara alvin,rio,gabriel dan cakka tidak ada satu rahasiapun yang mereka sembunyikan, karena arti persahabatan bagi mereka berempat adalah suatu kisah kehidupan yang pahit dan manisnya dirasakan bersama-sama. jadi rio, gabriel dan cakka mengerti bagaimana perasaan sedih yang kini dirasakan oleh alvin dan ify.
"puas loe! udah puas loe ngebuat ify kembali terpuruk ke dalam perasaan bersalahnya.apa loe tau berapa tahun keluarga gue dan ify berjuang agar dia bisa bisa melupakan peristiwa yang hampir membuat hidupnya hancur. 3 tahun. perlu waktu 3 tahun untuk ngebuat dia bisa tersenyum lagi, untuk ngebuat dia bangkit dari kesedihan dan tidak lagi dihantui perasaan bersalah yang mendalam. coba loe pikir, saat usia dia 7 tahun, dia mengalami goncangan jiwa yang begitu hebat karna peristiwa itu. coba loe bayangkan, anak sekecil itu mengalami cobaan hidup yang begitu berat. dan disaat dia sudah bisa melupakan kejadian itu, disaat dia sudah bisa sembuh dan bisa bangkit lagi dari keterpurukannya, dengan mudahnya loe merusak itu semua. cuma beberapa kata yang keluar dari mulut loe, loe udah kembali membuka luka dihatinya. apa ini yang loe sebut diri loe sahabat buat dia. kalau ia, sahabat macam apa loe yang tega-teganya ngerusak hidup sahabat loe sendiri" ucap alvin begitu tajam kepada sivia.tiba-tiba bu winda datang dan situasi yang memanas sedari tadi mulai mereda.
"alvin, sivia! sekarang kalian berdua ikut ibuk ke kantor!"alvin pun segera mengikuti bu winda dari belakang, sementara sivia masih diam di tempat.ia masih memikirkan kata-kata alvin tadi
"apa maksudnya? apa maksudnya gue udah ngebuat ify terluka dengan perkataan gue? terus kejadian apa yang dimaksud alvin tadi?" tanya sivia dengan suara pelan pada dirinya sendiri. namun perkataannya tersebut cukup jelas di dengar oleh rio,gabriel,cakka,shilla dan agni
"kalau loe tau kejadian yang sebenarnya, pasti loe gak akan pernah bicara seperti tadi kepada ify dan alvin, karna itu semua akan mengingatkan mereka tentang kejadian tragis tersebut" kata rio sambil menepuk pundak sivia pelan dan kemudian ia pergi meninggalkan sivia dengan diikuti oleh gabriel dan cakka.
+++ruangan bu winda+++
"silvia, kamu boleh kembali ke kelas, ingat kejadian ini jangan sampai terulang lagi! dan kamu alvin, kamu tetap disini!" perintah bu winda.setelah berceramah panjang lebar, bu widapun menyuruh sivia keluar ruangan.
"alvin! ini sudah entah yang ke berapa kalinya kamu ribut dengan sivia, kamu enggak capek apa?!"
"tapi buk, kali ini bukan saya yang cari ribut sama dia!"
"sudah....sudah,ibuk kan hanya meminta sivia agar dia mau membujuk kamu untuk membawa mama kamu menghadap ibuk besok. jadi kenapa kamu harus marah-marah sama dia"
"ibuk,harus berapa kali saya bilang, kalau mama saya tidak bisa datang"
"apapun yang terjadi,ibu ingin bertemu dengan mama kamu besok!"
"jangankan ibuk, saya aja mau banget ketemu dia, sayangnya aja gak bisa"
"kenapa tidak bisa?!"
"kenapasih ibuk ngotot banget ingin ketemu mama saya?"
"karna tingkah laku kamu akhir-akhir ini, sangat mengecewakan ibuk alvin!"
"kalaupun ibuk menemui mama saya,itu gak ada gunanya. dia gak bisa mendengar lagi,dia gak bisa melihat lagi,dia gak bisa bicara lagi,dia udah istirahat buk." jawab alvin datar, sulit baginya untuk menahan butiran bening dimatanya
"mama kamu sudah meninggal?" tanya bu winda hati-hati.alvin hanya bisa mengangguk menjawab pertanyaan dari bu winda tersebut.
"maaf, ibuk tidak tau kalau mama kamu sudah.........."
"gak apa-apa kok buk. saya yang salah, seharusnya dari awal saya sudah membicarakan hal ini sama ibuk"
"ya sudah, kamu boleh kembali kekelas. ibuk harap, kamu kini bisa menjaga sikap kamu alvin"
"baik bu, kalau begitu saya permisi"
+++kelas X_3+++
sewaktu sivia sampai di kelas, ia tidak melihat keberadaan ify.
"shill,ag. ify mana? kok tasnya gak ada" tanya sivia kepada dua sahabatnya dengan suara yang pelan agar tidak didengar oleh pak dave yang sedang menerangkan pelajaran di depan kelas
"tadi kata guru piket ify izin pulang karna dia sakit. tapi gue rasa ify gak sakit deh,tadi soalnya gue liat dia dijemput sama nyokapnya dan gue liat dia nangis gitu.mungkin karena masalah loe sama kak alvin tadi deh vi" kata shilla dengan suara yang tidak kalah pelannya
"gue salah gak sih kalau gue ngomong kayak tadi sama dia?" tanya sivia. tapi agni dan shilla hanya bisa angkat bahu mendengar pertanyaan dari sahabatnya tersebut
"tapi menurut gue, loe harus menemui rio cs deh vi. gue rasa mereka tau jawaban atas pertanyaan loe barusan" ucap agni, siviapun hanya bisa diam mendengar perkataan agni barusan
+++pulang sekolah+++
"kak rio, kak gabriel, kak cakka. tunggu!" siviapun berlari kearah rio cs denga diikuti oleh agni dan shilla dari belakang.
"gue mohon, kalian tolong jelasin ke gue tentang apa yang sebenarnya terjadi. apa maksud kak alvin tentang peristiwa itu, dan kenapa ify bilang kalau dirinyalah yang salah atas semua ini?" tanya sivia pada ketiga sahabat alvin tersebut
"sorry vi, gue, cakka ataupun gabriel gak ada hak untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya sama loe.yang berhak untuk menjawab pertanyaan loe itu adalah alvin dan ify sendiri. atau mungkin loe bisa tanya sama keluarga mereka?" jawab rio dengan perasaan menyesal
"gak apa-apa kok kak, gue ngerti kenapa loe gak bisa ceritain kejadian yang sebenarnya sama gue.makasih ya atas saran loe barusan, mungkin gue akan meminta jawaban atas pertanyaan-pertanyaan gue barusan sama nyokapnya ify. yaudah deh kak, gue pulang duluan ya. makasih karna loe bertiga udah mau ngeluangin waktu kalian buat gue." rio,gabriel dan cakka hanya bisa tersenyum mendengar perkataan sivia barusan
"gue gak nyangka ya, kalau sivia yang sedewasa dan sesabar itu bisa merubah 180 dejarat kalau berhadapan sama alvin" kata gabriel
"alah, macam loe enggak aja kalau udah berhadapan sama shilla" ucap cakka
"loe juga kan cak?" goda gabriel
"maksud loe" tanya cakka dengan tampang polos
"pura-pura begok loe, maksud gue, loe sama si tomboi agni"
"udah-udah, kenapa jadi ribut gini sih kalian. aayo pulang!" komando rio pada gabriel dan cakka.
saat rio dalam perjalanan pulang, ia melihat ify tengah duduk sendirian di bangku taman dekat kompleks rumahnya.lalu ia pun menghentikan motornya, untuk memastikan apa yang ia lihat itu benaran ify atau bukan.
"kak rio!" panggil seseorang dari arah belakang
"ray, ngapain loe disini. lah kenapa ada deva,ozy dan obiet juga?" tanya rio heran
"seharusnya gue yang tanya kayak gitu. ngapain loe disini, pulang sekolah bukannya langsung pulang kerumah, ini malah main-main dulu. pantesan selama ini loe pulang selalu sore. mana pakai alasan bilang ke nyokap loe sibuk osis lah, sibuk sama club basketlah, kerja kelompok lah. gue bilang mama ya loe!" ancam ray
"enak aja loe ngomong! gue disini karna tadi gue liat ify duduk sendirian di taman"
"hah! mana kak? gue disuruh nyokap ni buat liat kondisi kak ify sekalius ngejagain dia, soalnya dari pulang sekolah tadi, kak ify terus-terusan nangis" kata deva khawatir sama kondisi kakak semata wayangnya itu
"itu, yang pakai baju biru" kata rio sambil menunjuk kearah ify.
"jadi tujuan kalian kesini untuk melihat keadaan ify?"
"siapa bilang? gue, ozy,deva dan obiet ke sini buat main bola kok, nih gue bawa bolanya"raypun menunjukkan bola yang ia bawa kepada rio
"hehehehehe.....sebenarnya gue kesini punya dua misi kak. yang satu buat ngejalani perintah nyokap, dan yang satunya lagi buat main bola sama mereka kak. tapi mumpung loe udah disini, bisa dong gue minta bantuan loe buat ngejalani tugas gue yang pertama. gimana kak?" kata deva sambil cengengesan
"enak aja loe! loe kira gue babu loe apa!" kata rio marah
"ya udah deh kak........, loe bantuin aja deva ngapa sih. loe gak kasian apa liat kak ify terus-terusan sedih kayak gitu. cowok macam apa loe yang tega-teganya ngebiarin cewek secantik dan semanis kak ify nanggung kesedihannya sendirian tanpa tempat berbagi.sebagai adek loe, gue malu punya kakak kayak loe yang gak mau peduli sama penderitaan orang lain!" ucap ray sok bijak kepada rio. karena merasa terpojok oleh ucapan ray barusan, riopun akhirnya bersedia membantu deva untuk melihat keadaan ify
"iya....iya...gue bakalan bantu deva"
"yaampun kak rio........loe baik banget sih jadi orang. makasih ya kak rio." kata deva dengan penuh rasa terima kasih kepada rio
"gue bangga sekaligus beruntung punya kakak kayak loe. loe emang berjiwa satria kak." puji ray
"dan loe adalah musibah terbesar dalam hidup gue" kata rio cuek dan iapun berlalu menuju tempat ify berada, meninggalkan ray yang shock dengan perkataanya barusan
"hahahahaha.........mampus loe ray. loe dikatain musibah sama kakak loe sendiri. sok tua sih loe......" ozypun tertawa mendengar perkataan rio barusan
"hahahaha..........sabar ya bro" kali ini deva pun ikut meledek ray
"yaudah, ayo kita main. keburu sore ni" ajak obiet kepada ray,deva dan ozy
+++tempat ify dan rio+++
"udah......,loe gak usah nangis lagi.semuanya udah terjadi, meskipun loe nangis sampai air mata loe kering, nyokapnya alvin gak bakalan hidup lagi. dia udah tenang di alam sana, jangan loe usik ketenangannya dengan tangisan loe itu" riopun duduk di samping ify tanpa mempedulikan ekspresi kaget dari wajah gadis cantik itu
"tau apa loe! orang awam kayak loe gak bakalan ngerti sama masalah gue! loe hanya bisa ngomong tanpa loe tau masalah yang sebenarnya" kata ify sinis
"peristiwa saat umur loe 7 tahun itu bukan kesalahan loe, itu semua kecelakaan. bukan salah loe kan, kalau waktu itu nyokapnya alvin berusaha nyelamatin loe dari mobil yang hampir menabrak loe"
"loe........." ify tak percaya kalau rio tau tentang kejadian na'as yang menimpa dirinya, alvin dan nyokapnya alvin
"jangan heran, gue tau kejadian itu dari alvin. siapa sih orang yang bisa lari dari kematian, setiap makhluk yang hidup di dunia ini pasti akan kembali kepada sang penciptanya, tapi mungkin caranya yang berbeda-beda. dan itulah yang terjadi sama nyokapnya alvil. itu semua takdir fy, jadi loe jangan terus-terusan nyalahin diri loe sendiri tentang apa yang dialami oleh nyokapnya alvin"
"apa loe bilang! semua itu bukan kesalahan gue!!!! kalau saja malam itu gue gak ngotot buat ngajak tante gracia dan kak alvin buat pergi jalan-jalan, pasti sekarang tante gracia masih hidup. kalau saja waktu itu gue gak nyebrang jalan sembarangan buat nyari tempat berteduh, pasti tante gracia gak akan berlari untuk menyelamatkan gue dari tabrakan mobil itu. seharusnya tante gracia gak perlu ngorbanin dirinya buat nyelamatin anak nakal kayak gue. seharusnya yang ditabrak mobil itu gue,bukan tante gracia.GUE YANG SALAH!!!GUE YANG SALAH!!!!" maki ify pada rio sambil menangis
"betul, loe yang salah! coba aja loe gak ngajak alvin dan nyokapnya pergi malam itu, pasti tante gracia masih hidup! coba aja loe gak nyebrang jalan sembarangan, pasti kecelakaan itu gak pernah terjadi. seharusnya nyokapnya alvin gak nolongin anak nakal kayak loe! kata rio.
"dari pada gue kena maki lagi sama ni anak, mending gue ikut nyalahin ajalah" batin rio
Plakkk!!!!! sebuar toyoran mendarat dengan mulus di kepala rio. riopun membalikkan badannya untuk melihat siapa yang menoyor kepalanya tadi
"alvin, cakka, gabriel, sejak kapan kalian ada disini? trus kenapa loe juga noyor kepala gue sipit?!" tanya rio bertubi-tubi
"sejak awal loe ngomong sama ify tadi yo" kata gabriel
"parah loe yo. bukannya loe nenangin ify, malah loe ikut-ikutan mojokin dia. rio...rio...apasih yang ada di otak loe itu" tanya cakka. sementara alvin hanya menatap tajam kearah rio
"heheheheh......peace vin. loe kan liat tadi ni anak emosinya gak stabil banget. dari pada gue di bunuh sama dia....,mending gue ikut nyalahin aja deh. kan gue mau cari selamat vin" jawab rio gugup karna melihat ekspresi alvin barusan
"tapi kan gak gitu juga cara loe yo, ya gak vin?" kini cakkapun ikut menoyor kepala rio
"sialan loe cakk, kenapa loe malah ikut-ikutan noyor kepala gue" kata rio emosi pada cakka dan membalas toyoran dari cakka tadi
"oh ya, ngapain loe pada disini?" tanya rio
"gue,cakka, dan alvin mau ke rumah loe buat ngomongin tentang osis sama loe, sekalian kita-kita mau liat keadaannya ify" jawab gabriel
"loe gak apa-apakan fy?" tanya alvin
"iya fy, loe gak di apa-apakan sama rio jelek ini kan?" kata cakka sambil membelai rambut ify
"cakkaaaaaa, kayaknya loe entar lagi mau dibunuh ni sama alvin. yo, sekarang loe pesan kain kafan sekalian lengkap sama batu nisan dan liang lahat buat cakka. biar gue yang ngabarin keluarganya" canda gabriel
"hehehehehe....vin, sorry tadi gue gak sengaja. refleks gue megang rambutnya ify" cakkapun segera melepaskan pegangannya dari ify
"hahahahahaha.....loe pada lucu deh kak. gue gak apa-apa kok, sekarang gue udah baikan. makasih ya buat perhatiannya" kata ify sambil tersenyum
"makasih ya yo,iel,cakk, loe udah bisa balikin senyumannya ify" batin alvin. dan semuanyapun tertawa bersama-sama. tapi tidak lama kemudian, terjadi keributan tak jauh dari tempat mereka berada.
"eh...tu kenapa mereka ribut-ribut" tanya cakka. mereka semuapun melihat ke arah yang di maksud oleh cakka barusan
"deva/ray"teriak ify dan rio secara bersamaan. lalu mereka semuapun segera menuju ke tempat keributan itu terjadi
"stop!!!! stop!!!! stop!!!!" teriak ify
"ray!!! kenapa loe sama ozy jadi main jambak-jambakan rambut kayak tadi sih, kayak anak cewek aja loe, malu-maluin gue tau gak!" riopun memarahi ray
"habis si ozy ini nyebelin banget sih kak! masa dari tadi bolanya bisa kebobolan terus sama dia. tim gue sama timnya deva jadi ketinggalan skor jauh banget" keluh ray
"emang seberapa jauh sih selisihnya?" tanya cakka
"20 untuk timnya deva dan 0 buat tim gue"
"apa!!! kok bisa???????" tanya rio,alvin,cakka,gabriel dan ify
"mana gue tau, tanya aja sama ni anak?"kata ray emosi
"kok bisa zy, setau gue, loe kan hebat kalau jadi kiper" tanya rio
"gue kan mau dapat pahala kak, terus doa gue dikabulin deh sama allah" jawab ozy lugu
"apa! teori dari mana tuh? kok gue baru tau ya?" tanya ray
"dari deva..,ray. kata deva, kalau doa gue mau terkabul, gue harus banyak-banyak dapat pahala, dan cara gampang buat dapat pahala, cukup dengan buat hati orang seneng karna gue. jadi kalau timnya deva dan obiet bisa nyetak banyak gol dan buat hati mereka senang, otomatis gue dapat pahala dong" jawab ozy lugu
"yaampun ozyyyyyy.........., dosa apasih gue bisa dapat teman sebegok loe" kata ray tak habis fikir. dan rio,cakka,gabriel,alvin,ify,deva dan obiet hanya bisa tertawa mendengar pengakuan polos dari ozy tersebut
"hahahaha...emang doa yang loe minta di kabulin itu apasih zy?" tanya rio
"yang gue minta, gue sama acha bisa selalu bersama sampai kakek dan nenek, dan hanya maut yang bisa memisahkan kami berdua"
"terlalu jauh mimpi mu nak...nak........." ledek ray, yang akhirnya mengundang tawa bagi rio,cakka,gabriel,alvin,ify,deva dan obiet
"udah...udah, ini udah sore, sekarang kalian pulang ke rumah masing-masing, kasian orang tua kalian nyariin, udah sore gini tapi anak-anaknya belum juga pulang ke rumah" kata ify
"ya udah, fy loe pulang sama gue aja ya, sekalian gue mau kerumah loe" tawar alvin
"iya kak"
"kalau gitu gue juga pulang. loe-loe pada jadi kan kerumah gue buat bahas masalah osis" tanya rio pada cakka dan gabriel
"jadi dong, yok cabut!" kata cakka dan iel
"kak gue nebeng pulang sama loe ya?" kata ray
"eitssss....apa-apaan loe gondrong. kalau pergi jalan kaki, pulangnya juga harus jalan kaki dong?" kata deva yang menarik maju ray agar dia tidak kabur
"betul tu apa yang di bilang deva. tunjukin rasa solidaritas loe dong bro. ya udah deh, gue balik dulu ya. selamat jalan kaki adek gue yang tersayang......" kata rio sambil mencolek dagu ray. akhirnya mereka semuapun pergi meninggalkan taman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar