Selasa, 24 Mei 2011

Cinta sejati untuk 4 sahabat part 13

##### sirkuit balapan liar#####


Deru bising yang dikeluarkan dari tiap-tiap motor yang ada di sirkuit ilegal yang biasanya dipakai oleh para anggota geng motor kota jakarta,kini telah siap untuk kembali menunjukkan aksinya,meraih predikat terhebat,tercepat dan tak terkalahkan. Pemenang dari pertandingan ini ditentukan dari skor tertinggi yang dicatat dengan kecepatan waktu.bendera kuning telah terangkat,setiap pemilik motor yang berada di garis start mulai menggas gila-gilaan motor miliknya, meninggalkan garis start tersebut disertai dengan teriakan dari siapa saja yang ada di sirkuit ilegal itu,tentunya untuk memberikat semangat dan dukungannya pada jagoan masing-masing.saat ini, posisi terdepan dipimpin oleh cakka,yang tak lain adalah seorang siswa pentolan dari sma unggulan di jakarta.


Cakka melirik untuk beberapa detik kearah belakang,memastikan kalau lawan-lawannya telah ia tingggalkan cukup jauh dibelakang sana.namun saat menyadari seseorang yang tengah menyebrang dilintasan balap yang akan ia lewati,cakka segera menarik tali rem pada motornya,motor itupun berhenti saat itu juga.diiringi decitan suara yang mengiris tajam telinga.nyaris saja ia menabrak gadis yang kini ada dihadapannya.Cakka segera membuka helm fullface miliknya dengan kasar.


“lo minta mati!!!”maki cakka pada gadis itu.gadis itu sama sekali tak menggubris perkataan cakka barusan.gadis itu pucat pasi.putih seputih-putihnya.

“minggir!!!!”perintahnya pada gadis tersebut.namun gadis itu hanya diam ditempatnya.tidak lama kemudian,terdengar suara deru motor dari arah belakang.dan kini,posisi terdepan tak lagi dipegang oleh pentolan sma dharma yudha tersebut.

“shitt!!!!!”cakka bergegas turun dari motornya,dan menarik paksa pergelangan tangan gadis tersebut menuju motornya

“naik sekarang,gue gak mau buang waktu lagi” dalam keadaan yang tak sepenuhnya sadar,gadis itupun menuruti perintah cakka.cakka kembali mengenakan helm fullfacenya

“lo pegangan yang kuat....”cakka meraih kedua tangan gadis yang kini ada diboncengan belakang motornya,ia lingkarkan kedua tangan gadis tersebut dipinggangnya “kalau lo mau selamat”.


mereka kini melaju dengan kecepatan sangat tinggi.saat melihat lawan yang tadi menempati posisi terdepan,cakka memacu motornya semakin gila-gilaan.dan gadis dibelakangnya melekat erat ditubuhnya,membenamkan seluruh wajahnya di punggung lelaki tersebut.mekipun tidak melihat,tapi gadis itu bisa merasakan kegilaan macam apa yang sedang dia jalani.cakka sendiri tidak menyadari pelukan kuat dipinggangnya,karna seluruh fokusnya telah tercurah pada sang lawan yang kini jaraknya hanya beberapa meteri di depannya.dan akhirnya,posisi terdepan itu kembali ia raih.lalu mengakhiri pertandingan ini,dan tercatat sebagai sang juara yang tak pernah terkalahkan.para pendukung setianyapun kini menghampiri sang raja sirkuit itu.


“hahahahaha...selamat bos.untuk yang satu ini,lo emang rajanya”kata pemuda berbaju biru


“lo emang selalu jadi yang terdepan”kata pemuda berbaju putih.dan pujian-pujian itu terus terlontar dari tiap-tiap orang yang ada disana untuk sang juara pentolan sma dharma yudha tersebut.


“lo curang cakk.lo boncengin cewek tanpa ada kesepakatan antara kita-kita.lo udah melanggar peraturan!”protes seorang cowok yang tadinya sempat menempati posisi terdepan.sepertinya ia tidak terima dengan kekalahannya.


Cakka melepaskan helm fullfacenya,melirik sebentar pada gadis yang masih membisu dibelakangnya,lalu tersenyum pada pemuda dihadapannya saat ini.”eitsss...santai bro.gue gak curang! lo gak ingat,ini balapan liar mennn,gak ada peraturan di sini.yang ada Cuma berpacu pada kecepatan dan waktu.seharusnya lo berterima kasih sama gue,karna gue udah memberi lo sedikit waktu untuk bisa ngelampauin gue.tapi sepertinya kemampuan lo itu memang belum cukup untuk mengalahkan gue.jadi seharusnya yang lo lakuin bukan asal ngejudge gue kayak tadi,tapi lo harus lebih banyak lagi belajar bagaimana memacu laju motor lo dengan kecepatan waktu.”


TELAKKK!!! Perkataan cakka tersebut benar-benar membuat mulut cowok tadi bungkam.dengan perasaan amarah yang tertahan,cowok itupun membalikkan badannya untuk segera enyah dari hadapan cakka.


“eittsss...mau kemana lo,main minggat aja.bayar dulu uang tahuran yang udah kita sepakati tadi.setelah itu terserah,lo mau minggat kemana kek,itu bukan urusan gue” setelah menerima cas uang 5 juta dari cowok tadi,cakkapun membiarkannya pergi.


Gadis yang sedari tadi duduk dalam diam di boncengan motor cakka, segera turun dari motor tersebut dengan emosi yang tak tertahankan lagi. “Elo gila!!!” Jeritnya dengan emosi yang menggelegak dan ketakutan yang pecah.”kalau tadi kita sampe kecelakaan,gimana!? Kalau gue sampai mati,gimana!? Lo mau bilang apa sama orang tua gue!? Keterlaluan! Elo benar-benar gila! Elo sarap!”

Cakka Cuma diam.menatap gadis didepanya.yang histeris menyemburkan kemarahan.


“takut?”tanya cakka singkat


“takuuuut!!!!!?”jerit gadis itu melengking,dipelototinnya cakka lebar-lebar.saking tak percayanya dengan pernyataan cowok dihadapannya itu.”elo.....”akhirnya gadis itu malah tidak bisa berbicara apa-apa


“gue kan udah suruh lo minggir.tapi lo-nya,malah diam kayak patung ditengah jalan gitu”


“gue tu shock tau.lo tadi hampir nabrak gue.setidaknya lo bilang maaf sama gue,bukannya malah libatin gue dalam balapan gila lo ini!!!”


“gue gak punya waktu ngomong kayak gitu sama manusia yang seketika berubah jadi patung seperti lo tadi.seharusnya lo tu yang minta maaf sama gue,gara-gara lo,gue hampir kehilangan ni duit” cakkapun menunjukkan amplop yang berisi uang tersebut. “lo itu gak punya otak apa? Nyebrang jalan sembarangan.untung gue bisa ngerem tu motor tepat waktu,kalau gak,lewat lo!!!!”


“apa lo bilang!!!? Gue nyebrang jalan sembarangan.yang ada lo tu yang bawa motor dengan kecepatan gila kayak tadi”


Ehhh...lo gak liat apa kalau gue lagi balapan tadi.lagian ngapain lo di situ.tu jalan emang dipakai buat sirkuit balapan.jadi wajar dong kalau gue macu kecepatan motor gue kayak tadi”


Ehhh...tu jalan punya pemerintah ya.dan setau gue, pemerintah gak pernah bikin jalan buat arena balapan liar kayak yang lo lakuin bareng teman-teman lo tadi”


“udah-udah,kalian jangan ribut lagi” lerai cowok yang berbaju biru tadi. “ini siapa lo bos? Cewek lo ya? manis juga” kata cowok itu sambil memperhatikan gadis tersebut dari ujung kaki sampai ujung rambut


“bukan.dia Cuma cewek jadi-jadian yang selalu cari ribut sama gue.jadi lo jangan pernah berpikir kalau ni orang adalah cewek gue”


“lo pikir gue mau apa jadi cewek lo. dasar playboy norak”


“udah,capek gue ribut mulu sama lo.ayo naik,tar gue antar lo pulang”kata cakka


“gak mau gue.gue bukan orang tolol yang mau lo ajak buat nantang maut untuk kedua kalinya”


“terserah deh lo ya agni.lo mau ikut gue apa enggak.yang jelas kalau lo mau cari angkutan umum buat ngantar lo pulang,lo harus jalan kaki 200 m dari sini.dan gue gak bisa jamin keselamatan lo dari kenakalan temen-teman gue yang ada disini”kata cakkka sambil melihat sekelilingnya.


“lo ngancem gue!!!?”


“gue gak ngancem lo.gue hanya sekedar ngasih info penting sama lo” cakkapun mulai menghidupkan mesin motornya


“gak bertanggung jawab banget sih lo jadi cowok.udah bawa gue ke sarang penyamun kayak gini,eeeh...sekarang malah mau ninggalin gue seenak jidat lo” agnipun naik keboncengan motor cakka.cakkapun hanya tersenyum geli melihat tingkah laku cewek tersebut


“gue cabut”


“sipp bosss”kata cowok berbaju biru


“hati-hati bos”kata cowok berbaju putih


“betul tu bos,hati-hati....apalagi lo bawa cewek manis kayak gitu.jangan ngebut,tar lecet lho bos,kan sayang.”kata cowok yang lain.cakka hanya tersenyum mendengar perkataan temannya yang terakhir. Iapun menggas motornya dan meninggalkan sirkuit balapan liar tersebut


Cakkapun menghentikan motornya disebuah supermarket.


“lo tunggu disini bentar.ada beberapa barang yang mesti gue beli.” Perintah cakka pada agni.tak lama kemudian cakka keluar dari supermarket dengan membawa sekantong belanjaan.


“busettt...lo ngeborong tu supermarket?” tanya agni yang kaget melihat banyaknya belanjaan cakka.


“lo gak usah banyak tanya.ni pegangin.”kata cakka menyodorkan belanjaannya


“lo kira gue babu lo apa.ogah gue.itukan belanjaan lo,bukan belanjaan gue”


“gue kan mesti bawa motor,mana bisa gue bawa motor sambil nentengin ni belanjaan.lo tu seharusnya berterimakasih sama gue,masih untuk gue mau ngantarin lo pulang”


“nyebelin ya lo! sini!!!!” mau gak mau,agni harus memegang semua kantong belanjaan cakka


Dan merekapun segera cabut dari supermarket tersebut.


“tadi katanya lo mau nganterin gue pulang,kok malah kesini sih” protes agni pada cakka yang kini memberhentikan motornya di sebuah bangunan yang tampak sudah tua.


“berisik banget sih lo.kan gue bilang nganterin lo pulangnya entaran,gak mesti sekarang kan”


“tapi guenya mau sekarang”


“gue maunya nanti.lagian yang bawa motor gue,bukannya lo.paham!!!?”


agni menarik nafas dalam-dalam,lalu menghembuskannya. “sabar agni...sabar...sabar” kata agni sambil mengelus dadanya


saat cakka memasuki bangunan tua tersebut,kedatangannya disambut oleh anak-anak yang berlari dari dalam rumah,menghampirinya,dan kemudian memeluk cowok itu.agni sempat cengo melihat pemandangan itu.


“tu playboy norak kenapa bisa seakrap itu sama anak-anak panti” gumam agni.


“kak cakka,kakak kok lama banget sih kesininya.aku kangen tau”ucap seorang gadis kecil yang rambutnya dikepang


Cakkapun menunduk,mencoba mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan gadis kecil itu.“maaf ya,kemaren-kemaren kakak lagi sibuk sekolah.makanya jarang main kesini” kata cakka sambil mengusap lembut puncak kepala gadis itu


“kak cakka kan pangerannya lili,lili kangen ni.peluk lili dong kak” kata gadis kecil satunya


“baik tuan putri” cakkapun memeluk gadis yang bernama lili tersebut


“iiihhhh...kak cakka itu pangerannya aku.bukan pangerannya lili tauk...” protes gadis kecil yang lain seraya melepaskan pelukan cakka dari gadis kecil bernama lili tersebut


“enak aja.aku yang pangeran disini.bukan kak cakka.liat....aku punya pedang dan mahkota,kak cakka kan gak punya” kata seorang anak laki-laki memprotes perkataan semua teman-temannya


“minggir-minggir,polisi vano mau lewat” kata seorang anak yang tiba-tiba menyeruak diantara kerumunan anak kecil tersebut. “gak ada yang boleh dekat-dekat sama kak cakka.nanti vano tembak.dorr...dorrr...dorrrr....” kata anak lelaki itu sambil menyodorkan pistol mainannya pada teman-temannya.


“hahahaha..udah-udah,jangan pada berantem.oh iya, bunda mana?” tanya cakka


“bundaaaaa....kak cakka dateng ni” terian anak-anak itu kompak


“agni,sini lo.ngapain bengong disana”kata cakka pada agni yang masih takjub dengan apa yang telah ia liat.agnipun segera menghampiri cakka.


Tak lama kemudian,sang pemilik panti asuhan tersebutpun keluar.”bunda” kata cakka sambil mencium tangan wanita paruh baya tersebut


“cakka,kapan kamu datang” tanya wanita tersebut


“baru aja bun”


“pantesan tadi didalam bunda dengar suara ribut-ribut.ternyata kamu toh penyebabnya”


“cakka juga heran bun.kenapa adik-adik pada heboh gini.biasanya juga enggak”


“wajar kalau adik-adik kamu ini heboh.mereka udah kangen sama kamu.bunda aja sampai pusing harus jawab apa saat mereka nanya kapan kamu datang.udah hampir sebulan lho kamu gak main kesini cakk”


“iya bun,maaf.kemaren lagi sibuk-sibuknya sekolah”


“iya,bunda ngerti kok” kata wanita paruh baya itu memaklumi.”ehh iya, ini siapa cakk?”


“oh,ini teman sekolah cakka bun” kata cakka. “ag ini bunda maya,beliau pemilik panti asuhan ini” kata cakka pada agni


“agni bunda”kata agni memperkenalkan dirinya dengan sopan


“bunda senang kalau ada temannya cakka yang mau main kesini” kata wanita tersebut tersenyum ramah


“oh iya bun,cakka beliin kue buat adik-adik, ini juga ada kebutuhan pokok sehari-hari.smoga ini semua bisa ngeringanin beban bunda ya”


“aduh cakka,setiap kamu kesini,kamu selalu bawain makanan.bunda takut semua ini bakalan ngerepotin kamu.padahal dengan kamu sering main kesini aja,bunda udah senang kok.kamu gak usah repot-repot kayak gini”


“bunda,ini semua udah rezekinya adik-adik.jadi cakka mohon supaya bunda gak nolak pemberian ini.” Wanita paruh baya itupun menerima pemberian dari cakka.


“surti.....kesini sebentar” panggil wanita itu pada orang yang bernama surti.tak lama kemudian,datanglah sesorang yang bernama surti tersebut


“eh,ada mas cakka ganteng.sore mas” kata surti dengan gaya genitnya


“sore juga mbak surti” kata cakka tersenyum pada orang yang bernama surti tersebut.


“surti,kamu jangan genit gitu. Ini,bawain semua barang-barang ini kedapur” wanita itupun memberikan semua kantong belanjaan cakka tadi.


“iya bun”surtipun berjalan ke dapur


“cakka,agni.ayo masuk.semuanya juga pada masuk ya sayang” cakka,agni dan semua anak-anak panti tersebut masuk kedalam


“heh kenapa lo? dari tadi gue liat lo diam aja.takut kalau gue gak nganterin lo pulang” kata cakka menghampiri agni yang duduk sendirian di sebuah kursi.


“bukan masalah itu.gue Cuma heran aja liat lo....”


“bisa akrab sama anak-anak itu? Itu yang mau lo bilang” kata cakka memotong pembicaraan agni


“makanya kalau lo mau nilai orang dipikir-pikir dulu.jangan karna hal yang kecil,lo bisa ngejudge orang seenaknya.kenali orang itu lebih dalam,baru lo bisa memberi penilaian.lo jangan nilai luarnya aja,lo juga nilai dalamnya.jangan hanya nilai orang dengan indra pendengaran ataupun penglihatan lo,lo juga harus gunain hati nurani lo. karna terkadang indra pendengar dan penglihatan itu sering salah.dan satu lagi,jangan pernah lo gunain emosi lo,karna gak akan ada nilai kebenaran yang lo temui disana”


“ya gimana gue gak mikir lo brengsek coba.siapasih yang gak kenal lo cakk,mungkin sebagian besar siswi sma dharma yudha adalah mantan-mantan lo yang lo pacarin gak lebih dari seminggu.dan satu fakta lagi,lo ikut balapan liar hanya untuk mendapatkan uang taruhan yang mungkin jumlahnya bisa dibilang besar. lo gak mikir apa,kalau lo dan temen-teman lo itu bisa membahayakan nyawa orang lain.gue rasa itu semua udah bisa gue jadiin alasan untuk menilai buruk lo dimata gue”


“lo tau alasan kenapa gue selalu pacaran gak pernah lebih dari seminggu” tanya cakka

“lo tau alasan kenapa gue ikut balapan liar itu,padahal mungkin gue bisa mati kapan aja, kalau gue sedikit berbuat ceroboh”


“alasan untuk pertanyaan lo yang pertama karna memang lo itu cowok brengsek.dan untuk alasan yang kedua,apalagi kalau bukan karna uang” jawab agni


“kalau alasan gue kesini lo tau?” agni diam mendengar pertanyaan cakka yang terakhir

“kenapa diam?” cakka menoleh kearah agni.

“lo liat anak cowok yang memakai baju hitam itu” tunjuk cakka pada salah seorang anak yang tengah asik bermain bersama teman-temannya.”namanya dido,dia anak jalanan yang kemudian gue bawa kepanti asuhan ini.sebelumnya dia bekerja jadi tukang minta-minta didekat lampu merah.lo tau alasan gue bawa dia kesini?” tanya cakka kembali pada gadis yang duduk disampingnya itu.

“dia hidup sebatang kara di jakarta ini.bergantung hidup dari setiap belas kasihan pemilik kendaraan yang berhenti di lampu merah tersebut.gue bawa dia kesini,karna gue gak suka liat dia ngemis dijalan.dan kehidupan dijalanan itu terlalu kejam untuk dirasakan anak seumuran dia” lanjutnya.cakkapun segera beranjak dari tempat duduknya dan segera bergabung bersama anak-anak yang tengah asik bermain antara satu dan yang lainnya


“songgong banget kata-kata tu anak.emangnya dia tau apa sama kehidupan jalanan.tampang anak manja gitu juga,sok ngerti akan susahnya hidup.gue yakin,kalau dia butuh sesuatu,pasti dia tinggal minta sama bonyoknya.sama kayak ke-3 sohibnya itu,dasar anak-anak manja.”


“kak cakka gak kayak gitu”ucap seorang anak laki-laki yang kurang lebih berusia 13 thn duduk disamping agni

“kak cakka memang paham betul akan kehidupan jalanan,karna dia sendiri pernah merasakannya” lanjutnya.agni hanya bisa mengkerutkan dahinya mendengar pernyataan anak tersebut


“ kok kamu bisa ngomong gitu.kamu siapanya cakka?” tanya agni


“aku bukan siapa-siapanya kak cakka.aku hanya orang asing yang kemudian dipertemukan dengan sosok malaikat seperti kak cakka” kata anak itu dengan pandangan yang terfokus ke arah cakka,seolah-olah lawan bicaranya saat ini adalah cakka, dan bukan gadis yang bernama agni tersebut.

“dia dulu pernah hidup dijalanan bareng aku” kata anak laki-laki itu masih terus bercerita.

“waktu aku sedang jualan koran di dekat lampu merah,kak cakka datang menghampiri aku. tanpa seizin aku,dia langsung merebut paksa semua koran yang ada ditangan ku saat itu.aku sempat berpikir kalau kak cakka adalah salah seorang preman yang ada di daerah tersebut,soalnya keadaan kak cakka sedikit kusut pagi itu.namun aku segera meralat pemikiran itu setelah melihat baju,celana,topi dan sepatu yang ia kenakan saat itu.semua barang-barang yang melekat ditubuhnya itu adalah barang-barang bermerek dan pasti harganya sangat mahal.lalu aku bertanya dalam hati ‘kenapa anak orang kaya seperti dirinya merampas barang daganganku yang nilainya jauh lebih rendah dengan apa yang ia kenakan’. Setelah aku melihat apa yang ia lakukan dengan semua koran-koran itu,aku benar-benar gak percaya dengan apa yang aku lihat saat itu”


“dia pasti ngerusakin semua koran-koran kamu kan.” Ucap agni memotong pembicaraan anak itu


“gak,jawaban kakak salah.kak cakka menjual semua koran-koran tadi.lalu ia memberikan semua uang hasil jualan koran itu pada ku.mungkin saat itu dia tau kalau kakiku sedang sakit.pas aku tanya kenapa ia melakukan semua itu,dia hanya menjawab ‘jualan dengan kondisi kaki kayak gitu,gak akan menghasilkan uang buat lo.yang ada lo harus mengeluarkan uang lebih banyak buat ngobatin kaki lo yang nantinya akan semakin parah karna lo paksa dia untuk kerja’ kurang lebih begitulah jawaban dari kak cakka. Semenjak saat,kak cakka menjadi penyelamat untuk aku.selama tiga hari,dia gak pulang kerumahnya.dia selalu nemanin aku.kami jualan koran bareng-bareng,bahkan juga ngamen bareng anak-anak jalanan lainnya.makan nasi ramai-ramai,itupun kami semua makannya tanpa lauk.tidur di emperan-emperan ruko dengan beralaskan karton-karton bekas”


“hahahaha.......kamu becanda ni.gak mungkin cakka kayak gitu” kata agni yang tak percaya dengan semua ucapan anak laki-laki itu. “kalau kamu bilang dia bantuin kamu jualan koran,bahkan kalian ngamen bareng, mungkin kakak bisa percaya, ya walaupun hanya 1 %.kalau kamu bilang dia Cuma makan nasi tanpa lauk,itu kayaknya sulit dipercaya deh.apalagi kalau kamu bilang dia sampai rela tidur dijalanan,itu benar-benar mustahil” ucap agni menggelengkan kepalanya

“emang kamu gak punya rumah?”tanyanya


“jangan kan rumah,keluarga aja aku gak punya.aku bicara apa adanya kok,bukan karangan.aku sempat nanya ke kak cakka apa alasan dia bisa baik sama aku dan anak-anak jalanan lainnya.padahal kami semua hanya orang asing dalam kehidupannya”


“terus dia jawab apa?” tanya agni penasaran


“ aku gak pernak ngerti apa maksud dari jawaban kak cakka itu. ‘kakak dan kalian menjalani kehidupan dengan nasib yang gak beruntung. Kita sama-sama kehilangan sesuatu yang berharga’.”


“dia bilang begitu!!!? Apa maksudnya?” tanya agni.anak laki-laki itu hanya menggelengkan kepalanya


“sampai hari keempat,waktu aku sama kak cakka lagi ngitung uang hasil ngamen dan jualan koran,datang 4 preman.mereka minta dengan paksa uang hasil kerja keras kami hari itu.tapi kak cakka gak mau ngasih uang itu.ke 4 preman itu marah,lalu mereka mengkroyok kak cakka.tapi untung bunda maya datang nolongin kami.bunda teriak minta tolong sehingga orang-orang datang dan para preman itupun segera pergi.kalau gak ada bunda maya,aku gak tau apa yang akan terjadi sama aku dan kak cakka.lalu bunda membawa kami kepanti asuhan ini, kebetulan letaknya gak begitu jauh.bundapun mengobati luka lebam di wajah kak cakka.” Kata anak itu dengan pandangan yang menerawang ke masa lalu.

“aku kesana dulu ya kak” pamit anak itu,lalu segera bergabung dengan cakka dan anak-anak lainnya


“masa sih cakka kayak gitu? Gue masih belum yakin.” Melihat bunda maya yang sedang menyiram tanaman di depan perkarangan panti,agnipun menghampirinya

“mmmm.....bunda.agni boleh nanya sesuatu sama bunda gak?” tanyanya ragu


Bundapun menghentikan aktifitasnya,dan memandang gadis manis itu.”agni mau nanya apa? Kita duduk dulu disana ya” tunjuk wanita itu pada sebuah kursi panjang yang terdapat dipekarangan panti tersebut.

“nah,sekarang agni mau tanya apa?”


“bunda bisa beritahu aku tentang cakka.ya, tentang apa aja yang bunda ketahui “


“waktu bunda ketemu cakka,dia penuh dengan luka,lalu bunda bawa dia kepanti ini supaya bunda bisa obati luka-lukanya.setelah bunda obati luka-lukanya,bunda tanya sama dia.dimana orang tuanya dan dimana dia tinggal.maksud bunda bertanya seperti itu sama dia,supaya bunda bisa kabari orang tuanya kalau anak mereka terluka.tapi cakka bilang percuma,kedua orang tuanya masih ada di jogja,dan mereka tidak bisa meninggalkan pekerjaannya di jogja.sebenarnya cakka dan keluarganya tinggal di jogja,tapi cakka memilih untuk kembali menempati rumah lamanya yang ada di jakarta,dia tinggal bersama kakak laki-lakinya yang kebetulan nerusin kuliah di jakarta.”


“kalau cerita tentang kenapa dia bisa hidup beberapa hari dijalanan bunda tau?”


Bunda maya hanya mengangguk.”awalnya bunda sempat heran sama dia.kenapa dia lebih memilih untuk tinggal dijalanan kalau dia sendiri punya rumah,padahal ada seorang kakak yang pasti khawatir saat mengetahui adiknya tidak pulang kerumah.tapi waktu dia bilang kakaknya jarang pulang kerumah,karna hidup ngekos bersama teman-teman kuliahnya yang lain,bunda gak bisa bilang apa-apa lagi.sebenarnya waktu dia memutuskan untuk hidup di jalan,itu lantaran dia sempat ribut sama orang tuanya.dia emosi,dan kemudian memutuskan untuk tidak pulang kerumah” Agni terlihat agak bingung dengan perkataan bunda maya itu.mengapa wanita itu begitu tahu banyak hal tentang cakka,padahal beliau bukan siapa-siapnya cakka.


Seakan tau arti dari raut wajah bingung pada gadis yang ada dihadapannya ini,bunda mayapun memberikan penjelasan.”bunda tau semua ini,karna cakka yang cerita sama bunda.saat kedua orang tua cakka datang kejakarta untuk melihat kondisi kedua anaknya, cakka dan kakaknya justrul tidak ada di rumah.mereka tidak tahu kalau putra sulungnya hidup ngekos di jakarta,dan yang bungsu belum juga pulang hingga larut malam.saat cakka pulang dengan masih mengenakan seragam sekolah, kedua orang tuanya begitu marah kepadanya.dan mereka memaksa cakka untuk kembali tinggal di jogja agar mereka bisa mengawasi pergaulan cakka sehari-hari.tapi cakka menolaknya,karna dia menganggap kehidupannya lebih baik di jakarta dari pada di jogja”


“lho,emangnya kenapa bun? Bukannya lebih baik buat dia kalau tinggal bersama kedua orang tuanya?” tanya agni bingung


“setiap anak pasti tidak akan suka kalau setiap hari dia harus mendengar pertengkaran orang tuanya yang selalu mengedepankan ego masing-masing.begitu juga dengan cakka dan kakaknya.mereka lebih memilih untuk tidak tinggal 1 atap dengan kedua orang tuanya.” Agni kaget mendengar penuturan bunda maya tersebut. “semenjak melihat cakka terluka,bunda gak ngizinin dia ataupun ari untuk kembali kejalanan.bunda terus memberi pengertian sama cakka,terus mengajak anak itu untuk lebih bersikap bijak dalam menyelesaikan masalahnya.bunda ingin dia bicara baik-baik sama kedua orang tuanya.awalnya memang dia tidak mau mendengarkan semua perkataan bunda,tapi saat pikirannya mulai tenang,dia bersedia kembali kerumahnya dan membicarakan masalahnya kepada orang tuanya” wanita paruh baya itupun menatap agni.”bunda boleh minta tolong sama kamu agni?”


“apa yang bisa agni bantu buat bunda?”


“kamu tolong jagain cakka ya.meskipun kelihatannya dia kuat,tapi sebenarnya dia sangat rapuh agni.apalagi semenjak perceraian kedua orang tuanya.itu merupakan pukulan terberat dalam hidupnya”


“jadi orang tuanya cakka udah cerai bun?” tanya agni kaget


“kamu belum tau?” agni hanya menggelengkan kepalanya


Tiba-tiba,cakka datang menghampiri kedua wanita yang sedang duduk di pekarangan panti tersebut


“bunda udah sore ni,cakka mesti pamit.lagian cakka juga mesti nganterin agni”


“kalau gitu ayo, bunda temanin kamu buat pamitan sama adik-adik” bunda maya,cakka dan agnipun kembali kedalam panti

“anak-anak,kak cakka mau pamit pulang ni”


“yah kak cakka.......kok cepat banget sih pulangnya” kata anak-anak itu dengan raut muka yang sedih


“kak cakka gak bisa lama-lama sayang.kakak mesti nganterin kak agni pulang” kata cakka lembut

“oh iya bun,cakka hampir aja lupa.ini ada sedikit uang buat membeli kebutuhan adik-adik” cakkapun memberikan amplop berisi uang hasil dari kemenangannya dalam pertandingan balap tadi


“apalagi ini cakka.bunda gak mau terima ini.mending uang ini kamu simpan.kamu pasti membutuhkan uang ini” kata bunda maya menolak uang pemberian dari cakka tersebut


“please bun.cakka hanya ingin ngebantu bunda dalam merawat dan menjaga adik-adik.cakka gak butuh uang ini,jadi bunda terima ya.” cakka terus memaksa bunda maya untuk menerima uang itu


bunda mayapun mengambil uang itu.”kalau lain kali kamu kayak gini,bunda gak izinin kamu kesini” ancam bunda pada cakka


“bunda yakin.....,nanti kalau terjadi apa-apa sama bunda cakka gak tanggung jawab lho” kata cakka tersenyum jail sambil menatap anak-anak panti yang kini menatap bunda maya dengan aura ingin membunuh


“bundaaaaaaaa.............”terik anak-anak itu yang gak terima dengan perkataan bunda maya yang melarang cakka untuk ke panti itu lagi.bunda maya hanya bisa menutup kedua telinganya mendengar teriakan anak-anak kesayangannya itu


“hahahahahahaha..........kakak pulang dula ya.ari,lo jagain bunda sama adik-adik ya.” Pesan cakka pada ari


“sipp kak” kata ari sambil mengacungkan kedua ibu jarinya


“agni tolongin bunda ya” kata bunda pada agni.agni hanya mengangguk pada bunda.hal itu membuat cakka agak bingung dengan pembicaraan bunda maya pada agni barusan.


cakkapun pergi meninggalkan panti itu dan segera mengantar agni pulang kerumahnya.melalui intruksi dari agni,kini cakka telah sampai di depan rumah gadis itu,lalu agnipun segera turun dari motor cakka


“thanks ya lo udah mau nganterin gue” ucap agni tulus.cakka membuka help fullfacenya dan tersenyum pada gadis itu.

“sorry kalau gue udah salah sangka sama lo” cakka mengkerutkan keningnya mendengar perkataan agni barusan.

“gue pikir lo ikut balapan liar itu hanya demi uang.ternyata,lo lakuin semua itu demi anak-anak panti itu”ucap agni menyesal.

“dan alasan lo datang kepanti itu karena lo merasa panti itu adalah rumah lo,dan semua orang yang ada disana adalah keluarga lo,iya kan?” cakka diam,tak merespon pertanyaan agni barusan.

“gue ngerti apa yang lo rasain.gue harap lo bisa ngejalanin hidup lo dengan baik meskipun orang tua lo udah pisah”


Cakka menatap agni tajam.”dari mana lo tau kalau orang tua gue udah cerai!!!!?” Tanya cakka dingin pada agni


“mampus gue.kayaknya gue salah ngomong ni” batin agni.”mmmm...iii..iii..tu....” kata agni gugup


“gue tanya dari mana lo tau kalau orang tua gue udah cerai!!!!? Bentak cakka


“lo kok nyolot gitu sih!!! Gue tau dari bunda maya”


“oooo....ternyata lo dendam sama gue,dan lo cari informasi tentang gue melalui bunda maya.ckckckck....ternyata gue udah ngelakuin kesalahan terbesar dengan ngajak lo ke panti tadi.


“ta...ta...pi cakkk,lo udah salah paham,gue bisa jelasin.gue gak maksud buat....”


“simpan penjelasan lo.gue gak butuh.lo benar-benar cewek licik yang pernah gue jumpai!!!” kata cakka memotong pembicaraan agni


“heh! Kalau ngomong biasa aja lo!” agni benar-benar gak terima saat cakka menyebutnya cewek licik.”picik banget sih pemikiran lo! heran gue.”


“apa!!!? Lo bilang gue picik!!! Ngaca dong lo.lo atau gue yang picik!!! Masalah keluarga gue itu urusan pribadi gue,dan lo gak berhak buat ikut campur!!! lo gak usah sok ngerti apa yang gue rasain.karna anak dari keluarga utuh kayak lo, gak akan pernah ngerti apa yang dirasakan oleh anak dari keluarga yang berantakan seperti gue!!!!” cakka segera mengenakan kembali helm fullfacenya dan menggas motornya pergi meninggalkan rumah agni.agni hanya bisa diam menatap kepergian cakka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar