+smp mutiara bangsa+
"baiklah anak-nak, setelah kita melakukan voting untuk memilih ketua kelas beserta wakilnya,maka ibuk putuskan yang akan menjadi ketua kelas VIII 3 adalah sivia azizah dan yang menjadi wakilnya adalah ashilla zahrantiara. sivia, shilla, ibuk ucapkan selamat kepada kalian berdua. ibuk harap kalian bisa saling bekerja sama untuk menjadikan kelas kita ini sebagai kelas yang terbaik diantara kelas VIII lainnya" kata buk okky
"baik bu" kata sivia dan shilla secara bersamaan
+pulang sekolah+
"via ayo naik" kata alvin sambil memberikan helm kepada via
"iya kak" siviapun langsung menaiki motor ninja hitam milik alvin. sivia dan alvin adalah kakak beradik. alvin kelas IX dan via kelas VIII
"kenapa hidup loe itu sempurna banget sih vi. loe tajir, guru-guru dan teman-teman pada care sama loe dan loe juga punya bokap nyokap dan kakak yang sayang sama loe. hidup ini gak adil sama gue, kenapa mesti loe yang dapetin itu smua, kenapa bukan gue!" kata shilla sambil menatap sinis ke arah sivia
+dalam perjalanan+
"via, kakak punya tebakan buat kamu. binatang apa yang punya guru?" kata alvin setengah berteriak agar via dapat mendengar suaranya
"mmmmm....aku tau kak, pasti jawabanya kangguru."
"kok kamu tau sih vi? itukan tebakan kakak yang paling sulit yang pernah kakak kasih tau sama kamu. teman-teman kakak aja pada gak tau jawabannya"
"yeeee.....sulit dari hongkong. anak sd aja pasti tau jawabannya. kalau teman-teman kakak gak tau, ya berarti teman kakak o'oon semua" kata sivia sambil memukul helm yang dipakai alvin
beberapa menit kemudian alvin memberhentikan motornya disebuah taman bunga yang terdapat dikota bandung
"kak kita kok malah ketaman sih? nanti kalau kita telat pulang, mama jadi khawatir sama kita?" kata via panik
"aduh via, gak usah tegang gitu dong mukanya.kakak dah izin kok sama mama tadi. kakak sengaja bawa kamu kesini karna kakak mau nunjukin kamu sesuatu. ayo ikut kakak" kata alvin sambil menarik tangan via
"gimana vi, kamu suka?" tanya alvin
"yaampun kak....., indah banget bunga edelweissnya. aku suka banget" via begitu takjub dengan pemandangan yang ada didepannya saat ini. bunga-bunga edelweiss yang indah membentuk tulisan yang bertuliskan SIVIA AZIZAH
"anggap aja ini kado dari kakak karna kamu udah berhasil kepilih jadi ketua kelas vi"
"kok kakak tau sih kalau aku kepilih jadi ketua kelas?"
"apasih yang gak kakak ketahui tentang kamu"
"yeee....dasar kak alvin jelek. suka banget sih kerjanya mata-matain kehidupan aku. kalau aku gak ingat kakak itu adalah kakak aku satu-satunya, udah aku cincang-cincang kakak dari dulu. iiiii.....gemez deh aku" kata via sambil mencubit kedua pipi alvin dan ia segera lari
dari kejauhan alvin melihat sebuah mobil sedang melaju kearah sivia
"via awassssssssss.....!!!!!!!!"teriak alvin
Brukkkk! tubuh via tergeletak tak berdaya dengan darah segar yang mengalir di kepalanya
+RS EKA HOSPITAL+
"dok, bagaimana keadaan putri saya dok?" tanya pak antonius (papa alvia) kepada dokter yang baru keluar dari ruangan ICU
"putri anda dalam keadaan kritis.putri anda begitu banyak mengeluarkan darah, kami bembutuhkan golongan darah AB secepatnya untuk menyelamatkan nyawa putri bapak. tapi sayangnya, stok persediaan darah AB sedang kosong dirumah sakit ini" kata dokter menjelaskan
"kalau begitu dokter silahkan ambil darah saya dok, cepat selamatkan nyawa putri saya dokter" kata mama sambil menangis
"baiklah, kalau begitu anda silahkan ikut saya" kata dokter
setelah melakukan tes kecocokan darah, ternyata golongan darah papa, mama bahkan alvin tidak cocok dengan golongan darah sivia. tapi untung saja stok darah AB segera datang dari rumah sakit EKA HOSPITAL 2 sehingga nyawa via bisa terselamatkan.1 bulan kemudian via dinyatakan sembuh dan ia diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit
+rumah alvia+
"sudah pa, cukup!cukup! jangan pernah bahas masalah ini lagi sama mama. via itu anak mama pa. jadi mama mohon papa jangan ungkit-ungkit masalah ini lagi"
"apa mama bilang? masalah ini gak usah dibahas lagi. bagaimana bisa papa tidak membahas masalah ini setelah papa tau kalau ternyata pihak rumah sakit telah melakukan kesalahan yang sangat fatal yang membuat putri kandung kita tertukar dengan putri oanga lain.ma, putri kandung kita entah bagaimana keadaanya diluar sana? apakah dia sehat? apakah dia mendapatkan kehidupan yang layak seperti yang didapatkan oleh sivia sekarang ini?" kata papa emosi
"mama mohon sama papa, papa lupain aja semua ini. anggap aja kita gak pernah tau tentang semua ini. sekarang keluarga kita sudah bahagia, jadi mama mohon sama papa agar papa gak merusak kebahagiaan keluarga kita saat ini"
"maafkan papa ma, tapi papa gak bisa ngebiarin putri kandung kita gak jelas kehidupannya diluar sana. besok papa akan menemui keluarga tersebut dan papa akan jelaskan apa yang terjadi"
ternyata di luar kamar, alvin mendengar semua pecakapan orang tuanya tersebut. dia sungguh tak percaya bahwa sivia adik yang paling dia sayangi ternyata bukanlah adik kandungnya
+smp mutiara bangsa+
"hay shil...,sorry ya gue udah sebulan gak masuk. pasti loe sibuk deh ngejaga keamanan kelas kita sendirian. apalagi temen-temen kita ini bandel-bandel banget. tapi gue salut deh sama loe, loe hebat shill" kata sivia sambil tersenyum ramah
Brakkkk!!! tiba-tiba saja shilla memukul meja dengan keras, sehingga membuat perhatian anak-anak kelas tertuju padanya dan via
"heh vi!!! loe jangan sok-sok ramah deh didepan gue. muak gue liat tampang loe yang selalu sok-sok ramah didepan semua orang. dasar penipu loe, luarnya aja loe sok-sok ramah sama gue, padahal loe senangkan karna gue harus jadi babu loe tiap hari, loe merasa hebatkan karna udah ngalahin gue pada voting pemilihan ketua kelas sebulan yang lalu" bentak shilla pada sivia
"heh jaga ya omongan loe barusan!gue peringatin sama loe, jangan pernah selakali lagi gue liat loe ngebenta-bentak adik gue kayak tadi. kalau gue ngeliat kejadian itu untuk yang kedua kalinya, awas aja loe. gue gak akan segan-segan beri loe pelajaran meskipun loe itu cewek. ngerti loe!!!" bentak alvin
shillapun langsung berlari meninggalkan kelas sambil menangis
"kakak, apa-apaan sih.ngapain kakak ngebentak-bentak teman via kayak tadi. via gak suka ya kak.terus, ngapain kakak kekelas via"
"kakak gak suka ya vi, kalau kamu dibentak-bentak kayak tadi. kakak kesini cuma mau ngasih kamu makanan ini, kakak gak mau kamu sakit cuma karna kamu telat makan. dan kakak kesini juga mau bilang kalau kakak sayang kamu" kata alvin sambil mencium kening via dan iapun kembali kekelasnya
"kak alvin, kakak kenapa? kak alvin yang sekarang gak seperti kak alvin yang via kenal dulu. sekarang kak alvin lebih kebanyakan murung dan kak alvin selalu terlihat sedih, papa mama juga kayak gitu. ya tuhan....apa yang terjadi dengan orang-orang yang paling kusayangi ini tuhan" batin via
setelah mengetahui kenyataan bahwa sivia bukanlah putri kandungnya, pak antoniuspun pergi ketempat keluarga yang telah merawat putri kandungnya selama ini.pak antoniuspun memjelaskan semua permasalahan yang terjadi tentang tertukarnya putri kandungnya dengan putri bu winda (mamanya shilla) setelah mendengar semua cerita pak antonius dan keinginan pak antonius untuk mengambil hak asuh terhadap shilla dan sivia, bu winda marah besar
"dengar ya tuan antonius yang terhormat, jangan mentang-mentang anda orang kaya dan saya seorang janda miskin, maka anda seenak-enaknya aja menginjak harga diri saya. saya gak akan menyerahkan hak asuh shilla kepada anda. anda sudah mempunyai sivia, dan anda tidak ada hak untuk mengambil shilla dari saya. shilla itu anak saya, bukan anak anda! jadi dengan segala rasa hormat, saya mohon anda keluar dari rumah saya, karna saya masih ada urusan penting dari pada saya harus mendengarkan permintaan konyol anda itu" bentak bu winda
pak antonius masih saja menunggu di depan rumah bu winda meskipun yang punya rumah telah pergi. sampai akhirnya pak antonius bertemu dengan shilla yang baru saja pulang sekolah. mereka berduapun terlibat dalam percakapan yang menyenangkan, lalu pak antonius mengajak shilla untuk jalan-jalan sambil menunggu ibunya pulang.pak antonius mengajak shilla ke sebuah mall yang ada di kota bandung, hari itu shilla begitu senang, karna pak antonius membelikan ia barang-barang mahal seperti baju,tas,sepatu,hp,boneka d.l.l. setelah puas berbelanja, pak antoniuspin mengantarkan shilla pulang kerumahnya
"makasih ya om untuk semuanya" kata shilla tersenyum kepada pak antonius
"sama-sama sayang, om pulang dulu ya" pamit pak antonius
"shilla dari mana saja kamu?"tanya bu winda dengan emosi yang ditahannya
"shilla habis diajak jalan-jalan sama papanya sivia ma. ma coba deh liat, papanya via itu baik ya, dia beliin shilla semua barang-barang ini. beda banget sama anaknya yang sok-sok manis itu. sepatunya cantikkan ma, bajunya juga, terus......"
Plakk! sebuah tamparan yang sangat keras mendarat dipipinya shilla
"ma, mama kok nampar shilla sih?" kata shilla smbil menangis
"kamu itu memang pantas untuk ditampar shilla. harusnya kamu sadar,kita siapa dan antonius itu siapa? buat makan dan biaya sekolah kamu saja mama harus banting tulang pagi sore. kamu tu harus tau diri shilla, semenjak papa kamu meninggal, mama yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga ini. orang seperti kita gak pantas untuk memiliki barang-barang semahal itu. mama mau, besok kamu kembalikan semua barang-barang ini kepada antonius itu"
"GAK! shilla gak mau ngembaliin semua barang-barang ini, shilla capek jadi orang miskin, shilla capek selalu jadi orang yang gak punya, shilla capek kalau shilla harus tiap hati iri liat via dengan semua barang-barang mewahnya itu. pokoknya shilla gak mau balikin semua barang-barang ini"
"kalau gitu, kamu pergi sekarang dari rumah ini!" bentak bu winda
"mama ngusir shilla? ma, shilla ini anak mama, mama gak kasian sama shilla?
"kamu bukan anak mama! jadi sekarang kamu silahkan pergi tinggalkan rumah ini" bu windapun mengusir shilla dari rumahmya
shilla sangat sedih, dia terus berjalan ditengah siraman air hujan dan dinginnya angin malam di kota bandung tanpa ia tau harus kemana ia pergi untuk berlindung. lalu shilla teringat kepada pak antonius dan kemudian ia memutuskan untuk pergi kerumahnya sivia. saat shilla berada didepan pagar rumahnya sivia, pak antonius melihat shilla yang berdiri di depan gerbang rumahnya. iapun menghampiri shilla.
"shilla kamu kenapa? ngapain kamu ujan-ujanan kayak gini sayang" tanya pak antonius
"shilla.........,shilla diusir mama dari rumah om" kata shilla sambil menangis
"yasudah, kamu masuk dulu ya sayang, nanti kamu sakit kalau terus berada disini"
dan semenjak kejadian malam itu, kini shilla tinggal 1 rumah bersama sivia dan alvin.sudah seminggu lebih shilla tinggal di rumah sivia, dan juga selama seminggu itu pak antonius begitu terang-terangan menunjukkan kasih sayangnya kepada shilla. dan via merasakan semenjak kehadiran shilla dirumahnya, hubungan dia dan papanya semakin merenggang
+taman belakang sekolah+
"pa, sekarang via ngerasa kalau papa udah gak sayang lagi sama via" kata via pelan dan butiran bening mengalir dikedua pipinya
alvin yang milihat via menangis langsung menghampirinya dan segera memeluknya untuk menenangkan hati adik kesayangannya itu
"via kenapa nangis sih sayang?" tanya alvin
"via kangen papa kak, via ngerasa semenjak ada shilla, papa semakin jauh dari via. sekarang via ngerasa kalau via itu sekarang hidup sebatang kara di dunia ini kak" kata via menangis dalam pelukan alvin
"via, kamu masih ingat kata-kata kakak tentang arti bunga edelweiss waktu itu"
"keabadian" jawab via
"bagi kakak, via itu seperti bunga edelweiss yang selalu tetap abadi di hati dan kehidupan kakak."
"maksud kakak?"
"kasih sayang dan cinta kakak akan selalu abadi buat kamu karna keabadian dihidup kakak ini cumalah kamu. meskipun perhatian papa belakangan ini berkurang sama kamu, kamukan masih punya kakak dan mama yang sampai kapanpun akan slalu memberikan kasih sayangnya kepada kamu. karna kasih sayang kakak sama mama itu abadi cuma buat kamu seorang via. jadi via jangan pernah bilang kalau via hidup didunia ini cuma sebatanga kara. karna kakak bakalan selalu ada disamping kamu untuk menjaga kamu, untuk menghapus setiap air mata kamu vi.
"makasih ya kak, via sayang banget sama kak alvin. I love you"
"love you to via"
sepulang sekolah alvin mengajak sivia jalan-jalan hingga larut malam. sesampainya dirumah, papa dan mama alvia bertengkar hebat.
"mama gak suka kalau shilla tinggal di sini. kehadiran dia hanya membuat via sedih dan membuat kekacauan dikeluarga ini. mama mau papa pulangkan shilla kerumah orang tuanya! bentak mama
"apa maksud mama, shilla itu putri kandung kita, kitalah orang tua dia sebenarnya. disinilah, dirumah inilah seharusnya dia berada."
"bukan! putri mama itu sivia bukan shilla!"
"ma, mama harus terima kenyataan kalau via itu bukan putri kandung kita, dia adalah anak bu winda, orang yang selama ini telah merawat dan membesarkan shilla. shilla lah putri kita yang sebenarnya ma."
"jadi.....jadi via bukan anak kandung papa dan mama" kata via yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.
sementara papa,mama dan alvin hanya bisa diam mendengar pertanyaan via
"jawab pa! jawab ma!"kata via sambil menangis
"vi dengar dulu penjelasan kakak." kata alvin
"oooooo.....jadi kak alvin udah tau semua ini. via kecewa sama papa, mama dan kak alvin. via benci! via benci kalian semua" via pun pergi meninggalkan rumah
"via.....!!!!" teriak alvin
"puas!!! udah puas papa nyakitin hati via, udah puas papa nyakitin hati aku dan mama. udah puas papa ngebuat keluarga kita jadi berantakan kayak gini. cuma gara-gara papa ngebelain dia, yang harusnya papa tau kalau dia itu gak pantas untuk dibela!!!" bentak alvin sambil menunjuk shilla
PLAKKK!!!!! pak antoniuspun menampar alvin. "jaga kata-kata kamu alvin. bagaimanapun juga shilla itu adik kamu!" bentak papa
"alvin kecewa sama papa. alvin benar-benar kecewa sama sikap papa yang egois itu!!!!!" alvinpun pergi meninggalkan rumah untuk mencari sivia dan membawanya kembali kerumah. sudah 3 jam alvin mengitari kota bandung untuk mencari sosok sivia, tapi sampai detik ini pun ia belum berhasil menemukan via. akhirnya alvin memutuskan untuk pulang
"vin gimana? ketemu vianya" tanya mama
"ma'afin alvin ma. alvin gak berhasil nemuin via
"kak alvin, kakak gak apa-apa?" tanya shilla
"jangan pernah loe manggil gue dengan sebutan kakak!loe itu bukan adik gue dan sampai kapanpun gue gak bakalan pernah nganggap loe adik gue! dasar perusak keluarga orang loe!"
"ALVIN!!!!" kali ini emosi pak antonius benar benar naik mendengar perkataan alvin barusan
alvinpun segera menuju kamarnya dan membanting pintu kamarnya dengan penuh emosi
+rumah bu winda+
tok...tok...tok via mengetuk pintu rumah yang ada di depannya saat ini. lalu keluarlah seorang wanita paruh baya dari rumah tersebut
"mama....." kata via disela-sela isak tangisnya
melihat siapa yang datang, bu winda langsung menutup pintu rumahnya
"ma, ini via. via putri kandung mama" kata via sambil menggedor-gedor pintu rumah tersebut
"pulang kamu sana! disini bukan rumah kamu!"
"mama....., via udah gak punya tempat tinggal lagi ma. di sana bukan rumah via, rumah via disini. via mohon ma, mama izinin via masuk, via kedinginan ma"
akhirnya bu windapun membuka pintu rumahnya dan mengajak via, putri kandungnya untuk masuk kedalam rumahnya yang begitu sederhana
paginya di smp mutiara bangsa, kabar tentang via dan shilla telah menyebar di seluruh sekolah. shilla menjadi seseorang yang sangat sombong karna ia sekarang telah menjadi anak seorang pengusaha terkenal dan tidak sering ia meledek dan mempermalukan via karna kini via hanyalah anak dari seorang janda miskin. tapi disaat shilla selalu mempermalukan via di depan anak-anak satu sekolahan, alvin selalu membela via dan selalu ada disamping via untuk menghapus air mata gadis tersebut
+rumah bu winda+
"mama, mama ngapai kesini" tanya via yang kanget karna mama gracia datang menemuinya
"via, via ikut mama, papa dan kak alvin juga ya sayang. kita semua bakalan pindah ke amerika. ada perusahaan papa yang harus diurusnya di amrik. kamu mau kan ikut sama kita?"
"ma'af ma, via gak bisa. via gak mungkin ninggalin mama winda sendirian disini" kata via sedih
"via. mama mohon sama via, via mau ya ikut kita ke amrik. mama gak mungkin ninggalin via sendiri disini"
"ma, via gak bisa"
"mama mohon via"
"ma. udah via bilang via gak bisa. mama harus nerima kenyataan kalau via bukan lagi anak mama. via gak mungkin ninggalin mama winda sendirian disini. via gak bisa ma, via gak bisa!" siviapun langsumg masuk kerumah dan menutup pintu.
"via......mama mohon sama kamu nak." kata mama gracia sambil menangis
"ma'afin via ma. via gak maksud ngebentak-bentak mama tadi. via cuma sedih, karna bentar lagi mama, papa dan kak alvin bakalan pergi ninggalin via. maafin via ma" batin via. via pun menangis.
+rumah alvin+
"gi mana ma, via mau ikut kita ke ke amrik?" tanya alvin
"via gak mau vin" kata mama
"gak, via gak boleh tinggal disini sendirian. pokoknya via harus ikut kita ke amrik. biar alvin yang ngomong sama via."
"jangan vin. kamu jangan bikin adik kamu sedih lagi. ini semua berat buat dia vin, mama ngerti bagaimana perasaan via sekarang. dia gak mungkin ninggalin mama kandungnya dan lebih memilih ikut kita ke amrik. kamu jangan bikian via tambah sedih dan merasa bersalah atas semua keadaan ini vin. ini semua terlalu berat untuk dia, mama gak mau liat via kecil mama terus-terusan menangis vin. biarkanlah via memilih jalan hidupnya sendiri" kata mama memberi pengertian pada alvin
+smp mutiara bangsa+
"anak-anak, hari ini teman kalian shilla pindah sekolah. dia sekeluarga pindah ke amerika hari ini." kata bu uchi
via langsung lari meninggalkan kelas dan ia segera menuju rumah alvin.tapi sayang, ketika via sampai disana, mobil keluarga alvin baru saja pergi. via pun mengejar mobil tersebut
"papa......,mama......,kak alvin.....jangan tinggalin via" teriak via.
saat sedang berlari kaki via tersandung batu dan ia pun terjatuh
"papa...mama...kak alvin, jangan tinggalin via sendirian disini. via gak mau hidup sebatang kara ma..pa. kak alvin....!!!!!" via terus menangis, ia terus meratapi kebodohannya dalam mengambil sebuah keputusan yang pada akhirnya membuat dirinya sedih dan hancur. mobil keluarga alvin terus melaju menuju bandara tanpa mengetahui bahwa sivia sedang menangis meratapi kepergian mereka dari belakang
+6 tahun kemudian+
via menjadi sosok gadis yang cantik, baik dan pintar. via berhasil mendapatkan beasiswa disebuah universitas terkemuka di kota bandung. dan via juga mempunyai seorang penggemar yang setia untuk mendapatkan cintanya. orang itu adalah cakka kawekkas nuraga. si bintang kampus dan menjadi idola buat para cewek-cewek dikampusnya. tapi sayang, cakka hanya mencintai sivia. sudah 1 tahun cakka mengejar cintanya sivia, dan juga sudah yang ke 99 kalinya sivia menolak cintanya cakka. entah apa yang membuat dia tidak bisa menerima lelaki ganteng,tajir dan sebaik cakka. mungkin karna hatinya terlah terisi oleh seseorang yang sangat ia sayangi sampai detik ini.
"via.....ayodong, kamu terima cinta aku. ini udah yang ke 100 kalinya aku nembak kamu via. kamu terima aku buat jadi pacar mu ya, ya...ya....ya....please.........." mohon cakka
"aduh kak cakka, ini juga udah yang ke 100 kalinya aku bilang kalau aku gak mau jadi pacarnya kakak. kakak ngerti gak sih! ya udah deh, aku mau kuliah dulu"
"gagal maning,gagal maning. pokoknya aku gak bakalan nyerah buat dapetin cinta kamu vi"
gak lama kemudian, ponselnya cakka berbunyi
"hallo...,apa! loe sekarang ada di bandara. okay, loe tunggu aja gue disana, tar lagi gue otw ke sana." cakkapun segera bergegas kebandara
"woi cakkk, mau kemana loe. gue disini" teriak seseorang
"alvin....alvin...., gile tambah cakep aja loe sekarang. perasaan, gue baru ninggalin amrik 2 tahunan deh. dan waktu itu masih cakepan gue dibandingkan loe. nah sekarang kok loe malah cakepan dari pada gue sih. apa-apaan ni, gak terima gue!" kata cakka ngerocos tanpa berhenti
"hahahahahahahah, terima aja nasib loe cak. eh iya si shilla kirim salam tuh buat loe. besok dia bakalan balik ke indo sama bokap dan nyokap"
"hahahahahah, bilang ya sama adik loe itu. kalau gue gak suka sama dia. lagian gue udah nemu belahan jiwa gue disini"
"serius lho? cewek mana yang bisa naklukin hati sahabat gue ini"
"dia anak kampus gue, orangnya cantikkkk, banget baik lagi"
"masa sih,gue penasaran deh"
"yaudah, kalau gitu loe ikut aja ke kampus gue.sekalian gue juga masih ada kelas ni. tar gue tunjukin orangnya"
"boleh-boleh"
+kampus+
"itu dia vin cewek yang gue ceritain ke loe tadi"
alvinpun melihat kearah yang ditunjuk oleh cakka. betapa terkejutnya dia, bahwa yang dimaksud cakka itu adalah sivia, orang yang selama ini sangat ia rindukan. alvinpun segera berlari menghampiri sivia dan dia langsung memeluk sivia
"via, kakak kangen sama kamu" kata alvin sambil memeluk sivia
"kak alvin. ini benaran kakak kan? ini benaran kak alvin via kan?" kata via sambil menangis. ia tidak percaya kalau sekarang alvin berada di hadapannya
"iya via, ini kakak. kamu sehat-sehat aja kan"
iya kak, aku sehat. papa mama mana kaka, via kangen sama mereka"
"besok mereka baru balik ke indo vi"
"woi....woi....gak malu tuh, loe be2 pada diliatin sama anak-anak satu kampus. eh vin, loe kenal via? kok loe gak pernah bilang-bilang sama gue" tanya cakkka
"panjang ceritanya cak, tar deh gue ceritain sama loe. vi sekarang kamu ikut sama kakak ya" alvinpun menarik tangan via dan meninggalkan cakka dengan perasaan cemburu berat.
+taman bunga+
"via kakak minta maaf ya sama kamu. kakak gak ada selama 6 tahun belakangan ini buat ngejagain kamu. kakak malah pergi ke amerika ninggalin kamu sendirian disini" kata alvin menyesal
"gak apa-apa kok kak, lagian itu semuakan udah keputusan aku untuk tetap tinggal di sini"
esok harinya, alvin membawa sivia untuk bertemu dengan papa dan mamanya
"papa...., mama......, via kangen sama kalian" siviapun langsung memeluk papa dan mama yang selama ini di rindukan
"via..... mama kangen banget sama kamu nak. via sehatkan?"
"iya ma, via sehat"
"anak papa.... sini-sini. papa kangen sama kamu sayang. sekarang via kecil papa udah tumbuh menjadi gadis yang cantik ya?."
"iya dong pa, siapa dulu dong papanya. pak antonius. hahahahahahaha"
suasana malam itu begitu haru dan menggembirakan, namun ada satu orang yang tidak suka melihat semua kegembiraan itu. orang itu adalah shilla.
saat via sedang sendiria, shillapun menghampiri via "via gue harap loe ingat, bahwa mama, papa dan kak alvin itu adalah keluarga gue, bukan keluarga loe" bisik shilla pada via
"pa,ma..., via pulang dulu ya. udah malam nanti mama winda khawatir sama via lagi"
"kakak antarin ya vi?"
"gak usah kak, aku ada yang jemput kok"
"siapa?"
tinnnnnn....tin.......klakson sebuah motor terdengar dari depan rumah
"tuh orangnya udah datang. via pulang dulu ya. daaaaaaa" pamit via. viapun langsung menaiki motor cakka, ternyata orang yang dimaksud via tadi adalah cakka. melihat via pulang bersama cakka, entak mengapa hati alvin sangat sakit, dia seakan gak rela kalau via dekat sama laki-laki lain selain dirinya.
"via, entah mengapa hati kakak begitu sakit melihat kamu dekat sama cakka"batin alvin perih sambil menatap kepergian via dan cakka
"sialan tu cewek, berani-beraninya dia ngedeketin kak cakka, padahal gue udah lama suka sama kak cakka. gue gak akan ngebiarin loe ngerebut kak cakka dari gue vi, gue gak akan ngebiarin loe ngerebut apa yang seharusnya jadi milik gue" batin shilla
+rumah sivia+
"via ayo naik, temanin kakak jalan-jalan ya?" pinta alvin
"kak alvin, mau kemana emangnya kak?"
"ketamana yok"
alvia pun pergi ketaman bunga, tempat kenangan mereka dulu waktu zaman smp (pada inget?)
"via, kakak boleh gak minta sesuatu sama kamu?"
"apa kak?"
"kaka mohon kamu jangan dekat-dekat ya sama cakka"
"lah emang kenapa"
kakak gak suka aja vi"
"kakak gak suka pasti punya alasannya kan?"
"kakak sayang sama kamu"
"hahahahah....kakak ada-ada aja. via juga sayang sama kakak, kan kak alvin kakaknya via"
"bukan perasaan sayang sebagai kakak adik vi"
"terus apa dong, aku gak ngerti deh sama kakak. eh, liat deh kak, bunga edelweiss yang waktu itu masih ada, bagus ya kak"
"VIA KAKAK CINTA SAMA KAMU" kata alvin. via diam seribu hahasa mendengar perkataan alvin barusan
"kakak, gak lucu deh becandaannya" kata via ngambek
"kakak serius vi, kakak sayang banget sama kamu. kakak semakin yakin rasa sayang kakak buat kamu itu adalah perasaan cinta. kakak cemburu saat kamu pulang bareng cakka semalam. makanya kakak suruh kamu buat ngejahuin cakka, karna kakak gak suka liat kamu dekat-dekat sama dia."
"maaf kak, aku gak bisa ngebalas perasaan kakak, aku cuma suka sama kak cakka" kata via bohong. viapun lari meninggalkan alvin
ternyata cakka dan shilla mendengar semua perkataan alvin barusan. cakka sangat marah, dan ia memukul alvin.
"sialan loe vin! sahabat macam apa loe yang nikam sahabatnya sendiri dari belakang. loe kan tau kalau gue suka sama via. dasar pengecut loe, beraninya main belakang!"
"kak cakka! loe apa-apaan sih. kak alvin kan sahabat loe. gak seharusnya kakak mukul kak alvin cuma gara-gara via" kata shilla
"loe diam shill! loe gak tau apa-apa!" bentak cakkka pada shilla.cakka pun pergi meninggalkan alvin dan shilla, lalu ia pergi menyusul via untuk meminta penjelasan atas kata-katanya tadi pada alvin
"kak alvin, kita pulang ya, biar nanti shilla obati lukanya kakak" shillapun memapah alvin menuju mobilnya
"via, tunggu! gue gak ngerti sama kata-kata loe tadi. kalau loe suka sama gue, kenapa loe selalu nolak cinta gue."
"kak cakka, maaf. gue....gue....." tiba-tiba via pingsan dan cakka langsung membawa via ke rumah sakit
+rumah sakit+
"kanker darah ditubuh pasien sudah menyebar. sekarang kanker yang ada ditubuhnya sudah mencapai stadium akhir" jelas dokter kepada cakka
"apa dok! kanker darah stadium akhir!" kata cakka tak percaya. cakka pun kembali kekamar rawat sivia. saat cakka berusaha mencari hp via di tasnya untuk menghubungi mama via, dia menemukan subuah diary. lalu cakka membaca isi diary tersebut. akhirnya cakka mengerti bangai mana perasaan via yang sesungguhnya kepada alvin. via pun sadar dari pingsannya. lalu cakkka buru-buru mengembalikan diary itu ketempatnya.
"via kamua udah sadar" tanya cakkka
"kak cakka"
"via kenapa kamu gak pernah cerita kalau kamu itu sakit kanker vi"
"kakak udah tau ya. aku mohon sama kakak, kakak jangan bilang-bilang tentang penyakit aku sama siapa-siapa ya, termasuk mama dan kak alvin"
"tapi vi............."
"aku mohon sama kakak"
"okay, kakak gak bakalan bilang sama siapa-siapa. tapi kamu harus dirawat disini dulu ya?"
via hanya bisa tersenyum kepada cakka
keesokan harinya, cakka mendapat kabar dari shilla bahwa alvin akan balik ke amrik siang ini. cakka langsung menyusul alvin kebandara
"alvin!!!!!! brengsek loe!!!! seenaknya aja loe balik ke amrik tanpa pamit dulu sama gue dan via.DASAR PENGECUT LOE!" kata cakka sambil mendaratkan bogem mentahnya pada wajah alvin
"loe pikir, gue akan kuat untuk pamitan sama loe dan via! loe gak tau sakitnya hati gue setelah gue tau kenyataanya kalau via suka sama lo, dia sayang sama loe! loe gak ngerti betapa sakitnya gue mendengar kata-kata itu langsung dari mulutnya, loe gak akan ngerti karna loe gak ada di posisi gue! jadi jangan pernah loe sebut gue seorang pengecut " kata alvin emosi dan ia segera meninggalkan cakka
"via gak pernah cinta sama gue. dari dulu sampai sekarang cintanya cuma buat loe alvin jonathan sindhunata!" teriak cakka
alvinpun menghentikan langkahnya. dan ia segera berbalik dan mendekati cakka
"apa loe bilang barusan cakk"
"iya, sivia azizah gak pernah sama sekali cinta sama gue, dia cuma cinta sama loe vin. sekarang via lagi sakit parah vin, via terkena kanker darah stadium akkhir."kata cakka
lalu cakka dan alvin segera menuju rumah sakit tempat dimana via dirawat
"via...." kata alvin
"ngapain kakak kesini, kan aku udah bilang kalau aku gak cinta sama kakak, aku cinta sama kak cakk"
alvin langsung memeluk sivia
"kakak mohon vi, kamu jangan bohong lagi sama kakak vi.kamu jangan nyiksa diri kamu kayak gini lagi vi. kakak benar-benar gak sanggup liatnya" kata alvin sambil menangis
"maafin gue vi, gue gak bisa nyimpan rahasia loe" kata cakka menyesal kepada via
"yaudah lah kak, toh gak ada gunanya lagi kak cakka nyeselin semua ini. walaupun aku marah-marah sama kak cakka, semuanya gak akan selesai kan" kata via pada cakka
"kak alvin, kakak mau gak bawa via kepantai, via kangen kak sama suasana pantai" alvin dan viapun pergi kepantai
"via capek ya, kakak gendong ya?"kata alvin.viapun naik kepunggungnya alvin
"kak, via cuma mau bilang, kalau via sayang banget sama kakak"
"kakak tau kok vi"
"kak, via tidur dulu ya kak, via capek"
"iya, via" kata alvin sambil tetap menggendong via
"eh....vi liat deh pemandangannya indah banget ya"
namun tak ada jawaban dari via. saat alvin menoleh kebelakang untuk melihat sivia, alvin sangat panik, karna darah segar mengalir dari hidungnya sivia dan saat itulah alvin mengetahui bahwa via sudah pergi meninggalkan dirinya selamanya
"viaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...........................!!!!!!!!!!!!!"teriak alvin
+pemakaman via+
semua orang begitu berduka, mereka begitu kehilangan sosok via yang baik, dan selalu ceria. langitpun ikut menangis menghantarkan kepergian via. tak terkecuali shilla. ia sangat menyesal karna selama ini dia selalu bersifat sinis kepada via, itu semua karna dia takut, takut kalau nantinya papa mama dan alvin kembali sayang sama sivia dan melupakan dirinya.satu-persatu kini mulai pergi, tinggallah alvin sendiri di pemakamannya via
"via, kasih sayang dan cinta kakak akan selalu abadi buat kamu, meskipun kamu gak lagi di samping kakak. semoga kamu tenang ya vi dialam sana"
arwah siviapun tersenyum kepada alvin. sekarang via bisa istirahat dengan tenang karna cintanya tlah mengikhlaskan dirinya untuk pergi
# the end #
Tidak ada komentar:
Posting Komentar