Minggu, 26 Desember 2010

Cinta Sejati Untuk 4 Sahabat *Part 6*

"huaaaaaaaaaaa.....mama....,ify telat ni! aduh mama mana sih, dipanggil kok gak nyaut-nyaut. si deva pakai acara ninggalin gue segala lagi, awas aja tu anak. untung gue udah tau caranya naik bus ke sekolah. kalau gak, bisa bolos deh gue hari ni. kan gak lucu kalau gue baru masuk sehari, besoknya langsung bolos, generasi muda macam apa gue kalau sering bolos." kata ify sambil ngomel-ngomel.


#depan rumah rio#


"aduh.....! si cakka mana sih, katanya dia mau jemput gue. pasti tu anak lupa kalau pagi ini gue nebeng sama dia, mana udah jam segini lagi. apa boleh buat kalau udah kayak gini, terpaksa deh gue naik bus aja. sampai lumutan gue nunggu tu anak juga gak bakalan datang" gerutu rio


#halte bus#


"heh, ngapain loe disini? loe ngikutin gue ya?" kata rio kepada ify yang sedang menunggu bus di halte untuk berangkat ke sekolah


"yeee......, kurang kerjaan banget gue ngikutin loe. gue mau nungguin bus tau, loe tu yang ngapain disini? bukannya loe punya motor, ngapain loe nungguin bus juga, ikut-ikut gue aja loe."


"loe lupa ya, gue tu disini karna loe! karna loe pergi ketaman bareng alvin semalam, bensin motor gue habis. dam motor gue juga masih gue titipin dirumah alvin. nah loe sendiri ngapain disini, bukannya loe punya mobil, ngapain loe pakai acara naik bus segala?" tanya rio


"mobil gue dibawa pak oni buat ngantarin deva kesekolah, karna gue bangun kesiangan, makanya gue ditinggal sama tu tuyul."


"dasar cewek pemalas." kata rio cuek


"udah deh ya,loe jangan cari ribut lagi sama gue. gue lagi malas beramtem sama loe, ngerti!" kata ify judes


"ya udah, anggap aja kita saling gak kenal, oke!"


"oke!" kata ify


tiba-tiba wajah rio menjadi tegang dan ia keringat dingin, karna ia melihat banci yang berjalan menuju halte bis. sekarang banci itu ikutan duduk di halte bis bersama rio dan ify. karna melihat ekspresi rio yang ketakutan pas liat tu banci, ify bisa menyimpulkan kalau rio itu takut sama yang namanya banci. gak tau ada bisikan setan dari mana, ify mempunyai ide untuk mengerjai rio.


"hahaha....saatnya gue balas dendam sama tu anak" batin ify.

"eh, tante...tante" panggil ify pada banci tersebut


"ada apa adek manis? jangan panggil eike dengan panggilan tante dong manis, panggil eike kakak aja, kan eike masih muda" kata banci tersebut sambil mencolek dagu ify


"hehehehehe....., iya deh tante, eh maksudnya kakak. kakak-kakak sini deh kupingnya, ada yang mau aku bisikin sama kakak" ifypun membisikkan sesuatu kepada banci tersebut


"tu anak ngapain ya bisik-bisik sama tu banci? perasaan gue jadi gak enak gini" batin rio


"hah! masa??? kamu serius? cowok ganteng disebelah eike ini naksir sama eike?" bisik banci itu kepada ify


"iya kak, saya serius......!liat deh tu kak, wajahnya memerah, itu karna dia malu ada cewek secantik kakak di sini." bisik ify bohong kepada banci tersebut


banci tersebut langsung mendekati rio


"aduh cowok ganteng, jangan malu gitu dong sama eike, eike gak gigit kok." kata banci itu dengan gaya centil sambil mencolek dagu rio


"sialan tu nenek sihir,apa coba yang dia bilang sama ni banci, sampai-sampai ni banci agresif kayak gini sama gue." Maki rio dalam hatinya


"aduh jangan tegang gitu dong ganteng. ya udah deh, biar gak tegang gitu, eike kasih ciuman khusus buat you." kata banci tersebut yang mau siap-siap cium pipi rio


"huwaaaaa.....mamaaaaaa!!!!! tolongin riooooooo!!!!! rio mau dicium sama makhluk aneh maaaa........." teriak rio memanggil-mangil mamanya dan ia segera lari meninggalkan halte bus tersebut.


"hei ganteng.....mau kemana? tungguin eike dong sayang." banci itupun berlari mengejar rio si cowok dambaannya


"huahahahahaha....rasain loe maling. emang enak di kejar-kejar banci kayak gitu. Gue dilawan" kata ify bangga sambil menepuk-nepuk dadanya


#kelas XI IPA 3#


Brakkkkk!!!! rio membanting tasnya diatas meja.


"eitssss.....kalem bro. pagi-pagi udah kusut aja muka loe. untung pagi ni pak deve enggak masuk, jadi loe gak kena hukum deh gara-gara loe telat" kata cakka


"loe habis ikut perlombaan lari jarak jauh yo? muka loe sampai keringatan gitu?" tanya iel pada rio


"diem loe!!! gak liat loe gue lagi marah, sebelum emosi gue makin naik, mending loe semua diem deh!!! bentak rio kepada ke 3 sahabatnya itu.


"kenapa lagi sih loe io? siapa coba, yang pagi-pagi gini bikin emosi loe naik kayak gini?" tanya alvin


"loe berdua orangnya!" kata rio sambil menunjuk ke arah alvin dan cakka


"lho, kenapa gue? ketemu loe juga baru sekarang yo." jawab alvin kaget


"benar tuh kata alvin, emangnya kita ada salah apa sama loe?" kata cakka yang menyetujui kata alvin barusan


"loe berdua benar-benar bikin emosi gue naik tau gak! gue marah sama loe karna loe saudaraan sama cewek yang udah bikin gue sial hari ni, gara-gara loe gak isi bensin motor gue, gue terpaksa ke sekolah gak pakai motor. dan loe cak! kenapa loe tadi pagi gak jemput gue, kan semalam gue udah nelfol loe supaya loe itu jemput gue pagi ini. gara-gara keteledoran loe berdua, gue dikerjain habis-habisan sama saudara tercinta loe tu vin!" kata rio emosi


"maksud loe ify io?" tanya iel


"ya iyalah!!! siapa lagi coba saudara yang paling manja dan paling di sayang sama ni anak! si ify yang udah buat gue lari meraton pagi-pagi gini. mana gue kena marah habis-habisan lagi sama pak duta, gue dibilang ketos yang gak disiplinlah,gue senior yang gak memberikan contoh baik sama junior lah,inilah,itulah! mau ditarok dimana coba harga diri gue! kata rio emosi


"duh yo, soal gue mau jemput loe itu, sorry......banget. gue lupa yo." kata cakka menyesal


"minta maaf loe sana sama tembok" kata rio jutek sama cakka


"udah,udah. gue akuin, gue sama cakka emang salah yo, dan gue sama cakka benar-benar minta maaf sama loe. nih minum dulu biar emosi loe reda." kata alvin sambil memberikan sebotol air mineral kepada rio


"dari tadi kek loe nawarinnya. udah mati lemas ni gue gara-gara kehausan." riopun langsung meminum air pemberian alvin tadi


"emangnya si ify ngerjain loe kayak mana sih yo, kok sampai-sampai keringat loe banyak kayak gini?" tanya gabriel


riopun menceritakan dari awal dia ketemu sama ify di halte bus sampai dengan adegan dia dikejar-kejar sama banci secara detail.


"huahahahahahahaha...."ketawa alvin, gabriel dan cakka kompak setelah mendengar cerita rio.


"sialan ya loe pada! makan ni kertas dari gue!" kata rio sambil memasukkan kertas kedalam mulut ke 3 sahabatnya itu


"cuiiih!!!! sialan loe io. loe kira gue apaan makan kertas kayak gitu" kata gabriel


"siapa suruh loe ketawain gue, senang ya loe liat gue menderita kayak tadi."


"gak hebat loe io, malu-maluin kita aja sih loe. masa sama banci aja loe takut sih." kata cakka


"rio itu phobia sama yang namanya banci cakk? emang loe gak tau cak?" kata alvin


"what!!!! mario stevano aditya haling, seorang ketos sma dharma yudha phobia sama yang namanya banci?????" kata gabriel dan cakka kompak, perhatian anak-anak satu kelas kini beralih ke mereka berdua


"eeeettttt...dah. loe burdua mau jatuhin reputasi gue di depan anak-anak satu kelas! kalau iya, kurang keras suara loe berdua. kenapa gak loe umumin aja sama 1 sekolahan haaaah!!!


"hehehehehehehe.......,sorry bro. Gue shock tadi." kata cakka dan iel sambil nyengir


"tapi loe gak apa-apakan yo? biasanya kalau loe ketemu sama banci loe kan langsung down?" tanya alvin khawatir


"gak papa kepala loe peang!!! kepala gue lumayan sakit ni gara-gara kejadian tadi."kata rio sambil memegang kepalanya


"iya yo, muka loe aja sampai pucat kayak gitu. mending loe minta izin ajadeh sama guru piket buat pulang, biar loe istirahat di rumah aja." kata gabriel


"gak usah deh, paling-paling sakitnya juga hilang sendiri nanti" tolak rio secara halus


"kok loe bisa phobia sama banci sih yo.perasaan, loe gak phobia deh sama yang namanya banci?" tanya cakka


"itu waktu TK cak, waktu loe belum pindah ke jogja. gue kayak gini gara-gara kejadian naas yang menimpa gue setelah lo pindah" kata rio menjelaskan


#flasback#


minggu pagi, di lapangan basket komplek rumah rio


"vin tangkap!!!" kata rio sambil melemparkan bola basketnya ke arah alvin. tapi karna rio ngelemparnya terlalu tinggi, alhasil tu bola mendarat dengan mulus di kepala seorang banci yang kebetulan lewat di lapangan basket tersebut.


"aduhhhh....kepala eike kena bola. siapa yang ngelempar eike pakai ni bola! kamu ya?" kata banci tersebut sambil menunjuk alvin


"eh......,buk....bu....kan saya tante. tapi teman saya yang itu" kata alvin menunjuk rio dengan tampang polos


"dasar bocah edan!!!!! berani-beraninya kamu sama eike ya, awas kamu, eike lempar kamu pakai sepatu." banci tersebut melepas kedua sepatunya dan berlari ke arah rio


"aaaaa....ampun tante banci......, aku gak sengaja" riopun lari karna ia dikejar sama banci tersebut. riopun berlari menuju rumahnya


"eh tunggu bocah edan! tunggu....tunggu....." teriak banci tersebut sambil tetap ngejar rio


"mama.....mamaaa.....tolong......." teriak rio sambil terus berlari


rio dan banci tersebut terus kejar-kejaran. sementara alvin hanya bisa bengong melihat sahabatnya dikejar sama banci tanpa ia bisa berbuat sesuatu untuk menolong sahabatnya itu. waktu rio sampai di tikungan komplek, dia tidak mengetahui kalau ada tukang sayur keliling yang lewat, dan akhirnya rio menabrak tukang sayur tersebut, lalu ia pingsan. akibat kejadian itu tulang kaki rio retak, sehingga ia harus menggunakan kursi roda selama 5 bulan.


#flasback end#


"huahahahahahaha....sumpah yo, cerita loe barusan kocak habis. hahahahahahahah........" cakka terus-terusan ketawa setelah mendengar cerita rio barusan. sementara gabriel dan alvin hanya tersenyum setelah mendengar cerita rio. mereka berdua sengaja menahan ketawanya agar rio tidak tersinggung, beda sama cakka.


"udah puas loe ketawain gue cakk? kalau udah puas loe diam sekarang, gantian gue yang ngomong" kata rio


"hehehehe......sorry bro.gue gak maksud nyinggung perasaan loe kok. kan loe tau sendiri gue orangnya kayak mana, jadi loe maklumin gue ya." kata cakka nyengir


"banyak bacot loe cak! Eh...,kantin yok bro, laper gue ni. kan sekarang jam pelajarannya lagi kosong." kata rio


"cabut!!!!!" kata cakka mengomandoi


#kantin#


"mbak? mi goreng sama jus mangganya satu ya mbak?" kata ify kepada penjaga kantin tersebut. saat mie goreng dan jus pesanan ify sudah selesai dibuat.tiba-tiba rio langsung mengambil mie goreng pesanan ify yang terletak di meja tempat pemesanan.


"heh!!!! apa-apaan loe! datang-datang main rebut makanan orang aja!" bentak ify. Sementara ke tiga sohibnya yaitu, sivia,shilla dan agni hanya bisa diam melihat sahabatnya marah-marah pada sang ketua osis sekolah mereka.


"enak aja loe bilang gue ngerebut makanan loe. orang ni mie gak ada yang ngambil, makanya gue ambil aja."


"tapikan gue udah mesan tu mie dari tadi, ya gak mbak?" kata ify minta dukungan sama yang buat mie tadi


"tapi gue ketua osis disekolahan ini, jadi ini mie milik gue!"


"mau loe ketua osis kek, ketua maling kek, ketua binatang kek, gue gak peduli. balikin mi gue!" bentak ify


"gak mau.....wueeek :p! ejek rio pada ify


sementara di meja, alvin,gabriel dan cakka hanya melihat kejadian itu di tempat mereka sekarang duduk.


"eh vin, si rio ribut lagi tuh sama ify" kata cakka sambil melirik ke arah ify dan rio


"mereka lucu ya?" kata alvin sambil tersenyum memandang rio dan ify


"maksud loe? gak ngerti gue sama omongan loe barusan." tanya iel


"coba deh loe perhatiin mereka, kalau mereka lagi ribut kayak gitu, kayak anak kecil, gak ada tampang-tampang anak sma nya."


"iya ya. kalau dilihat-lihat rio kayak anak kecil banget kalau dia lagi ribut sama ify.secara kan kita tau banget kalau tu anak emosinya gak gampang kepancing dan diantara kita dia yang paling dewasa. tapi kalau liat dia ribut sama ify, tu anak beda banget." kata cakka


"setuju gue sama kata-kata loe barusan cakk" kata alvin


Sementara sang objek manusia yang sedang dibicarakan masih asik memperebutkan semangkok mie.


"rioooo!!!! balikin mie gue gak! kalau loe gak mau balikin mie gue, gue sumpahin loe bakal sial terus hari ni" bentak ify


"hahahahahaha....gak mutu banget kata-kata loe barusan" riopun pergi meninggalkan ify dan iya segera menuju meja sohib-sohibnya. tapi baru tiga langkah rio berjalan, kakinya kesandung meja. iapun jatuh dengan mie yang berserakan di seragam sekolahnya


"hahahahaha.....mampus loe! siapa suruh sih loe cari gara-gara sama gue, makan tu mie." kata ify


"yuk guys, kita cabut" kata ify memberi komando kepada sivia,shilla dan agni.


Saat ify melewati meja alvin dkk, dia tidak lupa pamitan kepada alvin."kak alvin gue ke kelas dulu ya, byeeee" kata ify pada alvin


"bye ify cantik...." kata cakka senyum sama ify. *yang dipamitin alvin,tapi yang ngejawab cakka -_- *


"eh cakk, loe jangan tebar pesona gitu ya sama ify" kata alvin noyor kepala cakka


"iye vin,iye........ gue tau, gue janji gak bakalan tebar pesona lagi sama ify"kata cakka sambil mengelus-ngelus kepalanya yang ditoyor sama alvin


"gue pegang janji loe cak!"


"kok loe segitunya sama gue sih vin. loe pilih kasih ni. masa tiba rio yang ribut sama ify loe gak marahin dia sih, malah kayaknya loe senang banget liat tu anak ribut"cakka melakukan protes pada alvin


"karna gue tau cak, loe itu cuma mau main-main doang sama ify"


"dari mana loe tau. siapa tau gue benaran suka sama ify"


"loe gak bakalan gue izinin dekat-dekat sama ify, titik! sampai kiamatpun gue gak bakalan izinin ify buat suka sama loe."


"oke,oke. karna loe sahabat gue, gue gak bakalan godain ify lagi deh. gua janji gak bakal macam-macan sama dia."


Riopun menghampiri meja sahabat-sahabatnya "bro cabut yok. gue mau ketoilet, mau bersihin badan gue. gak enak banget ni badan lengket-lengket kayak gini. mana bau mie lagi"kata rio


#XI IPA 3#


"yo, loe yakin gak apa-apa? muka loe tambah pucat tuh." bisik alvin pada rio biar gak kedengaran sama pak duta.


"gak tau nih vin. gara-gara jatuh tadi, kepala gue makin tambah sakit" kata rio sambil menekan-nekan kepalanya,agar rasa sakitnya berkurang


"gue izin dulu ke pak duta ya, biar gue bisa ngantar loe pulang. kasian gue liat loe keringat dingin kayak gitu"


"serah loe deh vin"kata rio yang tidak bisa lagi menolak untuk diajak istirahat dirumah karna dia merasa badan dan kepalanya benar-benar sakit saat ini


"misi pak, saya mau minta izin buat ngantar rio pulang. rionya sakit pak" kata alvin


"oh...yaudah. saya izinin kamu buat ngantar rio pulang. nanti kalau ditanya sama guru piket, bilang saja saya udah izinin kamu"kata pak duta memberi izin


"baik pak" alvinpun membantu memapah tubuh rio menuju parkiran dan dia segera mengantar rio pulang


#smp dharma yudha#


"wih rajin banget loe dev, sekalian aja ya loe sapu tu tempat duduk gue, banyak banget sampahnya"kata ozy


"loe kata gue babu loe apa! gak mau gue!" tolak deva


"yaelah dev, perhitungan banget loe sama sobat loe sendiri. eh...tapi gak papa deng, gue lagi happy nih" kata ozy girang


"woi!!!! napa loe berdua disini. pasti loe lagi ngomongin gue kan? pasti loe berdua lagi ngomongin kegantengan gue kan?" kata ray yang muncul dengan tiba-tiba dibelakang ozy dan deva


"yeeee.....pede banget idup loe" kata deva dan ozy sambil noyor kepala ray secara bersamaan


"sakit bro! trus loe ngomongin apaan dong?" tanya ray


"loe berdua tau gak, gue udah jadian sama acha." kata ozy


"weits....., selamat ya bro.asik dah, bakal ada makan-makan gratis ni" kata ray semangat


"tenang aja ray, tar loe gue traktir satu gelas aqua ya."


"dasar pelit loe"


"lho, kok loe malah jadian sama acha sih zy. bukannya loe sukanya sama keke?"tanya deva


"kata siapa gue suka sama keke"


"nih, kata si gondrong"


"lah kapan gue bilang ozy suka sama keke dev?" tanya ray


"kemaren kan loe bilang sama gue ray.waktu gue nanya sama loe itu, masa loe lupa sih?"kata deva


"lah emang benarkan? kan gue bilangnya acha, bukannya keke" kata ray bingung


"tapi yang gue maksud itu, cewek manis yang rambutnya dikepang dua ray."


"mana gue tau kalau yang lo maksud bidadari itu keke. eh tunggu, jangan bilang loe suka sama keke dev?"terka ray


"ray.........!" geram deva sambil menatap tajam ray


"eh, kenapa loe liatin gue kayak gitu dev?" kata ray yang ngeri liat ekpresi deva seperti orang mau membunuh


"RAY!!!!! gara-gara loe gue jadi nangis semaleman, dan gara-gara loe juga, gue jadi diledekin sama kakak gue habis-habisan. pokoknya loe kudu tanggung jawab untuk setiap tetes air mata yang gue tumpahin ke bumi gara-gara sikap kesok tauan loe itu. GUE BUNUH LOE RAY!!!" kata deva yang sudah siap untuk mengahabisi ray dengan sapu yang ada di tangannya


"huaaaaa....mamaaaa.....ray mau dibunuh sama deva.......takut.......!!!!!"teriak ray sambil lari meninggalkan kelas


"ray, jangan lari loe!" devapun mengejar-ngejar ray dengan sapu ditangan.lalu deva mengambil ancang-ancang buat ngelempar ray dari jarak yang tidak terlalu jauh.

"1...2...3!"pada hitungan ketiga, deva akhirnya melempar sapu itu ke arah ray. "oppppsssss.....o'oooo....mati gue, lemparan gue meleset.bisa mati gue di cincang sama tu gorilla"gumam deva


"DEVAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!teriak buk oki,karna lemparan deva tadi mengenai tepat ke arah mukanya


"kabur........................"teriak deva ketakutan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar