“gue benar-benar gak suka sama pemandangan ini.Arrrrggghhh...gue kenapa jadi kayak gini sih!!!!!”kata rio sambil mengacak-ngacak rambutnya ketika ia melihat ify dan alvin bersenda gurau barusan.
“emangnya kamu kenapa yo? Pemandangan apa yang bikin kamu gak suka?” tanya mama manda yang kini tepat berada di belakang putra sulungnya itu. Dia heran melihat putranya yang marah-marah sendiri sambil menatap keluar dari balik tirai jendela tempat kini ia berdiri.rio kaget ketika ia mendapati sang mama kini tengah berdiri dibelakangnya dengan melontarkan pertanyaan padanya yang membuatnya harus berpikir dengan cepat dan tepat untuk memberikan sebuah alasan yang logis, supaya mamanya tidak mengetahui bahwa dirinya kini mungkin tengah merasakan apa yang dirasakan oleh kebanyakan para remaja seusianya. Perasaan aneh yang timbul ketika melihat lawan jenisnya sedang tertawa bahagia dengan seorang laki-laki, yang mana perasaan itu menyiksa nurani dan bisa membuat seseorang berprilaku bodoh seperti yang ia lakukan barusan, ya itulah perasaan “CEMBURU” yang dirasakan oleh seseorang terhadap seseorang yang ia cintai. Tapi rio heran, kenapa perasaan itu kini ia rasakan, padahal ia yakin bahwa ia sedang tidak jatuh cinta, dan mengapa perasaan itu justul timbul saat ia melihat ify begitu bahagia dengan alvin yang tak lain adalah sahabatnya sendiri dan ia tahu jelas kalau mereka berdua itu cuma saudara.apa mungkin ia kini tengah jatuh cinta pada sosok gadis yang akhir-akhir ini selalu membuatnya marah,jengkel dan terlihat begitu konyol di hadapan sahabat-sahabatnya, ketika ia bertengkar dengan gadis tersebut untuk hal-hal yang sepele. Kapan bunga-bunga cinta itu mulai tumbuh dihatinya? Entahlah, yang pasti semua jawaban dari pertanyaannya tersebut hanya tuhan yang tau. “eng....gak kenapa-kenapa kok ma. Rio Cuma khawatir aja kalau-kalau rumah-rumah dekat komplek sini kemalingan. Habis diluar gelap banget,mungkin lampu jalannya gak dinyalain sama pak maman dan pak tarjo.rio heran deh sama satpam komplek kita itu, teledor banget.yaudah ya ma, rio ke kamar dulu. Udah malam, rio ngantuk ni.” riopun langsung masuk kekamarnya dan mentup pintu kamarnya.
mama manda agak heran dengan jawaban rio barusan. Diapun mengintip keadaan di luar dari balik tirai jendela sama seperti yang dilakukan rio tadi. “ngaco tu anak. Apaannya yang gelap? Semua lampu jalan komplek juga pada nyala. Aneh-aneh aja si rio” kata mama sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
Hari ini keluarga shilla akan pergi mengunjungi rumah sahabat ayahnya.saat tiba dirumah sahabat ayahnya tersebut, shilla sekeluarga disambut dengan hangat oleh sang pemilik rumah, dan terjadilah percakapan yang mengasikkan antara para orang tua tersebut, dan tentunya pembicaraan yang sangat-sangat membosankan untuk dirinya. Kemudian sang nyonya rumah meneriakkan sebuah nama yang terdengar seperti kata “yayang” di telinga gadis cantik itu. Karna yang si-empunya nama tidak menyaut teriakan nyonya tersebut, akhirnya sang nyonya permisi untuk memanggil langsung orang tersebut.
“anak om kalau disekolah suka bersikap manja kayak gitu juga shilla?” tanya suami nyonya tersebut pada shilla
“siapa om?” kata shilla yang heran dengan pertanyaan si tuan rumah barusan
“lho, katanya kalian satu sekolahan?”
“yayang yang mana ya om?”shilla semakin heran setelah mendengar perkataan tuan rumah tadi bahwa anaknya yang bernama yayang itu satu sekolahan dengan dia. Shilla mencoba mengingat-ngingat daftar nama siswa sma dharma yudha yang ia kenal
Tidak lama kemudian sang nyonya tadi kembali dengan seorang anak laki-laki yang sedang melakukan protes terhadap nyonya tersebut “mi, aku kan udah bilang kalau aku gak mau turun. Kenapa mami maksa aku sih!”
“hust....kamu gak boleh gitu. Kamu tu harus sopan sama tamu” kata nyonya tersebut kepada anak laki-laki itu yang tak lain adalah anaknya.
Shillapun menoleh kepada dua orang yang barusan datang dan kini sedang terlibat pertengkaran kecil.alangkah kangetnya dia setalah mengetahui orang yang dimaksud yayang tadi adalah si wakil ketua osis sma dharma yudha yang selama ini menjadi rival sejatinya. “hah!!!! Yayang?” kata shilla dengan tawa yang tertahan. Melihat ekpresi shilla tersebut, rasanya kini si wakil ketua osis sma dharma yudha yang tak lain adalah gabriel tegah diinjak-injak harga dirinya oleh cewek manja dan sombong yang bernama shilla itu.
Sementara para orang tua melanjutkan omongan mereka yang sempat tertunda tadi, anak-anak mereka malah sama sekali tidak berbicara,bahkan menyapa saja tidak. Mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing.
“yang, kamu ajak shilla buat keliling-keling komplek sana. Ketaman atau kemana gitu.kasian dia,keliatannya dia bosan” kata mami gabriel.gabriel tidak menjawab kata-kata maminya barusan, dia malah menatap maminya tajam seolah-olah dia ingin bilang “mi-please-jangan-panggil-aku-yayang-lagi”
Seakan ada kontak batin yang kuat antara anak dan ibunya, mami gabrielpun mengerti akan maksud tatapan putra semata wayangnya itu.sedari dulu gabriel sudah melarang keras maminya untuk tidak memanggilnya dengan sebutan masa kecilnya itu.tapi sang mami selalu menolak dengan alasan lebih suka memanggil nama panggilan kecil yang ia berikan itu ketimbang harus memanggil dengan sebutan nama putranya yang sebenarnya. “gabriel, kamu tolong mami buat ajak shilla jalan-jalan ya. Kasian dia”pinta sang mami kembali yang kali ini dengan menyebutkan namanya, bukan lagi nama kecil pemberian maminya tersebut.sementara itu, shilla sibuk menutup mulutnya agar ia tidak keceplosan tertawa.habis lucu aja, masa ia sang wakil ketua osis yang terkenal sangat mandiri seantero sekolah dan paling gak suka ngeliat para siswa yang manja, pada nyatanya berbanding terbalik dengan sosok pada saat dirinya dirumah, yang tak diduga-duga ternyata sang wakil ketua osis yang mandiri tidak lain tidak bukan adalah seorang anak “MAMI YANG MANJA” dengan panggilan yang sangat-sangat imut untuk didengar “YAYANG”. Tentu saja kenyataan ini sebuah keberuntungan besar buat shilla dan kesialan yang teramat-amat menyakitkan untuk gabriel.
Mau tidak mau gabriel harus mengikuti permintaan maminya untuk menbawa shilla jalan-jalan keliling komplek rumahnya,tentunya dengan jalan kaki,ngapain coba makai motor, orang rute jalan-jalannya aja dekat kok.sepanjang jalan,shilla asik telfon-telfonan dengan sivia,gabriel yang awalnya mencoba sabar dengan sikap sopan sang tamunya ini yang sepertinya tidak menganggap kehadiran dirinya mulai naik darah setelah mendengar shilla menyinggung-nyinggung pembicaraan ditelfon tentang seseorang yang hanya pandai menyuruh orang untuk mandiri dan tidak bersikap manja, padahal kenyataannya dialah sang anak mami yang manja.karna sadar kalau yang diomongin shilla ditelfon adalah dirinya,gabriel langsung merebut BB shilla dari tangannya dan mengeluarkan sim card milik shilla lalu langsung membuangnya entah kemana.
“lo apa-apaan sih! Ngapa lo buang sim card gue coba!” maki shilla pada gabriel
Yang shock karna iel membuang sim card miliknya
“masih untung bukan BB lo yang gue buang! Lo yang apa-apaan! Apa maksud lo tentang anak mami manja tadi ahh!!!! Lo nyindir gue!” balas iel
“kalau emang ia kenapa! Kan gue ngomong berdasarkan fakta. Bukan gosip. Kenapa lo mesti marah! Dan apa hak lo buang sim card punya gue!!!”
“kenapa? Lo marah karna sim card lo gue buang?! Gue bakalan ganti tu sim card milik lo, lo mau berapa?! 1....2....3.....atau 100?”
Plakkkk! Tiba-tiba shilla menampar gabriel “simpan duit lo! Gue gak butuh! Lo gak ngerti berapa berartinya sim card itu bagi gue. Begitu banyak kenangan-kenangan tentang masa lalu gue disana, duit lo gak akan pernah bisa dan cukup buat beli kenangan-kenangan itu.karna kenangan-kenangan itu hanya milik gue, dan sekarang lo udah buang kenangan itu bersamaan dengan lo buangnya sim card milik gue! satu hal yang perlu gue tegasin sama lo! Gak semuanya lo bisa beli dengan uang! Mungkin kejadian waktu lo ngebuang sepatu gue dengan seenaknya ke tempat sampah gue bisa maafin lo. Tapi untuk yang satu ini, lo jangan harap gue mau maafin lo! Gue benci lo! Gue benci lo gabriel stevent demanik!” shilla begitu marah dan sedih atas apa yang iel lakukan tadi. sampai-sampai ia tidak bisa menahan air matanya untuk tidak mengalir di depan cowok itu. Entah mengapa, iel tidak suka melihat gadis yang sekarang tengah memaki-makinya itu mengeluarkan air mata. Ada rasa sakit di hatinya ketika ia melihat setiap butiran bening itu keluar dari mata gadis tersebut,apalagi yang menyebabkan butiran-butiran bening itu keluar dikarnakan dirinya.kini tak sepatah katapun yang ia bisa keluarkan untuk membalas perkataan gadis tersebut.shilla berlari sambil menangis meninggalkan gabriel yang masih membisu ditempatnya.setelah shilla hilang dari pandangaanya, iel baru sadar kalau dia dalam masalah besar. Dia terus mencoba mencari gadis itu di sekitar komplek, tapi hasilnya nihil. Dia tidak menemukan gadis itu dimana pun. Akhirnya iel memutuskan untuk pulang, berharap gadis itu sekarang tengah berada di rumahnya.
“mi, shilla sama keluarganya udah pulang?” tanya gabriel kepada maminya ketika ia tiba di rumah
“udah. Emangnya kenapa kamu tanya begitu” tanya sang mami
“gak kenapa-kenapa.shilla tadi pas nyampe rumah baik-baik aja mi” tany gabriel cemas
“shilla gak pulang sama orang tuanya”
“maksud mami?”
“tadi shilla nelfon sama orang tuanya. Katanya dia pulang duluan dengan taxi, karna dia ada urusan penting. Tidak lama setelah shilla menelfon, orang tuanya langsung pamitan untuk pulang. Kamu kenapa nanya begitu yel?”
“gue gak nyangka kalau dia gak ngaduin sikap gue tadi sama bokap-nyokapnya” batin iel
“gabriel?” kata maminya yang heran melihat anaknya melamun
“aaa......ia mi?” tanya gabriel kaget
“kamu kenapa?”
“gak kenapa-kenapa. Gabriel ke kamar dulu ya mi” pamit iel
*sma dharma yudha*
Pagi ini seluruh siswa dan guru sma dharma yudha kembali melakukan proses belajar-mengajarnya seperti biasa.namun ada pemandangan yang sangat berbeda pada pagi ini, ke 4 malaikat sma dharma yudha kini tengah berada di depan kelas X_3 lengkap dengan tas ransel yang masih tersandang di bahu mereka.karna sebetulnya ke 4 cowok cakep itu sama sekali belum sedetikpun menginjakkan kaki mereka ke kelas yang seharusnya mereka datangi untuk menuntut ilmu. Karna mereka datang bersamaan,dan berhubung alvin ada perlu sama ify, mau tidak mau rio,gabriel dan cakka harus menemani alvin untuk menuntaskan urusannya dengan ify. Saat ify dan alvin sedang mengobrol, shilla tiba-tiba datang dengan mata yang sembab,terlihat jelas kalau gadis itu menangis semalam. Langkah shilla sempat terhenti karna melihat sosok gabriel yang kini sedang berdiri di depan kelasnya dan menatap ke arahnya. Shilla membalas tatapan iel dengan sinis, tapi hanya sesaat,karna shilla langsung masuk ke kelasnya.
“temen lo kenapa fy?” tanya alvin
“gak tau. Gue masuk dulu ya kak” ify masuk ke kelasnya.alvin cs pun kembali menuju kelasnya.sepanjang jam pelajaran gabriel hanya melamun. Dia terus-terusan memikirkan shilla.perasaan bersalahnya atas kejadian kemaren terus menghantuinya,apalagi setelah ia melihat keadaan shilla yang begitu menyedihkan pagi ini.dia yakin shilla begitu karna dia.
“woi, lo kenapa? Dari awal jam pelajaran sampai habis lo ngelamun aja.” Tanya cakka pada iel
“gak kenapa-napa” jawab iel singkat
“lo jangan bohong.tanpa lo bilang pun, kita semua tau kalau lo ada masalah.apa lo gak mau cerita sama kita?” kata rio
Gabriel menarik nafasnya dalam-dalam dan kemudian mulai bercerita kepada 3 sahabatnya itu.
“terus apa yang mau lo lakuin sekarang?” tanya alvin
“gak tau gue, yang jelas gue harus ngelakuin sesuatu buat nebus kesalahan gue sama dia. Tapi jujur, gue gak tau harus ngelakuin apa supaya dia bisa maafin gue” kata gabriel putus asa.
“gimana kalau lo balik ke tempat dimana loe buang tu sim card, dan lo cari sim cardnya.siapa tau nemu.” kata cakka ngasal. Rio,alvin dan gabriel langsung menatap cakka. “upsss.....gue salah ngomong ya?” kata cakka menutup mulutnya karna ngeri melihat tatapan para sahabatnya itu
“tumben lo cerdas. Oke, seperti yang dibilang cakka tadi, balik ke tempat dimana loe buang tu sim card dan cari” kata rio memutuskan
“tapi yo, harapan gue buat nemuin tu sim card tipis banget. Iya kalau gue bisa nemuin barang sekecil itu di jalan komplek rumah gue,kalau enggak gimana? itu sama aja kayak nyari jarum di tumpukan jerami yo.” Kata gabriel putus asa
“yang bilang lo nyari sendirian siapa? Lo anggap apa kita? Kita bakal bantuin lo buat nyari. Berempatkan lebiah baik daripada sendiri” kata alvin
“tapi?????” kata gabriel ragu
“apa lagi sih iel? Loe punya ide yang lebih bagus dari yang dibilang cakka tadi” tanya rio.gabriel hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. “ yaudah, kalau gitu lo gak usah protes. Setelah pulang sekolah, kita langsung cabut buat nyari tu sim card”
Sepulang sekolah, rio,alvin, gabriel,cakka langsung menuju rumah iel. Setelah meletakkan tas dan memarkirkan motor kawasaki ninja milik masing-masing di rumah iel.mereka langsung menuju tempat di mana iel membuang sim card milik shilla.
“lo yakin tu barang lo buang di dekat sini?” tanya cakka
“ia, gue yakin banget.”jawab gabriel
“yaudah, kita mencar carinya. Cakka lo cari disana,alvin lo disana,iel lo disana,biar disini tanggung jawab gue.” perintah rio ke pada para sahabatnya sambil menunjuk tempat yang harus dicari oleh masing-masing sahabatnya itu. Lebih kurang 3 jam mencari,akhirnya pencarian massal itu membuahkan hasil. Cakka berhasil menemukan sim card yang dicari mati-matian itu, lalu ia langsung menyerahkannya kepada gabriel.
“yel gue nemu,nih” cakkapun memberikan sim card itu pada gabriel
“thanks cakk,gue gak tau harus berterima kasih kayak mana sama lo. Lo juga yo,vin.” kata gabriel dengan wajah sumbringah kepada sahabat-sahabatnya.rio,alvin dan cakka hanya bisa tersenyum. Rasa penat yang sedari tadi menyerang mereka, hilang begitu saja ketika melihat gabriel yang begitu bahagia setelah menemukan sim card kepunyaan shilla itu. Gabriel merasa ia begitu beruntung mempunyai sahabat-sahabat seperti rio,alvin dan cakka. Sahabat yang begitu rela ikut berpanas-panasan,membuang waktunya hanya untuk membantunya keluar dari perasaan bersalahnya terhadap shilla.percayalah, bila malam datang dan gelap mengganti siangnya terang, tak ada perlu yang di khawatirkan. Apabila kita memiliki sahabat sejati.karna dia akan selalu ada disisi kita,memegang tangan kita.memastikan kita tidak akan terjatuh. Dunia akan menjadi sempurna apabila kamu memiliki sahabat sejati, yang mencintaimu,menerimamu dengan segala kekurangan mu.
rio,alvin,gabriel dan cakka kembali ke rumah iel untuk mengambil motor mereka. Mereka berempatpun cabut dari rumah iel dan bersama-sama menuju rumah shilla. Sesampainya di rumah shilla, iel turun dari motornya dan berjalan ke perkarangan rumah yang cukup luas tersebut.sementara,rio,alvin dan cakka menunggu di atas motornya masing-masing.kali ini mereka membiarkan gabriel untuk menyelesaikan sendiri masalahnya dengan shilla.gabriel memencet tombol bel yang terdapat di samping pintu rumah,tidak lama kemudian shillapun membukakan pintu rumahnya.shilla kaget akan kedatangan gabriel ke rumahnya sore ini.
Gabriel meraih tangan kanan shilla dan meletakkan sim card kepunyaan gadis itu dalam genggemannya. “maaf karna gue udah buat lo nangis. Maaf karna gue udah ngebuang benda yang sangat berarti buat lo.sekarang gue mau balikin benda berharga kepunyaan lo yang kemaren sempat gue buang.dan gue gak maksa lo buat nerima permintaan maaf gue”kemudian gabriel berjalan ke tempat motornya yang terparkir di luar pagar rumah shilla dan segera pergi dari rumah itu bersama ke 3 sahabatnya. Shilla hanya bisa menatap kepergian gabriel dalam diam. Dia masih kaget dengan kedatangan cowok itu yang tiba-tiba dan pergipun tanpa pamit, lalu shilla menatap sim card yang diberikan oleh gabriel tadi dengan senyuman yang terukir di wajah cantiknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar