Minggu, 26 Desember 2010

Cinta Sejati Untuk 4 Sahabat *Part 5*

"aduh deva.......lepasin gue! gue ini bukan orang yang mengidap penyakit fedofilia tau" ifypun berusaha melepaskan pelukan deva dari dirinya


"kak ify!!!! gue ini lagi sedih tau. gue lagi gak mood ya becanda sama loe, dan asal loe tau, becandaan loe tu garing banget tau gak!" bentak deva pada ify


"duh ni anak kenapa ya? gue belum liat dia semarah ini sama gue." batin ify.

"duh deva sorry.......maksud gue tadikan cuma iseng-iseng doang?"


"tapi kalau loe mau iseng,loe liat situasi dulu dong!"


"okay....okay....gue ngaku salah sama loe, nah sekarang, apakah adek gue yang paling ganteng sedunia ini mau cerita masalah yang bikin dia sedih dan marah-marah gak jelas kayak tadi sama gue?" kata ify sambil mengedipkan sebelah matanya


"ihhhh...apaan sih loe kak, ganjen banget ngedip-ngedipin mata ke gue, masa karna loe kelamaan jomblo, sekarang adek loe mau loe embat juga!"kata deva gak nyambung


"eh kampret!!! udah bagus ya, gue mau ngeluangin waktu gue cuma buat dengarin masalah loe, sekarang loe malah ngatain gue. adek macam apa loe!" kata ify sambil menoyor kepala deva. ifypun segera masuk kedalam rumah.


"lah, kenapa jadi kak ify yang marah sama gue, seharusnya kan gue yang marah? aaaaaaa......bodo ah, pusing kepala gue" kata deva sambil mengacak-ngacak rambutnya


jam 4 sore ify sudah siap-siap, rencananya sore ini ify mau pergi ke rumah alvin.


"deva....deva.....,loe dimana sih?" teriak ify memanggil deva sambil menuruni tangga.


"kenapa loe manggil-manggil gue!"


"lho.....? kok loe belum siap-siap sih?"


"aaaaa! siap-siap? siap-siap untuk apa? emangnya gue mau kemana? perasaan gue gak mau kemana-mana deh."


"dasar o'oon loe. kan gue udah bilang kalau sore ini kita bakalan kerumahnya oma!"


"loe tu yang o'oon! kapan coba loe bilang sama gue!" kata deva nyolot sama ify


"yeeeee......nyantai aja loe ngomongnya. gak usah pakai nyolot gitu deh, dasar belo!"


"loe cungkring!"


"belo!"


"loe cungkring!"


"belo!"


"loe cungkring!"


"ifyyyyyy! devaaaaa!!!! kalian bisa gah sih, sehari aja kalian itu damai. sakit kuping mama dengar kalian teriak-teriak kayak tadi." bentak mama ify dan deva kepada anak-anaknya itu


"yah mama....., kalau deva sama kak ify damai. itu tanda-tandanya kiamat bakalan datang ma?"


"banyak bacot loe! udah sana, cepat loe ganti baju. nanti gue tinggal loe!"



***dalam perjalanan***


"loe tadi kenapa dev? kayaknya masalah loe berat banget, sampai-sampai pakai acara nangis lagi, malu-maluin gue aja loe" tanya ify pada deva sambil tetap fokus menyetir mobilnya


"gue suka sama cewek kak, tapi cewek itu gebetannya sahabat gue." kata deva sambil memasang tampang sedih


"WHAT!!!!" ify langsung ngerem mendadak mobilnya. akibat ify ngerem mobilnya secara mendadak, sebuah motor menabrak mobilnya dari belakang.


"aduh mampus gue! gara-gara gue ngerem mendadak tadi, tu motor jadi nabrak deh. gara-gara loe sih dev....loe tunggu aja di sini, jangan keluar!" ifypun segera turun dari mobilnya. setelah semua urusannya bersama pemilik kendaraan bermotor itu beres, ifypun kembali ke dalam mobil.


"aaarrrrggghh....BT gue! gara-gara loe, duit gue jadi raib 300 ribu deh. pokoknya loe kudu ganti setengah dari duit gue itu!" kata ify pada deva


"lah kok gara-gara gue? ogah!!! gue gak mau ganti duit loe, kan yang nyetir loe, bukan gue?"


"tapi seandainya loe gak ceritain masalah loe tadi, kan gak bakal gini jadinya!"


"kan loe yang nanya, emangnya ada yang salah ya sama cerita gue tadi?"


"ya gue kaget aja dengar cerita kalau loe suka sama cewek. gue sangka selama ini loe itu homo dev?" kata ify sambil nyengir


mendengar perkataan ify barusan, deva pun melepaskan salah satu sepatu ketsnya, dan ia berniat untuk melempar ify dengan sepatu ketsnya tersebut.


"eeeitttsssss......apa-apaan loe, loe mau ngelempar gue pakai tu sepatu? cepat gak loe pasang tu sepatu, kalau gak loe turunin juga tu sepatu dari tangan loe, jangan salahkan gue kalau loe gue tinggalin di sini. Nyasar- nyasar deh loe, emang gue puduli!"


"habis loe duluan sih kak, yang ngajakin ribut." kata deva sambil memasang kembali sepatunya itu.


"hahahahaha....sensitif banget sih loe jadi orang dev, ya udah deh, yok kita lanjutkan perjalanannya lagi, tar gak nyampai-nyampai rumah oma lagi"


sesampainya di rumah alvin, ify langsung menuju ruang keluarga, sedangkan deva langsung ngacir ke dapur untuk mencari air minum, karna ia kehausan gara-gara bertengkar sama ify di mobil tadi.


"eh itu kak alvin, gue kagetin ahhh." ify berjalan mengendap-ngendap ke ruang keluarga, dan ia segera menutup mata seseorang yang sedang duduk di sofa.


"eh siapa ni? main nutup mata orang seenaknya aja. lepasin gak!" bentak orang tersebut pada ify


tiba-tiba dari arah dapur muncul deva dan alvin yang sedang membawa minuman.


"ify? ngapain loe?" tanya alvin pada ify


"aduh deva jangan beri.........si.......k." saat ify menoleh ke belakang, ia kaget karna ia melihat sosok alvin sedang berdiri di belakangnya


"mampus gue! kalau kak alvin ada di belakang gue, trus yang gue tutup matanya ini siapa dong?" batin ify. ifypun segera melepaskan tangannya dari orang tersebut. dan saat orang tersebut menoleh ke belakang. maka terjadilah pertengkaran yang hebat antara orang tersebut dan ify.


"elo!!! jadi yang nutup mata gue itu eloe nenek sihir! Aduh, bisa katarak ni mata gue gara-gara virus yang ada di tangan loe itu!" kata orang tersebut yang ternyata adalah rio


"ehhh maling! yang ada tangan gue yang kudisan gara-gara megang loe tadi."


"oh yaaa? trus kenapa lo nutup-nutup mata gue tadi. kalau loe emang naksir sama gue, bilang aja. gue maklumin kok."


"what!!! gue naksir sama loe? cuih!!! berasa paling ganteng aja loe. ngaca dong, ngaca!!! tampang ancur gitu gue taksirin, ngarep banget loe!"


"eloe tu ya! bikin sial hidup gue aja tau gak!" bentak rio


"loe tu yang sial!"


"loe"


"loe"


"loe"


"loe"


"STOP!!!!! kalian berdua tu ya. bikin ribut di rumah gue aja" kata alvin emosi pada rify


"loe juga fy, ngapai loe pakai acara nutup-nutup matanya rio segala." tanya alvin pada ify


"gue kirain ni maling loe kak? habis dia pakai jeket yang mirip sama jaket yang waktu itu gue kasih sama loe kak?" kata ify


"hahahahaha.....ada-ada aja loe fy. masa gue disamain sama rio sih. kita berdua kan beda banget."


"hah! maksud kakak?" tanya ify pada alvin


"riokan item, nah gue kan putih fy, dan badan gue kan gak cungkring kayak rio fy?"


"eh sialan loe vin, sahabat macam apa loe yang ngehina sahabatnya sendiri. minta gue bunuh ya loe!" kata rio pada alvin sambil melempar bantal yang ada di sofa ke arah alvin


"heh! emang itu kenyataanyakan? kenapa loe mesti marah. emang loe itemkan." kata ify membela alvin


"heh loe! berani-beraninya ya loe ngatain gue. emang loe putih? enggak kan?"


"gue putih tau.buta ya lo"


"enak aja lo ngatain gue buta.lo tu yang buta.ngebedain gua sama alvin aja gak becus"


"loe yang buta"


"loe"


"loe"


"loe"


"loe"


"stop!!!!!! sesama orang buta dilarang saling menghina.dosa tau." kata deva pada rio dan ify


"diem loe" kata rify kompak


"ecieeee....., sekarang udah pada kompakan ni yeeeee, tar lagi bakalan jadian nih" goda deva


"apa!!! gue jadian sama dia! najissss!!!!" kata rify kompak lagi


"udah,udah. loe berdua jangan ribut lagi. nanti tetangga-tetangga pada komplain lagi sama gue karna kalian ribut terus." kata alvin menengahi


"kak alvin, oma sama ce tasya mana sih?" tanya ify pada alvin


" oooo.....oma sama ce tasya lagi pergi ke supermarket, tar lagi pulang kok, loe tunggu aja."


"oooo....ya udah deh." ifypun langsung duduk di sofa sambil mencari-cari acara tv yang bagus. sementara rio,alvin dan deva duduk di karpet, mereka nyanyi-nyanyi sambil diiringi oleh rio pakai gitar.


"eh kak rio keren deh main gitarnya?" puji deva pada rio


"hahahaha....biasa aja kok. loe bisa main gitar juga?"


"bisa sih, tapi belum sehebat permainan gitar kakak. oh iya, kakak, kakaknya ray bukan?"


"kok loe tau?" tanya rio


"soalnya ray pernah cerita sama gue kalau dia punya kakak yang item namanya rio.jadi benar, kalau kakak ini kakaknya ray. wah asik dong, berarti rumahnya ray sama aku sebelahan dong." cerita deva girang


"sialan tu anak.kalau gue pulang nanti gue botakin tuh rambut gondrongnya, biar dia gak bisa ngatain gue lagi. lah emangnya loe gak tau kalau rumah loe dan ray itu sebelahan?"


"enggak kak. kan gue orang baru dikomplek itu, dan lagi pula ray gak pernah cerita kalau dia tinggal dikomplek yang sama dengan gue."


rio,alvin dan devapun kembali melanjutkan aktifitas nyanyi mereka yang tertunda.


"eh ni maling keren banget main gitarnya. aduh liat ni anak main gitar sekeren itu, gue jadi kepengen bisa main gitar juga. minta ajarin sama deva gak mungkin, secarakan gue udah berulang kali minta diajarin sama dia, tapi tetep aja gue gak bisa-bisa. kalau minta ajari sama kak alvin, sama aja bo'ong, kan dia cuma bisa main piano sama drum. masa iya sih gue minta diajari sama ni anak sih. ah......mikir apaan sih loe fy, mau ditarok dimana harga diri gue kalau gue minta ajari sama dia." batin ify.

"aduh....ce tasya sama oma mana sih, kok dari tadi belum pulang-pulang juga. mana gue dicuekin lagi sama ni orang-orang. kan gue orangnya paling gak suka dicuekin kayak gini." gumam ify. Karna ify merasa sepi gak ada yang ngajakin dia buat ngobrol,matanya pun mulai berair.

"kak alvin.......,gue jangan dicuekin kayak gini dong?" pinta ify pada alvin. alvin yang milihat ify mulai menangis segera berdiri dan ia langsung memeluk ify.


"aduh ify, sorry ya.....kakak gak maksud buat cuekin kamu kok. ya udah deh, kakak ajak kamu jalan-jalan ketaman komplek ya. eh bro, gue pinjam motor loe bentar ya?" kata alvin pada rio, kemudian alvin dan ifypun pergi ke taman komplek dekat rumah alvin


"eh dev, kakak loe kenapa tuh, gak ada angin gak ada ujan tiba-tiba nangis kayak gitu" tanya rio pada deva.


"ohhh....kak ify emang kayak gitu kak. dia itu paling phobia kalau dicuekin kayak tadi."


"hah.....! emang ada ya orang phobia karna dicuekin" kata rio yang kaget mendengarkan penjelasan deva barusan.


"gue juga gak tau kak,kak ify emang dari kecil kayak gitu. gue aja yang udah bertahun-tahun jadi adeknya aja sering bingung sama sifatnya dia. tapi kak alvin slalu perhatian sama kak ify. dia juga tau apa-apa aja yang kak ify suka dan yang kak ify gak suka.kak alvin juga tau bagaimana cara nenangin kak ify kalau-kalau phobianya itu kumat. dan satu lagi, cuma kak alvin yang tahan sama sikap manjanya kak ify, maka dari itu gue salut banget sama kak alvin." jelas deva panjang lebar pada rio


"aneh banget kakak loe dev, bingung gue sama dia."


"gue aja yang jadi adeknya aja bingung, apalagi loe kak."


setelah puas jalan-jalan di taman.ify dan alvinpun kembali ke rumah


"duh kak, udah malam ni. gue sama deva pulang dulu ya? gue titip salam aja deh buat oma dan ce tasya. kapan-kapan gue main lagi deh kesini"


"ya udah deh fy, kakak minta ma'af ya. kakak gak tau kalau oma sama ce tasya perginya bakalan selama ini, mana hpnya ce tasya gak aktif lagi."


"gak apa-apa kok kak. mungkin oma sama ce tasya ada keperluan mendadak, makanya pulangnya lama."


"eh vin, gue juga mesti balik ni,nyokap udah nelfon-nelfonin gue dari tadi ni" pamit rio pada alvin


"okay, hati-hati dijalan ya yo,fy,dev."


dari tadi rio sudah berusaha untuk ngidupin motornya, tapi motornya gak mau idup-idup juga.melihat hal itu ifypun mulai emosi.


"eh loe! minggirin tu motor, gak liat ya loe, mobil gue gak bisa keluar gara-gara motor loe itu" bentak ify


"diem loe! lagian siapa yang narok motor gue disini. kan tadi loe sama alvin yang pakai ni motor buat jalan-jalan ke taman. kalau loe mau marah-marah, tuh marahin alvin aja sana. kan dia yang markirin motor gue disini."bentak rio


melihat rio dan ify bertengkar lagi, alvin akhirnya menghampiri mereka.


"kenapa motor loe yo?" tanya alvin


"kok loe yang nanya sih vin, seharusnya gue yang nanya sama loe? loe apain nih motor sampai-sampai ni motor gak mau hidup."


"tadi pas gue pakai ni motor baik-baik aja deh." alvinpun mengecek motor rio

"pantesan ni motor gak mau idup, orang bensinnya aja habis." kata alvin


"hah! bensinnya habis? kok loe gak isi bensinnya sih vin, udah gue pinjamin juga!" protes rio pada alvin


"loenya gak bilang sih." kata alvin cuek


"trus sekarang gue pulangnya kayak mana dong? bisa dipecat jadi anak deh gue sama nyokap kalau malam ini gue gak pulang."


"loe tunggu sini bentar!" kata alvin. lalu alvinpun menghampiri ify yang ada di dalam mobilnya


"fy, rumah loe kan sebelahan tuh sama rumahnya rio. boleh gak rio nebeng pulang sama loe.bensin motornya habis tu, makanya motornya gak bisa idup dari tadi"


"tapi kak....." sebelum ify melanjutkan omongannya, alvin buru-buru memotong omongan ify.


"please fy.................? gue mohon sama loe. gue gak enak sama rio, bensin motornya habis gara-gara kita pakai buat pergi ke taman tadi." mohon alvin pada ify


"ya udah deh, tu anak boleh nebeng mobil gue. ini semua gue lakuin karna loe yang minta ya kak."


"oke deh ify cantik, makin sayang deh gue sama loe." kata alvin sambil mencubit kedua pipi ify. lalu alvin pun berjalan ke arah rio


"yo loe pulang bareng ify aja.anaknya udah ngizinin tuh" kata alvin


"hah! gila loe ya! gak mau gue satu mobil sama nenek sihir kayak dia!" tolak rio


"loe jangan kayak anak kecil deh yo? kalau loe gak pulang sama ify, loe mau pulang sama siapa lagi coba. jam segini mana ada lagi angkutan umum yang lewat.motor loe di titipin sini aja, gue jamin aman." alvin mencoba meyakinkan rio.


"yaudah....yaudah. gue pulang nebeng sama tu anak aja." kata rio sambil cemberut. riopun berjalan ke arah mobil ify


"turun loe" kata rio pada ify


"apa-apaan loe. inikan mobil gue, kenapa mesti gue yang turun sih.masih untung ya gue masih mau nebengin loe pulang. sadar diri dikit dong loe jadi orang" bentak ify pada rio


"biar gue yang nyetir" kata rio mencoba sabar menghadapi ify


"gak mau gue. kalau loe mau pulang bareng gue, noh loe duduk di belakang!" kata ify cuek


"loe!!!!! aaarrrggghh!!!!!!" rio berusaha menahan emosinya agar dia gak ribut lagi sama ify

"kalau gue gak ingat dia adalah orang yang paling loe sayangin, udah habis tu anak sama gue vin" bisik rio kepada alvin


"heh loe, mau pulang bareng gue gak sih. kalau ia cepetan naik!" perintah ify pada rio. dengan sangat terpaksa, riopun naik ke mobil ify


"kak alvin, gue sama deva pulang dulu ya. sampaiin salam gue buat oma sama ce tasya ya. byeeee."kata ify pada alvin


ifypun menghidupkan mobilnya dan pergi meninggalkan rumah alvin


"rio....rio..., belum pernah gue liat sikap loe yang kekanak-kanakan kayak tadi. loekan orangnya gak banyak ngomong, jaim abis, apalagi di depan cewek. gelar loe sebagai mr. cuek itu gak berlaku ya kalau loe ketemu sama ify" kata alvin sambil tersenyum danl tetap melihat ke arah mobil ify yang semakin menjauh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar