Minggu, 14 Agustus 2011

CINTA SEJATI UNTUK 4 SAHABAT PART 17 B

#########

Matahari yang sedari tadi begitu angkuh memancarkan cahaya panasnya dari atas langit,kini telah hilang.keberadaannya telah diusir oleh segerombolan awan hitam dan angin yang bertiup cukup kencang.sepertinya awan-awan itu akan menumpahkan isinya, agar para penghuni bumi ini tidak marah lagi pada si bulat kuning yang sudah berjam-jam menyakiti kulit mereka dengan sinar yang ia pancarkan.butiran-butiran bening yang menyejukkan itu pun turun semakin deras,menghapus kepenatan orang-ornag yang tinggal dijakarta


Jam sekolah telah usai dari tadi,tapi sang supir belum juga datang menjemput gadis itu.kini ia berdiri di koridor utama sendirian,sepi dan sunyi.suasana yang sangat ia benci.air matanyapun siap mengalir di pipinya,membentuk sebuah aliran sungai kecil di wajah cantiknya.namun langit tak mengizinkan hal itu terjadi,karna itu hanya akan merusak keindahan wajah gadis itu.air mata itupun dilarang untuk jatuh,sebagai penggantinya,langit menjatuhkan air hujan untuk menghibur gadis itu.


“hujan....” sebuah senyuman terukir di bibir gadis itu.

”gue sekarang udah ngak merasa kesepian lagi” ia tersenyum pada langit.berkat hujan,dia tidak merasa sendiri lagi,sebab suara-suara hujan itu kini telah menemani kesendiriannya


Gadis bernama lengkap alyssa saufika umari itu,lama-kelamaan mulai terbawa suasana.tanpa ia sadari,tubuhnya mulai berjalan keluar dari naungan atap koridor yang sedari tadi melindunginya agar tetap kering.dan kini....seluruh tubuhnya telah dibasahi oleh air langit itu.dengan ekpresi bahagianya,ia memutar tubuhnya di tengah-tengah siraman hujan,lalu mengangkat kedua tangannya keatas.itulah caranya menunjukkan seberapa sukanya ia akan fenomena alam satu ini.


“lo sinting ya?!” sebuah teriakan yang berasal dari koridor utama membuat gadis itu berhenti berputar sangking kagetnya.akibat ia berhenti berputar secara mendadak tadi,kedua kakinya berada dalam posisi menyilang,dan kontan membuat tubuhnya terhempas cukup keras pada papinblok tersebut


“aduuuuh....sakit!” gadis itu meringis kesakitan.

”auwww” pekiknya saat tangannya tak sengaja memegang lututnya yang berdarah


“lo ngak apa-apa?” tanya seseorang yang tadi berteriak pada gadis itu.kini orang tersebut ikut basah kuyub karna ia menghampiri ify


“ngak apa-apa gimana?! Lo gak liat nih lutut gue berdarah,kayaknya kaki gue juga terkilir.sakiiitt.....”ify mengaduh kesakitan sembari meniup luka dilututnya yang perih terkena air hujan.tanpa banyak bicara orang tersebut langsung membopong ify.diletakkannya tangan gadis itu melingkar di pundaknya dan dibawanya gadis itu berteduh di koridor utama.


“auwww!! Pelan-pelan dong.kaki gue sakit nih!”keluh ify pada orang tersebut sambil berjalan terpincang-pincang


“heh! Udah untung gue tolong! Lagian lo kurang kerjaan banget sih berdiri di tengah hujan kayak gitu?” hardik orang tersebut.ia lalu mengambil sebuah handuk kecil dari ranselnya kemudian ia basahkan ujung handuk tersebut dengan air mineral miliknya, dengan hati-hati ia bersihkan luka di lutut ify


“ini semuakan karna lo juga.coba aja tadi lo ngak......auuuuww!!!!!” ify seketika menjerit kesakitan saat orang tersebut mulai membersihkan luka di lututnya dengan handuk kecil yang ia keluarkan dari ranselnya tadi.

“rio! Lo apa-apaan sih! Sakit tauk!”


“apa? Gue Cuma mau ngebersihin luka lo aja”


“tapi ngebersihinnya gak pakai nekan lutut gue kuat-kuat juga kan.lo mau ngobatin gue atau mau ngebunuh gue sih”


“dua-duanya” ify melotot mendengar jawaban dari cowok yang ia panggil rio tersebut

“lo tunggu disini bentar.gue mau ambil obat buat ngobatin luka lo” rio tergersa-gesa berlari menuju ruang UKS.sambil menunggu rio kembali,ify disibukkan oleh fikirannya tentang sikap rio barusan.kenapa rio rela basah-basahan hanya untuk menolong dirinya? Kenapa cowok itu mau repot-repot menolong dirinya padahal merekakan musuh.sekarang cowok itu malah pergi ke UKS mengambil obat untuk kakinya yang terluka.dan kenapa kini ia merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya sendiri.suatu perasaan yang hangat dan terlindungi di tengah hujan yang deras.


Hujan masih sangat deras,dan langit bertambah gelap.ify melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.


“udah jam setengah enam.pak oni mana sih? Kok gue belum dijemput-jemput juga? rio mana? Langitnya udah gelap...dan gue sendirian disini.gue takuuttt......” ify menundukkan kepalanya,ia berusaha menyembunyikan air mata yang perlahan-lahan mulai jatuh dan membasahi pipinya


“heh. Hh...hh..hh...gue bawa obat buat luka lo” rio datang sambil ngos-ngosan.mendengar isakan tangis ify,rio mendekat padanya.perlahan,disentuhnya kedua bahu gadis itu.

“fy,lo kenapa?” tanyanya lembut.


ify langsung memeluk tubuh rio.cowok itupun duduk terhempas di lantai koridor karna dorongan dari tubuh ify saat memeluknya secara tiba-tiba


“lo kemana aja? Kenapa lama? Gu..gu...gue takut yo.gue takut” pelukan gadis itu semakin erat.rio bisa merasakan ketakutan yang ia alami saat ini.


Rio membalas pelukan gadis itu.dengat lembut,dibelainya rambut panjang ify. “sorry.tadi gue mesti nemui penjaga sekolah buat minta kunci UKSnya.gue ngak maksud buat ninggalin lo lama-lama disini.kalau gue tau lo akan kayak gini,gue ngak akan ninggalin lo.sekarang biarin gue obatin luka di kaki lo ya” rio berusaha meyakinkan gadis itu.ifypun melepas pelukannya terhadap rio.

“mungkin ini akan sedikit perih.lo tahan ya” rio mulai menuangkan obat pada lutut ify yang luka.dan untuk kaki ify yang terkilir,rio melepaskan sepatu yang melekat di kaki gadis itu.ia mengoleskan sebuah minyak di pergelangan kaki gadis itu,lalu perlahan ia urut kaki yang mulai membengkak dan berwarna biru keunguan tersebut


“Aaaa!!!! Sakittt!! Aaaaa!!!” ify menjerit-jerit dan meronta saat rio mulai memijit kakinya yang terkilir


“tahan.kalau gak gini,kaki lo makin parah”


“sakit yo” keluh ify ditengah isak tangisnya.rio makin dibuat pusing oleh tangisan gadis itu


Rio menghela nafas panjang saat mendengar keluhan manja gadis itu.kini rio menggeser posisi duduknya,menempatkan dirinya persis berada disamping ify .

“gini ajadeh.saat lo merasakan sakit waktu gue ngurut kaki lo.lo boleh pukul gue,atau lo mau cubit itu seterah lo.gue gak akan marah sama lo.dengan begitu,kita berdua akan merasakan sakit yang sama.jadi lo jangan nangis ataupun ngeluh lagi.karna rasa sakit itu bukan hanya lo yang merasakannya, gue juga” ify mengangguk tak percaya dengan kata-kata rio barusan.rio hanya tersenyum geli melihat wajah konyol ify saat ini.


Saat rio mulai mengurut pergelangan kaki ify yang terkilir,ia merasakan sakit di lengan atas tangan kirinya.saat dia menoleh,ify menggigit lengan atasnya serta mencubitnya dalam keadaan mata tertutup.ify benar-benar melakukan apa yang rio katakan tadi.saat gadis itu mulai merasakan kesakitan karna kakinya diurut oleh dirinya,ify tidak lagi menangis,dan ia juga tak meronta-ronta.tapi sebagai gantinya,ia menggigit sekaligus mencubit lengan atas pada tangan kiri rio. sebisa mungkin rio menahan rasa sakit pada lengan atasnya.karna ia tau,rasa sakit itu pasti juga dialami oleh ify saat dirinya mengurut pergelangan kaki ify yang terkilir.ia tak menghiraukan rasa sakit itu,rio tetap fokus mengurut pergelangan kaki ify.ia berusaha melancarkan kembali darah yang terhambat pada pergelangan kaki yang membengkak itu.


“udah selesai.masih sakit ngak?” rio bertanya pada ify yang matanya masih terpejam


Ify mulai membuka matanya.melepaskan gigitan serta cubitannya dari lengan rio.matanya seketika melotot saat melihat lengan baju rio yang putih,kini terdapat bercak-bercak merah di tempat gigitannya tadi


“ yaampunnn...gue gigitnya kekencangan ya? Lengan lo berdarah” ujarnya panik


“ngak usah peduliin gue.kaki lo masih sakit gak?”


“udah mendingan.ma...ma...makasih ya” ucapnya malu.bagaimana tidak.dia telah melukai orang yang telah membantunya.

“mmmm...yo.lo kenapa bantuin gue? Lo kan tau kalau hubungan kita berdua itu bisa dibilang gak baik.”tanya ify dengan tubuh yang gemetaran.


“kenapa ya? Entahlah, gue juga gak ngerti sama diri gue”


“hatchiuw..... hatchiuw..... hatchiuw.....!!!” ify bersin-bersin.Rio beranjak pergi meninggalkannya

“eh,tunggu-tunggu! Jangan ninggalin gue sendirian. Gue...gue....gue takut”ucapnya dengan suara yang nyaris tak terdengar karna tertutupi suara hujan yang deras.meski mendengar perkataan ify,rio tetap pergi meninggalkan gadis itu


Ify tak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.ia ditinggalkan oleh satu-satunya harapan untuk pulang.rahang ify terasa sangat berat sampai jatuh saat menyadari rio pergi darinya begitu saja.


“dia pergi.pergi gitu aja tanpa peduli sama keadaan gue yang terluka kayak gini.kenapa coba tadi gue sempat berpikir kalau dia itu orang yang baik.dasar begok...begok...begok...begok...begok.....” ify memukul-memukul kepalanya sendiri

“hatchiuw.....”ify kembali bersin.


Rio kembali.ia melemparkan sebuah jaket kepada ify. “pakek” ucapnya datar


“rio? Lo dari mana? Gue pikir lo pulang dan ninggalin gue gitu aja disini?” tanya ify dan ia langsung memakai jaket pemberian rio tadi.


“gue dari loker,ngambil jaket itu buat lo.gimana? lo udah merasa hangat?”


“makasih.tapi lo gimana? Lo pasti juga butuh jaket ini kan buat ngangetin tubuh lo kan” ify merasa tidak enak kepada rio karna sebelumnya ia sudar berpikir yang tidak-tidak tentang cowok itu


“gue baik-baik aja.lo lebih butuh itu dari pada gue”


Rio dan ify kini diam-diaman.mereka tak tau mesti bicara apalagi untuk mencairkan suasana yang semakin dingin dan sunyi tersebut.


“hujannya udah reda,biar gue antar lo pulang.lagian kayaknya lo gak dijemput deh.ayo jalan” Rio berjalan dengan santainya,meninggalkan ify yang masih terduduk di koridor utama itu


“rio.......” panggil ify pada rio.rio berbalik,melihat ke arah gadis yang memanggilnya.dia lupa kalau saat ini kaki ify sedang terkilir,ia segera menghampiri gadis itu


“sorry...sorry,gue lupa kalau kaki lo sakit”


“lo niat nolongin gak sih.jangan setengah-setengah gini dong nolonginnya” kata ify kesal


“gue kan udah minta maaf.gue lupa,maklumin dong.ya udah,lo naik kepunggung gue,biar gue gendong lo ke parkiran”


Karna tak ada pilihan lain,akhirnya ify pun bersedia naik kepunggung rio.rio menggendong gadis itu menuju parkiran


“gue boleh tanya sesuatu sama lo?” tanya rio yang masih menggendong gadis itu di punggungnya


“apa”


“boleh gue tau alasan lo benci sama gue? Kalau dipikir-pikir,waktu malam gue berkunjung kerumah lo saat lo dan keluarga lo baru pindah, lo benci banget sama gue.apa sebelumnya kita pernah ketemu, Sampai-sampai di awal pertemuan kita itu, lo udah nunjukin tatapan gak suka lo sama gue.dan sampai sekarang lo masih nganggep gue itu musuh yang benar-benar harus lo musnahin.boleh gue tau apa salah gue sama lo? karna jujur, gue gak pernah tau alasan lo benci sama gue.”


Ify tersentak saat mendengar pertanyaan rio itu.iapun juga bertanya pada dirinya sendiri.kenapa ia sebegitu bencinya sama cowok ini.dia bingung harus memberi jawaban apa pada cowok yang sedang menggendongnya saat ini.masa ia dia harus bilang alasan kalau ia tak menyukai cowok ini,karna sebelumnya cowok itu pernah mengacaukan mimpi indahnya.gak mungkin dia memberikan jawaban ngaco itu pada rio.bisa-bisa ia dikira cewek yang punya masalah kejiwaan lagi.


“entahlah,gue juga gak tau.gue bingung mau jawab apa”


Kini rio telah sampai di tempat ia memarkirkan motornya,iapun mendudukkan gadis itu di atas motornya


“lo bawa motornya jangan ugal-ugalan ya” pesan ify pada cowok itu.rio hanya tersenyum mendengar pesan gadis itu.


Motor rio mulai melaju di jalanan jakarta,dengan seorang gadis cantik di boncengan belakang motornya .


“rio,guekan udah bilang bawa motornya jangan ugal-ugalan” kata ify sedikit berteriak agar suaranya bisa di dengar oleh rio


“gue gak ugal-ugalan kok” balas rio


“apaan,orang udah sembilan kali gue hampir jatuh! Padahal gue gak duduk miring!”


“salah sendiri gak pegangan!”


“gue pegangan kok!”


“kemana?”


“Kebelakang. Emang mau kemana lagi?”


“pantesan!” Rio melepas tangan kirinya,lalu menarik tangan ify dari belakang dan melingkarkan di pinggangnya.


“hey, ngapain lo?” dasar ganjen!” kata ify sambil mencoba melepaskan tangannya.tapi tangan kiri rio cukup kuat menahan tangannya tersebut


“pegangan tuh dimana-mana ya begini, begok! Lo bisa jatuh kalau Cuma pegangan ke belakang. Gue gak mau kalau tiap malam harus dihantui sama arwah lo kalau lo ko’it gara-gara jatuh dari motor gue!” ify hanya diam mendengar rio bicara padanya.

“coba bayangin.gini aja lo udah mirip setan,gimana kalau jadi setan benaran?”


“apa lo bilanggg?!!!! Rasain nih! Nih! Nih! Nih!” kata ify sambil memukul kepala rio


“WOI,STOP,STOP,STOP,STOP! Kita bisa jatuh,nih!”


Tapi ify tak peduli.dia masih saja memukuli rio tanpa ampun.motor riopun mulai oleng ke kiri kanan.untung aja jalanan lagi sepi.


“ampun fy,ampun!”


“gak ada ampunan buat lo! nih! Nih! Nih!”


“AMPUNNNNNN FYYYYYY!!!!!”



#########


Cakka menghentikan mobilnya tepat di depan rumah agni

“cepat masuk,ganti baju lo terus balik lagi kesini.gue tunggu lo 10 menit” cakka memberi sederet perintah pada gadis yang duduk pada kursi penumpang di sampingnya


“gue mesti balik lagi kesini, Ngapain?” tanya agni bingung


“lo mesti temanin gue”


“temanin kemana?”


“gue mesti beli bola basket yang baru,yang lama kan udah gue kasih ke elo”cakka melirik bola basket yang sedang dipegang agni


“dasar cowok begok.kalo ujung-ujungnya kayak gini,ngapain ni bola lo kasih ke gue, nih gue balikin” agni menyerahkan bola basket itu pada cakka


“gak mungkin gue ngambil balik bola ini, kan gue udah ngasih ni bola ke elo sebagai tanda pertemanan kita.kalau lo balikin bola ini sama gue, itu sama aja lo nyuruh gue buat ngejilat ludah gue sendiri.lo pikir gue cowok apaan ngelakuin hal memalukan seperti itu” protes cakka,lalu mengembalikan bola basket tersebut kepada agni


“lo cowok playboy” kata agni enteng.mendengar ucapan agni itu,cakka langsung menatap tajam pada gadis itu.

“hehehe....maksud gue, elo itu playboy berhati mulia cakk” agni jadi ngeri sendiri saat melihat tatapan membunuh laki-laki dikursi pengemudi itu


“lo ini,selalu ngucapin kata-kata yang bikin hati gue sakit”


“maaf,gue gak maksud gitu” agni berasa bersalah karna ia telah membuat laki-laki itu menjadi terluka karna ucapannya


“maaf lo gue tolak.kecuali..., lo mau nemanin gue cari bola baru.mungkin permintaan maaf lo akan gue terima” cakka tersenyum jail ke arah agni


“iya,iya.gue bakal temanin lo”


“anak baik” kata cakka sambil mencubit pipi gadis itu


“ihh...apa-apaan sih lo.gue gak suka ya lo giniin” agni menyingkirkan tangan cowok itu dengan kasar


“katanya kita udah temenan,tapi nada bicara lo kayak kita msih musuhan aja sih ag.yaudah,cepat lo turun!” cakka sedikit kesal saat agni menyingkirkan tangannya tadi dengan kasar


“lo ngusir gue?!”


“gue bukan ngusir lo.gue Cuma nyuruh lo turun biar kita gak buang-buang waktu.kenapa,ada yang salah?”


“dengan nada suara kayak gitu,kesannya lo ngusir gue cakka”


“tapi pada kenyataannya gue bukan ngusir lo agniiiii”


“ahhhh!!!! Sebel gue sama lo”agni segera membuka pintu mobil disampingnya, lalu turun dari mobil sedan hitam milik cowok itu.kemudian ia tutup kembali pintu itu kuat-kuat dan segera melangkah masuk kedalam rumahnya.


Cakka menghela nafas.dia hempaskan punggungnya kesandaran kursi “dasar emosional” ditatapnya agni lurus-lurus sampai cewek itu menghilang di balik pintu rumahnya


Tak lama,agni kembali kedalam mobil cakka.penampilan gadis itu terlihat santai namun menarik.dengan baju kaus coklat,celana jins selutut serta sepatu kets yang berwarna senada dengan baju yang ia kenakan,gadis itu terlihat manis bila ia memakai pakaian bebas seperti ini.cakka segera menghidupkan mesin mobilnya lalu menginjak pedal gas mobilnya


Gadis disampingnya saat ini berbeda dengan gadis-gadis lain yang selama ini selalu mengelilingi dirinya.agni, dia tetap menjadi dirinya sendiri walaupun kini ia berada dengan cowok yang merupakan incaran banyak gadis-gadis seusianya.tampang keren dan kekayaan yang cakka miliki tak lantas merubah kepribadian agni saat ia berada bersama cowok itu.ia tak peduli dengan tanggapan cakka terhadap penampilannya saat ini.


“sorry kalau penampilan gue mengecewakan lo.tapi gue lebih nyaman berpakaian kayak gini ketimbang pakaian yang dipakai sama cewek-cewek pemuja lo itu”


“kenapa minta maaf.gue seneng liat apa yang lo pakai saat ini.gue ngerasa benar-benar jalan sama cewek” kata cakka dengan pandangan yang fokus pada jalan didepannya.


“loh,emang mereka semua itu bukan cewek?”


“kalau gue jalan sama mereka,gue lebih ngerasa kalau mereka itu nyokap gue.habis dandan mereka berlebihan.gue sendiri jadi risih berada di dekat mereka.beda sama lo,jalan sama lo...gue ngerasa nyaman” ucapnya jujur.

“kita kerumah gue bentar ya.gue mau ngambil dompet gue yang ketinggalan, sekalian gue ganti baju”


“suka-suka lo deh, gue ngikut aja”


Sekarang mobil sedan hitam cakka sudah memasuki perkarangan rumah mewah miliknya.cakka menaikkan alisnya begitu melihat mobil nyokap nya terparkir di pekarangan rumah itu.


“lo tunggu disini,gue gak lama kok”


“oke”


Setelah memarkirkan mobilnya,cakka segera turun.agni hanya melihat kepergian cowok itu dari balik kaca jendela mobil.


“baru pulang cakk?! Masih ingat pulang ke rumah kamu rupanya” sindir seorang wanita paruh baya yang sedang duduk di sofa ruang tamu dengan pandangan yang terfokus pada layar laptopnya


“ngapain kesini?” tanya cakka ketus


Wanita itu segera menghentikan aktifitasnya di depan layar laptop miliknya.ditatapnya anak laki-lakinya yang sekarang mulai terasa asing “apa ini sambutan kamu untuk mama.apa kamu tidak bisa menghargai sedikit saja pengorbanan mama yang sudah datang kejakarta hanya untuk melihat kondisi kamu sama elang”


“sambutan apa?! Bahkan aku gak nyangka kalau mama masih ingat punya 2 orang anak”


“cakka!!!” wanita itu mulai emosi mendengar kata-kata yang tak sopan dari putra bungsunya itu.cakka tak menanggapi teriakan itu,ia terus melangkah ke tangga untuk menuju kamarnya yang terletak di lantai atas


Setelah urusannya selesai,cakka segera turun kebawah


“mau kemana lagi kamu?!”


“kalau mama ataupun papa bisa datang dan pergi dari rumah ini sesuka hati kalian, kenapa aku tidak!” kata cakka sambil beranjak pergi keluar rumah


Sebelum langkah cakka mendekati pintu keluar,wanita paruh baya itu menarik perhatiannya dengan berkata, “jangan bersikap kekanak-kanakan kayak gini cakka,cobalah untuk dewasa.bertahun-tahun mama mencoba sabar dengan sikap kasar kamu terhadap mama,bisakah kamu mengakhiri semua ini? Mama sudah mulai putus asa menghadapi ke egoisan kamu yang tak beralasan.tolong mengertilah sedikit perasaan mama”


Cakka langsung menghentikan langkah kedua kakinya dan membalikkan badannya menghadap mamanya.kilatan tajam di kedua mata cakka seketika pecah jadi letupan bara

“dewasa? Egois?” kata cakka dengan wajah sinis

“Cuma karna hal-hal kecil,mama dan papa sampai bertengkar dan saling mencaci satu sama lain.apa itu yang dinamakan dewasa?!” tanya cakka dengan ketus

“Mama mau tau apa yang namanya egois? Mama dan papa bertengkar setiap hari di depan aku dan mas elang,tanpa mempedulikan seberapa besar luka yang kalian buat di hati kami, kalian putuskan untuk bercerai.itu yang namanya egois.bukan aku yang kekanak-kanakan,tapi kalian!!! Bukan aku yang egois, tapi kalian!!!” Teriak cakka pada wanita yang berdiri di depannya


PLAKKKK!!!! Sebuah tamparan yang cukup keras ia berikan pada pipi kiri putra bungsunya itu.cakka hanya tersenyum menerima tamparan dari wanita yang ia panggil mama tersebut.


“kapan mama pernah mau tau perasaan atau isi hati aku? Mama gak pernah mau tau gimana irinya aku melihat anak-anak lain dengan senyum bahagia di wajah mereka saat bercerita betapa harmonisnya keluarga mereka.dengan bangganya teman-teman aku menggandeng tangan orangtuanya saat pengambilan lapor ke sokolah.hanya aku,hanya orang tua aku yang gak pernah datang saat pengambilan lapor.mama juga gak pernah taukan gimana takutnya dan paniknya aku saat kalian mulai bertengkar,mulai memperjuangkan ego masing-masing.dan mama juga pasti ngak tau kan,gimana sakitnya hati aku saat kalian memutuskan untuk berpisah.dan kalau aku gak ngomong kayak gini, mama pasti gak pernah tau kan apa yang sebenarnya aku rasakan.karna sebenarnya mama memang gak pernah mau tau tentang isi hati aku” cakka menyelesaikan kalimatnya dengan menahan rasa sakit di ulu hatinya


“kenapa kamu masih mengungkit masa lalu.perceraian papa dan mama tidak ada hubungannya dengan kamu ataupun elang.jadi kami tidak perlu meminta izin dari kalian untuk mengambil keputusan itu.kalian masih kecil,tau apa dengan dunia orang dewasa”


Omongan mamanya tersebut seperti menampar muka cakka di tempat yang sama hingga memarnya terasa sakit kehati.cakka sudah cukup mengenal watak keras mamanya dan ia sudah memprediksikan pertengkaran ini akan terjadi begitu ia melihat mobil nyokapnya itu terparkir di halaman rumah.cakka tidak segan-segan mengungkapkan apa yang sedang mengganjal di hatinya dan pada akhirnya,ia menyesali semua itu.cakka membuka mulutnya,ingin membalas omongan mamanya, tapi sesuatu menahannya.ia sadar semua itu akan sia-sia saja,hanya akan membuat sayatan baru dihatinya.karna wanita di depannya itu tak akan pernah mau tau dengan perasaannya.


Agni terus menunggu di dalam mobil dengan perasaan yang mulai jenuh.sesekali dilemparkannya pandangan ke sekeliling perkarangan yang luas dari rumah cakka tersebut.seketika matanya terbelalak saat melihat orang yang sedari tadi ia tunggu kini tengah berdebat dengan seorang wanita.agni pun mulai menduga-duga kalau wanita itu adalah nyokapnya cakka.

agni tercengang,dengan menggunakan tangan kanannya,ia tutupi mulutnya yang terbuka akibat keterkejutannya saat melihat wanita itu menampar cakka.sepertinya masalah yang cukup besar telah terjadi antara cakka dan wanita itu.tak lama kemudian agni melihat cakka berbalik badan dengan raut wajah yang kaku dan melangkah cepat ke arah mobil tanpa menghiraukan panggilan keras wanita itu


Cakka segera masuk kedalam sedan hitam miliknya,kemudian buru-buru ia hidupkan mesin mobil itu dan segera melesat pergi.agni yang berada di samping cakka hanya bisa diam di tempat duduknya dengan memegang erat pada seatbelt yang melingkar ditubuhnya.ia tidak berani memaki-maki ataupun memprotes cakka saat ini.saat ini,cowok itu sedang berada pada pucak emosinya.


“sialan” desis cakka.cepat-cepat diusapnya kedua matanya dengan salah satu lengan bajunya.agni,ia hanya tercengang melihat kejadian itu, Tanpa berkomentar sedikitpun


Cakka terus memacu mobilnya dengan kecepatan penuh pada jalanan yang ramai.setiap ada celah yang kosong,ia manfaatkan untuk memotong kendaraan lain.jeritan klakson-klakson kemarahan menggema di sepanjang jalan,namun cowok itu tetap tak bergeming.ia terus memacu kecepatan mobilnya semaksimal mungkin,seolah-olah tak pernah ada kendaraan-kendaraan lain di jalan yang ia lewati.tak pernah terdengar jeritan-jeritan klakson kemaran dari setiap penggemudi mobil lain.dan gadis yang tengah meringkuk dalam ketakutan disampingnya pun,sepertinya telah ia lupakan keberadaannya.Beberapa saat setelah keluar dari lalu lintas jakatra yang padat,laju mobil cakka semakin menggila.


Di salah satu ruas jalan yang sepi,akhirnya cakka menghentikan mobilnya di tepi jalan yang lengang tersebut.keheningan pekat segera tercipta antara keduanya.cakka terus diam,memandang kosong pada ruas jalan yang ada di depannya


Dalam keterdiamannya,agni terus memandang cakka yang sedang terpaku pada jalan sepi di hadapannya.siapa saja yang melihat kondisi cakka sekarang,mereka pasti akan tau kalau cowok tersebut memiliki luka yang sangat dalam.melihat hal itu, menimbulkan rasa cemas tersendiri bagi agni.pandangannya pun beralih pada pipi kiri cowok itu,tamparan dari wanita tadi menimbulkan jejak merah di wajah cowok itu


cakka hanya memikul masalahnya itu sendiri,yang ia lakukan hanya diam dan menyimpan sesaknya sendiri.ingin rasanya ia menangis saat itu juga,tapi air mata itu tak kunjung mengalir.ingin ia ceritakan semua masalah yang bertahun-tahun ia pikul sendiri,setidaknya sedikit saja ia ingin melepaskan bebannya dan mencairkan penderitaannya.tapi kepada siapa ia harus berbagi rasa sakit yang bersarang dihatinya selama ini?


“biarin aja pikiran sama kesedihan lo melayang,berjalan dengan natural.ngak usah dipaksain tegar.kalau lo pengen nangis,ya langsung nangis aja.....karna ada saatnya kita tidak bisa menahan air mata.cowok nangis bukan berarti dia cengeng,bukan berarti dia pecundang.menangis hanya untuk meredakan sakit,meskipun tidak merubah keadaan.ini yang namanya siklus kehidupan cakk.saat bahagia,kita akan tertawa.saat merasakan sedih yang teramat menyakitkan, kenapa harus menyangkal akan hadirnya air mata itu” agni mulai bicara,mencoba mencairkan suasana yang semakin lama semakin tak terasa nyaman antara mereka


Cakka memukul stir mobilnya dengan sangat keras,ia sandarkan kedua tangannya di atas stir lalu membenamkan dalam-dalam wajahnya diatas kedua tangannya.dalam diam,air mata itu mulai mengalir,berperan sesuai dengan fungsi ia diciptakan.


Agni benar-benar kaget saat cakka memukul dengan sangat keras stir mobil tersebut,ia berpikir cakka marah besar padanya karna ucapannya barusan.tapi saat ia melihat air mata kepedihan itu mulai membasahi kedua tangan cakka,lalu berjatuhan kebawah,agnipun bernafas lega.meski ia tak mendengar suara isakan tangis dari cowok itu,setidaknya ia bisa melihat air mata itu kini benar-benar ada disaat ia sangat dibutuhkan


Setelah semua rasa sakit itu ia keluarkan dalam bentuk butiran-butiran bening yang berasal dari kedua matanya,iapun merasa lelah.dalam posisi yang sama sekali tak berubah,ia pejamkan matanya,sampai kesadarannya benar-benar hilang,istirahat sejenak dalam tidurnya.


Perlahan namun dengan sangat hati-hati,agni berusaha merebahkan posisi tubuh cakka yang tidur dengan lelapnya agar bersandar pada kursi pengemudi yang sebelumnya telah ia rebahkan sedikit ke belakang.berhasil! kini tubuh yang sepenuhnya telah hilang kesadaran itu berada pada posisi bersandar di kursinya tanpa mengusik ketenangan tidurnya.agni hanya menatap sebentar cowok yang tengah terlelap itu,sebelum ia putuskan untuk keluar dari mobil tersebut.


Beberapa jam kemudian,cakka terbangun dari tidurnya.perlahan-lahan ia mulai mengumpulkan semua kesadarannya yang sebelumnya sempat hilang


“udah bangun? Nih makan dulu” agni menyodorkan sebuah hamburger pada cakka


“ngak usah,gue gak laper” tolak cakka halus sambil membenarkan posisi duduknya


“hargain dikit dong pengorbanan gue buat beli hamburger itu.lo pikir gue belinya dekat apa? Lo gak sadar kita sekarang dimana? Ini jauh banget tau gak dari keramaian kota” agni berpura-pura marah


“iya-iya gue makan.jangan ngambekan gitu dong” cakka mengambil hamburger itu dari tangan agni,lalu mengusap-ngusap pelan puncak kepala gadis disampingnya itu


“gue gak ngambek ya” ucap agni tegas.cakka hanya tersenyum geli melihat sikap agni.dengan lahap iapun menghabiskan hamburger itu dalam hitungan menit


“katanya gak laper,tapi lahap gitu makannya” goda agni.cakka hanya tertawa mendengar ucapan gadis itu


Setelah menghabiskan makanannya,cakka segera menginjak pedal gasnya meninggalkan jalan sepi yang berjam-jam menjadi tempat tongkrongannya dan agni.berhubung waktu telah menunjukkan angka sembilan malam,cakka memutuskan untuk mengantarkan agni pulang.


Kini mobil sedan itu sudah terparkir di tepi jalan rumah agni.cakka pun ikut turun dari mobil untuk mengantarkan gadis itu sampai di depan rumahnya


“sorry kalau gue udah benar-benar ngerepotin lo hari ini”


“it’s ok” kata agni tersenyum,cakka ikut tersenyum membalas senyuman yang agni berikan padanya

“ kalau lo merasa disakiti dan ditinggalkan,lo boleh nangis sekeras-kerasnya,gue akan temani lo nangis” kata agni lembut

“gue masuk dula ya” agni membalikkan tubuhnya.langkahnya terhenti saat pergelangan tangannya kanannya di tahan oleh cakka.


cakka menarik tubuh agni ke dalam pelukannya,dengan erat dipeluknya tubuh gadis yang beberapa jam lalu telah ia izinkan untuk melihat keterpurukannya.agni sangat kaget dipeluk oleh cakka tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu.tapi entah kenapa setelah di peluk,agni merasakan kehangatan dan kenyamanan dalam pelukan cakka.tanpa sadar,agni membalas pelukan itu


“makasih.lo gak tau seberapa berartinya kata-kata lo tadi untuk gue” ucapnya lirih di samping telinga agni.

“now go”kata cakka sambil melepas pelukannya


“ok” kata agni sambil jalan menjauh

“bye”agni melambaikan tangannya ke cakka.cakka membalas lambaian gadis itu sambil tersenyum


2 komentar: